
Gambar: litac-consultant.com
Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.
Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.
Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.
Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.
Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta. Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.
Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.
Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.
Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.
Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”
Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.” Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.
Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”
“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”
Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”
Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.
Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha ….. Tak U U ya.
Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …
METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.
Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.
Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?
Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.
Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.
Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.
Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.
Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik? Ha ha ha ha …
Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.
NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.
Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.
Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.
Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.
Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.
Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi? Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.
hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.
Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.
Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?
Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK. Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.
umat yang boleh menerima sakramen ekaristi atau komuni kudus adalah mereka yang sudah dibaptis secara katolik dan SUDAH MENERIMA KOMUNI PERTAMA.
Menurut saya, yg dilakukan misdinar dan suster itu bukan yg seharusnya di lakukan. Dan saya setuju kalau makan hosti itu gpp stelah berdoa di bangku sendiri..
TAPI.. penulis pun salah dalam mengkritisasi pihak gereja dengan kata2 yang tidak sopan. Dan sebagai sesama orang percaya seharusnya penulis menyampaikan hal inu ke pihak gereja dan dibahas baik2.. bukannya menulis ke blog dengan menghina2.
Kalau umat GKI katanya boleh menerima perjamuan kudus asalkan isi hati.. artinya penulis pun gak bisa menerima hosti karena hatinya penuh kebencian dan amarah..
Yah, saya hanya menyampaikan apa yang berlaku dalam Gereja Katolik, yang juga berlaku bagi orang Katolik sendiri.
Jangankan anda, Pak. Kalau seorang Katolik, melakukan hal yang sama, pasti juga akan dicegat.
Saya yakin anda tidak akan membawanya ke Hongkong.
Tapi adalah juga disiplin kami mengharuskan komuni diterima dan dikonsumsi di hadapan pembagi.
Untuk hal ini, bahkan umat Katolik sendiri tidak punya kebebasan untuk melakukan yang lain. Jadi kiranya dimaklumi, diperhatikan dan dilaksanakan bersama.
Dan sekali lagi memang benar. Umat non-Katolik tidak diizinkan untuk ambil bagian dalam Komuni Katolik. Hal ini jelas dalam ketetapan Hukum Kanonik, Katekismus Gereja Katolik, dan Ensiklik-ensiklik serta Direktorium yang diterbitkan Gereja Katolik. Demikian juga sebaliknya, umat Katolik mempraktikkan komuni tertutup. Sehingga umat Katolik tidak bisa secara licit menerima Sakramen dari persekutuan/Gereja lain.
Untuk Jemaat-jemaat Protestan, berlaku Kanon 844 seksi 2. Seksi 3 berlaku untuk Gereja-gereja Timur sebagaimana dikatakan yaitu persekutuan Ortodoks, Oriental dan Assyria Timur.
Kalau anda ingin, saya bisa memberikan referensi bagi anda 🙂
Ular beludak yang tolol bin goblok bernama BENGCU
berarti yg boleh menerima ekaristi di katolik hanya bg yg sudah menerima baptisan secara katolik dan sudah menerima komuni pertama?!
Wow, fakta baru ko arief, anda dibaptis di GKI yg notabene gereja kristiani, jd kesimpulannya bisa diartikan sndiri.
Btw, anda pemain suling? Bagus ko, semangat dan teruskan bermain sulingnya.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Kan. 844 § 3: kepadaanggota- anggota Gereja Timur
Kan. 844 § 3: juga untuk anggota Gereja-gereja lain
hbramantyo, GOBLOK lu ya. Coba lu baca kedua FRASA tersebut di atas. Gereja lain yang dimaksud sudah pasti bukan gereja Timur, bloon. ha ha ha ha ha …. kalau mikir pakai OTAK hasilnya gnaco belo ya coba mikir pakai anggota tubuh yang lain, missalnya DENGKUL. siapa tahu jadi pinteran dikit? ha ha ha …
maaf lupa, @catarina terima kasih utk jawabannya
@Franky Tedjokusumo, baca dong kisahnya tanpa prasangka. Kalau nggak ngerti jangan komentar dulu. baca lagi sampai ngerti. dalam kasus tersebut tidak ada yang MAU apalagi MEMBAWA hosti ke hongkong. juga tidak ada yang MAU atau PERGI berdoa ke MEKAH. Inilah kisahnya.
Setelah menerima hosti, hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.
Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.
Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?
Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK. Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Kisanak, yang menajdi pertanyaan adalah kenapa misdinar itu bertindak TOLOL demikian? Mungkin karena dia melihat penampilan hai hai yang tampangnya JELEK. rambutnya gondrong sepantat dan pakai baju tradisional tionghoa. dia MENCEGAT dan MEPET hai hai karena PRASANGKA BUSUK hai hai nggak PANTAS makan HOSTI. Kemudian melihat REAKSI hai hai, anda harus tahu, meskipun tampangnya jelek dan tionghoa sekali, nemun ketika beraksi hai hai sangat penuh wibawa, itu sebabnya misdinar itu menjadi KEDER lalu membenarkan dirinya dengan MENUDUH hai hai mau bawa HOSTI ke hongkong.
Suster itu adalah FRONT PEMBELA KATOLIK itu sebabnya dia pun ikut beraksi MENCEGAT hai hai. Dan ketika hai hai minta IZIN untuk BERDOA dulu sebelum makan hosti dia menjadi BINGUNG kemudian menuduh hai hai mau berdoa ke MEKAH dan MENCARI bantuan dengan menghasut umat yang lain dengan berteriak MENUDUH hai hai BUKAN KATOLIK.
