Adi W Gunawan Membual Tentang Hipnoanestesi


Gambar: tripwow.tripadvisor.com

Adi W Gunawan Adi W Gunawan Institute Of Mind Technology. Salah satu cara PENIPUAN yang dia lakukan adalah menceritakan dongeng-dongeng hipnoterapi sebagai kisah nyata. Kali ini dia menulis dongeng tentang aplikasi hipnoterapi di bidang medis, khususnya anestesi untuk operasi. Dia mendongeng tentang dua pasien yang menjalani operasi hernia tanpa obat bius karena mempraktekkan Mental Anestesi. Mari kita menguliti tipuanya helai demi helai seperti menguliti bawang bombai.

Memberanikan diri bertanya, di status face book-nya Adi W Gunawan Menulis:

Adi W Gunawan: Sore ini kami juga menyaksikan video aplikasi hipnoterapi di bidang medis, khususnya anestesi untuk operasi. Dua pasien menjalani operasi hernia sama sekali tanpa obat bius. Yang dilakukan adalah anestesi mental. Selama operasi pasien tetap sadar sepenuhnya, dapat mengikuti operasi dengan baik, sama sekali tidak merasa sakit, tetap nyaman hingga usai operasi. Setelah operasi bisa langsung buka mata, bangun segar, sadar sepenuhnya, bisa langsung berdiri, dan bisa berbincang dengan dokter dan perawat. Satu pasien menjalani operasi didampingi terapis, dan satunya lagi hanya menggunakan self-hypnosis, tanpa ada terapis yang berjaga di sampingnya.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, apakah kisah Adi W Gunawan menyaksikan video tentang dua pasien menjalani operasi hernia tanpa obat bius karena menggunakan mental anestesi adalah kisah nyata? Bisa saja demikian. Namun, kalau pun dia menyaksikan video demikian maka kisah dalam video yang dia tonton mustahil kisah nyata. Kenapa demikian?

Kerabatku sekalian, sampai saat ini, Departemen Kesehatan alias Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tidak mengakui hipnotis sebagai ilmu pengobatan. Sampai hari ini ilmu kedokteran tidak mengakui hipnoanestesi (hipnotis untuk pembiusan) sebagai cara untuk membius pasien. Sampai hari ini belum ada pemerintah di dunia yang mengakui hipnoanestesi sebagai ilmu anestesi atau cara untuk membius pasien.

Berdasarkan fakta tersebut di atas maka melakukan operasi hernia tanpa pembiusan adalah MALPRAKTEK. Melakukan operasi hernia dengan pembiusan hipnotis adalah MALPRAKTEK.  Melakukan pembiusan mental anestesi terhadap pasien operasi hernia adalah MALPRAKTEK.

Biarkan Adi W Gunawan terus MEMBUAL sampai MENYANGKAL bualannya sendiri adalah CARA paling mudah untuk membongkar PENIPUANNYA.

Operasi hernia tanpa pembiusan? Operasi dari hongkong? Operasi hernia dengan mental anestesi? Mental anestesi dari hongkong? Hipnoterapi bidang medis? Medis dari hongkong?

24 thoughts on “Adi W Gunawan Membual Tentang Hipnoanestesi

  1. Kompas, Selasa, 19 November 2013. Rubrik ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI halaman 14.
    ……………..
    “Hipnoterapis klinis bukan dokter. Ia tidak boleh mendiagnosis penyakit fisik, membuat resep, apalagi menghentikan terapi dokter,” kata Presiden Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia Adi W Gunawan di Jakarta, Rabu (3/11).
    …………….
    Dokter spesialis dalam konsultan endokrinologi metabolik dan diabetes Rumah Sakit Santosa, Bandung, Adhiarta, mengatakan hipnosis dapat digunakan untuk membantu pengidap diabetes melitus tipe 2 atau akibat gaya hidup untuk mengontrol gula darah.
    …………..
    Adhiarta pernah menerapkan hipnosis untuk menggantikan anestesi atau pembiusan pada pasien yang menjalani bedah perut akibat ketiadaan dokter anestesi.
    ………………….
    >>>>>>>>>>>>>>
    Bagaimana haihai, kami tunggu kabar anda untuk mengkonfirmasi berita tersebut ke Adhiarta,dr.,SpPD-KEMD

  2. Mich: Dokter spesialis dalam konsultan endokrinologi metabolik dan diabetes Rumah Sakit Santosa, Bandung, Adhiarta,pernah menerapkan hipnosis untuk menggantikan anestesi atau pembiusan pada pasien yang menjalani bedah perut akibat ketiadaan dokter anestesi.

