Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,125 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. @Frater Moki, ATURAN nenek LU? Anda memang FRONT PEMBELA KAtolik itu sebabnya menghalalkan segala CARA untuk MENYALAHKAN hai hai bengcu karena Katolik HARUS benar. Atau anda memang DUNGU itu sebabnya tidak tahu bahwa Penjaga hosti dan Suster itu BUKAN melarang hai hai BENGCU makan HOSTI namun MELARANG hai hai bengcu MAKAN hosti di bangku setelah BERDOA dulu. Ha ha ha ha ha …. Makanya BACA tulisan hai hai dengan TELITI dan hati-hati kisanak. ha ha ha ha …

    Anda TOLOL sekali karena BERDEBAT bahwa tindakan Penjaga hosti dan suster itu BENAR karena hai hai MEMANG tidak berhak makan HOsti padahal MEREKA sama sekali TIDAK mempermasalahkan hai hai BOLEH atau TIDAK boleh makan hosti? ha ha ha ha ….

    Saya sudah sering melihat Penjaga hosti SOK JAGOAN yang DIHAJAR karena sembarangan MENEGOR seseorang TIDAK boleh makan hosti. Secara pribadi saya menentang penjaga-penjaga hosti TOLOL demikian. Saya juga menentang keberadaan frater-frater TOLOL seperti anda.

    Anda tahu BERHALA? BERHALA adalah BuKAN Allah yang DISEMBAH sebagai Allah. Anda tahu MUSIRYK? Musiryk adalah PERBUATAN mempersekutukan Allah alias MEMBUAT Allah tandingan. Ha ha ha ha ha …

    Kalau anda PERCAYA hosti berubah menjadi TUBUH Kristus ketika IMAM berkata, “Inilah tubuh-Ku…” Bukankah anda HARUS percaya bahwa Yesus BISA dan MAMPU MENJAGA diri-Nya sendiri dari orang-orang yang HENDAK mencemarkannya? Karena perlu FRONT Pembela HOSTI untuk MENJAGA-nya, bukankah itu berarti anda BERIMAN bahwa itu CUMAN HOSTI yang nggak BECUS menjaga dirinya sendiri itu sebabnya harus DIBELA dan DIJAGA? ha ha ha ha ha …..

    Hosti adalah alat untuk MENGAMPUNI namun kalian menjadikannya sebagai alat untuk MENGHUKUM? Ha ha ha ha ha …

  2. Ya makanya mohon maaf karena ketololan mereka misdinar dan suster juga termasuk saya juga penentuan penerimaan komuni adalah ‘langsung menerima di hadapan pelayan di hadapan altar Tuhan’… Mohon maaf jika memang anda memiliki pemahaman sendiri dan aturan sendiri sperti yang saya sarankan adalah silakan mencari pelayanan yang memuaskan hasrat anda atau bahasanya adalah ‘gereja’ yang sesuai keinginan anda… Juga Hosti bukan mengampuni… Maka dari itu mohon pahami dulu makna Ekaristi… Mungkin ‘ketololan’ kami belum anda pahami saudara yang benar dan berkuasa menentukan melebihi tradisi dan ajaran Katolik Romawi…

    Dan keliatan sekali anda tidak mengerti ‘ketololan’ kami di saat menyatakan itu hanya Hosti… Saya maklum karena anda masih GKI atau mungkin pada intinya belum Katolik Romawi yang sah karena mau tidak mau Katolik memiliki protap ‘ketololan’ yang dimiliki sehingga dapat ada sudah hampir 2000 tahun… Sekali lagi mohon maaf ya Pak…

    NB. Ayolah Bapak Yang Benar dan Bijaksana… Jika memang ini tolol yah tinggalkan saja… Secara psikologis sepertinya anda merasa tertekan atau depresi dan membutuhkan pelampiasankah… Sekali lagi mohon maaf

  3. Aturan sendiri? Aturan nenek lu!? ha ha ha ha,,, DASAR Front Pembela Katolik. MUNAFIK! MINTA MAAF namun TETAP menyalahkan hai hai? ha ha ha ha … PAHAMI dulu makna EKARISTI? TOLOL! Anda PIKIR dengan MENUDUH hai hai nggak PAHAM makna EKARISTI maka tindakan Penjaga hosti dan suster itu akan jadi BENAR dan hai hai pun jadi SALAH? ha ha ha ha ha … Anda pikir dengan MENUDUH hai hai punya pemahaman sendiri maka hai hai bengcu pun menajdi SALAH> DASAR PICIK!

    Kisanak, anda nggak PERNAH MOVE ON karena nggak BERANI menerima KENYATAAN bahwa tindakan Penjaga hosti itu NGACO BELO demikian juga tindakan susgter itu. MENGHALALKAN segala CARA untuk membela keduanya adalah perbuatan TOLOL! Anda BEBAL! diberi tahu anda TOLOL dan BEBAL bukan memeriksa DIRI lalau BERTOBAT malah MENYALAHKAN hai hai yang dengan MURAH HATI memberi TAHU anda masalah anda? ha ha ha ha … dasar front pembela Katolik. hai hai HARUS salah karena Katolik PASTI BENAR. ha ha ha ha ha ….