Saat itu saya tidak berteriak. Saya bicara wajar dan normal. Ketika suster tidak mengizinkan saya berdoa, saya mengutarakan keinginan saya untuk mengembalikan hosti saja. Dan dia pun mengambil hosti dari tangan saya.
kisanak, itulah analisa saya dan beberapa orang teman Katolik tentang kejadian tersebut.
@Berto, orang KAtolik ada yang bijaksana ada yang TOLOL. Ada yang cerdas ada yang goblok. misdinar itu bertindak TOLO bukan berarti semua orang katolik TOLOL. suster itu berbuat GOBLOK bukan berarti semua Katolik GOBLOK. Jadi. anda jangan MENGHASUT orang-orang Katolik dengan FITNAH hai hai MENYATAKAN semua orang KAtolik TOLOL dan GOBLOK ya.
Di GKI, IMAN adalah IMAN. Itu sebabnya apa yang diimani seseorang TIDAK BOLEH dipaksakan. di GKI ada yang BERIMAN hosti dan anggur BERUbAH menjadi tubuh dan darah Kristus setelah diberkati. Namun ada pula yang beriman, roti dan anggur hanya SIMBOL tubuh dan darah Yesus.
dalam kasus tersebut tidak ada yang MAU apalagi MEMBAWA hosti ke hongkong. juga tidak ada yang MAU atau PERGI berdoa ke MEKAH. Inilah kisahnya.
Setelah menerima hosti, hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.
Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.
Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?
Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK. Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Kisanak, yang menajdi pertanyaan adalah kenapa misdinar itu bertindak TOLOL demikian? Mungkin karena dia melihat penampilan hai hai yang tampangnya JELEK. rambutnya gondrong sepantat dan pakai baju tradisional tionghoa. dia MENCEGAT dan MEPET hai hai karena PRASANGKA BUSUK hai hai nggak PANTAS makan HOSTI. Kemudian melihat REAKSI hai hai, anda harus tahu, meskipun tampangnya jelek dan tionghoa sekali, nemun ketika beraksi hai hai sangat penuh wibawa, itu sebabnya misdinar itu menjadi KEDER lalu membenarkan dirinya dengan MENUDUH hai hai mau bawa HOSTI ke hongkong.
Suster itu adalah FRONT PEMBELA KATOLIK itu sebabnya dia pun ikut beraksi MENCEGAT hai hai. Dan ketika hai hai minta IZIN untuk BERDOA dulu sebelum makan hosti dia menjadi BINGUNG kemudian menuduh hai hai mau berdoa ke MEKAH dan MENCARI bantuan dengan menghasut umat yang lain dengan berteriak MENUDUH hai hai BUKAN KATOLIK.
Saat itu saya tidak berteriak. Saya bicara wajar dan normal. Ketika suster tidak mengizinkan saya berdoa, saya mengutarakan keinginan saya untuk mengembalikan hosti saja. Dan dia pun mengambil hosti dari tangan saya.
kisanak, itulah analisa saya dan beberapa orang teman Katolik tentang kejadian tersebut.
@dawson, anda orang GKI sebaiknya jangan BIKIN MALU GKI. Bicaralah kalau anda PAHAM yang anda KATAKAN. Kalau mau MENGHAKIMI belajar dulu ATURANNYA. Kalau hanya asal NGEJEBLAK karena merasa BACOT anda itu LOGIS lebih baik ambil membar saja dari pada menulis komentar di blog saya.
Anda TOLOL sekali karena MEMVONIS hai hai melakukan KESALAHAN LITURGI. Kalau TIDAK TOLOL, coba tunjukkan KESALAHAN LITURGI apa yang hai hai lakukan?
Anda GOBLOK sekali karena menuduh hai hai MENgHINA sesama iman Kristen. SIAPA yang hai hai HINA? bagaimana cara hai hai MENgHINA-nya?
Anda MERASA hai hai MENGHINA karena menyebut anda TOLOL dan GOBLOK? Ketahuilah nak, hai hai SEDANG MEMBERITAHU anad KONDISI diri anda memang TOLOL dan GOBLOK. itu sebabnya BELAJARLAH baik-baik. Untuk berpengetahuan hanya ada SATU jalan yaitu BELAJAR, bukan BERLAGAK pinter dan BERLAGAK SALEH dan BERLAGAK bijaksana.
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14
Kisanak, BELAJAR dulu BAIK-BAIK sebelum pentang bacot kalau tidak mau DIEJEK. BELAJAR dulu baik-baik sebelum mengajar kalau tidak mau DIEJEK TOLOL dan SOK TAHu. Kisanak, Ibrani 2:14 menyatakan Iblis yang BERKUASA ata MAUT sudah DIMUSNAHKAN, kenapa anda mengajarkan hal TOLOL menjadi sasaran mpuk dipakai iblis untuk berbuat jahat? Iblis dari mana lagi tuh? ha ha ha ha …
Nah, kisanak, sebagai sessama GKI say menegor anda jangan bikin malu GKI dengan: SOK BIJAKSANa. SOK PINTER. SOK SALEH. SOK TAHU LITURGI. SOK MENGHAKIMI membabibuta.