Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,125 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. Bengcu. Gini deh keep it simple aja, menghormati sesama itu adalah suatu hal yang penting.

    Kalau anda berada di gereja Katolik, ya hormatilah cara mereka, karena itulah iman mereka. Anda memiliki iman anda sendiri, bagaimana kalau orang lain tidak menghormati iman anda?

    Kalau anda di klenteng ya hormatilah tata cara mereka, begitu pula dengan masjid.

    Kalau anda tidak bisa menerima tata cara orang lain, ya gausah ikut-ikutan, simple toh?

    Justru sikap seperti andalah ini CIKAL BAKAL seorang HITLER. It’s your way or the high way right? Freedom of speech and act itu dasar dari humanism, dimana kita bisa hidup bersama dengan kasih akan satu sama lain. Anda tidak punya hak untuk ngata-ngatain orang dari agama lain menjalankan iman mereka, ga ada HAK sama sekali.

    Saya adalah seorang HUMANIST, saya respect dan menerima perbedaan, dan saya benci FANATIK baik itu dari agama, suku, ras, etnik, bahasa, rambut, kulit, lidah, idung or apapun deh yang membedakan kita satu sama lain, pokoknya fanatik itu adalah orang yang berpikiran kaya anda, bahwa cara orang lain itu salah dan harus sesuai dengan cara anda. Ini yang menyebabkan kesenjangan dan akhirnya perdebatan dan ketidak damai an.

    Contoh, FPI di indo, menurut anda? membakar gereja dan sebagainya? Keadaan serupa juga sama di kota saya Melbourne, Australia, masjid ga boleh dibangun, warga pikir bakal jadi pusat teroris. Dimana-mana ada orang2 yang kayak anda, pikirannya kecil, dikotak MINI, ga bisa THINK OUTSIDE THE BOX. Kalau boleh secara gamblang, BEGO!

    Apa bedanya anda sama FPI? Renungkanlah, ajaran Kristiani itu adalah mengasihi, SEMUA NYA bukan cuma seagama doang. Respect itu adalah suatu tanda kasih. Anda pikir anda hebat dengan menggugat ini itu? Pernah denger kisah waktu Yesus tarik garis di lantai dan bilang siapa yang tidak berdosa boleh lempar batu ke pelacur? Anda sebut diri anda seorang Kristen? Saya sebut anda seorang HITLER. 😀

    Satu pesan saya, kepada semua pembaca dan teman-teman, kalau KITA sebagai MANUSIA bisa bersatu padu, mungkin kita sekarang udah explore Luar Angkasa. Gausah deh pake perbedaan agama, ras, suku, negara, ekonomi, bahasa. Kadang kalau mau ngomong blak-blak an, mungkin kalo Alien nyerang kita semua, baru berasa, manusia itu pada dasarnya bego, butuh COMMON ENEMY buat mempersatukan mereka.

    Jadi perlukah kita di serang Alien dulu? atau Zombie apocalypse terjadi? atau perang dunia ke3? atau apa kek gitu yang ngebunuh banyak orang? baru kita mau menerapkan ajaran paling simple dari SEMUA agama. Yaitu KASIH!

    Mending saran saya untuk BENGCU – apus deh ini blog, ga ada gunanya. Buat apa sih jadi seorang fanatik? Mau diculik alien? digigit zombie? dimakan vampir? kalau anda adalah seorang yang TIDAK BERDOSA, barulah anda boleh menggugat. Be a HUMANIST, not a RELIGIST, no point. NO direct benefit to others, no contributions to society, only acting as a separatist.

    All you need is love.

    Peace out!

