Allah Tritungal itu ibarat tiga orang kembar siam. Walaupun ketiganya adalah tiga orang yang berbeda namun ketiganya adalah satu orang yang sama. Meskipun ketiga pribadi itu berbeda-beda namun tubuhnya satu. Tiga namun ESA.
Memberanikan diri bertanya, di dalam buku berjudul Institutio, John Calvin menulis:
Dari Alkitab harus kita ambil aturan yang pasti, baik untuk pikiran kita maupun untuk ucapan kita, aturan yang kita pakai untuk mengukur segala pikiran otak kita dan segala ucapan mulut kita. Tetapi siapa gerangan yang akan menghalangi kita untuk menguraikan dengan kata-kata yang lebih jelas perkara-perkara di dalam Alkitab yang membingungkan dan mengalutkan pikiran kita? Asal saja kata-kata itu kita pakai untuk melayani kebenaran Alkitab dengan taqwa dan setia dan di gunakan tidak terlalu sering dan bebas dan hanya pada kesempatan-kesempatan yang baik. John Calvin – Institutio – Pengajaran Agama Kristen, hal 34
Pertama, yang saya namakan PERSONA (PRIBADI) ialah suatu SUBSISTENSI (substantia) di dalam HAKIKAT Allah yang meskipun berhubungan dengan yang lainnya, berbeda karena suatu sifat yang tak dapat menjadi kepunyaan dari yang lain. Tetapi, istilah SUBSISTENSI itu menurut kami harus menunjukkan sesuatu yang lain dari HAKIKAT. Sebab, jika FIRMAN itu sama saja dengan Allah dan tidak mempunyai suatu sifat yang khas, maka Yohanes kurang tepat waktu ia berkata bahwa Firman itu selama-lamanya telah ada bersama-sama dengan Allah (Yohanes 1:1). Bila kemudian ditambahkannya bahwa Firman itu juga Allah sendiri, ia mau memanggil kita kembali kepada hakikat yang satu itu. Tetapi, oleh karena Firman itu tidak mungkin ada bersama-sama dengan Allah kalau tidak berdiam di dalam Bapa, maka lahirlah wawasan SUBSISTENSI yang kami sebut tadi. Istilah inilah yang cocok untuk mengungkapkan bahwa Dia, meskipun terpaut dengan ikatan yang tak teputuskan dengan hakikat sendiri, masih mempunyai istimewa yang membedakan-Nya dari hakikat itu. Ibid, hal 36
Kedua, telah juga saya katakan bahwa ketiga SUBSISTENSI itu masing-masing berhubungan dengan yang lain sedangkan sifatnya berbeda. Dalam ayat tadi, hubungan itu diungkapkan secara khusus karena bila menyebut Allah begitu saja, tanpa ada suatu yang khusus yang ditentukan, nama itu dapat saja menunjukkan Anak atau Roh Kudus, maupun Bapa. Tetapi bila Bapa dibandingkan dengan anak, masing-masing terbedakan karena sifatnya. Ibid, hal 36-37
Ketiga, saya tegaskan bahwa apa yang menjadi sifat khas salah satu SUBSISTENSI itu tidak dapat dialihkan kepada yang lain karena segala sesuatu yang dianggap ada pada Bapa sebagai tanda membedakan-Nya, tidak dapat menjadi kepunyaan Anak, tidak pula dapat dialihkan kepada-Nya. Dan juga perumusan yang diberikan oleh Tertullianus saya sukai asal saja diartikan dengan tepat: Di dalam diri Allah ada suatu pengaturan atau suatu tertib yang tak mengubah apa-apa pada kesatuan hakikat. Ibid, hal 37
Bapa, Anak dan Roh, kata-kata ini memang menunjuk pada perbedaan yang sesuai dengan kenyataan, supaya tak ada yang mengira bahwa kata-kata itu merupakan julukan saja, yaitu hanya untuk menyatakan Allah dengan berbagai cara menurut karya-Nya. Tetapi, kita harus ingat bahwa ini merupakan perbedaan dan bukan pembagian. Anak mempunyai kekhasan yang membedakan-Nya dari Bapa, sebab tak mungkin Firman ada bersama-sama dengan Allah kecuali jika Firman itu lain dari Bapa dan tak mungkin firman itu mempunyai kemuliaan di hadapan Bapa jika tidak berbeda dari Bapa. Demikian pula, anak itu membedakan Bapa dari diri-Nya. Lagi pula, yang turun ke bumi bukan Bapa melainkan yang KELUAR dari Bapa; yang mati dan bangkit kembali bukan Dia melainkan yang diutus oleh-Nya. Perbedaan antara Roh Kudus dan Bapa dinyatakan oleh Kristus, waktu Dia berkata bahwa Roh Kudus itu terbit dari Bapa; perbedaan Roh Kudus dengan diri-Nya dinyatakan-Nya setiap kali Dia menyebut-Nya sebagai “se-Orang lain”, seperti pada saat Dia menyatakan bahwa Dia akan mengutus seorang Penolong yang lain dan juga dalam beberapa tempat lain. Ibid hal 37-38
Saya tidak tahu, apakah bijaksana mengambil persamaan dari hal-hal yang termasuk lingkungan manusia untuk mengungkapkan sifat perbedaan itu. Tetapi tidaklah baik untuk menutupi perbedaan yang kita lihat dinyatakan dalam Alkitab yaitu bahwa Bapalah yang dianggap pangkal penggerak segala kegiatan, sumber dan asal segala sesuatu; Anaklah yang dianggap mempunyai hikmat dan kebijaksanaan dan pengaturan segala kegiatan dan bahwa Roh Kudus dipandang sebagai sebab yang membuat kegiatan itu ampuh dan berhasil. Lagi pula, memang keabadian Bapa juga menjadi kebadaian Anak dan keabadian Roh mengingat bahwa Allah tak pernah mungkin tanpa hikmat dan kekuatan-Nya dan bahwa dalam keabadian tidak usalah dicari mana yang dahulu mana yang kemudian. Meskipun demikian, bukanlah tidak perlu atau sia sia memperhatikan urutan antara Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa disebut yang pertama sesudahnya anak sebagai yang berasal dai Bapa lalu Roh Kudus sebagai yang berasal dari kedua-duanya sebab pikiran setiap orang sudah sewajarnya cenderung paling dulu memperhatikan Allah lalu hikmat-Nya yang bersumber pada-Nya akhirnya kekuatan-Nya yang dipakai-Nya untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan-Nya. Oleh karena itu, Anak dikatakan keluar dari Bapa saja dan Roh dari Anak dan Bapa. Ibid hal 38-39
