Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,125 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. ah, sepanjang gue baca komen, orang yang komen biasa aj tuh, kagak ada yang kalap sama picik. lu berasa diserang bertubi-tubi kali makanya langsung ngomong mereka kalap. lah begini deh, itu mah cuma dipikiran lu doang kali. sekarang kalo dari awal aj lu udah punya pikiran, katolik selalu benar dan yang non katolik selalu salah, pasti akan kebawa-bawa terus tuh. pikiran “kotor” lu tuh dibuang dulu. ah elah, lu mah udah ketakutan duluan deh buat ketemu sama romo. kalo emang berani, ya datengin lah, ga peduli mau si katolik selalu bener kayak yang tadi lu bilang. kalo lu merasa ada yang ga beres, ya cari tau lah, supaya yang ga beres jadi beres. bukannya cuma berkoar-koar ga jelas di sini. ngomong sama yang memang udah expert kayak romo, bruder, suster, frater yang udah lebih dalem soal katolik. lu kasi teori-teori, hukum kanonik, alkitab, segala macem di sini mah kayaknya cuma buat keren doang. lah ya wong pas gue baca, lu artiinnya aj harafiah banget kok.

    eh eh om bengcu, denger-denger katanya om suka debat sama pendeta gitu yak? kalo berani, coba dong debat sama romo juga pake hukum kanonik sama alkitab kayak macem lu debat sama komentator di sini. masa bodoin tuh yang tadi lu bilang kalo katolik selalu bener. kalo lu pernah debat sama pendeta, berarti itu pendeta juga pasti merasa diri bener sampe lu debatin. nah, gantian, lu ke gereja-gereja katolik, trus lu debat deh sana sama romo-romonya. jangan takut sama golok, soalnya romo juga ga tau golok ada dimana kok, yang nyimpenin golok kan tukang masak gereja. lalu jangan takut sama pentung, soalnya di gereja ga pake hansip, jadinya ga punya pentungan.

    lagian lu kasi julukan front pembela katolik dah. lucu aj ya, toh sepanjang gue baca komen dan ada komen yang sangat bagus, masih juga lu bilang ini lah itu lah. kayaknya malah sebenernya yang lebih tepat itu lu deh yang kalap sama berasa diri lu selalu dan paling bener. lalu pas gue bacain komentar dari lu, lu kayaknya benci banget loh sama katolik. lah kalo udah benci ngapain juga masih main-main ke gereja katolik? mau macem artis jaman sekarang gitu kali ya, yang sukanya cari sensasi doang? malah pas gue baca lagi, ada komentar lu yang jelekin orang kristen. duh sebenernya agama lu tuh apaan sih? sampe temen sendiri yang seagama sama lu aj juga dijelekin dah.

    nih lagi video yang lu kasih. ya elah, kenali dulu deh siapa mgr turang itu. satu video ga bisa tuh digeneralisasikan ke semuanya lalu langsung nyimpulin kalo mgr turang itu arogan. apalagi mau generalisasi ke semua umat katolik. sekarang gue balikin lagi nih ke lu. lu kan terdaftar sebagai jemaat GKI nih ya. trus lu ngomongin orang katolik juga seenak udel lu begini. kalo gue generalisasi semua pendeta sama jemaat GKI kayak lu mau ga? kalo gue bilang semua pendera sama jemaat GKI suka ngomong kasar sama ngata-ngatain agama lain mau ga? padahal sebenernya mah cuma lu doang yang begini. cuma 1 jemaat doang akhirnya malah bikin malu nama GKI yang mungkin sebenernya ga ada nih macem kayak lu. mau ga digituin?

    oh iya om bengcu, om kan secara umur udah dewasa nih ya. jangan kayak anak-anak alay di facebook ah. yang kalo ngepost apa aj, lalu dilike sendiri. lalu kalo ga suka sama post orang lain, langsung dislike. malu lah sama umur. masa tindakannya mau disamain sama anak-anak, alay pula. pffffttt.

  2. Saudara Bengcu, masih ingat saya? Saya misdinar perempuan yang menyebalkan ituloh… Maaf jika komentar saya sebelumnya tidak berkenan dan terkesan membetulkan diri saya sendiri. Saya mengaku kalah argumen dalam hal itu, karena saya tidak mendalami perihal tersebut. Namun, saya ingin membahas yang lain.

    Saya sendiri sebenernya tertawa memikirkan hal ini, tentang gugatan Saudara Bengcu ini. Saya ada disini, ingin memberitahu kepada saudara/i Katolik, bahwa sebenernya, masalah ini cuma sepele.

