Menurut Yohanes Pembaptis yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan Api bukan Yesus namun pendeta GRII Sutjipto Subeno dan Aiter bilang Dia adalah Yesus. Sesat bukan jahat namun menyimpang dari Alkitab. TERTIPU makanya TERSESAT lalu MENIPU dan MENYESATKAN. Itulah yang terjadi.
Memberanikan diri bertanya, di dalam kotbahnya Pdt. Sutjipto Subeno mengajarkan:
Ringkasan Khotbah : 9 Mei 2004
Baptisan: Respon terhadap Anugerah
Nats: Mat. 3:11-12
Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno
Dengan tajam Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa Dia yaitu Yesus Kristus akan datang membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api; dan alat penampi telah siap di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan (Mat. 3:11-12). Hal ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi seseorang ketika mereka datang pada Tuhan. Yohanes Pembaptis menegur dengan keras dan mengatai orang Farisi dan orang Saduki, dua golongan pimpinan masyarakat pada jaman itu dengan sebutan ular beludak ketika mereka datang meminta diri untuk dibaptis. Orang Farisi adalah orang yang merasa dirinya paling mengerti Taurat dan orang Saduki adalah orang merasa dirinya paling mencintai bangsa.
Yohanes Pembaptis membukakan tentang kehadiran Yesus Kristus yang menjadi inti dari Firman, hanya karena Dialah, dirinya mau menjadi pembuka jalan. Yohanes Pembaptis memberikan perbandingan kualitatif antara dirinya dengan Yesus; baptisan yang dia berikan hanyalah sebagai tanda pertobatan akan tetapi Kristus Yesus akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan api (Mat. 3:11). Apa yang dikerjakan Yohanes Pembaptis di dalam baptisan hanya bersifat fenomenal belaka yakni merupakan respon dari pertobatan tetapi baptisan yang dilakukan oleh Kristus bersifat hakiki. Baptisan yang dilakukan Yohanes berbeda kualitas dengan baptisan yang dilakukan oleh Kristus maka kita perlu memahami kedua konsep baptisan ini.
Kata logos (bahasa Yunani) di Alkitab artinya adalah “Firman“ akan tetapi kata logos oleh seorang filsuf, yakni Heraklitos diartikan sebagai pikiran universal. Inilah kesalahan fatal yang dilakukan oleh banyak orang yakni menafsirkan kata-kata dalam Alkitab dengan sembrono.
Memberanikan diri bertanya, dalam acara PA Pdt. Aiter mengajarkan:
Ringkasan PA : 13 Juli 2012
Judul: Yohanes Pembaptis
Pemimpin PA: Pdt. Aiter MDiv
Di 4 Kitab Injil dicatat kotbah Yohanes Pembaptis menyerukan: Bertobatlah, berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampunimu. Namun ada satu perubahan besar di kotbah Yohanes Pembaptis begitu dia membaptis Tuhan Yesus, saat itu juga langit terbuka dan Roh turun seperti burung merpati di atas Tuhan Yesus, maka Yohanes Pembaptis tahu bahwa inilah Mesias yang dijanjikan. Sehingga kotbahnya langsung berubah menjadi: Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Jadi saat Tuhan Yesus dibaptis baru Yohanes Pembaptis mendapat konfirmasi bahwa inilah Mesias, sehingga di kitab Yohanes 1:31-34 dicatat:
Jadi sebelum Tuhan Allah konfirmasi, Yohanes Pembaptis pun tidak mengenal bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias. Coba baca dan simak ayat 33. Di sini jelas tercatat Allah Tri Tunggal, yakni:
a. Dia (Allah Bapa), yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku:
b. Jikalau engkau (Yohanes Pembaptis) melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya (Allah Anak)
c. Dialah (Allah Anak) itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus (Allah Roh Kudus)
Bengcu Menggugat:
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Matius 3:11
Dari generasi ke generasi para sarjana teologi Kristen mengajarkan bahwa yang dimaksudkan oleh Yohanes pembaptis dalam Matius 3:11 adalah Yesus. Yesuslah yang akan MEMBAPTIS dengan ROH KUDUS dan API.
