Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,125 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. @Irmina, tolong dipahami. di gereja Katolik tidak ada HUKUM bahwa orang yang setelah menerima hosti kemudian bergeser ke kanan selangkah untuk makan Hosti HARUS DICEGAT dan DIPEPET. Dan, bila dia menghindar, maka HARUS DITANGKAP tangannya dan DICOMOT hostinya. Di gereja Katolik juga tidak ada aturan untuk MENERIAKI orang yang minta izin berdoa dulu sebelum makan hosti “BUKAN KATOLIK”

    Kisanak, setelah menerima hosti kemudian bergeser ke kanan selangkah untuk makan hosti, tidak melanggar aturan. Merasa terganggu kemudian melangkah ke kanan lagi untuk makan hosti, tidak melanggar aturan. MERASA perayaan ekaristinay TERCEMAR kemudian minta izin untuk berdoa dulu sebelum makan hosti tidak melanggar aturan gereja. Orang Kristen ikut sakramen ekaristi IDAK melanggar aturan Gereja Katolik. Silahkan Baca BAIK-BAIK ayat KITAB HUKuM KANONIK KATOLIK di bawah ini. Tolong hormati ATURAN gereja Katolik. Cara bicara anda sopan namun JAHAt.

    Kitab Hukum Kanonik Katolik

    Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.

  2. Mbak Lilis, klo dr cerita mbak yg menikah di luar gereja katolik mbak tidak bisa menerima komuni kudus. Saya lupa aturannya dimana tapi baiknya klo mbak mmg tetap ingin menerima komuni kudus sebaiknya konsultasi dengan pastor paroki setempat krn salah satu syaratnya mbak harus melakukan pemberesan pernikahan & menerima sakramen tobat

  3. @astrid, MENCIUM CINCIN uskup adalah TRADISI gereja Katolik. CINCIN Uskup adalah IKATAN gereja dengan Kristus. Mencium CINCIN Uskup bukan MENGHORMATI Uskup namun menyatakan CINTA KASIH kepada mempelai lelaki gereja Katolik yaitu Kristus. Itu sebabnya, di dalam tradisi ini, yang harus dilakukan adalah mencium CINCIN bukan mencium TANGAN. Mencium CINCIN adalha menyatakan CINTA KASIH kepadaya Kristus MENOLAK mencium cincin USKUP berarti MENOLAK ikatan cinta kasih dengan Kristus.

    Aneh bin ajaib. Anda orang Katolik namun MEMVONIS Uskup itu AROGAN? Itu karena anda FRONT PEMBELA KATOLIK yang PICIK jiwanya dan BUTA Akal budinya itu sebabnya MEMBABIBUTA: POKOKNYA GUA BENAR yang GUA gak suka PASTI SALAH.

    Kisanak, kalau anda perhatikan dengan teliti tanpa prasangka, meskipun tidak mendengar suaranya, namun yang dinyatakan USKUP itu sangat GAMBLANG. Uskup itu MEMARAHI imam itu sebab imam itu MEMBERI HORMAT kepada dirinya (USKUP) namun TIDAK menyatakan CINTA KASIH kepada KRISTUS dengan mencium CINCIN Uskup. Uskup itu memarahi imam itu bahwa yang harus dia lakukan adalah mencium CINCIn untuk menyatakan cinta kasih kepada Kristus bukan MENGHORMATI dirinya sebagai USKUP.

    Kisanak, nontonlah dengan hati bersih tanpa perasangka. Uskup itu tidak tidak melakukan KEKERASAN sama sekali seperti tuduhan FRONT PEMBELA KATOLIK. Uskup itu ibarat BAPAK dan imam itu ibarat anaknya. Uskup itu MENEGOR anaknya dengan KERAS. Hal yang dilakukannya sangat WAJAR dan LOGIS. IMAM itu SALAH. TINDAKANNYA alih-alih mencium CINCIN justru MEMBERI HORMAT kepada Uskup benar-benar TOLOL. Nampaknya dia TIDAK paham ajaran tentang CINCIN Uskup dan MENCIUM cincin Uskup. Itu sebabnya diamenyangka MENCIUM cincin Uskup adalah MEMBERI HORMAT kepada Uskup dan dia sudah memberi hormat dengan SOPAN dengan membungkuk.

