Ajaran Stephen Tong Atau Kitab Kejadian?


Pdt Dr Stephen Tong mengajarkan bahwa Allah menciptakan alam semesta dari NIHIL (tanpa bahan baku), padahal kitab Kejadian mencatat bahwa alam semesta diciptakan dari bahan baku: Gelap gulita, air, Roh Allah dan ruang.

Pada mulanya Allah menciptakan langit (shamayim) dan bumi (‘erets). Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:1-2

Menciptakan dari NIHIL alias tanpa bahan baku memang nampak lebih keren dibandingkan menciptakan memakai bahan baku. Itu sebabnya bukan hanya Stephen Tong saja namun kebanyakan orang Kristen selalu mengagul-agulkan, hanya Allah saja sanggup menciptakan dengan cara demikian.

Ada 3 komponen yang tercatat di dalam Kejadian 1:1-2 yaitu: Gelap gulita, Roh Allah dan air dan ada satu komponen lainnya yang baru tercatat dalam Kejadian 1:6-8 yaitu CAKRAWALA (ruang-space). Di dalam CAKRAWALA (ruang-space) itulah keempat komponen itu berada.

Sesungguhnya yang di sebut Allah menciptakan adalah MENGUBAH yang sudah ada menjadi BENTUK yang lain. Pada hakekatnya, menciptakan adalah MEMISAHKAN dan MEMBATASI.

Suhu hai hai bengcu bisa salah, itu sebabnya dia selalu mengajak siapa saja untuk menguji tulisannya. Pdt Stephen Tong juga bisa salah, itu sebabnya dia selalu rendah hati saat kesalahannya ditunjukkan dan diajari yang benar.

Hari Pertama

Dengan apa Allah menciptakan TERANG? Menurut Pdt Dr Stephen Tong, Allah menciptakan terang dari NIHIL (tanpa bahan baku). Menciptakan dari NIHIL disebut menciptakan dengan berfirman. Allah berfrman, β€œJadilah terang lalu terang itu jadi.” Allah berfirman dan ujug-ujug yang difirmankannya pun jadi.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu DARI gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:3-5

Kerabatku sekalian, kalau benar Allah menciptakan TERANG dari NIHIL, mustahil Allah PERLU memisahkannya dari GELAP bukan? Karena Allah menciptakan TERANG dari bahan baku GELAP barulah Dia perlu MEMISAHKAN terang dari gelap.

Allah memisahkan terang dari gelap. Allah juga membatasa terang agar tidak menjadi gelap dan membatasi gelap agar tidak menjadi terang. Itulah yang disebut memisahkan dan membatasi.

Hari Kedua

Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala (raqiya) di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala (raqiya) itu langit (shamayim). Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:6-8

Mustahil Allah menciptakan cakrawala dari NIHIL karena Kejadian 1:6-8 mencatat, yang dilakukan Allah hanya memisahkan air dari air. Allah tidak menciptakan cakrawala dari NIHIL namun CAKWALA yang SUDAH ada NAMPAK ketika Allah memisahkan air dari air.

Allah memisahkan air menjadi air yang di atas dan air yang di bawah. Sebelum dipisahkah, ada dua komponen yaitu air dan cakrawala. Allah memisahkannya menjadi tiga yaitu: Air di atas dan air di bawah serta cakrawala.

Hari Ketiga

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit (shamayim) berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering. ” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat (‘erets), dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut (yam). Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:9-10

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah (‘erets). menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi (‘erets).” Dan jadilah demikian. Tanah (‘erets) itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Kejadian 1:11-13

Pdt Stephen Tong salah karena Allah tidak menciptakan darat dan laut dari NIHIL namun dari air. Allah tidak menciptakan tanaman dari NIHIL. Allah tidak menciptakan tumbuhan dari darat. Memisahkan dan membatasi, itulah cara Allah menciptakan.

Hari Keempat

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi (‘erets).” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:14-15

Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Kejadian 1:16-19

Apakah Allah menciptakan benda-benda penerang dari NIHIL? Tidak. Buktinya setelah diciptakan Allah MENARUH keduanya di Cakrawala. Dari bahan baku apa Allah menciptakan penerang? Dari Terang yang diciptakannya pada hari pertama. Jelas sekali di sini bahwa yang dilakukan Allah adalah memisahkan dan membatasi.

Hari Kelima

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi (‘erets) melintasi cakrawala (shamayim – raqiya)).” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:20-21

Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Kejadian 1:22-23

Allah menciptakan ikan-ikan dan burung-burung dari NIHIL? Tidak. Allah menciptakannya dari bahan baku air. Caranya dengan memisahkan dan membatasi.

Hari Keenam

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi (‘erets) mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi (‘erets). Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:24-25

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (d@muwth) Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut (yam) dan burung-burung di udara (shamayim) dan atas ternak dan atas seluruh bumi (‘erets) dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi (‘erets).” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26-28

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:29-30

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31

Apakah Allah menciptakan binatang dari NIHIL? Tidak Allah menciptakan binatang dari DARAT alias bumi alias tanah alias debu. Allah tidak menciptakan manusia dari NIHIL namun dari bahan baku yang bisa dibentuk menurut gambar dan rupa Allah.

