Doktrin Yesus mati menggantikan manusia menerima hukuman Allah adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Namun, doktrin Yesus HAUS menggantikan manusia menerima hukuman Allah ciptaan Pdt. Budi Asali Mdiv benar-benar dasyat. Nampaknya tidak lama lagi Budi Asali akan mengajarkan doktrin Yesus SEGERA datang kembali untuk menggantikan manusia MENANGIS dan MENGGERTAK gigi sebab Dia belum sempat menggantikan manusia menerima hukuman demikian 2000 tahun yang lalu. Bila Yesus datang lagi, Budi Asali pasti akan bilang, “Jangan lupa DISATE dan DIASAP dalam api, bos!” Ha ha ha ha ha ….. Setelah itu Budi Asali pun mengajarkan doktrin Yesus mati di-STEAK menggantikan manusia.
Di dalam blognya yang berjudul: Kristus adalah pengganti kita, Budi Asali Menulis:
Catatan: Semua tulisan berwarna PURPLE adalah tulisan dari Budi Asali. Warna BIRU kutipan Alkitab. Warna HITAM tanggapan hai hai.
Budi Asali : II KORINTUS 5:15 YESAYA 53:4-6
I) Keselamatan karena perbuatan baik.
Sebagian besar manusia di muka bumi ini, dan juga semua agama-agama lain di luar kristen, percaya/mengajarkan bahwa orang bisa selamat/masuk surga karena perbuatan baik.
Tetapi sebetulnya ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena:
1) Manusia tidak bisa berbuat baik.
Ini dinyatakan secara jelas oleh Kitab Suci.
- Kej 6:5 – “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, …”.
- Kej 8:21b – “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”.
- Maz 58:4 – “Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat”.
- Titus 1:15 – “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis”.
Apakah benar bahwa manusia tidak bisa berbuat baik? Tidak bisakah seseorang, pada waktu melihat orang miskin/menderita, lalu menolongnya tanpa pamrih? Tentu bisa! Lalu apakah itu bisa disebut sebagai perbuatan baik? Dalam pandangan manusia, ya! Tetapi dalam pandangan Tuhan, tidak! Mengapa? Karena dalam pandangan Tuhan, supaya suatu perbuatan bisa disebut baik, maka harus dipenuhi syarat-syarat ini:
Ketika TUHAN (YHWH) mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Kejadian 8:21-22
Bengcu Menggugat: Walaupun segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan namun YHWH (TUHAN) BERFIRMAN dalam hati-Nya bahwa Dia tidak akan MEMBINASAKAN manusia lagi. Apakah YHWH mengingkari JANJI-Nya itu sebabnya Yesus HARUS menggantikan MANUSIA menerima HUKUMAN dari YHWH? Mustahil!
Budi Asali: a) Perbuatan baik itu harus dilakukan untuk kemuliaan Allah.
1Kor 10:31 – Aku menjawab: ika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Bengcu Menggugat: Bagi orang Yahudi, makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah makanan NAJIZ yang tidak boleh dimakan. Setelah menjadi Kristen, umumnya orang-orang Yahudi tetap yakin bahwa makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah makanan najis. Apa yang harus dilakukan bila seorang Kristen disuguhi makanan lalu seorang Kristen Yahudi memberitahu dia bahwa makanan itu NAJIS karena sudah dipersembahkan kepada berhala sehingga nggak boleh dimakan? 1 Korintus 10:13 adalah jawaban Paulus ketika ditanya, apa yang harus dilakukan bila menghadapi situasi demikian? Bagi orang Batak dan Menado, daging anjing adalah makanan yang nikmat. Bagi istri saya yang penyayang anjing, daging anjing haram untuk dimakan. Apa yang harus saya lakukan bila seorang teman Batak menyuguhkan saksang B1 sementara Istri saya memberitahu bahwa itu adalah daging anjing yang haram untuk dimakan? Apa gunanya saya kekeh jumekeh makan sedangkan perilaku demikian akan bikin Iis (ini istri saya) kesal setengah mati? Itulah yang dimaksudkan oleh Paulus ketika menjawab seperti yang tercatat di dalam 1 korintus 10:13. Budi Asali benar-benar ngaco-belo karena MENAFSIRKAN ayat itu mengajarkan: Perbuatan baik harus dilakukan untuk kemuliaan Allah, bila tidak bukan perbuatan baik namanya.
Budi Asali: b) Perbuatan baik itu harus dilakukan karena cinta kepada Allah.
Yoh 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu”.
Ingat bahwa 2 hal di atas ini tak mungkin bisa dilakukan oleh orang yang ada di luar Kristus! Bdk. Ro 3:10,11,18 yang mengatakan bahwa tidak ada manusia (ini jelas menunjuk kepada manusia di luar Kristus, tanpa pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya) yang benar, yang berakal budi, yang mencari Allah, atau yang takut kepada Allah.