    Masalahnya ini adalah rasa ketidaksukaan Saudara Bengcu terhadap perbuatan misdinar dan suster yang menurutnya, telah mempermalukan diri Saudara Bengcu di depan khalayak banyak. Menurut saya, Saudara Bengcu ini hanya menambahkan masalah lain, seperti baptis sidhi di GKI, kitah hukum kanonik, dan sebagainya, sehingga hanya membuat masalah ini seolah-olah rumit. Karena saudara Bengcu merasa dipermalukan, dia berusaha membela diri dengan menambahkan hal-hal lain yang sebenernya tidak terlalu penting.

    Disini, saya bisa menyimpulkan. Bahwa, saudara bengcu maupun misdinar dan suster tersebut sama-sama salah(Maaf sebelumnya jika saya tidak konsisten dengan komentar saya sebelumnya, karena saya baru benar-benar paham sekarang). Simple padahal masalahnya. Saudara bengcu, jika misalnya saudara mengikuti perayaan ekaristi di gereja Katolik, ikutilah tata cara dan tradisi yang ada di gereja Katolik. Anda tak suka dan tak mau mengikutinya? Tak usah lah, ikut perayaan ekaristi di gereja Katolik. Simple kan? Mengapa anda membesar-besarkan masalah yang sebenernya sepele? Misdinar dan suster itu juga seharusnya menegur saudara dengan cara yang lebih halus dan tidak membuat saudara Bengcu malu. Maksud mereka itu sebenernya baik, hanya mau menegaskan tata cara dan aturan dalam gereja Katolik. Namun, mungkin cara menegur mereka membuat saudara Bengcu merasa dipermalukan.

    Mengapa saya dapat merumuskan seperti ini?
    Karena, saya juga pernah dipermalukan di depan khalayak banyak. Awalnya saya memang menyalahkan orang lain. Namun saya mencoba menenangkan diri dan kembali merenung. Abis itu saya sadar, saya juga punya salah. Mereka juga salah. Saya tak perlu menyalahkan mereka jika saya dan mereka sama-sama salah. Saya hanya perlu minta maaf. Jika mereka tidak mau minta maaf? Biarkanlah, toh yang penting saya sudah minta maaf. Banyak orang yang saya temui juga bertindak demikian. Mereka hanya mementingkan ego yang ada dalam diri mereka. Saya tahu, karena saya bisa dibilang adalah “Tong Curhat”-nya temen-temen dan saya sendiri sering jadi korban dari tindakan-tindakan seperti ini.

    Lalu, solusinya apa?
    Saudara Bengcu, jika anda tak suka, mengapa tidak pindah saja? Simple kan? Masalahnya sepele loh. Mengapa anda membesar-besarkan masalah? Dan membela diri dengan hal-hal yang tidak mendukung masalah utama anda? Walaupun anda akan membalas komentar saya, saya rasa anda hanya akan mengulang kembali alasan-alasan anda. Mungkin, umat yang lain bisa memberitahu kepada misdinar dan suster di stella maris tentang hal ini. Siapa tau mereka akan mau untuk berkomentar dan memberikan penjelasan serta alasan mereka melakukan perbuatan tersebut yang menurut Saudara Bengcu mempermalukan saudara Bengcu.

    Mungkin Saya tidak pandai dalam berargumentasi. Saudara Bengcu, saya tahu isi hati kecil mu. Ayo lah, tidak usah menyangkal hati kecilmu itu. Tidak baik loh.

    Saudara/i sekalian, Udahan aja yok? Kalian semua apakah tidak geram dan kesal dengan masalah ini? Tidak capek mengetik untuk menjelaskannya? Jujur, saya sendiri geram dan capek. Makanya, udahan aja. Kita lupain masalah ini. Biarkan Tuhan yang mengatur. Kalo misalnya dimata Tuhan nanti, Saudara Bengcu yang salah, dia yang dapat karma. Kalo misalnya misdinar dan suster yang salah, biarkan mereka mendapat karma. Kalau kita yang salah, toj kita juga yang mendapat karma. Kalau semuanya salah, kita semua juga akan mendapatkan karma.

    Pengalaman ini jadi pembelajaran buat kita semua. Kita sudahkan masalah ini. Toh, kita sama-sama pengikut Kristus. Tuhan Yesus bersabda, bahwa kita tidak boleh bertengkar dan berselisih. Kita ini saudara, kita ini keluarga. Hendaknya kita saling mengasihi. Ingat! Suda Masa Advent, lebih baik kita mempersiapkan hati dan diri kita untuk seuatu yang lebih penting, yaitu menyambut Natal. Saya lelah jadi, mungkin saya tidak akan berkicau menanggapi masalah ini, lagi. Salam Damai Kristus. Tuhan Memberkati kita semua.

