
Gambar: litac-consultant.com
Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.
Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.
Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.
Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.
Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta. Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.
Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.
Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.
Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.
Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”
Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.” Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.
Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”
“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”
Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”
Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.
Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha ….. Tak U U ya.
Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …
METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.
Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.
Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?
Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.
Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.
Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.
Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.
Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik? Ha ha ha ha …
Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.
NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.
Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.
Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.
Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.
Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.
Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi? Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.
hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.
Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.
Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?
Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK. Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.
Kitab Hukum Kanonik Katolik
Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.
Sedang mencari artikel ketemu ini, jadi mau menimpali. Yuk sudah biarkanlah dia mau bagaimana, kita biarkan saja. Setahu saya harus dimakan ditempat karena menghindari Tubuh Kristus yang Suci itu disalah pergunakan, kadang oleh bbrp orang diambil untuk disimpan, dan motivasi aneh lainnya. Well itulah tradisi gereja Katholik Pak, semoga bs memahaminya.
Jangan pakai jurus SETAHU saya nak. Kalau anda mau TAHU fakta sebenarnya, anda harus BERTANYA kepada orang-orang Katolik di Indonesia. Tanyakan kepada mereka yang sudah berumur 50 tahun ke atas. Tanya kepada banyak orang.
Perlu saya ketahui bahwa anda harus baca tulisan saya tersebut dengan teliti sampai paham. KEnapa hai hai bengcu mau BERDOA? Karena perayaan Ekaristinya diganggu orang lain ketika dia sedang MENYUAPKAN hosti yang DIA terima dari PASTOR yang melayani.
Kalau Pastor MENILAI hai hai tidak layak menerima Ekaristi, kenapa dia MEMBERINYA hosti? Karena suhu hai hai MENERIMA hosti dari Pastor sang PELAYAN, kenapa kutu kupret penjaga hosti itu BERUSAHA merebut hostinya? Bukankah tindakan misdinar sialan itu BENAR-BENAR melecehkan PASTOR yang MELAYANI Ekaristi dan memberi HOSTI kepada suhu hai hai?
Jadi, kisanak, Mastur Yuwono Herbayu, anda orang baik itu sebabnya saya mengomentari komentar anda dengan gamblang. Di daerah-daera tertuntu, tindakan misdinar MELECEHKAN pastor itu bisa DIGOLOK kawan?
Menanggapi cerita bapak diatas.. Menurut saya, bapak yang tidak mengerti ajaran Katolik yang sudah dilaksanakan sejak 2000 tahun silam lamanya.. Kita sama2 orang Kristen pak, tetapi memang sejak perdebatan sakramen itu lah kita berpisah menjadi Kristen Katolik dan Kristen Protestan. Saya yang dulu sebelum menjadi orang Katolik 100% sebelumnya juga pernah masuk dalam GKI maupun GBIP dan GKJW. Aturan dan adat seorang Kristen Protestan pun setiap Gereja juga berbeda bukan ? Begitu juga dengan Kristen Katolik saat ini yang bapak masuki untuk menerima Tubuh Kristus atau disebut dengan Hosti (Roti lembut ringan nan bulat tipis,renyah) . Bapak boleh kok memakan hosti tersebut asal Hosti tersebut belum diberkati atau belum dalam masa perjamuan pada perayaan ekaristi tersebut. Tetapi apabila hosti tersebut sudah diberkati dan sudah terjalin Doa Syukur Agung , bapak tidak boleh memakannya. Karena bapak belum di baptis secara katolik. Bapak di baptis di gereja kristen protestan berbeda dgn adat di gereja kristen katolik. Untuk masuk menjadi orang katolik tidak mudah dan butuh proses, seperti saya menjadi orang katolik saya harus memahami ajaran2 gereja dan mengerti paham kurang lebih 6 bulan sampai 1 tahun, tapi saya baru lulus tahun ke dua, yakni 2tahun saya baru boleh dibaptis secara katolik. Lihatlah teman2 kita secama katolik maka kita dapat sepaham dengannya.. Jangan beranggapan bahwa bapaj seorang kristen protestan mengerti hal tersebut, bahkan saya selama ikut pelajaran 2tahun tersebut banyak yg saya tidak tahu menahu jauh soal ajaran katolik. Untuk itu dengan hormat bapaj menghargai keputsan suster dan misdinar tersebut memang benar. Tidak semua orang bisa menikmati hosti tersebut. Boleh kok asal hosti tersebut belum diberkati. Lain kali kata2 bapak sebagai umat kristen lebih paham dan menghargai pikiran yang tidak sepaham, kita dulu pecah juga karena orang2 seperti bapak kok.