Manusia bisa saja berusaha berbuat baik, berjuang bagi agamanya, ingin masuk surga, dsb. Tetapi ‘mengasihi Allah’ dan ‘hidup untuk kemuliaan Allah’ adalah 2 hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia di luar Kristus. Kalau 2 hal di atas ini tidak dipenuhi, maka bisalah dikatakan bahwa perbuatan baik itu dilakukan tanpa mempedulikan Allah! Bisakah itu disebut baik?
Bengcu Menggugat: Ayub sama sekali tidak kenal Yesus Kristus namun TUHAN memujinya sebagai orang baik yang saleh. Hanya orang-orang Kristen yang hatinya DENGKI dan jiwanya PICIK serta pikirannya DEGIL seperti nabi Yunus yang mengajarkan bahwa perbuatan baik hanya bisa dilakukan oleh orang Kristen.
Budi Asali: 2) Andaikatapun manusia bisa berbuat baik, bagaimana dengan dosa-dosa yang telah ia lakukan maupun yang akan ia lakukan? Ingat bahwa perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa!
Kitab Suci dengan jelas menyatakan hal itu.
- Gal 2:16a – “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus”.
- Gal 2:21b – “… sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus”.
Illustrasi: Misalnya suatu hari saudara naik kendaraan bermotor dan melanggar rambu lalu lintas, dan lalu seorang polisi menilang saudara. Saudara akan disidang 1 minggu yang akan datang. Sementara menung-gu saat persidangan, saudara lalu mau ‘menebus dosa’ saudara dengan berbuat baik. Saudara menghibur tetangga yang kesusahan, membelikan obat untuk tetangga yang sakit, dsb. Pada saat persidangan, hakim bertanya: Apakah saudara, pada tanggal ini, di jalan ini, melanggar rambu lalu lintas ini? Saudara lalu menjawab: Benar Pak Hakim, tetapi, saya sudah menebus dosa dengan berbuat baik. Ini ada 3 saksi yang menerima kebaikan saya. Sekarang pertanyaannya: kalau hakim itu waras, apakah orang itu akan dibebaskan dari hukuman? Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum dunia/negarapun, tidak mungkin perbuatan baik bisa menutup dosa!
Allah tahu akan hal ini (yaitu bahwa manusia tidak bisa selamat karena perbuatan baiknya), tetapi Ia mau menyelamatkan manusia yang berdosa itu. Lalu bagaimana caranya? Memasukkan manusia berdosa ke surga begitu saja? Memang ada agama yang percaya hal ini. Mereka percaya bahwa Allah itu maha pengasih dan pengampun, sehingga Ia akan memasukkan orang berdosa ke surga begitu saja, tanpa ada yang membayar dosa-dosanya. Tetapi ini tidak mungkin! Ia tidak bisa berbuat demikian karena Ia adalah Allah yang suci, yang tidak bisa bersatu dengan manusia berdosa, dan Ia adalah Allah yang adil, yang tidak bisa tidak menghukum manusia yang berdosa!
Jadi bagaimana? Ia sendiri yang harus menebus dosa itu/membayar hutang dosa itu! Dan karena ‘upah dosa ialah maut’ (Ro 6:23), sedangkan sebagai Allah Ia tidak bisa mati, maka Allah harus menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, supaya Ia bisa mati menebus dosa kita!
Bengcu menggugat: Misalnya suatu hari Budi Asali (bukan nama sebenarnya) mencuri ayam lalu tertangkap basah oleh hai hai (nama sebenarnya) lalu diserahkan ke polisi. Sesuai dengan hukum pidana Indonesia, dia ditahan lalu diadili dan HAKIM menjatuhkan vonis hukuman penjara 1 tahun. Demi cintanya, Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) pun mengajukan diri untuk dipenjara MENGGANTIKAN Budi Asali. Pertanyaannya adalah: Andai kata hakim itu waras, apakah Budi Asali (bukan nama sebenarnya) akan dibebaskan dari hukuman dan Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) dipenjara? Mustahil! Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum negara, nggak mungkin seseorang menggantikan orang lain menerima hukuman. Karena hakim waras saja tidak memperbolehkan Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) menggantikan Budi Asali (bukan nama sebenarnya) menjalani hukuman penjara, masak Allah yang menciptakan hakim waras itu MENGIZINKAN Yesus menggantikan manusia menerima hukuman? Memangnya Allah nggak waras ya?
Kerabatku sekalian, hukuman bagi orang jahat bukan balas dendam. Apa yang terjadi ketika penjahat dipenjara? Dia tidak bisa menjahati masyarakat lagi. Apa yang terjadi ketika penjahat dihukum mati? Dia tidak bisa menjahati masyarakat lagi. Hukuman penjara dan hukuman mati dilakukan untuk menghindarkan masyarakat dari tindakan jahat seorang penjahat. Apakah penjahat disiksa di dalam penjara? TIDAK! Di dalam penjara penjahat dicukupi kebutuhan hidupnya dan dididik agar menjadi orang baik. Penjahat dihukum penjara seumur hidup karena pengadilan menilai dia terlalu jahat untuk bisa hidup di dalam masyarakat seumur hidupnya. Penjahat dihukum mati karena pengadilan menganggap dia terlalu jahat dan mustahil dibina menjadi orang baik lagi. Dia dihukum mati karena pengadilan menganggap penjara tidak akan mampu mencegahnya menjahati sesama manusia.
