
Iin Cipto Berduka
Mungkinkah Iin Cipto menipu anggota JKI dengan kesaksian bohong “Kisah Sopir Taksi Muslim di Pemakaman Pendeta Petrus Agung.” Haruskah kita memuliakan Yesus dan Allah dalam nama Yesus dengan kesaksian tersebut?
Memuliakan Allah Dalam Yesus
Pada hari Kamis, 17 Maret 2016 15:05 WIB media sosial dihebohkan dengan laporan wartawan Rahdyan Trijoko Pamungkas berjudul “Kisah Sopir Taksi Muslim di Pemakaman Pendeta Petrus Agung” di TRIBUNNEWS.COM, Semarang.
Banyak orang Kristen yang mengaku diberkati dan mengucap syukur lalu memuliakan Allah dalam nama Yesus atas kesaksian tersebut. Masalahnya adalah, “Benarkah Allah ‘menerima’ kemuliaan atas kejadian tersebut?” Pertanyaannya adalah, “Apakah Yesus ‘memuliakan’ Allah dengan kejadian tersebut?” Benarkah orang kristen menerima berkat dan syukur atas kejadian tersebut?
Kenapa hai hai bengcu mempertanyakannya? Karena kesaksian yang diceritakan oleh Indriati Tjipto Purnomo alias Iin Cipto di kuburan Petrus Agung bukan kisah nyata namuncerita bohong alias kesaksian palsu alias pepesan kosong alias penipuan publik belaka. Tidak ada Supir Taksi Muslim di Pemakaman Petrus Agung.
Karena bukan kisah nyata, itu berarti: Allah tidak menerima kemuliaan dari Yesus dan orang Kristen. Yesus tidak memuliakan Allah. Orang-orang Kristen tidak menerima berkat dari Allah dan Yesus. Orang-orang Kristen tidak bersyukur atas kejadian tersebut.
Kenapa orang-orang Kristen merasa diberkati oleh pepesan kosong Iin Cipto? Kenapa orang-orang Kristen merasa sejahtera oleh cerita bohong Indriati Tjipto Purnomo? Kenapa orang-orang Kristen memuliakan Allah dalam nama Yesus oleh penipuan publik 6 hamba Tuhan JKI? Karena PERASAAN bukan sumber pustaka kebenaran dan standar kebenaran.
Memegang Kebenaran dan Memuliakan Allah
“Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan.” Ulangan 19:15
“Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.” Matius 18:16
Kerabatku sekalian, tentang kebenaran, YHWH di Ulangan 19:15 dan Yesus di Matius 18:16 sama-sama menganut standar kebenaran yang sama yaitu “dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.”
Itu berarti kesaksian yang belum diuji kebenarannya tidak boleh dipuji. Itu berarti kesaksian yang membangkitkan perasaan nyaman harus diuji kebenarannya. Itu berarti kesaksian yang dianggap memberkati dan mendamaikan perasaan sejahtera bukan standar kebenaran bagi Allah. Itu berarti orang-orang Kristen yang tidak menguji kesaksian bukan Kristen sejati yang memegang kebenaran dan memuliakan Allah.
Menguji Kesaksian Iin Cipto
Siapakah Indriati Tjipto Purnomo dalam berita TRIBUNNEWS.COM? Dia adalah Iin Cipto alias Indriati Tjipto Purnomo Wenas. Iin Cipto adalah salah satu dari 6 Hamba Tuhan JKI.
Ibadah penghiburan JKI hari Selasa 15 Maret 2016 dilakukan jam 10.00 WIB dan 19.00 WIB. Sementara di Semarang supir taksi bekerja dalam 3 shift yang masing-masing lamanya 20 jam yaitu:
1. Pagi: Jam 04.00 – 01.00 WIB
2. Semi: Jam 13.00 – 09.00 WIB
3. Kalong: Jam 15.00 – 13.00 WIB
Iin Cipto bersaksi bahwa supir taksi berkata, “Dari pagi saya sudah antar banyak orang. Ibu yang terakhir karena besok kami mau ikut pelepasan Bapak.”
