Tetelestai Artinya Dia Sudah Menyelesaikannya


Gambar: bomfinha.wordpress.com

Setelah berkata, “tetelestai” Yesus pun mati. Kata Yunani “tetelestai” artinya “dia sudah selesai” atau “dia sudah menyelesaikannya.” Siapakah “DIA” yang Yesus maksudkan? Kenapa tidak pernah diajarkan?

Aku telah mengakhiri (teteleka) pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 2 Timotius 4:7

Frasa “aku telah mengakhiri” dalam 2 Timotius 4:7 diterjemahkan dari kata Yunani “teteleka”. Kata “teteleka” berasal dari kata dasar “teleo” (kata kerja) yang diberi awalan “te” dan akhiran “ka”.

Awalan “te” dalam kata “teteleka” adalah pengulangan kata “te” dalam “teleo” yang menjadikan kata “tetele” menjadi kata berbentuk “Perfect tense” Yunani. Makanya, kata “tetele” berarti “sudah selesai”.

Akhiran “ka” dalam kata “teteleka” menyatakan subyek kata adalah orang pertama tunggal yaitu “aku”. Itu sebabnya kata “teteleka” artinya “aku telah menyelesaikan”

Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas maka tindakan LAI menerjemahkan kata Yunani “teteleka” menjadi “aku telah mengakhiri” yang berarti “aku sudah menyelesaikan” adalah 100% benar.

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai (tetelestai), berkatalah Ia–supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci–:”Aku haus!” Yohanes 19:28

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai (tetelestai).” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yohanes 19:30

Frasa “telah selesai” dalam Yohanes 19:28 dan frasa “sudah selesai” dalam Yohhanes 19:30 diterjemahkan dari kata Yunani yang sama yaitu “tetelestai”.  Kata “tetelestai” berasal dari kata dasar “teleo” yang diberi awalan “te” dan akhiran “(s)tai”.

Awalan “te” dalam kata “tetelestai” adalah pengulangan kata “te” dalam “teleo” yang menjadikan kata “tetele” menjadi kata berbentuk “Perfect tense” Yunani sehingga “tetele” berarti “sudah selesai”.

Akhiran “(s)tai” menyatakan subyek kata adalah orang ketiga tunggal yaitu “dia”. Itu sebabnya “tetelestai” artinya “dia sudah menyelesaikan”.

Berdasarkan fakta-fakta di atas maka tindakan LAI menerjemahkan kata Yunani “tetelestai” menjadi “telah selesai” atau “sudah selesai” adalah 100% salah karena kata Yunani “tetelestai” artinya “dia telah menyelesaikan” atau “dia sudah menyelesaikan”.

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah diselesaikan oleh dia (tetelestai), berkatalah Ia–supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci–:”Aku haus!” Yohanes 19:28

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Dia sudah menyelesaikannya (tetelestai).” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yohanes 19:30

Tersebut di atas adalah terjemahan yang benar dari  Yohanes 19:28 dan Yohanes 19:30. Setelah membaca terjemahan yang benar maka nampak gamblang sekali bahwa yang diajarkan kepada umat Kristen dari generasi ke generasi bahwa ketika mengucapkan “tetelestai” Yesus menyatakan, “Aku telah menyelesaikan segalanya” adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan yang tercatat dalam Alkitab.

Siapakah DIA yang dimaksudkan oleh Yesus? Mungkinkah yang ingin diucapkan oleh Yesus adalah “teteleka, aku telah menyelesaikannya” namun rasa sakit dan kehilangan darah membuat Yesus tidak sehat jasmani dan akal budi makanya salah ngomong “tetelestai, dia telah menyelesaikannya”? Atau, Yesus mengucapkan “teteleka” namun Yohanes salah mencatatnya, “tetelestai”?

Handai taulanku sekalian, jika Yohanes salah catat itu berarti kitab Yohanes mustahil menjadi sumber pustaka dan standar kebenaran sebelum kita memilah-milah mana catatan yang salah dan mana yang benar.