Yang dimaksudkan dengan sebutan-sebutan yang menunjukkan perbedaan ini, kata Agustinus, “Ialah hubungan yang ada antara pribadi yang satu dengan yang lain, bukan ZAT yang membuat ketiga-tiganya merupakan keesaan. Pada tempat lain Agustinus menguraikan dengan baik dan dengan jelas sebab perbedaan itu. Katanya, “Kristus dinamakan Allah bila dilihat berhubungan diri-Nya sendiri. Berhubungan dengan Bapa, Dia dinamakan Anak. Demikian pula Bapa, dilihat berhubungan dengan diri-Nya sendiri, dinamakan Allah; berhubungan dengan Anak, Dia dinamakan Bapa. Yang dinamakan Bapa bila dilihat dalam hubungan dengan Anak, bukanlah Anak; demikian pula yang dinamakan Anak dilihat dalam hubungan dengan Bapa, bukanlah Bapa. Tetapi, yang dinamakan Bapa dilihat dalam hubungan dengan diri-Nya sendiri dan yang dinamakan Anak dilihat dalam hubungan dengan diri-Nya sendiri adalah Allah yang sama. Ibid hal 39
Oleh karena itu, baiklah mereka yang suka akan kesederhanaan dan yang puas dengan patokan iman, menerima secara singkat apa yang ada gunanya diketahui. Bila kita menyatakan percaya kepada satu Allah, hendaknya dengan nama itu dimaksudkan hakikat yang tunggal saja yang kita pahamkan mengandung tiga pribadi atau hyposteseis. Demikian pula setiap kali nama Allah disebut dengan arti umum, tanpa penentuan yang lebih tepat, maka yang dimaksudkan baik Anak dan Roh Kudus maupun Bapa. Tetapi bila Anak disebut bersama dengan Bapa maka kita berurusan dengan hubungan anatara yang satu dengan yang lain. Begitulah kita mengadakan perbedaan antara pribadi-pribadi. Ibid hal 40
Kita akan berpegang pada apa yang telah dengan secukupnya dibuktikan dari Alkitab yaitu bahwa Allah satu hakikat-Nya, yang tak dapat dibagi-bagi meskipun hakikat itu ada pada Bapa, ada pada Anak dan ada pada Roh Kudus. Demikian pula bahwa karena salah satu sifat-Nya Bapa berbeda dari Anak dan anak dari Roh Kudus. Ibid hal 40
Saya yakin bahwa saluruh bahan ajaran ini telah diterangkan dengan tepat di sini, asal saja si pembaca mau mengendalikan hasrat ingin tahunya dan tidak terlampau mengingingkan perdebatan-perdebatan yang merugikan dan membingungkan. Sebab, saya tidak rela kalau harus memuaskan mereka yang kesenangannya ialah mengarang pemikiran teoritis yang bukan-bukan. Ibid hal 40
Bengcu Menggugat hai hai Mengungkap:
Doktrin Tritunggal termasuk doktrin monoteisme yang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. Dan Allah Yang Maha Esa itu mempunyai tiga pribadi, bukan satu. Pribadi pertama adalah Allah Bapa, pribadi kedua adalah Allah Anak (Yesus Kristus) dan pribadi ketiga Roh Kudus. Tiga pribadi bukan berarti tiga Allah, dan satu Allah bukan berarti satu pribadi. Tiga pribadi itu mempunyai satu esensi atau sifat dasar (Yunani: Ousia, Inggris: substance) yang sama, yaitu Allah. Allah Bapa adalah Allah, Allah Anak adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah, namun ketiga-Nya mempunyai satu ousia, yaitu esensi Allah. Stephen Tong – Allah Tritunggal, hal 20-21
Dalam sejarah Kekristenan hanya ada dua Teolog yang mengajarkan doktrin Allah Tritunggal dengan logis dan sistematis serta tegas dan gamblang sehingga sulit sekali untuk dilawan. Yang pertama adalah John Calvin yang hidup sekitar 500 tahun yang lalu dan yang kedua adalah Pdt. Dr Stephen Tong, sang hamba Allah, pelayan manusia.
Selama bertahun-tahun saya meyakini ajaran kedua teolog tersebut sebagai ajaran Alkitab sampai saya mengujinya dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran dan menemukan fakta bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Itu sebabnya, dalam kesempatan ini saya mengutip ajaran kedua Teolog agung tersebut untuk diuji dengan Alkitab sebagai standard kebenaran dan sumber pustaka.
Ada orang yang tersesat ada pula orang yang menjadi penyesat. Orang tersesat berbeda dengan penyesat. Orang tersesat adalah orang yang menjalani jalan yang salah karena tidak tahu jalan yang benar. Penyesat adalah orang yang tahu jalan yang benar namun sengaja memimpin orang ke jalan yang salah.
Tentang doktrin Allah Tritunggal, John Calvin walaupun tersesat dan ajarannya menyesatkan namun dia bukan penyesat karena belum pernah ada orang yang menggunakan Alkitab sebagai standard kebenaran dan sumber pustaka, membuktikan kepadanya bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Hal yang sama pun berlaku bagi Pdt. Dr. Stephen Tong.
Tiga Allah Kembar Siam
Pada akhir tahun 80 an, ketika memimpin seminar Allah Tritunggal di Jakarta, Pdt. Dr. Stephen Tong menyatakan bahwa belum ada perumpamaan yang mampu menggambarkan doktrin Allah Tritunggal dengan sempurna. Pada saat itu saya berjanji di dalam hati untuk berusaha menemukan perumpamaan yang paling sempurna untuk menggambarkan doktrin Allah Tritunggal. Setelah bertahun-tahun berusaha akhirnya saya menemukannya.
Allah Tritungal itu ibarat tiga orang kembar siam. Walaupun ketiganya adalah tiga orang yang berbeda namun ketiganya adalah satu orang yang sama. Meskipun ketiga pribadi itu berbeda-beda namun tubuhnya satu. Tiga namun ESA.
Allah Tritunggal adalah satu Allah yang terdiri dari tiga pribadi yang berbeda. Allah Tritunggal adalah tiga Allah yang terdiri dari satu hakekat. Allah Tritunggal adalah tiga Allah kembar siam.
Doktrin Allah Tritunggal Mustahil Ajaran Alkitab
Kerabatku sekalian, apa yang diajarkan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong dan John Calvin tersebut di atas memang nampak logis dan sistematis, namun sama sekali tidak alkitabiah. Kenapa demikian? Karena Alkitab tidak mengajarkan hal demikian. Yang saya maksudkan bukan Alkitab tidak mengajarkan frasa Allah Tritunggal. Yang saya maksudkan bukan Alkitab tidak mengajarkan kata pribadi dan hakekat. Yang saya maksudkan adalah Alkitab sama sekali tidak mengajarkan tentang tiga Allah yang satu hakekat alias satu Allah tiga pribadi.
