Handai taulan sekalian, Pdt. Dr. Ioanes Rakhmat baru saja menerbitkan buku barunya yang berjudul: “Membedah Soteriologi Salib: Sebuah Pergulatan Orang Dalam” Soteriologi berasal dari bahasa Latin: Sotere artinya keselamatan dan logos artinya ilmu. Berikut ini adalah pernyataan dari Pdt. Ioanes Rakhmat yang dihakimi membabibuta oleh sebagian orang Kristen. Pada kesempatan ini saya hendak mengajak anda untuk menghakimi EMAIL tersebut dengan ADIL. Anda akan kaget melihat yang tidak anda lihat karena berprasangka dan menghakimi membabibuta serta terburu-buru menjatuhkan VONIS.
Memberanikan diri bertanya, di dalam Emailnya Pdt. Dr. Ioanes Rakhmat menulis:
Dear teman-teman semua,
Ada sejumlah orang bertanya kepada saya, apakah saya masih anggota gki (gereja kristen Indonesia). Pertanyaan ini terkait dengan berita-berita yang sekarang ini beredar di luar bahwa buku terbaru saya, Membedah Soteriologi Salib: Sebuah Pergulatan Orang Dalam (tebal 193 hlm; cetakan kedua expanded, Maret 2010), telah menjadi penyebab saya dikeluarkan dari gki oleh pimpinan sinode gki.
Buku ini (disingkat: MSS) dengan kuat berisi penolakan bulat saya terhadap ajaran utama Kristen tentang keselamatan (=soteriologi) bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya dan menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga. Saya menunjukkan kelemahan-kelemahan fatal doktrin ini dan menghancurkannya; dan saya menyatakan bahwa saya sudah tidak mempercayai soteriologi ini, tetapi, sebaliknya, saya masih bisa hidup sebagai orang Kristen dengan menerima soteriologi-soteriologi alternatif.
Terkait dengan hal di atas, pada kesempatan ini saya mau memberi beberapa klarifikasi.
Pertama, sampai sekarang secara de jure saya masih anggota gki dan masih berstatus pendeta emeritus gki. Secara de facto, saya memang atas kemauan sendiri sudah dua atau tiga tahun terakhir ini tidak melibatkan diri sama sekali dalam kehidupan gki (antara lain sudah tidak pernah ke gereja lagi pada setiap hari Minggu), dan sudah tidak pernah menyebut dan menulis diri saya sebagai seorang pendeta gki dalam situasi dan aktivitas kehidupan apapun.
Kedua, saya dalam satu bulan terakhir ini sudah menerima tiga surat resmi dari pimpinan sinode gki. Dua surat yang pertama meminta saya menghadap mereka untuk “digembalakan khusus”; tetapi kedua surat ini saya tidak indahkan sama sekali dan saya menjalani kehidupan sehar-hari dengan wajar saja tanpa merasa terbeban oleh persoalan apapun. Yang dimaksud dengan “penggembalaan khusus” dalam kehidupan gki adalah tindakan-tindakan menghakimi seseorang sebagai orang yang bersalah dan menjurus kepada dua hal. Jika orang yang sedang digembalakan khusus tidak mau mengubah perilakunya, artinya (dalam bahasa moral agama): tidak mau bertobat, maka pada akhirnya orang itu akan dinyatakan sebagai orang “sesat” atau orang yang “terhilang” lalu keanggotaan gerejanya dihapuskan. Nah, para birokrat rohani gki menghendaki saya mencabut semua pandangan saya dalam buku MSS saya tersebut diatas, jika saya masih ingin berstatus pendeta gki. Jadi, ada dua tujuan dalam penggembalaan khusus ini, yaitu pertobatan orang yang digembalakan, atau penghapusan keanggotaan, atau dalam hal saya: pencopotan status kependetaan dan penghapusan keanggotaan dalam gki.
