Bila Yudas Binasa Maka Yesus Kristus adalah Pembual


Yudas Iskariot. Tanyakan kepada 10 orang maka 12 orang Kristen akan menjawab tanpa belas kasihan. Yudas Iskariot pasti masuk neraka! Kenapa demikian? Karena dia mengkhianati Yesus? Bukankah Petrus menyangkal Yesus? Karena Yudas tidak menyesal sementara Petrus menyesal. Bukankah Yudas menyesal lalu mengembalikan 30 uang perak yang diterimanya? Karena Yudas bunuh diri. Bukankah Simson minta kekuatan kepada TUHAN untuk bunuh diri sambil membunuh bangsa Filistin dengan merobohkan gedung berhala Dagon? Teologi Reformed mengajarkan bahwa Yudas pasti binasa karena sejak kekal dia sudah ditetapkan untuk binasa. Dialah yang telah ditentukan untuk binasa alias son of perdition alias huios apoleias. Bengcu menggugat bila Yudas binasa maka Yesus Kristus adalah pembual. Benarkah demikian?

Yudas Pasti Binasa Karena Dia Mengkhianati Yesus

Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Matius 26:15

Yudas Pasti binasa karena dia mengkhianati Yesus. Itulah yang diajarkan dari generasi ke generasi. Apakah Alkitab mengajarkan hal demikian? Inilah yang tercatat di dalam Injil.

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Matius 26:21

Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Matius 26:23

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” Matius 26:25

Jawab Yesus kepada mereka: “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Yohanes 6:70

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Yohanes 13:27

Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.  Yohanes 13:30

Yesus: Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.

Bengcu: Siapakah dia?

Yesus: Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

Bengcu: Siapakah yang melakukan hal demikian?

Yohanes: Yudas!

Bengcu: Bila demikian, bukankah itu berarti Yudas yang menyerahkan Yesus?

Yudas: Bukan aku, ya Rabi.

Yesus: Engkau telah mengatakannya.

Bengcu: Karena Yesus membenarkan ucapan Yudas, itu berarti ucapan Yudas benar. Karena ucapan Yudas benar, itu berarti bukan dia yang menyerahkan Yesus. Bila demikian, siapakah yang menyerahkan Yesus? Bukankah dia adalah seorang di antara kamu?

Yesus: Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.

Yohanes: Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.

Yesus: Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.

Bengcu: Karena Yudas kerasukan Iblis, bukankah itu berarti Yesus berkata-kata kepada Iblis?

Yohanes: Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Markus 8:33

Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka. Lukas 22:3-4

Kerabatku sekalian, anda paham apa yang sesungguhnya terjadi, bukan?

Yudas berunding dengan imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dalam kondisi dirasuki Iblis. Itu berarti bukan Yudas namun Iblislah yang berunding.

Yudas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan bersama Yesus dalam kondisi kerasukan Iblis. Itu berarti bukan Yudas yang mencelupkan tangan ke pinggan bersama Yesus namun Iblis.

Yudas pergi meninggalkan Yesus dalam kondisi kerasukan Iblis. Itu berarti bukan Yudas yang pergi meninggalkan Yesus namun Iblis.

Yudas menyerahkan Yesus kepada para pengawal Bait Allah dalam kondisi kerasukan Iblis. Itu berarti bukan Yudas yang menyerahkan Yesus namun Iblis.

Itu sebabnya ketika Yudas, sebelum kerasukan Iblis, menyatakan, “Bukan aku, ya Rabi.” Yesus membenarkannya dengan berkata, “Engkau telah mengatakannya.”

Kenapa Yesus menyatakan, “seorang di antaramu adalah Iblis”? Karena Iblis merasuki salah satu dari antara kedua belas rasul. Dia pernah merasuki Petrus dan saat Perjamuan Terakhir dia merasuki Yudas. Itu sebabnya dikatakan, seorang di antaramu adalah Iblis.

Dengan fakta-fakta yang demikian tegas dan gamblang, mustahil menyangkal bahwa ajaran Yudas mengkhianati Yesus sama sekali bukan ajaran Alkitab namun ajaran sesat karena bertentangan dengan yang diajarkan Alkitab.

Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.  Yohanes 18:6

Yudas mengkhianati Yesus. Itulah yang diajarkan dari generasi ke generasi. Alkitab mengajarkan bahwa Yudas sama sekali tidak mengkhianati Yesus. Alkitab mengajarkan bahwa yang menyerahkan Yesus kepada para pengawal Bait Allah adalah Iblis yang merasuki Yudas. Yesus mustahil dikhianati. Kenapa demikian? Karena Iblis memang diberi kuasa untuk menyerahkan Yesus kepada imam-imam dan tua-tua Israel. Dari mana Iblis mendapatkan kuasa demikian? Dari Allah! Itu sebabnya Yesus TUNDUK! Itu sebabnya Yesus sama sekali tidak mengusir Iblis yang merasuki Yudas seperti Dia mengusir Iblis ketika merasuki Petrus. Itu sebabnya Yesus mendorong Iblis yang merasuki Yudas segera melakukan yang hendak dilakukannya. Itu sebabnya Yesus menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap tanpa perlawanan. Itu sebabnya Yesus menyatakan bahwa Dia hanya melakukan kehendak Bapa-Nya. Itu berarti mustahil Yesus melakukan kehendak Iblis apalagi kehendak Yudas Iskariot murid-Nya.

Mengajarkan Yudas mengkhianati Yesus sama dengan menyatakan Yesus adalah PEMBUAL karena Dia sendiri yang menyatakan bahwa Iblislah yang menyerahkan-Nya, bukan Yudas. Karena Dia sendiri yang menyatakan bahwa Dia hanya melakukan kehendak Bapa-Nya. Itu berarti Yesus mustahil melakukan kehendak Iblis apalagi kehendak Yudas Iskariot murid-Nya. Anda bisa menolak kebenaran demikian namun mustahil menyangkalnya karena Alkitab mengajarkannya dengan tegas dan gamblang.

Yudas Pasti Binasa Karena Dia Bunuh Diri

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak  itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, Matius 27:3

dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Matius 27:4

Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Matius 27:5

Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” Matius 27:6

Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Matius 27:7

Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Matius 27:8

Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, Matius 27:9

dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.” Matius 27:10

Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. Lukas 16:16

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6

Sebagian besar orang Kristen benar-benar berhati DENGKI, berjiwa PICIK dan berpikiran DEGIL seperti nabi Yunus. Sama seperti nabi Yunus yang menghalalkan segala cara untuk memusnahkan bangsa Niniwe, demikianlah orang-orang Kristen berusaha membinasakan Yudas. Itu sebabnya ketika diberitahu bahwa Yudas sama sekali tidak mengkhianati Yesus karena yang menyerahkan Yesus adalah Iblis yang merasukinya, merekapun mencari cara lain agar Yudas binasa. Mereka menyatakan bahwa Yudas harus binasa karena dia bunuh diri.

Jangan membunuh adalah hukum ke enam dari Sepuluh Perintah TUHAN! Itu berarti Jangan membunuh adalah Hukum Taurat. Mungkinkah Yudas binasa karena melanggar Hukum Taurat? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Lukas 16:16 menyatakan bahwa Hukum Taurat tidak berlaku lagi setelah zaman Yohanes Pembaptis. Di samping itu, Allah (Elohim) dalam Kejadian 9:6 menetapkan hukuman bagi pembunuh adalah dibunuh oleh manusia bukan dibinasakan oleh Allah. Itu sebabnya, memaksa Allah membinasakan Yudas karena dia bunuh diri benar-benar DENGKI, PICIK dan DEGIL.

Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Yohanes 10:17

Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku  sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” Yohanes 10:18

Apakah Yesus dibunuh? Tidak! Yohanes mencatat bahwa Yesus menyatakan bahwa Dialah yang menyerahkan nyawa-Nya. Menyerahkan diri-Nya untuk dibunuh? Bukankah itu artinya bunuh diri? Dengan fakta demikian, mustahil menyatakan Yudas pasti binasa karena dia bunuh diri, bukan? Apabila Yudas yang bunuh diri harus binasa, bukankah itu berarti Yesus yang bunuh diri pun harus binasa? Karena Yesus sendiri yang menyerahkan diri-Nya untuk dibunuh, itu berarti mustahil menuduh Yudas mengkhianati Yesus, bukan? Itu berarti baik ajaran Yudas pasti binasa karena mengkhianati Yesus maupun ajaran Yudas pasti binasa karena dia bunuh diri bukan ajaran Alkitab namun ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya penyesatan. Ya Allah ampunilah mereka sebab mereka tidak memahami apa yang diajarkannya.

