Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,125 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. Syalom om ^_^
    ini saya cuma mau kasih tau…
    sebenarnya ada aturan jika Hosti (Tubuh Kristus) harus segera dibagikan.
    Hal itu dilakuukan untuk mengantisipasi atau menghindari ada nya “pelecehan” thd hosti tersebut.

    lalu mengutip dari kata-kata Om… mau ancurin hosti tersebut..
    Masa om yang katanya ber”iman” mau melakukan itu.. gak perlu ngmg Katolik atau Kristen x,y,z… klo ada niat ancurin hosti berarti emang udah ga niat nerima Kristus…

    gitu lho om…

    trus Om ngmg soal GKI lebih menghormati drpada Katolik…
    sebetulnya ga usa bawa merek Om..^_^

    orang ga beragama juga bisa lebih menghormati Tuhan dibanding qt yang ga beragama ^_^
    contoh “kejawen”

    Trus om nghina hina suster n misdinar…
    itu sama aja gini om…
    Seandainya Om itu seorang guru.. Om ngajarin 1+1 = 2..trus murid om ngmg..1+1=3…Om pasti protes kan??
    Sama om…itu suster n misdinar nyuru balikin karena mereka merasa yang mereka lakukan adalah benar..
    Om belum tau kali klo hosti ga boleh dibawa2… tanya deh ke istri om..jangan jangan istri om ndak tau..atau om dibilangin malah ngeyel hehehehe

    OIYA ini fatal…

    Mgr Leo yang sudah meninggal…. ROMO BROTO mah masih idup kale….
    om SOTOY ya hahaha…

    orang masih idup malah dianggep meninggal..ckckc Pamali OM

  2. ya,seperti itulah kira2 maksud saya…perayaan tetaplah sekedar perayaan,hanya perayaan itulah yg terganggu akan tindakan pelayan tersebut,sedangkan hubungan kami berdua tetap lebih jauh maknanya buat saya..tp tntu saja sy akan marah dan sakit hati krn mengganggu acara kami tersebut.Btw sy blom nikah,dan msih jomblo neh,ada ga wanita pembaca blog ini yg berminat kenalan dan menjadi satu denganku ,hikss….(reklame.com)
    tp kalo cerita anda ini di hubungkan dgn peristiwa di gereja Katolik terus terang sy blom nangkap apa maksudnya,

  3. @Mateus Dylan, anda orang Katolik bukan? hai hai orang GKI bukan? bukankah lebih baik anda MENEGOR teman-teman KATOLIK anda yang MENCACI hai hai? BERESIN dulu orang SENDIRI baru ngurusin orang lain.

    di dalam Kitab HUKUM KANONIK KATOLIK pasal 844 ayat 3. Ada dua gereja yang disebutkan yaitu:

    1. Gereja-gereja Timur – Orthodox
    2. Gereja-gereja Lain – Anglikan dan Protestan (evangelical)

    Kalau anda mau BELAJAR tentang bolehkah orang gereja lain ikut sakramen ekaristi? Selain Kitab HUKUM KANONIK KATOLIK pasal 844 ayat 3, pelajarilah dokumen-dokumen yang mencatat dan membahas OIKUMENE. Perlu anda ketahui bahwa di dalam Katolik ada yang mendukung gerakan OIKUMENE yang saya sebut GEREJA KRISTUS dan orang-orang yang menentang gerakan oikumene yang saya sebut GEREJA KITA. Keduanya sama-sama punya banyak dokumen dan pendukung itu sebabnya debatnya nggak pernah selesai.

    Setelah mempelajarinya baik-baik dan memahaminya baik-baik, anda bebas, untuk keluar dari GEREJA KITA untuk memasuki GEREJA KRISTUS atau MEMUSNAHKAN orang-orang KRISTUS yang mau masuk ke GEREJA KITA.

  4. sama sama pak…semoga bapak tidak pernah merasa terganggu dengan karena mengganggu orang lain 🙂

    keep doing your best in that 🙂

  5. Dear Bapak yg mempunyai blog ini,

    Saya bukan dari latar belakang agama kristen atau katolik yang kuat jadi tidak tahu menahu dengan JELAS DAN KENTAL seperti bapak. Saya bukan orang yg hafal luar kepala dalam alkitab seperti blog bapak yg menarik perhatian saya untuk dibaca. Tetapi saya tahu menghormati agama lain itu adahal perbuatan yg baik karena saya tahu agama itu adalah buatan manusia (bapak sendiri bilang “saya pengikut Kristus”).

