Di gereja Protestan (GKI, GPIB, HKBP, GRII, dll), pendeta mendapat UPAH alias GAJI sedangkan di gereja Pentakosta dan Kharismatik, pendeta tidak mendapat UPAH namun mewarisi pusaka suku Lewi yaitu persembahan PERPULUHAN jemaat. Walaupun banyak yang mengajarkan bahwa PERPULUHAN adalah pajak 10% dari keuntungan (panen dan ternak) namun sesungguhnya yang dimaksudkan dengan PERPULUHAN adalah yang kena HITUNGAN kesepuluh adalah milik TUHAN. Dari semua ternak milik seseorang, yang kena hitungan PULUHAN (ke 10, ke 20, ke 30, dst) adalah milik TUHAN. Misal, tahun lalu punya 100 domba, 10 ekor harus dipersembahkan sebagai PERPULUHAN sehingga tahun ini punya 90 ekor. Tahun ini tidak ada domba yang melahirkan maupun mati sehingga jumlahnya tetap 90 ekor. Dari jumlah tersebut, 9 ekor adalah milik TUHAN. Dalam generasi ini, banyak pengkotbah yang mengajarkan bahwa perpuluhan adalah milik Allah. Tidak memberi perpuluhan dengan benar berarti menipu Roh Kudus dan mencuri milik Allah. Menipu atau mencuri persembahan perpuluhan akan mengakibatkan kemelaratan. Memberi perpuluhan dengan benar dan murah hati akan mendatangkan rejeki. Benarkah Alkitab mengajarkan bahwa pendeta mewarisi pusaka suku Lewi yaitu persembahan perpuluhan? Apakah Alkitab mengajarkan bahwa orang Kristen harus memberi persembahan perpuluhan?
Abraham dan Melkisedek
bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar. Kejadian 14:2
Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. Kejadian 14:10
Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi. Kejadian 14:11
Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi–sebab Lot itu diam di Sodom. Kejadian 14:12
Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik. Kejadian 14:15
Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya. Kejadian 14:16
Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. Kejadian 14:17
Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Kejadian 14:18
Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, Kejadian 14:19
dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. Kejadian 14:20
Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.” Kejadian 14:21
Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Kejadian 14:22
Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kejadian 14:23
Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.” Kejadian 14:24
Di Sodom ada dua orang raja. Yang satu namanya Bera yang lainnya bernama Melkisedek. Raja Bera, berperang lalu kalah kemudian jatuh ke dalam sumur minyak dan mati. Ketika Abraham kembali dari perang, Melkisedek keluar dari Sodom lalu menyambutnya di lembah Syawe, yakni Lembah Raja. Melkisedek artinya raja kebenaran dan bergelar raja Salem artinya raja damai sejahtera. Dia seorang Imam El Elyown (Allah Yang Mahatinggi). Dia memberkati Abraham.
Abraham memberikan 10% dari semuanya namun Melkisedek menyatakan bahwa Abraham boleh mengambil semua harta itu sebab dia hanya menghendaki orang-orangnya. Abraham menolak mentah-mentah tawaran tersebut untuk menghindari ejekan dirinya kaya karena Melkisedek. Abraham menyatakan, kecuali yang dimakan oleh bujang-bujangnya dan bagian Aner, Eskol dan Mamre yang berperang dengannya, dia tidak akan mengambil bagian dari harta rampasannya.
1. Bera, raja Sodom
2. Birsya, raja Gomora
3. Syinab, raja Adma
4. Syemeber, raja Zeboim
5. Bela, raja Zoar
6. Melkisedek raja Sodom
7. Lot ponakan Abraham
8. Aner sekutu Abraham
9. Eskol sekutu Abraham
10. Mamre sekutu Abraham
Ke 10 orang tersebut di atas adalah mereka yang terlibat dalam perang yang dimenangkan oleh Abraham. 7 orang pertama adalah mereka yang hartanya dirampas sedangkan 3 orang terakhir adalah sekutu Abraham yang ikut berperang. Bagi dirinya sendiri, Abraham tidak mengambil apa pun. Mungkinkah Abraham membagi semua pampasan perang menjadi 10 bagian menurut nama-nama tersebut di atas? Itukah sebabnya Abraham memberikan 10% dari semuanya kepada Melkisedek? Alkitab sama sekali tidak mencatat hal demikian, itu sebabnya walaupun nampak logis namun bukan ajaran Alkitab. Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya membual.
Abraham sama sekali tidak memberi persembahan alias upeti namun membagi pampasan perangnya 10% kepada Melkisedek dan tidak mengambil bagian untuk dirinya sendiri. Alkitab sama sekali tidak mencatat kisah Abraham memberi perpuluhan kepada Melkisedek dari hasil pertanian dan peternakannya. Bahkan Alkitab juga tidak pernah mencatat interaksi Abraham dan Melkisedek. Oleh karena itu, menjadikan kisah Abraham dan Melkisedek sebagai dasar ajaran perpuluhan umat Kristen benar-benar ngaco belo.
Yakub dan Nazar Pepuluhan
Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Kejadian 28:18
Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus. Kejadian 28:19
Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, Kejadian 28:20
sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Kejadian 28:21
Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.” Kejadian 28:22
Ketika melarikan diri dari Esau, di Betel, Yakub bernazar untuk memberikan perpuluhan kepada TUHAN (YHWH), namun Perjanjian Lama sama sekali tidak mencatat kisah Yakub menepati nazarnya. Mustahil menjadikan NAZAR Yakub sebagai dasar ajaran perpuluhan umat Kristen.
