
Seharusnya, kitab suci agama Khonghucu adalah sumber pustaka dan standar kebenaran ajaran agama Khonghucu Indonesia. Selain mempelajarinya secara lisan, siapa saja bisa mempelajarinya lewat tulisan alias lewat kitab-kitab sucinya.
Khonghucu wafat dalam usia 72 tahun (551 SM – 479 SM). Saat berusia 56 tahun, beliau mengembara selama 13 tahun. Pulangnya, dia mempelajari, menguji, menyalin dan membukukan kitab-kitab dinasti Xia, Shang dan Zhou menjadi lima kitab.
Lima Kitab (wǔjīng 五經)
Lima kitab itu adalah:
- Kitab Perubahan (yìjīng 易經)
- Kitab Sejarah (shūjīng 書經)
- Kitab Kesusilaan (lǐjīng 禮經)- Catatan Kesusilaan (lǐjì 禮記)
- Kitab Sajak (shījīng 詩經)
- Kitab Musik (yuèjīng 樂經)
Sebelum wafat, Khonghucu menulis kitab yang diberi judul: Kitab Musim Semi Dan Gugur (chūnqiū jīng 春秋 經) yang isinya berupa sejarah Tiongkok antara tahun 770 SM – 476 SM.
Ketika Kitab Musik (yuèjīng 樂經) hilang saat penganiayaan kaisar Qin Shi Huang (221 SM – 210 SM) , maka para pengikut Khonghucu pun menambahkan Kitab Musim Semi Dan Gugur (chūnqiū jīng 春秋 經) sehingga tetap disebut: Lima Kitab (wǔjīng 五經).
Empat Kitab (sìshū 四書)
Murid-murid Khonghucu sangat berduka atas wafatnya guru mereka, itu sebabnya mereka pun berkabung di rumah, di kuil dan di makam Khonghcu. Dalam masa kabungnya, tak henti-hentinya murid-murid mengenang kebersamaan mereka dengan almarhum gurunya.
Mereka lalu membukukan kenangan-kenangan mereka dalam buku yang diberi judul: Sabda Suci (lúnyǔ 論語 – Ditanya Maupun Tidak Ditanya).
Salah satu murid Khonghucu yang bernama Zengzi (zēngzǐ 曾子) dengan gelar Ziyu (zǐyú 子舆) yang hidup 505 SM – 435 SM menulis kitab berjudul : Ajaran Besar (dàxué 大學).
Cucu Khonghucu yang bernama Kongji (kǒngjí 孔伋) dengan gelar zǐsī 子思 (481 SM – 402 SM) menulis kitab berjudul: Tengah Sempurna (zhōngyōng 中庸).
Murid Kongji yang bernama Mengzi (mèngzǐ 孟子) yang hidup 372 SM – 289 SM menulis kitab yang berjudul: Mengzi.
Keempat kitab yang ditulis murid-murid Khonghucu itu disebut: Empat Kitab (sìshū 四書).
meskipun jokowi ngasih izin pertambangan ke NU dan ormas keagamaan mustahil agama minoritas seperti konghucu mau ikut gabung Karena beresiko akan terjadi bentrokan. Lagi pula jemaatnya konghucu banyak yg udah punya bisnis pertambangan dan energi di berbagai negara..
Gue ngerasa aneh kenapa pake embel embel ormas keagamaan.. seperti mau adu domba minor dan mayor.