    Kisanak, anda benar-benar TOLOL! Protap 2000 tahun? ha ha ha ha ….. PROTAP 2000 tahun nenek lu?! ha ha ha ha …. Mas, sebelum pengtang BACOT sebaiknya MIKIR! Sebelom NGEJEBLAK bagusnya BELAJAR dulu baik-baik agar nggak jadi bahan EJEKAN, gitu lho. ha ha ha ha ….

    GOBLOK sekali anda ya? MENEUDUH hai hai depresi tidak menjadikan anda BENAR, bloon namun membuat anda makin ketahuaan NGOTOT-nya. makin keliatan front pembela Katoliknya. ha ha ha ha ha …

  4. Sebenarnya sih tidak ada yang bilang KATOLIK harus benar dan NON-KATOLIK harus salah, bukannya daritdi anda sendiri yang mengakuinya? Hahahahaha. Kalau anda mengakui sudah mdmbaca alkitab 100x, lantas anda merasa bangga? Pantaskah anda merasa bangga sedangkan diri sndr tidak mencerminkan sikap seperti seorang yang paling tahu tentang kitab suci. Kayaknya orang yang rajin baca kitab suci pasti akan mengikuti ajarannya. Anda sendiri yg membaca 100x alkitab merasa hebat melebihi Tuhan? Kalau gitu untuk apa anda beragama? Ciptakan saja agama baru yang paling hebat. Pak.. Apa bapaj pernah mengintrospeksi diri? Oh.. Karna sudah mrrasa hebat jadi tidak ada kata instrospeksi yah di kamus bapak? Cobalah pak instrospeksi diri. Mungkin anda memang PALING PINTAR, tapi cobalah setiap kali BELAJAR hal baru BIAR MAKIN PINTAR, coba lah belajar introspeksi diri akan kata” yang telah diucapkan, pengakuan” anda. Anda mungkin memang membaca kitab ratusan kali, tapi seprrtinya tidak ada hal yang diteladani dari dalam kitab tersebut. Tidak ada ampun dalam hati anda, tidak ada rasa hormat dari hati anda, tidak ada KASIH dalam hati anda. Bukankan anda baca alkitab? Pasti tahu kan kisah sengsara Yesus. Bagaimana cara Yesus menyikapi orang” yang menghujat-Nya, bahkan menyalibkan-Nya? Sedangkan anda, orang yang mengomentari anda, bahkan dengan berkat dan kata” baik sekalipun anda balas dengan hujatan “tolol” dan lainnya. Begitukah sikap seseorang yg mengaku baca alkitab 100x? Seakan” anda baca alkitab untuk memamerkannya. Sadar pak. Mulailah introspeksi diri. Kepintaran anda telah membutakan iman anda. Kata” alkitab tidak bisa hanya dipahami dengan logika saja, melainkan dengan hati. Karna otak lebih kejam daripada hati. Cairkanlah hati anda yang telah beku tersebut. Kalau saja anda mengintrospeksi diri sampai sedalam”nya, mungkin anda akan merasakan kesakitan batin yang mendalam. Dan anda akan merasakan apa yang orang lain rasakan atas lontaran kata” anda. Cobalah. Jangan sampai anda buta karna kejeniusan anda. Manfaatkanlah sebaik mungkin kepintaran anda dan pengetahuan anda untuk hal” yang positif, bukan dengan menghujat orang-orang lain. Kenapa? Anda ingin mengatai saya tolol? Silahkan anda lihat sendiri ke dalam hati anda dan introspeksi diri.mungkin hati anda telah bersarang dan berdebu sehingga tertutuplah hati anda dengan debu itu akibat sudah terlalu lama tidak digunakan. Pahamilah.

  5. @Frater moki, udah frat biarin aja.. percuma frater ngomongpanjang2.. toh dia kan juga selalu merasa benar.. n ga pernah salah.. dari pada habis2in kuota demi membalas org yg tdk akan pernah merasa bersalah wkwkkwkw..

  6. hai hai sudah baca alkitab lebih dari 100 kali dan dia hidup meneladani kebaikan para nabi danr asul bahkan YEsus. Anda belum pernah BACA alkitab dari Kwjadaian sampai WAHYU namun NEKAD memvonis HIDUP hai hai tidak sesuai ajaran Alkitab? ha ha ha ha ….. TOLOL! hai ULAR BELUDAK. baca dulu alkitab dari Kejadian sampai Wahyu berkali-kali sampai NGERTI. Kalau sudah NGERTI baru kembali lagi untuk komentar. Pada saat itu anda pasti akan MEMUJI hai hai SERUPA dengan Kristus dalam perilakunya. Ketika menegor orang tanpa tedeng aling-aling. ha ha ha ha ..

    hai hai MEMAMERKAN pengatahuan alkitabnya adalah hal biasa. Anda belum pernah baca alkitab jadi MAU PAMERIN apa dong? ha ha ha ha … BERLAGAK rendah hati ya? ha ha ha ha …

    Baca alkitab dulu sana. Kalau sudah baca baru kembali lagi dech untuk komentar.

