
FOTO: bayuwinata
Orang Tionghoa Kristen harus menghancurkan meja sembahyang leluhurnya karena itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis? Mungkinkah menjadi Kristen yang saleh namun mempertahankan meja sembahyangnya? Meja sembahyang orang Tionghoa yang juga disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyang Tian Di (Tuhan Allah) dan menyembahyangi almarmum ayah ibu dan kakek neneknya.
hai hai: Kenapa Altar sembahyangmu menjadi MASALAH?
OKB: Pendeta bilang itu penyembahan berhala dan penyembahan Iblis. Tindakan demikain membuka CELAH bagi Iblis untuk menyerang.
Hai hai: Apa yang terjadi bila Iblis menyerang? Bagaimana cara Iblis menyerang?
OKB: Iblis menyerang dengan mendatangkan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit. Contohnya Ayub.
hai hai: Untuk apa kamu membangun meja sembahyang di rumahmu? Untuk apa engkau sembahyang?
OKB: Untuk sembahyang Tuhan Allah dan menyembahyangi orang tua.
hai hai: Yang kamu lakukan itu baik sekali. Kenapa setelah menjadi Kristen, kamu pakai meja sembahyangmu yang tadinya untuk menyembah Tuhan Allah dan orang tua untuk menyembah BERHALA dan memuja IBLIS?
OKB: Bukan begitu. Saya baru tahu setelah diberitahu pendeta bahwa SEMBAHYANG Tuhan Allah dan orang tua yang saya lakukan selama ini adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
hai hai: Oooo, jadi selama ini kamu SALAH sembahyang? Maunya sembahyang Tuhan Allah dan orang tua namun jadinya sembahyang berhala dan pemujaan Iblis? Bila demikian, berhentilah sembahyang berhala dan memuja Iblis. Selanjutnya, hanya gunakan meja sembahyangmu untuk menyembahTuhan Allah dan Orang tua.
OKB: Jaka sembung makan combro. Nggak nyambung, bro. Begini. Orang mati tidak bisa berinteraksi dengan orang hidup. Makanya, menyembah orang mati sama dengan menyembah berhala.
Hai hai: Kenapa kamu sembahyang orang tua?
OKB: Karena takut dibilang anak tidak berbakti.
Hai hai: Memangnya kenapa dengan anak tidak berbakti?
OKB: Anak tidak berbakti akan dihukum Tuhan Allah dengan kemiskinan, malapeta dan sakit penyakit.
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit, bukan?
OKB: Benar!
Hai hai: Alasannya SAMA, bukan? Sebelum menjadi Kristen, kamu sembahyang orang tua karena takut NAAS. Setelah menjadi Kristen, kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi juga karena takut NAAS. Apakah KETAKUTAN-mu akan NAAS benar?
OKB: Kamu orang Kristen. Masak tidak tahu bahwa Tuhan akan membalaskan dosa orang tua kepada anak cucu bahkan sampai generasi keempat?
Hai hai: Izinkan saya bertanya. Apakah sembahyang orang tua yang kamu lakukan sebelum menjadi Kristen menyebabkan Tuhan Allah menghukummu?
OKB: tidak!
Hai hai: Itu berarti semua kekayaanmu, kesehatanmu dan keselamamtanmu sebelum jadi Kristen adalah hasil kamu sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, bukan?
OKB: Bukan! Bukan begitu! Semua kekayaannku, kesehatanku dan keselamatanku, adalah anugerah Allah bukan HASIL dari sembahyang Tuhan Allah dan orang tua.
Hai hai: Itu berarti sembahyang Tuhan Allah dan orang tua sebelum kamu menjadi Kristen tidak membuat kamu dihukum. Makanya melakukan hal yang sama setelah kamu menjadi kristen pun tidak akan membuat kamu dihukum.
OKB: Tapi pendeta saya bilang, “@#$^%*&^?”
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apa yang kamu rasakan karena sudah melakukan sembahyang orang tua?
OKB: Merasa telah berbakti kepada orang tua.
Hai hai: Nampak gamblang sekali bukan? Sebelum menjadi Kristen, sembahyang orang tua tidak mendatangkan BERKAT apalagi mengundang KUTUK. Sebelum menjadi Kristen, Allah tidak mengutuk bahkan memberkati meskipun kamu sembahyang orang tua. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Sembahyang orang tua hanya membuat hatimu SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Coba pikir baik-baik. Kalau kamu jadi penjahat, apakah sembahyang orang dan Tuhan Allah akan membuat kamu merasa SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah.?
OKB: Tidak mungkin begitu.