  3. eh iya kelupaan lagi kan nih, om tadi bilang kan front pembela katolik itu kalap, picik, sama buta. pfffttt, om yang bener dikit ah. kalo mereka buta gimana ngetiknya atuh (biarin deh gue dikatain tolol, gapapa deh, lalalala~).

    om om, mau nanya dong, katanya om belajar teologi di atma ya? angkatan berapa kalo boleh tau? lulus jadi sarjana teologi ga? lagian setau gue, kalo mau masuk teologi atma itu mesti udah dibaptis secara katolik deh dengan surat baptis katolik juga (bukan baptis sidi kayak macem lu gitu). waaaahhh, ato jangan-jangan om tuh pernah nyusup ke kelas teologi ya, lalu ngaku-ngaku di sini kalo udah pernah belajar teologi. padahal mah cuma berapa kali doang ikutan kelas teologi, nyusup pula.

  4. bukan hanya kebohongan publik. Bahkan AGAMA itu KEBOHONGAN BESAR dan pembangkangan terhadap Ke ILLAHIAN yg MAHA SEMPURNA. Kalian ribut2 belain agama, padahal ALLAH kata kalian pencinta damai? jadi kalian ikut siapa?

  5. SETUJU SAMA @just4chel. disini seperti melihat para penyamun dan para preman sedang berantem rebutan lahan. atau seperti kasus perebutan kekuasaan di DPR. duh miris sekali ya para pemeluk agama didunia ini.

  6. hai kalian, mau ngapain? saya tidak bela bengcu. Menurut saya dia memang salah dalam berkata2 kasar.

    TAPI KALIAN mau ngapain? nada kalian seperti mengancam. Dan kalau kalian jg Gentleman ga usah bawa2 byk org, atau bawa2 nama organisasi atau kelompok. Apa kalian sekarang merasa organisasi atau kelompok kalian lebih hebat dari Agama yg kalian bela? Kalau kalian gentleman dan mengerti ajaran kasih, ga usah ikut campur hal beginian dengan tindakan memaksa.
    TIDAK ADIL dan tidak Gentleman rasanya kalau cuma BENGCU yg diketahui alamatnya. Kenapa kalian tidak sebutkan alamat kalian jg disini masing2?

    Kenapa cuma berani sama seorg BENGCU? berani gak sama umat AGAMA LAIN yg jelas2 mengobarkan perang terhadap agama kalian?

    NAH kalo sudah begini,jadinya ya perang agama. Sesuai dgn ramalan jg, perang2 akan terjadi, dan terjadinya akibat org2 yg SESAT dan salah mengerti.

    JADI MENURUT SAYA, sudahi saja PERANG ini, nanti malah sia2. Kita semua saling interospeksi diri, saling memaafkan dan hidup damai saling tidak mengganggu tapi saling mendukung. itu amanah ILLAHI.

  7. kalau perang agama sampai terjadi, ya arti agama itu sendiri jadi sia2.

  8. NAH jadi begini aknirnya. Para org2 yg ngaku2 lebih baik, lebih mengerti agama dan lebih cinta damai dari BENGCU malah jadi kasar, mengancam, memaksa bahkan ada yg tidak Gentleman bawa2 kelompoknya.

    Saya rasa kalian menanggapi dan bertindak terlalu dangkal dan terlalu jauh. Ingin kata kalo ditampar pipi kiri berilah pipi kanan anda jg.

    Kalo hal seperti ini saja bikin kalian marah2 dan bertindak konyol, menurut saya, ga usah cape2 belajar agama,krn jangan2 seumur hidup pun kalian tidak akan pernah mengerti.

    DAN KALO KALIAN GENTLEMAN, jgn cuma sama BENGCU kalian berani. Di luar sana ada yg lebih parah dari seorg bengcu. Silahkan yg merasa Gentleman keluar kesana dan tunjukkan nyali gentleman anda. walaupun saya merasa hal seperti itu jelas jauh dari esensi AGAMA dan ajaran KE ILLAHIAN.

  9. NAH jadi begini aknirnya. Para org2 yg ngaku2 lebih baik, lebih mengerti agama dan lebih cinta damai dari BENGCU malah jadi kasar, mengancam, memaksa bahkan ada yg tidak Gentleman bawa2 kelompoknya.

    Saya rasa kalian menanggapi dan bertindak terlalu dangkal dan terlalu jauh. Ingin kata kalo ditampar pipi kiri berilah pipi kanan anda jg.

    Kalo hal seperti ini saja bikin kalian marah2 dan bertindak konyol, menurut saya, ga usah cape2 belajar agama,krn jangan2 seumur hidup pun kalian tidak akan pernah mengerti.

    DAN KALO KALIAN GENTLEMAN, jgn cuma sama BENGCU kalian berani. Di luar sana ada yg lebih parah dari seorg bengcu. Silahkan yg merasa Gentleman keluar kesana dan tunjukkan nyali gentleman anda. walaupun saya merasa hal seperti itu jelas jauh dari esensi AGAMA dan ajaran KE ILLAHIAN.

  10. @haihai.kan mksud sy jg begitu bang,kalimat2 sy kyknya jelas koq…apa kurang jelas ya ,hehehe

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.