Yudas Pasti Binasa Karena Dia Telah Ditetapkan Untuk Binasa

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang OLEHNYA Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Matius 26:24

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang OLEHNYA Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Markus 14:21

Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang OLEHNYA Ia diserahkan!” Lukas 22:22

Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Matius 24:19

Handai taulanku sekalian, berdasarkan ayat-ayat tersebut di ataslah para teolog mendirikan doktrin Yudas pasti binasa. Menurut mereka, “Celakalah!” artinya “Pasti dibinasakan oleh Allah!” Itu sebabnya Yudas pasti binasa. Kata “celakalah” dalam ayat-ayat tersebut di atas diterjemahkan dari kata Yunani “Ouai” (lafal: oo-ah’-ee), artinya celakalah! Yesus sering sekali menyatakan, “Celakalah!” Apabila tafsiran para teolog itu benar, itu berarti setiap orang yang tentangnya Yesus berkata, “Celakalah!” pasti dibinasakan oleh Allah. Matius 24:19 adalah nubuatan tentang kedatangan pertama Anak Manusia ke dunia alias kelahiran Yesus. Apabila para teolog itu tidak membual, bukankah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui pada zaman itu pasti dibinasakan oleh Allah? Namun Alkitab mencatat bukan hal itu yang terjadi bukan? Ibu-ibu itu celaka karena anak mereka dibunuh oleh Herodes.

celakalah orang yang OLEHNYA Anak Manusia itu diserahkan.

celakalah orang yang MENYERAHKAN Anak Manusia.

Orang yang OLEHNYA Anak Manusia diserahkan” dan “orang yang MENYERAHKAN Anak Manusia” adalah dua hal yang berbeda. Siapa yang celaka? Orang yang menyerahkan Anak Manusia atau orang yang menjadi alasan (OLEHNYA) Anak Manusia diserahkan? Yudas yang dirasuki Iblis adalah orang yang menyerahkan Anak Manusia. Namun, Yudas mustahil orang yang menjadi alasan dia menyerahkan Yesus. Kenapa demikian? Bila Yudas adalah alasan dia menyerahkan Anak Manusia, itu berarti Yesus melakukan kehendak Yudas. Karena Yesus melakukan kehendak Yudas, itu berarti Dia membual ketika menyatakan hanya melakukan kehendak Bapa-Nya. Bila demikian, siapakah yang menjadi alasan Anak Manusia diserahkan? Dia dilahirkan oleh seorang wanita. Itu sebabnya dia mustahil Iblis sebab Iblis tidak dilahirkan oleh manusia. Lalu, siapakah dia?

Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Matius 20:18

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Matius 20:28

Kedua ayat di atas menyatakan dengan tegas dan gamblang bahwa yang menjadi alasan Anak Manusia diserahkan adalah Yesus alias Anak Manusia. Kenapa Yesus menjadi alasan Anak Manusia diserahkan? Karena itulah misi yang diemban-Nya ketika diutus ke dunia ini. Itu sebabnya Yesus menyuruh Iblis yang merasuki Yudas untuk segera melakukan yang ingin dilakukannya. Itu sebabnya dalam Perjamuan Paskah, Yesus menyerahkan tubuh-Nya kepada ke 12 murid-Nya yang memerintah bangsa Israel.

Adakah yang lebih celaka dari Mahatuan (TUHAN) yang mati di tangan hamba-hamba-Nya sendiri? Adakah yang lebih celaka dari Penguasa Dunia yang mati ditangan dunia yang ada di bawah kuasa-Nya? Adakah yang lebih celaka dari Yang Mahakuasa yang mati dihukum imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang mendapatkan kuasa dari Bapa-Nya?

