
Agama asli orang Tionghoa adalah agama yang dilembagakan oleh kelima kaisar (wǔdì 五帝) dan disebarkan oleh ketiga raja (sānwáng 三王). Walaupun tidak dipahami lagi ajarannya namun tradisinya masih dijalankan sampai hari ini.
Harus selalu memelihara orang tua (fányǎng lǎo 凡養 老). Kelima kaisar (wǔdì 五帝) melembagakannya dan menjadikannya hukum (xiàn 憲) kemudian ketiga raja (sānwáng 三王) menyebarkannya (yán 言). Kelima kaisar melembagakannya dan menjadikannya hukum (xiàn 憲) agar memelihara (yǎng 養) dengan sepenuh jiwa raga (qìtǐ 氣體) tanpa diminta apalagi disuruh. Setiap orang harus mengingatnya dan menjadikannya tradisi (dūnshǐ 惇史). Ketiga raja juga melembagakannya dan menjadikannya hukum (xiàn 憲) agar memelihara orang tua (yǎnglǎo 養老) tanpa diminta apalagi disuruh agar hal itu menjadi kesusilaan (lǐ 禮) dan tradisi (dūnshǐ 惇史). Liji X:2:3 – Neize
Siapakah ketiga raja (sānwáng 三王) tersebut? Beliau-beliau itu adalah raja Yao (yáo 堯) yang hidup antara tahun 2333 SM – 2255 SM (78 tahun), raja Shun (shùn 舜) yang hidup tahun 2294 SM – 2184 SM (110 tahun) dan raja Yu (yǔ 禹) yang hidup tahun 2200 SM – 2100 SM (100 tahun).
Siapakah kelima kaisar (wǔdì 五帝) itu? Mereka masing-masing adalah: Kaisar Yandi (yándì 炎帝 – Nóng 農 – shénnóng 神農), kaisar Houtu (Hòutǔ 后土), kaisar Diku (dìkù帝嚳), Kaisar Huangdi (huángdì 黃帝) yang hidup tahun 2711 SM -2597 SM (114 tahun), kaisar Zhuanxu (zhuānxù 顓頊) yang hidup tahun 2513 SM-2435 SM (78 tahun)
Hanya raja suci (Shèngwáng 聖王) yang berhak menetapkan lembaga (zhì 制) sembahyang (jìshì 祭祀). Yang berjasa kepada masyarakat ditetapkan hari sembahyangnya. Yang menegakkan hukum di antara masyarakat ditetapkan hari sembahyangnya. Yang meninggal karena mengemban tugas negara ditetapkan hari sembahyangnya. Yang berhasil mengatasi bencana alam besar ditetapkan hari sembahyangnya. Yang berhasil memadamkan pemberontakan besar ditetapkan hari sembahyangnya. Dahulu kala, kaum Lishan (lìshān shì 厲山 氏) memimpin kolong langit (tiānxià 天下). Bangsawan (zǐ 子) itu namanya Nong (Nóng農 – shénnóng 神農). Dia berjasa membudidayakan beratus biji-bijian. Kerajaan Xia (Xià 夏 – 2070 SM -1600 SM) mengakhirinya. Namun oleh kerajaan Zhou (Zhōu 周 – 2070 SM – 1600 SM), apa yang telah diabaikan itu lalu diperingati lagi hari sembahyangnya dengan nama Ji (Jì 稷). Kaum Gonggong (gònggōng shì 共工 氏) memerintah kesembilan negeri (jiǔzhōu 九州). Bangsawan itu namanya Houtu (Hòutǔ 后土). Karena jasanya mempersatukan kesembilan negeri itu, maka ditetapkanlah hari sembahyangnya dengan nama She (Shè 社). Raja Diku (dìkù帝嚳) mampu memetakan konstelasi bintang (xù xīngchén 序 星辰) dan mengajarkannya kepada masyarakat. Raja Yao (yáo 堯 – 2333 SM – 2255 SM) menyusun sistem hukum yang adil dan menegakkannya di antara rakyat. Raja Shun (shùn 舜 – 2294 SM – 2184 SM) sekuat tenaga mengajak masyarakat bekerja keras hingga meninggal di hutan. Menteri Gun (gǔn 鯀) gagal mengatasi bencana banjir hingga dipenjara seumur hidupnya namun raja Yu (yǔ 禹 – 2200 SM – 2100 SM) putranya mampu melanjutkan pekerjaannya. Kaisar (huángdì 黃帝 – 2711 SM -2597 SM) mendapatkan nama harum (zhèngmíng 正名) karena membuat beratus perabotan yang mencerdaskan dan memakmurkan masyarakat. Zhuanxu (zhuānxù 顓頊 – 2513 SM-2 435 SM) mampu mengolah dendeng lalu mengajarkannya kepada masyarakat. Qi (qì 契 – menteri pendidikan raja Yao) memajukan pendidikan masyarakat. Ming (Míng 冥 – menteri pekerjaan umum raja Yao) sekuat tenaga menjalankan tugasnya hingga mati tenggelam ditelan banjir. Raja Tang (tāng 湯 – pendiri dinasti shāng 商 – 1600 SM – 1046 SM) sangat terkenal karena berhasil membebaskan rakyatnya dari penindasan. Menteri Wenwang (Wénwáng 文王) memerintah dengan bijaksana. Raja Wuwang (Wǔwáng 武王 – pendiri dinasti zhōu 周 1046 SM- 256 SM) mengerahkan bala tentaranya untuk membebaskan rakyat dari penindasan. Mereka semuanya berjasa kepada masyarakat. Ibarat matahari, bulan, bintang-bintang dan planet-planet sehingga masyarakat mendongak menatapnya dengan takjub lalu menggangguk memberi hormat. Ibarat gunung, hutan, sungai, lembah, bukit dan pegunungan( tempat masyarakat dicukupkan segala kebutuhannya, itu sebabnya, mereka yang merugikan masyarakat dilarang oleh negara untuk diperingati harinya. Liji XX:9 – Jifa
boleh korupsi tapi nanti harus rajin beribadah, rajin puasa, rajin memuji, rajin menyembah dan pura- pura bertobat toh Tuhan mudah ditipu. orang yg suka menipu diberkati orang jujur kena stroke.
Judul artikel “Agama asli orang tionghoa”
isi coment danakrta mbg dan politik, ga nyambung blog , pasti ini ciri khas SDM rendah iq 78