  7. Kisanak, BENAR dan SALAH itu bukan karena MERASA. Benar dan salah itu ada STANDAR-nya. Hai hai SUDAH pasti BENAR dalam peristiwa tersebut dan Penjaga hosti dan suster itu sudah tentu SALAH. Keduanya menyebut diri HAMBA dan MELAYANI namun apa yang MEREKA lakukan itu bukan SIKAP pelayan namun PREMANISME.

    Apa yang dilakukan si MOKI yang mengaku FRATER? ha ha ha ha … dia TOLOL sekali karena membenarkan tindakan penjaga hosti dan suster itu karena mereka melakukan TUGAS. si Moki juga melakukan PENIPUAN PUBLIK bahwa kedua orang BODOH itu menaati PROTAP yang usianya 2000 tahun. Ha ha ha ha ha … Kalau anda ngagk DUNGU-DUNGU amat, pasti tahu dong bahwa PROTAB berumur 2000 tahun itu TIDAK ada? ha ha ha ha …

    Jadi, kisanak, kalau anda TERPILIH untuk MELAYANI Misa dan sakramen ekaristi, tolong lakukanlah dengan TULUS. Jadilah pelayan yang RENDAH hati bukan PREMAN yang adigung adiguna. Kalau anda CURIGA ada yang menurut ajaran Gereja Katolik tidak boleh ikut sakramen ekaristi, TANYALAH baik-baik dan beritahu dia baik-baik bUKANNYA main PREMAN-PREMANNYA main REBUT dan TERIAK.

    hai hai tidak mengagul-agulkan KEKATOLIKAN-nya sebab dia sudah bergabung dengan GKI. Kalau dia mengagul-agulkan KEKATOLIKAN-nya pastilah anda dan FRONT PEMBELA KATOLIK yang lain akan BERTERIAK bahwa orang KATOLIK yang SUDAH menjadi anggota GKI TIDAK berhak lagi ikut sakramen EKARISTI karena sudah MURTAD! ha ha ha ha ha ha ….

    HAKIMI dengan ADIL! Itulah yang diajarkan oleh Yesus. Saya men ulis KEJADIAN ini agar orang-orang Katolik BISA belajar namun ha ha ha ha ha ,…. ahok mode on. “BELAJAR nenek LU?” ha ha ha ha … Yang ada justru pada BELAJAR dari PREMAN! yang MENGINTIMIDASI hai hai bengcu seenak jidatnya dan dengan segala CARA! ha ha ha ha …

  8. Seharusnya hosti langsung kita makan setelah kita menerimanya. Kenapa? Karena takut diapa2in hostinya, seperti dibawa ke dukun trs diapa2in, dikasihin ke org. Coba Anda buka di google ttg hosti yang tidak dimakan langsung setelah menerimanya. Pasti Anda temukan kejadian2 yg tidak diinginkan. Jadi memang seharusnya langsung dimakan setelah menerimanya. Suster dan misdinar tersebut tidak salah. Mereka hanya menjalankan kewajibannya saja. Dan saya jg baru tahu klo org dg baptisan dr gereja kristen boleh menerima sakramen ekaristi? Saya aja harus belajar 5 bulanan untuk menerima sakramen ekaristi. Hmm..

  9. Maaf cmn mau meluruskan saja. Klo mau berdoa sblm memakan hosti kan sudah diberi waktu. Jadi kenapa harus dibawa2 hostinya?? Setelah memakan hosti kita jg diberi waktu untuk berdoa lagi. Hmm.. pantas saja gereja Katolik mengharuskan belajar sakramen ekaristi selama berbulan-bulan supaya org yg menyambut tubuh dan darah-Nya mengerti. Dan Tuhan Yesus gak pernah ngajarin para pengikut-Nya untuk berkata tidak sopan saat di tempat ibadah. Jadi saya prihatin dg sikap Anda ini. Tuhan memberkati

  10. Kalo gw baca koment2 diblog ini si hai2 rada2 dongo & tetep kekeuh kalo perbuatannya paling bener 😐
    Padahal yg koment di blog lo hai,ada dari umat,misdinar,dan fraternya langsung loh :/ gila masih aja kekeuh kalo lo paling bener 😐
    Satu lg soal yg lo mau ngeremes,nginjek hosti menurut gw itu perbuatan tolol lo
    Kalo gw jadi lo hai,udah nyemplung ke laut, malu gila udah salah ttp ngotot :/
    Sory kalo gw koment kyk gini,abis gw gedeg baca koment lo hai,ga merasa bersalah :/

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.