
Tribunnews
Front Pembela Islam (FPI) membuat masalah di mana-mana. Eh, sekarang orang Katolik malah ikutan front-front-an? Front Pembela Katolik dong ya? Orang Kristen Front Pembela Kristen juga dong ya? Bwa ha ha ….
PP-PMKRI melaporkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang diduga melecehkan umat kristiani dalam ceramahnya di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, 25 Desember 2016 kemarin.
“Intinya kami akan terus mengawal kasus ini sampai yang bersangkutan dipanggil dan diperiksa. Kami akan segera berkonsolidasi dengan alumni PMKRI membentuk tim advokasi,” kata Angelius Wake Kako, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI).
TOLAK Front Pembela Agama
Kisanak, izinkan saya memberitahu anda semua bahwa Agama harus disebarkan dengan BERITA bukan dengan DERITA.
Kenapa Yesus disalib? Karena Dia memberitakan agama-Nya dengan BERITA “Kerajaan Allah sudah dekat,” sementara orang-orang Yahudi menyebarkan agamanya dengan DERITA bahwa Yesus MENISTA agama Yahudi dengan mengaku diri-Nya anak Allah.
Jadi, kisanak, umat Katolik yang mulia, ketahuilah bahwa Agama Katolik harus disebarkan dengan BERITA bukan membuat Habib Rizieg MENDERITA dengan tuduhan penistaan Agama Katolik.
Dan, hai orang-orang Kristen, tolong jangan ikut-ikutan menyebarkan agamamu dengan DERITA orang-orang yang mengejek dan menghina ajaranmu karena hanya orang MISKIN yang merasa terhina disebut GEMBEL sedangkan orang kaya justru merasa lucu ketika diejek gembel.
Alih-alih menyebarkan agamanya dengan DERITA, nabi justru merawat orang Yahudi buta yang MENISTA Muhamad SAW sepanjang hari.
Handai taulanku sekalian, kita harus meng-HUKUM orang-orang yang MERUSAK rumah ibadah orang lain namun jangan pernah menghukum orang-orang yang menentang AKIDAH agamamu.
Ajarkanlah agamamu dengan BERITA dan kalau mereka tidak mengerti bahkan mengejek dan menghinamu dan ajaran agamamu, ajarkan lagi agamamu dan lagi dan lagi dan lagi. Ajarkanlah ajaran agamamu sampai kuda gigit jari. Itu karena agamamu didirikan untuk MENYELAMATKAN bukan MEMBUNUH umat manusia.
Yang harus kita umat beragama lakukan adalah berdakwa, bukan membunuh umat manusia. Memberitakan ajaran agama kepada siapa saja, bukan membunuh orang-orang yang belum mendapat pencerahan .
Motifnya “balas dendam”.. solidaritas kasus BTP (sang petahana)…
Kalau bengcu menyebarkan KETOLOLAN DIRI SENDIRI
Hahhahahhahahahhaaha
moron idiot lu !!!!
Setuju sekali dengan bang hai hai, saya sempat heran kemarin waktu membaca beritanya benarkah mereka mewakili organisasi PMKRI atau hanya mewakili pribadi saja. Kalau mewakili umat Katholik saya rasa tidak.
Setuju pak hai hai, agama harus disebarkan dengan BERITA, bukan DERITA.
Yang Anda tulis cukup tajam, tapi di tengah situasi bangsa kita saat ini, agaknya sulit untuk mendidik mereka yang udah kadung BENCI.
Mereka melapor atas nama PMKRI – Persatuan Mahasiswa Katolik Indonesia. Mereka minta dukungan dari seluruh umat Kristen. Banyak orang Kristen yang mendukungnya. Masalahnya adalah, para mahasiswa itu LUPA memberitahu apakah mereka merasa dIHUJAT oleh Habib Rizieg? Mereka juga nampaknya LUPA memberitahu masyarkat, SIAPA yang akan TAMPIL bersaksi? Pastor Siapa dan pendeta siapa yang akan menjadi SAKSI Ahli?
Namun kita harus mendukung para mahasiswa itu karena mereka BERANI bertindak. Itu adalah PERTAMA kali, seingat saya, para mahasiwa Katolik berani BICARA dan unjuk RASA. Selama ini orang Kristen dan Katolik hanya DIAM dan gigit jari serta menghibur diri dengan slogan-slogan putus asa dan berlagak kasih, “Kita pengikut Yesus, sudah jamak kalau pikul salib. Kita hidup dengan kasih, sudah jamak kalau kita dizholimi dan kita mengalah.”
Saya adalah seorang SENTINEL alias penjaga BATAS. Kewajiban saya adalah menjaga BATAS-BATAS walaupun harus sendirian dan dilupakan. Kalau generasi ini tidak tidak suka yang saya tulis, siapa tahu generasi berikutnya mau mulai belajar?
Selain itu jangan lupa juga, tujuan pelaporan ini jelasnya bukan cuma atas dasar keberatan penistaan terhadap keyakinan tapi sekaligus untuk mengetahui sejauh mana reaksi kepolisian dalam ‘menyentuh’ Rizieq, mengingat reputasi sang habib yang tampaknya sejauh ini adem ayem saja seolah tak tersentuh hukum.
Tembakan bull’s eye bukan cuma ke organisasinya tapi langsung ke tokoh ‘dedengkot’ nya. Kelihatannya para mahasiswa dari PP-PMKRI (bersama Student Peace Institute) sukses membuat pihak kepolisian puyeng. Bakal banyak pertimbangan dari segala sisi kalau udah menyangkut Rizieq mengingat pengaruh yang diakibatkannya bisa cukup masif. Ini akan menguji seberapa tegas penegakan hukum kita.
Saya adalah seorang SENTINEL alias penjaga BATAS. Kewajiban saya adalah menjaga BATAS-BATAS walaupun harus sendirian dan dilupakan. Kalau generasi ini tidak tidak suka yang saya tulis, siapa tahu generasi berikutnya mau mulai belajar?
################################
Hahahahaha….udah tua bangke lagaknya sok jagoan lu…
Cuihhhh…hhhhhhh….hhhhh…..
bagi yang ga tau, lu diagung agungkan…
yang tau lu gimana itu yg jijik dgn kemunafikan lu haahahhahahahah
Anda tahunya sirik, maaf gak mutu banget.
Mereka tidak lupa, urusan siapa yang bersaksi bukan urusan pelapor lagi. itu adalah urusan polisi.