Hai hai: kalau begitu maka yang membuat kamu merasa SENANG dan tidak TAKUT bukan sembahyangnya namun hidupmu yang saleh. Bila demikian maka SEMBAHYANG tidak lebih dari CARA kamu MELAPOR ke pada almarhum orang Tua dan Tuhan Allah bahwa kamu sudah hidup SALEH, bukan?
OKB:Hmmmmm ….. Benar juga ya?!
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut diserang Iblis dengan kemiskinan dan malapetaka serta sakit penyakit.
OKB: Benar.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apakah Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit karena kamu sembahyang orang tua?
OKB: Tidak.
Hai hai: Bila demikian, kenapa setelah menjadi Kristen Iblis menyerangmu?
OKB: Karena saya sudah menjadi milik Kristus.
Hai hai: Anggaplah anda benar. Sembahyang orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Itu berarti setelah menjadi Kristen, melanjutkan sembahyang orang tua sama dengan TERUS menyembah berhala dan memuja Iblis dan BERHENTI sembahyang orang tua sama dengan berhenti menyembah berhala dan memuja Iblis, bukan? Apabila Iblis memang berkuasa menyerang, siapa yang HARUS dia serang? Orang Kristen yang terus menyembahnya atau yang tidak mau menyembahnya lagi?
OKB: ?#@>/$%&?<?!?
Hai hai: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
OKB: Orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang hidup itu sebabnya sembahyang arwah adalah penyembahan berhala.
Hai hai: Sembahyang orang tua bukan untuk berhubungan dengan arwah. Memang banyak dukun yang berlagak berinteraksi dengan arwah orang mati, namun itu penipuan belaka. Bila menghadapi dukun demikian, suruh dia bertanya kepada almarhum tentang merek sepatu dan pakaian yang dikenakan almarhum guna membuktikan dia memang berinteraksi dengan arwah orang tuamu.
OKB: Bila bukan untuk berhubungan dengan arwah lalu untuk apa?
Hai hai: Raja Tiongkok kuno menegakkan kesusilaan sembahyang orang tua karena tiga alasan utama yaitu: Pertama, untuk menyatakan hormat dan sayang kepada almarhum. Perasaan sayang dan hormat kepada orang tua tidak hilang ketika dia meninggal. Keinginan untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat serta melampiaskan rindu kepada almarhum tidak sirna. Kedua, untuk mendidik masyarakat agar tidak takut mati. Apa jadinya bila masyarakat membuang mayat ke sungai atau membiarkannya membusuk dan atau dimakan binatang? Apa jadinya bila orang-orang mati dilupakan begitu saja? Masyarakat akan takut mati karena melihat perlakuan orang hidup kepada orang mati. Kesusilaan sembahyang orang tua mendidik masyarakat agar tidak takut mati, sebab meskipun dirinya mati, namun kedudukannya dalam keluarganya sama sekali tidak berubah. Rasa hormat dan sayang dari anak cucunya tidak sirna. Ketiga, untuk mengajarkan kesusilaan (Li 禮).
OKB: Saya tidak pernah mendapat pengajaran demikian.
Hai hai: Kamu tidak pernah mendapatkan ajaran demikian karena kesusilaan tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar dan karena orang Tionghoa menutup telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng-dongeng.
OKB: Sebagai orang Kristen kita harus menaati firman Tuhan.
Hai hai: Apa yang terjadi kepadamu setelah memeluk agama Kristen?
OKB: Saya punya jaminan keselamatan karena sudah ditebus oleh Yesus dan keberanian menjalani hidup sebab Dia memimpin setiap langkahku, juga mengerti kebenaran Alkitab.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen kamu tidak PAHAM makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. Setelah menjadi Kristen kamu tetap tidak TAHU makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. LAGU lama judul BARU. Sebelumnya kamu sembahyang Tuhan Allah dengan kiblat meja sembahyang dan liturgi orang Tionghoa, setelah menjadi Kristen kamu menyembah dengan kiblat mimbar gereja dan liturgi Kristen. Lagu LAMA kaset BARU.
OKB: Bagaimana dengan sesajen?
Hai hai: Sesajen? Orang Kristen dan Tionghoa sama-sama mengunjungi kuburan. Orang Kristen menaburkan bunga dan memercikkan minyak wangi ke atas pusara. Orang Tionghoa membakar Mingqi (barang sembahyang) dan menyajikan makanan. Orang Kristen makan bekal yang dibawanya sedangkan orang Tionghoa makan makanan yang disajikannya. Siapa yang sembahyang orang mati dan memberi sesajen? Keduanya.
