Ahoker Terlalu Asyik Memacu Semangat Namun Lupa Mencari Teman


nol

Kampanye NOL

Para Ahoker terlalu asyik memacu semangat namun lupa mencari teman baru. Akibatnya jumlah Ahoker secara total tidak bertambah jumlahnya karena apa yang mereka sebut teman-teman baru itu dia-dia juga.  

Hasil penghitungan cepat (quick count) empat lembaga survei pada pukul 16.00 WIB 15 Februari 2017 yaitu: Cyrus Network:  43,6%; PolMark Indonesia: 40,4%; LSI Denny JA: 43,6%; SMRC:  43,3%, menunjukkan bahwa gembar-gembor Ahoker untuk memenangkan Pilkada DKI dalam satu putaran jauh panggang dari api.

Bila kita membandingkannya quick count di atas dengan Pilkata DKI tahun 2012 dari tiga lembaga survei yaitu: JSI: Jokowi-Ahok 41,97%; Prisma: Jokowi-Ahok 42,69%; LSI: Jokowi-Ahok 42,2%, maka bisa disimpulkan bahwa dalam hal jumlah pemilih, apa yang dicapai oleh Ahok dan Jarod setelah berkuasa selama 4 tahun ini jalan ditempat. Apa yang capai oleh Teman Ahok yang dilanjutkan oleh Ahoker selama ini cuman segitu doang.

Kenapa bisa demikian? Kenapa kinerja Ahoker yang kelihatan fenomena salama ini ternyata setelah diponten oleh masyarakat DKI dalam pencoblosan hari ini hasilnya cuma segitu doang? Banyak Ahoker yang nggak sempat memilih karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menutup TPS (tempat penutupan Suara) jam 13.00 WIB.

Setelah Ahok dan Jarod memutuskan untuk memilih jalur partai, saat itu pun saya langsung memutuskan agar tidak ikutan lagi dalam hiruk-pikuk Pilkada 2017 ini. Harus ada yang tidak terlibat. Harus ada yang mengawasi perilaku Ahoker. Harus ada naga-naga di balik awan.

Kampanye NOL

Menegakkan hukum dan mengutamakan kebaikan hanya cukup untuk menuai pujian namun tidak cukup untuk menggerakkan masyarakat. Kemasyhuran hanya bisa menggerakkan masyarakat namun tidak cukup untuk memperbarui bangsa. Susilawan, bila hendak memperbarui bangsa dan kebudayaan, tentu saja harus melalui pendidikan! Liji XVI:1 – Xueji

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Timotius 2:2

Apa yang dilakukan oleh Ahoker selama ini di Rumah Lembang? Kampanye NOL. Kenapa demikian? Karena yang datang adalah orang-orang yang tidak perlu dikampanye lagi karena mereka sudah memutuskan untuk memilih Ahok. Itu bukan kampanye namun temu penggemar Ahok.

Apa yang dilakukan oleh Ahoker di (Citos) – Cilandak Town Square? Kampanye NOL. Kenapa demikian? Karena yang datang adalah orang-orang yang tidak perlu dikampanye lagi karena mereka sudah memutuskan untuk memilih Ahok. Itu bukan kampanye namun temu penggemar Ahok

Kampanye adalah apa yang pernah dilakukan oleh SBY dengan jurus “Satu anggota delapan teman,” artinya setiap anggota harus bersaksi tentang Partai Demokrat kepada delapan orang yang dikenalnya. Namun yang dilakukan oleh para Ahoker itu sama sekali tidak menambah anggota baru karena yang mereka lakukan hanya saling menjilat dan cipika-cipiki.

Apa yang dilakukan oleh Ahoker di restoran-restoran dengan Ahok dan Jarod? Mereka hanya bersenang-senang dan makan malam sama Ahok dan Jarod. Tidak ada kampanye karena mereka tidak perlu dikampanye lagi. Kampanye adalah kalau Ahoker-Ahoker itu keluar duit lalu mengundang orang yang bukan Ahoker untuk datang mendengarkan kampanye Ahok dan Jarot.

Kampanye adalah kalau Ahoker-Ahoker itu membeli kaos dan asesoris untuk diberikan kepada non Ahoker lalu mengajak mereka mendengar kampanye Ahok di Rumah Lembang.

Kampanye adalah kalau Ahoker-Ahoker itu membeli kaos dan asesoris untuk diberikan kepada non Ahoker ketika Ahok blusukan.

