Meja Sembahyang Leluhur Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


FOTO: bayuwinata

Orang Tionghoa Kristen harus menghancurkan meja sembahyang leluhurnya karena itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis?  Mungkinkah menjadi Kristen yang saleh namun mempertahankan meja sembahyangnya? Meja sembahyang orang Tionghoa yang juga disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyang Tian Di (Tuhan Allah) dan menyembahyangi almarmum ayah ibu dan kakek neneknya.

hai hai: Kenapa Altar sembahyangmu menjadi MASALAH?

OKB: Pendeta bilang itu penyembahan berhala dan penyembahan Iblis. Tindakan demikain membuka CELAH bagi Iblis untuk menyerang.

Hai hai: Apa yang terjadi bila Iblis menyerang? Bagaimana cara Iblis menyerang?

OKB: Iblis menyerang dengan mendatangkan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit. Contohnya Ayub.

hai hai: Untuk apa kamu membangun meja sembahyang di rumahmu? Untuk apa engkau sembahyang?

OKB: Untuk sembahyang Tuhan Allah dan menyembahyangi orang tua.

hai hai: Yang kamu lakukan itu baik sekali. Kenapa setelah menjadi Kristen, kamu pakai meja sembahyangmu yang tadinya untuk menyembah Tuhan Allah dan orang tua untuk menyembah BERHALA dan memuja IBLIS?

OKB: Bukan begitu. Saya baru tahu setelah diberitahu pendeta bahwa SEMBAHYANG Tuhan Allah dan orang tua yang saya lakukan selama ini adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.

hai hai: Oooo, jadi selama ini kamu SALAH sembahyang? Maunya sembahyang Tuhan Allah dan orang tua namun jadinya sembahyang berhala dan pemujaan Iblis? Bila demikian, berhentilah sembahyang berhala dan memuja Iblis. Selanjutnya, hanya gunakan meja sembahyangmu untuk menyembahTuhan Allah dan Orang tua.

OKB: Jaka sembung makan combro. Nggak nyambung, bro. Begini. Orang mati tidak bisa berinteraksi dengan orang hidup. Makanya, menyembah orang mati sama dengan menyembah berhala.

Hai hai: Kenapa kamu sembahyang orang tua?

OKB: Karena takut dibilang anak tidak berbakti.

Hai hai: Memangnya kenapa dengan anak tidak berbakti?

OKB: Anak tidak berbakti akan dihukum Tuhan Allah dengan kemiskinan, malapeta dan sakit penyakit.

Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit, bukan?

OKB: Benar!

Hai hai: Alasannya SAMA, bukan? Sebelum menjadi Kristen, kamu sembahyang orang tua karena takut NAAS. Setelah menjadi Kristen, kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi juga karena takut NAAS. Apakah KETAKUTAN-mu akan NAAS benar?

OKB: Kamu orang Kristen. Masak tidak tahu bahwa Tuhan akan membalaskan dosa orang tua kepada anak cucu bahkan sampai generasi keempat?

Hai hai: Izinkan saya bertanya. Apakah sembahyang orang tua yang kamu lakukan sebelum menjadi Kristen menyebabkan Tuhan Allah menghukummu?

OKB: tidak!

Hai hai: Itu berarti semua kekayaanmu, kesehatanmu dan keselamamtanmu sebelum jadi Kristen adalah hasil kamu sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, bukan?

OKB: Bukan! Bukan begitu! Semua kekayaannku, kesehatanku dan keselamatanku, adalah anugerah Allah bukan HASIL dari sembahyang Tuhan Allah dan orang tua.

Hai hai: Itu berarti sembahyang Tuhan Allah dan orang tua sebelum kamu menjadi Kristen tidak membuat kamu dihukum. Makanya melakukan hal yang sama setelah kamu menjadi kristen pun tidak akan membuat kamu dihukum.

OKB: Tapi pendeta saya bilang, “@#$^%*&^?”

Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apa yang kamu rasakan karena sudah melakukan sembahyang orang tua?

OKB: Merasa telah berbakti kepada orang tua.

Hai hai: Nampak gamblang sekali bukan? Sebelum menjadi Kristen, sembahyang orang tua tidak mendatangkan BERKAT apalagi mengundang KUTUK. Sebelum menjadi Kristen, Allah tidak mengutuk bahkan memberkati meskipun kamu sembahyang orang tua. Benarkah demikian?

OKB: Benar.

Hai hai: Sembahyang orang tua hanya membuat hatimu SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah. Benarkah demikian?

OKB: Benar.

Hai hai: Coba pikir baik-baik. Kalau kamu jadi penjahat, apakah sembahyang orang dan Tuhan Allah akan membuat kamu merasa SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah.?

OKB: Tidak mungkin begitu.

Hai hai: kalau begitu maka yang membuat kamu merasa SENANG dan tidak TAKUT bukan sembahyangnya namun hidupmu  yang saleh. Bila demikian maka SEMBAHYANG tidak lebih dari CARA kamu MELAPOR ke pada almarhum orang Tua dan Tuhan Allah bahwa kamu sudah hidup SALEH, bukan?

OKB:Hmmmmm ….. Benar juga ya?!

Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut diserang Iblis dengan kemiskinan dan malapetaka serta sakit penyakit.

OKB: Benar.

Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apakah Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit karena kamu sembahyang orang tua?

OKB: Tidak.

Hai hai: Bila demikian, kenapa setelah menjadi Kristen Iblis menyerangmu?

OKB: Karena saya sudah menjadi milik Kristus.

Hai hai: Anggaplah anda benar. Sembahyang orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Itu berarti setelah menjadi Kristen, melanjutkan sembahyang orang tua sama dengan TERUS menyembah berhala dan memuja Iblis dan BERHENTI sembahyang orang tua sama dengan berhenti menyembah berhala dan memuja Iblis, bukan? Apabila Iblis memang berkuasa menyerang, siapa yang HARUS dia serang? Orang Kristen yang terus menyembahnya atau yang tidak mau menyembahnya lagi?

OKB: ?#@>/$%&?<?!?

Hai hai: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

OKB: Orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang hidup itu sebabnya sembahyang arwah adalah penyembahan berhala.

Hai hai: Sembahyang orang tua bukan untuk berhubungan dengan arwah. Memang banyak dukun yang berlagak berinteraksi dengan arwah orang mati, namun itu penipuan belaka. Bila menghadapi dukun demikian, suruh dia bertanya kepada almarhum tentang merek sepatu dan pakaian yang dikenakan almarhum guna membuktikan dia memang berinteraksi dengan arwah orang tuamu.

OKB: Bila bukan untuk berhubungan dengan arwah lalu untuk apa?

Hai hai: Raja Tiongkok kuno menegakkan kesusilaan sembahyang orang tua karena tiga alasan utama yaitu: Pertama, untuk menyatakan hormat dan sayang kepada almarhum. Perasaan sayang dan hormat kepada orang tua tidak hilang ketika dia meninggal. Keinginan untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat serta melampiaskan rindu kepada almarhum tidak sirna. Kedua, untuk mendidik masyarakat agar tidak takut mati. Apa jadinya bila masyarakat membuang mayat ke sungai atau membiarkannya membusuk dan atau dimakan binatang? Apa jadinya bila orang-orang mati dilupakan begitu saja? Masyarakat akan takut mati karena melihat perlakuan orang hidup kepada orang mati. Kesusilaan sembahyang orang tua mendidik masyarakat agar tidak takut mati, sebab meskipun dirinya mati, namun kedudukannya dalam keluarganya sama sekali tidak berubah. Rasa hormat dan sayang dari anak cucunya tidak sirna. Ketiga, untuk mengajarkan kesusilaan (Li 禮).

OKB: Saya tidak pernah mendapat pengajaran demikian.

Hai hai: Kamu tidak pernah mendapatkan ajaran demikian karena kesusilaan tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar dan karena orang Tionghoa menutup telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng-dongeng.

OKB: Sebagai orang Kristen kita harus menaati firman Tuhan.

Hai hai: Apa yang terjadi kepadamu setelah memeluk agama Kristen?

OKB: Saya punya jaminan keselamatan karena sudah ditebus oleh Yesus dan keberanian menjalani hidup sebab Dia memimpin setiap langkahku, juga mengerti kebenaran Alkitab.

Hai hai: Sebelum menjadi Kristen kamu tidak PAHAM makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. Setelah menjadi Kristen kamu tetap tidak TAHU makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. LAGU lama judul BARU. Sebelumnya kamu sembahyang Tuhan Allah dengan kiblat meja sembahyang dan liturgi orang Tionghoa, setelah menjadi Kristen kamu menyembah dengan kiblat mimbar gereja dan liturgi Kristen. Lagu LAMA kaset BARU.

OKB: Bagaimana dengan sesajen?

Hai hai: Sesajen? Orang Kristen dan Tionghoa sama-sama mengunjungi kuburan. Orang Kristen menaburkan bunga dan memercikkan minyak wangi ke atas pusara. Orang Tionghoa membakar Mingqi (barang sembahyang) dan menyajikan makanan. Orang Kristen makan bekal yang dibawanya sedangkan orang Tionghoa makan makanan yang disajikannya. Siapa yang sembahyang orang mati dan memberi sesajen? Keduanya.

OKB: Bagaimana dengan sembahyang Tuhan Allah?

Hai hai: Orang Tionghoa mempersembahkan mingqi (barang sembahyang) kepada Tuhan Allah. Meskipun bagi Tuhan Allah namun API yang melahapnya. Orang Kristen mempersembahkan pujian dan uang kepada Tuhan Allah. Meskipun untuk Tuhan Allah namun manusialah yang menerimanya. Jadi, siapa yang memberi sesajen?

OKB: Sembahyang orang tua sia-sia karena orang hidup tidak bisa berhubungan dengan arwah orang mati.