    Dr spesialis penyakit dalam tidak melakukan operasi. Yang melakukan operasi adalah dokter spesialis bedah. Dr. spesialis penyakit dalam menerapkan hipnosis untuk menggantikan anestesi atau pembiusan pada pasien yang menjalani bedah perut akibat ketiadaan dokter anestesi, PASTI PEMBUAL atau MALPRAKTEK. Ha ha ha ha ha ha …… jangan-jagan OPERASI KETUPAT waktu mau lebaran ya? ha ha ha ha …

  3. Mich: Adhiarta pernah menerapkan hipnosis untuk menggantikan anestesi atau pembiusan pada pasien yang menjalani bedah perut akibat ketiadaan dokter anestesi.

    Bengcu: Dr spesialis penyakit dalam tidak melakukan operasi. Yang melakukan operasi adalah dokter spesialis bedah. Dr. spesialis penyakit dalam menerapkan hipnosis untuk menggantikan anestesi atau pembiusan pada pasien yang menjalani bedah perut akibat ketiadaan dokter anestesi, PASTI PEMBUAL atau MALPRAKTEK. Ha ha ha ha ha ha …… jangan-jagan OPERASI KETUPAT waktu mau lebaran ya? ha ha ha ha …

    Di sini tampak sesat pikir atau logika yang salah dalam berpikir yang dilakukan Ang Ci Yang alias Bengcu. Di dalam tulisan Mich, yang ia kutip dari Kompas halaman 14, terbit Rabu 19 Nov 2013, SAMA SEKALI tidak menyatakan bahwa dr. Adhiarta melakukan bedah. Dengan logika yang salah, kekurangcermatan, maaf bila saya agak to the point berkata kebodohan, Ang Ci Yang salah dalam membuat simpulan karena didasarkan pada asumsi bukan FAKTA,

    Di sinilah terlihat ketidakbijaksanaan Ang Ci Yang. Bila ingin membuktikan kebenaran pernyataan dr. Adhiarta maka logikanya adalah Ang Ci Yang (alias Bengu) menghubungi Adi W. Gunawan untuk minta nomor telpon dr. Adhiarta dan melakukan cross-check. Dan tentu akan sangat riskan bila sebagai seorang dokter dan konsultan dr. Adhiarta berkata bohong di depan para wartawan.

    Ang Ci Yang juga melakukan ketidakjujuran dalam menjelaskan kalau anestesi itu bohong. Yang ditampilkan adalah video Dr. John Butler saat menjelaskan mengenai anestesi TAPI TIDAK berani menampilkan video lain di mana Dr. John Butler melakukan hipnoanestesi kepada seorang pasien di salah satu rumah sakit di Inggris saat pasien ini menjalani operasi hernia TANPA obat bius. Video ini ada di Youtube tapi tidak berani ditampilkan.

    Mengapa? Kalau ditampilkan maka “kebenaran” tulisan Ang Ci Yang akan runtuh dengan sendirinya dan akan tampak semua ketidakkonsistenannya serta ketidakjujuran dalam menulis informasi.

    Repot memang bila semangat yang digunakan Ang Ci Yang bukan untuk belajar tapi melakukan black campaign. Sebenarnya, kalau mau membuktikan bahwa para tokoh hipnoterapi itu bohong atau penipu maka buat janji untuk jumpa. Tapi saya baca di komentar Ang Ci Yang, di blog-nya sendiri, ia tidak berani bertemu langsung, tatap muka, dengan para tokoh hipnoterapi yang ia katakan penipu dan pembohong.

    Sebenarnya mudah bila ingin jumpa para tokoh ini. Mereka punya lembaga, alamat, dan nomor telpon. Tinggal dihubungi saja dan diajak jumpa untuk diskusi. Namun Ang Ci Yang selalu menolak dengan berbagai alasan. Bahkan di wall FB Pak Yan Nurindra, saat ditantang oleh salah satu rekan untuk jumpa, Ang Ci Yang tidak berani.

    Di sisi lain, ada baiknya Ang Ci Yang, Anda, membaca dulu berbagai buku mengenai hipnoterapi dan juga jurnal hipnosis/hipnoterapi sehingga bila berdebat dengan para tokoh ini menggunakan jalur yang sama yaitu jalur ilmiah. Dalam dunia akademik, jurnal menempati posisi paling tinggi sebagai informasi primer dan utama.

    Bila benar hipnosis/hipnoterapi ini bohong maka jelas tidak mungkin sampai ada terbit jurnal ilmiah hipnosis/hipnoterapi.

  4. Kisanak, tulisan-tulisan saya tentang hipnotis terpampang 24 jam setiap harinya. Siapa saja bisa membacanya dan MENGUJINYA. Apa bila yang hai hai tulis SALAH, tunjukkan SALAHNYA dan ajarkan yang BENAR! Kenapa anda tidak melakukan hal demikian ya? Kenapa tidak ada satu hipnoterapis pun yang melakukannya ya? hai hai MEMANG tidak BERANI ketemu para hipnoterapis itu jadi TOLONG kasihanilah hai hai. Jangan paksa dia untuk ketemuan.

