
Sebagian orang Tionghoa Indonesia merayakan 22 Desember sebagai hari makan onde. Dikatakan bahwa, “Jumlah onde yang dimakan harus sesuai jumlah umurnya, setelah memakannya, usia tambah setahun.” Hari makan onde Tiongkok kuno?
Bangsa Tiongkok terdiri dari 56 suku (zú 族). Suku Han (hànzú 漢族) adalah mayoritas karena jumlahnya 91,51%. Suku minoritasnya adalah suku Zhuang (19,6 juta), Hui (11,4 juta), Uyghur (11 juta), Miao (11 juta), Manchu (10,4 juta), Yi (9,8 juta), Tujia (9,6 juta), Tibet (7 juta), Mongol (6,3 juta), Buyei (3,5 juta), Dong (3,5 juta), Yao (3,3 juta), Bai (2 juta), Korea (1,7 juta), Hani (1,7 juta), Li (1,6 juta), Kazakh (1,5 juta), dan Dai (1,2 juta). 126.000 orang Kanada, Amerika Serikat, dan Eropa serta sekitar 730.000 suku-suku lain tanpa pengakuan.
Suku Han (hànzú 漢族) terdiri dari berbagai subsuku antara lain, orang Hokkien (Hokkien lang – fújiàn rén 福建 人), orang Tiochiu (Tiochiu nang – cháoshàn rén 潮汕 人), orang Hakka (Hakka ngin – kèjiā rén 客家 人), Orang Kwantung (gwongdung jan – guǎngfǔ rén 廣府 人 – guǎngdōng rén 廣東 人), dll.
Walaupun masing-masing suku dan sub suku menggunakan bahasa yang berbeda, namun aksara yang digunakan seluruh Tiongkok sama. Itu sebabnya dikatakan bahwa aksara adalah pemersatu bangsa Tiongkok sejak purbakala.
Frasa cia teng i 吃 湯圓, dalam bahasa Hokkien, diucapkan menjadi chī tangyuan 吃 湯圓 dalam bahasa mandarin, artinya makan sop bulat. Orang Tiongkok suka menyingkat, itu sebabnya cia teng I (chī tangyuan 吃 湯圓) pun disingkat menjadi “Cia i (chī yuan 吃 圓), artinya makan bulat.
Dalam aksara mandarin, kata dōng 冬 artinya musim dingin. Musim dingin Tiongkok lamanya tiga bulan dan satu bulan Tiongkok lamanya tiga puluh hari. Bulan pertama musim dingin disebut mèngdōng 孟冬 (awal musim dingin). Bulan kedua musim namanya zhòngdōng 仲冬 (pertengahan musim dingin). Dan bulan ketiga adalah jìdōng 季冬 (akhir musim dingin).
Hari makan onde selalu jatuh pada tanggal 22 Desember menurut kalendert masehi, di bulan sebelas atau di pertengahan musim dingin (zhòngdōng 仲冬) kalender Imlek. Dan jatuh pada tanggal 21 Desember di tahun kabisat. Hari itu disebut tongcoi (dōngzhì 冬至 – Winter solstice) alias hari titik balik matahari di musim dingin, yaitu hari terpendek dalam setahun yang terjadi ketika Bumi miring paling jauh dari matahari.
Sejak purbala, hari itu tetapkan sebagai hari libur, makanya disebut dōngzhì jié 冬至 节 (hari libur titik balik matahari. Karena terjadi pada musim dingin, itu sebabnya disebut hari titi balik matahari musim dingin).
Aksara jié 节 berarti festival dalam bahasa Inggris. Festival adalah pesta besar atau acara meriah yang diadakan untuk memperingati sesuatu. Festival dapat berupa perlombaan, pertunjukan, atau acara yang melibatkan masyarakat.
