
FOTO: bayuwinata
Orang Tionghoa Kristen harus menghancurkan meja sembahyang leluhurnya karena itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis? Mungkinkah menjadi Kristen yang saleh namun mempertahankan meja sembahyangnya? Meja sembahyang orang Tionghoa yang juga disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyang Tian Di (Tuhan Allah) dan menyembahyangi almarmum ayah ibu dan kakek neneknya.
hai hai: Kenapa Altar sembahyangmu menjadi MASALAH?
OKB: Pendeta bilang itu penyembahan berhala dan penyembahan Iblis. Tindakan demikain membuka CELAH bagi Iblis untuk menyerang.
Hai hai: Apa yang terjadi bila Iblis menyerang? Bagaimana cara Iblis menyerang?
OKB: Iblis menyerang dengan mendatangkan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit. Contohnya Ayub.
hai hai: Untuk apa kamu membangun meja sembahyang di rumahmu? Untuk apa engkau sembahyang?
OKB: Untuk sembahyang Tuhan Allah dan menyembahyangi orang tua.
hai hai: Yang kamu lakukan itu baik sekali. Kenapa setelah menjadi Kristen, kamu pakai meja sembahyangmu yang tadinya untuk menyembah Tuhan Allah dan orang tua untuk menyembah BERHALA dan memuja IBLIS?
OKB: Bukan begitu. Saya baru tahu setelah diberitahu pendeta bahwa SEMBAHYANG Tuhan Allah dan orang tua yang saya lakukan selama ini adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
hai hai: Oooo, jadi selama ini kamu SALAH sembahyang? Maunya sembahyang Tuhan Allah dan orang tua namun jadinya sembahyang berhala dan pemujaan Iblis? Bila demikian, berhentilah sembahyang berhala dan memuja Iblis. Selanjutnya, hanya gunakan meja sembahyangmu untuk menyembahTuhan Allah dan Orang tua.
OKB: Jaka sembung makan combro. Nggak nyambung, bro. Begini. Orang mati tidak bisa berinteraksi dengan orang hidup. Makanya, menyembah orang mati sama dengan menyembah berhala.
Hai hai: Kenapa kamu sembahyang orang tua?
OKB: Karena takut dibilang anak tidak berbakti.
Hai hai: Memangnya kenapa dengan anak tidak berbakti?
OKB: Anak tidak berbakti akan dihukum Tuhan Allah dengan kemiskinan, malapeta dan sakit penyakit.
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit, bukan?
OKB: Benar!
Hai hai: Alasannya SAMA, bukan? Sebelum menjadi Kristen, kamu sembahyang orang tua karena takut NAAS. Setelah menjadi Kristen, kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi juga karena takut NAAS. Apakah KETAKUTAN-mu akan NAAS benar?
OKB: Kamu orang Kristen. Masak tidak tahu bahwa Tuhan akan membalaskan dosa orang tua kepada anak cucu bahkan sampai generasi keempat?
Hai hai: Izinkan saya bertanya. Apakah sembahyang orang tua yang kamu lakukan sebelum menjadi Kristen menyebabkan Tuhan Allah menghukummu?
OKB: tidak!
Hai hai: Itu berarti semua kekayaanmu, kesehatanmu dan keselamamtanmu sebelum jadi Kristen adalah hasil kamu sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, bukan?
OKB: Bukan! Bukan begitu! Semua kekayaannku, kesehatanku dan keselamatanku, adalah anugerah Allah bukan HASIL dari sembahyang Tuhan Allah dan orang tua.
Hai hai: Itu berarti sembahyang Tuhan Allah dan orang tua sebelum kamu menjadi Kristen tidak membuat kamu dihukum. Makanya melakukan hal yang sama setelah kamu menjadi kristen pun tidak akan membuat kamu dihukum.
OKB: Tapi pendeta saya bilang, “@#$^%*&^?”
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apa yang kamu rasakan karena sudah melakukan sembahyang orang tua?
OKB: Merasa telah berbakti kepada orang tua.
Hai hai: Nampak gamblang sekali bukan? Sebelum menjadi Kristen, sembahyang orang tua tidak mendatangkan BERKAT apalagi mengundang KUTUK. Sebelum menjadi Kristen, Allah tidak mengutuk bahkan memberkati meskipun kamu sembahyang orang tua. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Sembahyang orang tua hanya membuat hatimu SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Coba pikir baik-baik. Kalau kamu jadi penjahat, apakah sembahyang orang dan Tuhan Allah akan membuat kamu merasa SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah.?