Obyek Perpuluhan
Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN. Imamat 27:30
Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima. Imamat 27:31
Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN. Imamat 27:32
Janganlah dipilih-pilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan janganlah ditukar; jikalau orang menukarnya juga, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus dan tidak boleh ditebus. Imamat 27:33
Pesta Makan Perpuluhan
“Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Ulangan 14:22
Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu. Ulangan 14:23
Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu, Ulangan 14:24
maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, Ulangan 14:25
dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apa pun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu. Ulangan 14:26
Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau. Ulangan 14:27
Tiga Tahun Sekali
Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu; Ulangan 14:28
maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu. Ulangan 14:29
Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, Ulangan 16:16
“Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. Ulangan 26:12
Dan haruslah engkau berkata di hadapan TUHAN, Allahmu: Telah kupindahkan persembahan kudus itu dari rumahku, juga telah kuberikan kepada orang Lewi, dan kepada orang asing, anak yatim dan kepada janda, tepat seperti perintah yang telah Kauberikan kepadaku. Tidak kulangkahi atau kulupakan sesuatu dari perintah-Mu itu Ulangan 26:13
Perpuluhan Israel Adalah Pusaka Suku Lewi
Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan. Bilangan 18:21
Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu mati; Bilangan 18:22
tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan mereka; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel, Bilangan 18:23
sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel.” Bilangan 18:24
Perpuluhan Lewi Adalah Pusaka Keturunan Harun
“Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu, Bilangan 18:26
dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur. Bilangan 18:27
Secara demikian kamu pun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun. Bilangan 18:28
Pemungut Perpuluhan
Dan tepung jelai kami yang mula-mula, dan persembahan-persembahan khusus kami, dan buah segala pohon, dan anggur dan minyak akan kami bawa kepada para imam, ke bilik-bilik rumah Allah kami, dan kepada orang-orang Lewi akan kami bawa persembahan persepuluhan dari tanah kami, karena orang-orang Lewi inilah yang memungut persembahan-persembahan persepuluhan di segala kota pertanian kami. Nehemia 10:37
Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa persembahan persepuluhan dari pada persembahan persepuluhan itu ke rumah Allah kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan. Nehemia 10:38
Pada masa itu beberapa orang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, bilik-bilik untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama dan untuk persembahan persepuluhan, supaya sumbangan yang menurut hukum menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang setiap kota. Sebab Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas. Nehemia 12:44
Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham. Ibrani 7:5
Perpuluhan dan Janji Berkat
“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!” Maleakhi 3:8
“Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku!” Maleakhi3:9
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku” Maleakhi 3:10
Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maleakhi 3:11
Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.” Maleakhi 3:12
Menipu Jemaat dan Mencuri Milik Suku Lewi
Obyek perpuluhan bangsa Israel adalah hasil pertanian dan peternakan. Perpuluhan dihitung setahun sekali. Sebagian perpuluhan digunakan untuk pesta makan perpuluhan di tempat yang ditentukan oleh TUHAN (YHWH), sebagian yang lainnya disimpan di rumah untuk dikumpulkan oleh suku Lewi dan imam-imam ke perbendaharaan rumah TUHAN tiga tahun sekali. Perpuluhan bangsa Israel adalah milik pusaka suku Lewi sedangkan perpuluhan suku Lewi adalah milik pusaka keturunan Harun.
Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. Roma 2:12
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal. Lukas 16:16-17
Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15
Umat Kristen wajib memberi perpuluhan karena perpuluhan adalah milik Tuhan sehingga tidak memberi perpuluhan dengan benar berarti mencuri milik Tuhan. Itulah yang diajarkan oleh Pdt Dr. Stephen Tong. Di dalam Imamat 27:30, YHWH (TUHAN) mengklaim bahwa sepersepuluh hasil panen bangsa Israel adalah milik-Nya dan di dalam Imamat 27:32 Dia mengklaim bahwa setiap ternak ke sepuluh bangsa Israel adalah milik-Nya. Berdasarkan ayat-ayat tersebutlah Pdt Dr. Stephen Tong membangun doktrin perpuluhan adalah milik Tuhan. Ajaran demikian SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Perpuluhan adalah perintah dan ketentuan Hukum Taurat. Hukum Taurat diberikan oleh YHWH (TUHAN) kepada bangsa Israel dan hanya berlaku bagi bangsa Yahudi. Orang non Yahudi tidak terikat oleh Hukum Taurat. Orang non Yahudi tidak dihakimi dengan Hukum Taurat. Di zaman Perjanjian Lama hanya orang Yahudi yang memberikan perpuluhan. Orang non Yahudi sama sekali tidak memberi perpuluhan. YHWH (TUHAN) tidak pernah mengklaim bahwa sepersepuluh hasil panen dan ternak bangsa non Yahudi adalah milik-Nya. Tidak ada ancaman hukuman bagi orang Yahudi yang tidak memberi perpuluhan. Perjanjian Lama sama sekali tidak mencatat kisah orang Yahudi yang kena tulah atau kena kutuk atau dihukum YHWH (TUHAN) karena tidak memberi perpuluhan atau memberi perpuluhan tidak benar. Perjanjian Lama juga tidak mencatat kisah orang Yahudi yang mendapat berkat berlimpah karena memberi perpuluhan dengan murah hati.
Pada mulanya para rasul dan orang Yahudi Kristen menyangka menjadi Kristen berarti mengikatkan diri pada Hukum Taurat dan segala perintah dan ketentuannya. Namun, ketika masih di dunia, Yesus mengajarkan bahwa Hukum Taurat dan kitab para nabi hanya berlaku sampai zaman Yohanes. Paulus mengajarkan bahwa melalui kematian-Nya sebagai manusia YHWH (TUHAN) alias Yesus telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Itu sebabnya, mengajari umat Kristen wajib menjalankan tradisi perpuluhan bangsa Yahudi adalah PENIPUAN dan PENCURIAN. MENIPU jemaat dan MENCURI milik suku Lewi. Jemaat yang memberi perpuluhan karena meyakininya sebagai ajaran Alkitab adalah korban penyesatan.