Alkitab mengajarkan dengan gamblang bahwa manusia adalah DIKOTOMI yang terdiri dari TUBUH dan JIWA. Alkitab juga mengajarkan dengan tegas bahwa manusia adalah TRIKOTOMI yang terdiri dari TUBUH dan JIWA serta ROH KUDUS. Namun tidak ada satu ayat Alkitabpun yang mengajarkan bahwa Manusia adalah DIKOTOMI yang terdiri dari PRIBADI dan HAKEKAT.
Memang banyak teolog, salah duanya adalah Budi Asali Mdiv dan Esra Alfred Soru yang mengajarkan bahwa manusia adalah DIKOTOMI yang terdiri dari HAKEKAT dan PRIBADI. Itu sebabnya mereka juga mengajarkan bahwa Yesus memiliki DUA hakekat dan SATU pribadi. Namun para teolog demikian hanya bisa gigit jari ketika ditanya: Tubuh itu hakekat atau pribadi? Jiwa itu hakekat atau pribadi? Roh Kudus itu hakekat atau pribadi? Ketika manusia mati, yang mati itu hakekatnya atau pribadinya? Ketika Yesus mati, yang mati itu hakekat-Nya atau pribadi-Nya? Ayat Alkitab mana yang mengajarkan bahwa manusia itu terdiri dari hakekat dan pribadi? Ayat Alkitab mana yang mengajarkan bahwa Yesus punya satu pribadi dan dua hakekat?
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa Allah itu DIKOTOMI yang terdiri dari PRIBADI dan HAKEKAT. Itu sebabnya mustahil ada ayat Alkitab yang mengajarkan tentang TIGA Allah SATU hakekat alias SATU Allah TIGA pribadi. Oleh karena itu, meskipun NGOTOT sampai kuda gigit jari Doktrin Allah Tritunggal mustahil ajaran Alkitab. Karena Alkitab tidak mengajarkannya maka Doktrin Allah Tritunggal nggak mungkin WAHYU Allah.
Karena Alkitab tidak mengajarkannya lalu dari mana Pdt. Dr. Stephen Tong dan John Calvin mendapatkan ajaran demikian? Dari buku-buku teologi yang mereka pelajari. Karena menyangka yang diajarkan oleh buku-buku Teologi itu adalah ajaran Alkitab maka mereka pun mengajarkannya sebagai ajaran Alkitab.
Karena Alkitab tidak mengajarkannya lalu dari mana para teolog sebelum John Calvin tahu bahwa Allah itu DIKOTOMI yang terdiri dari PRIBADI dan HAKEKAT? Dari mana mereka tahu bahwa yang TIGA itu PRIBADINYA dan SATU itu HAKEKATNYA? Tahu dari hongkong kali? Ha ha ha ha …..
John Calvin Membual
John Calvin: yang saya namakan PERSONA (PRIBADI) ialah suatu SUBSISTENSI (substantia) di dalam HAKIKAT Allah yang meskipun berhubungan dengan yang lainnya, berbeda karena suatu sifat yang tak dapat menjadi kepunyaan dari yang lain. Tetapi, istilah SUBSISTENSI itu menurut kami harus menunjukkan sesuatu yang lain dari HAKIKAT. Sebab, jika FIRMAN itu sama saja dengan Allah dan tidak mempunyai suatu sifat yang khas, maka Yohanes kurang tepat waktu ia berkata bahwa Firman itu selama-lamanya telah ada bersama-sama dengan Allah (Yohanes 1:1). Bila kemudian ditambahkannya bahwa Firman itu juga Allah sendiri, ia mau memanggil kita kembali kepada hakikat yang satu itu. Tetapi, oleh karena Firman itu tidak mungkin ada bersama-sama dengan Allah kalau tidak berdiam di dalam Bapa, maka lahirlah wawasan SUBSISTENSI yang kami sebut tadi. Istilah inilah yang cocok untuk mengungkapkan bahwa Dia, meskipun terpaut dengan ikatan yang tak teputuskan dengan hakikat sendiri, masih mempunyai tanda istimewa yang membedakan-Nya dari hakikat itu. Ibid, hal 36
Pada mulanya adalah Firman (Logos); Firman itu bersama-sama dengan Allah (Theos) dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Yohanes 1:1-2
John Calvin: Yohanes kurang tepat waktu ia berkata bahwa Firman itu selama-lamanya telah ada bersama-sama dengan Allah (Yohanes 1:1).
Yohanes 1:1: Pada mulanya Firman itu bersama-sama dengan Allah.
Hai hai: John Calvin membual karena “Pada mulanya” MUSTAHIL “selama-lamanya.”
John Calvin: Bila kemudian ditambahkannya bahwa Firman itu juga Allah sendiri, ia mau memanggil kita kembali kepada hakikat yang satu itu.
Yohanes 1:1: Firman itu adalah Allah
Hai hai: John Calvin membual karena Yohanes 1:1 sama sekali tidak bicara tentang HAKEKAT.
John Calvin: Firman itu tidak mungkin ada bersama-sama dengan Allah kalau tidak berdiam di dalam Bapa.
Yohanes 1:1: Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Hai hai: Kerabatku sekalian, si Paijo tidak perlu berdiam di dalam IBU-nya untuk ada bersama-sama dengan mamanya bukan? Apakah John Calvin ada di dalam Michael Servetus (orang yang dihukum BAKAR) ketika dia ada bersama-sama dengannya? John Calvin benar-benar mengenaskan ketika membual: Firman itu tidak mungkin ada bersama-sama dengan Allah kalau tidak berdiam di dalam Bapa. Ha ha ha ha ha ha ha ha …
Kesimpulan
Kerabatku sekalian, karena Alkitab TIDAK pernah mengajarkan bahwa Allah itu DIKOTOMI yang terdiri dari PRIBADI dan HAKEKAT maka doktrin Allah Tritunggal yang didirikan di atas AKSIOMA Allah itu DIKOTOMI yang terdiri dari PRIBADI dan HAKEKAT adalah PEPESAN kosong alias omong kosong belaka.
NB.
Tentang Esra Alfred Soru, inilah yang tertulis di Esra Soru Friends Community: Esra Soru sosok kontroversial yang menjadi pokok pembicaraan akhir2 ini karena Kegigihannya dalam mempertahankan Kebenaran Kristen yang berakar pada Firman Tuhan. Tak Jarang Beliau melakukan Perdebatan dan menyerang ajaran2 palsu di kalangan Kristen yang Tidak sesuai dengan Firman Tuhan, seperti saksi Yehovah, Pluralisme agama, Yahweisme, Unitarian, dll. maupun meladeni tantangan Islam yang menyerang Fondasi Kekristenan. Sehingga Membuatnya digemari maupun ditentang banyak pihak baik dari pihak Kristen sendiri maupun Non Kristen.