Handai taulanku sekalian, pertanyaannya adalah, “Kapan supir taksi mengantar Iin Cipto ke JKI lalu pulang ke poolnya?”
Mustahil jam 01.00 dini hari setelah Iin Cipto kembali lagi ke JKI setelah kebaktian penghiburan jam 19.00 selesai.
Mustahil jam 09.00 pagi karena tidak mungkin saat itu supir taksi sudah mengantar banyak orang termasuk Iin Cipto ke JKI untuk mengikuti kebaktian penghiburan jam 10.00 siang.
Mustahil jam 13.00 karena siang setelah kebaktian penghiburan jam 10.00 tidak mungkin Iin Cipto kembali lagi ke JKI.
Karena kesaksian iin cipto bertentangan dengan jadwal kerja supir taksi Semarang maka kesimpulannya adalah, “kesaksian Iin Cipto tersebut bukan kisah nyata namun pepesan kosong belaka.”
Iin Cipto Tertangkap Basah
Suhu hai hai berkata, “Biarkan penipu terus menipu sampai tipuannya terbongkar!” Kerabatku sekalian, itulah yang terjadi pada Iin Cipto alias Indriati Tjipto Purnomo. Dia tertangkap basah ketika menipu anggota JKI di hadapan makam Petrus Agung. Benar-benar kurang ajar!
Iin Cipto berpikir bahwa supir taksi bekerja dalam 2 shift yaitu shift pagi dan sift malam? Setelah kerja dari pagi supir taksi itu lalu pulang petang itu? Dia akan libur besok demi ikut ibadah pelepasan Petrus Agung? Iin Cipto membual!
Iin Cipto sering naik taksi di Semarang? Iin Cipto sering naik taksi bolak-balik ke JKI? Iin Cipto naik taksi sendirian ke kebaktian penghiburan Petrus Agung di Holly Stadium JKI? Wow ….
Karena menganggap tindakan supir taksi muslim itu terpuji sekali maka Iin Cipto pun bersaksi alias memberi testimoni tentangnya di kuburan Petrus Agung. Masalahnya adalah, kenapa Iin Cipto tidak menyebutkan namanya? Kenapa minimal tidak menyebutkan nama taksi yang ditumpanginya?
Kenapa Iin Cipto tidak mengajak supir taksi baik hati itu selvie untuk benang-kenangan waktu memberi testimoni nantinya?
Meskipun wartawan menulis, “Indriati menyisipkan kisah sopir taksi ketika memimpin doa peribadatan di pemakaman Pendeta Petrus Agung,” sementara Iin Cipto bersaksi bahwa supir taksi itu berkata, “Mau ikut pelepasan Bapak,” namun kenapa memberi testimoni Iin Cipto tidak bertanya apakah supir taksi muslim itu jadi ikut hadir di pemakaman?
hahaha kalau pasti yang anda katakan itu semua hamba Tuhan tidak bercacat dan tidak bercela maka tidak ada pendeta yang terkena kasus penggelapan uang yang seperti pendeta singapura itu… dan itupun hak anda berpendapat demikian begitupula orang lain berhak berpendapat sebaliknya dan tidak salah juga…
initnya yang saya katakan uang anda adalah harta anda mau anda pakai apaun itu hak anda tidak ada yang menyalahkan…
yang saya tidak cocok adalah pemberian harus melalui gereja atau pendeta itu yang saya tidak cocok…. mau memberi tanpa lewat gereja pun ga masalah dan tidak dosa…
banyak orang yang akhirnya dicap , didoktrin dan dianggap berdosa jika tidak memberi pendetanya, tidak perpuluhan, tidak gaji sulung itu yang saya tidak cocok… memberi orang lain tidak harus melalui itu… jika ada pendeta yang mengatakan orang tidak memberi melalui pendeta adalah dosa maka perlu dicari tahu apa tujuan pendeta itu hahahaha
terus terang saya gak mengerti pendeta macam apa yang bisa bilang begitu.