Tentu saja yang diajarkan oleh para sarjana teologi tersebut adalah PEMBOHONGAN publik karena Alkitab mencatat dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa yang dimaksudkan oleh Yohanes pembaptis MUSTAHIL Yesus. Di samping itu, Alkitab juga tidak mencatat kisah Yesus membaptis dengan Roh Kudus dan Api. Bahkan Alkitab mencatat kisah Yesus KECELE waktu mencoba membaptis dengan Roh Kudus.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan (gennetos) oleh perempuan tidak pernah tampil (egeiro) seorang yang lebih besar (meizon) dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Matius 11:11 – LAI
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya yang dilahirkan (gennetos) oleh perempuan tidak tampil (egeiro) yang lebih besar (meizon) dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Matius 11:11 – Terjemahan lebih akurat
Di dalam Matius 11:11 Yesus menyatakan bahwa di antara semua yang DILAHIRKAN oleh PEREMPUAN, Yohanes pembaptislah yang terbesar. Itulah FAKTA bahwa Yesus yang DILAHIRKAN oleh Maria yang adalah seorang PEREMPUAN, mustahil lebih BESAR dari Yohanes pembaptis. Yesus lebih kecil dari Yohanes Pembaptis, itu sebabnya Yesus mustahil yang dimaksudkan oleh Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:11.
Menyatakan Yesus lebih AGUNG alias lebih BESAR dari Yohanes pembaptis sama dengan mengajarkan bahwa:
1. Yesus membual saat mengajarkan Yohanes yang terbesar.
2. Maria bukan perempuan.
3. Yesus tidak dilahirkan oleh perempuan.
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Yohanes 1:30
Teolog reformed yang paling bodoh atau yang menganggap anggota jemaat bodoh menyatakan yang dimaksudkan oleh Yohanes pasti Yesus karena huruf D dalam kata “Dialah” dalam Yohanes 1:33 ditulis dengan huruf besar. Huruf besar selalu mengacu kepada Yesus.” Benarkah demikian? Mustahil!
Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, bukan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Ketika Yohanes 1:33 diterjemahkan ke dalam bahasa mandarin, sama sekali tidak ada D huruf besar. Demikian pula ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand.
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Matius 3:11
Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Matius 3:12
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Matius 3:13
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Matius 3:14
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. Matius 3:15
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Matius 3:16
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:17
teolog Reformed yang lebih pintar menyatakan, frasa ‘Maka datanglah Yesus dari Galilea’, dalam Matius 3:13 adalah bukti bahwa yang dimaksudkan oleh Yohanes dengan ‘Ia yang datang kemudian’ adalah Yesus. Benarkah demikian? Tidak mungkin!
Yesus datang untuk DIBAPTIS, bukan MEMBAPTIS. Yesus tidak membaptis dengan Roh Kudus namun DIBAPTIS dengan Roh Allah yang rupanya seperti burung merpati. Roh Kudus yang rupanya seperti burung merpati juga mustahil yang membaptis sebab roh Kuduslah yang DIGUNAKAN untuk membaptis Yesus. Bila demikian, siapa yang membaptis dengan Roh Kudus? Bapanya Roh Kudus alias yang berfirman, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Yohanes 1:30
Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” Yohanes 1:31
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Yohanes 1:32
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes 1:33
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” Yohanes 1:34
TENTANG (huper) Kemudian (opiso) dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Yohanes 1:30 – terjemahan lebih akurat
Para teolog reformed yang paling pandai menyatakan frasa, “Dialah yang kumaksud ketika kukatakan” dalam Yohanes 1:29-30 adalah bukti bahwa yang dimaksudkan oleh Yohanes akan membaptis dengan Roh Kudus dan Api adalah Yesus. Benarkah demikian? Mustahil! Kenapa demikian? Frasa “Dialah yang kumaksud” diterjemahkan dari kata Yunani HUPER yang artinya: di atas; dari pada; melebihi; untuk; tentang; demi. Frasa “ketika kukatakan: Kemudian” diterjemahkan dari kata Yunani OPISO yang artinya: sesudah; di belakang. Terjemahan yang lebih akurat dari Yohanes 1:30 adalah seperti tersebut di atas.
Ketika Hamil, Maria mengunjungi Elisabeth ibu Yohanes pembaptis. Itulah bukti bahwa Maria dan Elisabet adalah kerabat yang AKRAB. Keakraban Maria dan Elisabet serta keistimewaan kandungan mereka pasti berlanjut setelah keduanya melahirkan. Percakapan Yohanes pembaptis dan Yesus dalam Matius 3:14-5 adalah bukti bahwa Yohanes dan Yesus saling mengenal. Yohanes kenal Yesus namun bersaksi tidak mengenal SANG pembaptis dengan Roh Kudus dan Api. Itulah bukti lain bahwa Yesus yang dikenal oleh Yohanes mustahil Dia yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan Api yang tidak dikenal oleh Yohanes.