Tentu saja Kampanye bukan Ahoker saling menjilat dengan Ahoker yang lainnya dan tendang semua anggota grup anti Ahok di grup-grup medsos Ahoker.

Saya sudah bicara dengan banyak orang bahkan berepa hari sebelum acara di  Cilandak Town Square   (Citos) saya ingatkan kembali agar para Ahoker jangan asyik sendiri namun periksa kartu pemilh kalian apakah sudah siap untuk memilih? Jangan sampai siap memilih namun kartunya tidak ada.

Saya juga sudah ingatkan berminggu-minggu sebelumnya agar betanyalah kepada handai taulanku sekalian, “Bolehkah aku bersaksi kepada anda tentang hasil pencapaian Ahok dan Jarod selama ini?”

Saya juga sudah ingatkan untuk bersaksi tentang apa yang akan dilakukan oleh Ahok dan Jarod untuk keuntungannya anda sebagai, “Office boy, pembantu, buruh pabrik, Ibu rumah tangga, karyawan, pengangguran, pelayan toko, pemilik toko, nelayan, guru, pegawai negeri berbagai golongan, dll, dll.”

Kerabatku sekalian, yang harus kita lakukan adalah KAMPANYE bukan ngerumpi antar sesama Ahoker! Kampanye artinya CARI CALON Ahoker baru bukan cari KENALAN baru di antara Ahoker.

22 thoughts on “Ahoker Terlalu Asyik Memacu Semangat Namun Lupa Mencari Teman

  1. selamat mlm dan salam hormat om hai hai..
    kl liat peluang putaran 2 kira2 nasib ahok akan diujung tanduk kah om..??
    tampaknya mmg selama ini yg terjadi seperti yg om hai hai kemukanan diatas
    mungkinkah semua pemilih no.1 akan lari ke no.3 diputaran ke-2 om..??
    krn cm ahok yg bs diandalkan membenahi jakarta menurut sy om lainnya telolet doang..
    makasih om

    • Kita sudah tahu masalahnya dan kita juga sudah tahu jalan keluarnya. Itu sebabnya selama kita melakukan yang harus kita lakukan maka masalahnya pun akan selesai. Kita hanya KALAH kampanye dan kebanyakan hura-hura. Ajak rakyat kecil untuk kampanye sambil hura-hura. Misalnya: Kalau saja SEMUA yang hura-hura di CITOS itu manyisikan uang JAJANNYA untuk mengajak pembantunya dan office boy-nya juga supirnya satpamnya serta bawahannya di kantor untuk JAJAN dan minum di acara CITOS maka SELESAI sudah calonnya dan sisa suara lainnya.

      • salam hormat om hai hai
        ijin bertanya lg om
        sy msh awam dg isu 9 naga, itu apaan dan siapa yg membangun opini ini dr awal krn dibeberapa forum sll mengait2kan jika ahok menang maka 9 naga berkuasa, gagal paham sy om
        mohon pencerahannya
        terimakasih om

  2. Ekspresi kekecewaan ya pak hai hai?

    Biasanya kalau hai hai kecewa, prediksinya jarang meleset…

    Bagi saya, seandainya Ahok tetap di jalur independen bersama teman Ahok, maka sekalipun kalah suara, maka dia kalah lebih terhormat ketimbang diusung parpol, tapi hasilnya belum sesuai harapan..

    Tapi semoga saja mukjizat terjadi di putaran kedua nanti…

    • Ketika berbicara tentang Ahok saya selalu mengaitkannya dengan Jokowi. Saya menggunakan kasus Donald Trump dan Hillary Clinton sebagai batu penjuru alias batu peringatannya.

      Hillary Clinton sangat diagul-agulkan dan Trump sangat diremehkan. Namun ketika perjalanan menjadikan keduanya berhadapan satu lawan satu, saya langsung pegang Trump. Kenapa demikian? Karena Hilarry buang-buang banyak energi untuk hura-hura dan MENGEJEK Trump. Ternyata Trum manang.

      Seharusnya para Ahoker bercermin atas apa yang terjadi di Amerika. Namun mereka malah makin menggila.

      Yang kita kejar bukan Pilkada DKI namun pemilu presiden Jokowi berikutnya dan pemilu presiden Ahok berikutnya. Itu sebabnya saya langsung mengundurkan diri dari dunia persilatan agar para Ahoker belajar dari pilkada kali ini. Itu sebabnya saya tidak kecewa karena sudah memperkirakannya bahkan bersyukur itulah yang terjadi kali ini.

