Mungkinkah Itu Mujizat Palsu Philip Mantofa?


Gambar: twitter.com

Menguji kesaksian mujizat bukan menguji apakah Allah mampu melakukan mujizat atau tidak? Menguji kesaksian mujizat bukan menguji apakah mujizat masih terjadi atau tidak? Menguji kesaksian mujizat adalah menguji apakah KESAKSIAN mujizat tersebut adalah kisah NYATA atau pepesan kosong belaka? Menguji kesaksian mujizat kesembuhan adalah menguji apakah MUJIZAT kesembuhan yang disaksikan itu memang benar-benar terjadi atau mujizat PALSU? Pengujian kesaksian mujizat kali ini membuktikan bahwa Philip Mantofa membuat KONSPIRASI untuk MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU.

Yang Tuli Mendengar

MC mengumumkan bahwa anak gadis 10 tahun itu telinga kirinya TULI sejak dia berumur 2 tahun. Benarkah dia sembuh? Philip Mantofa membuktikan anak itu sembuh dengan menjentikkan jari di dekat telinga anak tersebut. Suara jentikan jari Philip Mantofa tidak terdengar dalam rekaman tersebut. Dia lalu menyuruh anak itu menutup telinga kanannya dan berjalan ke belakang anak itu dan bertanya:

Philip mantofa: siapa namamu? Siapa namamu?

Anak gadis: Grace….. Grace

Philip mantofa: Berapa umurmu?

Anak gadis: Sepuluh tahun

Philip mantofa: Apakah Tuhan Yesus mencin ….. Apakah Tuhan Yesus mencintaimu?

Anak gadis: Ya

Philip mantofa: Yang keras!

Anak gadis: IYA

Benarkah terjadi mujizat kesembuhan? Benarkah telinga kiri anak gadis itu sudah SEMBUH? Mustahil! Bila tidak SEMBUH kenapa gadis itu bisa MENDENGAR dan MENJAWAB pertanyaan Philip Mantofa dengan BENAR meskipun telinga kanannya yang TIDAK tuli ditutup? Inilah KEBENARANNYA.

Kenapa penonton BERTEPUK TANGAN ketika gadis itu menjawab pertanyaan Philip Mantofa dengan benar? Karena mereka MENDENGAR pertanyaan-pertanyaan Philip Mantofa. Kita juga mendengar dengan jelas pertanyaan-pertanyaan Philip Mantofa namun tidak mendengar suara jentikan jari Philip Mantofa, bukan? Suara jentikan jari tidak kedengaran karena tidak masuk ke MIC dan dipancarkan oleh PENGERAS suara. Suara Philip Mantofa kedengaran jelas karena masuk ke MIC dan dipancarkan oleh PENGERAS SUARA.

Berapa KEKUATAN sound System yang DIGUNAKAN dalam KKR tersebut? BERAPA KERAS suara Philip Mantofa yang terpancar ketika dia bertanya? Anak tersebut TIDAK sembuh! Meskipun menutup TELINGA kananya dengan tangan dia TETAP bisa mendengar suara Philip Mantofa yang dipancarkan oleh PENGERAS suara.

Benar!

Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU!

Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

Nggak Lumpuh Berjalan

Philip mantofa: Berapa tahun anda tidak berjalan?

Perempuan:  Enam Tahun

Philip mantofa: Enam tidak berjalan. Jalan kemari.

Penyakit apa yang diderita oleh perempuan itu? Kenapa  editor Film tersebut tidak memasukan PENGUMUMAN dari MC tentang penyakit perempuan tersebut? Apa maksud enam tahun tidak berjalan? Apakah selama enam tahun dia LUMPUH dan tidak BISA jalan? MUSTAHIL! Kenapa demikian? Karena bila LUMPUH dan tidak BISA berjalan maka perempuan itu PASTI datang dengan KURSI RODA atau USUNGAN. Kenapa kursi rodanya atau usungannya tidak DIPAJANG?

Perhatikan wanita itu BERJALAN terseok-seok. Tertatih-tatih. Apakah hal itu terjadi karena dia SUDAH lupa cara berjalan karena tidak jalan selama enam tahun? Atau sembuhnya belum TOTAL? Mustahil! Wanita itu berjalan TERSEOK-SEOK karena itulah penyakit yang sudah dideritanya selama 6 tahun. Wanita itu TIDAK SEMBUH sama sekali.

