
Blog “Pelayan Ekaristi TOLOL Di Gereja Stelamaris” menimbulkan salah paham hai hai menghina Sakramen ekaristi serta tubuh Kristus. Saya menulis blog ini untuk menghentikan kesalahpaham lebih lanjut.
Siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kejadian tersebut? Mereka yang komentar di blog tersebut menyalahkan hai hai dan membenarkan misdinar dan suster. Awalnya saya merasa tidak sedang membela diri namun mengajak para pembaca untuk memahami kejadian tersebut apa adanya saja. Namun setelah membaca komentar-komentar saya di blog tersebut, memang hai hai membela diri. Meskipun bela dirinya bukan untuk membenarkan diri.
Kalau siapa yang benar dan siapa yang salah memang harus nampak gamblang, maka inilah penilaian hai hai atas kejadian tersebut.
Perbuatan hai hai:
1. hai hai bergeser ke kanan untuk makan hosti = TIDAK SALAH.
2. Karena takut mengganggu hai hai bergeser lagi ke kanan untuk makan hosti = TIDAK SALAH.
3. minta izin berdoa dulu sebelum makan hosti karena merasa sakramen ekaristinya sudah tercemar = TIDAK SALAH.
4. Hai hai menawarkan untuk mengembalikan hosti = TIDAK SALAH
5. Hai hai mengembalikan hosti = TIDAK SALAH
Misdinar:
1. Misdinar mencegat hai hai yang bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti = SALAH
2. Misdinar mencegat lalu mencomot hosti haihai yang bergeser satu langkah lagi ke kanan untuk makan hosti = SALAH
3. Misdinar suruh hai hai makan hosti di tempat = TIDAK SALAH
4. Misdinar MECEGAH hai hai mencemari hosti = TIDAK SALAH
Suster:
1. Suster tidak mengizinkan hai hai berdoa sebelum makan hosti = TIDAK SALAH
2. Suster minta hai hai makan hosti tanpa berdoa = TIDAK SALAH
3. Suster minta hai hai makan hosti di tempat = TIDAK SALAH
4. Suster menerima tawaran hai hai untuk mengembalikan hosti = TIDAK SALAH
5. Suster menerima kembali hosti dari hai hai = TIDAK SALAH
6. Suster mencegah hai hai mencemari hosti = TIDAK SALAH
7. Suster MENUDUH hai hai bukan KATOLIK dengan suara keras = SALAH
Perasaan hai hai:
- MARAH karena merasa sakramen ekaristi kudusnya dicemari misdinar = SALAH – LEBAY
- Pikiran meluapkan kemarahan dengan meremas hosti, menginjaknya kemudian mengebaskan debu = SALAH – KALAP.
Orang GKI Ikut Sakramen Ekaristi:
- Tindakan hai hai bukan orang Katolik ikut sakramen ekaristi TIDAK SALAH di MATA hai hai dan sebagian orang Katolik karena didukung oleh Pasal 844 ayat 3 Kitab Hukum Kanonik Katolik.
- Tindakan hai hai bukan orang Katolik ikut sakramen ekaristi SALAH di mata orang Katolik yang MEYAKINI orang non Katolik tidak boleh ikut makan hosti.
Bodoh Tolol dan Goblok:
Mungkin banyak orang yang memilik pemahamannya sendiri atas kata bodos, tolol dan goblok. Selama ini hai hai punya pemahaman sebagai berikut:
BODOH = daya pikirnya lambat
TOLOL = bertindak atau melakukan tindakan bodoh
GOBLOK = Berbuat atau melakukan perbuatan bodoh yang jauh di bawah kualifikasinya
Catatan:
Saya ikut misa dan sakramen ekaristi BUKAN untuk senang-senang apalagi menghina umat Katolik namun untuk BERIBADAH. Itu sebabnya saya marah ketika merasa kekudusan ibadah saya dicemari.
Selama ini, bagi saya gereja Katolik dan GKI sama saja, sama-sama gereja Kristus tempat saya beribadah. Itu sebabnya selama ini tidak ada masalah bagi saya untuk beribadah di gereja Katolik maupun GKI. Itu sebabnya selama ini saya mencintai gereja Katolik sama besarnya dengan cinta saya kepada GKI. Selama ini bagi saya, semua anggota jemaat GKI dan semua umat Katolik bahkan semua orang Kristen apa pun alirannya adalah sesama murid Kristus.
Selama ini belum pernah ada teman katolik saya yang tahu saya anggota jemaat GKI menyatakan keberatannya atas keikutsertaaan saya dalam misa dan sakramen ekaristi bersamanya.
Itu sebabnya, baru sekaranglah saya tahu, ternyata ada begitu banyak orang Katolik yang bukan saja tidak suka orang Kristen ikut misa dan sakramen ekaristi namun merasa tindakan orang Kristen demikian adalah penghinaan gereja Katolik dan penistaan tubuh Kristus (hosti).