      Kalau Ahok menang satu putaran itulah KIAMAT bagi Presiden Jokowi dan TIDAK ada lagi kesempatan Ahok for presiden.

  3. Kalo udah masalah capres 2024..daripada ahok mungkin lebih baik kita mengundang capres Amerik Serikat yang kalah pada 2024,menjadikannya WNI sekaligus presiden.Sama2 pendatang kok.

  4. Betul sekali, lupa cari teman. Kalau kayak gini susah juga ya, voter Indonesia masih emosional-primordial. Prediksi abal2 : putaran 2 Anies-Sandi yang menang, tapi Ahok cs tak akan tinggal diam, langkah ke MK diambil. Akhirnya gugatan pilkada dikabulkan dan menang, jadi juaranya boleh si Anies tapi yg dilantik jadi gub-wagub Ahok-Djarot wkwkwk

  5. Menurut pengamatan saya juga begitu. Sementara pendukung Ahok terus berteriak-teriak di Medos, pendukung kompetirot malahan jalan terus dari rumah ke rumah untuk menemui rakyat. Bayangkan saja kalau pendukung tulen 10.000 orang dan setiap hari berhasil meyakinkan satu orang saja, maka pada hari kedua sudah ada 20.000 orang, pada hari ketiga 40.000 orang dan seterusnya. Cara kerja multi level marketing mereka jalan.

    Tulisan ini merupakan kritik yang sangat baik sebagai bahan evaluasi bagi para pendukung Ahok di DKI. Mereka perlu merealisasikan dukungan dalam bentuk kampanye, bukan ngerumpi, rame di medsos. Lihat kubu sebelah, mereka diam-diam sejak putaran pertama, namun dalam diam-diam itu mereka kerja, kerja, dan kerja. Prinsip inilah yang dilalaikan selama ini dan perlu diubah pada putaran kedua.

  6. Pak Hai Hai. Saya punya channel expriment bernama ObrolanKita di Youtube. Setelah baca artikel Bp, saya tertarik untuk menayangkan / menarasikan artikel Bp ini ke channel tsb. Saya sikh berharap Bp tidak terlalu kecewa dg hasilnya, mohon maaf bila terasa kurang prof, maklum saya baru belajaran dalam video editing.

    Bila Bp tidak terlalu kecewa, maka saya mohon ijin Bp untuk diperkenankan menarasikan artikel Bp yg lainnya. Chanel tsb saya buat sekitar 2 bulan silam, saat ini Subscribernya hampir 1300. Jumlah Penonton variatip tergantung judul. Viewer tertinggi untuk Satu Video pernah mencapai hampir 77.000 .

    Mohon maaf kalau saya tak minta ijin sebelumnya karena saya anggap artikel Bp ini sanggat menggugah dan berfaedah sehingga harus disosialisasikan sesegera mungkin. Ini linknya https://youtu.be/NVe0xWD0bS8 . Sekali lagi maaf dan terima kasih banyak pak Hai Hai. Oh Ya alangkah bagusnya kalau pak Hai Hai bisa menarasikan artikel persis spt contoh di link tsb pak

    • Terima kasih bang ObrolanKita. Kalau tahun lalu tidak kena stroke ringan, saya sudah belajar bikin video untuk Youtube. Saya sudah minta tolong anak saya yang baru kelas satu SMA agar belajar bikin video untuk youtube. Terima kasih bro. Saya suka bantuan anda tersebut.

      Durasi. Itu menjadi masalah bagi banyak orang. Itu sebabnya meenurut saya Video anda harus dipersingkat agar disukai banyak orang. Kalau saya tanya banyak orang, maka video durasi 3 menit itu sangat cocok dan disukai banyak orang. Itu sebabnya selama ini saya mulai coba untuk membatasi tulisan saya agar cukup isinya untuk dibaca dalam 3 menit.

      Ini pertanyaan, ada yang suka kalau videonya tidak di youtube namun di FB juga sehingga bisa di sebar lewat WA dll. Bagaimana? bolehkah saya bagi-bagi video anda ke handai taulanku? Sekali lagi, terima kasih bantuan anda bro ObrolanKita.

      Satu hal lagi, selain di bengcu menggugat, saya juga punya blog di Kompasiana dengan nama hai hai. Isi blog saya sama namun judulnya saya bedakan. Tujuannnya adalah agar tulisan lebih rame karena ada dua judul di dua tempat.