Bila Yesus salah ngomong maka semua ucapan Yesus di atas salib tidak berguna sebelum kita memisahkan mana yang diucapkan dalam sehat jasmani dan akal budi dan mana yang diucapkan dalam sakit jasmani dan akal budi?

Kisanak, terima saja yang tercatat apa adanya. Yesus memang mengucapkan “tetelestai.” Untuk memastikan Yesus memang mengucapkannya, itu sebabnya Yohanes mencatatnya dua kali. Pertama, dalam kalimat berita, “karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah diselesaikan oleh dia.” Kedua, dengan kalimat langsung, “Dia sudah menyelesaikannya.” Bila hal demikianlah yang terjadi lalu apa yang sesungguhnya diucapkan oleh Yesus?

Inilah rahasia Kristus yang tidak dipahami generasi sebelumnya:

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Lukas 1:31

dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:22

Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” Lukas 9:35

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di SORGA dan atas BINATANG dan atas seluruh DUNIA dan atas segala MAKLUK melata yang merayap di DUNIA.” Kejadian 1:26

Yang dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Maria adalah Yesus.

Roh Kudus dalam rupa burung merpati yang turun lalu menjadi satu daging dengan Yesus adalah Kristus. Dwitunggal alias Dikotomi itu pun dinamakan “Yesus Kristus”.

Awan yang melingkupi lalu menjadi satu daging dengan “Yesus Kristus” adalah Anak manusia. Tritunggal alias Trikotomi itu pun disebut “Tuhan Yesus Kristus”.

Kenapa Anak Manusia disebut Tuhan (Mahatuan)? Karena dia sudah dipilih dan ditetapkan alias diberi kuasa untuk menjadi penguasa alias TUAN dunia. Itulah yang tercatat di Kejadian 1:26.

Yang terpaku di atas salib bukan hanya Yesus namun Tritunggal alias Trikotomi “Tuhan Yesus Kristus”. Yang terjadi ketika Tritunggal itu mengucapkan “tetelesta” adalah:

Yesus melaporkan bahwa manusia sudah menyelesaikan tugasnya menyalibkan Anak Manusia. Itu sebabnya Yesus berkata, “dia sudah menyelesaikannya,”

Kristus melaporkan bahwa Yesus sudah menyelesaikan tugas-Nya sebagai Anak Domba Allah. Itu sebabnya Kristus berkata, “dia sudah menyelesaikannya,”

Anak Manusia melaporkan bahwa dwitunggal alias Dikotomi “Yesus Kristus” sudah menyelesaikan tugasnya sebagai pengantin Anak Domba. Itu sebabnya Anak Manusia berkata, “dia sudah menyelesaikannya,”

Anak Tunggal Bapa melaporkan bahwa Tritunggal alias Trikotomi “Tuhan Yesus Kristus sudah menyelesaikan tugasnya sebagai mempelai perempuan. Itu sebabnya Anak Tunggal Bapa berkata, “dia sudah menyelesaikannya,”

Kisanak, sampai di sini anda pasti bertanya-tanya, apa tujuan pernikahan-pernikahan alias menjadi satu daging tersebut di atas? Untuk menggenapi kehendak Bapa, “Mari kita menjadikan alias memperanakkan manusia menurut gambar dan rupa Kita.” Anda tidak memahaminya? Tunggu saja tulisan-tulisan berikutnya.

Untuk membaca blog-blog tentang Allah Tritunggal yang lain, silahkan klik di SINI.

101 thoughts on “Tetelestai Artinya Dia Sudah Menyelesaikannya

  1. Pu Yung Hai jangan asal2an lah,kotak katik isi firman Tuhan.
    Kalau ada 10 orang seperti Pu Yung Hai,hancurlah dunia ini…..