Yudas mustahil orang yang menjadi alasan Anak Manusia diserahkan sebab Yesus adalah alasan Anak Manusia diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, untuk dijatuhi hukuman mati. Ajaran Yudas pasti binasa karena dia sudah ditetapkan untuk binasa berdasarkan Matius 26:24, Markus 14:21 dan Lukas 22:22 adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan yang diajarkan Alkitab. Kekeh jumekeh mengajarkannya berarti sengaja menyesatkan jemaat.

Yudas Pasti Binasa Sebab Dialah Yang Ditetapkan Untuk Binasa

“Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Yohanes 17:12

Frasa “dia yang telah ditentukan untuk binasa” dalam Yohanes 17:12 diterjemahkan dari frasa Yunani “huios apoleias” yang berarti “anak binasa” yang diterjemahkan sebagai “son of perdition” oleh para penerjemah berbahasa Inggris. Tentang-Nya Paulus menulis:

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.  2 Tesalonika 2:3-4

Handai taulanku sekalian, frasa “mau menyatakan” dalam ayat di atas diterjemahkan dari kata Yunani apodeiknumi yang artinya menyatakan. Kata MAU ditambahkan oleh para penerjemah LAI karena tidak ada dalam bahasa aslinya. Mungkinkah Dia yang telah ditentukan untuk binasa itu adalah Yudas? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Yudas tidak pernah duduk di Bait TUHAN dan menyatakan dirinya sebagai Allah. Mungkinkah Dia adalah Iblis? Mustahil! Karena Iblis tidak pernah duduk di Bait TUHAN dan menyatakan dirinya sebagai Allah. Mungkinkah orang itu belum lahir? Mustahil! Karena bait TUHAN sudah dihancurkan oleh tentara Romawi pada tahun 70. Walaupun bangsa Yahudi percaya suatu saat nanti bait TUHAN akan dibangun kembali namun itu hanya harapan bangsa Yahudi, bukan ajaran Alkitab. Walaupun banyak Teolog Kristen yang mengajarkan teori pembangunan kembali bait TUHAN namun itu adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa bait TUHAN di Yerusalem akan dibangun kembali. Siapakah yang duduk di bait TUHAN dan menyatakan diri-Nya sebagai Allah? YHWH alias Adonai alias TUHAN alias El Shadday alias Allah Yang Mahakuasa.

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

102 thoughts on “Bila Yudas Binasa Maka Yesus Kristus adalah Pembual

  1. Shalom Pak Bengcu,

    Artikel yang menarik, tapi ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan.

    Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Yohanes 15:16

    Bengcu: Apabila Yudas masuk neraka, bukankah itu berarti Yesus membual ketika mengajarkan Yohanes 15:16?

    >> Tidak. Karena Yesus mengucapkan itu setelah Yudas pergi.
    Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Yohanes 13:31

    Bengcu: Bukankah seharusnya Dia mengajarkan tentang dua jenis orang yang diberikan Bapa-Nya kepada-Nya? Yang pertama untuk menghasilkan buah sementara yang kedua untuk BINASA?

    >> Yesus sudah mengatakannya.

    Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Matius 26:23
    Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan.
    Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Matius 26:24
    Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” Matius 26:25

    Anda mencantumkan Yohanes 6:70 dalam salah satu argumen anda, lalu bagaimana dengan ayat selanjutnya yang jelas-jelas menyatakan bahwa memang Yudas yang dimaksud sebagai iblis. Saya yakin anda tidak mungkin tidak melihatnya:

    Jawab Yesus kepada mereka: “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Yohanes 6:70
    Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu. Yohanes 6:71

    Tuhan memberkati.

  2. Jawab Yesus kepada mereka: “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.” Yohanes 6:70

    Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu. Yohanes 6:71

    Herman P, pertanyaannya adalah: APAKAH Yudas adalah IBLIS (Diabolos)? BUKAN! Yudas BUKAN Iblis.

    Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Yohanes 13:27

    Yudas MUSTAHIL Iblis karena dia DIRASUKI Iblis.

    Adakah yang lebih CELAKA dibandingkan Yudas? TIDAK ADA! Dia dihujat oleh seluruh dunia dari generasi ke generasi padahal dia melakukan semua yang dilakukannya itu karena DIRASUKI Iblis.

