
Gambar: satuharapan.com
Bukankah Alkitab melarang perempuan mengajar dan memimpin lelaki? Itulah pertanyaan banyak orang Kristen sejak terpilihnya Pdt. Dr Henriette Hutabarat Lebang menjadi ketua PGI, 14 November 2014 lalu.
Alkitab Mustahil Salah Tulis Dan Isinya Musykil Keliru
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Lukas 17:1
Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Matius 18:7
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 1 Tesalonika 5:21
Kerabatku sekalian, doktrin Alkitab mustahil salah tulis (inerrancy) dan isinya musykil keliru (infallibility) diajarkan dari generasi ke generasi itu sebabnya umat Kristen generasi ini pun meyakininya sebagai kebenaran. Benarkah Alkitab mengajarkan hal demikian? Mustahil!
Yesus mengingatkan murid-murid-Nya, “Mustahil tidak ada penyesatan. Penyestan pasti ada.” Paulus mengajarkan untuk menguji segala sesuatu dan memegang yang baik. Berdasarkan ajaran Yesus dan Paulus itu maka mungkin saja ada salah tulis dan salah salin di Alkitab. Juga berarti mungkin saja ada ajaran keliru yang diajarkan oleh para penulis Alkitab. Benarkah demikian? Ujilah segalanya dan peganglah yang baik.
Yesus Adalah Batu Karang Dan Guru
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (petros) dan di atas batu karang ini (petra) Aku akan mendirikan jemaat-Ku (ekklesia) dan alam maut tidak akan menguasai-Nya. Matius 16:18
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Matius 28:18
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Matius 28:19
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20
Kerabatku sekalian, apa yang diajarkan oleh Yesus di dalam Matius 16:18 sangat tegas dan gamblang sekali itu sebabnya mustahil menyangkalnya. Yesus bukan KEPALA namun DASAR dari Jemaat. Itu sebabnya ajaran Paulus bahwa Yesus adalah KEPALA jemaat adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Yesus.
Yang diajarkan Yesus dalam Matius 28:18-20 juga sama tegas dan gamblangnya yaitu Yesus adalah GURU (didaskalos) bukan Tuhan (kurios). Itu sebabnya mereka yang mengajarkan doktrin Yesus adalah TUHAN alias MAHATUAN adalah penyesat sebab ajarannya sesat alias bertentangan dengan ajaran Yesus. Yesus adalah GURU bukan TUHAN dari uat Kristen. Yesus memberi amanat untuk menjadikan semua bangsa MURId-Nya, bukan HAMBA-Nya.
Istri Harus Tunduk Kepada Suami
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Efesus 5:22
karena suami (aner) adalah kepala (kephale) isteri (gune) sama seperti Kristus adalah kepala (kephale) jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Efesus 5:23
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Efesus 5:24
Kerabatku sekalian, alih-alih KEPALA jemaat, Yesus justru DASAR jemaat. Itu sebabnya ajaran Paulus bahwa Yesus adalah KEPALA jemaat adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Yesus.
Di samping itu, kenapa Yesus adalah kepala jemaat mengharuskan suami adalah kepala istri? Kenapa bukan istri adalah kepala suami? Kenapa jemaat tunduk kepada Yesus mengharuskan istri tunduk kepada suami? Kenapa bukan suami yang tunduk kepada istri?
Karena suami yang mencari nafkah, maka istri harus tunduk? Bukankah budak dan karyawan yang bekerja keras mencari nafkah adalah mereka yang tunduk kepada tuannya? Bukankah suami yang bekerja keras mencari nafkah seharusnya tunduk kepada istrinya? Kenapa suami tidak tunduk kepada istri seperti dia tunduk kepada Tuhan?
Karena suami lebih kuat maka istri harus tunduk? Bukankah prajurit yang lebih kuat tunduk kepada tuannya yang lebih lemah? Kenapa suami yang lebih kuat tidak tunduk kepada istrinya yang lebih lemah? Kenapa suami tidak tunduk kepada istri seperti dia tunduk kepada Tuhan?
Istri tidak harus tunduk kepada suami. Suami juga tidak harus tunduk kepada istri. Suami istri saling menghormati. Keduanya tunduk pada KEBENARAN. Siapa yang memimpin keluarga? Tergantung siapa yang lebih berbakat memimpin dan siapa yang lebih berwibawa.
Memimpin Karena Kepemimpinan
Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. 1 Timotius 2:11
Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. 1 Timotius 2:12
Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 1 Timotius 2:13
Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. 1 Timotius 2:14
Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu (echad) rusuk (tsela) dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Kejadian 2:21
Dan dari rusuk (tsela) yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Kejadian 2:23
Perempuan tidak boleh mengajar dan memimpin lelaki karena Adam yang pertama dijadikan? Benarkah lelaki yang pertama kali dijadikan? Mustahil! Perempuan dan lelaki diciptakan pada waktu bersamaan.
