“Kue bola!” teriaknya berulang-ulang. Umurnya empat puluh tahunan. Logat Hokkien Bagansiapiapinya kental sekali. Sangat pendiam. Kepada pembeli dia hanya mengangguk, tidak mengucapkan terima kasih. Continue reading
Kue Bola
2
“Kue bola!” teriaknya berulang-ulang. Umurnya empat puluh tahunan. Logat Hokkien Bagansiapiapinya kental sekali. Sangat pendiam. Kepada pembeli dia hanya mengangguk, tidak mengucapkan terima kasih. Continue reading