Inilah saatnya menguliti kesaksian bohong Philip Mantofa piknik ke neraka helai demi helai seperti menguliti bawang bombai dengan alkitab sebagai STANDAR kebenaran di depan banyak saksi.
Bengcu menggugat:
Kerabatku sekalian, apakah kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka adalah kisah nyata? MUSTAHIL! mungkinkah Philip Mantofa piknik ke neraka? Mustahil! Setelah membaca kesaksiannya di atas, dengarkanlah kesaksiannya di video di bawah ini. Kesaksiannya saling bertentangan.
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis (diabolos) atau Satan (satanas), yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9
Iblis hanya ada satu dan wujudnya adalah naga besar alias ular tua. Itu sebabnya kesaksian Philip Mantofa melihat banyak iblis bertanduk di neraka mustahil kisah nyata.
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14
Ibrani 2:14 mencatat bahwa Iblis sudah dimusnahkan, itu sebabnya kesaksian Philip mantofa melihat iblis-iblis bertanduk di neraka mustahil kisah nyata.
Alkitab tidak mencatat keberadaan lembah penyiksaan makanya kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka dan melihat lembah penyiksaan mustahil kisah nyata.
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15
Efesus 2:15 mencatat, dengan mati-Nya sebagai manusia, Yesus membatalkan hukum taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Karena sudah dibatalkan maka tidak ada lagi orang yang akan dihukum karena melanggar hukum Taurat. Itu sebabnya kesaksian Philip Mantofa melihat orang-orang disiksa di neraka pasti bukan kisah nyata.
Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Lukas 23:34
Lukas 23:34 mencatat, ketika diberi kuasa di sorga dan di dunia untuk menghakimi orang yang hidup dan yang telah mati dari atas salib, Yesus bukan hanya mengampuni namun juga berdoa agar Allah Bapa mengampuni mereka juga. Karena sudah diampuni maka tidak mungkin ada yang dihukum. Itulah bukti kesaksian Philip Mantofa melihat orang-orang disiksa di neraka tidak mungkin kisah nyata.
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; Markus 9:43
Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Matius 23:33
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Matius 10:28
Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Yohanes 17:12
Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Wahyu 20:13
Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Wahyu 20:14
Ketika mengajar tentang neraka, tempat menghukum orang-orang jahat, Yesus bilang hanya ada satu hukuman di neraka yaitu binasa alias musnah. Dia tidak mengajarkan tentang mempekerjakan iblis memaksa orang jahat melakukan kejahatan yang mereka lakukan waktu di dunia. Hanya Allah dung dung pret yang tidak suka melihat orang masturbasi di dunia lalu memaksa mereka masturbasi sampai kuda gigit jari di neraka.
Namun, pembinasaan tidak pernah terjadi pada umat manusia karena di dalam Yohanes 17:12 Yesus menyatakan hanya ada satu makhluk yang binasa yaitu yang sejak semula ditetapkan untuk binasa. Makhluk itulah yang disebut anak kebinasaan. Siapakah dia? Ibrani 2:14 mengajarkan bahwa dia adalah Iblis.
Tidak ada manusia yang binasa karena ketika diberi kuasa di sorga dan di dunia untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati dari atas kayu salib, Yesus bukan hanya mengampuni semuanya namun memberi wasiat alias memohon kepada Allah Bapa untuk mengampuni semuanya. Itu sebabnya maut dan kerajaan maut dilemparkan ke lautan api.
Ketika si anak hilang pulang, bapaknya tidak menghukumnya namun mengampuninya. Ketika manusia trikotomi mati, tubuhnya membusuk sementara Roh Kudus membimbing roh manusia ke rumah Bapa. Allah Bapa tidak menghukum anak-anak-Nya namun mengampuni mereka. Itu sebabnya kesaksian Philip Mantofa melihat manusia disiksa oleh iblis di neraka mustahil kisah nyata. Hanya pepesan kosong karangan Philip Mantofa belaka.
