Gereja Kristen Indonesia (GKI) adalah badan hukum (lembaga) yang BERIMAN bahwa Alkitab adalah firman Allah. GKI mempekerjakan para sarjana teologi untuk mengajarkan ajaran Alkitab kepada anggota jemaat GKI. Para pekerja atau pelayan firman itu disebut pendeta. Apa sebutan bagi pendeta GKI yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab? Penyesat! Apa sebutan bagi pendeta GKI yang alih-alih mengayomi anggota jemaat GKI justru mendzolimi? Pengkhianat! Apa sebutan bagi pendeta GKI yang menolak ajaran Alkitab dan meyakini ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai kebenaran? Murtad! Imanuel Kristo adalah Pendeta GKI Gunung Sahari dan pengasuh program Monday Spirit dan Momen Inspirasi radio Pelita Kasih. Benarkah dia penyesat dan atau pengkhianat dan atau Murtad? Mari kita menguji ajarannya dan perilakunya dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standar kebenaran.
Alexander Paulus bersaksi:
Dalam salah satu Persidangan Majelis Jemaat (PMJ) Gereja Kristen Indonesia (GKI) jalan Pengadilan 35 Bogor sekitar bulan Mei 1012 ketika pembahasan sampai pada permasalahan GKI Yasmin, salah seorang pendeta pendamping MJ bentukan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI dengan tujuan untuk mendampingi Majelis Jemaat GKI Pengadilan Bogor dalam menghadapi pengurus dan anggota jemaat GKI Yasmin, dengan lantang dan penuh percaya diri mengaku dirinyalah yang menyampaikan pendapat pada Rapat Kerja BPMS di Surabaya yang dilakukan pada tanggal 7-9 Maret 2012 yang menghasilkan 10 butir keputusan Raker, bahwa ibadah-ibadah perjuangan yang dilakukan di depan istana negara oleh jemaat GKI Yasmin Bogor dan jemaat HKBP Filadelphia Bekasi tidak memiliki nilai spiritualitas karena dalam ibadah-ibadah tersebut tidak terjadi perjumpaan dengan Tuhan.
Penulis, yang ketika itu adalah salah satu anggota Majelis Jemaat GKI Pengadilan Bogor sekaligus penatua pendamping jemaat Yasmin dan hadir dalam PMJ tersebut merasa tersentak, heran dan setengah tidak percaya. Tersentak, heran dan setengah tidak percaya karena bagaimana mungkin seorang pendeta sekaligus pejabat teras gereja dengan seenaknya bahkan dengan bangga memamerkan cara pandang semacam itu dengan penuh keyakinan (kesombongan?) seakan-akan mereka yang ada di sekitarnya adalah orang-orang bodoh yang pasti menelan apapun yang dikatakannya karena “beliau” adalah pejabat teras gereja level sinode atau klasis?
Ketika itu penulis langsung menyanggahnya dengan mengatakan bahwa terjadinya atau tidak terjadinya perjumpaan dengan Tuhan dalam sebuah ibadah adalah masalah individu, urusan setiap pribadi dengan Tuhannya, apakah ibadah dilakukan di gedung gereja atau di alam terbuka. Penulis menambahkan bahwa tidak ada jaminan bahwa ibadah di dalam gedung gereja pasti terjadi perjumpaan dengan Tuhan, sebaliknya ibadah di tempat lain pasti tidak terjadi perjumpaan dengan Tuhan. Siapa, dan dengan otoritas apa seseorang menjadi hakim yang menjatuhkan vonis terjadi atau tidak terjadinya perjumpaan dengan Tuhan dalam suatu ibadah? Pendapat dan sanggahan penulis yang disampaikan ketika itu tidak dijawab oleh sang pejabat teras gereja mungkin karena tidak memiliki amunisi untuk mempertahankan argumentasinya?
Bengcu Menggugat:
Alexander Paulus adalah anggota jemaat GKI Yasmin Bogor, penulis buku SUCCESS IN LIFE TROUGH POSITIVE WORDS (Gramedia Pustaka Utama 2007) dan YOUR THINKING DETERMINES YOUR SUCCESS (Gramedia Pustaka Utama 2010).