Kenapa sampai hari ini Esra Alfred soru yang mulia itu nggak BECUS membuktikan pernyataannya, “Benar sekali pak Albert, saya memang tak tertarik debat dengan orang seperti si Bugil ini, tapi kadang kita perlu melempar seekor anjing walaupun kadang kita abaikan gonggongannya.”
Untuk membaca blog-blog tentang Allah Tritunggal yang lain, silahkan klik di SINI.
ha… ha… ha… belum pernah, saya neliti besar kecil kembar siam.
@manulang,saya memang sudah baca SEBAGIAN BESAR TULISAN PAK HAI2 ,malah saya selalu tunggu apa yang terbaru, tentu saya tanya pak hai2 karena di sabda space dan forum lainya banyak yang menentang tulisan2 pak hai2 yg menurut mereka pak hai2 SESAT, tapi menurut yang lainya tulisan pak hai2 diterima, jadi saya tanya apakah saya yang BINGUN dalam membaca ataukah mereka yang BINGUN, dalam topik pak hai2 yg lain, pak hai2 menjelaskan bahwa Yesus naik dan menjadi SATU dengan Allah Bapa, itu sebabnya dalam penglihatan di Patmos Yohanes tidak melihat Yesus dalam bentuk yg dikenalnya.
menurut saya ; dari penjelasan pak hai2 diatas berarti Yesus adalah bagian dari Allah Bapa. lah kalau dijelasin begitu kok dikatain SESAT kan aneh ….. !
gitu aja kok agak aneh ….. aneh dech!
Saya pernah membaca artikel di blog yahudi, tentang TIGA NAMA ALLAH yang dikenal mereka;
1) Elohim / ALHYM ; adalah nama otoritatif Allah.
2) YHVH ; adalah nama Ilahi Allah.
3) AHYH ; adalah nama Kudus Allah, dikenal juga sebagai Urapan. (saya masih simpan uraian panjang lbr artikel ini)
Berarti 3 nama Allah sudah di kenal oleh yahudi dahulu kala sebelum Yesus lahir, karena tiga nama ini diambil ketika Musa bertatapan dengan YHVH, Saya kira nama Tritunggal hanyalah kesepakatan untuk memudahkan saja dalam pengertian 3 nama Allah, toh kita tetap percaya pada SATU HAKEKAT.
@Tiga Lantai, bila demikian kenapa bilang KEMBAR siam besarnya SAMA?
@yemima, wow … Saya kok nggak tahu ya kalau di Alkitab Perjanjian Lama ada nama AHYH? Maukah anda menjelaskannya lebih gamblang atau memberi link di internet yang mengajarkan hal demikian?
Oleh karena sedang membahas tentang tritunggalisme.
1) Elohim / ALHYM ; adalah nama otoritatif Allah.
2) YHVH ; adalah nama Ilahi Allah.
3) AHYH ; adalah nama Kudus Allah
Google translate (dan sedikit koreksi). selamat membaca
1) “AaLa-HaYim” atau AaLe-HaYim (ID, Pujilah Dia)
adalah nama Resmi Allah, bahwa Allah adalah Penguasa dari semua yang hidup. Dengan demikian Allah memiliki wewenang untuk membuat perintah-perintah dan kekuasaan untuk menegakkan perintah-perintah-Nya.
“Aa-La atau” A-Le “(PH) adalah tunggal maskulin, dan selalu memiliki kata kerja tunggal. Dan juga diucapkan Aa-Le / atau Aa-Li (ID).
Yang piktogram pertama dari sistem Proto banjir Logoraphic pra dilambangkan oleh Ari (singa). Yang pertama piktogram hieroglif (Mesir) sistem adalah; Eagle. Yang piktogram pertama dari sistem (Kanaan) Fenisia adalah; Lembu.
a) “Aa” pra banjir Proto asli Logoraphic “Alef” melambangkan Ari (Lion King). Artinya, “Allah adalah The;. Penguasa (Raja) dari bumi (tanah)” Ari juga ditemukan di dalam Taurat mewakili suku Yehuda dan Raja Daud.
* Aa juga dilambangkan dalam Yehezkiel 1; Allah menyatakan diri-Nya sebagai; manusia (YHVH), singa (Alef), sapi (Lamid), dan elang.
b) “La”; (atau “Le / Li”); pra banjir Proto kuno Logoraphic “lamid” melambangkan “Le” vi athan (laut dinosaurus). Artinya, “Allah adalah Yang, Imam dari langit (air).” Orang Lewi juga nama mereka berasal dari “Lewi” athan. Leviathans ditemukan dalam Taurat / Tanakh terutama dalam Ayub. Sebagian besar ritual pemurnian Lewi Priestly melibatkan air.
Aa-La (BBH) disimbolkan sebagai; “. Singa Leviathan”
Aa-La, parafrase sebagai; “Raja dan Imam, atas bumi dan surga.”
Di negara-negara Semit nama Allah adalah “Al – ah (Allah),” yang berarti, “Raja dan nafas kehidupan.”
Septuaginta Yahudi menggunakan bahasa Yunani; “Theos (Tuhan)” untuk “AaLa,” menyiratkan; “Pemerintahan.”
c. AaLa-“HaYim” (PH) adalah “gabungan nama”;
“AaLa” adalah tunggal maskulin, melambangkan; “Singa Leviatan (Raja dan Imam).”
“HaYim” adalah jamak;
“Ha” adalah suatu kata sifat Heh, berarti; “The”
“Y” melambangkan “yod”; “kehidupan atau makhluk hidup.” Sebagai Cha-“Yah” Gen 2:7, 3:22.
“Im” menunjukkan bentuk jamak dari yod “Y”. “Yim” secara harfiah berarti, “hidup atau hidup” (surga “s”, bumi, air “s”, tanaman “s”, dan hewan “s”).
“AaLa-HaYim” (ID) terjemahan literal adalah, “Singa – Leviathan – yang Hidup.”
“AaLa-HaYim” parafrase sebagai; “Raja dan Imam, atas bumi dan surga, orang hidup (surga” s “, bumi, air” s “, tanaman” s “, dan hewan” s “).”
Di negara-negara bahasa Aram nama Allah adalah; “Alah-Yim (Allah – Yim),” parafrase berarti, “Raja dan nafas hidup – hidup.”
d. Taurat dan Septuaginta selalu menggunakan “kata kerja tunggal” dengan; Theos (Tuhan).
e. Nama senyawa Ibrani lainnya;
“Ala / Ha / Yim” (BBH) mirip dengan “Av / ra / ham” (ayah dari bangsa-bangsa).
Awalan; Avra (ayah pertama) adalah tunggal, akhiran “ham” (bangsa) adalah jamak.
