
Gambar: metro.kompasiana.com
Dalam hal kehidupan beragama, Indonesia adalah salah satu negara paling toleran di dunia. Buktinya? UUD 45 dan Pancasila menjamin kebebasan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Negara juga menetapkan hari-hari besar agama sebagai hari libur nasional. Namun sayang seribu sayang, toleransi beragama NKRI sama sekali tidak diteladani oleh warga negaranya (WNI). Alih-alih menegakkan Bhineka Tunggal Ika, banyak penyelenggara negara (pejabat) justru menyalahgunakan kekuasaannya untuk memuaskan nafsu intoleransinya. Walikota Bogor, Diani Budiarto dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah adalah contoh penjabat demikian. Meskipun tidak melakukannya secara langsung namun menteri agama dan menteri dalam negeri adalah jenis pejabat yang sama. Bagaimana dengan mantan wapres Jusuf Kalla? Dia dan Presiden SBY jauh lebih parah.
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA): Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas Islam. Setiap perayaan hari besar keagamaan ditetapkan menjadi libur nasional. Presiden dan wakil presiden serta menteri agama merayakan Idul Fitri maupun Idul Adha itu biasa. Tetapi presiden wakil presiden serta menteri agama menghadiri perayaan Natal, demikian juga hari besar agama Budha, Hindu dan Kong Hu Cu? Cari negara mana seperti Indonesia. Ketika saya ungkap itu, tamu dari luar negetri tak bisa berkata apa-apa.
Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Nur Kholis Setiawan: Indonesia merupakan negara yang sangat toleran. Hal ini, lanjut Machasin, misalnya bisa dilihat dari adanya hari libur nasional dalam perayaan hari besar agama-agama minoritas. “Konghucu di Indonesia jumlahnya hanya 4 -5 juta, tapi hari raya-nya dijadikan hari libur nasional. Umat Islam di Prancis dan Jerman sekitar 10 persen, tapi Idul Fitri dan Idul Adha tidak dijadikan hari libur oleh mereka
Bengcu Menggugat: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan negara Islam. NKRI bukan umat Islam. NKRI bukan hanya milik orang Islam. NKRI adalah rumah bersama seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Setiap WNI, apa pun agamanya, memiliki kedudukan yang sama di mata NKRI. Itu sebabnya di NKRI umat agama mayoritas tidak boleh MENJAJAH umat beragama yang jumlahnya sedikit. Tindakan NKRI menetapkan hari-hari besar agama sebagai hari libur nasional bukan JASA umat Islam dan bukan WUJUD sikap toleransi umat Islam juga bukan bukti toleransi kehidupan beragama di Indonesia. Kehadiran pejabat-pejabat negara dalam perayaan-perayaan agama bukan JASA umat Islam dan bukan WUJUD sikap toleransi umat Islam juga bukan cermin toleransi kehidupan beragama di Indonesia.
Mantan Wapres Jusuf Kalla: pada tahun 2007, dari 33 gubernur di Indonesia, 10 di antaranya adalah non muslim; kalau sekarang 8 gubernur. Dari sisi pemerintahan, pada zaman orde baru, semua kementerian penting pernah dijabat oleh Non Muslim. Hal ini merupakan sesuatu yang mungkin tidak pernah terjadi di Amerika sekalipun; bahwa ada kementerian strategis dipegang oleh muslim selaku minoritas di sana.
Bengcu Menggugat: Pemerintah RI bukan umat Islam. Pemerintah RI bukan hanya milik orang Islam. Tindakan-tindakan pemerintah RI tidak boleh diakui sebagai JASA umat Islam. Duduknya orang-orang non Islam dalam pemerintahan RI bukan ANUGERAH umat Islam bagi umat non Islam. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tindakan Jusuf Kalla menyatakan duduknya orang-orang non Islam dalam pemerintahan RI adalah wujud toleransi beragama umat Islam benar-benar tidak cerdas.