OKB: Bagaimana dengan sembahyang Tuhan Allah?
Hai hai: Orang Tionghoa mempersembahkan mingqi (barang sembahyang) kepada Tuhan Allah. Meskipun bagi Tuhan Allah namun API yang melahapnya. Orang Kristen mempersembahkan pujian dan uang kepada Tuhan Allah. Meskipun untuk Tuhan Allah namun manusialah yang menerimanya. Jadi, siapa yang memberi sesajen?
OKB: Sembahyang orang tua sia-sia karena orang hidup tidak bisa berhubungan dengan arwah orang mati.
Mereka yang percaya tidak ada arwah (gui 鬼) bertanya, “Kenapa yang tidak mendatangkan kebaikan maupun kemalangan disebut perilaku berbakti?” Guru Mozi menjawab, “Sejak purbakala sampai hari ini, arwah tidak hanya satu. Ada Tian gui 天鬼 (arwah Tian), ada Shanshui guishen 山水鬼神 (arwah roh gunung dan sungai), ada arwah orang mati (gui 鬼). Saat ini ada anak yang meninggal mendahului ayahnya, adik meninggal mendahului kakaknya. Hal demikian memang terjadi. Ada pepatah yang mengatakan, ’di kolong langit ini, yang lahir duluan akan mati duluan,’ hal demikian juga benar. Bisa jadi, yang meninggal duluan bukan ayah namun ibu, bukan kakak namun ipar. Menurut tradisi, anggur dan kue manis disajikan untuk orang mati. Apabila guishen鬼神 (arwah roh) memang ada, itu berarti mengajak ayah, ibu, kakak dan ipar makan minum bersama. Hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa keuntungan? Apabila guishen musnah, meskipun mengeluarkan biaya untuk membeli anggur dan kue manis, namun keduanya berguna. Yang dibeli tidak tercemar, tidak dibuang dan tidak ditolak. Para kerabat dan teman-teman sekampung makan dan minum semuanya. Jadi, meskipun guishen musnah, bisa berkumpul, bersenang-senang dengan kerabat dan mempererat hubungan dengan teman sekampung.” Hari ini, mereka yang percaya tidak ada arwah berkata, “Guishen sudah pasti tidak ada. Itu bukan berkumpul dan beramah-tamah. Semua anggur dan kue manis untuk sembahyang harus dibeli dengan uang. Aku tidak menyayangkan uang untuk membeli anggur dan kue manis persembahan, namun apa keuntungan melakukan tradisi ini? Ke atas, bertentangan dengan kitab raja suci (shengwang聖聖), ke dalam bertentangan dengan tradisi anak berbakti di masyarakat yang diajarkan para sarjana (shangshi 上士) di kolong langit sebagai jalan suci (dao 道)?” Inilah yang Guru Mozi katakan, “hari ini, menurutku, sajian sembahyang (jishi 祭祀) tidak tercemar, tidak dibuang juga tidak ditolak. Ke atas mendoakan kebaikan arwah. Di bawah berkumpul, bersenang-senang dengan para kerabat dan mempererat hubungan dengan teman-teman sekampung. Apabila roh (shen 神) memang ada, berarti aku melayani ayah, ibu, adik dan kakak dengan makanan. Melakukan hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa kebaikan di kolong langit ini?” Mozi Ming gui xia 19
Hai hai: Mozi lahir tahun 470 SM, sembilan tahun sebelum Kongzi meninggal. Mozi meninggal tahun 391 SM, sembilan belas tahun sebelum Mengzi lahir. Tentang Laozi, Kongzi, Mozi dan Mengzi, hai hai berkata, “Laozi mencatat intisarinya, Kongzi mengumpulkan ajarannya, Mozi mengujinya dan Mengzi menyebarkannya namun keempatnya sama-sama mengajarkan jalan (dao 道) dan kebajikan (de德).” Ayat di atas adalah salah satu ayat yang mencatat kisah Mozi menguji tradisi sembahyang orang mati.
OKB: Allah sejati menuntut penyembahan yang benar.
Hai hai: Kenapa bangsa Israel menyembah YHWH (TUHAN)? Karena YHWH senang disembah. Kenapa orang Yahudi memberi sesajen kepada YHWH? Karena YHWH suka sesajen. Untuk apa bangsa Israel melakukan sembahyang? Untuk menyenangkan YHWH. Kenapa bangsa Israel sembahyang? Karena takut hukuman dari YHWH. Benarkah?
OKB: Benar.