Seperti yang saya katakan, saya ikut misa dan sakramen ekaristi bukan untuk senang-senang apalagi menghina umat Katolik namun untuk BERIBABAH. Itu sebabnya setelah tahu banyak orang Katolik yang bukan saja tidak suka namun menganggapnya penghinaan gereja Katolik dan penistaan tubuh Kristus (hosti), maka saya tidak akan mengikuti misa dan sakramen ekaristi lagi. Beribadah di gereja Katolik namun membuat banyak orang Katolik susah hati? Tak U U ya!
NB:
Kitab Hukum Kanonik Katolik Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen-sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota-anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
nicolaswijaya: Katekumenat adalah masa persiapan baptis
nicolaswijaya: Katolik memakai istilah katekumenat, dan itu pelajaran baptis sedangkan untuk penguatan itu namanya Mistagogi
Anda kok PLINTAT PLINTUT ya? Jadi KATEKUMAT itu MASA atau PELAJARAN sich? ha ha ha ha … Anda mulai SADAR kalau diri anda sebetulnya NGGAK tahu apa-apa? ha ha ha ha …. BAHKAN untuk CARI tahu saja anda nggak BECUS. karena anda BARU katekis katolik sich ya? ha ha ha ha …
nicolaswijaya:Mistagogi adalah pelajaran iman lanjut dalam bentuk persiapan penguatan, dll
Anda yakin MISTAGOGI adalah PELAJARAN iman lanjut? Ha ha ha ha …
nicolaswijaya: saya adalah Katekis Katolik maka saya tau
KATEKIS itu artinya apa sich? kalau KATEKUMEN artinya apa? ha ha ha ha …
Katekumat? sepertinya anda membuat istilah baru
Katekumenat adalah masa persiapan baptis ya pasti di dalamnya ada pelajaran khusus orang yang ingin dibaptis Katolik sedangkan mistagogi ya seperti saya bilang adalah pelajaran iman (pemantapan iman) lebih lanjut mengenai sakramen lain terutama Sakramen inisiasi, moral, dll
sepertinya ini saya salah reply karena salah klik, di atas juga sudah saya reply
nicolaswijaya: Katekumenat adalah masa persiapan baptis
nicolaswijaya: Katolik memakai istilah katekumenat, dan itu pelajaran baptis sedangkan untuk penguatan itu namanya Mistagogi
nicolaswijaya: Katekumenat adalah masa persiapan baptis ya pasti di dalamnya ada pelajaran khusus orang yang ingin dibaptis Katolik
Kisanak, anda Katolik LICIK namun BODOH. Sudah tertangkap BASAH nggak ngerti istilah KATEKUMENAT bukannya NGAKU dosa malah makin NGACO BELO? ha ha ha ha ha …
nicolaswijaya: mistagogi ya seperti saya bilang adalah pelajaran iman (pemantapan iman) lebih lanjut mengenai sakramen lain terutama Sakramen inisiasi, moral, dll
Pantasan makin lama orang-orang Katolik makin GOBLOK. Lha anda yang NGAKU KATEKIS alias PENGAJAR ternya KOSONG kepalanya. SUDAH kosong kepalanya BEBAL-nya setengah mati lagi. ha ha ha ha ….
kisanak, MISTAGOGI itu bukan PELAJARAN namun MASA. KATEKUMENAT itu bukan PELAJARAN namun MASA. Awalnya Gereja Katolik menggunakan Katekisasi seperti orang Protestan namun kemudian menggantinya menjadi KATEKUMENAT dalam DASA warsa ini.
untuk menjadi seorang Katolik sejati ada 5 MASA yang harus dilewati oleh seorang Katolik yaitu:
1. Prakatekumenat – masa persiapan untuk ikut pelajaran agama
2. Masa Katekumenat – Masa pelajaran agama
3. Baptis – masa menerima sakramen baptis
4. Mistagogi – Masa pelajaran agama lebih lanjut
5. SIDHI – sakramen penguatan
Jadi, kisanak, tolong MENGUNDURKAN diri saja. Jangan SOK JAGOAN jadi KATEKIS lagi. ISI dulu kepala anda setelah berisi baru kembali lagi untuk jadi KATEKIS.
