
Di Batavia. 17 Maret 1900. 20 orang Tjina sepakat mendirikan perkumpulan untuk mengembangkan adat-istiadat dan tradisi Tjina sesuai ajaran Khonghucu dan mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang tulis menulis dan bahasa.
Mereka menamai perkumpulannya Tjina Hwee Koan (China huìguǎn 会馆), artinya Rumah Perkumpulan Tjina. Setelah mendapat surat pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 3 Juni 1900, kegiatan perkumpulan itu pun mulai berjalan.
Pada tanggal 11 Juni 1900, ketua Tjina Hwee Koan, Phoa Keng Hek merayakan ulang tahunnya yang dihadiri para pengurus Tjina Hwee Koan. Dalam diskusi seru hari itu, lahirlah ide untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak Tjina di Batavia. Ide itu diwujudkan dengan berdirinya sekolah Tjina Hak Tong (Tjina xuéyuàn 學院) pada tanggal 17 Maret 1901.
Kisanak, beberapa hari sebelum berusia 28 tahun, tanggal 16 Januari 1928, Tjina Hwee Koan ujug-ujug mengganti namanya menjadi Tionghoa Hwee Koan (zhōnghuá huìguǎn 中华 会馆) – Rumah Perkumpulan Tionghoa. Surat pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda baru terbit 5 tahun kemudian pada tanggal 1 Juli 1932. Tanya kenapa?
Sun Yat-Sen (1866-1925) adalah Bapak Negara Tiongkok Modern. Dia mengenal istilah Tionghoa dari Tionghoa Hwee Koan Amerika dan Kanada yang selalu mendukung perjuangannya. Itu sebabnya, di dalam perjuangannya, Sun Yat-Sen selalu mempromosikan istilah Tionghoa ke seluruh dunia. Makanya setelah pemberontakannya gagal 10 kali akhirnya di kali ke 11 perjuangannya sukses. Republik Tiongkok (zhōnghuá mínguó 中華 民國) merdeka tanggal 1 Januari 1912.
Tionghoa Hwee Koan sama sekali tidak memberitahu alasan, kenapa mengganti istilah Tjina dengan Tionghoa? Namun siapa saja akan sampai pada kesimpulan bahwa menganti istilah Tjina dengan Tionghoa adalah wujud nasionalisme kepada Republik Tiongkok.
Handai taulanku sekalian, istilah China pertama kali menyentuh bangsa Eropa dalam buku catatan harian petualang Portugis Duarte Barbosa (1516) yang diterjemahkan oleh Richard Eden’s pada tahun 1555 ke dalam bahasa Inggris dengan judul: Description of the Coasts of East Africa and Malabar.
Berdasarkan buku itu, istilah China pertama kali ditemuinya di Malaka. Dari Malaka dia lalu menelusuri Samatra, Jawa, Jawa Kecil, Timor, Banda, Dandon, Maluku, Celebes, Bangaya, Alor, Borneo, lalu ke Campa sehingga saat mendarat di Tiongkok Duarte Barbosa sudah kadung memakai istilah China untuk menyebut nama Tiongkok dan Chinese untuk penduduknya. Hal itu berlaku sampai hari ini.
Karena istilah “negeri Tjina” untuk menyebut Tiongkok dan “orang Tjina” untuk penduduknya sudah berlangsung sejak purbakala, itu sebabnya, tidak ada lagi yang mempertanyakan, “Tjina” artinya apa? Dan, sejak kapan istilah “Tjina” dipakai? Kalau demikian, kita tahu sekarang bahwa, tindakan menyebar Isyu Cina berarti menghina orang Tionghoa adalah Devide At Impera – memecah belah! Merasa sakit hati karena diteriaki, “Cina lu!” adalah pobia. Sudah waktunya kita mengakhiri pepesan kosong alias omong kosong Cina dan Tionghoa adalah cara untuk saling membenci.