Kesaksian Philip Mantofa piknik ke Neraka:
Sahabat, tanggal 1 Januari 2000 pukul 05.00 wib pagi. Aku dibawa ke suatu daerah gurun pasir yang luas, tandus, kering kerontang serta panas terik sangat menyengat. Aku melihat banyak binatang aneh dan menjijikkan yang tidak pernah aku temui sebelumnya.
Aku berjalan setapak demi setapak melewati gurun tersebut hingga sampai pada suatu tempat yang menyeramkan. Rasa aneh meliputi aku, tulang-tulangku serasa sakit semua, terlebih lagi tidak ada sedikitpun angin berhembus, suasana sunyi mencekam dan mendung menyelimuti daerah tersebut! Aku tidak dapat menggambarkan dengan lebih baik lagi sebab hanya kengerian yang ada di sana.
Sebuah pintu gerbang berdiri menjulang di hadapanku dan dengan rasa gelisah namun ingin tahu aku mencoba membuka gerbang tersebut. Ternyata gerbang tersebut tidak cukup sulit untuk dibuka tetapi membuat aku tersentak sebab di hadapanku masih berdiri sebuah pintu gerbang lagi dan di atas gerbang tersebut terdapat papan palang bertuliskan “valley of torture” (lembah penyiksaan)!!!!
Aku sempat ragu apakah aku harus melanjutkan ‘perjalanan’ ini atau tidak, tetapi aku merasa ada sesuatu yg mendorong aku untuk melanjutkannya. Dengan jantung berdegup keras aku membuka gerbang berikutnya dan … oh Tuhan!!! aku tidak percaya pada apa yang kulihat tetapi itulah kenyataannya! Aku melihat suatu lorong yang diliputi oleh kegelapan.
Saat itu aku berdiri di pinggir pintu gerbang, aku tidak tahu seberapa luas dan panjang lorong tersebut tetapi aku dapat melihat asap samar2 pada ujungnya dan aku merasa itu adalah lautan api yang dahsyat.
Di sepanjang lorong yang gelap itu aku melihat banyak orang disiksa oleh orang-orang berpakaian hitam-hitam serta bertanduk dan aku melihat mereka sangat bernafsu untuk menyiksa setiap orang yang ada di sana sebelum mereka semua dimasukkan dalam lautan api pada ujung lorong tersebut. Tangis ngilu serta erangan bercampur dengan tertawa yang menjijikkan aku dengar dalam tempat yang sangat kotor tersebut.
Di tepi lorong aku melihat seorang wanita muda, tangannya diikat pada sebuah kayu. Banyak sekali orang-orang bertanduk yang mengelilingi dia serta mentertawakannya Aku melihat wajahnya yang sudah putih pucat itu diliputi oleh rasa ketakutan yang amat sangat, di depan matanya terdapat suatu senjata aneh yang tidak pernah aku jumpai sebelumnya, aku tidak tahu namanya tapi bentuknya sejenis garpu penggaruk dengan mata pisau yang sangat tajam.
Senjata tersebut dibawa oleh salah satu iblis bertanduk yang sedang mengerubuti wanita tersebut, aku mendengar si iblis mengancam wanita malang itu “Ayo berdusta!!! Ayo berdusta!!!”
Aku melihat wanita muda itu makin ketakutan dan dia sudah sepenuhnya jatuh dalam kuasa para iblis bertanduk itu sehingga ia mau menuruti kemauan mereka. Jawab wanita itu, “Ya!! Ya!! aku berdusta!! aku berdusta!!!” Para iblis yang mengancam itu tertawa terbahak-bahak dan mereka merasa puas akan jawaban wanita muda tersebut.
Aku menyangka setelah wanita itu menuruti apa yang mereka mau maka ia akan dilepaskan tapi apa yang terjadi? Para iblis jahat itu malah menyorongkan garpu penggaruk dengan mata pisau yang tajam-tajam itu kedalam wajahnya dan darah segar menyembur keluar dari wajah wanita yang telah hancur dan tidak berbentuk itu.