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:22
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 1:4-5
Para sarjana teologi yang paling bijaksana mengutip Yohanes 20:22 untuk membuktikan bahwa Yesuslah yang dimaksudkan oleh Yohanes. Mereka bilang, Yohanes 20:22 mencatat kisah Yesus membaptis dengan Roh Kudus. Benarkah demikian?
Apa yang terjadi setelah Yesus berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Kepada murid-murid-Nya? Alkitab TIDAK mencatat bahwa murid-murid Yesus pun menerima roh Kudus. Apakah pada saat itu murid-murid menerima Roh Kudus yang dihembuskan Yesus? Tidak! Apa buktinya? Ini buktinya. Di dalam Kisah Para Rasul 1:4-5 Yesus menyuruh murid-murid tinggal di Yerusalem untuk menunggu janji Bapa tentang Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Bila demikian, apa yang terjadi pada malam itu? Teolog reformed injili menafsirkan, yang terjadi malam itu adalah Yesus menjanjikan Roh Kudus. Teolog reformed injili yang lain mengajarkan bahwa yang terjadi malam itu adalah simbol, Roh Kudusnya sendiri baru diterima pada hari Pentakosta. Benarkah demikian? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa pada malam itu Yesus mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.” Namun murid-murid tidak menerima Roh Kudus sama sekali. Yang terjadi adalah Yesus tidak punya KUASA untuk membaptis dengan Roh Kudus dan Api. Itu sebabnya ketika dia coba-coba melempar manggis untuk MEMBAPTIS dengan Roh Kudus, Yesus KECELE!
Nampak gamblang seperti menggantang pakaian di siang hari. Yesus tidak pernah membaptis dengan Roh Kudus dan Api. Yang dimaksudkan oleh Yohanes pembaptis dalam Matius 3:11 BUKAN Yesus. Bila demikian, kenapa para teolog Kristen generasi ini melakukan pembohongan publik? Karena mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Mereka tidak tahu bahwa dirinya TELAH dibohongi oleh para sarjana teologi generasi sebelumnya yang TELAH dibohongi oleh para sarjana teologi geneasi sebelumnya.
Mahasiswa Teologi terlalu sibuk belajar buku-buku teologi sehingga tidak punya waktu untuk belajar Alkitab. Para sarjana teologi menyangka dirinya sudah pakar Alkitab itu sebabnya tidak belajar Alkitab lagi. Itu sebabnya mereka tidak tahu bahwa yang diajarkannya sebagai ajaran Alkitab sesungguhnya adalah ajaran sesat yang bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Yesus Bukan Logos Menjadi Manusia
Firman (logos) itu telah menjadi DAGING (sarx), dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14
Bukankah para sarjana teologi mengajarkan bahwa Yesus adalah Logos yang menjadi MANUSIA? Benar! Para sarjana teologi memang mengajarkan hal demikian dari generasi ke generasi. Mereka mengutip Yohanes 1:14 untuk mendukung ajarannya. Namun sayangnya, Yohanes sama sekali tidak mengajarkan hal demikian di dalam Yohanes 1:14.
Kitab Yohanes ditulis dalam bahasa Yunani. Artinya bahasa Yunani sudah ada sebelum kitab Yohanes ditulis. Artinya semua kata yang digunakan untuk menulis kitab Yohanes sudah ada sebelum kitab Yohanes ditulis. Artinya semua kata yang digunakan untuk menulis kitab Yohanes sudah memiliki arti sebelum kitab Yohanes ditulis. Artinya penulis kitab Yohanes hanya memilih kata-kata untuk mencatat apa yang ingin disampaikannya. Apabila memberi atau menambahkan arti baru kepada sebuah kata, namun penulis tidak menjelaskannya maka kita bisa melihat arti kata tersebut dengan memperhatikan konsistensi penggunaan kata tersebut.