Bagaimana dengan orang Yahudi? Apakah mereka harus memberi perpuluhan? Tidak perlu! Kenapa demikian? Karena Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya hanya berlaku sampai zaman Yohanes. Karena Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya sudah batal ketika Yesus mati di atas salib.
Upah Pekerja Injil Dan Persembahan
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Matius 10:10
Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? 1 Korintus 9:13
Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. 1 Korintus 9:14
Tidak ada yang gratis di dunia ini. Bila anda mendapatkannya gratis itu berarti ada yang traktir. Gereja perlu uang untuk membiayai pembangunan, pemeliharaan dan penyelengaraan sementara para pekerja Injil perlu uang untuk membiayai diri dan keluarganya. Dari mana semua uang itu berasal? Dari persembahan jemaat. Berapa banyak persembahan yang harus diberikan oleh jemaat kepada gereja? Menurut kerelaannya masing-masing. Apa yang akan terjadi bila tidak memberi? Anda akan disebut jemaat pelit. Apakah rejeki kita akan seret bila tidak memberi? Apakah kita akan murah rejeki bila memberi banyak? Perjanjian Baru tidak pernah mengaitkan persembahan dengan rejeki.
Bila demikian, berapa banyak kita harus memberi? Bangsa Tiongkok kuno mengembangkan tradisi maksimal 10% dari penghasilan rutin yang boleh digunakan untuk biaya sembahyang. Bangsa Israel menganut tradisi minimal 10% harus diberikan untuk sembahyang.
NB.
Blog ini saya tulis khusus untuk sahabatku Wen Ming, berdasarkan hasil penelitiannyalah blog ini ditulis.
agus virgianto: setelah Kristus menyelesaikan tuntutan hukum Taurat maka sekarang hukum Taurat dipakai oleh iblis untuk menipu orang Kristen
wow … Anda pasti merasa diri HEBAT sekali karena sudah menulis banyak sekali bukan? Namun ketahuilah bahwa alkitab bukan kitab TAFSIR 1001 mimpi, makanya jangan MENAFSIRkannya namun memahaminya.
Dari mana anda Tahu ajaran yang anda tulis di atas? Iblis SMS anda atau Yesus BBM anda? Atau ayat alkitab mana yang mengajarkan yang anda ajarkan?
Ini BBM Rasul Paulus buat orang Kristen yang mungkin mirip orang Galatia saat lampau.
SURAT GALATIA 3:1
Ayat 1 Hai orang-orang Galatia /Kristen yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
Salib adalah pusat pekerjaan Allah dalam ekonomiNya. Dalam surat ini Paulus membawa kaum beriman yang telah diselewengkan kepada hukum Taurat kembali kepada salib, juga mendorong mereka untuk melihat Kristus yang disalibkan, sehingga mereka tidak akan diselewengkan lagi kepada hukum Taurat. Surat ini memberikan pandangan yang menyeluruh tentang Kristus yang tersalib (1:4; 2:19-21; 3:13; 5:24; 6:14) Penyaliban Kristus menunjukkan bahwa semua persyaratan hukum Taurat telah digenapi oleh kematian Kristus, dan melalui kematianNya, Kristus telah melepaskan hayat Nya agar dapat disalurkan ke dalam kita dalam kebangkitan Nya, untuk membebaskan kita dari perhambaan hukum Taurat. Hal ini sepenuhnya dilukiskan dengan terang dihadapan orang Galatia/Kristen saat ini dalam pemberitaan Injil. Bagamana mereka dapat mengabaikan hal ini dan terpesona hingga terbawa kembali kepada hukum Taurat? Betapa bodohnya mereka?
Ayat 2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
Ketika kaum beriman percaya ke dalam Kristus, mereka menerima Roh itu. Menganggap Kristus terpisah dari Roh itu adalah suatu kesalahpahaman yang serius. Pada saat dilahirkan kembali, kita percaya ke dalam Kristus, kita juga menerima Roh itu dan dimeteraikan dengan Roh itu ( Ef 1:13 ) Pada saat itu juga terjadilah satu kesatuan yang organik – kita dicangkokkan ke dalam Allah Tritunggal ( Rom 11:17 ) dan Roh itu sebagai jaminan kita ( Ef 1:14 ) menjadi berkat Injil Kristus yang unggul bagi kita ayt 14. Selain itu, menerima Roh itu adalah seumur hidup yang terus menerus Allah sedang menyuplaikan Roh itu kepada kita secara terus menerus ay 5 Melalui mendengar Injil Kristus, orang-orang Galatia/Kristen percaya kepada Kristus yang tersalib, tetapi yang mereka terima adalah Roh itu. Yang disalibkan di kayu salib adalah Kristus, tetapi yang masuk ke dalam kaum beriman adalah Roh itu. Dalam ketersaliban Nya untuk menebus kaum beriman, Dia adalah Kristus, tetapi dalam hal menghuni kaum beriman sebagai hayat mereka, Dia adalah Roh itu. Inilah Roh pemberi hayat yang almuhit, yang adalah berkat Injil Kristus yang unggul dan almuhit. Kaum beriman menerima Roh ilahi semacam ini melalui pendengaran iman Injil Kristus, bukan melalui melakukan hukum Taurat. Ia masuk ke dalam kaum beriman dan tinggal di dalam mereka bukan karena mereka memelihara hukum Taurat, tetapi karena iman mereka dalam Kristus yang tersalib dan bangkit.