Mereka yang percaya tidak ada arwah (gui 鬼) bertanya, “Kenapa yang tidak mendatangkan kebaikan maupun kemalangan disebut perilaku berbakti?” Guru Mozi menjawab, “Sejak purbakala sampai hari ini, arwah tidak hanya satu. Ada Tian gui  天鬼 (arwah Tian), ada Shanshui guishen 山水鬼神 (arwah roh gunung dan sungai), ada arwah orang mati (gui 鬼). Saat ini ada anak yang meninggal mendahului ayahnya, adik meninggal mendahului kakaknya. Hal demikian memang terjadi. Ada pepatah yang mengatakan,  ’di kolong langit ini, yang lahir duluan akan mati duluan,’ hal demikian juga benar. Bisa jadi, yang meninggal duluan bukan ayah namun ibu, bukan kakak namun ipar. Menurut tradisi, anggur dan kue manis disajikan untuk orang mati. Apabila guishen鬼神 (arwah roh) memang ada, itu berarti mengajak ayah, ibu, kakak dan ipar makan minum bersama. Hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa keuntungan? Apabila guishen musnah, meskipun mengeluarkan biaya untuk membeli anggur dan kue manis, namun keduanya berguna. Yang dibeli tidak tercemar, tidak dibuang dan tidak ditolak. Para kerabat dan teman-teman sekampung makan dan minum semuanya. Jadi, meskipun guishen musnah, bisa berkumpul, bersenang-senang dengan kerabat dan mempererat hubungan dengan teman sekampung.” Hari ini, mereka yang percaya tidak ada arwah berkata, “Guishen sudah pasti tidak ada. Itu bukan berkumpul dan beramah-tamah. Semua  anggur dan kue manis untuk sembahyang harus dibeli dengan uang. Aku tidak menyayangkan uang untuk membeli anggur dan kue manis persembahan, namun apa keuntungan melakukan tradisi ini? Ke atas, bertentangan dengan kitab raja suci  (shengwang聖聖), ke dalam bertentangan dengan tradisi anak berbakti di masyarakat yang diajarkan para sarjana (shangshi 上士) di kolong langit sebagai jalan suci (dao 道)?” Inilah yang Guru Mozi katakan, “hari ini, menurutku, sajian sembahyang (jishi 祭祀) tidak tercemar, tidak dibuang juga tidak ditolak. Ke atas mendoakan kebaikan arwah. Di bawah berkumpul, bersenang-senang dengan para kerabat dan mempererat hubungan dengan teman-teman sekampung. Apabila roh (shen 神) memang ada, berarti aku melayani ayah, ibu, adik dan kakak dengan makanan. Melakukan hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa kebaikan di kolong langit ini?” Mozi Ming gui xia 19

Hai hai: Mozi lahir tahun 470 SM, sembilan tahun sebelum Kongzi meninggal. Mozi meninggal tahun 391 SM, sembilan belas tahun sebelum Mengzi lahir. Tentang Laozi, Kongzi, Mozi dan Mengzi, hai hai berkata, “Laozi mencatat intisarinya, Kongzi mengumpulkan ajarannya, Mozi mengujinya dan Mengzi menyebarkannya namun keempatnya sama-sama mengajarkan jalan (dao 道) dan kebajikan (de德).” Ayat di atas adalah salah satu ayat yang mencatat kisah Mozi menguji tradisi sembahyang orang mati.

OKB: Allah  sejati menuntut penyembahan yang benar.

Hai hai: Kenapa bangsa Israel menyembah YHWH (TUHAN)? Karena YHWH senang disembah. Kenapa orang Yahudi memberi sesajen kepada YHWH? Karena YHWH suka sesajen. Untuk apa bangsa Israel melakukan sembahyang? Untuk menyenangkan YHWH. Kenapa bangsa Israel sembahyang? Karena takut hukuman dari YHWH. Benarkah?

OKB: Benar.

Para raja yang telah mendahului kuatir li 禮 (kesusilaan) tidak dipahami sampai ke bawah. Makanya melakukan sembahyang korban (ji 祭) kepada Di 帝 di altar jiao 郊 sehingga kedudukan Tian 天 ditetapkan. Melakukan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri untuk menerima berkat dari Di 地. Kuil leluhur (zu miao 祖廟) sehingga didapat akar peri kemanusiaan (ren 仁). Di shan chuan 山 川 (altar gunung dan sungai) untuk menyambut guishen 鬼神 (arwah roh).  Di wu shi 五祀 (lima pengabdian) untuk menetapkan akar pelayanan (shi 事) manusia. Ada zong zhu 宗祝 (pendoa) di kuil leluhur, ada san gong 三公 (tiga menteri agung) di istana, ada san lao 三老 (tiga tetua) di sekolah. Di hadapan raja ada wu 巫 (shaman), di belakangnya ada pencatat sejarah (shi 史). Bu wu 卜巫 (peramal batok kura-kura dan rumput shi), gu 瞽 (pemusik buta) dan you 侑 (pencicip makanan) ada di sebelah kiri dan kanannya. Raja ada di tengah-tengah sebagai hati (xin 心) yang tidak melakukan apa pun (wu wei 無為) untuk mengawal semuanya agar berjalan dengan benar. Liji VII:IV:2 – Liyun

Hai hai: Tujuan sembahyang Tiongkok kuno bukan menyenangkan yang disembah. Tujuan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk menyukakan yang diberi. Tujuan sembahyang dan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk mengelak hukuman sambil mengharapkan berkat namun mengajarkan KESUSILAAN (Li 禮) kepada umat manusia.

OKB: Aneh bin ajaib.