Herakleitos yang hidup tahun 540-480 SM, mengajarkan: alam semesta selalu berubah. Segala perubahan alam semesta berjalan harmonis karena LOGOS. Menurut Herakleitos, Logos adalah Roh penopang alam semesta. Para Ahli filsafat Mazhab Stoa yang hidup pada abad ke tiga sebelum masehi menambahkan bahwa Logos adalah makluk cerdas yang bermateri sekaligus melampuai materi.
Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan (logos) perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan (epo) kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Yohanes 4:39
Kata (lego) Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan (logos) yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Yohanes 4:50
Kata Logos digunakan 36 kali di dalam kitab Yohanes dengan arti PERKATAAN yang memiliki kuasa. Kedua ayat di atas mencatat contoh penggunaannya.
Kata Yunani SARX artinya: tubuh; daging; makluk digunakan 12 kali dalam kitab Yohanes. Kata Yunani ANTHROPOS yang artinya manusia digunakan 53 kali di dalam kitab Yohanes. Artinya, penulis kitab Yohanes paham arti kata SARX dan ANTHROPOS dengan baik dan mustahil menulis kata SARX dengan maksud ANTHROPOS. Makanya, kata SARX tidak boleh ditafsirkan menjadi manusia namun diterjemahkan menjadi: makluk.
Apabila Logos menjadi sarx adalah Yesus, mustahil Yohanes mencatat, “kita telah melihat kemuliaan-Nya,” dia pasti mencatat, “kita telah melihat DIA yaitu Yesus.” Kitab Yohanes bukan kitab teka-teki apalagi kitab rahasia. Kitab Yohanes ditulis untuk MENGAJARKAN sesuatu dengan GAMBLANG, bukan MENYEMBUNYIKAN yang gamblang.
Logos tidak menjadi manusia Yesus yang kelihatan tubuh-Nya dan kedengaran suara-Nya oleh manusia namun menjadi MAKLUK yang hanya kelihatan kemuliaan-Nya. Manusia melihat kemuliaan-Nya namun tidak melihat diri-Nya atau WUJUD-Nya. Yesus bukan Logos yang menjadi manusia.
Yesus Bukan Anak Allah Namun Anak Domba Allah
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29
Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” Yohanes 1:36
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, Lukas 1:26
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Lukas 1:31
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, Lukas 1:32
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Lukas 1:33
Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.” Lukas 8:28
Handai taulanku sekalian, keterangan satu saksi tidak sah. Atas kesaksian dua atau tiga oranglah suatu perkara menjadi benar. Yohanes pembaptis bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah. Yohanes tidak bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ketika mengunjungi Maria, malaikat Gabriel bersaksi bahwa Yesus AKAN disebut Anak Allah yang Mahatinggi namun tidak bersaksi bahwa Yesus ADALAH Anak Allah Yang Mahatinggi.
Bila Yesus HANYA Anak Domba Allah, kenapa setan-setan (daimonion) yang bertemu dengan Yesus menyembah-Nya dan bersaksi kepada-Nya bahwa Yesus adalah Anak Allah Yang Mahatinggi?
Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Yohanes 1:8
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Yohanes 1:9
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Yohanes 1:10
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Yohanes 1:11
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Yohanes 1:12
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1:13
Dalam ayat-ayat di atas, Yohanes menulis tentang TERANG. Di dalam Yohanes 1:12 tercatat bahwa yang MENERIMA-Nya yaitu menerima TERANG akan MENERIMA kuasa MENJADI anak Allah. Alkitab tidak mencatat kisah Setan-setan bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah Yang Mahatinggi sebelum Dia dibaptis oleh Yohanes dengan air lalu dibaptis dengan Roh Kudus yang rupanya seperti burung merpati. Namun Alkitab mencatat, setelah dibaptis dengan air dan Roh Kudus, setan-setan pun mencari Yesus guna bersaksi kepada-Nya bahwa Dia adalah Anak Allah Yang Mahatinggi.
Fakta demikian mengajarkan bahwa Yesus bukan Anak Allah namun Anak Domba Allah yang MENERIMA kuasa untuk MENJADI Anak Allah ketika Dia menjadi satu daging dengan Roh Kudus yang rupanya seperti burung merpati.
Yesus Bukan Anak Tunggal Allah
Firman (logos) itu telah menjadi DAGING (sarx), dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Yohanes 1:18
Logos adalah Anak Tunggal Allah. Yesus bukan Logos. Itu sebabnya Yesus bukan anak tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa.
