
Gambar: litac-consultant.com
Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.
Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.
Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.
Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.
Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta. Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.
Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.
Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.
Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.
Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”
Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.” Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.
Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”
“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”
Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”
Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.
Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha ….. Tak U U ya.
Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …
METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.
Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.
Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?
Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.
Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.
Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.
Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.
Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik? Ha ha ha ha …
Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.
NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.
Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.
Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.
Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.
Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.
Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi? Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.
hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.
Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.
Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?
Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK. Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.
@henry, jangan TOLOL. hai hai tidak pernah MENOLAK aturan hosti di makan di depan pelayan ekeristi. hai hai NGAMUK karena DUA kai DIHALANGI makan HOSTI di depan pelayan ekaristi itu sebabnya dia merasa PERLU berdoa dulu melakukan perdamaian agar LAYAK melanjutkan makan hosti. dan ketika permintaannya untuk berdoa dulu sebelum mkan hosti dilarang, dia kembalikan hostinya.
TOTAL hits blog hai hai selama 6 bulan ini, rata-rata 2.000 HITS perhari dan semakin hari semakin meningkat. saya tidak perlu promosi lagi nak. Kalau menulis blog ini untuk NGETOP pasti stelah mengunggahnya saya share ke mana-mana, namun tidak tuh. saya hanya share kepada 4 oragn sahabat dan tiga grup diman 1 adala secred.
@nathanael bethune, jangan LICIK dan PENGECUT. semua makian di sini ditulis oleh orang orng KAtolik dan Protestan. Itulah CERMINAN orang orang Katolik dan Protestan memang DIKIAN. ha ha ha ha ….
Cibai lah si bengcu ini. Nenenoi
Saya akan sue anda dgn UU ITE no 44 , pelecehan agama dan perbuatan tidak menyenangkan.
@anezuke, makanya BELAJAR baik-baik biar pinter baru ngejeblak biar nggak diejek gitu lho. Masal lu nggak MALU? udah ngejeblak kenceng eh SALAH? ha ha ha ha …
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota-anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Kisana, TERNYATA anggota Gereja Timur dan anggota gereja lain boleh IKUT sakramen ekaristi lho? Ha ha ha ha … Mau nuntu hai hai ke pesidangan? silahkan nak. Namun sebelum itu SEDIAIn duit yang BANYAK ya. Supaya kalau DITUNTuT balik oleh hai hai dan anda KALAH di pengadilan, anda punya DUTI untuk GANTI RUGI. ha ha ha ha …
@catherine, saya hanya akan memberitahu anda bahwa Yesus mengajarkan untuk MENINGGALKAN kawanan 99 ekor domba DEMI menyelamatkan satu ekor domba SESAT. Anggap saja semua orang non Katolik yang ikut makn hosti MELANGGAR ATURAN gereja Katolik. Namun, pahamilah bahwa orang orang itu HARUS diperlakukan sebagai DOMBA SESAT yang HARUS DISELAMATKAN bukan MUSUH KATOLIK yang harus DIGEBUKIn apalagi DITEBAS KEPALA-nya.
Periaku FRONT PEMBELA KATOLIK memang lUCU. mereka NGAMUK karena hai hai menyebut tindakan misdinar itu TOLOL dan perbuatan suster itu GOBLOK. apa yang mereka lakukan kemudian? selain menyebut hai hai TOLOL dan GOBLOK mereka juga menambahinya dengan MAKIAN dan EJEKAN dan HINAAN yang lain. ha ha ha ha …. Bayangkan mereka melakukan semua itu DALAM nama YEsus Demi KEMULIAAN Allah juga demi menjaga KEHORMATAN gereja dan TUBUh Kristus lho? Ha ha ha ha ha ha ..
Yesus mengorbankan TUBUHNYA untuk menyelamatkan orang JAHAT. ORang Katolik BERBUAT JAHAT untuk MENYELAMATKAN tubuh Kristus? Ha ha ha ha ha …. lucu!
ga usah lah ke gereja… kalo gitu..
ego lu terlalu gede, menurut gw sih,
lu ga suka ngikut aturan ato norma yang ada.
mau bukti? (sebagai cowo) knp rambut lu sepantat yah?
kalo ga cocok sama alirannya, buka aliran sendiri bos 🙂
@Beatrix Adinda, yang saya maksudkan dengan misdinar dalam misa nikah tersebut adalah PENJAGA LITURGI. Dia seorang DEWASA, bukan anak-anak Altar yang membantu romo menyelenggarakan misa.
Yang terjadi adalah, setelah menerima hosti, saya bergeser ke kanan satu langkah. ketika hendak makan hosti. PENJAGA liturgi itu bergerak MENCEGAT dan MEPETIN saya. Saya bergeser ke kanan satu langkah lagi karena menyangka diri menghalangi misdinar itu dan orang yagn mengambil hosti setelah saya. ketika hendak makan hosti, misdinar itu menangkap tangan saya dan mencomot hosti saya.
Secara reflek saya merebut kembali hosti itu. Dan marah sekali. Itu sebabnya saya MERASA perlu untuk BERDOA dulu menenangkan diri dan BERDOA pendamaian agar LAYAK makan hosti.
Namun misdina itu MENCEGAT saya dan suster itu MENGHADANG saya. Ketika suster bertanya apa yang akan saya lakukan, saya memebritahu dia bahwa saya PERLU berdoa dulu sebelum melanjutkan makan hosti. Suster itu meneriaki saya bukan orang KATOLIK. untuk menghindari keributan saya menawarkan untuk MENGEMBALIKAN hosti. Suster itu menerimanya.