Karena kedua surat pertama tidak saya hiraukan sama sekali, maka dilayangkanlah surat ketiga kepada saya, yang isinya sangat keras tetapi sudah saya antisipasi, yakni pernyataan bahwa sementara ini status dan pekerjaan kependetaan saya dibekukan sampai saya menyatakan diri bertobat dan mencabut semua pandangan saya yang telah saya uraikan dalam buku MSS. Dirinci dalam surat ini sekian hal yang sudah tidak boleh saya lakukan lagi dalam gki, dan ditulis juga di dalamnya nama empat orang pendeta yang menjadi tim pastoral (= tim penggembalaan khusus) yang akan menuntun saya kepada pertobatan, atau akan berakhir pada sebuah rekomendasi untuk pencopotan status kependetaan saya. Dua orang pendeta dalam tim ini pernah belajar pada saya dulu di sebuah sekolah tinggi teologi di Jakarta . Yang seorang lainnya memiliki gelar Doktor dalam ilmu penggembalaan. Yang keempat sering mengaku Doktor (Dr) walaupun gelar resmi tertingginya hanyalah doktorandus (Drs).
Nah, saya juga berketetapan hati bahwa surat ketiga ini juga TIDAK PERLU SAYA HIRAUKAN SAMA SEKALI. Artinya: saya sama sekali menolak bentuk penggembalaan apapun atas diri saya. Kepada teman-teman saya, saya sudah berulang kali menyatakan bahwa saya bukan seorang pembunuh, juga bukan seorang koruptor dan penggelap uang gereja, juga bukan seorang pezinah atau budak syahwat, juga bukan seorang tukang fitnah, juga bukan teroris. Jadi NO WAY bagi saya untuk digembalakan dalam bentuk apapun. Mereka mau mengadili saya karena SEBUAH BUKU YANG MENGHEBOHKAN. Artinya: para birokrat rohani itu mau mengadili dan memasung sebuah pemikiran bebas, yang merongrong kredibilitas dogma/doktrin gereja. Dengan saya menulis buku ini dan menerbitkannya, saya, dalam pandangan mereka, telah melanggar ikrar setia saya kepada semua ajaran gereja yang telah saya ucapkan ketika saya dulu ditahbis menjadi seorang pendeta. Saya sudah memiliki dua buah jawaban atas penilaian ini, pertama, bahwa saya dulu memang salah memilih pekerjaan kependetaan; kedua, bahwa saya DENGAN SADAR memang MELANGGAR JANJI SETIA SAYA itu karena sekarang saya sungguh menyadari bahwa pemikiran bebas dari dogma jauh lebih luhur dan lebih jujur ketimbang ketaatan membuta pada doktrin-doktrin gereja.
Dengan demikian, saya hingga kini dengan ringan menjalani kehidupan sehari-hari dengan mengerjakan tugas-tugas saya yang tidak ada hubungannya dengan gki dan pekerjaan kependetaan dalam gki. Diungkapkan dalam idiom sehari-hari, saya selalu mengatakan: “Memangnya guwa pikiran apapun yang kalian, para birokrat rohani gki, mau lakukan kepada saya!” Jadi, saya sudah siap 100 persen untuk mengalami pencopotan status kependetaan saya. Kini saya harus menghadapi suatu sisi lain dari pencopotan status kependetaan saya yang saya perkirakan akan terjadi dalam bulan April atau Mei tahun ini: yakni sisi ekonomi finansial. Bagaimanapun juga, saya akan terus menulis buku-buku yang “melawan arus” kekristenan mayoritas di Indonesia, sebagai sumber nafkah ekonomi saya untuk keluarga saya.
Jadi, ringkasnya, hingga hari ini, 06 April 2010, saya secara de jure masih berstatus pendeta emeritus gki yang MENOLAK BENTUK PENGGEMBALAAN APAPUN ATAS DIRI SAYA, tetapi secara de facto saya sudah menarik diri dari kehidupan gki atas kesadaran dan suara nurani sendiri.
Terima kasih atas perhatian teman-teman semua.
Salam,
Ioanes Rakhmat
Bengcu Menjawab:
Buku ini (disingkat: MSS) dengan kuat berisi penolakan bulat saya terhadap ajaran utama Kristen tentang keselamatan (=soteriologi) bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya dan menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga. Saya menunjukkan kelemahan-kelemahan fatal doktrin ini dan menghancurkannya; dan saya menyatakan bahwa saya sudah tidak mempercayai soteriologi ini, tetapi, sebaliknya, saya masih bisa hidup sebagai orang Kristen dengan menerima soteriologi- soteriologi alternatif.