Dalam dua pasal pertama dan Surat ini terdapat Kristus dalam wahyu ilahi sebagai titik pusat ekonomi Allah, tetapi dalam empat pasal terakhir terdapat Roh itu dalam pengalaman kita untuk mendapatkan hayat ilahi ( ps 3 ), dilahirkan oleh Allah ( ps 4 ) hidup bertindak berdasarkan hayat yang telah dilahirkan kembali ( ps 5 ) dan menganggap ketetapan kehendak ilahi sebagai sasaran kita (ps 6 ) Karenanya, kita menikmati Kristus terus-menerus sebagai Roh pemberi hayat yang almuhit (ay 5a )
Mendengar tentang kepercayaan Hukum Taurat adalah syarat dasar hubungan antara manusia dengan Allah di dalam ekonomi Perjanjian Lama ( ay 23 ) kepercayaan adalah cara unik Allah untuk merampungkan ekonomi Perjanjian Baru Nya atas manusia ( 1Tim 1:4 ) Hukum Taurat berhubungan dengan daging (Rom 7:5 ) dan bersandar pada usaha daging; daging adalah ekspresi “ aku “. Kepercayaan berhubungan dengan Roh itu dan bersandar kepada pekerjaan Roh itu; Roh itu adalah perwujudan Kristus. Dalam Perjanjian Lama “ aku “ dan daging memegang peranan penting dalam memelihara hukum Taurat. Dalam Perjanian Baru Kristus dan Roh itu mengambil alih tempat “ aku “ dan daging, dan kepercayaan menggantikan hukum Taurat, sehingga orang beriman bisa memperhidupkan Kristus berdasarkan Roh itu. Memelihara hukum Taurat berdasarkan daging adalah cara alamiah manusia, berada dalam kegelapan konsepsi manusia, dan menghasilkan kematian dan kesengsaraan ( Rom 7:10-11, 24 ) Menerima Roh itu melalui mendengar tentang kepercayaan adalah cara yang Allah wahyukan, dalam terang wahyu Allah, dan menghasilkan hayat dan kemuliaan ( Rom 8:2, 6,10-11, 30 ) Karena itu, kita harus memustikakan mendengar tentang keparcayaan, bukan memustikakan melaksanakan hukum Taurat.
Melalui mendengar tentang kepercayaan kita menerima Roh itu sehingga kita dapat berbagian dalam berkat yang dijanjikan Allah dan memperhidupkan Kristus, Iman yang disebut dalam ay 7,8,9,11,12,23,24, dan 25 dalam pasal ini semuanya mengacu kepada kepercayaan ini.
Ayt.3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
Mulai dengan Roh adalah memulai dengan iman di dalam Kristus; mengakhiri di dalam daging adalah mengkhiri dengan melakukan hukum Taurat dan mengharapkannya ( ay 2; 5:4 ) Roh itu, yaitu Kristus yang bangkit, adalah milik hayat; daging, yaitu manusia yang jatuh, adalah milik dosa dan maut. Kita tidak seharusnya memulai dengan Roh dan berusaha mengakhirinya dengan daging. Karena kita sudah memuliakannya dengan Roh, kita harus mengakhirinya dengan Roh dan tidak berhubungan dengan daging yaitu hukum Taurat lagi. Dalam 2:20 yang bertentangan adalah Kristus dengan “ aku “ di sini yang bertentangan adalah Roh dengan daging. Ini menunjukkan Roh adalah Kristus, dan daging adalah “ aku “ dalam pengalaman kita. Dalam ps 3 sampai akhir Surat ini, Roh adalah Kristus dalam pengalaman hayat kita. Dalam wahyu, adalah Kristus dalam pengalaman adalah Roh. Daging telah dihukum dan ditolak, diseluruh kitab ini ( 1:6; 2:16; 3:3; 4:23,29; 5:13,16-17, 19; 24:6-8,12-13 ) dan mulai ps 3, setiap pasal memberikan perbedaan antara daging dengan Roh ( ay 3; 4:29; 5:16-17,19; 22:6-8) Daging adalah ekspresi sepenuhnya dari manusia tripartite yang jatuh, dan Roh adalah perwujudan akhir Allah Tritunggal yang memalui proses.
Daging cenderung memelihara hukum Taurat dan diuji oleh hukum Taurat; Roh diterima dan dinikmati berdasarkan iman. Ekonomi Allah mengalihkan kita dari daging kepada Roh sehingga kita dapat berbagian dalam berkat kekayaan Allah Tritunggal. Hal ini tidak mungkin terjadi dengan daging yang memelihara hukum Taurat, tetapi dengan Roh yang diterima berdasarkan iman dan dialami melaui iman.
Ayt 4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!
Orang-orang beriman Galatia menderita aniaya karena mereka dalam Kristus, yang telah memalingkan mereka kepada Kristus dari religi Yahudi dan adatistiadat orang kafir.
Ayt 5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?
Dalam usahanya menggagalkan ekonomi Allah, Iblis, musuh Allah memakai hukum Taurat yang diberikan Allah guna melayani tujuan Nya sejangka waktu untuk menjahukan dan menyelewengkan umat pilihan Allah dari ekonomi Nya. Hukum Taurat sudah disalahgunakan jika hukum Taurat itu dipakai untuk membangkitkan keinginan manusia jatuh guna meninggikan dirinya dengan memelihara hukum Taurat, sehingga ia bisa memiliki kebenaran buatan sendiri.
Ayat 6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Sewaktu kembali kepada hukum Taurat, orang-orang Galatia/Kristen yang terselewengkan berpegang erat kepada Musa, yang memberikan hukum Taurat, tetapi Paulus membawa mereka kepada Abraham, yang adalah bapa iman. Iman berasal dari ekonomi Allah yang semula; hukum Taurat ditambahkan kemudian karena pelanggaran (ay 19 ). Setelah Kristus menggenapkan hukum Taurat melalui kematianNya, Allah menghendaki umatNya kembali kepada ekonomi Nya yang semula. Bagi Abraham masalahnya bukan memelihara hukum Taurat, melainkan percaya kepada Allah. Demikian pula seharus bagi semua orang beriman Perjanjian Baru yaitu semua orang Kristen.