Mantan Wapres Jusuf Kalla: Kita bersyukur Masjid itu tidak ada Masjid aliran… tidak ada Masjid Muhammadiyah… NU, tidak ada aliran Masjid Sunda… Jawa. Padahal di Indonesia ada 300 aliran eh…. Kristen kan. Ada Pantekosta lah, Protestan lah… ada banyak. Sebenarnya Indonesia itu negara paling toleran di dunia ini
Bengcu Menggugat: Aliran dan Sinode adalah dua hal yang berbeda. Protestan, Pentakosta, Kharismatik, Saksi Yehova, Baptis, Adven, Mormon adalah Aliran. Gereja Kristen Indonesia (GKI), Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Gereja Protestan Di Indonesia Bagian Barat (GPIB) dan Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) serta Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) juga Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) dan Gereja Methodis Indonesia (GMI) adalah Sinode. GKI, HKBP, GPIB, GMIM, GRII, GKKK dan GMI sama-sama beraliran Protestan alias Reformed namun berbeda Sinode. Kerukunan umat Kristen berbagai denominasi dan aliran mustahil diakui sebagai bentuk toleransi umat Islam. Itu sebabnya mengakui kerukunan umat Kristen berbagai aliran dan denominasi sebagai wujud toleransi umat Islam benar-benar tidak cerdas.
Bengcu Menggugat: Di Indonesia ada masjid NU ada masjid Muhamadiyah, Ahmadiyah, Syiah. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, orang yang bersyukur karena di Indonesia tidak ada Masjid aliran… tidak ada Masjid Muhammadiyah… NU, benar-benar tidak cerdas sama sekali.
Mantan Wapres Jusuf Kalla: Lho, bagaimana membangun masjid di kantor menghormati org Kristen? Kan hari ibadah terpenting umat Muslim hari Jumat. Hari Jumat kita tidak libur… sedangkan teman-teman Kristen liburnya hari Minggu, ada di rumah… jadi tidak perlu pergi ke kantor. Kalau mau ibadah di kantor boleh asal umat Kristen dan umat Islam tukeran hari libur.
Bengcu Menggugat: Yang menentukan hari Minggu adalah hari libur adalah Pemerintah RI bukan umat Islam. Alasan pemerintah RI menetapkan hari Minggu sebagai hari libur nasional bukan karena Minggu adalah hari besar agama Kristen. Itu sebabnya orang yang menyatakan penetapan hari Minggu sebagai hari libur nasional untuk menghormati orang Kristen dan merupakan wujud toleransi umat Islam bagi umat Kristen benar-benar kutak-kati nggak ngait. Nggak cerdas sama sekali dech!
Mantan Wapres Jusuf Kalla: Dalam kasus GKI Yasmin contohnya, semua pihak harus menghormati keputusan Walikota karena dia adalah otoritas tertinggi di wilayahnya. Urusan bangun rumah ibadah itu bukan urusan Tuhan. Itu urusan Walikota. Sama seperti semua orang berhak mendapat pendidikan, tapi tidak semua tempat bisa bikin sekolah. Semua orang berhak berusaha… tidak semua orang bisa bikin pasar, Saya pikir begini… Yang bebas itu bebas beribadah karena itu hak asasi manusia.
Bengcu Menggugat: Siapakah pemegang otoritas tertinggi di kotamadya dan kabupaten? Rakyat. Anggota DPRD dipilih oleh rakyat untuk menyelenggarakan tata usaha legislatif sedangkan walikota dan bupati dipilih untuk menyelenggarakan tata usaha eksekutif. Mantan wakil presiden yang menyebut dirinya negarawan namun menyatakan Walikota adalah otoritas tertinggi di wilayahnya? Selain tidak mengerti hukum juga benar-benar tidak cerdas.
Bengcu Menggugat: Gereja Yasmin didirikan sesuai perundang-undangan RI. Tindakan walikota Bogor mencabut IMB dan mensegel gereja Yasmin bertentang dengan perundang-undangan RI. Keputusan Mahkamah Agung dan Rekomendasi Wajib Ombudsman RI adalah buktinya. Itu sebabnya tindakan walikota Bogor Diani Budiarto adalah pelanggaran dan pembangkangan hukum. Mantan wakil presiden yang menyebut dirinya negarawan namun menyatakan “semua pihak harus menghormati keputusan Walikota karena dia adalah otoritas tertinggi di wilayahnya” padahal keputusan Walikota itu sudah terbukti adalah pelanggaran dan pembangkangan hukum? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, benar-benar tidak mengerti hukum dan nggak cerdas dech.
Mantan Wapres Jusuf Kalla: dalam rentang waktu 20 tahun, pertumbuhan gereja sebesar 130 persen, sedangkan masjid 63 persen. Itulah bukti bahwa Muslim sangat menghormati non-Muslim.