Yesus Bukan Alfa dan Omega
Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan (kai) dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, Wahyu 1:4
dan (kai) dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya — Wahyu 1:5
dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Wahyu 1:6
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. Wahyu 1:7
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” Wahyu 1:8
Oknum-oknum yang tercatat di dalam Wahyu 1:4-5 adalah:
1. Dari Yohanes
2. Dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang
3. DAN Dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya
4. DAN Dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini
Kata-kata DAN dalam Wahyu 1:4-5 menunjukkan dengan tegas dan gamblang bahwa “Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan ada” BUKAN Yesus Kristus. Bila bukan Yesus Kristus, siapakah Dia? Menurut Wahyu 1:8, Dia adalah Alfa dan Omega alias Tuhan Allah. Menurut Wahyu 1:7, Dialah yang datang dengan awan-awan dan setiap mata melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi meratapi Dia. Menurut Wahyu 1:6, Dialah yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya. Menurut Wahyu 1:5, Dialah yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya. Artinya:
Alfa dan Omega BUKAN Yesus Kristus.
Tuhan Allah BUKAN Yesus Kristus.
Yang datang dengan awan-awan dan setiap mata melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi meratapi Dia, BUKAN Yesus Kristus
Yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya BUKAN Yesus Kristus.
Yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya BUKAN Yesus Kristus.
Lalu Siapakah Yesus Kristus? Yesus Kristus adalah Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.
Tujuh Roh Allah Bukan Satu Roh Kudus
Karena Wahyu 1:4 mencatat dengan tegas dan gamblang tentang keberadaan TUJUH Roh Allah maka doktrin Allah Tritunggal yang mengajarkan HANYA ada SATU Roh Kudus alias Roh Allah BUKAN ajaran Alkitab namun ajaran SESAT yang bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Serangan Kitab Injil dan Wahyu
Kerabatku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, ternyata doktrin Allah Tritunggal yang diyakini umat Kristen dari generasi ke generasi sebagai KEBENARAN tidak sanggup menghadapi serangan kitab Injil dan Wahyu. Ternyata doktrin Kristologi yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah alias Logos yang menjadi manusia alias Alfa dan Omega alias yang membaptis dengan Roh Kudus dan Api alias Yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya BUKAN ajaran Alkitab.
Apa yang harus kita lakukan sekarang? Meniru burung onta yang merasa aman karena tidak melihat musuhnya? Menggap tulisan ini sampah lalu membuangnya sambil memaki hai hai sesat? Atau, saling bahu membahu menggali Alkitab untuk memahami ajarannya apa adanya. Sahabat saya, Samuel Franklyn berkata, “Alkitab hanya bisa dipahami dengan benar apabila anggota tubuh Kristus saling bahu-membahu menggalinya bersama-sama dengan cara yang benar.”
NB.
Untuk membaca blog-blog tentang Allah Tritunggal yang lain, silahkan klik di SINI.
Untuk membaca blog-blog lain yang berhubungan dengan GRII, silahkan klik di SINI
Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Lukas 1:33
Mau tanya ko, apakah ayat di atas
belum tergenapi, sudah tergenapi, atau tidak akan tergenapi ?
Karena Ia sendiri sampai saat ini tidak diakui di israel kan ?
thanks
tidak pernah digenapi.
eehh?? jenius datang dari iblis?? emang Hai2 ini ada sebelum Yesus wafat yaak?? kan katanya dengan kematian Yesus di kayu salib, iblis dimusnahkan? klo udah musnah kq bisa ngasi kejeniusannya??
Kisanak, ketahuilah bahwa BIFORE Jesus WAS I AM. ha ha ha ha …
Bengcu yang saya kasii..
1. Saya dapat memahami keterbatasan pengetahuan anda tentang teks-teks asli Alkitab khususnya yang berbahasa Yunani dan saya dapat mengetahui itu sekalipun saya sendiri bukan ahlinya.
2. Dalam teks asli Yunani Koine, Kata Benda (Noun) yg dipakai utk ”Firman” adalah LOGOS (artinya Perkataan) yang berasal dari Kata Kerja (Verb) LEGO (artinya berkata/mengatakan). Namun kata LOGOS tang anda maksud itu dipakai bersama kata sandang HO (Sang=’The’ dlm bhs Inggris) menjadi HO LOGOS (Sang FIRMAN) yang membentuk makna konotasi rohani yg baru yang berkaitan dengan semua Perkataan (Firman) Elohim sendiri. Sama halnya penggunaan kata HO THEOS yang berbeda makna dengan THEOS saja.