    Saya heran dengan bapak yg pengikut Kristus ini bisa menulis artikel ini. Apakah bapak sengaja menulis blog ini biar umat Kristen dan Katolik berkelahi atau berdebat atau bermusuhan? terlebih bapak menulisnya dengan sebutan merek seperti Stella Maris dan GKI, peran orang seperti suster dan misdinar.

    Menurut saya sih pak, siapa suruh bapak datang iseng2 ke gereja katolik untuk menerima hosti di perjamuan ekaristi Katolik? Bapak kan orang Kristen walau sama2 kristen dan katolik itu pengikut Kristus dan juga memakai Alkitab yg sama, tapi caranya kan berbeda. Saya juga ragu kalau ada kejadian seperti itu, apa itu benar? Atau bapak membual untuk membuat panas pihak2 yg bersangkutan? Atau itu hanya imajinasi bapak saja yg bapak tuangkan ke dalam media internet?

    Katakan sajalah yg bapak ceritakan itu benar, mereka berhak curiga dengan kelakuan bapak, karena bapak adalah orang yg tidak mengerti tata ekaristi di dalam gereja itu, kalo bapak dibaptis secara katolik pasti mengerti esensinya kenapa harus makan di tempat (lihat comment sebelumnya banyak yg menjelaskan), tapi ternyata di artikel bapak sendiri, bapak sudah menjelaskan kalau bapak itu adalah pengikut Kristus secara Kristen (mungkin gereja GKI), dan di artikel bapak juga bapak tahu kalau yg BERHAK menerima komuni di gereja KATOLIK itu adalah orang yg sudah dibaptis secara katolik (yah sudah diumumkan berkali2 di setiap perjamuan Ekaristi).

    Inti dari comment saya tanpa mengurangi rasa hormat atas tenaga dan emosi bapak yg terkuras di artikel ini, ya salah bapak lah yg tidak mengikuti peraturan dan ketika ditegur, bapak merasa malu dan emosi sehingga menjadi orang yg menghina agama orang lain sampai-sampai meremas hosti yg merupakan tindakan melecehkan agama Katolik. Yah walau bapak ada baiknya juga mengagungkan agama GKI. Saya mewajari tindakan bapak yg merasa terhina sehingga menjelek-jelekan agama orang lain di media sosial, karena pada dasarnya itu kan urusan bapak dengan Tuhan.

    Tapi patut diingat bapak itu siapa berani menghakimi agama orang lain dan merasa agama bapak sendiri paling benar. Agama itu buatan manusia, semua juga menyembah yg di Atas hanya mereka mempunyai cara tersendiri. kalau bapak mengenalnya Kristen, pergilah ke gereja Kristen yg bapak anggap nyaman, jangan ke Stella Maris. Tolonglah pak jadi orang itu berdamai dengan hati sendiri, jangan angkuh serta menyembah hal-hal bersifat duniawi.

    TOLONG YA PAK JANGAN PERNAH TULIS ARTIKEL MENJELEKKAN AGAMA ORANG LAIN KALAU BAPAK TIDAK MAU DIJELEKKAN AGAMA YG BAPAK AGUNGKAN. KARENA AGAMA ITU BUATAN MANUSIA!! DAN BAPAK KENAPA HARUS JADI PROVOKATOR TULIS BEGINIAN DI SOSIAL MEDIA? MAUNYA BIKIN PERMUSUHAN ANTARA KRISTEN DAN KATOLIK?

    KALAU BAPAK KRISTEN, GAK USAH USIL-USIL DATANG KE GEREJA KATOLIK. KATOLIK DAN KRISTEN, TUHANNYA MEMANG SAMA TAPI BERBEDA CARA, HORMATILAH AGAMA LAIN PAK! KAGAK USAH SOK-SOK AN PAKE TULIS AYAT ALKITAB SEGALA, SIAPAKAH BAPAK? BAPAK BUKANLAH ORANG YG BERHAK UNTUK MENGHAKIMI AGAMA ATAU ORANG LAIN HANYA KRISTUS YG BERHAK MENGHAKIMI, KITA SEBAGAI UMATNYA HANYA DITUGASKAN UNTUK MELAKUKAN HAL YG BAIK.