Pada saat itu aku mendengar wanita itu berteriak kesakitan, “AAAAAHHHH TOLong!!!!!” aku langsung berteriak “Stopp!!! Hentikan…!” Aneh! Mereka tidak mendengar teriakanku dan bahkan aku tidak terlihat oleh mereka walaupun aku ada di sana.
Aku merasa muak melihat pemandangan yang mengerikan dan suara-suara itu tapi ternyata masih banyak lagi pemandangan yang lebih mengejutkan.
Berikutnya aku melihat seorang laki-laki, rambutnya sudah hangus, wajahnya tinggal tengkorak yang membusuk dan ulat-ulat yang tidak dapat terbakar oleh api keluar dari lubang-lubang tengkoraknya.
Laki-laki tersebut diusung dari ujung lorong yang mendekati api, aku rasa mereka telah lama menyiksa orang tersebut, orang tersebut telah hangus dan dagingnya meleleh karena telah diletakkan dekat api yang tidak terhingga panasnya.
Iblis-iblis yang mengusungnya tertawa-tawa mengejek laki-laki di atas usungan tersebut dan tidak ada yang dilakukan laki-laki tersebut selain pasrah. Ia sekarat! tetapi tidak bisa mati. mulutnya megap-megap seolah ingin memohon belas kasihan.
Salah seorang dari iblis itu berteriak, “Ayo masturbasi!!!! ayo masturbasi !!!!” jawab pria itu dengan bergetar, “Ya aku masturbasi!! aku masturbasi!!” AHHHHH!!!!!! ” Aku melihat ulat-ulat yang amat sangat banyak keluar dari dalam tubuhnya .. Seluruh tubuhnya!!!!! Aku makin jijik melihat semua itu apalagi mendengar teriakannya! aku merasa ngeri!!!!!!
masih banyak lagi teriakan dan perintah2 yang aku dengar, “Ayo minum! Ayo mabuk! Ayo judi! Ayo menipu!!!” dan para iblis itu tertawa-tawa menikmati serangan dan tangisan seolah-olah mereka sedang mendengar musik yang indah.
Aku tidak berani berjalan masuk lebih dalam. Aku hanya melihat sejauh mata memandang dan aku yakin masih banyak lagi jenis2 penyiksaan yang dilakukan sebab lorong tersebut lebih pas kalau disebut barak penyiksaan.
Aku menemukan suatu pemandangan yang amat sangat mengagetkan, aku melihat banyak orang saleh beragama di sana ! aku tidak percaya….!!!! Tapi aku tidak berkuasa untuk menyangkalnya !!! Aku mendengar teriakan mereka saat disiksa, mereka menyebut nama Tuhan, “Tuhan tolong aku!!!!!” Tuhan bukankah aku selalu bersama dengan Engkau? Engkau mengajar di kota-kota kami. Aku melayani Engkau Tuhan !!!!!”
Mereka memohon-mohon pada Tuhan tetapi mereka sudah tidak mendapat kesempatan itu, sampai pada akhirnya aku mendengar mereka menghujat Tuhan. Hancur hatiku melihat hal ini. Setelah itu aku betul2 berada dipuncak kengerian dan shock berat meliputi aku!!! aku sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan ‘perjalanan’ ini dan jika dilanjutkan kemungkinan besar aku akan ‘mati’ secara jasmani. “Tuhan, tolong bawa aku untuk keluar dari sini…. Tolong Tuhan…..!!!!”
Seketika itu juga aku……. aku tersadar! semua yg terjadi tadi adalah sebuah vision, sebuah penglihatan ……. penglihatan yang sangat mengerikan….. penglihatan tentang neraka….!!!!!!!
Aku senang menemukan diriku berada di rumah meski setelah itu aku harus mengalami sakit berhari-hari. Tulang dan sendiku ngilu semua. Penyakit maag ku kambuh dan shock masih membayangiku!!!