Benar!

Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU!

Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

Down Sindrom Nggak Sembuh

MC: Umur dua tahun setengah anak ini kalau berlari selalu pasti jatuh. Tetapi semenjak kesaksian-kesaksian diberitakan anak ini mulai berlari dan tidak pernah jatuh.

Dari wajahnya nampak jelas kalau anak tersebut menderita down SINDROM. Dari gerakannya nampak bahwa anak tersebut bermasalah dengan saraf MOTORIK halusnya. Artinya dia sulit melakukan gerakan-gerakan HALUS dan PRESISI misalnya, bila bertepuk tangan kedua telapak tangannya akan MELESET.

Apakah dia SEMBUH? tidak! Nampak gamblang sekali bahwa dia tetap down SINDROM dan bermasalah dengan MOTORIK halusnya. Anak itu TIDAK sembuh sama sekali.

Benar!

Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU!

Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

NB.
Untuk membaca blog-blog hai hai yang lain tentang Philip Mantofa, silahkan Klik di SINI.

243 thoughts on “Mungkinkah Itu Mujizat Palsu Philip Mantofa?

  1. @TuhanMencintaiEngkau, memang menjadi pendeta tidak mudah kok, sama dg jd dokter, pengacara, dll, krn Pendeta itu juga adl Profesi yg sama2 diperoleh melalui pendidikan. Sy bertanya kpd anda : Apakah Tuhan Yesus Kristus pernah gagal (tdk 100% sembuh) saat membuat Mujizat ? Apakah setiap hari/saat pelayanan/saat khotbah Tuhan Yesus Kristus selalu membuat Mujizat ? Bandingkan dg Pendeta2 saat ini yg rajin membuat Mujizat.(apalagi diistilahkan Festival of GOD’S power). Pameran ??? Tuhan Yesus saja suka minta mujizatnya jangan di umuman. Silahkan anda dalami juga masalah SUGESTI dalam kesembuhan suatu penyakit, Jadi tidak bs diklaim mujizat telah terjadi tanpa ada pemeriksaan ulang kesehatan yg benar. Belajar lagi yach!!!!

  2. Kesehatan seseorg bs dijelaskan secara ilmiah. Bawa saja org itu ke Dokter nanti diperiksa apakah sdh 100 % sembuh/normal atau tidak. Tapi di film itu, org awam juga bs melihat bahwa mereka tidak sembuh 100 % alias tidak ada mujizat. (Alih-alih Festival of GOD’S Power, dia malah mempermalukan GOD’S Power)

  3. -UJILAH segala sesuatu dan peganglah yang BAIK, itulah ajaran Kristen (yang selalu di ingatkan Pak hai hai bengcu untuk kita renungkan bersama sebagai pengikut Kristus)
    -BERPEGANGLAH hanya pada ajaran Alkitab dan belajarlah terus dan terus dari apa yang dituliskan disana.(ini juga yang selalu diingatkan Pak hai hai)

    Saya sendiri juga akan terus belajar dan menggali KEBENARAN itu Pak hai hai, sehingga pada akhirnya saya boleh menjadi saluran berkat bagi orang lain seperti Pak hai hai juga sudah menjadi berkat bagi banyak orang melalui blog ini. Ada banyak yang perlu saya tanyakan Pak hai hai tapi lain waktu saja. Boleh kan…pak hai hai….

    KASIH Allah Bapa, Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, dan pertolongan dari Roh Kudus kiranya menyertai Pak hai hai, sehat selalu sehingga dapat terus menulis dari apa yang sudah lama dipelajari untuk dapat dibagikan….
    KASIH itu juga kiranya menyertai aku…

    Salam pak hai hai bengcu….

  4. @Tutur Parsaoran, ya Allah, kabulkan doanya. Dan balaskan baginya seribu kali ganda. Amin.

    Saya senang blog-blog saya berguna bagi anda. Saya pun senang karena anda memahami pessan saya. Kita saling bahu membahu menggali ajaran Alkitab.kita bahu membahu saling MENGUJI. Dengan cara demikian, maka msing-masing tidak kuatir tersesat karena ada orang lain yang IKUT menjaga dirinya dan ajarannya. Silahkan bertanya. Saya akan berusaha menjawabnya.

