
Kerasukan dewa-dewi adalah PENIPUAN. Tidak ada dewa-dewi yang merasuki sama sekali. Yang ada hanya orang-orang yang berlagak dirasuki dewa-dewi. Terkutuklah mereka yang cari makan dengan PENIPUAN demikian.
Kesusilaan (lǐ 禮): Dikatakan, “Orang bijaksana (jūnzǐ 君子) menggendong cucunya namun tidak menggendong anaknya,” maksud pepatah itu adalah, cucu boleh menjadi pemeran arwah kakek (wáng fùshī 王父 尸), namun anak tidak boleh menjadi pemeran arwah ayah (fùshī 父尸).” Liji IA:IV:4:29 Quli shang
Ketika almarhum wafat, keinginan untuk melayaninya tetap ada di antara orang-orang hidup. RITUAL adalah cara untuk memuaskan PERASAAN orang HIDUP kepada orang mati dengan tidak melanggar kesusilaan.
Ritual adalah rangkaian kegiatan berupa gerakan, nyanyian, doa, dan bacaan, menggunakan perlengkapan, baik dilakukan secara sendirian maupun bersama-sama, dipimpin oleh seseorang.
Cucunya berperan sebagai almarhum sementara anak almarhum melayaninya solah-seolah dia sedang melayani almarhum yang sedang makan.
Tradisi kuno 3000 tahun sebelum masehi itulah cikal-bakal munculnya PENIPUAN kerasukan dewa-dewi di antara orang Tionghoa saat ini.
Adakah bukti bahwa para PERASUK dewa-dewi adalah PENIPU? Tentu saja. Sungokong adalah TOKOH novel. Sungokong adalah tokoh karangan penulis novel. Karena Sungokong hanya tokoh karangan, itu sebabnya mustahil jadi DEWA. Makanya PERASUK Sungokong adalah PENIPU yang BERLAGAK kerasukan dewa. Tidak ada DEWA yang merasukinya.
Makanya bro, jangan asal ngejeblak. Belajar dulu baik-baik baru bicara. Kisah Sun go kong adalah novel dengan judul Perjalanan ke Barat yang dikarang oleh Wu Chengen 吳承恩 – 1500–1582. Novel tersebut ditulis berdasarkan inspirasi dari rahib Xuanzang 玄奘 (602 ) yang menulis laporan perjalanannya ke barat pada pada jaman dinsti tang.
Jangan sok jagoan bro. Jangan juga sok tahu.
Hanya orang bodoh seperti anda yang mengarang=arang ajaran bahwa mitos tidak bisa dibuktikan. Ha ha ha ha ….. Sejarah Tiongkok sudah membuktikan bahwa mitos Sun Go Kong sudah TERBUKTI cuman tokoh novel. Ha ha ha ha
Suka-suku lu aja dech bro. Ha ha ha ha Gua hanya mengajari mereka yang mau belajar. Klo lu yang tetap mau bloon, gua gratisin aja dech lu. ha ha ha ha
Gua nggak bertanggung jawab kalau orang kristen kekeh jumekeh mau ditipu para sarjana teologi dan pdt. Tulisan gua hanya buat mereka yang mau mau cerdas aja.
Lu kalau terus mau ditipu para PENIPU perasuk dewa-dewi, silahkan saja bro. Orang Tionghoa memang kekurangan ajaran SEJATI itu sebabnya terpaksalah mereka mengaku-aku penipuan dewa-dewi itu sebagai ajaran agama. Ha ha ha ha
“Gua nggak bertanggung jawab kalau orang kristen kekeh jumekeh mau ditipu para sarjana teologi dan pdt. Tulisan gua hanya buat mereka yang mau mau cerdas aja.”
justru saya yang tidak bertanggung jawab saudara, saya sudah mengigatkan, tetapi anda menyangkal SATU SATUNYA JURU SELAMAT, jika anda masuk neraka itu sudah menkadi resiko anda sendiri
membuktikan penipuan kok cuma karena novel, aya-aya wae….
Orang pakai baju mirip sun gokong dibilang penipuan, dibilang kerasukan, penipuannya dimana ? emangnya dia ngaku kerasukan sun gokong ?
bengcu gara-gara stroke alias struk kemampuannya semakin merosot. Ati-ati bengcu jangan lupa minum obat hipertensi, kolesterol dan pengencer darah setiap hari. Bisa stroke berulang elu ntar.
yudas iskariot kerasukan adalah penipuan faktanya Yudas ngak ngamuk dan memukul mukul dirinya dengan batu. Yudas tetap waras.
ki sanak, pandangan orang zaman dulu dan modern itu berbeda jauh. Dulu sampar dibilang hukuman allah, sekarang sampar dikenal sebagai penyakit pes gara² tikus. Sudah dinikmati aja hasil karya tulisan orang² jadul.