Aku berdoa pada Tuhan, apa arti semua ini? Dan apa yang Tuhan mau terhadap pengalamanku itu? Tuhan memberiku suatu pengertian dan beban yang sangat mendalam bagi orang-orang di sekelilingku. Tuhan mau aku memberitakan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi kepada semua orang.
Saat ini banyak dari mereka sedang bersenang-senang, makan-minum, pesta pora, pesta sex, narkoba dan banyak kesenangan lain yang seolah-olah mereka bisa nikmati selamanya, tetapi mereka tidak sadar bahwa neraka ada di depan mereka dan iblis2 bertanduk sedang menanti mereka untuk menjadi mangsa berikutnya!!!!!
Penutup:
Aku tahu Tuhan Yesus sangat mengasihimu oleh sebab itu Ia masih mau memberi kesempatan kepadamu!!! Untuk bertobat melalui ‘penglihatan’ yang telah ditunjukkannya kepadaku. Sahabatku, aku HARUS MENULIS SURAT INI padamu untuk mengingatkanmu sebab aku tidak mau kamu mengalami hal yang sama dengan mereka di sana. Sungguh, aku mengasihimu!! Dan aku harap kamu mau MERENUNGKAN semuanya ini dan benar2 bertobat, terima Tuhan Yesus secara pribadi, HIDUP BARU, dan jangan keluar dari jalan yang telah Tuhan Yesus TETAPKAN.
PS. Forwardlah pesan ini ke semua, masih ada waktu tersisa!! Atau anda akan menyesal bila suatu saat anda akan melihat orang2 yg saudara cintai berada pada “valley of torture!!””
GOD BLESS US. HOPE AND PRAY! KEEP THE FAITH THAT HE ALWAYS BE WITH US AND TRUST IN HIM THAT HE REALLY KNOWS YOU!!
KISAH nyata ini disaksikan oleh Philip Mantofa. ditulis ulang tgl 20 oktober 2000.
NB.
Biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualannya. Itulah yang terjadi pada Philip Mantofa. Silahkan klik di SINI untuk membaca kesaksian Philip Mantofa piknik ke neraka VERSI lainnya. Kalau kesaksiannya piknik ke neraka adalah kisah nyata, mustahil kesaksiannya saling bertolak belakang bukan?
NBB.
Untuk membaca blog-blog hai hai yang lain tentang Philip Mantofa, silahkan Klik di SINI.
Alex, tiga ayat yang saya kutip itu cukup untuk memberitahu anda bahwa SEJAK semula, Alkitab ditulis untuk menjadi SUMBER PUSTAKA dan STANDARD kebenaran. Sebaiknya anda belajar sejarah Agama Kristen agar mendapat pemahaman yang lebih baik.
Tiga ayat itu cukup? Bisa tolong dijelaskan lebih jauh, apanya yang cukup? Anda belum menjawab pertanyaan saya. Anda hanya membuat pernyataan demi pernyataan tanpa penjelasan.
Saya mau belajar (dan sudah belajar sedikit) tentang sejarah agama Kristen. Tapi Anda mengacu lebih spesifik kepada sejarah agama Kristen yang mana ya? Pada masa kapan? Dan bagaimana kaitannya dengan pertanyaan saya?
Saudara Alex, seperti yang saya katakan, ketiga ayat tersebut mengajarkan bahwa Alkitab adalah SUMBER pustaka dan STANDARD kebenaran.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” Keluaran 17:14
Ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa yang TERCATAT, dicatat atas PERINTAH TUHAN (YHWH). Itu berarti yang TIDAK diperintahkan untuk dicatat tidak dicatat. Itu berarti yang dicatat adalah FIRMAN TUHAN alias ALKITAB.
Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” Keluaran 24:7
Ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa firman TUHAN (Alkitab) adalah SUMBER pustaka. Di luar yang TERCATAT bukan sumber pustaka.
Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut akan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN, Allahmu, Ulangan 28:58
Ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa firman TUHAN (Alkitab) adalah STANDARD kebenaran. Di luar yang TERCATAT bukan standard kebenaran.
