
Dalam bahasa Hokkien namanya Tiong chiu pia (Zhòngqiū bǐng 仲秋 餅 – kue pertengahan musim gugur) namun secara umum, orang Tionghoa Indonesia menyebutnya kue bulan. Inilah rahasianya yang sudah tidak dipahami lagi.
Di Tiongkok ada 4 musim yaitu: Musim Semi (chūnjì 春季); Musim Panas (xiàjì 夏季); Musim Gugur (qiūjì 秋季); Musim Dingin (dōng jì 冬季). Setiap musim lamanya 3 bulan yaitu: Bulan awal musim (mèng 孟); Bulan pertengahan musim (zhòng 仲); Bulan akhir musim (Jì 季).
Kitab Yueling (yuèlìng 月令 – amanat bulanan) adalah catatan bagaimana pemerintahan harus dijalankan dari bulan ke bulan. Amanat bulanan untuk bulan 8, Pertengahan Musim Gugur (Zhòngqiū 仲秋) mencatat tiga hal yang diamanatkan kepada kaisar yaitu:
- Menyelenggarakan hari Lanjut Usia dengan memuliakan para lanjut usia.
- Menyelenggarakan sembahyang Chang untuk menyembah yang maha mula-mula
- Menyelenggarakan kalibrasi nasional atas alat-alat ukur
Pada bulan Ini kita memuliakan para lanjut usia (yǎng shuāilǎo 養 衰老) dengan menghadiahkan (shòu 授) meja kucil (jī 几) dan tongkat (zhàn 杖) kala mengunjungi mereka dengan membawa oleh-oleh nasi (mí 糜), bubur (zhōu 粥), minuman (yǐn 飲) dan penganan (shí 食). Liji IVC: II:6 – Yueling Zhongqiu
Dia menyajikan daging anjing (quǎn 犬) untuk sembahyang Chang (cháng 嘗 – mencicipi) dengan berpakaian rami (má 麻) kepada yang maha mula-mula (xiān 先) beralaskan tikar (jiàn 薦) duduk (qǐn 寢) di kuil leluhur (miào 廟). Liji IVC: II:11 – Yueling Zhongqiu
Di bulan ini juga adalah hari di mana siang dan malam sama panjangnya (rìyè fèn 夜日分- 23 September). Suara halilintar mulai saling bersahutan. Serangga mulai tidur panjang (zhéchóng 蟄蟲 – hibernasi) dan menutup liangnya (huài hù 壞戶). Aura kematian (shāqì 殺氣) mulai meliputi dan semakin kental (jìnchéng浸盛). Hawa positif (yángqì 陽氣) matahari makin melemah (rì shuāi 日衰) dan air mulai mengering (shuǐ shǐ hé 水 始涸). Liji IVC: II:15 – Yueling Zhongqiu
Hari siang dan malam sama panjangnya (rìyè fèn 夜日分- 23 September). Kalibrasi panjang dan beratnya. Timbangan dan batunya dikalibrasi. Luruskan timbangan tiga puluh kati dan seratus dua puluh kati. Kalibrasi takaran dan gantangnya. Liji IVC: II:16 – Yueling Zhongqiu
Meskipun ajarannya tidak dibicarakan lagi, namun, sampai hari ini, orang-orang Tionghoa Indonesia masih menyelenggarakan hari lanjut usia dengan mengunjungi sambil membawa oleh-oleh Tiong chiu pia – kue pertengahan musim gugur alias kue bulan.
Leluhur adalah orang-orang yang diluhurkan alias dimuliakan. Nenek moyang adalah kumpulan leluhur yaitu: almarhum Ayah bunda, kakek nenek, buyut dan moyang. Poyang adalah leluhur yang paling tua.
Agama Tionghoa menyembah leluhur alias nenek moyang dan Poyang.Sembahyang Poyang dilakukan setiap tanggal 1 dan 15.
Saat ini, orang-orang Tionghoa Indonesia tidak melakukan kalibrasi lagi atas alat-alat ukurnya.