    Ketika GAGAL dengan TUDUHAN Yudas adalah PENGKHIANAT! Para penghujat itu pun menggunakan JURUS lain yaitu YUDAS pasti masuk neraka karena dia BUNUH DIRI.

    Ketika mengkhianati Yesus dia DIRASUKI Iblis. Tidak mungkinkah Dia juga kerasukan ketika BUNUH diri?

    Anggap saja yang anda TULIS benar. Yudas TIDAK termasuk 12 RASUL yang dipilih oleh Yesus. Itu berarti Yudas adalah SATU-SATUNYA yang disebut murid Yesus yang MENGIKUT Yesus bukan karena Yesus MEMANGGILNYA. Karena Yesus tidak memanggilnya, itu BERARTI Yudas BUKAN murid Yesus. Yudas bukan RASUL Yesus. bila demikian, itu berarti NUBUATAN Mazmur tentang JABATANNYA diberikan kepada orang lain TIDAK digenapi.

    Sesungguhnya GAMPANG sekali memastikan YUDAS mustahil masuk NERAKA:

    Di atas salib, Yesus berdoa, “Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang dilakukannya!”

    NOT GUILTY!

    TIDAK TAHU yang dilakukannya artinya TIDAK bersalah!

  3. Terima kasih untuk penjelasannya Pak Bengcu.

    Bengcu: Anggap saja yang anda TULIS benar. Yudas TIDAK termasuk 12 RASUL yang dipilih oleh Yesus. Itu berarti Yudas adalah SATU-SATUNYA yang disebut murid Yesus yang MENGIKUT Yesus bukan karena Yesus MEMANGGILNYA.

    >> Maksud saya, Yohanes 15:16 dikatakan kepada sebelas murid.yang ada saat itu.

    Yohanes 6:70 jelas menyatakan bahwa Yesus memilih kedua belas murid-Nya, namun ada pengecualian. Di sini Dia berucap kepada kedua belas murid. Jadi Yesus tetap konsisten. Ketika ke-12 murid hadir, Dia menyatakan bahwa salah seorang akan menyerahkan-Nya (Mat 16:24, Lukas 22:22) dan dibuktikan dengan Lukas 22:48
    Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?”

    Saya setuju dengan argumen anda bahwa Yudas bukan iblis. Tapi apakah dengan begitu berarti Yesus salah atau Alkitab yang salah atau kita yang salah paham? Karena Yohanes 6:70 menyatakan bahwa “seorang” adalah iblis (diabolos). Dan ayat 71 menegaskan bahwa “seorang” itu adalah Yudas.

    Bengcu: Karena Yesus tidak memanggilnya, itu BERARTI Yudas BUKAN murid Yesus. Yudas bukan RASUL Yesus.

    >> Yudas adalah murid dan rasul Yesus:

    Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. Markus 6:7
    Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Markus 6:30

    Bengcu: bila demikian, itu berarti NUBUATAN Mazmur tentang JABATANNYA diberikan kepada orang lain TIDAK digenapi.

    >> Bukankah Yohanes 17:12 menyatakan bahwa Yudas ditentukan binasa agar genap yang tertulis dalam Kitab Suci?

    Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Yohanes 17:12

  4. Herman P, ada Teolog yang menafsirkan bahwa kata DIABOLOS di dalam yohanes 6:70 artinya PENGKIANAT, bukan SOSOK yang dinamakan DIABOLOS. Itu sebabnya, yang dimaksudkan oleh Yesus adalah Yudas = pengkhianat (GELAR Yudas), bukan Yudas = SOSOK bernama Diabolos.