Ayat 7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
Melaksanakan hukum Taurat membuat orang-orang Kristen menjadi murid-murid Musa ( Yoh 9:28 ) pertalian yang tidak ada hubungannya dengan Roh hayat. Iman di dalam Kristus membuat kaum beriman Perjanjian Baru menjadi putra-putra Allah, pertalian yang sepenuhnya berdasarkan hayat. Kita kaum beriman Perjanjian Baru, dulu terlahir sebagai anak-anak Adam jang jatuh, berada didalam Adam karena pelanggaran dan dibawah hukum Musa. Tetapi kita telah dilahirkan kembali menjadi anak-anak Abraham dan telah dibebaskan dari hukum Musa karena iman dalam Kristus.
Ayat 8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.
Janji Allah kepada Abraham “Olehmu segala bangsa akan diberkati” adalah Injil. Injil itu diberikan kepada Abraham bukan hanya sebelum penggenapan penebusan oleh Kristus, tetapi juga sebelum pemberina hukum Taurat melalui Musa. Apa yang Allah janjikan kepada Abraham sesuai dengan apa yang Allah genapkan melalui Kristus, yaitu penggenapan janji Nya kepada Abraham. Ekonomi Perjanjian Baru adalah kelanjutan dari perjanjian Allah dengan Abraham, yang tak ada hubungannya dengan hukum Musa. Semua orang beriman Perjanjian Baru harus berada dalam kelanjutan ini dan seharusnya tidak berhubungan dengan hukum Taurat yang diberikan melalui Musa.
Ayt 9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
Iman di dalam Kristus membawa kita kedalam berkat yang Allah janjikan kepada Abraham, yaitu janji Roh itu ( ay 14 ) Di dalam perjanjian Allah, Abraham tidak bekerja untuk menyenagkan Allah, tetapi beriman kepadaNya.
Ayt 10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
Iman dalam Kristus telah membawa orang-orang Galatia yang beriman masuk ke dalam berkat dalam Kristus, sehingga mereka menikmati kasih karunia Roh hayat di dalam Roh itu; tetapi penganut religi Yahudi memikat mereka dan membawa mereka kepada hukum Taurat, sehingga menghalangi mereka menikmati Kristus dan membuat mereka hidup di luar kasih karunia ( 5:4 )
Ayat 11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”
Berdasarkan iman: berlawanan dengan oleh hukum Taurat,dan hukum Taurat berlawanan dengan Iman dalam Kristus.
Ayat 12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
Injil Kristus memanggil kita bukan mengabdi kepada hukum dan ketetapan tertulis Raja, melainkan kepada Raja sebagai sumber seluruh hukum dan ketetapan. Injil Kristus memanggil kita setia kepada Sang Kebenaran bukan kepada hukum tertulis. Hukum tertulis menuntut dengan perbuatan, Injil Kristus dengan iman atas Injil Kristus yang diberitakan.
Ayat 13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Sebagai pengganti kita di atas salib Kristus tidak hanya menanggung kutukan bagi kita, tetapi juga menjadi kutuk karena kita. Kutuk hukum Taurat berasal dari dosa manusia ( Kej 3:17 ) Ketika Kristus mengangkut dosa kita di atas salib, Ia menebus kita dari kutuk hukum Taurat.
Ayat 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Berkat yang dijanjikan Allah kepada Abraham ( Kej 12:3 ) untuk semua bangsa di bumi. Janji itu telah digenapi dan berkat itu telah sampai kepada bangsa-bangsa di dalam Kristus melalui penebusan Nya di atas salib. Di dalam Injil Kristus, yang kita terima bukan hanya berkat pengampunan, pencucian,dan pembersihan, bahkan lebih dari itu, kikta telah menerima berkat terbesar, yang Allah Tritunggal – Bapa, Putra, dan Roh – sebagai Roh pemberi hayat almuhit yang telah melalui proses, berhuni di dalam kita dengan cara paling subyektif untuk kita nikmati. Betapa berkatnya, kita dapat menikmati Yang almuhit sebagai bagian sehari-hari kita. Ayat ini menunjukkan bahwa Roh itu adalah berkat yang Allah janjikan ke pada Abraham untuk segala bangsa, dan yang telah diterima oleh kamum beriman karena iman di dalam Kristus. Roh itu adalah Roh majemuk, yaitu Allah sendiri yang telah melalui proses. Dalam ke Tritunggalan Nya, Dia melalui inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, kenaikan, dan turun kembali, sehingga kita dapat menerima Dia sebagai hayat dan segala sesuatu kita. Inilah focus Injil Allah. Aspek jasmani dari berkat yang Allah janjikan kepada Abraham adalah tanah permai ( Kej 12:7; 13:15; 17:8; 26:3-4 ) yaitu lambing Kristus yang almuhit ( Kol 1:12 ) Karena Kristus akhirnya ternyata sebagai Roh pemberi hayat yang almuhit ( 1Kor 15:45; 2Kor 3:17 ) berkat Roh yang dijanjikan berhubungan dengan berkat yang dijanjikan kepada Abraham. Sesungguhnya, Roh itu sebagai perwujudan Kristus dalam pengalaman kita adalah tanah permai sebagai sember suplai Allah yang limpah untuk kita nikmati.
Ayat 16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus.