    NB: komen saya memang panjang tapi pada intinya yg saya huruf capslock aja, sapa tau bapak cape matanya. =)

  6. Jangan kayak orang labil lahh… Sekarang gini aja, sama seperti peraturan di tiap-tiap negara berbeda-beda kan? Di Indonesia boleh aja tuh ngeludah atau nyebrang sembarangan, di singapore?? Mana bolehh… Ya sama seperti aturan tiap-tiap agama beragam, culture tiap-tiap agama berbeda, kalo gk suka yaudah ikutin aja ajaran agama lu yang lu anggap benar, gk perlu melecehkan culture agama lain. Ikutilah aturan dimana kamu berpijak bung. Bertindak seenaknya menunjukkan attitude anda rongsok…. Merasa diri anda paling suci?? Tunjukkan dengan perilakumu menyumbang kaum tidak mampu dan berbagi kasih bung, bukan protes dan bertindak sok suci mengajari orang agama yang menurut anda benar… Sebentar lagi natal dan anda punya dendam kesumat begini, kasian sekali yaaa natal anda gk sejahtera…

  7. “BELAJAR dulu baik-baik sebelum mengajar kalau tidak mau DIEJEK TOLOL dan SOK TAHu”

    yang mengejek dia cuma anda pak Bengcu, apa ruginya bagi dia? :)) hahahaha

  8. sudah sudah jangan terlalu cepat menyimpulkan…..anda yakin dia psikolog? Serius?
    bekgron psikologi bukan berarti pasti psikolog loh.

    Psikolog yang baik harus tahu sesuatu di balik fakta, Dia harus tahu apa yang ada di balik OTAK bapak, motif bapak yang SEBENARNYA untuk melakukan itu, bukan apa yang ingin bapak TAMPILKAN di blog bapak.

    jurusan saya disitu, itulah kenapa saya bisa bilang begitu. Atau bapak sebagai sarjana akuntansi merasa lebih PINTAR daripada saya mengenai jurusan saya sendiri? Go on then…..

    ga nyambung? yap…sama dengan setiap balasan bapak ke stiap komen disini. Jadi gapapa dong kalo saya juga bales komen ga nyambung :))

    saya goblok? Tergantung gimana bapak ngeliatnya ajah itu mah ah……

  9. Setuju saya sama susternya.. jangan samakan ajarannya katolik dengan yg lain.. artikel ini mempermalukan diri anda sendiri..

  10. Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Lukas 22:19

    catherine yang mulia, Ucapan Yesus yang tercatat di dalam Lukas 22:19 di atas adalah DASAR bagi orang Kristen (pengikut Kristus) melakukan Perjamuan Kudus alias Sakramen ekaristi. TUJUAN melakukannya sangat TEGAS dan GAMBLANG yaitu: perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku

    Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 1 Korintus 11:26

    Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 1 Korintus 11:27

    Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. 1 Korintus 11:28

    Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. 1 Korintus 11:29

    Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. 1 Korintus 11:30

    Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. 1 Korintus 11:31

    Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia. 1 Korintus 11:32

    Dalam ayat-ayat sebelumnya, Paulus mencatat tentang orang Korintus makan perjamuan. Mereka makan sekenyangnya dan minum anggurnya sampai mabok. Itulah dasar Paulus membuat aturan Perjamuan Kudus alias Perjamuan Tuhan. Berdasarkan ayat-ayat di ataslah gereja Katolik menegakkan doktrin hosti dan anggur perjamuan BERUBAH menjadi DAGING dan DARAH Kristus setelah DIKUDUSKAN (konsekrasi).

    BERUBAH secara JASMANI atau berubah secara ROHANI? bagaimana dengan kesaksian mujizat hosti berubah menjadi daging dan anggur berubah menjadi darah?

    UJILAH! Tidak sulit membedakan anggur dan darah. juga tidak sulit membedakan hosti dan daging. Itu sebabnya MUSTAHIL berubah secar JASMANI, bukan?

    Tidak sulit untuk menguji MUKJIZAT hosti menjadi daging dan anggur menjadi darah secara ilmiah dan mudah. Bawa saja ke Laboratorium untuk diuji. Itu darah dan daging binatang atau darah dan daging manusia? Kalau darah dan daging manusia, tidak sulit untuk menguji DNA guna menamukan itu daging dan darah siapa?

    Berubah secara ROHANI? Apakah itu yang diajarkan kepada katekumen? Hosti dan anggur berubah menjadi daging dan darah Yesus secara rohani?

    Nah, nona yang terhormat, itulah pembahasan tentang Hosti secara teologi. Semoga bermanfaat bagi anda.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.