    Tindakan hai hai setelah menerima hosti lalu bergeser satu langkah ke kanan untuk makan hosti diajarkan kepada KATEKUMEN. cara demikain tidak MENCEMARKAN tubuh Kristus. Tindakan hai hai minta izin BERDOA dulu sebelum makan hosti juga TIDAK mencemarkan kehormatan tubuh Kristus. Tindakan hai hai mengembalikan hosti juga tidak mencemari kehormatan tubuh Kristus.

    Jadi tindakan misdinar MENCEGAT dan MEPET hai hai, serta menangkap tangan dan mencomot hosti hai hai. Tindakan suster dengan suara KERAS MENUDUH hai hai bukan KATOLIK ketika hai hai minta IZIN untuk berdoa sebelum makan HOSTI. Nona astridbuffon yang mulia, tindakan misdinar dan suster itu MENJAGA kehormatan tubuh kristus dari APA dan dari SIAPA ya?

    Nona, HAKIMILAH dengan ADIL. Jangan menghakimi MEMBABIBUTA. Anda mau tahu TUJUAN saya menunjukkan VIDEO Uskup MENeGOR imam TOLOL itu untuk apa? Untuk MEMBELA Uskup yang baik hati itu dan untuk MENGAJARI FRONT PEMBEAL KATOLIK agar tidak MENGHAKIMI membabibuta.

    Nona, semoga penjelasan saya ini membuka pikiran anda untuk MENGHAKIMI degan ADIL. Untuk menghakimi dengan ADIL kita harus BERPENGETAHUAN. Belajar baik-baik dulu sebelum NGEJEBLAK.

  4. @mege_182, yang belum bealjar teologi KAtolik itu diri anda itu sebabnya tidak tahu KITAB HUKUM KANONIK KATOLIK. Baiklah berikut ini saya kutip ssalah satu ayat isi KITAB itu ya? Ha ha ha ha …

    Kitab Hukum Kanonik Katolik

    Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.

  5. Kepada segenap para org2 pemeluk agama yg merasa dirinya paling suci, paling benar, paling dianggap benar oleh NYA:

    Kalian mengaku bersujut sembah pada yg MAHA ESA, kalian menganggap iman kalian paling benar, menjalankan segala tata krama dan budaya ajaran kalian, selalu berdoa setiap saat, ke rumah ibadah setiap waktu, pujian2 setiap waktu,dsb,dsb.

    Tapi diluar itu CACI MAKI pun tetap berlanjut, HINAAN tetap dikeluarkan, Merendahkan, Meremehkan, Kesombongan, Mencari kekayaan dunia, Mengikuti nafsu dunia, bahkan memberhalakan hal2 yg tak sepantasnya, semua tetap dilaksanakan juga.
    Byk yg mengaku2 ke gereja, ke rumah ibadah, rajin berdoa, rajin beribadah, dsb2, tapi tiap hari jg sikapnya gak mau kalah, sombong, pamer2 harta, bahkan masih mencari kekayaan untuk dibanggakan dan disimpan, memakai pakaian untuk dipuji atau mendapat perhatian dan mengundang nafsu org lain. Kadang bahkan org2 begini menjadi terkenal dikalangannya dan merasa dirinya pantas untuk mengkotbah mengajarkan kebenaran kepada org lain. WOW.