  5. @Saudaraku Bengcu

    Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

    Belagak tak tau ni ….. saudaraku (hehehehehehe)
    Jawaban : Money !!!!!!!!!

  6. Mungkin sudah lebih dari 6 tahun saya mengamati masalah supranatural terutama dalam dunia kekristenan. Disatu sisi saya melihat bahwa memang ada trik-trik yang dilakukan oleh para pendeta dan seharusnya para pendeta ini sadar, atau dengan kata lain pendeta secara sadar melakukan penipuan contohnya menumbuhkan/menyamakan panjang kaki yang pendek sebelah. Tapi ada juga yang mungkin dilakukan tanpa sadar atau pendeta tersebut tidak tahu ia sedang melakukan trik, contohnya saja tiupan Roh Kudus yang membuat orang terjatuh.

    Memang kalau mau dipikir, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para pendeta yang tidak menyadari sedang melakukan trik, hanya saja masalahnya adalah jika ada orang yang mengkritik dengan menunjukkan kesalahan/tipuan yang dilakukannya, umumnya pendeta ini tidak mau sadar dan menganggap orang yang mengkritik adalah orang yang tidak senang dengannya atau tidak percaya mujizat atau suka menjelekkan kekristenan, dll. Pendeta-pendeta ini sangat menikmati apa yang dilakukannya, karena memang banyak keuntungan yang bisa diperoleh, terutama kekayaan yang dianggapnya sebagai berkat Tuhan yang menjadi haknya. Ujung-ujungnya, pendeta seperti ini tetap saja bisa disebut secara sadar melakukan penipuan terhadap jemaat.

    Saya cukup salut ketika pdt Erastus Sabdono yang dahulu adalah pendeta Gereja Tiberias yang juga melakukan mujizat kesembuhan, mengajari minyak urapan, dll, menyadari kekeliruannya dan berani keluar dari Gereja Tiberias dan selanjutnya mulai menegakkan kebenaran dan menentang ajaran-ajaran sesat yang mengandalkan mujizat palsu.

    Philip Mantofa adalah pendeta yang tidak mau belajar ketika di kritik dan ditunjukkan kesalahannya, termasuk pendeta-pendeta lain yang dibahas di blog-blog ini. Para pengikutnya pendeta-pendeta seperti ini hanya mengandalkan rasa nyaman yang disebut dengan iman oleh mereka, tanpa pernah mau belajar kebenaran (Hai hai menyebutnya percaya dengan membabi buta).

    Saya juga mengamati, kenapa banyak jemaat yang sangat percaya sekali, meskipun sudah banyak orang yang menunjukkan kesalahan pendetanya baik itu mujizat yang dilakukan ataupun pengajarannya. Saya menemukan beberapa jawaban :

    1. Jemaat seperti ini adalah jemaat yang tidak pernah mau belajar, meskipun mereka banyak membaca Alkitab. Ini bisa dibuktikan dengan banyak pertanyaan sederhana yang berhubungan dengan Alkitab ketika ditanyakan kepada mereka, mereka tidak bisa menjawabnya (setidaknya ini pengalaman saya yang bertanya pada para pemimpin persekutuan maupun jemaat lainnya dari gereja-gereja seperti ini).

    2. Mereka terkagum-kagum dengan pendetanya dan tanpa sadar memutlakkan bahwa pengajaran pendetanya pasti benar. Kata-kata manis pendetanya, kelemahlembutan yang ditunjukkan pendetanya, maupun karisma lain dari pendetanya membuat mereka terlalu terpesona.

    3. Mereka sudah terbiasa terdidik dengan dongeng-dongeng supranatural kekristenan dan merasa nyaman bahkan menikmati dongeng-dongeng tersebut.

    4. Pendeta mereka yang mengajarkan untuk tidak mengkritik, menghakimi, mempertanyakan apa yang diajarkan pendeta. Apabila mereka melakukannya, mereka akan disebut kurang percaya, tidak beriman, mencobai Tuhan, suka menghakimi, dll, dan inilah yang membuat mereka tanpa sadar merasa takut untuk belajar selain dari pendetanya, dan jika ada yang mengkritik pendetanya, mereka menggunakan cara-cara yang sama seperti yang diajarkan pendetanya.