Hai hai: Wushi 五祀 terdiri dari huruf wu 五 yang artinya lima dan shi 祀 yang artinya pengabdian alias pemujaan alias sembahyang. Penerjemah MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menerjemahkan wushi menjadi “altar dalam keluarga” atau altar keluarga. Maksudnya, wushi adalah lima altar untuk menyembah lima generasi leluhur. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, MATAKIN salah kaprah karena para leluhur disembah di kuil leluhur bukan di wushi. Apa itu wushi? Wushi adalah lima departemen pemerintahan Tiongkok kuno. Melayani masyarakat adalah mengabdi kepada masyarakat. Mengabdi (shi 祀) masyarakat di wushi sama dengan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri.

OKB: Wow … Aku benar-benar berkata, “wow!”

Hai hai: Ketika orang tua meninggal, perasaan sayang dan hormat kepadanya tidak musnah. Kedua orang tua saya masih sehat walafiat, namun dua adik perempuan saya telah meninggal. Perasaaan sayang dan hormat saya kepada keduanya tidak hilang meskipun tahun-tahun telah berlalu. Sering sekali, perasan kangen kepada keduanya tak tertahankan. Saya pun keluar rumah dan menatap langit biru untuk melampiaskan rindu dengan menyapa keduanya. Perasaan rindu berkurang karena saya MENYAPA keduanya, bukan karena keduanya MEMBALAS sapaan saya. Itulah MAKNA sembahyang orang tua. Kamu merasa TELAH berbakti karena TELAH melakukan sembahyang bukan karena orang tua MENANGGAPI sembahyang anda.

OKB: Bila orang tuamu meninggal, apakah kamu akan menyembahyanginya?

Hai hai: Di rumah mamaku, kami menggantung foto almarhum kedua adikku juga foto almarhum ayah dan ibu papaku di ruang keluarga. Saya tidak kenal kakekku. Dia meninggal saat Papaku berumur 2 tahun. Karena tidak mengenalnya maka tidak merindukanya. Nenekku dikubur 17 November 1991, hari itu aku wisuda S1. Akulah cucu kesayangan nenek yang tidur seranjang dengannya waktu kecil. Meskipun tahun-tahun telah berlalu namun saya selalu merindukannya. Cilin adikku meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan Merry adikku meninggal sekitar 3 tahun yang lalu (Lupa tahun kematian keduanya dan tak pernah ingin mengingatnya). Setiap kali berkumpul di ruang keluarga, saya mendongak menatap foto-foto di dinding. Setiap kali melakukan hal demikian, hati ini berdesir, merasakan sedih yang haru. Itulah cara saya menyembahyangi kakek, nenek dan kedua adikku.

OKB: Sinkretisme

Hai hai: Meskipun orang Kristen percaya orang mati tidak berinteraksi dengan orang hidup, namun mereka mendandani orang mati sebelum menguburkannya dan membangun kuburan yang indah serta menulisi nisannya dengan kata-kata bermakna. Waktu-waktu tertentu, mereka mengunjungi kuburan untuk menebarkan bunga serta memercikan minyak wangi. Banyak pula yang mengadakan kebaktian. Perasaan NYAMAN muncul karena TELAH melakukan sesuatu, bukan karena mendapat TANGGAPAN dari almarhum yang pusaranya dikunjungi.

OKB: Beda. Beda sekali.

Hai hai: Yang penting maknanya, bukan caranya. Di Tibet, jenazah orang mati dipotong-potong untuk diumpankan ke burung bangkai. Mereka melakukannya bukan karena kejam namun demi cinta kasih. Bertahun-tahun melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, meskipun tidak tahu maknanya namun paham perasaan ketika melakukannya.

NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Agama Tionghoa.

Hari ini kamu pun tahu makna sembahyang orang Tionghoa. MUSTAHIL kamu tidak tahu sembahyang Tuhan Allah dan orang Tionghoa bukan penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Bila kamu merasa tidak nyaman lagi melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, silahkan berhenti melakukannya. Namun, tolong jangan membenarkan diri dengan menyebar FITNAH: sembahyang Tuhan Allah dan orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.

639 thoughts on “Meja Sembahyang Leluhur Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

  1. steven, JANGAN menghakimi hai hai dan blog ini sebab PENGHAKIMAN adalah hak Tuhan. Masak lu lupa? Yang TIDAK BERDOSA harus yng LAPOR pertama. masak lu lupa ajarna Yesus? ha ha ha ha … DAsar Kristen SIALAN yang penudh DENGKI lu! ha ha ha … Nggak becus berapologetika main HASSUT ya? ha ha ha ha ….