sewaktu umat memberikan perpuluhan yang menerima bukan pendeta, tapi gereja.
pendeta status adalah pelayan TUHAN, seorang pendeta tidak berhak dan tidak dapat menentukan uang TUHAN di gereja mau dipakai untuk apa. yang bisa adalah bendahara. terlebih lagi seorang pendeta biasanya DIWAJIBKAN membayar perpuluhan dan korban anak sulung, dipotong langsung dari apa yang gereja berikan ke dirinya. ajarin kasih makan orang miskin kok tidak kasih?
yang menjabat sebagai bendahara TUHAN biasanya adalah penatua jemaat.
penatua jemaat itu harus memenuhi semua yang tertulis dalam 1 Titus 5:9 dan hampir selalu diambil dari orang2 yang memberikan paling banyak ke gereja. waktu seorang jemaat memberikan banyak ke gereja, maka jemaat itu biasanya didekati oleh penatua2, untuk dipelajari apakah jemaat itu memenuhi persyaratan di 1 Titus 5:9. kalo memenuhi dan sudah cukup lama di gereja itu, jemaat itu BISA ditawarkan untuk menjadi penatua di sidang penatua. sidang penatua itu otoritas paling tinggi di gereja setelah TUHAN sendiri.
saya bisa tahu ini semua karena sahabat saya itu rumahnya di sebelah JKI permata, gerejanya Petrus Agung, dan dia sudah ikut JKI lama sekali makanya kenal dengan penatua2nya. kaya tapi dulu suka mabuk, pukulin istri.
apakah kau sendiri terlibat sampe mengerti kebenaran di balik kisah itu?
saya pernah kerja di perusahaan menjadi engineer sistem yang hitung laporan keuangan perusahaan. sewaktu sistem saya update, user suruh saya online kan sistem karena sudah diteken. saya onlinekan, ternyata BELUM diteken. sewaktu ditemukan kesalahan, saya dituding berkonspirasi untuk menggelapkan uang perusahaan dengan mencacatkan sistem laporan keuangan perusahaan. user saya? auditor perusahaan. auditor perusahaan suruh saya onlinekan sistem, waktu salah, auditor menyalahkan saya, bukan accounting. jadi konspirasi apa yang terjadi kau tahu kan? kalau atasan saya tidak backup saya, saya bisa berakhir di penjara, tapi TUHAN lindungi saya.
sayang sekali yang ngaku dijamah dan tidak anda gugat belum tentu benar-benar dijamah.. bisa saja ngigau karena tidak ada yang dapat membuktikannya hahaha
ketika saya mengadu ke TUHAN, TUHAN suruh saya MENGADU DOMBA atasan tertinggi saya dengan user tapi cara yang TUHAN berikan amat sangat rapi.
sewaktu saya disuruh memperbaiki sistem saya disuruh tanya siapa user yang perintahkan. lalu sewaktu user itu membalas dengan komplain, TUHAN suruh saya tulis “ibu saya tidak tahu mana yang lebih salah di mata manajemen, menyebabkan kecacatan pada sistem atau membiarkan kecacatan pada sistem tapi saya akan betulkan sistem”. kata2 itu mengacu pada jabatan user saya sebagai auditor yang membiarkan kecacatan.
user saya yang angkuh melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk membuktikan kebenarannya di depan manajemen, lalu MENJEGAL atasan tertinggi saya yang notabene sudah berkali2 saling jegal. lalu atasan saya take over dan masalah selesai.
saya sudah dijamah, mengapa saya harus mencari pembuktian bahwa TUHAN menjamah orang lain?
hanya orang yang tidak pernah dijamah yang melakukan hal itu.
