Angke Artinya Keluarga Marga Ang


Sejarahwan: Angke adalah Bangke. Budayawan Tionghoa: Angke, bahasa Hokkien, artinya sungai merah. Keduanya sepakat: Angke adalah 10.000 orang Cina dibantai VOC lalu bangkainya dibuang ke sungai pada tahun 1740 di Batavia.

Namun, sejarah mencatat, pada 22 Desember 1619, pihak Kesultanan Banten mengerahkan 4.000 tentaranya menyusuri sungai ANGKE lalu bersama-sama dengan pasukan Jayakarta menyerang VOC (Kongsi Dagang Hindia Belanda) sehingga Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen terpaksa menyelamatkan diri ke Maluku.

Bahkan, catatan sejarah memastikan bahwa, setelah berkuasa (1550-1580) Pangeran Tubagus ANGKE mengenakan gelar Jayakarta II.

Kedua catatan sejarah di atas membuktikan bahwa istilah ANGKE sudah ada dan dipakai 100 bahkan 200 tahun sebelum tanggal 09 Oktober 1740. Itu sebabnya, pernyataan sejahrawan bahwa “Angke” adalah “Bangke” adalah kesalahan. Dan pernyataan budayawan Tionghoa bahwa “Angke” artinya “Sungai Merah” juga ngaco.     

Tiongbun (zhōngwén 中文) artinya bahasa Tiongkok. Keistimewaan Tiongbun: Aksaranya sama dan artinya sama namun ucapannya berbeda menurut sub-sukunya. Itu sebabnya, meskipun aksaranya sama yaitu: 中文 dan artinya sama yaitu “Bahasa Tionghoa” namun ucapannya berbeda, (Hokkien) Tiongbun vs (mandarin) zhōngwén. Itu sebabnya, meskipun saling bahasa satu dan lainnya, namun orang Hokkien dan Mandarin bisa berkomunikasi lewat aksara.

Budayawan Tionghua mengklaim: Angke (hónghé 紅河) artinya sungai merah. Padahal, frasa mandarin hónghé 紅河 – sungai merah, dalam bahasa Hokkien adalah ANGHO, bukan ANGKE.

Kata “Khe (xī 溪)” dalam bahasa Hokkien berarti sungai, namun kata itu tidak dipakai masyarakat Hokkien di Tiongkok. Orang Hokkien Tiongkok dan Indonesia (Nusantara) umumnya menggunakan kata, Kang (jiāng 江) artinya sungai dan Kao (gōu 溝) artinya selokan.

Menamai anak (míng zǐ 名子), tidak boleh dengan nama negara (guó 國), tidak boleh dinamai matahari (rì 日) dan bulan (yuè 月), tidak boleh nama-nama penyakit (yǐnjí 隱疾) juga tidak boleh nama-nama gunung dan sungai-sungai (shānchuān 山川). Liji IA:III:9:42 Quli shang

Itu sebabnya, Pangeran Tubagus Angke mustahil dinamai apalagi digelari Angke (hóngxī 紅溪) artinya sungai merah.

Dalam bahasa Hokkien, kata Ang (hóng 洪) artinya banjir bandang. Ang juga adalah nama marga. Dalam Hokkien, kata Ke (jiā 家) artinya keluarga. Itu sebabnya, Angke (hóngjiā 洪家) artinya keluarga marga Ang.

Kakek saya membeli sebidang tanah lalu mendirikan gudang di atasnya, kemudian mewakafkan tanah dan gudang itu untuk Kongsi Kuburan Orang Hokkien di kampung kami. Anggota kongsi pemakaman orang Hokkien bukan orang (person) namun keluarga (jiā 家).

Ada keluarga Auyang alias Aoyangke (ōuyángjiā 歐陽家), ada keluarga Ko alias Koke (xǔjiā  許家), dll. Kakek saya keluarga Ang alias Angke (hóngjiā 洪家). Itu sebabnya aku tahu bahwa Angke artinya Keluarga marga Ang.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.