Yesus Mustahil Mati Rabu dan Bangkit Sabtu


Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim HATI (kardia) bumi tiga hari tiga malam. Matius 12:39-40

Keempat Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) mencatat dengan tegas dan gamblang bahwa Yesus mati sore-sore, ketika orang Yahudi bersiap memasuki hari Sabat dan bangkit pagi-pagi, pada hari pertama minggu alias setelah hari Sabat. Berdasarkan ajaran keempat Injil tersebutlah orang Kristen menetapkan perayaan Jumat Agung untuk mengenang kematian Yesus dan Minggu Paskah untuk mengenang kebangkitan-Nya. Beberapa orang teolog merasa dirinya diurapi Roh Kudus sehingga menemukan kebenaran Matius 12:39-40 bahwa tiga hari tiga malam adalah 6 X 12 = 72 jam. Itu sebabnya mereka pun merasa berkuasa lalu mengharuskan Yesus tinggal di dalam kuburan  selama 72 jam. Karena Yesus hanya tinggal sekitar 36 jam di dalam kuburan maka orang-orang yang menyangka dirinya diberkati itu pun lalu menolong-Nya dengan menegakkan doktrin DUA SABAT alias SABAT GANDA yagn juga dikenal dengan doktrin Yesus Mati Rabu Bangkit Sabtu.

Memberanikan diri bertanya, konon katanya, Rev. Agusdy H. Dumais, STh, MBS menulis bahwa Yesus Mati Pada Hari Rabu:

Saya harap pernyataan saya tidak mengejutkan anda sekalian yang membaca khotbah ini. Publik mempercayai bahwa Yesus wafat pada hari jumat dan hal ini dikenal dengan the Good Friday (Jumat Agung). Seluruh dunia memperingati hari ini sebagai hari wafatnya Isa Al-Masih. Baru-baru ini, kita memperingati Jumat Agung dalam kalender pada tanggal 29 Maret 2002.

Tapi pernahkah kita mencocokkan hal ini dengan kebenaran Alkitab? Apakah kita pernah menyelidiki dengan seksama dari apa yang dikatakan oleh Alkitab? Bila kita teliti membaca dan menyelidiki Alkitab maka kita akan tahu bahwa Yesus tidak mati pada hari jumat tetapi pada hari rabu. Mari kita tinjau hal ini dengan seksama.

Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Matius 12:40

Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa Dia harus berada di dalam perut bumi (meninggal) selama 3 hari 3 malam atau 3 X 24 jam. Berarti hal ini harus terjadi. Kalau ini tidak terjadi maka perkataan Tuhan Yesus tidak terbukti dan kalau begitu Alkitab tidak benar. Kalau Tuhan Yesus mati pada hari jumat dan dikubur pada hari sabtu lalu bangkit pada hari minggu maka Dia hanya meninggal selama 2 hari 1 malam dan bukan 3 X 24 jam. Mari kita hitung bersama 3 hari 3 malam itu adalah 3 X 24 jam = 72 jam sedangkan 2 hari 1 malam itu adalah 24 + 12 jam = 36 jam. Bukankah 72 – 36 = 36 jam. Selisih ini besar sekali. Kalau begitu Yesus tidak mungkin wafat pada hari jumat sebab itu tidak memenuhi apa yang Tuhan Yesus katakan yaitu 3 X 24 jam = 72 jam sebab bila dihitung dari hari jumat Yesus hanya meninggal selama 36 jam.

Mari kita lihat kesaksian Alkitab selanjutnya :

Mrk 15:25 berkata bahwa Yesus disalibkan pada jam sembilan pagi

Mrk 15:33 berkata pada jam 12 kegelapan terjadi

Mrk. 15:34 berkata bahwa Yesus meninggal pada jam tiga.

Perhitungan waktu di Israel masih memakai kalender purba yaitu menghitung hari mulai pada pukul 06.00 sore. Jadi satu hari menurut kalender Yahudi adalah pukul 06.00 sore – pukul 06.00 sore berikutnya. Ini berbeda dengan kalender Julian yang menghitung waktu mulai jam 12.00 malam – 12 malam berikutnya (waktu seluruh dunia sekarang memakai kalender ini).