OKB: Tidak mungkin begitu.
Hai hai: kalau begitu maka yang membuat kamu merasa SENANG dan tidak TAKUT bukan sembahyangnya namun hidupmu yang saleh. Bila demikian maka SEMBAHYANG tidak lebih dari CARA kamu MELAPOR ke pada almarhum orang Tua dan Tuhan Allah bahwa kamu sudah hidup SALEH, bukan?
OKB:Hmmmmm ….. Benar juga ya?!
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut diserang Iblis dengan kemiskinan dan malapetaka serta sakit penyakit.
OKB: Benar.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apakah Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit karena kamu sembahyang orang tua?
OKB: Tidak.
Hai hai: Bila demikian, kenapa setelah menjadi Kristen Iblis menyerangmu?
OKB: Karena saya sudah menjadi milik Kristus.
Hai hai: Anggaplah anda benar. Sembahyang orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Itu berarti setelah menjadi Kristen, melanjutkan sembahyang orang tua sama dengan TERUS menyembah berhala dan memuja Iblis dan BERHENTI sembahyang orang tua sama dengan berhenti menyembah berhala dan memuja Iblis, bukan? Apabila Iblis memang berkuasa menyerang, siapa yang HARUS dia serang? Orang Kristen yang terus menyembahnya atau yang tidak mau menyembahnya lagi?
OKB: ?#@>/$%&?<?!?
Hai hai: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
OKB: Orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang hidup itu sebabnya sembahyang arwah adalah penyembahan berhala.
Hai hai: Sembahyang orang tua bukan untuk berhubungan dengan arwah. Memang banyak dukun yang berlagak berinteraksi dengan arwah orang mati, namun itu penipuan belaka. Bila menghadapi dukun demikian, suruh dia bertanya kepada almarhum tentang merek sepatu dan pakaian yang dikenakan almarhum guna membuktikan dia memang berinteraksi dengan arwah orang tuamu.
OKB: Bila bukan untuk berhubungan dengan arwah lalu untuk apa?
Hai hai: Raja Tiongkok kuno menegakkan kesusilaan sembahyang orang tua karena tiga alasan utama yaitu: Pertama, untuk menyatakan hormat dan sayang kepada almarhum. Perasaan sayang dan hormat kepada orang tua tidak hilang ketika dia meninggal. Keinginan untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat serta melampiaskan rindu kepada almarhum tidak sirna. Kedua, untuk mendidik masyarakat agar tidak takut mati. Apa jadinya bila masyarakat membuang mayat ke sungai atau membiarkannya membusuk dan atau dimakan binatang? Apa jadinya bila orang-orang mati dilupakan begitu saja? Masyarakat akan takut mati karena melihat perlakuan orang hidup kepada orang mati. Kesusilaan sembahyang orang tua mendidik masyarakat agar tidak takut mati, sebab meskipun dirinya mati, namun kedudukannya dalam keluarganya sama sekali tidak berubah. Rasa hormat dan sayang dari anak cucunya tidak sirna. Ketiga, untuk mengajarkan kesusilaan (Li 禮).
OKB: Saya tidak pernah mendapat pengajaran demikian.
Hai hai: Kamu tidak pernah mendapatkan ajaran demikian karena kesusilaan tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar dan karena orang Tionghoa menutup telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng-dongeng.
OKB: Sebagai orang Kristen kita harus menaati firman Tuhan.
Hai hai: Apa yang terjadi kepadamu setelah memeluk agama Kristen?
OKB: Saya punya jaminan keselamatan karena sudah ditebus oleh Yesus dan keberanian menjalani hidup sebab Dia memimpin setiap langkahku, juga mengerti kebenaran Alkitab.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen kamu tidak PAHAM makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. Setelah menjadi Kristen kamu tetap tidak TAHU makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. LAGU lama judul BARU. Sebelumnya kamu sembahyang Tuhan Allah dengan kiblat meja sembahyang dan liturgi orang Tionghoa, setelah menjadi Kristen kamu menyembah dengan kiblat mimbar gereja dan liturgi Kristen. Lagu LAMA kaset BARU.
OKB: Bagaimana dengan sesajen?
Hai hai: Sesajen? Orang Kristen dan Tionghoa sama-sama mengunjungi kuburan. Orang Kristen menaburkan bunga dan memercikkan minyak wangi ke atas pusara. Orang Tionghoa membakar Mingqi (barang sembahyang) dan menyajikan makanan. Orang Kristen makan bekal yang dibawanya sedangkan orang Tionghoa makan makanan yang disajikannya. Siapa yang sembahyang orang mati dan memberi sesajen? Keduanya.