AaLa-HaYim (PH); yang AaLa prefix adalah tunggal, dan HaYim akhiran (hidup) adalah jamak.
f) AaLa-Hayam, Man diurapi sebagai AaLa-Ha “Yam” berarti; “” Yam. “Hidup bangsa,” seorang penguasa sub suku bangsa sebagai Abra “ham” (Yim berarti “semua yang hidup,” sebagai. Allah adalah penguasa seluruh hidup dan semua bangsa).
2) YHVH (Pujilah Dia)
adalah Allah “Ilahi *” nama / judul, lebih lanjut menjelaskan ALHYM. Bahwa Allah juga “memberi dan mengambil hidup.”
YHVH (PH) adalah Nama Ilahi Allah, hanya untuk digunakan di tempat-tempat Kudus, antara orang-orang Kudus. YHVH (PH) tidak bisa dikatakan di depan umum, atau di tempat umum, antara orang-orang kudus.
* “Ilahi” berarti; memiliki Tuhan seperti atribut “.
Gen 1; adalah cerita penciptaan, Allah menggunakan ALHYM sebagai nama-Nya. Tapi, di Gen 2, langit dan bumi selesai dan Allah memberkati hari ketujuh itu serta menguduskan. Jadi dari hari ketujuh, judul Allah adalah “YHVH ALHYM”, bahwa Allah terus menjadi sumber kehidupan, dan Penguasa dari semua yang hidup.
Kejadian 2:4, adalah pertama kalinya “YHVH ALHYM” (PH) digunakan. Selain itu, Allah mengungkapkan diriNya kepada Musa sebagai “YHVH ALHYM” (PH).
Banjir kuno asli Proto pra Logoraphic makna bagi YHVH; “Y-aH-V-aH”;
a) Dalam nama Allah “Yah,” melambangkan “Y” yod “hidup”, dan “aH” melambangkan; “napas” (yang sedang, esensi, atau roh Allah). Akar “aH” adalah dari “udara atau angin, seperti dalam Kejadian 2:7, dan 3:22 di mana arti dari” Cha-YAH “adalah;” nafas hidup “.
“Y-aH” secara harfiah berarti; “Nafas Kehidupan (maskulin).
b) “V-aH *” secara harfiah berarti, “dan Nafas (feminin).” “aH” adalah dalam bentuk feminin dari “nafas” (yang, esensi, atau roh Allah). V-aH adalah nafas kehidupan yang diberikan dari melahirkan. Akar dari “aH” adalah dari “udara atau angin seperti dalam Kejadian 2:7, 3:22;” chayah “Seperti dalam nama wanita Yahudi dari Havah / Chavah (Hawa) di mana” Ha-vah berarti “nafas. kehidupan. ”
* “Vah” sebagai “HaVah” (Hawa) Kej 3:20 Dan pria itu bernama istrinya HaVah (Hawa) karena dia adalah ibu dari semua yang hidup.
c) “Y-aH-V-aH” secara harfiah diterjemahkan; “Hidup Napas * (m) dan Nafas (f).”
Kebanyakan penerjemah Inggris menerjemahkan YHVH sebagai; “Tuhan.”
d) “Y-ah-ah-V AaLa-HaYim,” parafrase berarti, “Aku;” Napas Hidup (m) dan Nafas (f), Raja dan Imam, atas bumi dan surga, orang hidup (manusia, surga “plural”, bumi, air “plural”, tanaman “plural”, dan hewan “plural”).
Allah sebagai YHVH menciptakan manusia menurut gambar-Nya (YHVH) dan memberikan kekuasaan manusia atas suku keluarganya dan binatang-binatang sebagai AaLaHaYaM (penguasa sub).
“Yah” dibandingkan dengan Yehezkiel 1; Allah menyatakan diri-Nya sebagai; manusia (Yah), singa (Ari), sapi (Lewi), dan elang.
Y-aH-aH V-ALaHaYiM berarti; “Allah memiliki wewenang untuk” memberi dan menerima kehidupan, “dan hak untuk membuat perintah-perintah dan menegakkan perintah-Nya. ALHYM YHVH adalah nama untuk dihormati, dihormati dan ditakuti oleh semua orang, baik oleh raja-raja dan petani sama.
e) Namun, bukannya untuk mengatakan nama Allah “YHVH atau AHYH,” Ibrani Semit awalnya tersubstitusi; “Saya” di tempat YHVH atau AHYH (yang diambil dari Gen 5 Perintah Pertama; “Aku” YHVH ALHYM. ” ). “YHVH” selalu tunggal dengan kata kerja tunggal.
“Aku” = “YHVH atau AHYH (ID)”
Dengan demikian Anda akan mencatat, Septuaginta LXX (300BCE), menggunakan “I Am” untuk menerjemahkan nama Allah, daripada “YHVH atau AHYH (PH).”
f) menggunakan Septuaginta Yahudi; “Kyrios Theos” (Tuhan Allah) untuk menggambarkan YHVH ALHYM.
Tapi di era pasca jaman jahil, orang-orang Yahudi yang tidak hubungan dengan Zadokim yang digunakan; “Hasyim (Name) dan Adonai (Tuhan / Master)” di tempat YHVH.
Kemudian pada abad keenam belas ahli Taurat Kristen mulai menggunakan Yehovah atau Yehowah sebagai nama Ibrani Allah.
3) “AHYH” (puji-Nya)
adalah “Nama Imam Kudus” dari Allah, bahwa Allah memberkati orang benar atau mengutuk yang tidak benar.
Pertama kali digunakan dalam Keluaran 3:14, “AHYH” (PH) adalah Nama Imam Kudus dari Allah, hanya untuk digunakan di tempat-tempat Kudus, antara orang-orang Kudus. AHYH (PH) tidak bisa dikatakan di depan umum, atau di tempat umum, antara orang-orang kudus.
Proto banjir kuno asli pra Logoraphic makna bagi Aah YAH (PH) adalah;
a) “aH *” secara harafiah berarti; “Nafas (feminin).” “aH” adalah dalam bentuk feminin dari “nafas” (yang sedang, esensi, atau roh Allah). Akar dari “aH” adalah dari “udara atau angin seperti dalam Kejadian 2:7, 3:22;” Chayah “.
* “Vah” sebagai “HaVah” (Hawa), Gen 03:20 Dan orang itu bernama istrinya HaVah (Hawa) karena dia adalah ibu dari semua yang hidup.
b) Dalam nama Allah, “Yah,” melambangkan “Y” yod “hidup”, dan “aH” melambangkan; “nafas” (yang, esensi, atau semangat hidup). Akar “aH” adalah dari “udara atau angin, seperti dalam Kejadian 2:7, dan 3:22 di mana arti dari” YAH “adalah;” napas “.
“Yah” secara harafiah berarti; “Nafas Kehidupan (maskulin).
c) “AHYH secara harfiah diterjemahkan berarti; Nafas * (f)” dari “Nafas Kehidupan * (m). “Allah adalah nafas (ibu) laki-laki”
* “Napas = sedang itu, esensi atau roh dari Allah.
d) Membandingkan YHVH AHYH;
YHVH = Nafas Kehidupan (m) “dan” Nafas (f). “Allah memberi napas untuk pria dan wanita”.