Apa yang dikatakan oleh Alexander Paulus 100% alkitabiah. Berikut ini adalah tambahan BUKTI bahwa Imanuel Kristo benar-benar MURTAD!
Bait TUHAN (hieron) adalah tempat bangsa Yahudi menyembah YHWH (TUHAN). Rumah ibadat (sunagoge) adalah tempat bangsa Yahudi belajar kitab suci. Alkitab mencatat kisah-kisah Yesus ke bait TUHAN dan rumah ibadat namun sama sekali tidak mencatat kisah Yesus dan murid-muridnya SEMBAHYANG alias menyembah YHWH (TUHAN) di HIERON.
Meskipun memberi amanat agung untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya namun Yesus sama sekali tidak memberi perintah mendirikan rumah ibadat untuk menyembah Allah apalagi menyembah diri-Nya. Kesebelas murid Yesus bahkan Paulus tidak pernah mengajarkan untuk mendirikan rumah ibadat guna menyembah Allah apalagi menyembah Yesus. Mereka pun tidak mengajarkan tata ibadah (liturgi) untuk menyembah Allah apalagi menyembah Yesus.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yohanes 4:24
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Kisah Para Rasul 2:42
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah (hieron). Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, Kisah Para Rasul 2:46
Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat (sunagoge), dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Kisah Para Rasul 9:20
Pada mulanya umat Kristen menyangka bait TUHAN alias hieron adalah tempat untuk menyembah Allah dan rumah ibadat alias sunagoge adalah tempat untuk belajar Perjanjian Lama dan ajaran Yesus namun kemudian mereka menyadari kebenarannya yaitu:
Yesus menyuruh umat Kristen menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, bukan menyembah di tempat yang dikuduskan. Syarat perjumpaan dengan Allah Tempat apalagi tempat namun berkumpul dalam nama Kristus Yesus.
Sesungguhnya gereja bukan bait TUHAN alias tempat untuk menyembah Allah namun tempat bagi umat Kristen untuk BERKUMPUL alias bersekutu. Gereja digunakan oleh umat Kristen untuk BERIBADAH namun bukan SATU-SATUNYA tempat umat Kristen BISA beribadah. Umat Kristen beribadah di mana saja dan Allah berjanji untuk HADIR bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Kristus Yesus.
Pendeta pendamping yang dimaksudkan oleh Alexander Paulus adalah Imanuel Kristo, pendeta GKI Gunung Sahari dan pengasuh program Monday Spirit dan Momen Inspirasi radio Pelita Kasih. Untuk mendukung pelayanannya GKI membiayai kuliahnya di S2 jurusan Master of Ministry (master penginjilan) di Universitas Duta Wacana, Yogya.
Sebagai Master of Ministry, mustahil Imanuel Kristo tidak tahu bahwa kebaktian pertama di dunia yang dipimpin oleh Petrus tidak dilakukan di gedung gerja. Mustahil dia tidak tahu bahwa kesebelas murid Yesus dan rasul Paulus tidak pernah memimpin kebaktian di gedung gereja. Mustahil dia tidak tahu bahwa GKI, selain di gedung gereja juga mengadakan kebaktian di rumah-rumah, di taman rekreasi, di rumah duka bahkan di kuburan.
Apa tujuan Imanuel Kristo menyebar ajaran: Kebaktian bagimu negeri di depan istana oleh GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi tidak memiliki nilai spiritualitas karena dalam ibadah-ibadah tersebut tidak terjadi perjumpaan dengan Tuhan?
Tentu saja tujuannya untuk menghasut anggota jemaat GKI untuk memusuhi anggota GKI Yasmin dan menentang kebaktian bagimu negeri di depan istana. Tentu saja tujuannya adalah menghasut umat Kristen Indonesia untuk memusuhi anggota GKI Yasmin dan menentang kebaktian bagimu negeri di depan istana. Tentu saja tujuannya untuk mendukung USAHA pdt. Royandi Tanudjana, pdt. Albertus Patty, pdt. Arliyanus Larosa dan pdt. Jan Calvin Pindo menggembosi GKI Yasmin. Tentu saja tujuannya untuk mendukung tindakan Walikota Bogor, Diani Budiarto mendzolimi GKI Yasmin.