OKB: Bagaimana dengan sembahyang Tuhan Allah?
Hai hai: Orang Tionghoa mempersembahkan mingqi (barang sembahyang) kepada Tuhan Allah. Meskipun bagi Tuhan Allah namun API yang melahapnya. Orang Kristen mempersembahkan pujian dan uang kepada Tuhan Allah. Meskipun untuk Tuhan Allah namun manusialah yang menerimanya. Jadi, siapa yang memberi sesajen?
OKB: Sembahyang orang tua sia-sia karena orang hidup tidak bisa berhubungan dengan arwah orang mati.
Mereka yang percaya tidak ada arwah (gui 鬼) bertanya, “Kenapa yang tidak mendatangkan kebaikan maupun kemalangan disebut perilaku berbakti?” Guru Mozi menjawab, “Sejak purbakala sampai hari ini, arwah tidak hanya satu. Ada Tian gui 天鬼 (arwah Tian), ada Shanshui guishen 山水鬼神 (arwah roh gunung dan sungai), ada arwah orang mati (gui 鬼). Saat ini ada anak yang meninggal mendahului ayahnya, adik meninggal mendahului kakaknya. Hal demikian memang terjadi. Ada pepatah yang mengatakan, ’di kolong langit ini, yang lahir duluan akan mati duluan,’ hal demikian juga benar. Bisa jadi, yang meninggal duluan bukan ayah namun ibu, bukan kakak namun ipar. Menurut tradisi, anggur dan kue manis disajikan untuk orang mati. Apabila guishen鬼神 (arwah roh) memang ada, itu berarti mengajak ayah, ibu, kakak dan ipar makan minum bersama. Hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa keuntungan? Apabila guishen musnah, meskipun mengeluarkan biaya untuk membeli anggur dan kue manis, namun keduanya berguna. Yang dibeli tidak tercemar, tidak dibuang dan tidak ditolak. Para kerabat dan teman-teman sekampung makan dan minum semuanya. Jadi, meskipun guishen musnah, bisa berkumpul, bersenang-senang dengan kerabat dan mempererat hubungan dengan teman sekampung.” Hari ini, mereka yang percaya tidak ada arwah berkata, “Guishen sudah pasti tidak ada. Itu bukan berkumpul dan beramah-tamah. Semua anggur dan kue manis untuk sembahyang harus dibeli dengan uang. Aku tidak menyayangkan uang untuk membeli anggur dan kue manis persembahan, namun apa keuntungan melakukan tradisi ini? Ke atas, bertentangan dengan kitab raja suci (shengwang聖聖), ke dalam bertentangan dengan tradisi anak berbakti di masyarakat yang diajarkan para sarjana (shangshi 上士) di kolong langit sebagai jalan suci (dao 道)?” Inilah yang Guru Mozi katakan, “hari ini, menurutku, sajian sembahyang (jishi 祭祀) tidak tercemar, tidak dibuang juga tidak ditolak. Ke atas mendoakan kebaikan arwah. Di bawah berkumpul, bersenang-senang dengan para kerabat dan mempererat hubungan dengan teman-teman sekampung. Apabila roh (shen 神) memang ada, berarti aku melayani ayah, ibu, adik dan kakak dengan makanan. Melakukan hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa kebaikan di kolong langit ini?” Mozi Ming gui xia 19
Hai hai: Mozi lahir tahun 470 SM, sembilan tahun sebelum Kongzi meninggal. Mozi meninggal tahun 391 SM, sembilan belas tahun sebelum Mengzi lahir. Tentang Laozi, Kongzi, Mozi dan Mengzi, hai hai berkata, “Laozi mencatat intisarinya, Kongzi mengumpulkan ajarannya, Mozi mengujinya dan Mengzi menyebarkannya namun keempatnya sama-sama mengajarkan jalan (dao 道) dan kebajikan (de德).” Ayat di atas adalah salah satu ayat yang mencatat kisah Mozi menguji tradisi sembahyang orang mati.
OKB: Allah sejati menuntut penyembahan yang benar.
Hai hai: Kenapa bangsa Israel menyembah YHWH (TUHAN)? Karena YHWH senang disembah. Kenapa orang Yahudi memberi sesajen kepada YHWH? Karena YHWH suka sesajen. Untuk apa bangsa Israel melakukan sembahyang? Untuk menyenangkan YHWH. Kenapa bangsa Israel sembahyang? Karena takut hukuman dari YHWH. Benarkah?