Handai taulanku sekalian, itulah yang dilakukan oleh orang-orang BERDOSA di dunia kepada penjahat yang tertangkap. Itulah yang dilakukan oleh orang-orang BERDOSA terhadap sesama manusia agar TIDAK dijahati oleh penjahat. Menurut ajaran Budi Asali di atas, apa yang dilakukan oleh Allah untuk MELINDUNGI manusia dari kejahatan? Allah MENYEBAR ancaman bahwa Dia akan BALAS DENDAM setelah penjahat MATI. Kenapa Allah HANYA menyebar ANCAMAN? Ha ha ha ha …. Mungkin karena Allah yang MAHASUCI tidak bisa BERSATU dengan orang BERDOSA. Ha ha ha ha …. Mungkin saja karena hukuman DOSA adalah KETERPISAHAN dari Allah.
Handai taulanku sekalian, Allah MAHASUCI sedangkan manusia BERDOSA. Itu sebabnya KEADILAN manusia BERBEDA dengan KEADILAN Allah. Itu sebabnya Allah disebut MAHAADIL. Manusia MENEGAKKAN keadilan dengan MENCEGAH penjahat menjahati masyarakat. Allah menegakkan keadilan-Nya di dunia dengan MENGANCAM akan BALAS DENDAM namun membiarkan penjahat menjahati sesamanya semena-mena. Kenapa Allah membiarkan penjahat berbuat jahat seenak jidatnya? Karena Allah itu MAHAKASIH, maka penjahat pun DIKASIH kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat jahat.
Namun jangan kuatir kisanak. Allah itu setia dan adil. Itu sebabnya setelah SETIA membiarkan para penjahat berbuat JAHAT sampai mereka MATI dan nggak BISA berbuat jahat lagi maka Allah pun unjuk KEMAHAADILANNYA. Ha ha ha ha ha ….. Setelah MATI dan nggak BISA berbuat JAHAT lagi, untuk apa para penjahat itu DIHUKUM? Tentu saja untuk menunjukkan bahwa Allah itu MAHASUCI dan MAHAADIL. Dari mana anda tahu bahwa Allah itu mahasuci? Dari melihat Allah TIDAK bisa bersatu dengan PENJAHAT yang berdosa. Dari melihat penjahat dihukum TERPISAH dari Allah. Dari mana anda tahu bahwa Allah itu mahaadil? Dari melihat penjahat-penjahat DIGAMPAR, ditendang, ditonjok, digebuk, dicambuk, diejek sampai mereka KEHAUASAN. Nah …… ketika KEHAUSAN mereka pun diberi ANGGUR ASAM. Ha ha ha ha ha ….. ya yang haus, yang haus, yang haus. Rasain lu KEHAUSAN. Gua cekokin anggur asam lu! Dari mana kita tahu para penjahat akan mengalami nasib seperti itu? Tentu saja dari Budi Asali yang mengajarkan bahwa Yesus MENGGANTIKAN manusia menerima hukuman dari Allah. Karena itulah yang dialami Yesus dulu, bukankah itu pula yang akan dialami para penjahat setelah mereka MATI? Ha ha ha ha ha …. Ho ho ho ho ho ….. Kita harus berterima kasih kepada para penjahat sebab tanpa mereka mustahil kita tahu bahwa Allah itu MAHASUCI dan MAHAADIL bukan? Coba bayangkan bila tidak ada penjahat, bagaimana kita tahu kalau Allah itu mahasuci dan mahaadil, hayo? Ha ha ha ha …
Lho bukankah Budi Asali mengajarkan bahwa Allah yang MAHASUCI tidak bisa BERSATU dengan orang BERDOSA dan hukuman DOSA adalah KETERPISAHAN dari Allah? Bila tidak bisa bersatu dan TERPISAH lalu bagaimana CARA Allah menggampar dan MENUNJANG (menendang) serta de el el para penjahat tersebut? Ha ha ha ha ha ha ….. Tenang saja, kisanak, para teolog reformed SEJATI pasti menemukan CARANYA. Setelah tahu caranya, mereka pasti memberitahu Allah.
Budi Asali: II) Kristus adalah substitute (= pengganti) kita.
Bahwa Kristus adalah substitute (= pengganti) kita terlihat dari text khotbah hari ini, yaitu Yes 53:4-6 dan 2 Kor 5:15.
Yes 53:4-6 – “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”.
2 Kor 5:15 – “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka”.
Tetapi hal itu juga bisa terlihat dari:
1) Fakta bahwa Kristus tidak berdosa (2Kor 5:21 Ibr 4:15).
Andaikata Ia berdosa, maka pada saat Ia mati, Ia mengalami hukuman untuk diriNya sendiri. Tetapi karena Ia suci, maka pada saat Ia mati, Ia mengalaminya untuk kita!