Mrk 15:42 menyatakan, “Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.” Jadi berdasarkan perhitungan kalender purba Yahudi, hari menjelang jam 06.00 (menjelang malam), hari akan berganti ke hari berikutnya. Ayat inilah yang ditafsirkan salah sehingga orang berpendapat bahwa Yesus mati di hari jumat sebab dikatakan bahwa hari itu menjelang sabat. Semua orang tahu bahwa sabat Yahudi itu jatuh pada hari sabtu. Jadi cukup logis melihat bila Yesus mati pada hari jumat jam 3 sore maka itu sudah menjelang malam (jam 06.00) atau menjelang sabat. Kelihatannya penafsiran bahwa Yesus mati pada hari jumat atau jumat agung itu didasarkan bahwa hari itu menjelang hari sabat. Penafsiran ini juga didukung dalam Markus 15:43, Yusuf Arimatea cepat-cepat meminta mayat Yesus untuk dikuburkan sebab hari itu sudah akan memasuki sabat. Pada hari sabat, menurut peraturan agama Yahudi, tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun. Bila mayat Yesus tidak cepat-cepat diturunkan maka kemungkinan baru bisa akan diturunkan pada hari minggu (sabtu sore jam 06.00).

Tapi ada satu hal yang dilupakan disini mengenai hari sabat. Konteks inilah yang akan memperjelas bahwa Yesus tidak mungkin meninggal di hari jumat tetapi hari rabu. Yohanes 19:31 berkata, “Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib–sebab Sabat itu adalah hari yang besar–maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.”

Perhatikan kalimat yang ditebalkan dan digaris bawahi tersebut: Sabat itu adalah Sabat Besar. Apa yang dimaksud dengan Sabat Besar? Sabat Besar adalah Sabat yang diperingati setahun sekali oleh bangsa Yahudi sesuai dengan perintah Tuhan. Jadi ada sabat rutin, setiap minggu dan ada sabat besar setahun sekali. Bacalah Imamat 23:5. Hari ini dinamakan hari keempat belas bulan abib. Nah, sekarang kita mengerti bahwa sabat itu adalah sabat besar yang terjadi setahun sekali. Dan itu bisa terjadi pada hari apa saja di bulan Abib. Sabat besar itu kebetulan jatuh pada hari kamis.

Ingatlah peristiwa di sekitar penyaliban atau sebelum kematian Yesus:

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Matius 26:17

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, sebab mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.” Mrk 14:1-2

Jadi ayat-ayat ini juga mendukung bahwa Yesus mati sebelum perayaan Sabat Besar karena dengan jelas dapat dipahami bahwa para imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mengetahui bahwa sangat berisiko bila mereka menangkap dan membunuh Yesus tepat pada perayaan Sabat Besar. Jadi diputuskan untuk membunuh Tuhan Yesus sebelum Sabat Besar.

Perhatikan juga fakta ini:

Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.” Matius 27:62-64

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mengetahui dengan jelas bahwa sesudah meninggal selama tiga hari maka Yesus akan bangkit. Apakah boleh menafsirkan tiga hari disini dengan 2 hari 1 malam. Pasti tiga hari disini sesuai dengan perkataan Yesus dalam Matius 12:40 yaitu 3 hari 3 malam (3 X 24 jam). Lalu dikatakan untuk memerintahkan para penjaga menjaga kubur sampai hari yang ketiga. Berarti tidak diragukan lagi bahwa Yesus berada di dalam kubur selama 3 hari 3 malam yaitu 3 X 24 jam atau 72 jam. Lagi-lagi ini sesuai dengan ucapan Yesus. Perhatikan lagi:

Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Sekali lagi Yesus menyebut tiga hari yaitu waktu dimana Dia akan mati. Yoh 2:19

Kalau kita tetap mempertahankan hari Jumat Yesus mati berarti Cuma ada 2 hari 1 malam dan hal ini tidak memenuhi bukti-bukti kitab suci. Maka hanya ada satu penafsiran yang benar yaitu Yesus wafat pada hari rabu. Perhitungan ini akan menggenapkan seluruh fakta tentang kematian Yesus. Bila Yesus mati pada hari rabu maka dengan mudah kita dapat menghitung Kamis (1 hari, 1 malam), Jumat (1 hari, 1 malam), Sabtu (1 hari, 1 malam) dan pada hari Minggu Tuhan Yesus bangkit. Dengan kenyataan ini berarti tidak mungkin Yesus mati pada hari Jumat. Maka hari jumat itu bukan fakta yang valid untuk menyatakan dan menetapkan wafatnya Tuhan Yesus, Berarti kita juga harus berani menolak hari Jumat Agung yang ada di kalender kita dan menggantinya dengan Rabu Agung.