Selain paragraf tesebut di atas, yang lainnya adalah urusan rumah tangga Gereja Kristen Indonesia (GKI). Biarlah urusan rumah tangga GKI di selesaikan oleh GKI sendiri sesuai dengan Tata Gereja Dan Tata Laksana Gereja Kristen Indonesia. Kita akan menghakimi paragraf tersebut di atas.
Penghakiman Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th:
1. Terus terang, setelah membaca email di atas, saya kaget. Walau tidak terlalu kaget seperti ketika dia menolak tentang kebangkitan Kristus secara jasmani. Saya jadi teringat tahun 2003 ketika saya mengunjungi kampusnya di Kampen. Dia dilaporkan mengalami stress berat. Karena itu, dipulangkan, alias drop out. Rupanya, dia belum sembuh ya?
2. Ketika dia mengatakan bahwa keselamatan berdasarkan kematian Kristus, memiliki kelemahan-kelemahan, maka itu adalah urusannya. Setiap orang bebas menerima atau menolak, dengan segala konsekwensinya. Tapi yang jelas, itulah ajaran seluruh Alkitab, baik PL dan PB. Sebagai contoh, nabi besar Yesaya menulis bahwa Dia tertikam karena pemberontakan kita, Dia diremukkan karena kejahatan kita (Yes.53:5). Lalu Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia menyerahkan nyawaNya menjadi tebusan bagi orang banyak (Mark.10:45). Itu juga yang menjadi inti utama ajaran rasul-rasul, termasuk rasul Paulus dan Petrus. “Kristus sudah mati untuk semua orang” (2 Kor.5:15). Demikian juga dengan rasul Petrus, menulis: “Dia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib…”(1Pet.2:24).
Wah, banyak sekali firman Tuhan bicara mengenai hal itu. Wajar, karena itu memang telah menjadi salah satu ajaran utama Alkitab. Sayang sekali, IR tidak menerima otoritas Alkitab. Hal itu tercermin dalam banyak artikel dan buku2 yang ditulisnya. Itu juga yang pernah dituliskannya kepada saya ketika kami berdebat (via email, japri selama kira-kira tujuh kali) tentang Yesus dan Kekristenan. Semua Gereja menerima doktrin keselamatan melalui kematian Yesus. Hal itu terbukti dari praktik perjamuan kudus yang dilakukan oleh Gereja Tuhan, minimal sekali setahun. Malah ada Gereja yang melakukan PK itu setiap Minggu. Perjamuan Kudus menggambarkan akan Kristus yang menyerahkan tubuhNya bagi umatNya. Jadi yang benar adalah, pernyataan IR memiliki kelemahan. KELEMAHANNYA BERSIFAT FATAL!
3. Apa dasar IR mengatakan bahwa Keselamatan melalui kematian Kristus, memiliki kelemahan-kelemahan? Sudah pasti, bukan Alkitab. Saya kwatir, bahwa dia telah menelan mentah-mentah pandangan kaum liberal, seperti Gerd Ludemann, Marcus Borg, dll yang memang tidak menerima keselamatan melalui salib.
4. Lalu dia melanjutkan dengan keinginan untuk menghancurkan ajaran tsb. Bagaimana kira-kira hasil perjuangan IR? Bukankah ajaran Kekristenan itu telah memasuki millenium ketiga? Dan harap diperhatikan, dalam masa Gereja, banyak kekuatan ingin menghancurkan Kekristenan. Namun apa yang terjadi? Gereja tetap bertahan. Saya jadi kasihan melihat IR. Yang benar, bukan dia yang menghancurkan ajaran itu. Tapi dia sedang menghancurkan dirinya sendiri.
5. Dia menulis bahwa dia tidak lagi memercayainya, tapi mengatakan “saya masih bisa hidup sebagai orang Kristen”. Fatal sekali sdr IR ini. Nampaknya, dia tidak memahami lagi esensi dari tulisan-tulisannya. Beberapa tahun yang lalu dia menulis di Kompas dan pandangannya itu telah dibukukan bahwa dia menolak kebangkitan Kristus sebagai fakta. Dia mengatakan menerima spekulasi bahwa kubur dan tulang belulang Yesus ditemukan di Talpiot. Bukankah kedua hal tsb merupakan inti sari Kekristenan? Menurut pengakuan Iman Kristen, Yesus mati dan bangkit. Tapi, Dia bukan hanya mati dan bangkit, tapi Dia mati dan bangkit bagi kita. Rasul Paulus menulis: ” Yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu… Kristus mati karena dosa-dosa kita” (1Kor.15:3). Itulah Soteriologi Salib. Dan itulah yang mau dihancurkan oleh IR, dan tetap mengaku sebagai orang Kristen! Apa yang terjadi gerangan dengan cara berpikir IR ini?