Atas kesesatannya, atas tindakan murtadnya, atas pengkhianatannya, melalui EMAIL saya sudah melaporkan Imanuel Kristo kepada majelis jemaat GKI Gunung Sahari, Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK) Jakarta Selatan dan Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) Jawa Barat dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI juga kepada kesatuan-kesatuan GKI lainnya.
Namun sayang sekali, semua lingkup GKI yaitu: BPMS GKI, 3 BPMSW GKI, 18 BPMK GKI dan 214 jemaat GKI, BUNGKAM! Itu sebabnya sesuai dengan tradisi GKI hai hai pun membawa masalah KESESATAN dan KEJAHATAN Imanuel Kristo ke LINGKUP yang lebih luas yaitu lingkup SELURUH umat Kristen Indonesia. Itu sebabnya dengan ini saya menghimbau siapa saja yang membaca blog ini agar menyebarkannya kepada seluruh umat Kristen Indonesia. Dengan semakin banyak orang yang tahu kebenarannya maka semakin sedikit orang yang DIHASUT oleh Imanuel Kristo untuk MEMBENCI dan MEMUSUHI anggota GKI Yasmin. Dengan semakin banyak orang yang tahu kebenarannya maka semakin sedikit orang yang bisa DISESATKANNYA untuk meyakini Tidak ada perjumpaan dengan Allah di kebaktian di depan istana.
Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut. Timotius 5:20
Imanuel Kristo yang mulia, bila anda membaca blog ini, silahkan memberi pertanggungan jawab. Minta maaflah kepada anggota Majelis jemaat GKI Pengadilan Bogor dan anggota jemaat GKI Yasmin serta siapa pun yang pernah COBA anda sesatkan! Bertobatlah dan jangan menyesatkan lagi!
Maju terus buat kebenaran.
setuju… BASMI para bajingan yang memPOLITISI agama apalagi atas nama Allah menyesatkan
pasti mingkeeemmmm mana berani dia bertanggung jawab 😦
@paul, orang-orang demikian memagn HARUS diarak keliling KAMPUNG. Ha ha ha ha ha … Biar KAPOK! Memutar BALIK ajaran Alkitab demi MENIPU anggota jemaat? KURANG AJAR!
@Mey Weh, terserah mereka mau bertanggungjawab atau tidak. saya HANYA mau MEMASTIKAN agar nama-nama para PENGKHIANAT itu tercatat dengan TEGAS dan GAMBLANG dalam SEJARAH. Dengan demikian maka generasi selanjutnya tidak BERANI melakukannya lagi.
Khilaf atau kenapa ya dia ngomong kek gitu…
Imanuel Kristo lagi mabuk, ENTAH MABUK KOPI,,,, ENTAH MABUK AIR,…ENTAH MABUK DARATAN ???? KEHEKEKEKKEKEKEKEKK
@Wira, Imanuel Kristo memang ANTI GKI Yasmin. Dia tidak khilaf namun MEMUTAR balik AJARAN Alkitab untuk MENDUKUNG permusuhannya pada GKI Yasmin.
Penyesat dan pengkhianat lagi… Selamat mengarak Imanuel Kristo keliling kampung… HAHAHAHA….
Imanuel Kristo… o…. Imanuel Kristo …. perilakumu tak seindah namamu.
Imanuel Kristo .. karena perilaku mu, nama mu terpampang nyata cetar membahana diantara penghianat.
Imanuel Kristo .. lihatlah karena perilaku mu, keluarga mu pun ikut menanggung malu karena foto mereka juga ikut terpajang diantara penghianat.
Imanuel Kristo .. bukan salah hai-hai memilih mu, tapi karena perilaku mu sendirilah engkau terpilih..
saudara-saudara lihatlah Imanuel Kristo … jadikanlah PELAJARAN agar tidak mengalami nasib yg serupa tapi tak sama…
Imanuel Kristo .. walaupun kami memaafkan dirimu, kami akan tetap membenci dan mengutuk “perilaku” mu yg ini.
Imanuel Kristo .. kalau anda keberatan nama, ada baiknya anda mengganti nama anda..