Katolik punya adat yang tidak bisa bapak paksakan dengan kehendak bapak. Dan saya orang katolik 100% (dibaptis bayi,komuni,sakramen krisma)yang dulunya saya katolik dan dibaptis kristen dan diperbaharuhi menjadi orang katolik. Butuh waktu yang lama.. Saya bangga menjadi orang katolik.
Bapak lihat disekitar orang yang sepaham dengan oranf katolik orang baik, sikap suster dan misdinar terseut menjaga agar hosti juga tetap suci. Pikiran bapaj yang hendak melecehkan agama katolik speeti itu aja sudah sangat picik sekali.
Kami hanya meminta hosti itu kembali dan agar diterima untuk orang yang tepat. Tidak sampai melecehkan kalo bapak bener2 orang katolik.
Oh iya sudah dijelaskan sebeleum perayaan ekaristi yang menerima hosti tersebut hanya orang yang di baptis secara katolik. Pasti setiap gereja sudah mengumumkan hal tersebut.
Lain kali belajar dulu ya pak, kalo mau menerima hosti pilih hosti yg belum diberkati atau silahkan bapak di baptis secara katolik. Tubuh kristus itu memang nikmat.
Sayang nya orang Katolik masih rendah hati suhu hai hai… Wkwk tidak ada aksi bela, kami semua mendoakan siapa saja yang dengki maupun iri hati terhadap sesama kita. Hal terberat adalah memaafkan, mengasihi, bahkan mengampuni sesama kita sebagai orang kristen maupun katolik. Tidak perlu aksi segala aksi, cara segala cara. Tuhan yang bertindak jika kita meminta pertolongan dengan dia. Salan hormat.. Saya orang muda Katolik 100%
Kalo makan hosti yang belum di berkati di dalam gereja boleh dimakan kok. Asal bukan hosti yang telah di berkati menurut adat Katolik yakni awal dan selesai nya Doa Syukur Agung yang diwartakan oleh Pastur Paroki setempat.
Devina, Alkitab terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab perjanjian Baru. Tulisan-tulisan asli Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam 2.700 bahasa lebih. Orang-orang Indonesia jaman ini bebas untuk mengakses Alkitab dengan bebas.
Kenapa sampai hari ini baik orang Katolik maupun orang Protestan tidak diajari untuk RAJIN membaca Alkitab? Kenapa baik para IMAM maupun pendeta dan para sarjana teologi MASIH mengklaim bahwa DIRI merekalah yang PALING BERKUASA dan BALING BENAR dalam mengerti ajaran Alkitab? Karena umat sudah DIHOHONGI bahwa membaca alkitab AKAN menjadikan umat TERSESAT dan MASUK NERAKA.
Agama itu seharusnya MEMBEBASKAN manusia namun GEREJA justru menjadi alat untuk MEMECAH BELAH dan MEMUSUHI sesama manusia. DOKTRIN dan TATA IBADAH jusru menjadi ALAT untuk MEMISAHKAN dan MEMuSUHI sesama manusia.
Alkitab orang Kristen sama dengan Alkitab orang Katolik. Apa yang membedakan bahkan membuat orang Kristen dan Katolik saling MENJAHATI dan MEMUSUHI yang lainnya? Karena UANG.
Anda memang TIDAK terlibat dalam masalah UANG dalam gereja namun faktanya, UANGLAH yang membuat Orang Kristen dan Katolik berpisah. Karena berebut uanglah maka para PEMAKUKA agama Katolik dan Kristen terpecah. Lalu masing-masing membuat DOKTRIN untuk memecah belah umat.
Apa yang tercatat di dalam Alkitab tentang Perjamuan kudus sangat GAMBLANG. Para imam kemudian memecah umat dengan membuat DOTKRIN ini CARA perjamuan kudus yang BENAR dan itu cara yang SALAH. SIAPA yang boleh dan siapa yang TIDAK boleh. Begaimana dengan umat? UMAT pun kena DOKTRIN sehingga SALING memusuhi sehingga HOAX perjamuan kudus pun dianggap oleh umat sebagai KEBENARAN.