hahaha ya begitulah konspirasi yang ada di dunia ini bro… manusia tidak akan terlepas dari tujuan dan politik begitulah hidup… mungkin anda pernah dengar sebuah kata-kata bahwa manusia adalah egois dan berusaha memenuhi kepentingannya sendiri… mengetahui dasar itu pendeta yang manusia biasapun tidak terlepas dari itu… mereka memiliki kepentingannya sendiri…
kasus penggelapan yang terjadi memang saya tidak tahu benar apakah ia bersalah atau tidak yang jelas media mengabarkan seperti itu ( bukan berarti saya langsung salah dan anda langsung benar).. tapi kalau anda mau tahu contoh konrit bisa dilihat peter popof.. dan masih banyak contoh lain misalkan saya ingin tahu pendetayang tidak dikubur karena akan bangkit setelah 30 hari bagaimana kabarnya apa jadi bangkit?
Menurut pendapat saya pendeta adalah manusia biasa tidka lebih tidak kurang… apakah manusia biasa terlepas dari dosa? tidak!! ia bisa saja menipu bisa saja mebual demi kepentingan dirinya sendiri ( namanya juga manusia lumrah bro)…
yang saya tidak cocok adalah doktrin semua perkataan dari mulut pendeta PASTI BENAR…. ini yang saya bingung bagaiamana mungkin pasti benar? lantas apakah menguji kebenaran itu salah?
kembali ke pendeta singapura.. .. bisa dibayangkan juga kan berapa pendapatan pendeta, asetnya, membiayai istri yang artis? sinkron tidak biaya dengan pendapatannya? btw pendeta bayar pajak tidak? tentu saja polisi tidak bodoh juga kan kalau bisa menentukan jadi kasus pasti ada data-datanya entah itu dari rekeningnya atau yang lainnya… hahaha
itu namanya berpolitik bro… bukan Tuhan yang suruh… manusia yang tidak bertuhanpun ada yang jago politiknya lo..
iya saya sudah baca peter popof. memang benar bahwa menjadi gembala atas umat TUHAN tidak bisa dilandaskan pada kepentingan pribadi tapi hati yang ingin melayani dan mengasihi TUHAN.
sebelum TUHAN sendiri terangkat ke sorga TUHAN berFirman kepada petrus yaitu gembalakanlah domba2ku dan menurut TUHAN, gembala haruslah senantiasa mengasihi domba2nya dan melindungi mereka dari singa dan serigala. maka dari itu lihatlah gereja nya apakah gereja itu mengasihi domba2nya atau tidak. kalau tidak ya cepat2 keluar saja!
saya setuju dengan anda… menjadi seorang pendeta harus dilandaskan pada hati melayani dan mengasihi Tuhan serta sesama manusia ( karena melayani manusia juga melayani Tuhan).. oleh karena itu menjadi manusia kristen kritis juga tidak salah… selama pendeta mengajarkan apa itu melayani dan mengasihi maka kitapun perlu dukung… tapi jika pendeta sudah mengajarkan hal yang melenceng misalkan keduniawian materi, tendensi uang dsb sebagai umat juga kita perlu mengingatkan..
saya pernah baca ayat di alktiab jika kita tidak mengingatkan orang yang salah maka kitapun berdosa juga, namun tidak dipungkiri butuh keberanian untuk mengingatkan bahkan membuka fakta hal tersebut… alih-alih diterima pendapatnya kadang orang yang mengingatkan dianggap berdosa, tidak percaya, sesat dsb….
inti yang ingin saya katakan sebenarnya adalah bahwa hidup menjadi orang kristen adalah dengan dasar alkitab dan ajaran Yesus.. jika suatu ajaran nyeleneh dari apa yang diajarkan oleh alkitab dan bertentangan ajaran Yesus kita hendaknya boleh kritis dan mengingatkan karena memang alkitab mengajarkan untuk mengingatkan saudara kita yang tersesat… amin