OKB: Benar.
Para raja yang telah mendahului kuatir li 禮 (kesusilaan) tidak dipahami sampai ke bawah. Makanya melakukan sembahyang korban (ji 祭) kepada Di 帝 di altar jiao 郊 sehingga kedudukan Tian 天 ditetapkan. Melakukan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri untuk menerima berkat dari Di 地. Kuil leluhur (zu miao 祖廟) sehingga didapat akar peri kemanusiaan (ren 仁). Di shan chuan 山 川 (altar gunung dan sungai) untuk menyambut guishen 鬼神 (arwah roh). Di wu shi 五祀 (lima pengabdian) untuk menetapkan akar pelayanan (shi 事) manusia. Ada zong zhu 宗祝 (pendoa) di kuil leluhur, ada san gong 三公 (tiga menteri agung) di istana, ada san lao 三老 (tiga tetua) di sekolah. Di hadapan raja ada wu 巫 (shaman), di belakangnya ada pencatat sejarah (shi 史). Bu wu 卜巫 (peramal batok kura-kura dan rumput shi), gu 瞽 (pemusik buta) dan you 侑 (pencicip makanan) ada di sebelah kiri dan kanannya. Raja ada di tengah-tengah sebagai hati (xin 心) yang tidak melakukan apa pun (wu wei 無為) untuk mengawal semuanya agar berjalan dengan benar. Liji VII:IV:2 – Liyun
Hai hai: Tujuan sembahyang Tiongkok kuno bukan menyenangkan yang disembah. Tujuan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk menyukakan yang diberi. Tujuan sembahyang dan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk mengelak hukuman sambil mengharapkan berkat namun mengajarkan KESUSILAAN (Li 禮) kepada umat manusia.
OKB: Aneh bin ajaib.
Hai hai: Wushi 五祀 terdiri dari huruf wu 五 yang artinya lima dan shi 祀 yang artinya pengabdian alias pemujaan alias sembahyang. Penerjemah MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menerjemahkan wushi menjadi “altar dalam keluarga” atau altar keluarga. Maksudnya, wushi adalah lima altar untuk menyembah lima generasi leluhur. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, MATAKIN salah kaprah karena para leluhur disembah di kuil leluhur bukan di wushi. Apa itu wushi? Wushi adalah lima departemen pemerintahan Tiongkok kuno. Melayani masyarakat adalah mengabdi kepada masyarakat. Mengabdi (shi 祀) masyarakat di wushi sama dengan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri.
OKB: Wow … Aku benar-benar berkata, “wow!”
Hai hai: Ketika orang tua meninggal, perasaan sayang dan hormat kepadanya tidak musnah. Kedua orang tua saya masih sehat walafiat, namun dua adik perempuan saya telah meninggal. Perasaaan sayang dan hormat saya kepada keduanya tidak hilang meskipun tahun-tahun telah berlalu. Sering sekali, perasan kangen kepada keduanya tak tertahankan. Saya pun keluar rumah dan menatap langit biru untuk melampiaskan rindu dengan menyapa keduanya. Perasaan rindu berkurang karena saya MENYAPA keduanya, bukan karena keduanya MEMBALAS sapaan saya. Itulah MAKNA sembahyang orang tua. Kamu merasa TELAH berbakti karena TELAH melakukan sembahyang bukan karena orang tua MENANGGAPI sembahyang anda.
OKB: Bila orang tuamu meninggal, apakah kamu akan menyembahyanginya?
Hai hai: Di rumah mamaku, kami menggantung foto almarhum kedua adikku juga foto almarhum ayah dan ibu papaku di ruang keluarga. Saya tidak kenal kakekku. Dia meninggal saat Papaku berumur 2 tahun. Karena tidak mengenalnya maka tidak merindukanya. Nenekku dikubur 17 November 1991, hari itu aku wisuda S1. Akulah cucu kesayangan nenek yang tidur seranjang dengannya waktu kecil. Meskipun tahun-tahun telah berlalu namun saya selalu merindukannya. Cilin adikku meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan Merry adikku meninggal sekitar 3 tahun yang lalu (Lupa tahun kematian keduanya dan tak pernah ingin mengingatnya). Setiap kali berkumpul di ruang keluarga, saya mendongak menatap foto-foto di dinding. Setiap kali melakukan hal demikian, hati ini berdesir, merasakan sedih yang haru. Itulah cara saya menyembahyangi kakek, nenek dan kedua adikku.