    P.S. Satu credit though, anda sukses membuat blog ini ramai 🙂 Memang provokasi itu selalu rame ya. -> BEGO! 😀

  2. @Felix J.Wang, sini gua kasih tahu. kalau elu cerita tentang orang-orang Kharismatik di gereja Katolik kepada orang Protestan dan orang Gereja Kharismatik, maka kemungkinan BESAR elu akan DIKETAWAIN. Kenapa demikian? Karena hanya SEGELINTIR orang Kristen seperti gua yang tahu KEBERADAAN Kharimastik di gereja Katolik yang disebut KATOLIK Kharismatik. Itu sebabnya kalau orang Protestan bilang KHARISMATIK maka yang dimaksudkannya adalah anggota gereja kharismatik. Kalau memaksudkan Katolik Kharismatik, akan disenbutkan secara lengkap “Kharismatik Katolik” atau Katolik Kharismatik.

    Budi: teman2 saya banyak yang katolik, dan mereka semua sangat baik, tidak lebay beragama (tdk spt semua kharismatik, tiap hari kirimin sms firman, tetapi nipu si jalan terus).

    Kisanak, jadi orang jangan lebay (terlalu). Kenapa lu urusin SEMUA Kharismatik namun nggak mempermasalahkan SEMUA katolik? ha ha ha ha … DEBAT itu untuk menyelesaikan MASALAH dan SALiNG mengajari bukan untuk MEMBANGKITKAN permusuhan dan SALING MEMBENCI.

    Musuh BERTARUNG untuk saling MENGALAHKAN. Teman BERGTARUNG untuk saling MENGENAL. Saudara BERTARUNG untuk menguji KENTALNYA darah. Kekasih bertarung untuk murnikan CINTA. Untuk saling MEMBUNUH tidak perlu BERTARUNG.

    Kalau cuman mau MUSUHAN dan SALING MEMBENCI, untuk apa lu CAPE-CAPE nulis dan DEBAT? MUSUHIN dan BENCI aja semua orang semau lu.

  3. @Klemens Rahardja, dari komentar elu gua tarik kesimpulan lu sama sekali belom baca blog gua. Untuk menghindari salah paham berlanjut gara-gara orang-orang seperti lu. Yang asal komen, gua tulis satu blog lagi yang isinya PENDEK dan TO The Point supaya lu tahu kurang lebih isinya. silahkan klik di SINI untuk membacanya, sayang. Setelah baca baru komentar lagi ya? Gua tahu lu orangnya asyik. sangat cerdas dan berpengetahuan luas. masalah lu adalah tidak punya waktu untuk masalah DETAIL. Itu sebabnya, baca judul dan satu dua komentar lu langsung narik kesimpulan. ha ha ha ha …

  4. Sama aja. beginian mah ga bakal beres namanya ngomongin iman kan? You have what you believe, I have what I believe, the world may have other thing they believe in.

    Leave them be.

    Help others when you can.

    Gue baca artikel yang ini dan beberapa lainnya, intinya mah elu punya iman, elu menyalahkan iman yang lain yang berbeda, apa yang gue tulis itu ga salah kan? Buat apa coba menuliskan inti pengajaran sampe historial tentang perbedaan kristen katolik karismatik etc?

    Orang punya iman mereka masing2, ya udah lah ya, mending daripada bacot di blog, kenapa ngga kita lebih ke AKSI. Mungkin kamu sudah aksi, yah baguslah.

    Yes you have your faith, I respect your faith. Pernah ga diatas I say anything about your faith? ngga. I DONT CARE! 😀 As long as you don’t do harm unto others, I don’t care. Mau iman kamu kristen katolik karismatik islam buddhist konghucu atheist agnostik or apapun deh ampe scientology juga, sebodo amat.

    What I believe, in the end, begitu manusia ada common enemy, ujung2nya bersatu. Anggep perang dan kita dijajah, apakah anda mau berjuang sendiri dan ga mau bersatu dengan yang agamanya dan imannya lain? Oleh karena itulah saya justru sekarang lebih mending kita lead on supaya semua bersatu dalam kasih toh daripada membicarakan perbedaan, mending membicarakan kesamaan kita dan bagaimana kita bisa SALING MEMBANTU untuk berkembang bersama?