2) Jenis hukuman mati yang Ia alami adalah salib, bukan penggal, rajam dsb. Mengapa harus salib? Karena salib adalah hukuman yang terkutuk, dan dengan mengalami kematian yang terkutuk itu, Ia menanggung kutuk yang seharusnya untuk kita (Ul 21:23 Gal 3:10,13).
3) Penderitaan yang luar biasa yang Ia alami.
Kristus mengalami penderitaan yang luar biasa hebatnya, seperti:
o pencambukan.
Ingat bahwa Ia dicambuki dengan cambuk Romawi, yaitu tali-tali kulit yang diberi besi-besi tajam, tulang-tulang yang diruncingkan, sehingga pencambukan itu betul-betul menghancurkan punggungNya.
o penyaliban.
Bisakah saudara bayangkan sakitnya kalau paku-paku menebus tangan dan kaki saudara? Dan bagaimana penderitaan saudara kalau setelah itu saudara digantungkan selama berjam-jam sampai saudara mati? Itulah yang Yesus alami bagi saudara! Kristus memang harus mengalami penderitaan yang luar biasa ini, karena penderitaan di neraka juga luar biasa hebatnya!
4) Kristus menolak anggur bius (Mat 27:34).
Banyak penafsir beranggapan bahwa Ia menolak anggur itu, karena anggur itu mengandung sejenis ramuan bius, yang bisa mengurangi rasa sakit. Yesus sadar bahwa saat itu Ia sedang menggantikan kita dalam memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia tidak mau rasa sakitnya dikurangi. Ia mau memikul 100 % hukuman dosa kita!
5) Kristus mengalami kehausan (Yoh 19:28 bdk. Maz 22:16).
Ingat bahwa orang di neraka pasti mengalami kehausan yang luar biasa. Bandingkan dengan kehausan dari orang kaya di neraka dalam Luk 16:23-24. Kristus menggantikan kita memikul hukuman itu, dan karenanya Ia harus mengalami kehausan yang luar biasa. Ini menyebabkan kita tidak perlu mengalami kehausan di neraka, asal kita mau percaya kepada Yesus!
6) Kristus mengalami keterpisahan dengan Allah (Mat 27:46).
Keterpisahan dengan Allah merupakan hukuman dosa (Yes 59:1-2, 2 Tes 1:9). Kristus menggantikan kita memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia harus mengalami keterpisahan dengan Allah/BapaNya.
7) Kristus mati.
Upah dosa ialah maut (Ro 6:23), dan karena itu Kristus, yang menggantikan kita untuk memikul hukuman dosa, harus mengalami kematian.
Karena itu, orang yang percaya Yesus, sekalipun tetap mengalami kematian, tetapi tidak mengalami kematian itu sebagai hukuman dosa, tetapi sebagai pintu gerbang menuju surga!
“Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepadaKu. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup”. Yesaya 66:24
sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Matius 8:12
di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Markus 9:48
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Lukas 16:24
“Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”. Wahyu14:11
dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. Wahyu 20:10
Bengcu Menggugat: Kerabatku sekalian, ketika mengajarkan tentang neraka (untuk membacanya silahkan klik di SINI), Pdt. Budi Asali mengutip ayat-ayat tersebut di atas sebagai sumber pustakanya. Apabila doktrin Yesus menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah memang benar, bukankah itu berarti Yesus harus datang lagi karena DULU nggak sempat mengalami hal-hal berikut ini:
- Disate dalam lautan api dan belerang (Wahyu 20:10)
- Diasap (Wahyu 14:11)
- Disakitin dalam nyala api (Lukas 16:24, Yesaya 66:24)
- Diblatungin alias dikasih belatung nyang nggak mati-mati (Markus 9:48, Yesaya 66:24)
- Dicampakkan ke dalam gelap yang paling guueeelaaaap banget (Matius 8:12
- Menggertak gigi dan menangis (Matius 8:12)
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Bengcu Menggugat: Yesus mustahil Mati Menggantikan Manusia. Berdasarkan Roma 6:23, Budi Asali mengajarkan bahwa Yesus mati menggantikan manusia. Alkitab Penjanjian Lama mencatat, hanya ada 2 orang manusia yang tidak mati yaitu: Elia dan Henokh. Yang lainnya MATAL alias MATI TOTAL. Apabila Yesus memang mati menggantikan manusia, maka itu berarti Dia hanya mati menggantikan Elia dan Henokh saja, bukan? Karena yang lainnya SUDAH MATI jadi nggak perlu digantikan.
Sejak kematian Yesus di salib sampai saat ini, tidak ada satu manusia pun yang nggak mati-mati. Apabila Yesus memang MATI menggantikan manusia, bukankah seharusnya nggak ada lagi manusia yang mati atau minimal sebagian manusia yang digantikannya nggak mati-mati? Faktanyua manusia tetap mati?