OKB: Sinkretisme
Hai hai: Meskipun orang Kristen percaya orang mati tidak berinteraksi dengan orang hidup, namun mereka mendandani orang mati sebelum menguburkannya dan membangun kuburan yang indah serta menulisi nisannya dengan kata-kata bermakna. Waktu-waktu tertentu, mereka mengunjungi kuburan untuk menebarkan bunga serta memercikan minyak wangi. Banyak pula yang mengadakan kebaktian. Perasaan NYAMAN muncul karena TELAH melakukan sesuatu, bukan karena mendapat TANGGAPAN dari almarhum yang pusaranya dikunjungi.
OKB: Beda. Beda sekali.
Hai hai: Yang penting maknanya, bukan caranya. Di Tibet, jenazah orang mati dipotong-potong untuk diumpankan ke burung bangkai. Mereka melakukannya bukan karena kejam namun demi cinta kasih. Bertahun-tahun melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, meskipun tidak tahu maknanya namun paham perasaan ketika melakukannya.
NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Agama Tionghoa.
Hari ini kamu pun tahu makna sembahyang orang Tionghoa. MUSTAHIL kamu tidak tahu sembahyang Tuhan Allah dan orang Tionghoa bukan penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Bila kamu merasa tidak nyaman lagi melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, silahkan berhenti melakukannya. Namun, tolong jangan membenarkan diri dengan menyebar FITNAH: sembahyang Tuhan Allah dan orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
Ketika pangeran Sidharta mencapai Ke-Buddha-an, segera pikirannya ingin Parinibbana karena awalnya Buddha hanya menyadari bahwa Dharma sulit diterima manusia pada umumnya. Tetapi karena permintaan Dewa Brahma, Buddha melakukan penerawangan dan mendapati ada sebagian orang yang memiliki kotoran batin lebih sedikit dari yang lain, sehingga bisa diselamatkan. Hal inilah yang mengawali pengajaran dari Buddha Gautama dan menjadi agama Buddha.
Hal ini berlaku sampai sekarang dimana setiap dari kita memiliki pandangan yang bergantung pada karma dan kotoran batin masing-masing. Orang yang memiliki kotoran batin lebih sedikit, memiliki kebijaksanaan lebih banyak sehingga bisa menelaah mana yang buruk dan baik tanpa perlu diajari. Dari artikel Menggugat Meja Sembahayang Leluhur ini, terlihat bahwa OKB adalah seorang yang masih memiliki pandangan yang sempit sehingga pemahamannya terhadap sesuatu sangat terbatas.
Saya tidak mengatakan OKB salah dan Hai Hai benar atau sebaliknya, tetapi jika ditelaah dari percakapan ini terlihat ada banyak intisari , sebagiannya yang saya amati yaitu:
1. Sembahyang Leluhur adalah untuk mengajarkan kita Moral sebagai manusia
2. Sembahyang Leluhur adalah untuk mengajarkan kita Menghormati orang, bahkan setelah orang tersebut meninggal.
3. Sembahyang Leluhur adalah untuk mengajarkan kita Perubahan, bahwa tiada yang kekal dan suatu hari kitapun akan meninggal
4. Sembahyang Leluhur adalah untuk mengajarkan kita Mengenang, mengenang kebaikan orang yang pernah hidup
5. Sembahyang Leluhur adalah untuk mengajarkan kita Menundukkan diri, agar berkuranglah kesombongan dalam diri kita
ISLAM, KRISTEN, HINDU, BUDDHA, KONGHUCU, semuanya adalah Agama dan ‘Label’ dari setiap pengajaran yang menuju ke kehidupan yang lebih baik. Dengan menyadari hal ini, maka kita melihat setiap orang adalah sama rata sebagai manusia. Agama hanyalah pilihan pandangan untuk menjalani hidup.