  2. Jempol utk haihai . menguatkan iman org percaya. lebih mendalami apa yg dipercaya.

  3. yg dimaksud hai hai..altar dibangun hanya sebagai pemuas hasrat…tapi pada kenyataan yg terjadi seringkali altar dan kuburan sebagai penyembahan arwah dan interaksi arwah.. Mereka meminta berkat..perlindungan dll… Dan Yang anehnya meminta berkat namun memberi berkat kepada arwah..dengan membakar uang2 an , mobil2 an, rumah2 an dll pada saat cengbeng atau pemakaman…bukankah dirumah bapa emas adalah tanah yg kita pijak,,,artinya tidak ada nilainya..
    Nah itu yg bahaya …kita menciptakan tradisi yg menyesatkan orang…dan apabila menyesatkan orang bukan kah kita tanggung dosanya..
    Saya tidak anti memegang altar , hio dll… Tapi saya lebih mengajarkan keluarga saya ialah apabila mereka merindukan orangtua mereka yg sudah meninggal , dan masih ingin merasa berbakti..lakukan lah untuk orang2 atau keluarga yg masih hidup.. Dengan berbuat baik kpd sanak saudara yg masih hidup..itu sebagai wujud tanda bakti kita kepada ortu yg sudah meninggal…misal : hubungan akur pada adik kakak , merawat ibu yg masih hidup jika ayahnya yg meninggal, atau sebaliknya..
    Intinya saya masih bisa mengajarkan banyak hal baik lainnya kepada keluarga saya untuk menunjukan rasa bakti kpd ortu yg sudah meninggal dibanding membangun altar atau mengunjungi makam… Karena saya tidak percaya kalau papa dan mama saya jika siang disurga dan malam balik untuk tidur dikuburan..sehingga saya jtidak merasa tidak berbakti jika saya tidak pernah mengunjungi kuburannya dan jika tdk pernah berdoa di altar…jadi bagi saya altar tidak berguna dan mengunjungi makam tdk berguna…kalo bagi kalian berguna…sah sah saja melakukan sesuatu yg tidak berguna bagi saya

  4. kisanak, ketahuilah hanya orang Tionghoa GILA yang BERDOA kepada ayah ibunya dan kakek neneknya. Kalau anda amu belajar tentang Cengbeng, silahkan klik di SINI. Kalau anda mau belajar tentang sembahyang arwah, silahkan klik di SINI. Kalau adna mau baca semua tulisan hai hai tentang agama Tionghoa, ilahkan klik di SINI.

    Kisanak, anda bukan NABI, itu sebabnya JANGAN SOK mengajar. Anda harus BELAJAR dulu baik-baik sebelum MENGAJAR. Belajar alkitab BAIK-BAIK. BAca dari Kejadian sampai Wahyu. Anda MENGAKU Kristen namun MALAS baca Alkitab? ha ha ha … Itu namanya Kristen PEMALAS. Anda mengajar padahal belum pernah baca alkitab sampai TAMAT? Itu namanya SOK TAHU.

    Demikian juga dengan ajaran agama Tionghoa. BELAJAR nak, BUKAN SOK tahu MENGAJAR! Anda nggak PAHAM sama sekali ajaran kitabkitab Tionghoa namun MENGAJAR? ha ha ha … Itu namanya SOK TAHU!

  5. Halloo haii haii… Mungkin anda menganggap saya bodoh , tetapi Tuhan tidak begitu memperdulikan kepintaran saya
    1 Korintus 1:27-29
    Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”

    Dan yang kedua mungkin pendalaman alkitab saya tidak sejenius anda..,tapi sayang sekali lagi Tuhan tidak memperdulikan pendalaman alkitab seseorang….bahkan jika anda semakin banyak tau firman Tuhan…anda semakin dituntut lebih..
    Atau jangan seperti orang farisi yg pintar tapi tidak melakukannya
    Matius 23 : 3
    Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak sanggup melakukannya

    Saya memang tidak paham mengenai paham agama tionghoa , oleh karena itu saya tidak membahasnya..baca kembali yang saya tulis… Saya menekankan bahwa pada KENYATAANNYA orang ke kuburan atau ke altar untuk berinteraksi dengan arwah.. Apakah anda bisa bantah kenyataan yang sering terjadi saat ini ?

    Baca kembali tulisan saya…, saya mengatakan sah sah saja anda atau oranglain melakukan sembahyang atau kekuburan dsb hal lainnya…Karena Tuhan Yesus tidak akan membenci mereka…pelacur , pendosa , bahkan pembunuh seperti paulus saja Tuhan tidak benci..apalagi cuma orang yg sembahyang ke altar atau kuburan…
    Tapi biarlah kita menganut pemahaman masing2 tanpa memaksakan dan tidak menjadi batu sandungan
    Roma 14 : 14 – 15
    14. Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
    15. Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.

    Diayat atas dikatakan…kalau orang menganggap najis makanan, jangan kita memaksa orang itu makan…jika orang menganggap kuburan atau altar najis….jangan kita memaksa bahwa itu tidak najis…karna kita akan keluar dari KASIH….