Penghakiman Yang Adil
Ketika menghakimi tidak boleh berprasangka. Prasangka mengakibatkan penghakiman tidak adil. Ketika membaca sebuah tulisan, tidak boleh berprasangka. Prasangka mengakibatkan pemahaman menyimpang.
MENGHAKIMI berarti membandingkan sesuatu dengan STANDARD. Di pengadilan, bila anda menuduh perampok sebagai pencuri itu artinya anda menggunakan pasal yang salah. Dia akan BEBAS demi hukum. Bila tidak hati-hati menghakimi tulisan Pdt. Ioanes Rakhmat, maka anda akan nampak seperti badut YAK-YAK-O (sok tahu).
Handai taulan sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat. Menurut saya, Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th sama sekali tidak memahami tulisan Pdt. Ioanes Rakhmat itu sebabnya penghakimannya benar-benar mengenaskan. Lang kong tang I kong sai, bahasa Hokian, artinya, orang bicara Utara dia bicara Selatan. Pdt. Ioanes Rakhmat menulis tentang utara, Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th menghakiminya sebagai selatan.
Pdt. Ioanes Rakhmat menerbitkan buku barunya yang berjudul: Membedah Soteriologi Salib: Sebuah Pergulatan Orang Dalam. Pada kesempatan ini kita sama sekali tidak akan membahas isi buku tersebut karena yang akan kita bahas hanya satu paragraf dari emailnya.
Buku ini (disingkat: MSS) dengan kuat berisi penolakan bulat saya terhadap ajaran utama Kristen tentang keselamatan (=soteriologi) bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya dan menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga. Saya menunjukkan kelemahan-kelemahan fatal doktrin ini dan menghancurkannya; dan saya menyatakan bahwa saya sudah tidak mempercayai soteriologi ini, tetapi, sebaliknya, saya masih bisa hidup sebagai orang Kristen dengan menerima soteriologi-soteriologi alternatif.
Apa yang ditolak oleh Pdt. Ioanes Rakhmat?
Ajaran utama Kristen tentang keselamatan (=soteriologi)
Apakah dia menolak ajaran keselamatan Alkitab? Tidak! Yang dia tolak adalah ajaran utama Kristen tentang keselamatan.
Apakah menolak ajaran utama Kristen tentang keselamatan berarti menolak ajaran keselamatan Alkitab? Benar, bila anda meyakini bahwa ajaran keselamatan Alkitab sudah selesai dipahami dan standard kebenaran pemahaman ajaran keselamatan Alkitab adalah ajaran utama Kristen tentang keselamatan alias doktrin keselamatan yang dipegang oleh Gereja (khususnya GKI).
Namun, bila anda yakin bahwa ajaran keselamatan Alkitab belum selesai dipahami, itu berarti menolak ajaran utama Kristen tentang keselamatan belum tentu menolak ajaran keselamatan Alkitab. Menyebut Pdt. Ioanes Rakhmat sesat, murtad, nabi palsu karena dia menolak ajaran utama Kristen tentang keselamatan. Benar-benar tidak adil.
Kenapa Pdt. Ioanes Rakhmat menolak ajaran utama Kristen tentang keselamatan?
1. Karena dia menemukan kelemahan-kelemahan fatal doktrin keselamatan yang diajarkan oleh Gereja (khususnya GKI).
2. Karena dia menghancurkan doktrin keselamatan yang diajarkan oleh Gereja (khususnya GKI).
Menyebut Pdt. Ioanes Rakhmat sesat, murtad, nabi palsu karena dia menemukan kelemahan-kelemahan fatal bahkan menghancurkan doktrin keselamatan yang diajarkan oleh Gereja (khususnya GKI), sama sekali bukan hal yang bijaksana. Apabila yang dikatakannya itu benar, bukankah seharusnya kita menghargainya? Pada kesempatan ini kita tidak akan menguji apakah yang diajarkannya itu benar atau salah. Itu sebabnya kita tidak boleh menyebutnya sesat, murtad, nabi palsu karena dia mengaku menemukan kelemahan-kelemahan fatal bahkan menghancurkan doktrin keselamatan yang diajarkan oleh Gereja (khususnya GKI).