    Maaf kalau saya menulis terlalu panjang. Masih banyak sebenarnya yang ingin saya sampaikan, tapi nanti bisa panjang sekali. Saya juga tidak mencantumkan ayat-ayat pendukung, karena nanti terlalu panjang pembahasannya. Tapi anda-anda yang membaca blog-blog yang ada disini, baik yang pro maupun kontra seharusnya membawa kembali kepada Alkitab, coba cek kebenarannya, kalau belum mengerti cobalah baca berulang-ulang, termasuk membaca Alkitab.

    Sekilas mengenai saya :

    Sebelum mengenal hai hai di dunia maya ini, saya sudah melakukan pengamatan sendiri, dan sudah menemukan tipuan-tipuan pendeta tersebut. Saat itu saya sempat berpikir mungkin saya yang salah, karena tidak ada yang mau percaya dan saya dianggap sudah sesat. Tapi semakin saya amati, semakin saya yakin adanya penipuan-penipuan supranatural di dalam gereja.

    Selanjutnya, saya menemukan blog hai hai (saat itu masih di sabdaspace) yang ternyata sejalan dengan pengamatan saya, bahkan pengamatan yang dilakukan hai hai jauh lebih teliti dan detail daripada saya. Saya banyak belajar dari blog-blog hai hai dan terus belajar sampai sekarang. Ternyata juga dari komentar-komentar di blog ini, saya sadar masih ada orang-orang yang mau belajar dan menyadari penipuan-penipuan dalam gereja. Ternyata saya tidak sendiri.

    “MENGENAL KEBENARAN ITU PAKAI OTAK, MENGASIHI ITU PAKAI HATI”

  7. @Kalebyosua, thanks for sharing’nya. Tp bukankah semuanya ini akan berakhir dg “NOT GUILTY, Karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.?”. (Apa iya mmereka tidak tahu ?..achh tulisan2 bung Hai2 bikin org awam spt saya jadi cenat-cenut kepalanya).

  8. Maksud @kalebyosua itu pelaku penipuan itu OKNUM dg jbtn pekerjaan sbg PENDETA yg bekerja pada suatu GEREJA.
    INGAT : tidak smua pendeta penipu…jabatan pendeta tetap profesi yg terhormat dan mulia slm TIDAK NYELENEH. awam butuh sosok pdt utk kerohanian konseling dll positip di dunia nyata.
    NB : tlg lain kale pke kata oknum spy tidak timbul kesan pukul rata.

  9. @thekingwilliam, NOT GUILTY itu kalau mereka benar-benar tidak tahu, kalau mereka sudah diberi tahu tapi tetap kekeh jumekeh merasa diri benar, mereka harus tetap dianggap GUILTY. Itu sebabnya perlu blog-blog seperti ini untuk memberi tahu mereka, bukan supaya mereka jadi GUILTY tapi supaya mereka sadar dengan GUILTY-nya mereka, dan mengubahnya.

  10. @bat, memang tidak semua pendeta pelaku penipuan. Itu sebabnya saya katakan kita tidak bisa mempersalahan pendeta yang memang tidak sadar kalau sedang melakukan penipuan. Tapi kalau sudah diberi tahu mereka tetap tidak mau menyadari kesalahannya itu baru namanya pelaku penipuan. Ada pendeta-pendeta yang saya kagumi, tapi bukan berarti saya pasti membenarkan semua yang mereka ajarkan. Kalau saya melihat ada kesalahan/bertentangan dengan Alkitab, maka saya harus tetap mengatakan “ada ajarannya yang salah”. Saya dididik oleh seorang pendeta yang mengajarkan untuk membawa kembali kepada Alkitab. Itu sebabnya sekagum-kagumnya saya dengan pendeta, saya tidak pernah memutlakkan ajarannya pasti benar.

    Saya tidak begitu suka dengan kata OKNUM, karena menurut saya kata itu hanya digunakan untuk membela diri alias merasa diri benar.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.