AHYH = Nafas * (f) “dari” Nafas Kehidupan * (m). “Allah adalah nafas (ibu) laki-laki.” “AHYH” melambangkan orang tua atas anak.
e) Septuaginta Yunani parafrase AHYH sebagai: “I am The Being” (“I am” digantikan “Aah” nama, Mahakudus dihormati dan nama Allah yang ditakuti) Kemudian bukan untuk mengatakan; YAH, Yudea penerjemah menggunakan “I am” di tempat YHVH atau AHYH.
(F) Keluaran 3:14 .
Musa berkata kepada Allah, “Ketika saya datang kepada orang orang Israel dan katakan kepada mereka: ‘Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu’ dan mereka bertanya, ‘Siapa nama-Nya? apa yang harus saya katakan kepada mereka “Dan Tuhan berkata kepada Musa ; ” Ahyh-Asyer-Ahyh. “Dia melanjutkan, Beginilah yang harus kamu katakan kepada orang orang Israel, “Ahyh mengutus aku kepadamu.” (15) Dan Tuhan berkata lebih lanjut kepada Musa, ‘demikianlah harus engkau katakan kepada orang Israel; Tuhan, Allah Nenek moyangmu, Allah Abraham,Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu;
Ini akan menjadi nama Ku selamanya,
Ini adalah peringatan Ku untuk selamanya.
“AHYH-Asyer-AHYH (ID),” “berarti;” “Asyer MENGURAPI (Memberkati)”.
g) AHYH Asyer AHYH, The original literal ancient pre flood Proto Logoraphic dari Ahyh Asyer Ahyh adalah;
“Napas * (f) Nafas Kehidupan * (m)”, yang mengurapi (Memberkati) “Napas * (f) Nafas Kehidupan * (m).
“Bahwa Allah mengurapi / memberkati laki-laki seperti Abraham dan perempuan sebagai Sarah dengan anak-anak.
h) AHYH melambangkan orang tua atas anak:
Berkat Abraham sebagai “Yah / Yam” ayah;
Kejadian 5, Tidak akan lagi nama-Mu Abram disebut, tapi nama-Mu akan menjadi Abraham, bagi ayah dari segala bangsa telah Aku buatkan engkau. 6 Dan Aku akan membuat engkau melebihi berbuah, dan Aku akan membuat bangsa-bangsa dari padamu, dan raja-raja akan keluar dari padamu.
“Abram” menjadi “Abraham.”
Abram (ayah pertama) menjadi Abraham (ayah pertama dari negara).
Memiliki seorang anak / anak-anak adalah yang paling Ilahi Diurapi tindakan manusia sebagai Alhym (AaLe Ha “Yam”), Pemimpin atau Penatua (Raja) dari sukunya sendiri dan bangsa. Sebagaimana Allah memerintah bumi, Abraham akan memerintah atas sukunya.
i) Berkat Sarai sebagai “aH” ibu Ilahi,
Gen 17:15 / 18, Dan Allah berfirman kepada Abraham; “Sebaimana istrimu Saray (Sarai), kamu tidak akan memanggil namanya Saray, tapi namanya harus SaraH. Aku akan memberkatinya, sesungguhnya, Aku akan memberikanmu seorang putra darinya. Aku akan memberkatinya(sarah), sehingga darinya bangkit bangsa; penguasa masyarakat akan keluar darinya “.
Saray menjadi SaraH,
Akhiran dari “aH” Napas = bahwa Sarai akan “Berikan nafas kehidupan” memiliki seorang anak kepada Abraham.
Secara harfiah; Saray ( Ratu Pertama) menjadi Sarah (Ratu Nafas kehidupan).
Memiliki anak itu adalah Urapan Maha Kudus dan kehormatan yang diberikan kepada seorang wanita. Sar “aH” adalah janji Allah bahwa dia akan: “The giver of the breath of life to a child.” ( Gen 17:15 / 18, Dan Allah berfirman kepada Abraham; “Sebaimana istrimu Saray (Sarai), kamu tidak akan memanggil namanya Saray, tapi namanya harus SaraH. Aku akan memberkatinya, sesungguhnya, Aku akan memberikanmu seorang putra darinya. Aku akan memberkatinya(sarah), sehingga darinya bangkit bangsa; penguasa masyarakat akan keluar darinya ”
k) Yehezkiel 01:05 menulis; Satu Allah Abraham memiliki banyak gelar, dan mengungkapkan diri-Nya kepada semua ciptaan sebagai;
Ari = Singa, Penguasa tanah.
Le = Kerbau, Penguasa air, Leviathan.
Elang (Penguasa udara / langit) * tidak digunakan untuk menggambarkan seorang manusia, karena manusia tidak memerintah udara saat ini.
YH / VH = “Yah” = Manusia, sebagai pria dan wanita berasal dari napas, esensi (semangat) Allah.
l) As with YHVH, rather than to say the name of God “AHYH,” Semitic Hebrews substitute; AHYH with “I am”, (taken from Gen 5 The First Commandment; “I Am’ YHVH ALHYM.”) “AHYH” is always singular with a singular verb. Ex 3:14 most translations use;
Thus “AHYH Asher AHYH” is translated as “I am, that I am.”
The Septuagint paraphrases AHYH as: “I am” The Being.”
* “Asher”; but the rabbis reverse whom is to bless/ anoint whom. Rabbis bless/ anoint God? Praying; “Blessed” are You YHVH Elohim ruler of the universe.” As in prayers and before the Torah reading.
God “Asher” (blesses/ anoints) men, that we are only sub rulers under God, and man is given dominion over our sons and over the earth’s creatures. We are to “Praise Him,” not to be over God and bless/anoint Him.
Conclusion of “The Names of God;”
YHYH, ALHYM and AHYH are all symbolic “titles” of God, and we still don’t know his true name.
(Bagian yang saya suka adalah ketika nama Abram dan sarai di ganti, di tambah Yam dan aH, dan dari Sarah lahir anak yang dijanjikan.
saya simpulkan, turunan adam dan havah memang sudah di musnahkan oleh Tuhan pada jaman Nabi Nuh, dan kemudian dipilihlah Abram dan Sarai , menjadi Bapak dan Ibu pertama).
================================================================================================
Dalam bahasa aslinya :
1) ALHYM; is God’s Authoritive name.
2) YHVH; is God’s Divine name.
3) AHYH; is God’s Holy name.
1) “AaLa-HaYim” or AaLe-HaYim (PH, Praise Him) is God’s Authoritive name, that God is The Ruler of all living. Thus God has the authority to make commandments and the power to enforce His commandments.