Apa Akibat menolak ajaran utama Kristen tentang keselamatan?
1. Pdt. Ioanes Rakhmat tidak mempercayai ajaran utama Kristen tentang keselamatan
2. Dia hidup sebagai orang Kristen dengan menerima soteriologi-soteriologi alternatif
Apakah Pdt. Ioanes Rakhmat yang tidak mempercayai ajaran utama Kristen tentang keselamatan yang telah dia temukan kelemahan-kelemahan fatalnya bahkan dihancurkannya dan hidup sebagai orang Kristen dengan menerima soteriologi-soteriologi alternatif boleh disebut murtad, sesat dan nabi palsu? Boleh! Asal soteriologi-soteriologi alternatif yang dipercayainya bertentangan dengan ajaran Alkitab. Tidak adil bila menyebutnya sesat, murtad dan nabi palsu karena soteriologinya berbeda dengan ajaran utama Kristen tentang keselamatan. Kenapa demikian? Karena ajaran utama Kristen tentang keselamatan gereja (GKI) bukan standard kebenaran ajaran keselamatan Alkitab.
Doktrin KESELAMATAN seperti apa yang ditolak oleh Pdt. Ioanes Rakhmat?
1. kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya
2. kematian Yesus di kayu salib menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga
Apakah GKI mengajarkan bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya? Ada pengkotbah yang mengajarkan bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari Iblis. Ada pula pengkotbah yang mengajarkan bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya. GKI adalah anggota Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dengan demikian terikat oleh Pemahaman Bersama Iman Kristen PGI.
Tentang D. PENYELAMATAN, di dalam Pemahaman Bersama Iman Kristen PGI sama sekali TIDAK diajarkan bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya. Yang diajarkan adalah: “Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya (1 Kor 5:18-19; Kol 1:1:20). Dalam Kristus manusia memperoleh pengampunan dari Allah dan diselamatkan dari kebinasaan.”
Karena gereja-gereja anggota PGI tidak mengajarkan bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya, bukankah itu berarti SEMUA anggota PGI sama seperti Pdt. Ioanes Rakhmat, menolak secara BULAT doktrin ajaran utama Kristen tentang keselamatan (=soteriologi) bahwa kematian Yesus di kayu salib menebus orang dari semua dosanya?
Apakah GKI mengajarkan kematian Yesus di kayu salib menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga? Di dalam Pemahaman Bersama Iman Kristen PGI tertulis: “Di dalam Kristus Allah mulai MEWUJUDKAN rencana penyelamatan-Nya (Ef 1:9-10) yang akan digenapkan-Nya pada kedatangan Yesus kembali (1 Kor 15:22-25).”
Ada pengkotbah yang mengajarkan bahwa seseorang selamat karena dia secara BIJAKSANA memutuskan untuk PERCAYA kepada Yesus dan tawaran keselamatan dari-Nya. Ada pula pengkotbah yang mengajarkan bahwa seseorang selamat karena dia MERESPON alias MENERIMA tawaran keselamatan GRATIS yang diasong-asongkan oleh Roh Kudus dari hati ke hati. Namun GKI dan Gereja-gereja yang menjadi anggota PGI, jelas mengajarkan bahwa yang MEWUJUDKAN penyelamatan adalah Allah dan yang melaksanakannya adalah Yesus Kristus. Dengan ajaran demikian, itu berarti PERCAYA adalah CIRI, bukan SYARAT untuk SELAMAT. SYARAT untuk selamat adalah KARYA Allah dan Yesus Kristus, bukan karya manusia. Itu berarti gereja-gereja anggota PGI sama sekali tidak mengajarkan doktrin bahwa kematian Yesus di kayu salib menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga.
Karena gereja-gereja anggota PGI tidak mengajarkan bahwa kematian Yesus di kayu salib menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga, bukankah itu berarti SEMUA anggota PGI sama seperti Pdt. Ioanes Rakhmat, menolak secara BULAT doktrin ajaran utama Kristen tentang keselamatan (=soteriologi) bahwa kematian Yesus di kayu salib menjamin orang yang percaya pada doktrin ini masuk surga.