Mengapa ini penting! Sebab orang-orang yang mencintai kebenaran Alkitab akan percaya seratus persen (100%) pada perkataan firman Tuhan dan bukan kenyataan sejarah. Saya lebih percaya pada perkataan Tuhan Yesus dan dengan cara demikian juga saya mengakui bahwa Alkitab itu satu-satunya firman Tuhan yang inerrancy (tanpa salah) baik secara Verbal (ucapan lisan asli), Plenary (gamblang), Literal (kata per kata), Grammatical (tata bahasa) dan Historical (sejarah). Sistem ini juga salah satu dasar penafsiran (ilmu hermeneutik) yang saya pakai untuk menafsir Alkitab disamping bible interprets bible (Alkitab menafsirkan Alkitab), Sistem Dispensationalism serta sistem memisahkan statement dari peristiwa. Saya berharap kebenaran ini menolong saudara untuk lebih mencintai Alkitab dan membuka wawasan berpikir kita sebab pada dispensasi gereja lokal (masa kita sekarang) yang dipentingkan adalah ibadah yang bersifat menyembah bapa dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:23). Menyembah dalam roh artinya secara rohani, dan bukan lahiriah atau kudus secara hati serta kebenaran yaitu mengutamakan kebenaran firman Tuhan dan tidak ikut-ikutan orang lain. Apabila kita mencintai dan mempelajari kebenaran firman Tuhan dengan seksama maka kita akan menemukan bahwa apa yang kita lakukan oleh karena kita mengerti adalah hal yang indah daripada mewarisi sebuah hal yang kita tidak pernah tahu kebenarannya. Semoga saudara semakin mencintai kebenaran dan menegakkan kebenaran firman Tuhan lebih dari apapun.

Bengcu Menjawab:

Bak mandi di air kiambang, palak (panas) lepas gatal pun datang. Itulah yang dilakukan oleh Rev. Agusdy H. Dumais, STh, MBS. Nampaknya dia adalah orang yang masak di luar mentah di dalam. Masak di luar nampak dari jabatan pendeta dan gelar sarjananya. Mentah di dalam nampak dari ajarannya yang benar-benar mengenaskan. Itu sebabnya dia tidak mengembalikan manikam ke dalam cembulnya. Artinya tidak menguji apa yang dipikirkannya. Mungkin hal itu terjadi karena tidak ada yang menasehatinya untuk, “Yang manis jangan cepat ditelan, yang pahit jangan cepat dimuntahkan.”

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan (egeiro) pada hari ketiga. Matius 16:21

yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit (egeiro) pada hari yang ketiga.” Lukas 24:7

Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah Suci (naos) ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya (egeiro) kembali.” Yohanes 2:19

Agusdy H. Dumais mengajarkan bahwa Yesus mati hari Rabu dan bangkit hari Minggu. Apabila yang diajarkannya benar, itu berarti Yesus mati hari Rabu sekitar jam 15.00. Itu berarti, Rabu adalah hari pertama Yesus mati. Kamis hari kedua. Jumat hari ketiga. Sabtu hari keempat dan Minggu adalah hari kelima. Wow ……. Itu berarti Yesus bangkit pada hari kelima alias Yesus mendirikan bait suci dalam lima hari.

Yang terhormat Agusdy H. Dumais mengharuskan Yesus nongkrong di alam maut selama 72 jam. Alkitab mencatat Yesus mati sekitar jam 15.00, dia pun mengajarkan bahwa Yesus mati hari Rabu jam 15.00. Karena menurutnya, Yesus mati hari Rabu jam 15.00, maka 24 jam kemudian adalah Kamis jam 15.00 dan 24 jam kemudian adalah Jumat jam 15.00 lalu 24 jam kemudian adalah Sabtu jam 15.00. Karena Yesus harus nongkrong selam 72 jam di alam maut, itu berarti hari Sabtu jam 15.00 Yesus sudah harus bangkit dari kematian. Namun dia setuju dengan yang tercatat di dalam ke 4 Injil yaitu Yesus bangkit pagi-pagi hari Minggu. Bukankah itu berarti Yesus nongkrong kelamaan sekitar 15 jam?

