hai hai Mengungkap Galah Rangsang dan Kuk


KUK adalah sebuah kata yang sering sekali dikotbahkan namun tidak dipahami artinya oleh pengkotbah Kristen itu sendiri. Bagi yang mencarinya dalam kamus, mereka hanya memahami KUK sebagai kayu lengkung yg dipasang di tengkuk kerbau atau lembu untuk menarik bajak atau pedati. Galah Rangsang? Frasa tersebut juga sering dikotbahkan dan percuma mencarinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Anda tidak akan menemukannya di sana. Inilah arti KUK dan GALAH RANGSANG yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang Kristen namun JARANG sekali dicari TAHU.

Alkitab harus dipahami dan tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami bukan ditafsirkan. Memahami artinya mengerti benar. Menafsirkan artinya menangkap maksud tidak menurut apa adanya saja namun mengartikannya menurut pendapat sendiri. Kenapa menafsir ayat Alkitab? Karena tidak memahaminya. Dia menafsirkannya agar bisa memahaminya. Setelah menafsirkannya dia menyangka telah memahaminya padahal tetap tidak mengerti karena yang dipahaminya adalah pendapatnya sendiri bukan yang tertulis dalam Alkitab. Kenapa menafsir ayat Alkitab? Karena menganggapnya tidak logis. Dia menafsirkannya agar masuk akal. Apa yang terjadi ketika seseorang menafsirkan ayat Alkitab? Dia kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran sejati Alkitab.

Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara  yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Kisah Para Rasul 26:14

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. Matius 11:30

Apa arti galah rangsang? Apa itu  kuk? Tanpa memahami arti galah rangsang dan kuk dengan benar, mustahil memahami kedua ayat tersebut di atas dengan benar. Karena tidak memahaminya maka anda pun menafsir kedua ayat tersebut di atas agar mengerti. Menafsir artinya mengartikannya menurut pendapat sendiri. Itu sebabnya setelah menafsirkannya dan menyangka telah memahaminya, anda  tetap tidak mengerti karena yang anda pahami adalah pendapat anda sendiri bukan yang tertulis dalam Alkitab. Karena menafsir anda justru kehilangan kesempatan untuk mengerti kedua ayat tersebut dengan benar. Kenapa demikian? Karena setelah menafsirkannya anda yakin telah mengerti dan tidak akan berusaha untuk memahami kedua ayat tersebut lagi.

Galah rangsang adalah alat untuk mengendalikan binatang. Kekang adalah galah rangsang untuk mengendalikan kuda. Tali yang dicocokan ke hidung adalah galah rangsang untuk mengendalikan kerbau dan sapi. Tongkat gembala adalah galah rangsang untuk mengendalikan domba dan kambing. Mencoba melepaskan diri bahkan menyerang galah rangsang akan menimbulkan kesakitan. Ujung tongkat yang berbentuk setengah lingkaran digunakan untuk mengait leher domba dan kambing. Dalam kondisi demikian memberontak bahkan menendang galah rangsang hanya menyebabkan rasa sakit di leher. Itu sebabnya dikatakan, “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.”

Kuk adalah alat untuk membantu binatang agar bisa memikul bebannya dengan ringan dan nyaman. Pelana dan kereta adalah kuk. Meskipun kuda mustahil menanggung beban enam orang namun dia akan berlari dengan santai menarik kereta yang diduduki enam orang bahkan lebih. Kereta kuda adalah kuk. Itu sebabnya dikatakan, “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Alkitab.

21 thoughts on “hai hai Mengungkap Galah Rangsang dan Kuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.