ya sepertinya bahasa anda bersifat provokasi yasudahlah saya tidak mau memperpanjang
sidhi wah itu istilah baru buat orang Katolik ya
masa pelajaran iman lanjut salah satunya adalah persiapan penguatan (kepenuhan inisiasi), dll
ya saya sudah mengatakan itu masa kan ya namanya masa pasti ada pelajarannya
yasudahlah tidak ada baiknya berdebat terus lebih baik melakukan tindak nyata, seperti anda bilang kepala saya memang kosong ya karena masih perlu banyak belajar dan belajar, dengan rendah hati saya akui saya masih harus banyak belajar
semoga Tuhan selalu memberkati
untuk istilah setau saya kami (GK) tidak memakai istilah sidi
http://www.katolisitas.org/6375/apakah-krisma-sidi-mengapa-krisma-tidak-terasa
bisa dilihat disitu lebih jelas
ya sekali lagi saya tidak ingin memperpanjang
terima kasih karena sudah diberi tempat diskusi
semoga Tuhan memberkati
Anda memang BEBAL. MASA adalah JANGKA waktu. PELAJARAN adalah BAHAN pelajaran. sudahlah. saya tahu kenapa pengetahuan orang-orang Katolik generasi ini makin PARAH. itu karena PENGAJARNYA selain KEPALA KOSONG seperti anda juga BEBAL. ha ha ha ha …
Anda bahkan MUNAFIK! ngakunyamasih perlu BANYAK belajar tapi sudah SOK MENGAJAR dan MENUDUH hai hai yang PENGETAHUAN Katoliknya jauh di atas anda nggak NGERTI ajaran Katolik. Ha ha ha ha ha ….. Dasar FRONT Pembela Katolik. “Katlik PASTI benar makanya hai hai HARUS salah! ha ha ha ha …
Kisanak, berpikirlah dengan AKAL BUDI yang SEHAT. jangan berpikir dengan akal budi KOSONG yang sombong. Pada mulanya gereja itu SATU. Gereja SATU itu kemudian SESAT alias MENYESATKAN diri demi DUIT dan KEKUASAAN. Sebagian umat Kristen yang SESAT itu kemudian MEMURNIKAN AJARAN-nya dan memisahkan diri untuk menghindari pertumpahan darah.
Orang-orang Kristen yang memurnikan ajaran itu disebut PRO-TESTAMENT yang disingkat PROTESTANT. Mereka tidak membuat ajaran baru hanya memurnikan ajarannya dari ajaran-ajaran yang BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab. Mereka tidak membuat istilah baru juga tidak membuat TRADISI baru hanya memurnikan tradisi-tradisinya dari tradisi yang bertentangan dengan ajaran alkitab.
Di Indonesia pada tahun 80-an muncullah gerakan muda Katolik yang saya sebut FRONT PEMBELA KATOLIK. Salah satu gerakan mereka adalah MEMBEDAKAN diri dari Kristen Protestan dengan MENOLAK istilah-istilah yang digunakan oleh orang Kristen. Salah satu gebrakan lain dari gerakan itu adalah munculnya para PENGAWAL HOSTI.
Kepada teman-teman itu saya mengejek. Kalau mau menjaga hosti, jangan tanggung. Jaga sampai TUNTAS. setelah orang yang makan HOSTI itu BERAK, apakah tubuh Kristus berubah jadi TAI? Tidak bukan? itu berarti meskipun dalam WUJUD TAI seperti dalam wujud HOSTI namun HAKEKATNYA adalah TUBUH Kristus. bukankah itu berarti membuang TAI ke jamban adalah PENGHINAAN kepada tubuh Kristus? bukankah sebaiknya tubuh Kristus yang kelihatan TAI itu disimpan di toples dan diletakkan di tempat yang mulia karena itulah tubuh Kristus?
ia anda lebih hebat, sangat hebat, begitukan yang anda ingin dengar
yasudah tidak perlu diperpanjang, jika kekatolikkan anda lebih kuat
mari bertindak nyata seperti Mother Theresa, berdoa seperti Santa Theresia kecil, mengajar seperti Thomas Aquinas, dan tetap rendah hati seperti Fransiskus dan Bonaventura
semoga Tuhan memberkati
Ha ha ha ha .. terbukti kan bahwa anda hanya FRONT PEMBELA KATOLIK belaka yagn hidup dengan prinsip. HALALKAN segala cara pokoknya Katolik pasti benar dan hai hai bengcu HARUS salah. ha ha ha ha … BErtindak nyata seperti Theresia? ha ha ha ha .. anda KEMBALO SOK JAGOAN menyalahkan hai hai bengcu BELUM berbuat apa-apa. ha ha ha ha ….. Kisanak, kalau anda belum BERBUAT apa-apa kecuali SOK JAGOAN mengjaar padahal pengetahuan Katolik anda ngaco belo, itu tidak berarti hai hai juga demikian. ha ha ha …
Apapun yg anda katakan, anda dalam posisi salah total, anda bukan katolik, tapi ikut komuni, itu adalah kesalahan mendasar, jadi apapun pembelaan anda, anda salah. Jadi saya harap saudara-saudara terkasih dalam Kristus hal ini tidak usah diperpanjang lagi. Dan saran saya, anda kembali ke Protestan dan membuat aliran baru, kasihan GKI, salah satu Gereja yg bagus terkontaminasi oleh anda, bikin misalnya aliran Mawar Berduri gitu…Salam, Tuhan memberkati