Alkitab tidak mencatatnya namun Budi Asali mengajarkan (Entah dapat wahyu dari mana dari hongkong kali?) bahwa sejak Yesus mati menggantikan manusia maka kematian manusia BUKAN hukuman dosa LAGI namun PINTU gerbang ke sorga! KEMATIAN manusia adalah PINTU gerbang ke sorga? Bukankah itu berarti Yesus tidak perlu menggantikan manusia untuk mati karena SETELAH menjalani hukuman MATI maka manusia BOLEH ke sorga. Itu sebabnya tertulis, upah dosa adalah MAUT? Setelah membayar dengan MATI maka HUTANG dosa pun LUNAS, oleh karena itu manusia pun bebas melenggang ke sorga. Ha ha ha ha ha …
Kerabatku sekalian, apa bila Budi Asali memang mendapat wahyu baru (wahyu dari hongkong?) sehingga yang diajarkannya benar, maka inilah daftar hal-hal yang dialami Yesus ketika menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah:
- Dibelenggu
- Digampar anak buah Hanas
- Digebukin anak buah Kayafas
- Diejek dan dihina anak buah Kayafas
- Digampar tentara
- Digebukin tentara
- Diejek dan dihina tentara
- Memikul salib sampai luar
- Diarak ke Golgota
- Disalib
- Diejek dan dihina masyarakat
- Diejek dan dihina imam-imam
- Diejek dan dihina penjahat yang sama-sama disalib
- Kehausan
- Dikasih minum anggur asam
- Ditombak ulu hatinya setelah mati
Sayang sekali, Budi Asali sama sekali tidak menjelaskan, kenapa Alkitab tidak mencatat bahwa hal-hal yang dialami Yesus tersebut di atas adalalah hal-hal yang seharusnya dialami oleh manusia ketika dihukum oleh Allah. Itu sebabnya percuma mencari sampai kuda gigit jari sebab mustahil menemukan ayat yang isinya kira-kira Allah berkata, “Gua gampar lu kalau melanggar! Gua gebuk lu kalau melanggar! Gua hina lu! Gua arak keliling kampung lu kalau melanggar! Gua salib lu kalau melanggar! Gua bunuh lu kalau melanggar! Gua bikin haus lu klo melanggar! Gua cekokin anggur asam waktu haus lu kalau melanggar! Gua suruh masyarakat ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh imam-imam ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh tanktara ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh penjahat ngejek lu kalau melanggar! Gua tombak jantung lu setelah mati kalau melanggar! ”Ha ha ha ha ha … mungkin saja Allah sudah tua dan pikun itu sebabnya dia baru inget untuk berfirman tentang hal tersebut kepada Budi Asali yang mulia itu? Ha ha ha ha ha …
Allah MUSTAHIL Menghukum Manusia
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:17
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Kejadian 22:2
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Kejadian 22:9-10
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Kejadian 22:11-12
kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” Kejadian 22:16-18
Kerabatku sekalian, kenapa anda mencobai seseorang? Anda mencobai seseorang karena tidak tahu dan ingin tahu. Anda mencobai seseorang untuk menampi alias menyaring. Tujuan pencobaan adalah Quality Control (QC). Ada yang lolos QC ada yang tidak lolos. Pembantu rumah tangga yang tidak lolos QC pasti dipecat. Pegawai yang tidak lolos QC pasti di-PHK. Itu sebabnya baik pembantu rumah tangga maupun pegawai disebut KARYAWAN. Bila tidak mampu BERKARYA sesuai standard, mustahil dipekerjakan. Semua TUAN merasa dirinya BIJAKSANA dan PINTER ketika memecat pegawai-pegawainya yang tidak lolos QC. Semua tuan merasa dirinya adil ketika menolak calon-calon karyawan yang tidak lolos QC. Itu sebabnya mereka disebut TUAN.
Anak-anak seperti apa yang anda harapkan? Apakah anak-anak anda lahir sesuai harapan anda? Apa yang anda lakukan terhadap anak-anak yang lahir tidak sesuai harapan anda? Apa yang anda lakukan ketika anak-anak anda lahir tidak seganteng dan secantik yang anda harapkan? Apa yang anda lakukan ketika anak-anak anda lahir cacat? Ketika anak-anak lahir, apa harapan anda terhadap mereka dalam pertumbuhannya? Apakah mereka bertumbuh kembang sesuai dengan harapan anda? Anda punya harapan terhadap anak-anak anda. Itulah standardnya. Anda melakukan QC atas mereka. Ada yang lolos QC ada yang tidak. Apa yang anda lakukan terhadap anak-anak yang tidak lolos QC? Anda membunuh mereka? Anda membuang mereka? Anda menghukum mereka? Anda menyiksa mereka? Anda kecewa, sedih, kesal, marah bahkan tidak menyukai mereka namun tidak pernah membenci mereka, itu sebabnya tidak pernah mereka-reka cara untuk menyakiti apalagi membunuh mereka. Ada kalanya anda gelap mata lalu murka membabibuta namun ketika hal itu berlalu anda pun menyesalinya. Anda berusaha dengan berbagai cara agar anak-anak memenuhi KUALITAS yang anda harapkan dari mereka namun ketika mereka gagal bahkan menolak harapan anda mentah-mentah, anda sakit hati namun tidak mendendam itu sebabnya tidak mencari-cari cara untuk balas dendam.