Agama apapun anda, semua mengajarkan yang baik. Sembhayang adalah tradisi. Tidak ada agama yang mengajarkan bahwa sembhayang adalah menyembah iblis melainkan itu merupakan ungkapan dan pernyataan dari seorang manusia. Apabila anda sudah dewasa dan dapat berpikir lebih dalam tentunya dengan hati yang damai, semua komentar diatas tidak akan membuatmu marah melainkan memberikan kita semua pandangan baru. Menerimanya atau tidak itu dari pribadi kita masing-masing. Bukan harus saling berdebat ini benar itu salah. Cobalah berpikirlah lebih dewasa. Satu hal lagi, bila ingin berbicara, jangan membawa nama agama. Anda sebagai penganut bukan pemuka Agama. Anda berbicara mewakili diri sendiri bukan Agama. Karena hal-hal seperti inilah yang kalian lakukan sehingga seringnya terjadi perselisihan antar Agama. Sedangkan perndapat yang kalian sampaikan merupakan pendapat pribadi tetapi anda mengatakannya seakan mewakili Agama anda. Ingat. Apapun Agama Anda, hormatilah tradisi orang lain. Bila tidak mengerti bertanya, setelah mengetahuinya HORMATILAH. Bukan mengatakan ini benar ini salah. ITU TIDAK PENTING. HILANGKANLAH PANDANGAN PERBEDAAN AGAMA, RAS dan TRADISI. KIta semua sama-sama manusia.
@Sherly, tahun ini umur say 51 tahun. Sudah baca alkitab sejak umur 8 tahun. hingga saat ini sudah baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu 100 kali lebih. Bagaimana dengan anda? Sudah pernah baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu? Sudah berapa kali nak? Kalau belum PERNAH nggak PANTAS anda bicara ajaran Kristen nak. BELUM LAYAK. baca dulu bangsa 10 kali baru mulai bicara ajaran Agama Kristen.
Tian 天 dan Di 地 berpadu, maka sulung dari berlaksa ada (wanwu 萬物) pun jadi. Laki-laki dan wanita bersetubuh sesuai Li 禮 maka berlaksa generasi pun dimulai. Liji IX:III:7 – Jiao tesheng
Sesungguhnya manusia adalah hati Tiandi 天地. Yang paling mulia di antara wuxing 五行 (lima tubuh – air, tanah, tanaman, binatang, manusia). Mencicipi berbagai makanan, menikmati berbagai nada dan berpakaian berbagai warna seumur hidupnya. Liji VII:III:7 – Liyun
Altar LELUHUR dan altar DEWA-DEWI adalah DUA jenis altar yang berbeda. Di altar leluhur selain menyambah leluhur juga Thikong dan Thekong (Tiandi) juga memhyembah almarhum ayah bunda, amah, akong dan ma coh daan kong coh. LELUHUR yang lebih tiggi lagi tidak disembah lagi karena sudah TIDAK DIKEENAL oleh yang menyembah. Altar Leluhur juga digunakan untuk menyembah Tuhan Allah karena Tuhan Allah adalah LELUHUR orang Tionghoa yang PERTAMA.
anumodana atas info nya admin
semoga semua makhluk hidup berbahagia
sadhu,sadhu,sadhu
nonton film India PK , biar ada pencerahan , beragama sdh baik didunia dan akhirat bukan malah ribut 2.
Saya sependapat dengan anda. Karena saya merasa penulis artikel ini sepertinya kurang etis dalam menulis, bahkan saya curiga dia orang Kristen gadungan yang mensesatkan umat Allah.
jika belum mengenal tradisi tionghoa maka jangan menyebut tradisi tionghoa sebagai menyembah berhala. itu sama saja menjelekkan tradisi lain. dan agama yg baik tidak melarang umatnya melaksanakan tradisi tionghoa.
Berkat2 tionghoa didapatkan dari hasil kerja keras leluhur lalu di turunkan untuk generasi penerus bukan turun dari langit.setelah berkat2 melimpah dari generasi ke generasi kenapa harus berbagi kepada orang lain yg tidak membantu, kecuali fakir miskin, mempunyai berkah melimpah bukan namanya serakah ,jangan mencap orang kaya itu serakah. ni merupakan pemikiran yg sempit.dan untuk membangun kelenteng pun tidak harus kaya baru bisa bangun. untuk org miskin mau sumbangan dana dengan tulus juga blh. dan Berkat didapat dari leluhur serta tubuh diberikan oleh leluhur untuk bisa menikmati kehidupan di dunia ini. maka leluhur itu patut di hormati.dalam masa hidup maupun setelah meninggal. LONG LIVE TIONGHOA
kristen itu dr belanda dan portugis!!
jd kristen itu berasal dr penjajah yg sangat jahat dan serakah..
contoh sekarang itu israel yg ingin menguasai tanah palestina
以老卖老, wkwkkkkkkkkk
Ini dari surat R.A KARTINI yg hidup di Tahun 1900 an.
Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. “…Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…”
kita malu sama Kartini kalau dijaman ini masih punya pikiran nan sempit.