    Teori demikian nampak MASUK akal sampai kita mengujinya dengan TELITI. Yohanes menulis TIGA kitab yaitu:

    1. Injil Yohanes
    2. Surat Yohanes 1
    3. Surat Yohanes 2
    4. Surat Yohanes 3
    5. Kitab Wahyu

    Kata Iblis (Diabolos) muncul di kitab:

    1. Injil Yohanes
    2. Surat Yohanes 1
    3. Kitab Wahyu

    Di dalam kitab Wahyu, selain menggunakan kata DIABOLOS, Yohanes juga menggunakan kata SATANAS yang merupakan terjemahan literal kata Ibrani SATAN. PErtanyaannya adalah KAPAN Yohanes menggunakan DIABOLOS dan kapan dia menggunakan kata SATANAS. Apa yang hendak dia ajarkan ketika menggunakan kata DIABOLOS dan apa pula yang hendak dia ajarkan ketika menggunakan kata SATANAS. Cobalah mempelajari ayat-ayat yang mengajarkannya. Silahkan klik di SINI untuk melihat ayat Ayat yang menggunakan kata IBLIS (bahsa Indonesia). silahkan klik di SINI untuk membca ayat-ayat yang menggunakan kata DIABOLOS. Silahkan klik di SINI untuk membca ayat-ayat yang menggunakan kata SATANAS. Saya tidak akan membahas hal itu di sini namun itu bisa menajdi bahan PENELITIAN yang sangat mengasykkan.

    Yang ingin saya katakan di sini adalah: Yohanes TIDAK pernah menggunakan kata DIABOLOS dengan maksud PENGKHIANAT namun selalu menggunakannya untuk menyebut SATU SOSOK yang juga dikenal dengan nama ULAR alias NAGA alias SATANAS.

    Namun Yohanes sama sekali tidak mengajarkan bahwa Yudas adalah IBLIS yang menjadi DAGING seperti Yesus adalah YHWH yang menjadi DAGING. Yang diajarkan oleh Yesus adalah YUDAS kerasukan IBLIS sehingga walaupun nampak NORMAL namun sesungguhnya dia TIDAK merdeka sama sekali.

    Seperti yang saya katakan, Yudas benar-benar CELAKA karena dari generasi ke generasi kebanyakan orang Kristen MENGHARAPKANNYA binasa alias masuk neraka, terutama para sarjana TEOLOGI. salah satu ayat yang digunakan untuk MENDUKUNG ajaran yudas pasti binasa adalah ayat yang anda kuti:

    Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa ANAK KEBINASAAN, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Yohanes 17:12

    Frasa “DIA YANG TELAH DITENTUKAN UNTUK BINASA” diterjemahkan dari frasa: huios apōleias = son of perdition = Anak kebinasaan

    huios = anak
    apoleia = Kebinasaan

    Benarkah Yudas adalah SON of PERDITION alias ANAK KEBINASAAN? Tentu saja bukan. Yohanes mengajarkan bahwa ANAK KEBINASAA bukan Yudas namun IBLIS. SATU saksi tidak SAH, itu sebabnya saya MENCARI saksi lainnya. dialah Paulus.

    Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 2 Tesalonika 2:3

    yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. 2 Tesalonika 2:4

    Frasa “YANG HARUS BINASA” dalam Tesalonika diterjemahkan dari frasa: huios apōleias = son of perdition = Anak kebinasaan

    Ketika saya mengajukan 2 Tesolonika 2:4, umumnya para teolog Reformed langsung melancarkan pukulan BERKOTEK KONTEKS, KONTEKS. Mereka mengatakan bahwa Alkitab harus DITAFSIRKAN sesuai KONTEKSNYA. KONTEKS huios apōleias = son of perdition = Anak kebinasaan di dalam Yohanes 6:70 adalah YUDAS sementara dalam 2 Tesalonika 2:3 adalah IBLIS. Ha ha ha ha … Jurus BERKOTEK KONTERKS, KONTEKS memang SAKTI mandraguna.

    Ketika mengajarkan tentang Son of Perdition, umumnya, ayat yang dikutip adalah Yohanes 6:70, 2 Tesalonika 2:3, Wahyu 17:8;11. Ketika MENGAJARKAN doktrin Yudas pasti binasa, mereka menggunakan Yohanes 6:70 didukung oleh 2 Tesalonika 2:3. Ketika saya mengutip 2 Tesalonika 2:4, mereka langsung menggunakan jurus BERKOTEK, kontek-konteks.

    Ha ha ha ha ha ha … Biasanya mereka akan mengingatkan dengan murah hati, “Jangan memahami dangan AKAL namun pahamilah dengan Rohani. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Itu PARADOKS, bukan bertentangan.”