    MALUKAH kalian? Mengertikah kalian ajaran sebenarnya? KATA SIAPA kalian pantas masuk surga? KATA SIAPA dgn menjalankan HANYA segala sakramen pasti menjadi orang BENAR dimata NYA? KATA Siapa juga dgn mekanisme2 agama, berdoa setiap saat, nanyi pujian setiap saat, bisa bahasa roh, pasti masuk surga?
    Apa semudah itu masuk surga? tinggal masuk agama tertentu? tinggal rajin berdoa?

    Kalian pasti bilang KATA TUHAN, TERTULIS di KITAB, KATA IMAN, bla,bla,dsb,dsb.
    Masalahnya berapa org dari kalian yg mengerti apa itu arti sebenar2nya KEILAHIAN, KETUHANAN? Berapa dari kalian yg tau dan mengerti “BENAR” isi KITAB2, asal usul KITAB2, Esensi2, Entitas2 dalam KITAB2 itu?
    Yang TAU kebenaran hanya DIA karena dialah ALPHA OMEGA. Bukan KALIAN atau siapapun dimuka bumi ini. Belajarlah langsung dari DIA, bukan dari kitab atau dari org lain apalagi org2 yg belum bisa kendali diri sendiri.

    Arti AJARAN KeIllahian sangatlah dalam dan susah dimengerti, bahkan Mustahil bisa dipelajari dan disampaikan dgn bahasa manusia atau bahasa materi.
    Jadi gimana cara kita komunikasi langsung dgnNYA?
    Semua mahluk sebenarnya sudah terkoneksi dan berkomunikasi dgn NYA. Masalahnya KeIllahian melibatkan segala sisi kenyataan, termaksud keburukan, kejahatan, kegelapan yg manusia anggap adalah hal2 yg buruk. Dan yg masalahnya lagi byk manusia yg hanya terperangkap dalam satu sisi saja dan tidak mengerti ada sisi2 lainnya.
    Krn itu mereka merasa komunikasinya terputus, merasa DIA tidak ada atau merasa DIA ada namun salah pengertian,dsb,dsb.

    AGAMA sendiri adalah hasil dari ketidak mengertian manusia. Dalam mengimani dan memahami meresapi suatu ajaran, suatu kenyataan, manusia2 dahulu tidak luput dari sisi dunia materinya. Mereka akhirnya berkelompok, menuliskan ajaran ILLAHI dgn bahasa materi, menyebarkan dgn segala keterbatasan bahasa duniawi yg akhirnya menjadikan ajaran itu sendiri BERHALA suci mereka, memberhalakan nama2 dan ungkapan2 dalam agama itu, memberhalakan nabi2nya, memberhalakan pemuka2nya, raja2nya, pendeta2nya, tempat2nya, dst,dst. Dan itu diteruskan sampai hari ini. Maka itu memang benar artinya MANUSIA sudah jatuh dalam dosa.

    BERHALA tidak harus berbentuk fisik. Segala sesuatu yg abstrak termaksud nama, ajaran, konsep, mekanisme, agama, dll yang dipuja2, dielu2kan dan ditinggi2kan akibat dari rasa dan nafsu duniawi telah disebut sebagai BERHALA. Siapa saja yg berdoa dgn membentuk pikiran sebuah nama, ajaran, konsep atau dgn tata cara mekanisme tertentu, telah memberhalakan sesuatu dalam DOA tsb.
    KeIllahian bukan lah bentuk bukanlah konsep yg harus dielu2kan atau dibangga2kan atau dibuat sebagai pembanding. Tapi KeIllahian adalah KEBENARAN yg SENYATA2nya yang harus dirasakan dan dijadikan KENYATAAN.

    KASUS diatas menunjukkan bahwa dengan menjadi pelayan, belajar kitab, berdoa setiap saat atau bahkan hanya memeluk dan menjalankan agama, belum bisa menjamin kelakuan dan sikap orang tsb. Dan juga tidak menjamin org tsb menjadi org benar atau menjadi org yg salah atau menjadi org yg mengerti ajaran yg benar luar dalam.
    Jadi tolong jaga sikap dan indera mu, buka dirimu hanya untuk DIA, bukan hal2 duniawi.
    MARAH, kesal, ingin menang, ingin diperhatikan,dsb,dsb semuanya hanyalah DUNIAWI. Dan STOP memberhalakan AGAMA.