Dan analisa anda menjadi keliru karena melupakan pentingnya kata HO(Sang) di depan FIRMAN itu.
3. Secara jelas Wahyu 1:7 yang anda copas itu ada kata ”juga yang menikam dia”… Inn menandakan bahwa Sang Alpha dan Omega itu pernah ”tertikam” dan itu mustahil adalah Tuhan Allah seperti ‘opini’ anda tapi Dai adalah Tuhan Yesus karena hanya Dia yang pernah ”tertikam”.
4. Dengan demikian argumentasi anda sangat lemah bahkan hanya menyesatkan dan membengkokkan Kebenaran yang sudah ada sejak 2000 tahun lalu itu.
5. Mulailah introspeksi diri dan belajar lebih cermat sebelum ”membual”…
Thanks
Syalom n GBU
Bengcu yang saya kasihi..
1. Saya yakin anda belum pernah membaca salian teks asli Injil Yohanes dalam Bhs Yunani Koine.
2. Dalam teks asli Yunani Koine, Kata Benda (Noun) yg dipakai utk ”Firman” adalah LOGOS (artinya Perkataan) yang berasal dari Kata Kerja (Verb) LEGO (artinya berkata/mengatakan). Namun kata LOGOS yang anda maksud itu dipakai bersama kata sandang HO (Sang=’The’ dlm bhs Inggris) menjadi HO LOGOS (Sang FIRMAN) yang membentuk makna konotasi rohani yg baru yang berkaitan dengan semua Perkataan (Firman) Elohim sendiri. Sama halnya penggunaan kata HO THEOS yang berbeda makna dengan THEOS saja.
Dan analisa anda menjadi keliru karena itu.
3. Secara jelas Wahyu 1:7 yang anda copas itu ada kata ”juga yang menikam dia”
Ini menandakan bahwa Sang Alpha dan Omega itu pernah ”tertikam” dan itu mustahil adalah Tuhan Allah seperti ‘opini’ anda tapi Dia adalah Tuhan Yesus karena hanya Dia yang pernah ”tertikam”.
4. Dengan demikian argumentasi anda sangat lemah.
5. Belajarlah lebih giat lagi.
Thanks
Syalom n GBU
@Raphael Marcurios, anda MENGAKU bukan AHLI bahasa Yunani dan itu nampak GAMBLANG sekali dalam komentar anda di atas. Belajarlah bahasa Yunani sampai AHLI dulu baru kembali lagi untuk MeNGAJARI hai hai tentang bahasa Yunani. pinjam ucapan anda ya, “Mulailah introspeksi diri dan belajar lebih cermat sebelum ”membual”…” ha ha ha ha …
Kisanak, saya tidak akan adu KEyAKiNAN dengan anda.Jadi, anda BEBAS meyakini KEYAKINAN anda. anda YAKIN? sok atuh.
bertobatlah kamu, saya bukan anggota grii, bukan juga aktivis reformed injili, tapi saya yang semula tak beragama bisa mengenal Kristus berkat iman saya yang di jamah Roh Kudus dan itu terjadi ketika saya mengikuti ibadah-ibadah mereka dan mengenai ajaran/doktrin saya tidak bergantung manusia siapaun tapi pendengaran dan setuhan Tuhan sendiri. Alkitab sumber yang utama dan dengan sendiri saya bisa menyaring mana suara Tuhan. Mengenai pengkotbah siapapun dia saya hanya percaya 2 kotbhanya akan berdampak:
– Pengkotbah dengan hati bersih benar2 berdoa untuk apa yang dikhotbahkan pasti akan berdampak pada pendengarnya
– Pengkhotbah biarpun dia kurang bagus, krang dalam, bukan ahli seperti anda, bukan dari gereja injili atau gereja top, namun jika Tuhan mau memakai dia untuk mengubah orang pasti bisa asal dia benar2 punya motivasi bersih.
Teologi, ilmu jangan dipakai sebagai pembenaran diri sendiri, Tolong semua koreksi diri, apakah hak kamu semua yang pintar2 ini boleh mendefinisikan dan mengadili orang lain, apakah anda sudah merasa anda sebagai Tuhan???? Bertobatlah semua Teologi mengatasnamakan Alkitab bukan untuk saling menyerang tapi untuk mengajar