Para raja yang telah mendahului kuatir li 禮 (kesusilaan) tidak dipahami sampai ke bawah. Makanya melakukan sembahyang korban (ji 祭) kepada Di 帝 di altar jiao 郊 sehingga kedudukan Tian 天 ditetapkan. Melakukan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri untuk menerima berkat dari Di 地. Kuil leluhur (zu miao 祖廟) sehingga didapat akar peri kemanusiaan (ren 仁). Di shan chuan 山 川 (altar gunung dan sungai) untuk menyambut guishen 鬼神 (arwah roh). Di wu shi 五祀 (lima pengabdian) untuk menetapkan akar pelayanan (shi 事) manusia. Ada zong zhu 宗祝 (pendoa) di kuil leluhur, ada san gong 三公 (tiga menteri agung) di istana, ada san lao 三老 (tiga tetua) di sekolah. Di hadapan raja ada wu 巫 (shaman), di belakangnya ada pencatat sejarah (shi 史). Bu wu 卜巫 (peramal batok kura-kura dan rumput shi), gu 瞽 (pemusik buta) dan you 侑 (pencicip makanan) ada di sebelah kiri dan kanannya. Raja ada di tengah-tengah sebagai hati (xin 心) yang tidak melakukan apa pun (wu wei 無為) untuk mengawal semuanya agar berjalan dengan benar. Liji VII:IV:2 – Liyun
Hai hai: Tujuan sembahyang Tiongkok kuno bukan menyenangkan yang disembah. Tujuan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk menyukakan yang diberi. Tujuan sembahyang dan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk mengelak hukuman sambil mengharapkan berkat namun mengajarkan KESUSILAAN (Li 禮) kepada umat manusia.
OKB: Aneh bin ajaib.
Hai hai: Wushi 五祀 terdiri dari huruf wu 五 yang artinya lima dan shi 祀 yang artinya pengabdian alias pemujaan alias sembahyang. Penerjemah MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menerjemahkan wushi menjadi “altar dalam keluarga” atau altar keluarga. Maksudnya, wushi adalah lima altar untuk menyembah lima generasi leluhur. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, MATAKIN salah kaprah karena para leluhur disembah di kuil leluhur bukan di wushi. Apa itu wushi? Wushi adalah lima departemen pemerintahan Tiongkok kuno. Melayani masyarakat adalah mengabdi kepada masyarakat. Mengabdi (shi 祀) masyarakat di wushi sama dengan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri.
OKB: Wow … Aku benar-benar berkata, “wow!”
Hai hai: Ketika orang tua meninggal, perasaan sayang dan hormat kepadanya tidak musnah. Kedua orang tua saya masih sehat walafiat, namun dua adik perempuan saya telah meninggal. Perasaaan sayang dan hormat saya kepada keduanya tidak hilang meskipun tahun-tahun telah berlalu. Sering sekali, perasan kangen kepada keduanya tak tertahankan. Saya pun keluar rumah dan menatap langit biru untuk melampiaskan rindu dengan menyapa keduanya. Perasaan rindu berkurang karena saya MENYAPA keduanya, bukan karena keduanya MEMBALAS sapaan saya. Itulah MAKNA sembahyang orang tua. Kamu merasa TELAH berbakti karena TELAH melakukan sembahyang bukan karena orang tua MENANGGAPI sembahyang anda.
OKB: Bila orang tuamu meninggal, apakah kamu akan menyembahyanginya?
Hai hai: Di rumah mamaku, kami menggantung foto almarhum kedua adikku juga foto almarhum ayah dan ibu papaku di ruang keluarga. Saya tidak kenal kakekku. Dia meninggal saat Papaku berumur 2 tahun. Karena tidak mengenalnya maka tidak merindukanya. Nenekku dikubur 17 November 1991, hari itu aku wisuda S1. Akulah cucu kesayangan nenek yang tidur seranjang dengannya waktu kecil. Meskipun tahun-tahun telah berlalu namun saya selalu merindukannya. Cilin adikku meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan Merry adikku meninggal sekitar 3 tahun yang lalu (Lupa tahun kematian keduanya dan tak pernah ingin mengingatnya). Setiap kali berkumpul di ruang keluarga, saya mendongak menatap foto-foto di dinding. Setiap kali melakukan hal demikian, hati ini berdesir, merasakan sedih yang haru. Itulah cara saya menyembahyangi kakek, nenek dan kedua adikku.