Aksara dōng 冬 artinya musim dingin sementara aksara zhì 至 berarti paling. Itu sebabnya banyak orang Tionghoa yang langsung menyimpulkan dōngzhì jié 冬至 节 sebagai hari festival puncak musim dingin. Padahal dōngzhì 冬至 adalah hari titik balik matahari padad musim dingin, bukan hari puncak musim dingin.
Kerabatku sekalian, yang disebut tiga dinasti agung Tiongkok kuno adalah: Dinasti Xià 夏 yang berkuasa tahun 2100 SM-1600 SM, dinasti Yīn 殷 alias Shāng 商 yang berkuasa tahun 1600 SM-1046 SM dan dinasti Zhōu 周 yang berkuasa tahun 1046 SM–256 SM.
Hari tahun baru dinasti Xià 夏 adalah hari pertama musim semi, saat ini kita kenal sebagai tanggal 1 bulan 1 kalender Imlek alias tahun baru Imlek. Hari tahun baru dinasti Yīn 殷 alias Shāng 商 adalah hari terakhir musim dingin (Jìdōng 季冬) alias satu hari sebelum tahun baru dinasti Xia, saat ini kita kenal sebagai malam tanggal 30 bulan dua belas kalender imlek. Hari tahun baru dinasti Zhōu 周 adalah hari siang terpendek dalam setahun atau hari yang siangnya terpendek dalam setahun pada pertengahan musim dingin alias hari makan onde alias 22 Desember.
Dinasti Han (hàncháo 漢朝) berkuasa 206 SM–220 M. Kaisar Gao (gāo huángdì 高 皇帝) pendiri dinasti Han menetapkan kalender dinasti Xià 夏 sebagai kalender bangsa Tiongkok. Itu sebabnya tahun baru yang dirayakan adalah hari pertama musim semi alias tahun baru dinasti Xià 夏.
Pada bulan ini matahari mencapai batas akhir peredarannya (rìqióng toyú 日窮 於次) sementara bulan mencapai batas akhir pencatatannya (yuèqióng yújì 月窮 於紀) dan bintang-bintang kembali menghadap yang maha tinggi (xīnghuí yútiān 星回 於天). Setelah menghitung jumlah akhirnya maka permulaan tahun pun dimulai. Perhatikan para petani dan jangan mengur usi masalah lainnya. Liji IVD: III:14 – Yueling Jidong
Meng xianzi berkata, “Tanggal satu bulan satu (zhèngyuè 正月) ini adalah titik balik matahari (rìzhì 日至 – 21-22 Desember), pada hari itu dilakukan sembahyang kaisar di atas (shàngdì 上帝). Pada bulan ketujuh titik balik matahari (rìzhì 日至 – 20-22 Juni) dilakukan sembahyang leluhur (zǔ 祖).” Bulan ketujuh sembahyang Di (dì 禘 – lima tahun sekali). Xianzi (xiànzǐ 獻子) melaksanakannya. Liji XVIII:IIB:24 – Zaji
Pada bulan ini, tiba hari siang terpendek (rì duǎnzhì 日 短至) dalam setahun (21/22 Desember). Negatif (yīn 陰) dan positif (yáng 陽) saling menyerang, saling melahirkan dan saling memusnahkan. Susilawan (jūnzǐ 君子) merayakan NYEPI (qíjiè 齊戒) untuk menentramkan tubuhnya dan nafsunya. Menjauhi musik dan persetubuhan serta menolak nafsu. Mengistirahatkan tubuh dan meneduhkan keinginan sambil menunggu positif dan negatif aktif kembali. Liji IVD: II:13 – Yueling Zhongdong
Apakah orang Tionghoa harus melakukan sembahyang pada hari makan onde dan kalau ada, siapa yang disembahyangi? Tidak ada. Itu hanya hari libur Tiongkok kuno yang tidak perlu dilakukan lagi saat ini di Indonesia. Kita merayakannya karena itu adalah hari istimewa, hari titik balik matahari di musim dingin, yaitu hari terpendek dalam setahun yang terjadi ketika Bumi miring paling jauh dari matahari.