Apabila yang diajarkan oleh Agusdy H. Dumais yang mulia benar, berapa malamkah Yesus di alam maut?

1.    Malam pertama adalah Rabu malam alias malam Kamis.
2.    Malam kedua adalah Kamis malam alias malam Jumat.
3.    Malam ketiga adalah Jumat malam alias malam Sabtu.
4.    Malam keempat adalah Sabtu malam alias malam minggu.

Apabila yang diajarkan oleh Agusdy H. Dumais yang terpelajar benar, berapa harikah Yesus di alam maut?

1.    Hari pertama adalah Rabu
2.    Hari kedua adalah Kamis
3.    Hari ketiga adalah Jumat
4.    Hari keempat adalah Sabtu

Wow ….. aneh bin ajaib! Agusdy H. Dumais yang menyatakan bahwa dia mengakui bahwa Alkitab itu satu-satunya firman Tuhan yang inerrancy (tanpa salah) baik secara Verbal (ucapan lisan asli), Plenary (gamblang), Literal (kata per kata), Grammatical (tata bahasa) dan Historical (sejarah). Sistem ini juga salah satu dasar penafsiran (ilmu hermeneutik) yang saya pakai untuk menafsir Alkitab disamping bible interprets bible (Alkitab menafsirkan Alkitab), Sistem Dispensationalism serta sistem memisahkan statement dari peristiwa. Dia juga berharap kebenaran ini menolong saudara untuk lebih mencintai Alkitab dan membuka wawasan berpikir kita sebab pada dispensasi gereja lokal (masa kita sekarang) yang dipentingkan adalah ibadah yang bersifat menyembah bapa dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:23).

Apabila Agusdy H. Dumais bukan pembual, kenapa ajarannya bak mandi di air kiambang, palak lepas gatal pun datang? Ha ha ha ha ha ha …. Saya benar-benar kuatir harapannya menjadi kenyataan sehingga gereja HARUS mengedit Alkitab agar bisa mengajarkan bahwa Yesus bangkit pada hari ke 5 dan mendirikan bait Allah dalam 5 hari serta 4 hari 4 malam di alam maut karena Agusdy H. Dumais mendapat wahyu baru bahwa Yesus mati sore-sore hari Rabu dan bangkit pagi-pagi hari Minggu.

Hari Raya Paskah dan Roti Tidak Beragi

Agusdy H. Dumais: Tapi ada satu hal yang dilupakan disini mengenai hari sabat. Konteks inilah yang akan memperjelas bahwa Yesus tidak mungkin meninggal di hari jumat tetapi hari rabu. Yohanes 19:31 berkata,Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib –sebab Sabat itu adalah hari yang besar– maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.”

Agusdy H. Dumais: Perhatikan kalimat yang ditebalkan dan digaris bawahi tersebut: Sabat itu adalah Sabat Besar. Apa yang dimaksud dengan Sabat Besar? Sabat Besar adalah Sabat yang diperingati setahun sekali oleh bangsa Yahudi sesuai dengan perintah Tuhan. Jadi ada sabat rutin, setiap minggu dan ada sabat besar setahun sekali. Bacalah Imamat 23:5. Hari ini dinamakan hari keempat belas bulan abib. Nah, sekarang kita mengerti bahwa sabat itu adalah sabat besar yang terjadi setahun sekali. Dan itu bisa terjadi pada hari apa saja di bulan Abib. Sabat besar itu kebetulan jatuh pada hari kamis.

Kerabatku sekalian, bacalah Yohanes 19:31 yang dikutip Agusdy H. Dumais dengan teliti dan hati-hati. Ayat tersebut sama sekali tidak mengajarkan tentang Sabat Besar namun menyatakan bahwa Sabat adalah hari yang besar.

Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN. Imamat 23:5

Apakah Imamat 23:5 mengajarkan bahwa tanggal empat belas bulan Abib adalah hari Sabat Besar seperti yang diajarkan oleh Agusdy H. Dumais? Mustahil! Ayat tersebut mengajarkan bahwa hari itu adalah hari Paskah bagi TUHAN. Apa yang dilakukan oleh bangsa Israel pada hari itu?

Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari   lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. Imamat 23:6

Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Imamat 23:7

Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.  Imamat 23:3

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”  Markus 14:12

Hari ke 14 bulan Abib adalah hari Paskah dan hari ke 15 bulan Abib adalah hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi. Markus menjelaskannya dengan gamblang. Domba Paskah dipotong pada hari ke 14 dan di makan pada hari ke 15 bersama dengan roti tidak beragi. Hari ke 14 bulan Abib mustahil hari Sabat sebab pada hari itu orang Israel memotong domba Paskah. Hari ke 15 bulan Abib alias hari pertama dari hari raya roti Tidak Beragi juga mustahil hari Sabat sebab pada hari itu orang Israel hanya tidak boleh melakukan pekerjaan berat sementara pada hari Sabat alias hari Sabat TUHAN alias hari yang besar itu, orang Israel tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun.

Murid-murid mempersiapkan perjamuan Paskah pada hari ke 14 bulan Abib dan Yesus merayakan perjamuan Paskah pada hari ke 15 bulan Abib alias malamnya. Setelah merayakan Paskah alias merayakan hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi, Yesus diserahkan oleh Yudas kepada imam-imam dan tua-tua Israel. Kapan Yesus disalib sampai mati? Pada hari ke 15 bulan Abib alias hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi. Kebesokannya adalah hari Sabat alias hari ke 2 hari raya Roti Tidak Beragi.

Pendeta Agusdy H. Dumais, STh, MBS mengaku bahwa Alkitab itu satu-satunya firman Tuhan yang inerrancy (tanpa salah) baik secara Verbal (ucapan lisan asli), Plenary (gamblang), Literal (kata per kata), Grammatical (tata bahasa) dan Historical (sejarah). Sistem ini juga salah satu dasar penafsiran (ilmu hermeneutik) yang saya pakai untuk menafsir Alkitab disamping bible interprets bible (Alkitab menafsirkan Alkitab), Sistem Dispensationalism serta sistem memisahkan statement dari peristiwa. Dia juga berharap kebenaran ini menolong saudara untuk lebih mencintai Alkitab dan membuka wawasan berpikir kita sebab pada dispensasi gereja lokal (masa kita sekarang) yang dipentingkan adalah ibadah yang bersifat menyembah bapa dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:23),  namun, sama sekali tidak memahami ajaran Alkitab yang demikian sederhana? Benar-benar mengenaskan bukan? Namun itulah fakta yang harus kita terima apa adanya.

Bila demikian, apakah bangsa Israel merayakan Sabat tahunan? Bangsa Israel memang merayakan Sabat tahunan namun tidak pada tanggal 14 bulan Abib atau pada hari pertama hari raya Roti Tidak beragi namun pada saat merayakan hari raya Pendamaian pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh.

“Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Imamat 23:27

Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. Imamat 23:28

Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. Imamat 23:29

Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya. Imamat 23:30

Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu. Imamat 23:31

Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu.” Imamat 23:32

Yesus Mati Hari Rabu? Rabu Dari Hongkong?

Alkitab sangat logis, gamblang, sistematis, akurat, tegas dan konsisten. LOGIS artinya tidak ada yang bertentangan dengan akal sehat. GAMBLANG artinya jelas dan mudah dipahami. SISTEMATIS artinya ditulis secara teratur dan berkesinambungan. AKURAT artinya sangat teliti dan cermat. TEGAS artinya jelas dan terang benar. KONSISTEN atau taat asas, artinya tidak ada yang saling bertentangan atau saling menyangkal. Anda bisa MENOLAK ajaran Alkitab namun mustahil MENYANGKALNYA. Anda bisa tidak memahaminya namun mustahil menafsirkan seenaknya. Itu sebabnya, di dalam perdebatan teologi saya selalu katakan, “Apabila pemahaman saya ini benar, maka semua ayat yang anda gunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukungnya.”

Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. Markus 15:42

Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. Matius 27:59-61

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Markus 16:9

Markus mencatat bahwa Yesus disalib dan mati sore-sore menjelang Sabat. Matius mencatat bahwa Yesus selesai dikuburkan sore-sore sebelum Sabat dimulai, sebai buktinya adalah setelah dikubur, Maria Magdalena dan Maria yang lain masih punya waktu untuk nongkrong di depan kuburan sebelum pulang. Markus mencatat dengan tegas dan gamblang bahwa Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu alias setelah Sabat. Mustahil menyangkal catatan yang demikian tegas dan gamblang.

Yesus mati hari Rabu? Rabu dari hongkong? Yesus bangkit hari Sabtu? Sabtu dari hongkong? Sabat besar? Besar dari hongkong? Sabat tahunan? Sabat tahunan dari hongkong? Dua Sabat? Dua Sabat dari hongkong? Yesus mati sore-sore hari Jumat dan bangkit pagi-pagi hari Minggu. Itulah yang diajarkan oleh Alkitab. Anda bisa menolaknya namun mustahil menyangkalnya, itu sebabnya dikatakan Alkitab adalah standard kebenaran.

bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan (egeiro), pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 1 Korintus 15:4

Yesus mati dan dikuburkan sore-sore hari Jumat dan bangkit pagi-pagi hari Minggu. Hari Jumat adalah hari pertama, hari Sabtu adalah hari kedua dan hari Minggu adalah hari ketiga. Itu sebabnya para rasul bersaksi bahwa Yesus telah dibangkitkan (egeiro), pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci. Kata yang digunakan adalah EGEIRO yang artinya bangkit dari kematian.

kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit (anistemi).” Markus 10:33-34

Anak Manusia diadili, divonis mati, dieksekusi dan dikuburkan Jumat malam. Itulah hari pertama. Sabtu malam adalah hari kedua. Minggu malam adalah hari ketiga. Itu sebabnya dikatakan sesudah tiga hari, (malam Jumat, Sabtu dan Minggu), Dia bangkit.

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim HATI (kardia) bumi tiga hari tiga malam. Matius 12:39-40

Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Lukas 22:15

Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.” Lukas 22:16

Yunus diserahkan kepada Ikan dan tinggal di dalam perut ikan (dibawah kuasa ikan) tiga hari tiga malam. Anak Manusia diserahkan kepada manusia (Hati Bumi) dan tinggal di bawah kekuasaan mereka tiga hari tiga malam. Yesus diserahkan sebagai Domba Paskah pada hari Kamis. Apa bukti bahwa Yesus adalah Domba Paskah dalam Perjamuan Paskah? Karena saat mempersiapkan perjamuan Paskah, murid-murid-Nya sama sekali tidak memotong domba Paskah, oleh karena itu pada perjamuan Paskah malam itu sama sekali tidak ada daging domba. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa Dia tidak akan makan Paskah sampai IA (Domba Paskah) beroleh kegenapan-Nya dalam Kerajaan Allah. Pada malam itu, Yesus adalah Domba Paskah, itu sebabnya Dia tidak makan Paskah sama sekali. Tiga hari adalah Kamis, Jumat dan Sabtu. Tiga malam adalah Jumat, Sabtu dan Minggu. Tiga hari tiga malam di HATI bumi sama seperti Yunus tiga hari tiga malam di perut ikan. Anda sanggup menyangkalnya? Tak U U ya …..!

NB.
Untuk mempelajari hal ini lebih lanjut, silahkan klik di sini.

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

28 thoughts on “Yesus Mustahil Mati Rabu dan Bangkit Sabtu

  1. @bengcu, you wrote

    Walaupun melakukan Pertemuan Kudus pada hari-hari raya, namun hari-hari raya bukan hari Sabat apalagi Sabat TUHAN. Di antara ketujuh hari raya tersebut di atas, hanya Hari Perdamaian yang disebut hari Sabat.
    —————————————
    baca ulang : Leviticus 16:30-31
    30. For on that day an atonement shall be made for you, to cleanse you, so that you
    may be clean from all your sins before the LORD.
    31. It shall be a Sabbath of rest to you, and you shall afflict your souls, by a statute
    forever.

    Lev 23:24-25: 24. “Speak to the children of Israel saying, ‘In the seventh month, in the first
    day of the month, you shall have a Sabbath, a memorial of blowing of ram’s horns, a holy convocation.
    25. You shall do no servile work therein but you shall offer an offering made by fire to the LORD.’