  2. Ko Hai, saya kembali membaca Bengcu Menggugat Karena Yesus Bukan Anak Tunggal Allah, yang menjelaskan bahwa anak tunggal Allah adalah Anak Manusia. Setelah membaca blog yang berjudul “tetelestai” ini, bukankah Anak Tunggal Allah adalah trikotomi Tuhan Yesus Kristus? Mohon petunjuknya.

  3. Pertanyaan saya sudah ada jawabannya di blog anda yang berjudul Allah Mustahil Bapa Karena Yesus Kristus Anak Tunggal Bapa….saya berusaha memahaminya lagi deh…..ga jadi bertanya.

  4. Kenapa Anak Tunggal Allah disebut Anak Allah?

    Pada mulanya ada yang ada karena dirinya ada. Dia sendiri. Dialah Bapa. Dialah yang Mahamula. Dialah Mahabesar. Dialah Mahaesa.

    Bapa memperanakan Logos. Logos adalah Anak tunggal Bapa.

    Bapa menyatakan kehendak-Nya menciptakan Sorga dan Dunia. Logos pun mewujudkannya.

    Logos memperanakkan TERANG.

    Terang lalu dipisahkan menjadi:

    1. SIANG (terang)
    2. Malam (gelap)

    Siang & Malam lalu DIPISAHKAN menjadi

    1. Air di atas sorga.
    2. Sorga
    3. Air di bawah Sorga.

    Air Dibawah Sorga lalu DIPISAHKAN menjadi:

    1. Laut
    2. Dunia

    Dunia lalu DIPISAHKAN:

    1. Tanah
    2. Air
    3. Tanaman
    4. binatang
    5. Manusia

    Bapa MENGHEMBUSKAN Anak Tunggal alias LOGOS ke dalam MANUSIA, sehingga manusia pun menjadi MAKLUK hidup.

    Manusia DIPISAHKAN menjadi:

    1. Adam
    2. Hawa

    Perintahnya adalah MARI kita MEMPERANAKKAN manusia.

    Bapa & Logos Sudah memperanakkan Manusia yaitu Adam. Adam artinya MANUSIA. Adam = Logos = Anak Tunggal Allah.

    Adam memperanakkan Hawa. Itu sebabnya Hawa disebut ANAK Manusia.

    Adam dan Hawa menjadi SATU daging = Anak Allah + Anak Manusia = Alfa Omega.

    Terang (siang) dan GELAP (malam) diajak untuk MEMPERANAKKAN manusia namun BELUM menggenapi firman sebab yang mereka lakukan HANYA membentuk manusia dari debu tanah.

    Itu sebabnya Terang menjadi SATU daging = Yesus Kristus.

    Yesus Kristus menjadi satu daging dengan Anak Allah anak manusia.

    Selanjutnya KESATUAN itu memperanakkan Roh Kudus yang seperti lidah lidah api.

    Lidah Lidah API turun dan menjadi SATU DAGING dengan semua umat manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah MATI.

    Genaplah kehendak Bapa: Mari kita memperanakkan manusia seperti RUPA dan GAMBAR kita.

    Manusia Trikotomi (Tubuh + Jiwa + roh Kudus) pun memperanakan manusia Trikotomi.

  5. Merinding juga….berarti alam semesta dan segenap isinya ini adalah anak cucu dari Bapa, Yang Maha Ada. Anak cucu Allah. Thanks ko Hai

  6. Yoh 3:16 : krn…kasih Allah…..dunia ini…..anaknya yang tunggal….spy setiap orang yang percaya……

    ko hai…..”apa berarti ada yang gak percaya” ya……

    Pdhl semua manusia keturunan trikotomi ya memperanakkan trikotomi ( Tubuh +jiwa+rohkudus), otomatis manusia trikotomi ini ya percaya semua khan…..

    kenapa hrs ada kalimat “….yang percaya….”

  7. Yesus kristus menjadi satu daging dgn anak allah = anak manusia benarkah…?

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.