Kristus adalah “keturunannya”, dan”keturunannya” adalah ahli waris yang mewarisi janji-janji. Di sini, Kristus adalah keturunan satu-satunya yang mewarisi janji-janji. Karena itu, kita harus bersama dengan Kristus untuk mewarisi berkat yang dijanjikan itu. Di luar Dia kita tidak dapat mewarisi janji-janji yang Allah berikan kepada Abraham. Dalam pandangan Allah, Abraham hanya memiliki satu keturunan, yaitu Kristus. Kita harus berada di dalam Dia agar kita dapat berbagian dalam janji-janji yang diberikan kepada Abraham. Dia bukan hanya keturunan yang mewarisi janji-janji itu, tetapi juga berkat janji-janji yang kita warisi. Berpalingnya kaum beriman Galatia dari Kristus kepada hukum Taurat berarti mereka kehilangan Ahli Warisnya beserta warisan janji-janji itu.
Ayat 17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
Ini menunjukkan bahwa jani yang Allah berikan kepada Abraham telah menjadi perjanjian yang lebih teguh dari pada janji. Perkataan, janji, dan perjanjian adalah Injil Kristus yang diberitakan kepada Abraham. Injil Kristus adalah perjanjian, perjanjian adalah janji, dan janji adalah perkataan Allah.Walaupun Injil Kristus adalah masalah wasiat baru, penting untuk disadari bahwa wasiat (perjanjian) baru adalah kelanjutan atau pengulangan janji Allah kepada Abrham.
Janji Allah kepada Abraham diberikan terlebih dahulu. Hukum Taurat datang 430 tahun kemudian. Janji Allah tetap, tetapi hukum Taurat sementara. Hukum Taurt yang datang kemudian dan bersifat sementara tidak dapat membatalkan janji, yang diberikan lebih dulu dan bersifat tetap. Orang-orang Galatia meninggalkan janji yang pertama dan tetap, untuk kembali kepada hukum Taurat yang datang kemudian dan sementara.
Terhitung dari saat Allah member janji kepada Allah dalam Kej 12 sampai pada saat Ia memberikan hukum Taurat melalui Musa dalam Kej 20. Periode ini dianggap oleh Allah sebagai saat bangsa Israel tinggal di Mesir (Kel 12:40-41) Empat ratus tahun yang disebut dalam Kej 15:13 dan Kis ras 7:6, dihitung dari saat Israel mengolok-olok Ishak dalam Kej 21 sampai pada saat bangsa Israel keluar dari tirani Mesir dalam Kel 12. Inilah periode keturunan Abraham menderita penganiayaan dari orang-orang bukan Yahudi.
Ayat 18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
Hukum Taurat tidak memberi,tetapi hanya menuntut. Warisan bukan berasal dari hukum Taurat, tetapi dari janji. Sebab itu, warisan itu diberikan kepada Abraham dengan kasih karunia melalui janji.
Ayat 19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran—sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu—dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
Hukum Taurat tidak ada dalam ekonomi Allah yang semula. Hukum Taurat ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran manusia, sementara ekonomi Allah maju terus dan berlaku sampai keturunan itu (Kristus) datang . Bagi Dialah janji Allah dibuat. Hukum Taurat ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran manusia, maka hukum Taurat itu seharusnya diambil bila pelanggaran-pelangaran itu sudah disingkirkan. Kristus, keturunan itu, telah datang maka hukum Taurat harus diakhiri. Hukum Taurat ditetapkan dengan perantara malekat-malekat dalam tangan seorang pengantara. Selain itu, berbeda dengan janji, hukum Taurat tidak diberikan oleh Allah secara langsung kepada manusia. Karena itu, hukum Taurat bukan yang utama tetapi hal kedua dalam ekonomi Allah. Dan pengantaranya adalah Musa.
Ayt 20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
Pada hukum Taurt terdapat perantara antara dua pihak, Allah dan bangsa Israel. Pada janji hanya ada Allah yang langsung berhubungan dengan orang yang menerima janji, tanpa perantara. Tanggung jawab sehubungan dengn hukum Taurat tidak bergantung hanya pada satu pihak, tetapi pada dua pihak, sedangkan tanggung jawab sehubungan dengan janji bergantung hanya pada pemberiannya, Allah. Sebab itu, hukum Taurat lebih rendah daripada janji. Orang-orang Galatia melepaskan yang lebih tinggi dan kembali kepada yang lebih rendah.
Ayat 21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
Hukum Taurat hanya dapat menuntut dan menyalahkan,tidak dapat member hayat ( Rom 7:10) Tidak ada hayat dalam hukum Taurat, yang ada hanyalah perintah-perintah. Hayat ada di dalam Kristus (Yoh 1:4) Dia adalah Roh pemberi hayat (1Kor 15:45) satu-satunya yang mampu memberikan hayat. Memberikan hayat adalah butir utama dari warisan rasul. Kita seharusnya hanya menerima Dia yang memberikan hayat. Supaya hayat dapat diberikan ada kebenaran. Namun, kebenaran bukan berasal dari hukum Taurat, tetapi ada di dalam Kristus (Rom 5:17-18) Karena itu, hukum Taurat tidak dapat memberikan hayat. Lagi pula, karena hukum Taurat tidak dapat memberikan hayat, ia tidak memiliki kekuatan untuk memenuhi tuntutannya supaya kebenaran dapat dihasilkan. Karena itu, ini juga berarti, kebenaran bukan berasal dari hukum Taurat.