    Tetapi saya yakin ke kuburan dan sembahyang altar sah2 saja..tetapi jangan paksakan saya kalo saya menganggap itu tidak berguna..hal yang sia sia…
    Matius 8 : 21 – 22
    21.Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
    22.Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

    Diayat atas dikatakan ada seprang murid ingin ikut Yesus tetapi meminta ijin terlebih dahulu untuk menguburkan ayahnya..tetapi Yesus berkata “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” (Biarlah orang pengurus jenazah yang menguburkan jenazah ayahnya)

    sangat jelas Tuhan sangat tidak mementingkan kita mengurus orang yang sudah mati…tetapi Yesus selalu menekankan kasih kepada orang yang masih hidup..
    Kasarnya, jika saya memaki maki orangtua di depan kuburannya..apakah orangtua saya di surga akan sedih ? Di surga bukankah tidak ada lagi dukacita , tangisan dan kertak gigi…bagaimana orangtua saya bisa sedih..demikian jika saya lakukan sebaliknya apakah orangtua saya menjadi bahagia..?
    Jadi saya menilai sangat tidak berguna datang ke kuburan atau altar….tapi kalau anda dan yang lain mau melakukan sah sah saja…

  6. Kisanak, anda belum pernah BACA Alkitab dari Kejadian sampai WAHYU, itu sebabnya BELUM PANTAS mengajar ajaran Alkitab. Anda belum pernah ketemu Tuhan lalu dari mana anda tahu Tuhan tidak PEDULI KECERDASAN anda? Kalau anda memang orang PILIHAN, mustahil MALAS baca Alkitab bro. Orang yang TIDAK belajar alkitab namun SOK mengajar Alkitab sudah pasti PENIPU. Dari mana anda TAHU ajaran Alkitab sementara anda MALAS MEMBACANYA?

    Selain BODOH anda juga BEBAL! itu sebabnya KEKEH jumekeh MENUDUH ada orang Tionghoa BERDOA ke kuburan leluhurnya. Ha ha ha ha … Adna BODOH dan BEBAL karena malas BELAJAR. Anda yakin ada orang Tionghoa berdoa kepada leluhurnya karena MENONTONYA di film China Ghost kan? anda tahu orang Tionghoa PERCAYA mobil-mobilan yang dibakarnya akan menjadi MOBIL di alam baka karena nonton Film Happy ghost kan? ha ha ha … Nak, sekali-sekali jadilah PINTER. kunjungilah KUbURAN saat CENGBENG dan BELAJARlah baik-baik sebelum NGEJEBLAK.

    Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Lukas 9:59

    Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Lukas 9:60

    kisanak, karena otak anda BODOH sekali, kenapa tidak mencoba mikir dengan anggota tubuh lainnya? misalnya dengan DENGKUL? Siapa tahu hasilnya BERBEDA? Orang itu MENGIKUT Yesus padahal BAPAKNYA meninggal. Kalau dia memang dia anak BERBAKTI seharusnya dia PAMIT pulang. Namun apa yang TERJADI? Dia BARU minta izin PULANG setelah Yesus MENYURUH-nya untuk IKUT? Itu berarti dia HANYA memberi ALASAN konyol. Itu sebabnya Yesus MENYINDIRNYA dengan berkata, “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

    Kenapa Yesus MENYINDIR-nya demikian? Karena anak DURHAKA itu seharusnya PULANG dan mengubrurkan orang Tuanya sebab orang MATI tidak bisa MENGUBUR orang MATI. Demi MENGIKUT Yesus tidak mengubur orang tuanya yang MATI? ha ha ha ha …. Itu GILA namanya,

    Bagaimana dengan anda? Kalau anda MENGAMINI Yesus ngagk pentingin penguburan, bukankah seharusnya anda membiarkan ORANG MATI mengubur jasa orang tua anda kalau mereka sudah meninggal dan NANTINYA kalau mereka belum meninggal saat ini?

    Kalau anda memaki orang Tua di kuburannya dan mereka TAHU, pasti mereka SEDIH! SEDIH kaaran punya anak TOLOL! Bahkan mereka SEDIH karena ketika dikubur anda menyertakan alkitab. TOLOL sekali. memangnya orang MATI bisa BACA Alkitab? Anda yang masih HIDUP saja MALAS baca Alkitab apalagi kalau sudah MATI? h a ha ha ha …

  7. Hallo hai hai… Sudahkah anda membaca tulisan saya dengan baik ?
    Saya tidak pernah mempermasalahkan orang tionghoa …dan membahas orang tionghoa
    saya mengatakan dan mempermasalahkan pada KENYATAAN orang yang kekuburan dan ke altar untuk berinteraksi dengan arwah…orang yg kekuburan dan ke altar itu tidak hanya orang TIONGHOA bukan ?
    Anda memungkiri fakta yang ada…berapa banyak saya ke rumah duka melihat ada ritual pemanggilan arwah…membangun rumah2an dan membakar uang2an dsb…dan mereka menjelaskan sesuai yg anda jelaskan bahwa itu berguna untuk arwah di alam baka…saya melewati kuburan dan banyak sesajian…..bisa jelaskan maksud mereka melakukan demikian ?

    Dan saya katakan itu semua sah sah saja..,tapi tetap tidak berguna bagi SAYA..

    Anda menjabarkan Firman ini
    Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Lukas 9:59

    Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Lukas 9:60

    Kemudian anda menjelaskan dengan tafsiran anda sendiri…anda mengatakan Tuhan menyindir orang tersebut karena orang tersebut durhaka…fakta mana yg bisa memperkuat tafsiran anda tersebut bahwa Tuhan sedang menyindirnya….

    Saya bisa mentafsirkan juga seperti ini…ketika Yesus lewat suatu daerah…ada ibadah pengkabungan sedang berlangsung, dari jauh orang tersebut melihat Yesus…dan meninggalkan sebentar acara pengkabungan itu…kemudian hatinya tergerak untuk ikut Yesus tapi ia meminta ijin kembali sebentar untuk menguburkan ayahnya..