Baiklah saya akan kutip ayat yang lainnya lagi:
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.” Keluaran 34:27
Ayat tersebut di atas menyatakan bahwa Yang TERCATAT (Alkitab) adalah Firman TUHAN, SUMBER pustaka dan STADNARD kebenaran baik bagi bangsa Israel maupun bagi TUHAN.
Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: Bilangan 33:2
Ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa yang TERCATAT adalah yang DIPERINTAHKAN untuk dicatat.
Nah, Alex, itulah TRADISI penulisan Alkitab sejak Kitab Kejadian oleh MUSA di gunung Horeb sampai Kitab Wahyu oleh Yohanes di pulau Patmos.
Apakah yang anda tanyakan adalah “ADAKAH ayat Alkitab yang mencatat bahwa Alkitab itu terdiri dari kitab Kejadian sampai Wahyu dan jumlah totalnya 66 Kitab, 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 Kitab Perjanjian Baru?” Jawabannya adalah TIDAK ADA!
Umumnya orang AWAM menyangka KANONISASI Alkitab BARU dilakukan setelah semua kitab-kitab ditulis. Lebih lanjut mereka meyakini bahwa KANONISASI dilakukan dengan MENYELEKSI banyak sekali kitab.
1. Yang LOLOS seleksi disebut ALKITAB.
2. Yang LOLOS dengan catatan disebut DEUTEROKANONIKA.
3. Yang TIDAK LOLOS disebut kitab SESAT.
KANONISASI Alkitab tidak dilakukan dengan CARA demikian. KANONISASI Alkitab dilakukan secara BERTAHAP seiring dengan berlalunya WAKTU dan DITULISNYA sebuah kitab.
Kitab-kitab pertama disebut Kitab Taurat atau Taurat Musa. Jumlahnya hanya beberapa halaman. Seiring berlalunya waktu, jumlahnya semakin banyak. akhirnya menjadi sebuah Kitab. Kemudian muncul kitab kedua. Ketiga, Keempat dan Musa Mati. Saat itu yang disebut Alkitab alias Kitab Musa jumlahnya ada 4 Kitab. Josua melanjutkan jabatan Nabi dari Musa. Seperti Musa, dia pun mencatat berdasarkan PERINTAH TUHAN. Begitulah CARA kanonisasi Alkitab dilakukan Jumlah terus BERTAMBAH dan BERTAMBAH dan TERUS bertambah hingga GENAP 66 KITAB.
Bagaimana umat Kristen GENERASI ini meyakini ke 66 kitab tersebut adalah Firman Allah? Sebagian besar DENOMINASI (kumpulan gereja) melakukannya dengan KOMITMEN atau BERIMAN bahwa ke 66 Kitab tersebut adalah Firman Allah. hai hai menyatakan: Keyakinan alias IMAN bukan cara bijaksana. Yang harus dilakukan adalah MENGUJI ke 66 kitab tersebut secara ilmiah. Kebenaran yang TIDAK KONSISTEN bukan kebenaran SEJATI. Itulah STANDARD paling mudah untuk menguji Alkitab.
Sudara Alex, semoga penjelasan singkat itu membantu anda untuk memahami TRADISI penulisan Alkitab dari generasi ke generasi.
PEMAIN dan PENONTON ?
2 hal yg jauh berbeda….
daripada ngurusin iman org, mending jaga hati masing2 spy tetap berkenan di hadapan Tuhan. Manusia bertanggung jawab atas keselamatan dirinya masing2, jgn sedikitpun membuka celah bagi si jahat tuk’ memecah belah kita, krn firman Tuhan, ”Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” Lukas 11:2
Terima kasih atas penjelasan singkatnya, pak haihai. Saya menghargai waktu yang sudah Anda luangkan untuk menanggapi komentar dan pertanyaan saya. Banyak pertanyaan yang ingin saya ajukan mengenai apa yang sudah Anda tulis. Tapi saya akan kembali fokus ke pertanyaan saya di awal tadi. Tampaknya Anda tidak menangkap maksud dari pertanyaan saya, atau saya yang tidak jelas di dalam mengungkapkan pertanyaan saya. Karena itu saya akan mencoba untuk menjelaskan kembali pertanyaan saya.