Handai taulan sekalian, bukankah orang-orang Kristen yang menyebut Pdt. Ioanes Rakhmat SESAT, MURTAD bahkan NABI PALSU karena satu paragraf dalam emailnya yang telah kita bahas berlaku seperti BADUT? Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu, itu sebabnya mereka SOK TAHU alias YAK-YAK-O? Ha ha ha ha ha ha ha ha ….. Bukankah dengan menybut Pdt. Ioanes Rakhmat SESAT, MURTAD bahkan NABI PALSU mereka sedang MENGUJAT dirinya sendiri, gerejanya sendiri? Ha ha ha ha ha ha ha ha ….. Izinkan saya bernyanyi.
YAK-YAK-O!
YAK-YAK-O!
YAK-YAK-O!
pak bengcu saya tertarik baca tulisan anda bole minta alamat atau no hp atau face book anda thx
rudy yung, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat. alamat rumah saya tidak boleh diminta. Saya masih menggunakannya dan hanya punya satu. No. HP juga saya hanya punya satu. bila diberikan kepada anda, saya nggak punya no hp yang lainnya lagi. Bila anda hendak mencari saya di FB, silahkan, saya menggunakan email: suhuhaihai@gmail.com atau car saja nama: hai hai bengcu sibugil (Ang Ci Yang)
Bila anda mau mendapat pemberitahuan dari WordPress setiap kali saya mengunggah blog baru, silahkan klik MENU Sign Me Up. di halaman utama (HOME).
wkwkwkwkwk yak yak o yakyako……………….
nice bengcu
@heri, thanks. Ioanes Rakhmat tidak sedasyat yang dia gembar-gemborkan kok. ha ha ha ha … Nggak percaya? klik saja DI SINI.
Saya nggak bisa comment mengenai MSS krn sy bukan ahlinya, but FYI, di sekolah2 divinity dan theology modern (kecuali Princeton Theological Seminary tempat Pak Mangapul Sagala yg tidak ada afiliasinya dengan Princeton University) teori historical Jesus yg menjadi center pemikiran Ioanes Rakhmat sudah diakui keilmiahannya di jurnal2 theologi dan kampus2 theologi dan filsafat. Buat saya Ioanes Rakhmat adalah seorang pahlawan yg berusaha membebaskan Umat Kristiani Indonesia yg terjerat oleh Irrationality yg dibawa oleh pemahaman sempit dan conviction thd Agama (Kristen). This is particularly true untuk Masyarakat Pribumi Kristiani di Indonesia. Saya pernah melihat Jemaat atau bahkan Pendeta di Gereja2 Tionghoa seperti menjaga jarak dengan Saudara/i yg Pribumi dan ada Gereja X yg menolak menikahkan pasangan Pribumi-Tionghoa alasan2 tsb. Tetapi Pak Io bukanlah yg seperti itu. Pemikiran sekuler dan rasional yg dibawa Pak Io adalah sangat penting untuk memajukan Umat Kristiani terutama Kaum Pribumi Kristiani yg masih terjerat oleh Institusi Gereja yg berpolitik praktis, takhyul dan mistisisme kristen, irrasionalitas, hingga komunalisme yg justru mematikan. Ini kenapa saya sangat mendukung Ioanes Rakhmat – whatever they say. Ke depannya saya Ingin melihat Kaum Pribumi Kristiani kuliah di Kampus2 terbaik di Amerika/Eropa, mendirikan companies dan business units yg competitive, mandiri dan developed. Dan mimpi tsb hanya bisa dicapai ketika Kaum Pribumi Kristiani mau meninggalkan Iman yg traditional dan membabi-buta, serta lepas dari dominasi Institusi Gereja. Ioanes Rakhmat dalam hal ini adalah seorang pahlawan yg sangat berani. (saya tidak mendukung apa yg dia katakan dlm MSS, terserah dia mau bilang apa)
Mengenai Soteriologi Salib, di tempat saya sekarang kebanyakan orang sudah tidak beragama lagi. Adapun beberapa Gereja masih penuh, tetapi isinya adalah orang2 African-Americans dan Hispanic. Artinya? Iman Kristen tradisional tidak lagi menjawab kebutuhan Masyarakat Post-Modern. Ioanes Rakhmat menawarkan sebuah Soteriologi Alternatif yg mungkin dari sudut pandang tradisional adalah sesat atau bidah namun dalam perspektif saya justru menawarkan Salvation for a Post-Modern Society.