“Aa-La or “A-Le” (PH) is singular masculine, and always has a singular verb. And is also pronounced Aa-Le/ or Aa-Li (PH).
The first pictogram of the pre flood Proto Logoraphic system was symbolized by an Ari (lion). The first pictogram of Hieroglyphs (Egyptian) system was an; Eagle. The first pictogram of the Phoenician (Canaanite) system was an; Ox.
a) “Aa” the original pre flood Proto Logoraphic “alef” symbolizes the Ari (Lion King). Meaning; “God is The; Ruler (King) of the earth (land).” Ari is also found in the Torah representing the tribe of Judah and King David.
* Aa also symbolized in Ezekiel 1; God reveals Himself as a; man (YHVH), lion (Alef), ox (Lamid), and eagle.
b) “La”; (or “Le/ Li”); The ancient pre flood Proto Logoraphic “lamid” symbolizes the “Le”vi athan (sea dinosaur). Meaning; “God is The; Priest of the heavens (waters).” The Levites also derive their name from the “Levi”athan. Leviathans are found in the Torah/ Tanakh mostly in Job. Most of the Levite Priestly purification rituals involve water.
Aa-La (BBH) is symbolized as; “Lion Leviathan.”
Aa-La, paraphrases as; “King and Priest, over the earth and heaven.”
In the Semitic nations the name of God is “Al – ah (Allah),” meaning; “King and breath of life.”
The Jewish Septuagint uses the Greek; “Theos (God)” for “AaLa,” implying; “Rulership.”
c. AaLa-“HaYim” (PH) is a “compound name”;
“AaLa” is singular masculine, symbolizing; “Lion Leviathan (King and Priest).”
“HaYim” is plural;
“Ha” the Heh is an adjective, means; “The”
“Y” the “yod” symbolizes; “life or living being.” As Cha-“Yah” Gen 2:7, 3:22.
“im” denotes the plural form of the “Y” yod. “Yim” literally means; “lives or the living” (the heaven“s”, earth, water“s”, plant“s”, and animal“s”).
“AaLa-HaYim” (PH) literal translation is; “Lion – Leviathan – of the Living.”
“AaLa-HaYim” paraphrases as; “King and Priest, over the earth and heaven, of the living (the heaven“s”, earth, water“s”, plant“s”, and animal “s”).”
In the Aramaic nations the name of God is; “Alah-Yim (Allah – Yim),” paraphrases to mean; “King and breath of life – of the living.”
d. The Torah and the Septuagint always uses a “singular verb” with; Theos (God).
e. Other Hebrew compound names;
“Ala/Ha/Yim” (BBH) is similar to “Av/ra/ham” (father of the nations).
The prefix; Avra (first father) is singular, the suffix “ham” (the nations) is plural.
AaLa-HaYim (PH); the prefix AaLa is singular, and the suffix HaYim (the living) is plural.
f) AaLa-HaYam, Man is anointed as a AaLa-Ha”Yam.” “Yam” means; “Living nation,” a sub ruler of a tribal nation as Abra“ham.” (Yim means “all living,” as God is the ruler of all living and all nations).
2) YHVH (Praise Him) is God’s “Divine*” name/ title, further describing ALHYM. That God also “gives and takes life.”
YHVH (PH) is The Divine name of God, only to be used in Holy places, among Holy people. YHVH (PH) is not to be said in public, or in common places, among unholy people.
* “Divine” means; having God like attributes.”
Gen 1; is the account of creation, God uses ALHYM as His name. But, in Gen 2, the heaven and earth were finished and God blesses the seventh day sanctifying it. Thus from the seventh day, God’s title is “YHVH ALHYM”, that God continues to be the source of life, and The Ruler of all living.
Genesis 2:4, is the first time “YHVH ALHYM” (PH) is used. Moreover, God revealed Himself to Moses as “YHVH ALHYM” (PH).
The original ancient pre flood Proto Logoraphic meaning for YHVH; “Y-aH-V-aH”;
a) In God‘s name of “YaH,” the “Y” yod symbolizes “life,” and the “aH” symbolizes; “breath” (the being, essence, or spirit of God). The root “aH” is from “air or wind, as in Gen 2:7, and 3:22, where the meaning of “Cha-YaH” is; “living breath.”
“Y-aH” literally means; “Living Breath (masculine).
b) “V-aH*” literally means; “and Breath (feminine).” “aH” is in the feminine form of “breath” (being, essence, or spirit of God). V-aH is the breath of life that is given from childbirth. The root of “aH” is from “air or wind as in Gen 2:7, 3:22; “chayah.” As in the Jewish female’s name of Havah/ Chavah (Eve) in which “Ha-Vah means “the breath of life.”
* “Vah” as “HaVah” (Eve) Gen 3:20 And the man named his wife HaVah (Eve) because she was the mother of all living.
c) “Y-aH-V-aH” literally translates; “Living Breath* (m) and Breath (f).”
Most English translators translates YHVH as; “Lord.”
e) “Y-ah-V-ah AaLa-HaYim,” Paraphrases to mean, “I am; “The Living Breath (m) and Breath (f), The King and Priest, over the earth and heaven, of the living (man, the heaven“s”, earth, water“s”, plant“s”, and animal “s”).
God as YHVH created man in His image (YHVH) and gave man dominion over his family tribe and the animals as a AaLaHaYaM (sub ruler).
“YaH” compared to Ezekiel 1; God reveals Himself as a; man (Yah), lion (Ari), ox (Levi), and eagle.
Y-aH-V-aH ALaHaYiM means; “God has the authority to “give and take life,” and the right to make commandments and enforce His commandments. YHVH ALHYM is the name to be honored, respected and feared by everyone, by Kings and peasants alike.
f) But rather than to say the name of God “YHVH or AHYH,” Semitic Hebrews originally substituted; “I am” in place of YHVH or AHYH (which taken from Gen 5 The First Commandment; “I Am’ YHVH ALHYM.”). “YHVH” is always singular with a singular verb.
“I Am” = “YHVH or AHYH (PH)”
Thus you will note, the Septuagint LXX (300BCE), uses “The I Am” for the translation of God’s name, rather than “YHVH or AHYH (PH).”
g) The Jewish Septuagint uses; “Kyrios Theos” (Lord God) to describe YHVH ALHYM.
But in the post second Temple mischievous era, Jews who had not ties to the Zadokim used; “HaShim (The Name) and Adonai (Lord/ Master)” in place of YHVH.
Then in the sixteenth century Christian scribes began using Yehovah or Yehowah as God’s Hebrew name.
3) “AHYH” (Praise Him) is “The Holy Priestly Name” of God, that God blesses the righteous or curses the unrighteous.
First used in Exodus 3:14, “AHYH” (PH) is The Holy Priestly name of God, only to be used in Holy places, among Holy people. AHYH (PH) is not to be said in public, or in common places, among unholy people.