Di dalam penjelasan Anda, Anda berasumsi bahwa Firman Tuhan = Alkitab. Pertanyaan saya di awal tadi berkenaan dengan konteks historis penulisan kitab-kitab yang ayatnya Anda kutip. Ketika para penerima/pembaca MULA-MULA dari kitab-kitab yang ayatnya Anda kutip (Keluaran, Ulangan, Bilangan) membaca ayat-ayat tersebut, apakah yang timbul di benak mereka ketika mereka membaca kata “kitab” atau “Firman Tuhan”? Bagi para pembaca MULA-MULA, kata “kitab” atau “Firman Tuhan” TIDAK MUNGKIN mengacu kepada Alkitab seperti yang Anda asumsikan karena Alkitab (yang sudah dikanonisasi PL & PB seperti yg ada di benak Anda ketika Anda menulis kata “Alkitab”) belum terbentuk pada saat itu. Sampai di sini dulu. Apakah Anda setuju?
Robin Best, hai hai sama sekali tidak mengurusi iman orang lain namun menjaga ajaran GEREJA. Yang dilakukannya adalah menegakkan ajaran yang benar dan melawan ajaran guru-guru palsu atau ajaran-ajaran palsu.
Anda walaupun menasehati hai hai namun sayang sekali tidak KONSEKUEN dengan diri sendiri. Bukankah bila nasehat anda benar itu berarti seharusnya anda TUTUP mulut dan tidak mengurusi orang lain? Namun, kenapa anda memberi komentar? Bukankah itu berarti MENGURUSI orang lain? Ha ha ha ha ha ha ha ha …
Saudara Alex, bukankah saya sudah menjelaskan kepada anda bahwa Alkitab itu bertambah dari generasi ke generasi dan berakhir dengan dicatatnya kitab Wahyu. Di dalam generasi ini kita punya Alkitab yang terdiri dari 66 kitab. Bukankah saya sudah beritahu anda bahwa pada zaman Musa hanya ada 4 kitab dan pada zaman Josua menjadi lima kitab? Dalam generasi berikutnya jumlah kitab terus bertambah.
Ketika saya bilang Alkitab, artinya 66 kitab. Ketika bangsa Israel zaman Josua artinya 5 kitab. Pengetahuan Musa dan Josua berbeda. Demikian juga pengetahuan hai hai deibandingkan Musa dan Josua berbeda. Hai hai tahu lebih banyak, sangat lebih banyak.
Jadi, bisakah saya menyimpulkan bahwa, menurut pemahaman Anda, Alkitab adalah sebuah produk dari tradisi?
Alex, tentu saja Alkitab adalah PRODUK dari sebuah TRADISI. Alkitab TIDAK ditulis karena DIDIKTEKAN. Alkitab tidak berisi DONGENG. Bila bukan kisah nyata, maka kisah di dalam Alkitab adalah NUBUATAN atau PERUMPAMAAN.
Alkitab ditulis SANGAT jujur. Itu sebabnya, bukan hanya KESALAHAN manusia saja yang ditulis namun KESALAHAN YHWH dan ELOHIM pun dicatat tanpa TEDENG aling-aling. Anda boleh liat di sini tentang hal itu:
https://bengcumenggugat.wordpress.com/category/kristen/yhwh/
Izinkan saya untuk mencoba menyimpulkan apa yang sudah Anda bagikan.
P1: Alkitab adalah produk dari sebuah tradisi.
P2: Standard kebenaran dan sumber pustaka bagi orang Kristen adalah Alkitab.
Kesimpulan:
Standard kebenaran dan sumber pustaka bagi orang Kristen adalah (produk dari sebuah) tradisi.
Benarkah demikian maksud Anda?