@Fernando Adventius, soal Ioanes Rakhmat mau menjadi NABI dan mengajarkan ajaran BARU, saya TIDAK peduli. Namun sebagai jemaat GKI,saya tahu bahwa dia DIGAJI untuk MENGAJARKAN ajaran Alkitab. Itu sebabnya dia dipecat karena TIDAK mau MENGAJARKAN ajaran Alkitab lagi. SATU hal yang SAYA sesali sebagai JEMAAT GKI adalah KEPENGECUTAN para sarjana TEOLOGI GKI untuk menerima TANTANGAN Iones Rakhmat BERAPOLOGETIKA melawan SERANGANNYA. Sebagai jemaat GKI saya berusaha untuk bertindak ADIL. bila anda membaca blog-blog saya tentang IR maka 2 blog saya MEMBELANYA dan MENCELA para Sarjana Teologi GKI. TIGA blog untuk MENCELA ioanes Rakhmat dan menjelaskan kepada UMUM apa yang sesungguhnya TERJADI dengan Iones Rakhmat dan GKI. Dua blog terakhir saya menerima tantangan Ioanes Rakhmat kepada GKI untuk berapologetika MELAWAN serangannya. Tentu saja saya hanya BERAPOLOGETIKA dengan MENGAJARKAN ajaran Alkitab bukan MEMBELA ajaran Gereja SEMATA. Kenapa demikian?
Karena FAKTANYA BANYAK ajaran yang diajarkan sebagai ajaran Alkitab padahal BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab. Bila anda membaca blog-blog saya maka anda akan menemukan BANYAK sekali ajaran yang diajarkan sebagai AJARAN Alkitab yang SAYA bongkar KEDOKNYA karena bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Alkitab HARUS dipahami TIDAK boleh DITAFSIRKAN karena Alkitab DITULIS untuk DIPAHAMi, bukan DITAFSIRKAN. Itu sebabnya Alkitab disebut Alkitab. bila ditulis untuk ditafsirkan pasti dinamakan ALTAFSIR.
Apa yang dilakukan oleh Ioanes Rakhmat? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Meskipun bergelar DOKTOR namun ISI kepalanya TIDAK seberapa. Meskipun GETOL sekali MENGAGUL-AGULKAN tulisannya Ilmiah namun Anda bisa membaca di dua blog terakhir saya, saya menunjukkan kepada dunia bahwa tulisannya JAUH dari ILMIAH karena FIKSI ILMIAH bukan ILMIAH.
PERSAMAAN saya dengan Ioanes Rakhmat adalah SAMA-SAMA melihat AJARAN Gereja yang TIDAK BENAR. PErbedaannya adalah Ioanes Rakhmat mengembangkan JURUS TAFSIR 1001 MIMPINYA untuk MEMBUAT TAFSIRAN FIKSI ILMIAH atas ajaran Alkitab sedangkan saya MENGGALI Alkitab dan MENGUJI ajaran-ajaran yang DIAJARKAN sebagai AJARAN Alkitab dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran dan SUMBER pustaka.
Yang saya lakukan sangat SEDERHANA. MENGAJARKAN AJARAN Alkitab SEJATI dan MEMBIARKAN para pembaca untuk MEMBACANYA dan MENGuJiNYA BILA dianggap BAIK, peganglah. bila dianggap TIDAK baik, BUANG SAJA! Saya juga BERAPOLIGETIKA menghadapi mereka yang MENAJARKAN ajaran NGACO BELO Sebagai ajaran Alkitab. Di dalam tulisan saya tidak menggunakan ISTILH-ISTILAH yang sulit untuk DIPAHMI dan DIINGAT. Saya gunakan bahasa KAMpuNG saja agar mudah dipahami oleh orang-orang kampung seperti saya. SAya bukan sarjana Teologi. Beberapa orang teman menjuluki saya Teolog jalanan. ha ha ha ha …. lumayanlah. biar jalanan tapi disebut teolog juga. ha ha ha ha …..