  5. haihai :
    Kisanak, kenapa tidak menyebut nama anda dengan gamblang? anda seorang dokter? Anda dokter di rumah sakit mana ya? Siapakah nama rekan sejawat anda, dokter senior dan CEO salah satu rumah sakit swasta terbesar di Surabaya? Kalau anda sebut namanya, saya bisa melakukan konfirmasi, benarkah dia mengucapkan hal yang anda kutip sebagai ucapannya?
    https://bengcumenggugat.wordpress.com/2013/07/19/bengcu-menggugat-hipnotis-adalah-sulap-tanpa-trik/comment-page-2/#comment-18328
    >>>>>>>>>>>>>>>>
    Jika anda mencari/mengajarkan KEBENARAN, silahkan lakukan konfirmasi.

  6. Kuncoro :
    Selain itu, salah satu rekan sejawat saya, seorang dokter senior dan CEO salah satu rumah sakit swasta terbesar di Surabaya juga telah belajar ke Bpk. Adi. Saat saya tanya Beliau mengenai materi yang Bpk. Adi ajarkan, Beliau berkata, “Semua yang Pak Adi ajarkan sangat logis, ilmiah, terstruktur, dan secara klinis dan empiris terbukti sangat efektif mengatasi masalah yang berhubungan dengan emosi dan perilaku. Pengetahuan Pak Adi di bidang hipnoterapi klinis sangat dalam. Semua pertanyaan dapat Beliau jawab dengan sangat baik. Beliau juga dapat menunjukkan sumber yang menjadi acuan dalam menjelaskan suatu teori atau teknik.

    haihai :
    Kisanak, kenapa tidak menyebut nama anda dengan gamblang? anda seorang dokter? Anda dokter di rumah sakit mana ya? Siapakah nama rekan sejawat anda, dokter senior dan CEO salah satu rumah sakit swasta terbesar di Surabaya? KALAU ANDA SEBUT NAMANYA, SAYA BISA MELAKUKAN KONFIRMASI, benarkah dia mengucapkan hal yang anda kutip sebagai ucapannya?

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    Sekarang ada berita penerapan hipno-anestesi di RS Santosa Bandung oleh dr. Adhiarta. Akankah anda melakukan konfirmasi ke beliau ??

  7. Kisanak, Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang MENGADAKAN pembedahan dengan hipnoanestesi karena tidak ada dokter anestesi nggak perlu dikonfirmasi lagi karena dia pasti MEMBUAL. Membual karena dr penyakit dalam tidak pernah mengadakan operasi sebab yang mengadakan operasi adalah dokter bedah. Di samping itu, dr. Adhiarta adalah seorang hipnoterapis. Itu adalah fakta lainnya bahwa dia membual. Jadi, yang saya lakukan bukan konfirmasi namun penyelidikan untuk membongkar tipuannya. ha ha ha ha ha …..

  8. Wahai para rekan hypnoterapi…sudahlah hentikan upaya kita untuk mengajak Bang Beng Hai merubah pendapat dan keyakinannya tentang kebohongan hypnoterapi. Kenapa kita harus repot dan merasa risih, toh Bang Beng Hai juga gak memaksa kita yang sdh merasakan manfaat hypnoterapi untuk berbalik menjadi menyangkal hypnoterapi. Jadi kita juga gak perlu habiskan waktu untuk memaksanya mengakui manfaat dan kebenaran teknik hypnoterapi. Masing-masing orang punya konsep dan sudut pandang yang berbeda. Karena itu masing2 orang bebas untuk berpendapat sesuai konsep dan sudut pandangnya. Kalau kita sudah yakin dan merasakan manfaat hypnoterapi sebagai suatu teknik yang benar-benar efektif, gak perlu takut dan risih bila ada orang yang menganggapnya sebagai suatu kebohongan. Toh belum tentu juga semua masyarakat akan mempercayai pernyataan Bang Beng Hai, sebagaimana kita juga gak bisa memaksakan semua masyarakat untuk menerima kebenaran dan keefektifan hypnoterapi. Saya fikir semua penjelasan kita atas blog ini sudah cukup menjadi bahan pertimbangan bagi seluruh masyarakat yang membacanya untuk menyimpulkan yang terbaik buat mereka masing-masing. yang perlu kita lakukan adalah…terus tingkatkan kemampuan kita dan bantu seluruh lapisan masyarakat dgn Ilmu yang sdh kita miliki dengan imbalan (profesional fee) yang terjangkau sesuai dengan kemampuan klien. Jangan sampai masyarakat yg belum mampu tidak bisa mendapatkan manfaatnya hanya karena biaya layanan hypnoterapi yang kaku (Tinggi tanpa pengecualian…).

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.