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Yakobus 1:13
Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Kejadian 9:5
Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6
Hubungan tuan dan karyawan berbeda dengan hubungan antara orang tua dan anak. Bila karyawan tidak berkarya dengan baik maka TUAN yang pinter dan bijaksana akan menghukumnya bahkan memecatnya lalu mencari yang lainnya. Meskipun anak-anak tidak memenuhi harapan orang tuanya, walaupun merasa sakit hati namun orang tua tidak akan pernah membenci anak-anaknya apalagi membalas dendam kepada mereka. Itu sebabnya Allah tidak DICOBAI oleh manusia. Itu sebabnya Allah tidak MENCOBAI manusia. Karena manusia adalah anak-anak-Nya, BUKAN hamba-Nya. Itu sebabnya kita menyapa Allah dengan sebutan BAPA, bukan TUAN apalagi TUHAN (mahatuan).
Allah berusaha dengan berbagai cara agar anak-anak-Nya hidup saling mengasihi dan tidak saling menyakiti apalagi saling menjahati. Ketika melihat bumi penuh dengan kekerasan Allah sedih dan kesal bukan kepalang namun Dia tidak akan pernah membalas dendam kepada anak-anak-Nya setelah mereka nggak bisa berbuat jahat lagi karena MATI. Allah tidak akan menyiksa apalagi memusnahkan siapa pun walaupun dia jahat. Di dalam seluruh Alkitab, Allah hanya akan menuntut balas kepada para pembunuh manusia. JANGAN membunuh manusia sebab pada saat anda MEMBUNUH saya maka pada saat yang sama saya pun MEMBUNUH anda. Pada saat saya lenyap dari kehidupan anda maka anda pun hilang dari kehidupan saya. Kenapa demikian? Karena ketika tubuh saya mati jiwa saya tetap hidup. Ketika tubuh saya mati bagi anda maka tubuh anda pun mati bagi jiwa saya.
Kerabatku sekalian, Allah tidak MENCOBAI itu sebabnya Dia tidak MENGHAKIMI. Karena tidak MENGHAKIMI maka Allah tidak MENGHUKUM. Yesus mati menggantikan manusia menerima hukuman Allah? Itu DONGENG belaka!
NB.
Hai hai menantang Esra Alfred Soru dan siapa saja untuk BERAPOLOGETIKA menghadapi 7 blog hai hai di bawah ini di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Apabila yang diajarkan oleh hai hai benar maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukung yang diajarkannya. Atas tantangan tersebut, Esra Alfred Soru menyatakan, “Benar sekali pak Albert, saya memang tak tertarik debat dengan orang seperti si Bugil ini, tapi kadang kita perlu melempar seekor anjing walaupun kadang kita abaikan gonggongannya.” Ini adalah blog ke 6 dari 7 blog tantangan hai hai. Semoga Esra Alfred Soru bisa melempar anjing dengan tepat dan membungkam gonggongan hai hai atau dia cukup JANTAN untuk mengakui KEBENARAN? Ha ha ha ha …..
- Bengcu Menggugat karena Yesus MUSTAHIL iman, nabi dan raja Yahudi.
- Bengcu Menggugat karena “3 hari 3 malam = hari ke 3 = setelah 3 hari” adalah ajaran SESAT
- Bengcu Menggugat karena Stefanus MEMBUAL
- Bengcu Menggugat karena Doktri Allah Tritunggal adalah Ajaran SESAT
- Bengcu Menggugat karena Doktrin Yesus Satu pribadi DUA hakekat adalah ajaran sesat
- Bengcu Menggugat Karena Yesus MUSTAHIL mati MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman Allah
- Bengcu Menggugat karena Alkitab MUSTAHIL ditulis atas ILHAM Roh Kudus
RITA RATINA: Karena keadilan Allah, DOSA harus di hukum, untuk mengahdapi murka Allah yang begitu dahsyat, hanya Anak Allah yang sanggup menanggung untuk umat manusia. Bagi anda mustahil, bagi Allah tidak ada yang mustahil, TDAK ADA SATUPUN MANUSIA DAPAT MENANGGUNG KEDAHSYATAN MURKA ALLAH. Untuk meredakan murka Allah, maka Tuhan Yesus harus inkarnasi menjadi manusia, menerima murka Allah yang dahsyat. Allah adalah Roh, dan kekal, itu sebabnya Tuhan Yesus harus menjadi manusia, supaya dapat mati.
Kisanak, anda sedang mengajarkan ajaran Alkitan atau sedang MENDONGENG? bila ajarkan ajaran Alkitab, JANGAN mendongeng. Kutip ayat alkitabya kisanak.
RITA RATINA: Kamu melihat Tuhan dari segi manusia yang terbatas, sedangkan Allah tidak terbatas, sehingga semua yang kamu argumen tentang Tuhan Yesus tidak mungkin menggantikan manusia menanggung murka hukuman Allah adalah hal yang tidak mungkin.