    Who is The son of perdition? dia pasti BUKAN Yudas.

  5. Pak Bengcu, terima kasih penjelasannya.

    Saya masih ingin menanyakan beberapa hal berkaitan dengan Yohanes 17. Saya mengerti mengapa anda menyatakan bahwa son of perdition pada Yohanes 17 adalah sama dengan son of perdition pada 2 Tesalonika. Akan tetapi, Yohanes 17 adalah doa Yesus untuk murid-muridNya.

    Yesus memang menggunakan kata “mereka”. Tetapi Yesus mengatakan hal ini mengenai “mereka”:
    “Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
    “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”
    “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;”

    Andai kata “mereka” ini bukan murid-murid Yesus, paling tidak “mereka” adalah orang percaya.

    Son of perdition dalam 2 Tesalonika bukan Iblis, dia adalah utusan iblis:
    “Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”
    “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu”

    Son of perdition yang dimaksud Paulus adalah binatang yang muncul dari laut (Wahyu 13):
    “Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.”
    “Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.”

    Menurut saya, son of perdition Yohanes 17:12 tidak sama dengan son of perdition 2 Tesalonika. Karena son of perdition yang Yesus katakan adalah bagian dari “mereka” yang dikecualikan:
    “Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada (son of perdition)”

  6. Herman P., pertama-tama anda harus berangkat dari FAKTA bahwa Alkitab ditulis dalam bahasa Yunani, bukan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Yohanes hanya satu kali menggunakan frasa “huios apōleias” yaitu di Yohanes 17:12. Paulus juga hanya menggunakannya satu kali yaitu di 2 Tesalonika 2:3.

    Frasa yang digunakan PERSIS sama. Apakah itu berbicara tentang 1 PRIBADI atau 2 PRIBADI?

    Apabila para teolog REFORMED KONSISTEN dengan doktrin PREDESTINASI dan TULIP yaiatu: Limited atonement, maka mereka seharusnya mengajarkan bahw yang benar bukan SON OF PERDITION (tunggal) namun SONS of PERDITION (jamak). Namun, kenapa para Calvinis tidak pernah menggunakan istilah Sons of perdition untuk mendukung doktrin mereka? Karena yang tercatat adalah SON OF PERDITION (tunggal) bukan SONS of PERDITION (jamak).

    FAKTANYA adalah YUDAS kerasukan Iblis. Kerasukan artinya TIDAK sehat ROHANI. Artinya TIDAK bersalah. Tidak bertanggung jawab. Itu berarti Yudas MUSTAHIL adalah SON OF PERDITION.

    Anda menafsirkan SON OF PERDITION bukan Iblis namun MANUSIA utusan Iblis. Bukankah penafsiran anda itu DIDASARKAN pada TERJEMAHAN LAI (manusia durhaka, yang harus binasa)? Karena bila kembali ke bahasa aslinya maka sama sekali tidak mengajarkan bahwa SON OF PERDITION adalah MANUSIA. Kenapa demikian?

    SON OF PERDITION mustahil KETURUNAN Hawa. Itulah yang diajarkan oleh kitab Kejadian

    Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Kejadian 3:20

    Anda tahu siapakah SON of PERDITION itu? NAGA BESAR alias TANNIYN GADOWL yang di-BARA pada hari ke 5 oleh Allah. Kenapa dia ditetapkan untuk BINASA? KArena dia sama sekali tidak DIJADIKAN oleh Allah yang berfirman. Coba anda bandingkan FIRMAN Allah pada Kejadian 1:20 dan TANGGAPANNYA pada Kejadian 1:21.

  7. Bengcu: Anda menafsirkan SON OF PERDITION bukan Iblis namun MANUSIA utusan Iblis. Bukankah penafsiran anda itu DIDASARKAN pada TERJEMAHAN LAI (manusia durhaka, yang harus binasa)? Karena bila kembali ke bahasa aslinya maka sama sekali tidak mengajarkan bahwa SON OF PERDITION adalah MANUSIA. Kenapa demikian?

    >> Jadi seharusnya bagaimana terjemahan yang benar, bahwa manusia durhaka (anthropos tes anomias) BUKAN son of perdition?