      • Makasih banyak pak Hai hai, video ObrolanKita bebas untuk disebar luaskan lewat media apapun. Sebab sayapun juga kadang berbagi kisah / pengalaman via Kompasiana juga, meskipun Kompasiana itu media gratisan. Sesungguhnya saya juga telah diterima di Seword yg peroleh imbalan, namun karena kesibukan di ObrolanKita sehingga tak mungkin semua saya handle sendiri.

        Kalau Bp perhatian komentar di atas (di Blog Bp), ada tertulis nama Yosafati Gulo. Beliau tahu artikel ini dari saya sebab beliau sering membantu saya secara aktip yakni menarasikan artikel beliau sendiri, baik yg ada di kompasiana maupun di Seword.

        Mulanya beliau minta saya yg rekam artikel beliau, itu setelah beliau mencoba namun ternyata belum bisa, saat itu. Namun setelah lihat hasil saya, beliau belajar sedikit langsung bisa. Bahkan suaranya jauh lebih bagus daripada saya, persis seperti penyiar TV.

        Saya sering menarasikan artikel orang lain, kalau artikel sendiri baru 4 yg saya narasikan. Saya selalu melakukan self censorship, kadang ada beberapa bloger yg mungkin tak tahan dg situasi ini, mengumpat / memaki di artikelnya. Itu biasanya selalu saya haluskan. Saya tak mau senasib dengan RSS yg hingga kini selalu diblokir oleh youtube. Berkali kali channelnya ditebas oleh youtube meski dia berganti ganti nama apapun. Begitu ketahuan langsung tebas, padahal Channel RSS jauh lebih banyak Subscribernya
        Oh ya ini contoh link narasi dari Yosafati Gulo, bandingkan…. suaranya jauh lebih mantap dari saya https://youtu.be/i7SryixWvR4

    • Wuiih sudah lama ternyata gabung Kompasiana. Sy baru akhir tahun kemarin, kenapa tidak gabung ke Seword ? Kalau tak sibuk di OK, saya mungkin saat ini aktip di seword. Ini WA saya pak 081283947887. Kalau mau kirim narasi dalam bentuk audio / video silahkan kirim saja. Boleh tayangkan diri sendiri, istri atau anak atau siapapun. Bocah yg nari2, saya tak kenal malah. Tahunya lewat dunia maya ini saja, itupun juga baru saja. Saya tahu bengcu menggugat mungkin lebih dari 10 tahun, saat diforward email oleh keluarga yg di Hong Kong

      • Saya sudah catat no. hpnya. Saya akan hubungi bila diperlukan. Kalau boleh usul. Dalam suasana jangan pakai anak-anak. Bukankah ngajak anak-anak kampanye itu tidak diperbolehkan? thanks.

        • Seumur hidup saya tak pernah kampanye dan juga tak akan pernah mau kampanye. Saya cuma ngajak rekan2 berpikir jernih saja. Saya malah tak peduli siapa yg akan dipilih asalkan pilihannya itu berdasar kejernihan berpikir bukan hasil manipulasi kaum bigot yg tak peduli NKRI terkoyak.

          Itu bukan anak/family saya. Saya malah tak kenal. Cuma orang tuanya yg ingin dia ditampilkan, maka ya saya tampilkan, lagipula itu bukan media kampaye kok. Kalau boleh disebut, itu tak lebih hanyalah media penjernih pikiran, itu saja.

          Gimana pak Hai2, saya minat ttg OK OC nya Anies, apakah pak Hai2 bisa narasikan dan kirm ke WA saya. Tulisan Itu bisa jadi salah satu “obat” penjernih pikiran juga. Saya tunggu dg sangat. Sie sie

          • Alangkah baiknya kalau setiap WNI ikut KAMPANYE baik kampanye politik maupun kampanye yang lainnya. Dengan kampanye maka kita bisa ikut ambil bagian dalam MENDIDIK masyarakat. Bacalah ayat yang diajarkan oleh kitab Liji.

            Awal tahun lalu saya kena stroke ringan. Sampai hari ini masih belum bicara dengan lancar. Itu sebabnya belum bisa membuat narasi. Kalau anda mau bantu dengan menarasikan blog-blog saya yang lain, saya akan berterima kasih. Malam ini saya juga unggah blog baru. menurut saya anda akan suku isinya. apalagi masalah Sandi ternyata dipecat? ha ha ha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.