Kerabatku sekalian, kata RUSUK di dalam Kejadian 2:21-22 diterjemahkan dari kata Ibrani TSELA yang artinya SISI. Kata TSELA mustahil diterjemahkan sebagai TULANG RUSUK. Itu sebabnya kisah perempuan diciptakan dari salah satu tulang rusuk lelaki adalah DONGENG. Bukan ajaran Alkitab. Manusia mempunyai 6 sisi yaitu: depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah. Perempuan dibangun dari satu SISI manusia. Artinya MANUSIA dibelah menjadi DUA maka jadilah PEREMPUAN dan LELAKI.
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Kejadian Kejadian 3:6
Perempuan tidak boleh mengajar dan memimpin lelaki karena bukan Adam namun Hawa yang tergoda makan buah pengetahuan?
Kerabatku sekalian, syarat menjadi pengajar harus memiliki pengetahuan yang akan diajarkan dan kemampuan untuk mengajar. Syarat menjadi pemimpin harus mempunyai kemampuan memimpin. Dalam generasi ini, seseorang menjadi pengajar karena dia mampu mengajar dan ada yang mau diajari. Seseorang menjadi pemimpin karena dia mampu memimpin dan ada yang rela dipimpin olehnya.
Mengajar dan memimpin tidak ada hubungannya dengan Adam diciptakan duluan dan Hawa makan buah pengetahuan duluan. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tindakan Paulus tidak mengizinkan perempuan mengajar karena Adam diciptakan duluan dan Hawa makan buah pengetahuan duluan benar-benar ngaco-belo.
Di samping itu, Kejadian 3:6 mencatat dengan gamblang bahwa Adam ada bersamanya ketika Hawa makan buah pengetahuan dan Adam juga makan buah pengetahuan. Itu berarti Adam juga tergoda. Itu sebabnya pernyataan Paulus, “bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa” adalah pembohongan publik. Kalau tidak tergoda mustahil Adam makan buah pengetahuan bukan?
Kesimpulan
Manusia tidak diciptakan dengan KASTA. Itu sebabnya tidak ada yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Tidak ada yang mengemban kasta KEPALA. Manusia diciptakan dengan KASTA sejajar namun dengan BAKAT yang berbeda-beda. Oleh karena itu KEPALA dan PEMIMPIN bukan bawaan orok alias jabatan WARISAN namun BAKAT dan KESEMPATAN.
NB.
blog ini khusus saya tulis untuk menghormati dan mengucapkan selamat bagi ketua PGI perempuan pertama Pdt. Dr Henriette Hutabarat Lebang.
baca dulu dengan teliti dan hati-hati. Kalau sudah paham baru kembali lagi untuk komentar.
Coba anda pelajari JANJI Yesus kepada Natanael. Apakah ditepati?
anda pernah diberitahu bahwa hai hai tidak punya pelayanan itu sebabnya tidak pernah melayani siapa pun? Ha ha ha ha ha …. Kenapa tidak anda saja yang menjawabnya? ha ha ha …
lu aja yg baca lagi tulisan lo sendiri dan hati2 beng, bener2 koplak lu. dasar tulisan dugalogi aja lo bilang menggugat beng ? ngaca gih ha ha ha
nenek-nenek aja tahu kalo lu gak punya pelayanan beng, yang lu punya penyesatan doang, gua sih gak perduli lo sesat sendirian, tapi lo pake sok bikin gugat segala, mending bener, lah pake ilmu dugalogi doang, kasian anak-anak culun lu kibulin. sesat sesat sendiri aja sono beng. koplak lu beng
ko hai kan membuat gugatan, kalau kemudian gugatan ko hai di gugat orang, ya sebaiknya ko hai jawab dengan argumen yang benar dan pertahankan, sehingga gugatan ko hai dihargai orang dan dilihat kebenarannya apakah benar atau tidak. jadi bukan masalah pelayanan atau tidak koh. Kalau koko tidak membuat gugatan, juga tidak ada yang akan menggugat. jadi kalau sudah membuat gugatan harus hadapi gugatan juga koh
haha jadi ngakak baca komentar ini.
Kalau elu nggak BECUS berapologetika mendingan MINGKEM aja dech.
Ha ha ha ha ha … hai hai nggak punya pelayanan itu sebabnya nggak pernah melayani siapa pun, kisanak. Ha ha ha ha ha … Juga saya nggak peduli komentar orang lain. Yang mau saa tanggapi saya tanggapi yang tidak mau saya tanggapi, ya tanggapi sendiri sono. ha ha ha ha … komentar-komentar yang tidak saya tanggapi SUDAH pasti komentar nggak MUTU. kalau anda menganggapnya BERMUTU, silahkan anda komentarai saja nak. Ha ha ha ha …
maksud lu berdugaetika ya beng, itu sih elu yang paling becus hahaha