JANGAN SOK TAHU nak. hai hai TIDAK pernah MELIHAT TUHAN. SUMPIH …. nggak pernah melihat TUHAN dech.
RITA RATINA: Anda memang belum dapat melihat segala sesuatu dari pendangan Tuhan, kalau anda dapat melihat dari segi Tuhan, tentu anda tidak akan berani keluarkan kata2 menghina Tuhan.
hai hai MENGHINA TUHAN? ha ha ha ha ha … Bila demikian anda harus MEMBELANYA dong? BERAPOLOGETIKALAH nak. Ha ha ha ha ha …Tunjukkan KESALAHAN hai hai dalam blog ini dan ajarkan yang BENAR.
Memang kamu tidak mungkin dapat mengerti, karena di kasi ayatpun kamu tetap tidak terbuka pikirannya.
Pengkh 7 : 20
7:20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!
Pengkh 9
9:3 Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.
Mazmur 14:2,3
TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.
Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat ; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
I Raja-raja 8
8:46 Apabila mereka berdosa kepada-Mu karena tidak ada manusia yang tidak berdosa dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat,
Yeremia 13:2
Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?
Roma 5 : 12
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang , dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang,karena semua orang telah berbuat dosa.
Roma 9
9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, — supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya —
9:12 dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,”
9:13 seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”
9:14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”
9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
9:17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: “Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.”
9:18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.
9:19 Sekarang kamu akan berkata kepadaku: “Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?”
9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan —
9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih.”
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” di sana akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup.”
9:27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: “Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera.”
9:29 Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: “Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora.”
9:30 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.
9:31 Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.
9:32 Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,
9:33 seperti ada tertulis: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”
Ini ajaran Alkitabnya.
Tuhan tidak perlu di bela oleh manusia ciptaanNya yang terbatas.
Untuk dapat mengenal Allah yang benar, kamu membutuhkan karunia dari Tuhan, kalau tidak kamu seperti yang di katakan di Alkitab.
Efesus 4
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
II Korintus 3
3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Roma 3 : 4
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
Titus 1
1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
Roma 6 : , 20, 21
6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
2 Kor 4 : 4
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Ef 4 : 17 -19
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul , sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Alkitab adalah wahyu Allah yang di berikan kepada anak anak Allah, melalui Alkitablah Allah berbicara kepada manusia , dan memperkenalkan diri Nya dan kehendakNya dan perintah2Nya kepada manusia.
melalui Alkitablah kita dapat mengenal Tuhan, cara berpikirNya, rancanganNya, sehingga anak anak Allah dapat mengenal Tuhan.
kalau bukan anak Allah, tentu akan mengatakan bahwa kamu tidak kenal, tetapi saya kenal Allah saya yang ada di Alkitab, karena memang Dia menghendaki anak anakNya mengenalnya melalui Alkitab.
Apa saja yang Allah menghendaki kita mengetahui dan mengenal Allah, hal2 yang tersembunyi di sembunyikan bagi anakNya, apalagi yang bukan AnakNya, tidak bakalan mengerti dan mengenal Allah Pencipta manusia.
Anda boleh berbual dan mengatakan saya tidak mengenal, sorry bro, saya mengenal sebatas yang Allah nyatakan pada anak Nya melalui Alkitab.
Anak Allah tidak mendongeng Allah seperti anda, tetapi Allah mengenal kepunyaanNya, dan anak anak Allah mengenal Bapa nya, karena Roh Kudus yang diam bersama , menyaksikan pada kita, bahwa kita adalah anak anak Allah .
Rom 8 :
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
2 Tim 2 : 19 Tuhan mengenal kepunyaanNya dengan materai
2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”
hai hai MENGHINA TUHAN? ha ha ha ha ha … Bila demikian anda harus MEMBELANYA dong? BERAPOLOGETIKALAH nak. Ha ha ha ha ha …Tunjukkan KESALAHAN hai hai dalam blog ini dan ajarkan yang BENAR.
Bukankah saya telah memberitahukan kepada anda yang tertulis di Alkitab, tidak ada satupun manusia yang dapat melakukan perbuatan baik tanpa motivasi yang benar di dalam hati dan pikiran.
Jangan terlalu naif, dimana ada manusia yang menolong orang lain dengan tanpa pamrih.
1. mengharapkan di puji orang
2. mengharapkan imbalan suatu saat
3. memenuhi keegoisannya.
4. melakukan hanya karena kewajiban tuntutan agama. dll
Sedangkan orang Kristen yang telah lahir kembali oleh Allah, melakukan karena dia telah menerima anugerah Allah , sehingga ingin menyenangkan Bapanya dengan melakukan kehendakNya, yatiu berbuat baik.
II Timotius 3
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Perhatikan hanya KEPUNYAAN Allah yang di perlengkapi setiap perbuatan baik yang memenuhi standard Allah.
Setiap manusia mempunyai STANDARD, apalagi Allah, standard Allah TIDAK SAMA dengan standard manusia yang terbatas.