Ayat 22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
Seperti sipir yang mengurung narapidana. Kitab Suci, yang di sini dianggap seperti manusia, tidak mengurangi umat manusia di bawah kuasa dosa, bukan supaya hukum Taurat bisa dipelihara oleh orang dosa yang dipenjara, tetapi supaya janji Allah dapat diberikan kepada kaum beriman oleh iman di dalam Kristus. Terkurung di bawah dosa berarti terkurung di bawah hukum Taurat seperti yang dinyatakan dalam ayat 23
Ayat 23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
Dibawah pengawalan hukum Taurat dengan dikurung dibawah hukum Taurat sama seperti domba terkurung di dalam kandang (Yoh 10:1,16) Dalam ekonomi Allah, hukum Taurat digunakan sebagai kandang untuk menjaga umat pilihan Allah sampai Kristus datang. Karena Kristus telah datang umat Allah tidak seharusnya berada di bawah hukum Taurat lagi. Ini menunjukkan bahwa pengurungan itu memikik sasaran: yaitu, berakhir pada kepercayaan, membawa orang-orang yang dijaga kepada kepercayaan.
Ayat 24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
Pendamping, pengawal, penjaga, orang yang memperhatikan anak-anak dibawah umur dan memimpinnya kepada guru sekolah. Hukum Taurat digunakan oleh Allah sebagai penjaga, pengawal, penuntun, untuk mengawasi umat pilihan Nya sebelum Kristus datang , mendampingi dan membawa mereka kepada Kristus ketika Dia datang, sehingga mereka bisa dibenarkan oleh iman dan berbagian dalam berkat yang dijanjikan Allah.
Ayat 25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
Karena kepercayaan dalam Kristus telah datang, kita tidak perlu lagi berada di bawah pengawasan hukum Taurat.
Ayat 26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
Anak yang dewasa yang telah bertumbuh dalam pengawalan penjaga budak.
Di bawah perjanjian yang lama orang-orang pilihan Allah dianggap kanak-kanak.Sekarang dibawah perjanjian yang baru, mereka dianggap orang dewasa yang akan mewarisi berkat yang dijanjikan – Roh Kristus yang almuhit. Iman dalam Kristus membawa kita ke dalam Kristus, membuat kita satu dengan Kristus, yang di dalamNya terdapat keputraan. Kita harus disatukan dengan Kristus karena iman sehingga di dalam Dia kita bisa menjadi anak-anak Allah.
Ayat 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Percaya adalah percaya ke dalam Kristus (Yoh 3:16) dan dibabtis adalah dibaptis ke dalam Kristus. Oleh iman dan baptisan kita telah masuk ke dalam Kristus, mengenakan Kristus, dan disatukan dengan Kristus. Baptisan yang dilakukan dengan cara yang benar,murni, dan hidup menaruh kaum beriman ke dalam nama Allah Tritunggal, nama yang ilahi (Mat 28:19) ke dalam Kristus, persona yang hidup (Gal 3:27) ke dalam kematian Kristus yang efektif (Rom 6:3) dan ke dalam Tubuh Kristus, organisme yang hidup (1Kor 12:13) sehingga kaum beriman dapat masuk ke dalam kesatuan organik bukan hanya dengan Kristus, tetapi juga dengan Tubuh Nya. Selain itu, baptisan membawa kaum beriman keluar dari keadaan lama mereka dan masuk ke dalam keadaan yang baru, mengakhiri hayat lama mereka dan menumbuhkan mereka dengan hayat baru Kristus, sehingga mereka dapat hidup di dalam Tubuh Kristus, suatu organisme, dengan unsur Allah Tritunggal.
Ayat 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
Tidak ada perbedaan ras.
Tidak ada Perbedaan tingkat sosial
Tidak ada perbedaan jenis kelamin. Karna hayat kebangkitan Nya dan sifat ilahiNya, kaum beriman adalah satu dalam Kristus untuk menjadi satu manusia baru (Ef 2:15) Satu manusia baru dalam Kristus ini mutlak di dalam Kristus. Tidak ada tempat untuk almuhit kita, watak almuhit kita dan karakter almuhit ini, Krstus adalah semua dan di dalam segala sesuatu (Kol 3:10-11) Keesaan dalam Kristus ini dicapai melalui baptisan yang mengakhiri semua perbedaan yang memecah belah dan mengantar kaum beriman ke dalam kesatuan organik yang ilahi dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses, menghasilkan keyakinan subyektif kaum beriman bahwa mereka adalah satu dengan yang lainnya.
Ayat 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
Abraham hanya memiliki satu keturunan. Kristus (ay 16). Karena itu, untuk menjadi keturunan Abraham kita harus menjadi milik Kristus, bagian dari Kristus. Karena kita satu dengan Kristus, kita juga adalah keturunan Abraham, ahli waris menurut janji Allah,mewarisi berkat yang dijanjikan Allah sebagai bagian kita, yaitu Roh almuhit sebagai perampungan akhir dari Allah yang telah melalui proses. Di bawah perjanjian yang baru, kaum beriman sebagai umat pilihan Allah, orang yang dewasa, adalah ahli-ahli waris, bukan dibawah hukum Taurat tetapi dalam Kristus. Seperti Ismail (3:23) penganut religi Yahudi yang tetap berada dibawah hukum Taurat dan memisahkan dirinya dari Kristus, adalah keturunan Abraham menurut daging, mereka tidak seperti Ishak (4:28) yang adalah ahli waris Abraham menurut janji. Namun, kaum beriman dalam Kristus adalah ahli-ahli waris, yang mewarisi berkat yang dijanjikan. Karena itu kita harus tetap di dalam Kristus dan tidak berpaling kepada hukum Taurat dan mengharapkannya kebenaran oleh hukum Taurat. Karena hukum Taurat tidak dapat member kita hayat (ay 21) hukum Taurat tidak dapat menghasilkan anak-anak Allah, tetapi Roh itu, yang diterima karna iman (ay2) dan yang member kita hayat (2Kor 3:6) dapat menghasilkan anak-anak Allah. Hukum Taurat menjaga umat pilihan Allah dibawah pengawalannya sampai iman datang (ay 23) Iman dalam Kristus, yaitu Roh pemberi hayat yang almuhit, membuat umat pilihan Allah menjadi keturunan Abraham seperti “bintang-banitang di langit” (Kej 22:17) menurut janji Allah.