The original ancient pre flood Proto Logoraphic meaning for AaH YaH (PH) is;
a) “aH*” literally means; “Breath (feminine).” “aH” is in the feminine form of “breath” (the being, essence, or spirit of God). The root of “aH” is from “air or wind as in Gen 2:7, 3:22; “chayah.”
* “Vah” as “HaVah” (Eve), Gen 3:20 And the man named his wife HaVah (Eve) because she was the mother of all living.
b) In God‘s name of; “YaH,” the “Y” yod symbolizes “life,” and the “aH” symbolizes; “breath” (being, essence, or spirit of life). The root “aH” is from “air or wind, as in Gen 2:7, and 3:22, where the meaning of “YaH” is; “breath.”
“Yah” literally means; “Living Breath (masculine).
c) “AHYH literally translates to mean; Breath* (f) “of” Living Breath* (m). “God is the breath (mother) of men”
* “breath = is the being, essence or spirit of God.
d) Comparing YHVH to AHYH;
YHVH = Living Breath (m) “and” Breath (f). “God gives breath to man and woman.
AHYH = Breath* (f) “of” Living Breath* (m). “God is the breath (mother) of men.” “AHYH” symbolizes the parenthood over a child.
e) The Septuagint Greek paraphrases AHYH as: “I am The Being.” (“I Am” is substituted for “AaH” the Most Holy, honored, respected and feared name of God.) Then rather to say; YaH, Judean translators use “I Am” in place of YHVH or AHYH.
(f) Exodus 3:14,
Moses said to God, “When I come to the Israelites and say to them; ‘The God of your fathers has sent me to you’ and they ask me, ‘What is His name? what shall I say to them?” And God said to Moses, “Ahyh-Asher-Ahyh.” He continued, “Thus shall you say to the Israelites, “Ahyh sent me to you.” 15 And God said further to Moses, ‘Thus shall you speak to the Israelites; The Lord, the God of your Fathers, the God of Abraham, Isaac and the God of Jacob, has sent me to you;
This shall be my name forever,
This is my remembrance for all eternity.”
“AHYH-Asher-AHYH (PH),” “Asher” means; “Anoints (Blesses).”
g) Ahyh Asher Ahyh, The original literal ancient pre flood Proto Logoraphic meaning of Ahyh Asher Ahyh is; “Breath* (f) of Living Breath* (m)”, whom Anoints (Blesses) “Breath* (f) of Living Breath* (m).” That God anoints/ blesses men as Abraham and women as Sarah with children.
h) AHYH symbolizes the parenthood over a child:
The Blessing of Abraham as a “Yah/ Yam” a father;
Genesis 5, Neither shall thy name any more be called Abram, but thy name shall be Abraham; for the father of a multitude of nations have I made thee. 6 And I will make thee exceeding fruitful, and I will make nations of thee, and kings shall come out of thee.
“Abram” becomes “Abraham.”
Abram (first father) becomes Abraham (first father of nations).
Having a child/ children is the most Divinely Anointed act of a man as a Alhym (AaLe Ha “YaM“), a Leader or Elder (King) of his own tribe and nation. As God rules the earth, Abraham would rule over his tribe.
i) The Blessing of Sarai as a “aH” a Divine mother ,
Gen 17:15/ 18, And God said to Abraham; “As for your wife SaRaY (Sarai), you shall not call her SaRaY, but her name shall be SaRaH. I will bless her; indeed, I will give you a son by her. I will bless her so that she shall give rise to nation; rulers of peoples shall issue from her.”
SaRaY becomes SaRaH,
The suffix of “aH” = Breath, that Sarai would “Give the breath of life” having a child to Abraham.
Literally; SaRaY (First Queen) becomes SaRaH (Queen Breath of life).
Having a child it The Most Holy Anointing and honor given to a woman. Sar“ah” is God’s promise that she would be: “the giver of the breath of life to a child.” (Gen 17, I will bless her; indeed, I will give you a son by her. I will bless her so that she shall give rise to nation; rulers of peoples shall issue from her.”)
j) From the name of the prophets we can tell the level of his anointing (blessing), or the mission of the man of God by the prefix or suffix given to the man of God; as Ali, Yah, ah etc…
If the prophet’s mission is in reference to making Commandments of God and the enforcement of The Commandments, the prophet’s name is Ali, taken from ALHYM. If the prophet’s name is Yah or ah, taken form YHVH, the prophet is on a mission as the giver and taker of life or lives. If the prophet’s name is take from AHYH, he is going to anoint a King or Priest, or she is going to have a Divine child.
That God anoints/ blesses sub rulers, men as Abraham, Moses, King David, Samson, Elijah (Alayahu), Elisha etc… as a sub rulers to Israel and to the Egyptians. Thus Moses commanded the earth and heavens and they obeyed him. The true test for a truly Divinely Anointed Ruler is the ability to command the heavens and earth.
k) Ezekiel 1:5 writes; The One God of Abraham has many titles, and reveals Himself to all his creation as a;
Ari= Lion, Ruler of land.
Le= Ox, Ruler of water, Leviathan.
Eagle (Ruler of air/ sky) * not used to describe a man, because man did not rule the air at this time.
YH/VH = “Yah” = Man, as man and woman are from the breath, essence (spirit) of God.
l) As with YHVH, rather than to say the name of God “AHYH,” Semitic Hebrews substitute; AHYH with “I am”, (taken from Gen 5 The First Commandment; “I Am’ YHVH ALHYM.”) “AHYH” is always singular with a singular verb. Ex 3:14 most translations use;
Thus “AHYH Asher AHYH” is translated as “I am, that I am.”
The Septuagint paraphrases AHYH as: “I am” The Being.”
* “Asher”; but the rabbis reverse whom is to bless/ anoint whom. Rabbis bless/ anoint God? Praying; “Blessed” are You YHVH Elohim ruler of the universe.” As in prayers and before the Torah reading.
God “Asher” (blesses/ anoints) men, that we are only sub rulers under God, and man is given dominion over our sons and over the earth’s creatures. We are to “Praise Him,” not to be over God and bless/anoint Him.
Conclusion of “The Names of God;”
YHYH, ALHYM and AHYH are all symbolic “titles” of God, and we still don’t know his true name.
@yemima, terima kasih kisanak.
blog ini tidak menjelaskan apa-apa kecuali kata-kata mustahil, membual hahahahaha…
Kamu harus jelaskan pandangan kamu tentang Yohanes 1:1, bukan cuma bisa bilang mustahil, membual.
Kalau ngomong gitu, anak kecil yang baru belajar bicara pun bisa diajari ngomong mustahil dan membual :))
@veritas, dari pada ngajari hai hai menulis lebih baik anda tulis blog sendiri nona.