Jadi kesalahan anda adalah menganggap standard berbuat baik sama saja, TIDAK , standard manusia saja BERBEDA BEDA, apalagi hendak dibandingkan standard PENCIPTA MANUSIA yang jauh LEBIH TINGGI, please jangan mimpi di siang hari bolong, jangan terlalu naif, bukankah anda orang yang SANGAT BIJAKSANA???
@RITA RATINA, coba baca lagi blog saya ini dengan TELITI dan hati-hati. Lalu KOMENTARILAH. JANGAN OOT nak. hai hailagi nggak nafsu membalas komenar OOT. Di samping itu, Mengutip banyak AYAT itu MUDAH nona. Ha ha ha ha ..
RITA RATINA: Jangan terlalu naif, dimana ada manusia yang menolong orang lain dengan tanpa pamrih.
NONA, hati anda JAHAT itu sebabnya nggak MELIHAT sama sekali bahwa DUNIA ini penuh dengan orang-orang BAIK. Anda tahu berapa banyak orang TIOngHOa dari CINA yang datang ke Yogyakarta ketika gunung Merapi meletus? Berapa banyak yang DATANG ketika Aceh kena GEMPA bumi? Berapa banyak uang yang dikumpulkan oleh RAKYAT CINA untuk membantu? Mereka pasti datang dengan PAMRIH bukan? Jadi mereka dapat APA ketika pulang, nak?
Apa yang anda LAKUKAN ketika SESAMA kita manusai menghadapi BENCANA gempa bumi dan tsunami di Aceh? Apa yang anda lakukan ketika SESAMA kita manusia menghadapi BENCANA gemba bumi dan gunung meletus di Yogyakarta? Ha haha ha ha … Jangan-jangan anda SIBUK bernubuat bahwa BENCANA yang LEBIH dasyat akan dATANG bila rakyat ACEH dan Yogya nggak mau JADIORNG KRISTEN? ha ha ha ha ha ha …
jangan kamu mengira saya tidak mengenal orang Tionghoa, saya sendiri orang Tionghoa, ortu dari Tiongkok asli, saya lahir di Indo, jadi saya mengenal sekali apa motivasi di balik sumbangan2 orang Tionghoa.
Nama, di puji, di hormati, supaya mendapat pahala di mata Tuhan, mencari kemuliaan diri sendiri, meninggikan citra diri, ambisi pribadi.
Itulah tujuan berbuat baik dari kita orang Tionghoa, yang belum hidup di dalam Tuhan.
memang mereka melkukan perbuatan baik, sayangnya hanya separuh kebenaran, sedangkan kalau sudah di dalam Kristus, perbuatan baik itu di lakukan utnuk memuliakan nama Tuhan.
Untuk hal yang demikianpun, belum ada satupun anak Allah mampu melakukan dengan semurna, karena tetap saja selama masih mengenakan kedagingan kita, anak Tuhan tetap dapat jatuh kedalm dosa ambisi pribadi, supaya di puji orang.
Jadi disini saya ingin anda membedakan antara orang yang masih hidup di luar Tuhan , dengan orang yang sudah hidup menjadi anak Tuhan.
Orang yang hidup di luar Tuhan, melakukan perbuatan baik untuk diri sendiri, memuaskan kepuasan diri sendiri, memuliakana diri sendiri karena telah berbuat baik, ingin mendapat tiket ke surga dengan berbuat baik.
Sedangkan orang yang telah berada di dalam Tuhan, menjadi anak Tuhan, dapat melakukan perbuatan baik karena di mampukan Tuhan dengan motivasi untuk memuliakan Tuhan, tetapi karena kelemahan kedagingan, anak Tuhan masih dapat jatuh kedalam dosa meninggikan diri, dan ingin mendapat pujian.
Keselamatan adalah anugerah Allah , bukan usaha manusia, sekalipun kita berkata dan menginji sampai berbusa2, tetapi kalau orang itu tidak mendapat anugerah Allah, tetap saja dia tidak dapat menjadi orang Kristen.
Kalau demikian untuk apa menginjili ? karena itu adalah amanat agung Tuhan Yesus, beritakan Injil keselamatan, karena siapa yang dipilih Allah untuk menjad anakNya, kita tidak mengetahuinya.
Kita hanya sebagai alat yang di pakai, yang menentukannya adalah Tuhan.
Anugerah Allah adalah pemberian cuma cuma dari Allah kepada orang berdosa yang tidak layak menerimanya, bukan karena keadaan orang itu, tetapi dalam keadaan berdosa yang tidak layak sama sekali, Tuhan memberikan pemberian anugerah keselamatan.
Itu makanya orang yang telah mendapat anugerah keselamatan Allah, mempunyai tanggung jawab berbuat baik , bukan supaya dapat keselamatan, tetapi karena sudah mendapat keselamatan.
Jadi Hai hai, ingatlah bahwa, tidak seorangpun dapat menjadikan orang lain menjadi Kristen, manusia tidak mempunyai kuasa demilkian, jangan mengira karena kamu menginjil orang , kamulah membuat orang itu menjadi Kristen, TIDAK.