Pada pasal ini mewahyukan bahwa Allah memberikan janji kepada Abraham menurut tujuan kekal Nya. Sebelum janji ini digenapi, hukum Taurat diberikan sebagai pengawal umat pilihan Allah. Kemudian pada waktu yang telah ditentukan, Kristus keturunan yang dijanjikan itu, datang untuk menggenapi janji dan mendatangkan berkat yang dijanjikan. Inilah kasih karunia. Sebab itu, kasih karunia datang bersama Kristus dan bersama penggenapan janji Nya. Ini semua ada pada pihak Allah. Pada pihak kita, kita perlu cara untuk memahami, menyadari dan menikmati segala apa adanya dan segala yang telah dirampungkan Kristus,keturunan itu. Jadi pada pihak Allah ada kasih karunia dan pada pihak kita ada iman. Sekarang, karena kita mempunyai kasih karunia, iman dan keturunan yang telah menggenapi janji, kita tidak lagi memerlukan hukam Taurat sebagai pengawal kita. Karena itu, kita harus mengesampingkan hukum Taurat dan berpaling dari pengawasan untuk tinggal bersama Kristus sehingga kita dapat menikmati berkat yang dijanjikan dengan tetap berada di dalam kasih karunia dan iman. Berkat ini tidak lain adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagi Roh pemberi hayat yang almuhit.
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15
@agus virgianto, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, setelah menulis panjang pendek ternyata semua BUALAN anda harus menghadapi FAKTA bahwa HUKUM Taurat sudah BATALKAN oleh kematian Yesus. ha ha ha ha … K’cian dech lu!
tampaknya banyak pihak yg terguncangkejeblos digot karena membaca pengungkapan anda tentang Perpuluhan, yakni mereka yg kenyang mengisap darah umat kristen spt bangsat yg menunggu pantat yg duduk di kursi gereja.
Tuhan hanya meminta perpuluhan dari hasil ternak dan hasil panen, bayangkan banyak profesi2 lain selain peternak dan pemilik ladang yg tidak dimintai perpuluhan oleh Tuhan,
misalnya org yahudi yg menjadi pembuat roti, pembuat perkakas, pembuat perabot, pembuat kain, penjahit, tukang cukur, pembuat kereta, tenda, pedagang perhiasan, buruh tani yg tdk punya ladang, nelayan dll.
Yesus dan murid2nya pun tdk pernah membayar perpuluhan krn tergolong orang2 tdk memiliki ternak dan ladang. bukankah demikian ?
HalleluYah Praise Jesus
@lazarus, banyak yang protes bahwa pengungkapan kebenaran ajaran Perpuluhan ini akan membuat GEREJA-GEREJA bangkrut. saya katakan msutahil. di gereja kami,GKI = Gereja Kristen Indonesia, TIDAK ADA perpuluhan, namun anggota jemaat GKI getol sekali URUNAN untuk membiayai operasional gereja dan membantu SESAMA masyarakat.
wah pak bengcu coba anda baca Mat 5:17-20.. Anda mengatakan Tuhan Yesus membatalkan hukum taurat, tapi mengapa perkataan Tuhan Yesus sendiri berkata Dia datang bukan untuk meniadakan melainnkan menggenapinya.
Sebaiknya sebelum berkata-kata apalagi mengutip kebenaran Firman, anda berdoa dan tanya Tuhan dulu apa pemahaman anda tentang Firman sudah benar.Mohon anda baca Yak 3:3-6 tentang dosa karena lidah, anda renungkan sebelum anda berkata-kata, dan saya berdoa roh kudus bekerja atas anda.
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15
Christian, yang bilang Hukum Taurat SUDAH dibatalkan bukan hai hai namun Efesus 2:15. Hai hai TIDAK membuat ajaran baru, HANYA meneruskan yang diajarkan Alkitab. SebaiknyaPinjam UCAPAN anda untuk MENASHEATI anda ya? ha ha ha …..
Christian: sebelum berkata-kata apalagi mengutip kebenaran Firman, anda berdoa dan tanya Tuhan dulu apa pemahaman anda tentang Firman sudah benar.Mohon anda baca Yak 3:3-6 tentang dosa karena lidah, anda renungkan sebelum anda berkata-kata, dan saya berdoa roh kudus bekerja atas anda.
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Matius 5:17
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Matius 5:18
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Matius 5:19
Yesus MEMANG tidak MENIADAKAN hukum taurat namun KEMATIANNYA membatalkan hukum taurat. Yesus MENGGENAPI hukum Taurat. Adna pasti nggak NGERTI artinya bukan? Kalau ngerti COBA anda jelaskan. ha ha ha ha … MEskipun Hukum Tauarat DIBATALKAN namun tidak DITIADAKAN kok. ha ha ha ha …
perpuluhan itu hanya untuk suku LEWI dan yang kerjannya hanya di bait TUHAN . baca para rasul tidak layak terima perpuluhan , yang layak sumbangan suka rela, jika ada hamba TUHAN bilang dia rohani LEWI kasih saja senga uang perpuluhan rohani juga amin
@tjan tjuan hin, kalau ada PENDETA yang bilang dia suku LEWI rohani, kasih saja uang ORANG MATI! Boleh juga kasih CEK orang mati.
saya sudah puluhan kali mencari di perjanjian baru, tdk sekalipun ada ajaran yg membahas tentang perpuluhan. Apabila perpuluhan memang sangat penting spt yg selalu dikotbahkan pendeta HINA, mengapa Yesus tdk membahasnya? Apakah yesus yg pikun, atau pndeta nya yg PENIPU?