  6. hai hai bengcu yang saya hormati,
    Terima kasih banyak atas tulisan ini, karna membuat saya semakin menemukan kepenuhan kebenaran yang ada dalam Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik. Oleh sebab itu, semangat saya semakin bertambah untuk mewartakan kepada sesama umat Katolik bahwa kepenuhan kebenaran memang ada pada Gereja Katolik (ngapain cari ke tempat lain?). Tapi untuk Anda, saya persilakan untuk semakin bersemangat menggugat satu-satunya Gereja yang Tuhan Yesus dirikan yaitu Gereja Katolik. Cuma harap hati-hati, karna bisa saja pada akhirnya Anda justru menggugat Tuhan Yesus sendiri. Saya jamin, Anda takkan bertahan sedetikpun kalau sudah berhadapan dengan Tuhan Yesus sendiri.
    Logikanya sangat sederhana, bahkan buat anak SD sekalipun. Anda menerima Komuni di Gereja Katolik, tapi ngotot dengan tata cara seperti di GKI. Tentu saja tata cara Anda di GKI tidak bisa diterapkan di Gereja Katolik.
    Nah, sekarang posisinya saya balik. Saya yang Katolik ngotot terima Perjamuan Kudus setiap Minggu di GKI, bahkan setiap hari, karna di Gereja Katolik saya bisa menerima setiap hari. Sayapun ngotot menerima sambil berlutut karna begitulah tata gerak liturgis yang saya lakukan saat menerima Komuni di Gereja Katolik. Ayo, jawab boleh atau ndak saya paksakan tata cara tersebut di GKI!!!
    Saya baru ngerti, pantas saja setiap calon pastor Gereja Katolik haruslah terlebih dahulu lulus pendidikan filsafat. Karna ilmu filsafat mengajarkan orang untuk berpikir dan bertindak secara terstruktur, sistematis dan konsisten. Sungguh sangat mengerikan bicara ajaran iman tanpa konsistensi.
    Sudah jelas disebut hanya yang sudah mengikuti Komuni pertama yang boleh menerima Sakramen Ekaristi di Gereja Katolik. Kalau baptisan Anda diakui oleh Gereja Katolik, bukan berarti Anda boleh menerima Komuni di Gereja Katolik, karna Anda belum pernah ikut Komuni pertama. Koq ngotot?
    Anda pun menulis:
    “Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.”
    Untuk Anda ketahui: kami orang Katolik percaya hosti yang sudah dikonsekrasikan itu tidak akan tercemar sekalipun diterima oleh orang yang tidak pantas menerimanya, karna hosti itu telah mengalami transubstansiasi menjadi Tubuh Kristus. Jadi, silakan percaya bahwa Perjamuan Kudus bisa tercemar, tapi kami di Gereja Katolik percaya Sakramen Ekaristi tetaplah tidak tercemar.
    Saya baca semangat Anda di website ini, yaitu:
    “hai hai Mengungkap Rahasia Kristus Yang Belum Dipahami Generasi Sebelumnya”

    Jadi Anda merasa lebih paham akan Rahasia Kristus dibandingkan dengan generasi-generasi sebelum Anda?

    Oke, sekarang begini saja. Umpamanya Anda adalah orang yang hidup pada zaman Kristus. Anda adalah salah seorang murid Kristus. Anda pernah diajar langsung oleh Kristus. Anda pernah tinggal bersama Kristus. Berarti Anda adalah orang yang sangat dekat dengan sumber sejarah. Anda adalah saksi sejarah. Lalu, saya orang yang hidup 2000 tahun kemudian merasa lebih paham akan rahasia Kristus daripada Anda sendiri yang pada zaman itu telah mengalami peristiwa Pentakosta. Coba pikir, bagaimana mungkin saya yang hidup jauh setelah zaman Kristus bisa lebih paham daripada Anda yang adalah generasi sebelumnya!