    Bahkan anda menuduh orang tersebut tidak sesuai fakta..anda mengatakan

    “kisanak, karena otak anda BODOH sekali, kenapa tidak mencoba mikir dengan anggota tubuh lainnya? misalnya dengan DENGKUL? Siapa tahu hasilnya BERBEDA? Orang itu MENGIKUT Yesus padahal BAPAKNYA meninggal. Kalau dia memang dia anak BERBAKTI seharusnya dia PAMIT pulang. Namun apa yang TERJADI? Dia BARU minta izin PULANG setelah Yesus MENYURUH-nya untuk IKUT? Itu berarti dia HANYA memberi ALASAN konyol. Itu sebabnya Yesus MENYINDIRNYA dengan berkata, “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” ”

    Yang anda tuduhkan kepada orang yg anda anggap tidak berbakti ialah anda mengatakan dia minta izin kepada Yesus setelah Yesus MENYURUH-nya ikut terlebih dahulu…kenyataannya

    Lukas 9 : 57 mengatakan
    Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

    Jelas firman itu mengatakan orang itu dengan niat sendiri ikut Yesus…bukan Yesus yang menyuruhnya..

    Masalah menguburkan orangtua dengan alkitab… Saya setuju dengan anda buat apa orang mati di beri alkitab… Untuk maslah penguburannya…kalau saya berhalangan karena ada kejadian yang lebih penting..untuk kebaikan yang lebih penting.,,saya rela untuk tidak hadir… Paling saya di caci sebagai anak yang tidak berbakti…tapi apakah nilai bakti dinilai pada saat akhir umur seseorang…saya lebih memikirkan selagi orangtua hidup menanam bakti..apakah anak yg durhaka saat ortunya hidup bisa dikatakan berbakti karna datang ke pemakaman ortunya ? Apakah anak yg menyenangkan hati ortunya saat hidup dikatakan tidak berbakti karena tdk datang saat pemakaman ortunya…intinya jgn mendengar penilaian orang…Tapi Tuhan tau hati bakti seorang anak..
    Jangan kan ortu saya..untuk diri saya sendiri, saya sudah berpesan kepada istri saya…jika saya mati…kamu tidak sanggup beli peti..jangan petikan saya..tidak sanggup membeli tanah menguburkan saya , bakar saya….. Tidak sanggup membayar biaya kremasi saya buang mayat saya…sekalipun dia sanggup tapi tidak mau melakukan jenazah saya…campakan mayat saya…tapi jangan campakan anak2 saya yg masih hidup…karena saya sangat yakin…saya sudah dirumah Bapa yg tidak lagi merasakan sakit , sedih , duka..

  8. Baca blog saya, kisanak. Yang dibahas dalam blog tersebut adalah meja semabahyang orang Tionghoa dan sembahyang kubur Tionghoa. Jadi yang anda SEBUT kenyataan itu TIDAK ada itu hanya HALUSINASI anda saja.

    Kalau anda menafsirkan demikian itu berarti anda menuduh Yesus TOLOL Sekali karena menyuruh orang MATI menguburkan orang MATI.

    Anda TOLOL sekali kan? Dalam kejadian tersebut ada DUA orang. Orang kedua DI SURUH ikut mina izin menguburkan orang tuanya dulu. BELAJA alkitab nak. BACA alkitab yang TELITI jangan asal KUTIP ayat seenak jidatnya lalu TAFSIR seenak jidatnya. anda pikir alkitab itu kitab tafsir 1001 mimpi. makanya balah alkitab dari kejadian sampai Wahyu bangsa 2 3 kali baru bicara Alkitab nak.

    Anda sama sekali tidak tahu ajaran BAKTI agama Tionghoa. Itu sebabnya pertanyaan anda BODOH sekali. Baiklah saya kutip ayatnya agar anda tahu apa itu BAKTI kepada orang TUA.

    Zilu berkata, “Sungguh malang nasib orang miskin! Ketika orang tuanya hidup tidak memiliki apapun untuk merawat mereka, ketika meninggal tidak memiliki apapun untuk menegakkan kesusilan (li 禮).” Kongzi berkata, “Biarpun hanya makan nasi dan minum air putih selama dapat membuat mereka bahagia, itu sudah berbakti (xiao 孝) namanya. Hanya mampu membungkus tangannya dan membiarkan kakinya telanjang lalu menguburkannya tanpa peti mati, itu sudah memenuhi kesusilaan.” Liji IIB:II:16 – Tangong xia