Saya sama sekali tidak MEMBENCI Ioanes Rakhmat meskipun LAGAKNYA keliling dunia MENGEMIS belas KASIHAN karena DIDZOLIMI GKI benar-benar MEMUAKAN. Saya MENGAMATINYA dan mempersiapkan diri selama 11 tahun sebelum menghajarnya di tahun ke 12. Saya katakan kepadanya, “Anda mau SESAT? Langkahi dulu MAYAT saya!” Sejak DIPECAT sebagai Pendeta GKI IR memang tIDAK menerima GAJI lagi. NAmun dia adalah JEMAAT GKI. Itu sebabnya Jemaat GKI tidak akan MEMBIARKANNYA kekurangan UANG.
Tentang dua tulisan saya sehubungan dengan tulisannya, Beberapa orang TEMAN sudah memberitahu dia bahkan memasangnya di WALL FB dia. Menurut teman-teman, atas kedua tulisan tersebut IR BILANG TIDAK MAU membacanya. Bagi saya itu bukan MASALAH saya namun masalah dia.
Kekristenan Asia dan Kekristenan kontemporer ala Philip Mantofa yg Pak Bengcu gugat juga adalah Kekristenan tradisional meski dikemas dengan band, bahasa Roh, musik, dan dekorasi serta audio visual yg sangat modern, isinya sama dengan Kekristenan yg ada semasa zaman kegelapan dan Perang Salib, Kekristenan yg unenlightened. Meskipun benar di Chung Kuo, Taiwan, dan Korea (yg adalah negara industri sekuler) sedang terjadi rapid Christianization, tetapi saya meragukan bahwa ke depannya mereka bisa mempertahankan sekulerismenya. Satu ketika saya pernah ngobrol dengan seorang Mahasiswa Union Theological Seminary mengenai James Tabor dan historical Jesus dan ybs justru meyakini Kebangkitan Fisik itu tidak terjadi di dunia riil melainkan di dimensi Iman (haahhhh????) Tetapi ybs melayani sebagai Vikaris di Gereja tradisional. Argument ybs kira2 begini: Kalau KeTuhanan Kristus bersifat Physical/Jasmaniah maka roti yg Yesus makan saat Perjamuan terakhir beruntung dong, bisa ikutan Yesus terangkat ke Surga dan jadi bagian dari Tuhan Yesus yg physical. Menurut ybs 99% Jemaat yg masih rutin ke Gereja sangat sulit menerima perkembangan yg ada dalam Theologi Kristen Modern. Dalam pandangan saya: teman2 Pak Io yg sudah PhD apalagi jadi Guru Besar di STT Jakarta, setidaknya 51% dari mereka memiliki pandangan yg sama dengan Pak Io tetapi hanya muna dan pura2 bego. Mereka2 ini yg nangis2 saat Altar Call, meledekin Pak Io sbg penyesat dan Nabi Palsu, tetapi dalam hatinya, who knows?
Masalah kedua adalah: “Apa itu ‘Kekristenan’ yg benar/lurus?” “Standar apa yg bisa dipakai untuk menentukan Ajaran X sesat atau Nabi Palsu?” mengacu pd tulisan Pak Bengcu di atas seperti ya PGI sudah menjadi MUInya Kristen yg ketok palu maka Ajaran X sesat. Di masa lalu, Pengakuan Iman Rasuli dipakai sebagai sebuah Standar Kristen Trinitarian. Kalau kita baca baik2 Buku Pak Io: Menguak Kekristenan Yahudi Perdana, kita melihat bahwa pandangan2 yg ada dalam Gereja Perdana adalah diverse sekali. Saya rasa, tidak salah kalau SY dan Mormon mengaku kalau mereka Kristen.
Ke depannya saya Ingin melihat Kaum Pribumi Kristiani kuliah di Kampus2 terbaik di Amerika/Eropa, mendirikan companies dan business units yg competitive, mandiri dan developed. Dan mimpi tsb hanya bisa dicapai ketika Kaum Pribumi Kristiani mau meninggalkan Iman yg traditional dan membabi-buta, serta lepas dari dominasi Institusi Gereja. Ioanes Rakhmat melalui Komunitas Kristen Progresif yg didirikannya adalah secercah harapan untuk memajukan Kaum Pribumi Kristiani yg hari ini masih dalam kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Gereja sudah diberi kesempatan puluhan tahun namun nasib Jemaat masih seperti ini.