    Bengcu: Anda tahu siapakah SON of PERDITION itu? NAGA BESAR alias TANNIYN GADOWL yang di-BARA pada hari ke 5 oleh Allah.

    >> Darimana anda mendapatkan kesimpulan ini?

    Son of perdition atau manusia durhaka atau pendurhaka pada 2 Tesalonika dikatakan:
    “lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah.”
    “duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”
    “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis”
    “akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu”

    Kedatangan pendurhaka itu adalah pekerjaan iblis, berarti dia BUKAN iblis.

    Coba bandingkan dengan Wahyu 13 mengenai binatang yang keluar dari laut:
    “Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan NAGA itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.”

    Apa yang dilakukan binatang tersebut:
    “Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.”

    Apa yang menyertai binatang tersebut:
    “Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. … . Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.”

    Lalu dikatakan hal ini tentang binatang yang dari laut itu:
    “Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang MANUSIA, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

    Bukankah berarti son of perdition pada 2 Tesalonika adalah manusia utusan iblis?

  8. Pak Bengcu, anda memaksudkan Kejadian 1:20-21 bahwa binatang laut besar (tanniyn gadowl) adalah iblis adalah naga besar bukan? Maaf tapi saya belum bisa melihat apa kaitannya dengan pembahasan bahwa son of perdition adalah manusia utusan iblis atau iblis sendiri.

    Anda belum menjawab pertanyaan saya mengenai 2 Tesalonika 2:3, apakah manusia durhaka (anthropos tes anomias) bukan son of perdition?

  9. Herman P, Ada tiga Allah:

    1. Allah yang berfirman – Mari kita …
    2. Allah yang menanggapi firman – Maka Allah …
    3. Allah yang mengamini firman – Dan jadilah demikian

    Kejadian 1:20-21 – Tanniyn Gadowl TIDAK difirmankan namun di-BARA (diciptakan). Bukankah anda fasih sekali dengan Wahyu? Kenapa tidak tahu bahwa Tanniyn Gadowl adalah si ular tua alias Satanas alias Diabolos?

    Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 2 Tesalonika 2:3

    Saudara Herman, bukankah saya sudah memberitahu anda bahwa Alkitab Perjanjian Baru tidak ditulis dalam bahasa Indonesia namun bahasa Yunani? Inilah beberapa masalah di dalam terjemahan LAI:

    1. Ada KATA yang tidak diterjemahkan
    2. Ada KATA yang SALAH diterjemahkan
    3. Ada KATA yang DITAMBAHKAN
    4. SUSUNAN kata dala kalimat DIUBAH letaknya.

    Anda manulis:

    manusia durhaka = anthropos tes anomias

    Bukankah saya sudah beritahu anda bahwa:

    SON of PERDITION = Huios apōleias

    Benarkah saya belum menjawab pertanyaan anda? Hitung kembali, SUDAH berapa kali saya memberi tahu anda bahwa:

    SON of PERDITION = uios apōleias = anak kebinasaan

    Anda tahu apa itu

    anthrōpos anomias = human of lawlessness = Manusia pelanggar hukum

    Coba anda klik di SINI untuk melihat terjemahan LAI dan klik di SINI untuk melihat terjemahan bahasa Inggris (KJV). Di dalam kedua terjemahan itu nampak jelas SUSUNAN kata ayat tersebut dalam bahasa Yunaninya.

    anthrōpos anomias apokaluphthē uios apōleias = Manusia pelanggar HUKUM mengungkapkan anak kebinasaan = Human human of lawlessness revealed the SON of PERDITION

    Ayat tersebut sama sekali tidak mengajarkan bahwa manusia pelanggar hukum adalah INKARNASI dari anak kebinasaan. Itu berarti 2 Tesalonika 2:3 mendukung yang diajarkan oleh yohanes bahwa anak kebinasaan sama sekali bukan Yudas.

    Satu hal lagi yang anda harus DEFINISIKAN dengan benar adalah arti kata BINASA. Selama ini para teolog MENAFSIRKAN BINASA = TIDAK BINASA alias BUKAN KRISTEN alias MASUK NERAKA.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.