Itulah kejadiannya.
Saya tidak MALU dengan kejadian tersebut karena TIDAK melakukan hal yang MEMALUKAN. Misdinar dan suster itulah yang melakukan hal TOLOL dan GOBLOK menurut pemikiran saya saat itu.
Izinkan saya menasihati anda, dik. Kalau anda jadi penjaga liturgi, ketahuilah bahwa anda adalah PELAYAN EKARISTI yang sedang melayani MEMPELAI Yesus menikmati perjamuan KUDUS. Jangan berprasangka BURUK kepada siapa pun apalagi kepada mereka yang TAMPANGNYA jelek dan penampilannya ANEH. anda adalah PELAYAN ekaristi dan mereka adalah mempelai kristus. itu sebabnya LAYANI mereka dengan tULUS tanpa pilih BULU.
Jangan bertindak karena PRASANGKA. kalau ada orang yang minta IZIN untuk berdoa dulu sebelum makan hosti, persilahkan dia BERDOA di tempat itu juga. Orang yang minta IZIN untuk berdoa dulu sebelum makan hosti MUSTAHIL orang yang mau MENCEMARKAN hosti. Dia pasti punya alasan. Itu sebabnya, izinkan dia berdoa di tempat itu juga. Dan kalau anda penasaran, silahkan bertanya kepadanya setelah dia makan hosti.
Orang bijaksana mencari hormat dengan berperilaku lebih hormat. Orang tolol mencela yang tidak menghormatinya tidak bijaksana agar dihormati. Ketika merasa KURANG dihormati, orang bijaksana MEMERIKSA diri sendiri sementara orang tolol menyalahkan orang lain.
kisanak, jangan jadi orang nYINYIR yang mengurusi KATA-KATA orang. Jangan BERLAGAK SALEH dengan MENCELA orang lain tidak SALEH karena dia TIDAK bertutur kata seperti anda inginkan. tindakan demikian MEnYEbaLKAN tahu? Bila anda terus melakuakn hal demikian maka anda akan dijauhi teman-teman karena MENYEBALKAN.
Ketika seseorang menyebut anda TOLOL. Anda tidak boleh MENCELA dia tidak sopan, tidak santun dll. Yang harus lakukan adalah MEMERIKSA diri benarkah telah bertindak TOLOL? Bila memang telah bertindak TOLOL, binalah dirimu agar lain kali tidak bertindak tolol lagi. Bila tidak ada kesalahan pada diri sendiri? JANGAN MENCELANYA, sebab itu berarti dia SENGAJA mengucapkan kata itu untuk MEMBUAT anda sakit hati. Kalau anda mencelanya, maka dia akan menyimpulkan TUJUANNYA tercapai karena anda SAKIT hati disebut TOLOL. Lain kali, setiap kali ingin menyakiti hati anda, dia akan meneriaki anda, “TOLOL LU!” dan anda akan KESAL setengah mati karenanya.
nona, kalau anda tidak SUKA dengan perilaku teman anda mengejek dan atau memarahi anda, maka MENCELA dia tidak santun, tidak sopan, tidak mencerminkan kasih kristtiani, tidak mencerminkan perilaku kristiani JUSTRU akam membuat dia semakin MENJADI-JADI. Yang harus anda lakukan adalah MENGENDALIKAN diri agar TIDAK sebal dan NGOMEL serta MENCELANYA. Kalau pun anda KESAL, kuasai kemarahan anda. Karena TAHU tindakannya menyakiti hati anda tidak MEMPAN, maka lain kali dia TIDAK melakukannya lagi.
@Rowena, coba anda baca kembali kasusnya dengan teliti dan hati-hati. hai hai sama sekali tidak memperlakukan hosti secara tidak hormat.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota-anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
@Beatrix Adinda, Orang-orang gereja Timur dan orang Katolik serta orang Kristen lainnya sama-sama menyebut dirinya murid Kristus. Itu sebabnya sama seperti di gereja lainnya, di gereja Katolik pun banyak orang yang MERINDAUKAN gereja OIKUMENE alias gereja yang SATU. Namun jauh lebih banyak lagi yang SENANG dengan PERPECAHAN dan PERMUSUHAN antara mereka yang menyebut dirinya murid Kristus.
Waktu saya masih muda dan kuliah, tahun 80 an sampai 90 an, ayat KITAB HUKUM KANON KATOLIK di atas sangat populer karena dihembuskan oleh banyak orang Katolik yang mengejar cita-cita Gereja Oikumena. Pada saat itu, orang Katolik dan Protestan saling mengikuti misa dan sakramen ekaristi serta kebaktian dan perjamuan Kudus sebagai hal yang wajar. Namun tahun terakhir ini saya melihat ornag Katolik dan orang Kristen SALINg mengagul-agulkan gerejanya masing-masing dan menganggap yang lain bukan hanya MUSUH yang harus DITAKLUKKAN namun harus DIMUSNAHKAN.
namun saya bersyukur karena arah angin mulai berbalik ke gereja Oikumene. Berkali-kali Paus menghembuskannya. Mungkin hembusannya belum terasa di Indonesia karena masih sedikit orang yang menanggapinya.