Bengcu Menggugat: Kerabatku sekalian, benarkah pertumbuhan gereja lebih besar dari masjid? Benar! Kenapa demikian? Karena kebanyakan mushola dan masjid didirikan tanpa IMB itu sebabnya tidak tercatat di dalam statistik. Kenapa Jusuf Kalla yang adalah seorang Islam, negarawan, bahkan mantan wakil presiden tidak mengerti kebenaran demikian? Karena Jusuf Kalla pura-pura tidak tahu atau dia nggak cerdas sama sekali? Saya tidak tahu.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla: Gereja terbesar di Asia ada di Kemayoran dan itu tak dilarang. Lalu, mengapa hanya satu gereja kecil ditolak semua berang seperti negeri ini mau kiamat. Di mana toleransi kita? Apabila yang satu kecil saja kita protes terus, tapi yang besar kita tidak berterima kasih, di mana rasa syukur kita?
Bengcu Menggugat: Gereja besar yang ada di Kemayoran adalah Katedral Mesias yang hanya bisa menampung 4.500 orang. Graha Bethany Nginden di Surabaya bisa menampung 20.000 orang. Gereja Yoido Full Gospel Church di Korea Selatan mampu menampung 28.000 orang. Mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, bila tidak sok tahu Jusuf Kalla pasti membual ketika menyatakan gereja terbesar di Asia ada di Kemayoran.
Bengcu Menggugat: Indonesia terdiri dari 34 provinsi, 5 di antaranya berstatus khusus. Dari 34 kepala daerah tingkat 1, hanya Gubernur Banten, Atut Chosiyah yang ditahan KPK dengan tuduhan korupsi. Mengapa hanya satu provinsi kecil ditangkap gubernurnya semua berang seperti negeri ini mau kiamat? Di mana toleransi kita? Apabila yang satu kecil saja kita protes terus, tapi yang besar kita tidak berterima kasih, di mana rasa syukur kita?
Kerabatku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya bertanya, menurut anda Jusuf Kalla cerdas?
Walikota Bogor udah bukan Diani Budiarto, digantikan oleh Bima Arya. Apa dengan adanya walikota baru ada harapan untuk GKI Yasmin?
Hai hai memang jeli…sudah saatnya berani bicara…..ini kan jaman demokrasi,…
thanks pujiannya. Para penjaga Bhineka Tunggal Ika memang harus berani berteriak untuk menjaga Indonesia agar tetap menjadi rumah bersama bagi semua.
Kita tunggu saja. Semoga Bima Arya beraksi pada waktunya nanti.
Syukurlah JK tdk menjadi presiden RI. Pasti dia otoritter. Tx God
Kebetulan tadi malam saya dan teman2 sekantor diskusi tentang kriteria seorang tokoh yang bisa disebut ‘negarawan’. Ada teman yang bilang bahwa seorang negarawan harus mengerti dan memahami pluralisme di NKRI.
Siapa contohnya?
Prabowo? bolehlah
Dahlan Iskan? boleh
ARB? ga jelas…
SBY? terbukti sudah 2 peride
Surya Paloh? ngomong doang itu…
Hari Tanu? hahhhhhhh ngaco kamu…
Jusuf Kalla? nah ini dia…
Gita Wirjawan? wala…wala… Gita itu masih anak kemarin, baru pulang dari Amrik ngambil doktornya, beruntung aja dia pernah jadi menteri perdagangan.
Joko Widodo? belum ada apa2nya itu…
hahaha… saya katakan, seorang negarawan adalah seseorang yang memiliki KARAKTER yang jelas (tekun, sabar, jujur, bertanggung jawab, percaya diri dan rendah hati. Serta satu hal yang pasti CERDAS.
Jusuf Kalla negarawan? Jusuf Kalla cerdas?
Jusuf Kalla = Kura-kura dalam perahu
Seorang disebut negarawan jika punyanjiwa memimpin terlebih dahulu, dan mau peduli terhadap org yg dipimpinnya
Graha Bethany Nginden berkapasitas 35ribu orang setelah di renovasi
thanks pemberitahuannya. Namun sampai hari ini masih pada berdebat, sebetulnya kapasitasnya 20.000 atau 35.000? Saya ambil yang rendah saja dech.
Graha Bethany Nginden setahu saya secara resmi bukan gereja, begitu juga beberapa “gereja” besar lain yang ada di Indonesia. Kelihatannya hanya / baru GRII, gereja dengan kapasitas besar yang diakui secara resmi oleh pemerintah. Peraturan / persyaratan izin pembangunan gereja lah yang membuat banyak gereja akhirnya menyiasati dengan mengajukan izin pembangunan gedung yang nantinya akan dipergunakan sebagai tempat beribadah. Begitupun dengan SICC Sentul dan Holly Stadium Semarang.