OKB: Sinkretisme
Hai hai: Meskipun orang Kristen percaya orang mati tidak berinteraksi dengan orang hidup, namun mereka mendandani orang mati sebelum menguburkannya dan membangun kuburan yang indah serta menulisi nisannya dengan kata-kata bermakna. Waktu-waktu tertentu, mereka mengunjungi kuburan untuk menebarkan bunga serta memercikan minyak wangi. Banyak pula yang mengadakan kebaktian. Perasaan NYAMAN muncul karena TELAH melakukan sesuatu, bukan karena mendapat TANGGAPAN dari almarhum yang pusaranya dikunjungi.
OKB: Beda. Beda sekali.
Hai hai: Yang penting maknanya, bukan caranya. Di Tibet, jenazah orang mati dipotong-potong untuk diumpankan ke burung bangkai. Mereka melakukannya bukan karena kejam namun demi cinta kasih. Bertahun-tahun melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, meskipun tidak tahu maknanya namun paham perasaan ketika melakukannya.
NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Agama Tionghoa.
Hari ini kamu pun tahu makna sembahyang orang Tionghoa. MUSTAHIL kamu tidak tahu sembahyang Tuhan Allah dan orang Tionghoa bukan penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Bila kamu merasa tidak nyaman lagi melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, silahkan berhenti melakukannya. Namun, tolong jangan membenarkan diri dengan menyebar FITNAH: sembahyang Tuhan Allah dan orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
Jefri, orang-orang Kristen itu memang PICIK otaknya. Itu sebabnya meraka menghalalkan segala CARA untuk MEMAKSA orang lain agar menganut agamanya. Ketika keinginan untuk MEMAKSA orang lain itu ditolak, dia pun menghalalkan segala CARA untuk menghinanya. benar-benar mengenaskan.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah. Anak tuhan kok bisa mati y?????
Bukan salah saya kalau ada ribuan orang lalu setuju saya jadi bengcu.
Laozi bukan satu-satunya nabi yang mengajarkan bahwa, “Semua orang yang dilahirkan pasti MATI.”
Ketika kerabat kita sakit keras di rumah sakit, para dokter sebenarnya sudah tahu apakah sakit orang tersebut benar-benar gawat atau bisa disembuhkan. Karena kode etiklah maka dokter tidak selalu memberi harapan kepada anggota keluarganya.
Ketika anggota keluarga atau handai taulannya sakit, ada yang memikirkannya ada pula yang tidak, bahkan ada pula yang membawanya ke dalam mimpi. MIMPI tentang orang yang sedang sakit keras meninggal adalah hal yang biasa bagi banyak orang. Kalau memang harus mati maka MIMPI dia mati atau sembuh sama sekali TIDAK mengubah FAKTA apakah dia akhirnya MATI atau sembuh.
Mimpi tentang orang SAKIT mati atau sembuh tidak menjadikannya MATI atau pun sembuh. Itu bukan NUBUAT alias RAMALAN namun MIMPI belaka.
Kalau anda ke rumah sakit untuk membesuk orang sakit yang para kondisinya maka PROBABILITA untuk MENEBAK dia MATI atau SEMBUH adalah 50% VS 50%. Itu sebabnya SIAPUN yang menghadapi hal tersebut menghadapi probabilita yang sama. Nggak ada yang lebih sakti dan yang kurang sakti.
untuk apa Tuhan kasih anda PENGLIHATAN bahwa orang yang sakit KERAS itu AKAN MATI toh dia memang sedang sakit keras dan kemungkinan besar akan MATI hari ini atau dalam beberapa hari. BARU ada gunanya disebut penglihatan kalau anda DIBERI penglihatan untuk MENUNJUKKAN cara agar orang tersebut SEMBUH sehingga anda bisa kasih tahu dokter bagaimana cara mengobatinya.
Pahami dlu ajaran kristen baru anda baru boleh membandingkan keduanya. Drtd hnya ada teori mngenai agama tionghua. Bgmn dgn ajaran kristen yg anda bandingkan? Mhon lebih bijak dlm membuat tulisan agar tdk mnjdi batu sandungan bagi bnyak org. Trm ksh
Kenapa anda tdk bertanya mengapa anak Tuhan bs bangkit kembali?
Apakah ada keuntungan seseorg mengajarkan yg baik? Kalau anda sbg org tua apakah tdk memaksakan anak anda untuk hal yg baik jika anak anda menolaknya? Siapakah yang picik dalam hal ini? Anda sndri dpt menilainya bukan?
Masalahnya apa kisanak? Kalau anda memang punya pengetahuan. Tunjutkan saja salahnya kalau memang salah dan ajarkan yang benar kalau anda mampu. gitu aja kok repot?
Yang picik sudah pasti diri anda. Yang terbukti picik itu diri anda kisanak.
Bagus
Amin