    Anyway, I’m done with your blog, gada minat bacanya juga, karena I frankly don’t care, ini pas aja di fb ada yang share dan lumayan intrigued karena I HATE FANATICS, so good luck and Godspeed my friend.

  5. Saya punya banyak teman kristen, tetapi kita semua saling menghargai n menghormati.

    Klo lu memang kristen, n sebagai WNI yg baik, hormatilah kepercayaan org lain. Yg gw heran, knp lu mesti balik ke kursi n berdoa dulu sblm makan hosti ? Lu kan bukan dibabtis secara Katolik, knp lu maju ke depan n terima Hosti ?

    Lu percaya Yesus, tapi lu mau menodai Tubuh Kristus dgn cara menginjAk n menghancurkan ?

    Kita katolik memang bersiap toleran koq kepada siapa saja, tanpa memandang agama apapun.

    Yg sangat disayangkan masih ada iblis yang ingin menghancurkan hubungan Tuhan dengan manusia, yaitu lu. Gw cm bs berdoa

    Tuhan, ampunilah bengcu, karena dia tidak tau apa yg diperbuat.

    Semoga Tuhan mengampuni mu,

    Soalnya gw kasian ma lu, Kristen tp gagal

    Utk tmn2 Katolik yg baca ini, maklum ya.
    Dia hanya sedang KESEPIAN !

    *ps : tmn gw rata2 dr GBI

  6. Ohya, 1 lagi.

    Gereja Katolik tidak melarang umat dari agama lain manapun utk ikut perayaan Ekaristi, tapi hanya melarang menerima Hosti bagi umat yg blm dibaptis secara Katolik dan menerima komuni pertama.

    Lu kan dibaptis secara Kristen, bukan Katolik.

    Klo msh blm paham jg, ya sudah lah.

    Perbanyaklah pergaulan, bengcup.

  7. Oke,pak bengcu mengerti kan bahwa yang boleh menerima komuni kudus alias hosti yang bukan hanya melambangkan tubuh kristus saja tetapi dipercaya umat katolik ya hosti itu tubuh kristus sendiri.
    *Oke tidak ada salahnya anda berpikirian bahwa memakan hosti tidak di depan yang mbagi hosti apalagi anda berpikir bahwa ingin menikmati sakramen kudus dengan doa,tapi bukankah tata cara liturgis katolik sudah menyediakan waktu untuk berdoa sebelum menerima hosti?bukankan sesudah menerima hostipun disediakan waktu untuk berdoa?bukankah pada waktu berjalan mau menerima hosti kita diminta mengatupkan kedua tangan di depan dada dengan maksud berdoa di dalam hati sebelum menerima hosti atau komuni kudus?
    *sangat wajar bahwa misdinar dan diakon atau suster pembagi hosti meminta anda untuk makan ditempat karena memang liturgis gereja sudah mengajarkan hal itu, untuk menghindari hal2 yang tidak berkenan semisal anda membawa hosti ke tempat duduk untuk dicoba2 kan kepada yang lain semisal anak anda yang belum komuni tapi ingin mencoba hosti,kenapa saya bisa cerita hal ini,karena menurut pengalaman saya,dulu waktu kecil saya blm komuni pada suatu misa pernah dimarahi habis2 habisan karna ngotot minta hosti ke ortu saya
    *coba anda renungkan hal2 di atas, apabila anda tidak terima berarti saya anggap anda masih perlu belajar tentang kekatolikan

  8. @Klemens Rahardja, sudah banyak orang yang melakukan, Jurus “imanmu adalah imanmu dan imanku adalah imanku” Mari kita BERAKSI tanpa bicara tentang iman. Anda salah satunya. Anda benar, kalau ada musuh bersama manusia akan bersatu.

    Saya menempuh jalan lain yaitu, UJILAH ajaranmu dan peganglah yang baik. Mari kita jadikan NERAKA sebagai musuh bersama. Mari kita membuat konspirasi saling mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri sehingga tidak ada yang masuk neraka karena agama.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.