    Number 28:17. And in the fifteenth day of this month is the feast. Seven days shall unleavened
    bread be eaten. 18. In the first day shall be a holy convocation. You shall do no kind of servile
    work.

    anD SO ON.

    kesimpulan : ADA 7 ANNUAL SABBATHS + WEEKLY SABBATHS

    jangan SOK TAU

  2. anti fanatik, anda benar, sebaiknya anda JANGAN SOK TAHU! Belajar dulu baik-baik sebelum mengajar agar anda tidak menyesatkan apalagi dipermalukan. Ha ha ha ha ha ha ha …

  3. Daripada berbingung-bingung tentang masalah remeh semacam ini, apa tidak lebih baik kita melaksanakan apa yang diajarkan Yesus Kristus?

    Menurut penafsiran saya sih (kalau memang Yesus mati di kayu salib) yang bangkit adalah ajarannya, bukan orangnya. Para rasul menemui orang-orang (yang tidak pernah mereka kenal) yang menjalankan ajaran Kristus dengan penuh semangat (bahkan melebihi mereka sendiri), sehingga Yesus tetap hidup dalam diri mereka.

    Jadi nggak penting Yesus benar-benar bangkit atau nggak (dan kalau bangkit pada hari keberapa), yang penting ajaran dan teladan Kristus tetap hidup dalam diri kita untuk kita amalkan, bahkan ribuan tahun setelahnya.

  4. @Yandi Ongkojoyo, bila Yesus tidak BANGKIT maka Dia adalah seorang PEMBUAL. Yesus MATI karena Dia DIHUKUM oleh Pemimpin bangsa Israel sesuai dengan HUKUM Taurat. Apakah kematian Yesus SAH artinya sesuai dengan hukum Taurat? Benar. Pasal apa yang dikenakan kepada-Nya sehingga Dia harus dihukum mati?

    MELANGGAR SABAT.

    Melanggar SABAT hukumannya MATI.

    Itulah ketetapan Tauarat.

    Bila Yesus tidak bangkit, itu berarti TAURAT BERKUASA.

    Saudara Yandi Ongkojoyo, bila anda menganggapnya tidak penting, itu urusan anda. Namun saya mengangapnya penting dan ada banyak orang lain juga menganggapnya penting. Jadi, biarkanlah kami yang menganggapnya penting berdiskusi dan berdebat tentang Kematian dan kebangkitan Yesus.

  5. Pingback: Bengcu Menggugat Karena Yesus Tiga Hari Tiga Malam Di Rahim Bumi | Bengcu Menggugat

  6. Dear Bengcu,
    suka dengan kata-kata ini “Itulah hari ketiga Yesus di HATI bumi. Para penjaga memeterai kubur-Nya dan menjaga-Nya sementara Dia merayakan SABAT TUHAN dengan hikmat. Tidak melakukan apapun.”
    Salam Sabbath penuh berkah selalu untukmu. ^_^

  7. Apa beda “struktur organisasi gereja Katolik di bawah kepemimpinan Paus Kornelius” dengan “struktur organisasi gereja pada zaman para rasul”?

  8. corse, anda cari ajaran Gereja Katolik tentang struktur organisasi mereka lalu BANDINGKAN dengan struktur gereja yang diajarkan oleh Paulus. Selamat mencari ya!

  9. Koh, apakah selain melanggar Sabat, Yesus juga dituduh melakukan penghujatan sehingga harus dihukum mati?

    Matius 26: 65-66
    Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!”

    Koh hai hai bilang:

    “Itulah hari ketiga Yesus di HATI bumi. Para penjaga memeterai kubur-Nya dan menjaga-Nya sementara Dia merayakan SABAT TUHAN dengan hikmat. Tidak melakukan apapun.”

    Saya jadi teringat dengan “Pengakuan Iman Rasuli”
    4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
    5. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

    Di situ dikatakan, setelah dikuburkan, Tuhan Yesus turun ke dalam kerajaan maut?

    Oiya, ada satu lagi koh:

    Lukas 23: 42-43
    Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

    Kalau melihat kutipan ayat di atas, pada hari itu, Dia akan ada di Firdaus. Mohon tanggapannya Koh? Trims.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.