MENGENASKAN bukan?
Siapakah pemimpin EKARISI? PASTUR. Ketika Pastur membagi hosti, dia pinya MATA juga punya BIJAKSANA untuk menilai SIAPA yang diberinya HOSTI.
Itu sebabnya pastur memberi HOSTI kepada suhu hai hai dengan HIKMAT. Itu sebabnya pastur dengan HIKMAT melihat suhu hai hai bergerak satu langkah ke kanan kemudian bergerak untuk MEMASUKAN hosti ke dalam mulutnya.
Anda tahu kenapa HOSTI tidak langsung DISUAPKAN kepada umat? Kenapa di taruh ke tangan dan dibiarkan kepada umat agar memakannya? Kenapa umat diajari untuk bergerak ke kanan satu langkah lalu makan hosti? Karena itu adalah cara SOPAN dan ELEGAN untk makan hosti. ADA keindahan dan HIKMAT di dalam liturgi demikian. Itulah CARA makan HOSTI yang diajarkan kepada saya sejak saya kelas satu SMA, tahun 1981.
Tindakan Pastor langsung menyuap mulut saya dengan hosti? Pasti saya TOLAK karena menurut saya perilaku demikiian KASAH sekali bahkan mendekati cara BIADAB. emangnya ANJING harus disuap demikian?
Langsung menyuapkan hosti di hadapan pastur? Tidnakan demikian KASAR sekali. Nggak SOPAN sekali. Masak kamu GLEK makanan di hadapan pastur?
Karena kita adalah orang-orang TIMUR yang penuh tatakrama dan keindahan, itu sebabnya diajarkan agar, “MENERIMA” hosti dengan tangan kiri di atas tangan kanan, KEMUDIAN melangkah satu langkah ke kanan, kemudian mengambil hosti yang ada di telapak kiri dengan tangan kanan, kemudian menyuapnya dengan sopan.
Cara demikian selain indah juga hokmat san SOPAN sekali.
Itu sebabnya sampai hari ini saya makan hosti dengan cara demikian.
Saya setuju dengan Ibu Devina. Katolik memang mempunyai beberapa aturan yang sudah ditanamkan sejak dahulu dan ada makna dibalik mengapa peraturan tersebut dibuat. Dengan membuat postingan ini, Bapak secara tidak langsung menebar kebencian dan kemarahan terhadap aturan agama Katolik. Memang sikap suster dan misdinar tersebut kurang pantas juga menurut saya, namun memang kemungkinan mereka menghindari agar hosti tidak salah dipergunakan. Setiap agama mempunyai aturan dan tata cara yang berbeda-beda, mengapa Bapak tidak bisa menghormati nya, terlebih Bapak sedang berada di dalam Gereja Katolik? Bukankah di agama Bapak juga diajarkan tentang KASIH? Mengapa tidak bisa mengasihi suster dan misdinar tersebut, tetapi malah penuh kebencian setelah pulang dari Rumah Allah? Begitu kushyuk kah Bapak sampai membaca Alkitab ratusan kali, tapi tidak dapat mempraktekkan dalam kehidupan nyata ajaran Kasih tersebut? Apakah Tuhan Yesus yang diperlakukan seperti Bapak akan marah-marah menebar tulisan kebencian tentang agama lain, dan membanding-bandingkan nya dengan agama sendiri? Apakah Tuhan Yesus seperti itu? Mohon direnungkan oleh Bapak yang telah membaca Kitab Tuhan ratusan atau bahkan ribuan kali (saya tidak peduli tentunya, jika sikap yang diperlihatkan oleh Bapak adalah demikian).
Aturannya adalah: Yang berhak memimpin Ekaristi adalah Pastur. Pastor yang memberi hosti kepada umat. Yang berlagak PENGUASA lalu merampas Ekaristi itu MALING.
Bertobatlah hai orang-orang Katolik, kembalikan KUASA para pastor.
Suhu hai hai. Anda paham tidak hosti adalah tubuh kristus yg sangat suci dalam tradisi Katolik. Dalam pikiran dan niat anda untuk menhancurkan dan menginjak2 hosti yg suci ini sdh merupakan pelanggaran serius. Mudah2an niat itu timbul karna ketidak tahuan anda. Sebagaimana Yesus Kristus mengampuni org2 yg tidak menyadari perbuatan salah mereka.