    Cengzi berkata, “Adanya diriku ini karena ayah bunda mewariskan tubuhnya. Karena tubuh ini warisan ayah bunda, tidak berani tidak hormat. Mewarisi rumah namun tidak mengurusnya, itu melanggar bakti. Mengabdi namun tidak setia itu melanggar bakti. Memimpin namun tidak menghormati bawahan itu melanggar bakti. Berteman namun tidak tulus itu melanggar bakti. Ikut perang namun tidak bersikap berani itu melanggar bakti. Tidak memenuhi kewajiban kelima perkara tersebut adalah aib bagi keluarga. Tidak berani tidak menjunjung tinggi. Menyajikan makanan enak dan harum itu hanya merawat, bukan berbakti. Yang dimaksudkan dengan berbakti oleh seorang susilawan (junzi 君子) adalah ketika seluruh negeri memuji dengan tulus, “Sungguh beruntung memiliki anak seperti itu” Itulah yang disebut berbakti. ajaran agama yang menjadi akar kehidupan masyarakat adalah bakti. Yang disebut merawat itu mudah dilakukan karena yang sulit adalah menghormati. Banyak orang yang mampu menghormati, namun bersikap sabar itu sulit. Banyak orang dapat bersikap sabar, namun bersikap sabar hingga akhir itu sulit. Setelah ayah bunda meninggal, tidak mencemarkan nama baik keluarga, itulah yang disebut berbakti sampai akhir. Cinta kasih (ren 仁) adalah cinta kasih untuk menjalankan semuanya. Kesusilaan (li 禮) adalah panduan untuk menjalankan semuanya. Kebenaran (yi 義) adalah standar untuk menjalankan semuanya. Ketulusan (xin 信) adalah nurani dalam menjalankan semuanya. Kekuatan (qiang 強) adalah ketahanan untuk menjalankan semuanya. Kebahagiaan (le 樂) akan menyertai orang yang taat sepanjang hidupnya. Hukuman (xing 刑) akan mengikuti orang yang menentang atau tidak menjalankannya. Liji XXI:II:11- Jiyi

  9. Halo hei hei…
    Kejadian pada firman lukas 9 : 57 – 62 tersebut bukan hanya ada 2 orang…minimal 3 orang yang berbincang dgn Yesus…dan yg terakhir orang itu pamit kepada keluarga dia yang masih hidup..apakah Yesus menyindir juga orang yg ketiga untuk pamit kepada keluarganya ? Anda yang asal menafsirkan kalau Tuhan hanya sedang menyindir, tanpa meberikan bukti bahwa Tuhan sedang menyindir..jadi anda yang sedang menafsirkan alkitab dengan pemikiran anda..
    saya hanya merujuk pada ayat 57(orang pertama memiliki niat sendiri) dan ayat 61(orang ketiga yg sama sperti orang pertama..dia memiliki niat sendiri tapi meminta ijin untuk pamit)..
    Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” (Lukas 9 : 61)

    Bagaimana dengan tafsiran anda bahwa Yesus sedang menyindir ?bukan kah anda sedang menafsirkan sesuai pikiran anda sendiri ?
    Bahkan diayat lukas 9 : 62 dikatakan
    Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

    Jadi inti dari Yesus adalah bukan cara..tapi biarkanlah kita mengasihi dengan perbuatan…bukan dengan basa basi..sekedar menemani jenazah sampai liang lahat tapi selagi hidup tidak berbakti..
    Atau sekalipun hanya sekedar pamit basa basi…tapi biarlah selagi hidup benar2 menghormati orangtua kita…

    Sekali lagi anda membahas agama tionghoa…saya tidak pernah membahas mereka…saya membahas kenyataan yg ada dan sedang terjadi ketika orang kekuburan dan ke altar…tapi anda berkata saya sedang berhalusinasi..brati anda mengatakan saya buta..saya melihat tapi anda katakan tidak ada…bagaimana anda bisa memaksa saya berkata tidak ada tapi saya melihat?

    Saya sudah berulang kali katakan Silahkan anda dan yang lainnya melakuakan sah sah saja..pelacur , pendosa , dan pembunuh saja Yg bertobat Tuhan terima…apalagi hanya orang yg memiliki pemahaman untuk menunjukan rasa baktinya dengan cara demikian….tapi bagi SAYA tidak berguna,
    Roma 14 : 14 – 15
    14. Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
    15. Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.

    Nah kekristenan tidak pernah memaksa apakah orang itu ingin makan atau tidak makan sesuatu…sama seperti pemakaman , altar demi rasa bakti dan lain lain
    Selagi ia percaya bahwa Tuhan adalah Yesus…sah sah saja melakukan atau tidak melakukan…jadi jangan menyakiti orang yg melakukan..jgn pula menyakiti orang yg tidak melakukan….itulah kasih…
    Kaitan dengan tulisan anda adalah anda hanya memojokan satu pihak..yaitu orang yg tidak mau melakukan…jarna anda melakukan hanya sebatas rasa bakti tidak menyakiti hati saya…dan jika SAYA dan orang lain merasa itu tidak berguna…bagi anda yang paham alkitab seharusnya tidak jadi masalah juga…

  10. Alkitab ditulis untuk DIPAHAMI bukan DITAFSIRKAN itu sebabya Alkitab harus dipahami tidak boleh ditafsirkan. MENGERTI alkitab berarti MENGERTI dan menarik kesimpulan. tidak ada gunanya NGOTOT. Jadi silahkan baca Alkitab adan dari Kejadian sampa Wahu bangsa 3 kali, setelah itu barulah kembali lagi untuk mengajar. Belum pernah BAca alkitab namun mengajarkan Alkitab dan MENGHAKIMI hai hai yang sudah 100 kali lebih baca alkitab, sama seklai bukan perilaku BIJAKSANA. ha ha ha …

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.