    Jadi, silakan saja Anda merasa lebih paham akan rahasia Kristus dibandingkan dengan generasi-generasi yang hidup pada zaman Kristus, atau generasi setelah itu.

    Sungguh mengerikan merasa lebih paham, merasa lebih pintar daripada generasi-generasi yang pernah hidup dekat dengan zaman Kristus!

    Wahyu sudah selesai disampaikan, Saudara. Ibaratnya semua info sudah Roh Kudus sampaikan kepada generasi-generasi sebelumnya. Memangnya ada info-info tertentu yang sengaja ditahan oleh Roh Kudus untuk disampaikan kepada generasi-generasi sebelumnya, tapi baru disampaikan sekarang kepada Anda, sehingga Anda lebih paham? Berarti Anda lebih hebat dong daripada orang-orang yang dekat dengan peristiwa Pentakosta!

    Justru kitalah yang harus banyak belajar kepada generasi-generasi sebelumnya, karna merekalah orang-orang yang sangat dekat dengan sumber sejarah. Bukan sebaliknya, Saudara!

    Terima kasih.

  7. kamu org kristern protestan yg katanya mengerti agama, mengerti ajaran kebaikan tapi kok mulutmu yg keluar makian? ngatain org gila? apa itu ajaran agama mu?

  8. TIDAK ADA SATU MANUSIA PUN yg punya RUMAH tetap didunia ini. ALLAH pun tidak berumah material. ALLAH bukan hanya kematerialan. WOW untuk manusia2 sekarang,WOW kalian merasa diri kalian paling benar, pantas untuk menghakimi org lain. Ya tapi memang beginilah harus terjadi.

  9. SAUDARA, sejarah apa yg anda pelajari? sejarah manusia? yg ditulis manusia? apa anda belum mengerti arti BERHALA yg saya tulis di comments diatas?

    TIDAK ADA YG PAHAM KECUALI org itu BERSATU DGN NYA. JADI JGN merasa paling benar, punya ajaran paling benar. Apalah arti sebuah nama “kristus” tanpa pengertian esensinya. Anda2 sekalian lucu, memberhalakan nama2, kristus dianggap entitas,dsbdsb.

  10. @marccess, setelah menerima hosti, hai hai bergeser ke kana selangkah untuk makan hosti. Misdinar mencegatnya dan memepetnya. hai hai bergeser satu langkah ke kanan menjauhi misdinar untuk makan hosti. misdinar itu menangkap tangannya dan mencomot hostinya.

    Itukah aturan BARU di gereja Katolik?

    ketika dihadang oleh suster, hai hai menyatakan kehendaknya untuk berdoa dulu sebelum makan hosti. ucapkan sekali lagi untuk minta izin berdoa dulu sebelum mkaan hosti. Suster itu dengan suara keras MENUDUH hai hai bukan Katolik. karena permintaanya ditolak, hai hai minta izin suster itu untuk mengembalikan hostinya.

    Tindakan suster itu peraturan BARU di gereja Katolik?

    WOW ….. HEBAT benar ya peraturan gereja Katolik yang HANYA saya TEMUI di gereja stella maris ya? ha ha ha ha …..

    Kisanak, jangan jadi FRONT PEMBELA KATOLIK yang asal MENYALAHKAN orang lain membabibuta. kalau anda mau menyalahakan orang lain, lakukan dengan ADIL dan didukung oleh bukti-bukti yang akurat. Anda tahu KITAB HUKUM KANONIK KATOLIK? Kalau anda mau tahu aturan gereja KAtolik, PELAJARILAH kiab tersebut. berikut ini saya kutipkan salah satu ayatnya tentang orang Kristen ikut sakramen ekaristi.

    Kitab Hukum Kanonik Katolik

    Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.