Jadi bagaimana? Allah menciptakan berlaksa ada dari bahan baku dengan memisahkan dan membatasi. Namun Pdt Dr Stephen Tong dan kebanyakan orang Kristen mengaku bahwa Allah menciptakan tanpa bahan baku alias dengan NIHIL.

17 thoughts on “Ajaran Stephen Tong Atau Kitab Kejadian?

  1. Dinosaurus kapan di ciptakan bung?
    Manusia purba kapan bung?

  2. Jemaat aktif stephen tong
    Tercatat hampir 10.000 jiwa tiap pekannya

    Sedangkan jemaat bengcu????
    Upsss…

    Silahkan publik menilai mana yang lebih berbobot

  3. Pada mulanya Allah menciptakan langit (shamayim) dan bumi (β€˜erets). Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:1-2

    kebetulan dibahas, ini yg bikin saya bingung dari sd. ” bumi belum berbentuk dan kosong, tetapi roh allah melayang di atas permukaan air. ” belum berbentuk tapi ada air, kosong tapi ada airnya. imajinasi saya benar ga bisa membayangkannya.

    benar2 luar biasa, apakah om punya penjelasannya ???

  4. Anda mau membangun rumah, makanya bilang, “Pada mulanya aku menciptakan taman dan rumahku. Taman belum berbentuk dan kosong, air dan semak belukar memenuhi di mana-mana. Aku menatap tanahku dan mulai menggampar.”

    Anda hanya punya tanah kosong dan belum berbentuk, semak belukar dan sampah ada di mana-mana. Anda mau membangunnya menjadi taman dan rumah. Maka itulah catatannya sebelum mulai pembangunan anda.

  5. Anda hanya punya tanah kosong dan belum berbentuk, semak belukar dan sampah ada di mana-mana. Anda mau membangunnya menjadi taman dan rumah. Maka itulah catatannya sebelum mulai pembangunan anda.

    itu namanya bukan belum berbentuk, tetapi belum beraturan. bahkan tanah kosong pun sudah berbentuk.

    di benak saya dulu, bumi belum berbentuk, maksudnya buminya belum bulat, masih berbentuk serpihan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

  6. Terjemahan lama memakai istilah CAMPUR BAUR – tohuw. Awalnya bumi belum ada bentuknya. Tuhan lalu menyusun BENTUKNYA. Bentuk pertama adalah terang. bentuk kedua adalah ……..

    bohuw artinya kosong. Bumi kosonng, makanya kemudian diisi dengan tanaman, binatang, manusia.

  7. Terjemahan lama memakai istilah CAMPUR BAUR – tohuw. Awalnya bumi belum ada bentuknya. Tuhan lalu menyusun BENTUKNYA. Bentuk pertama adalah terang. bentuk kedua adalah ……..

    bohuw artinya kosong. Bumi kosonng, makanya kemudian diisi dengan tanaman, binatang, manusia.

    sebelumnya maaf kalau membuat capai reply, om. krn cuma om yg pernah baca al ratusan kali dan bukan mengandalkan iman semata.

    Tapi bagaimana mereka mengatakan kosong, jika ada air di mana roh Allah melayang2 di atas air ? 😞😭😭

    Lalu sapa yg membuat bumi bulat ? sedangkan Allah krisxxx cuma mengisi bumi yg katanya kosong itu. 😭😭😭. Ada kekuatan lain yg membentuk bumi bulat, dan itu di luar kuasa Allah kah ? Dan itu adalah gelap yg menyelimuti awalnya kah ?

  8. Rumah anda KOSONG, padahal ada ranjang, ada meja, ada kursi, ada banyak peralata lainnya. Namun rumah anda KOSONG karena ketika diteriaki tidak ada yang menjawab. Ketika digeledah tidak ditemukan manusia. Jadi sebenarnya rumah anda KOSONG atau ISI? Kalau kosong kenapa banyak barangnya? Kalau isi, kenapa tidak ada orangnya?

    Musa mengamati bumi, binatang, tanaman, manusia, cakrawala, matahari, bulan, bintang-bintang lalu dia MENGARANG kisah penciptaan Sorga dan dunia.

    Dia tidak tahu bumi itu datar atau bumi berotasi, makanya dia tidak bicara apa-apa tentang hal tersebut.

    Kalau begitu, siapa yang MENCIPTAKAN Sorga dan dunia? Saya tidak tahu. Musa bilang Allah yang menciptakan sorga dan dunia dan inilah cara penciptaannya namun kita tahu sekarang bahwa Musa hanya MEMBUAL.

    Karena terbukti bahwa Musa hanya membual, itu sebabnya kita harus mencari tahu. Kalau tidak ada yang BERSAKSI dan kesaksiannya teruji, maka kita harus terima kenyataan bahwa kita tidak tahu, siapa yang menciptakan?

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.