Bengcu Menggugat Respon Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik


Gambar: ilovejesus-ministry.blogspot.com

Robby Kristian Sitohang menuduh, “Media-media keliru menafsirkan, mengutip sepotong-sepotong, dan menuduh Paus Fransiskus seorang liberal sehingga yang disampaikan oleh Paus Fransiskus menjadi kabur atau dikaburkan.” Lebih lanjut dia berkata, “Dalam konteks pemberitaan yang kabur oleh media-media ini yang mengira Paus sedang menyangkal iman Katoliknya, seharusnya kita bertanya-tanya juga mengapa Paus dan kita masih menjadi seorang Katolik? Mengapa Paus dan kita tidak menjadi universalis atau spiritualis tanpa agama?” Benarkah Paus menyangkal iman Katoliknya? Benarkah Media mengaburkan pernyataan Paus? Kenapa banyak orang Katolik kebakaran jenggot?

Memberanikan diri bertanya, Tentang blog Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik, di Indonesiapapist.com Robby Kristian Sitohang merespon:

Banyak umat Katolik juga non-Katolik terkejut atau bingung dengan pemberitaan media-media Indonesia yang bertajuk “Paus Fransiskus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik”. Jika membandingkan pemberitaan di media-media tersebut dengan teks asli wawancara Paus Fransiskus dengan Ateis bernama Eugenio Scalfari, dapat dengan mudah ditemukan fakta bahwa media-media keliru menafsirkan, mengutip sepotong-sepotong, dan menuduh Paus Fransiskus seorang liberal. Seorang rekan sesama admin di page Katolik Menjawab telah membuat tanggapan atas pemberitaan media-media tersebut. Saya sangat merekomendasikan anda sekalian membacanya. Silahkan klik link di bawah ini:

Pada artikel ini, saya hendak mengajak para pembaca sekalian untuk membaca pernyataan Paus Fransiskus mengenai keyakinan Beliau akan Allah dalam terang sebuah homili yang Paus Fransiskus berikan pada Pesta Santo Georgius. Sebelumnya saya akan mengutip tanya jawab dalam wawancara tersebut yang menjadi topik artikel ini:

“It has almost never been the case. Often the Church as an institution has been dominated by temporalism and many members and senior Catholic leaders still feel this way. But now let me ask you a question: you, a secular non-believer in God, what do you believe in? You are a writer and a man of thought. You believe in something, you must have a dominant value. Don’t answer me with words like honesty, seeking, the vision of the common good, all important principles and values but that is not what I am asking. I am asking what you think is the essence of the world, indeed the universe. You must ask yourself, of course, like everyone else, who we are, where we come from, where we are going. Even children ask themselves these questions. And you?”

“Ini hampir tidak pernah terjadi. Seringkali Gereja sebagai lembaga didominasi oleh temporalisme dan banyak anggota dan pemimpin senior Katolik  yang masih berpikir demikian. Namun sekarang, izinkan saya bertanya kepada anda., “Anda, orang sekuler yang tidak percaya kepada Allah, Apa yang anda yakini? Anda seorang penulis dan pemikir. Anda percaya pada sesuatu, anda pasti punya sesuatu yang bernilai dominan.  Jangan menjawab saya dengan kata-kata seperti kejujuran, pencarian, pandangan tentang kebaikan umum, segala kebaikan nilai hakiki, karena bukan itu yang saya tanyakan. saya bertanya apa pikiran anda tentang hakekat dunia di dalam alam semesta. Anda pasti bertanya kepada diri sendiri seperti orang lain, siapa kita, dari mana kita berasal, kemana kita akan pergi? Bahkan anak-anak pun mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan demikian kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan anda? Terjemahan hai hai

I am grateful for this question. The answer is this: I believe in Being, that is in the tissue from which forms, bodies arise.

Saya sangat menghargai pertanyaan ini. Jawabannya adalah: saya percaya pada Being (keberadaan), yang darinya tubuh muncul. Terjemahan hai hai

I believe in God, not in a Catholic God. There is no Catholic God, there is God and I believe in Jesus Christ, his incarnation,” the pope said in the interview with the Italian newspaper La Repubblica, as quoted by the Inquisitr. “Jesus is my teacher and my pastor, but God, the Father, Abba, is the light and the Creator. This is my Being. Do you think we are very far apart?”

“Saya percaya kepada Allah, bukan kepada Allah Katolik. Allah Katolik itu tidak ada. Allah itu ada dan saya percaya kepada Kristus inkarnasinya,” Kata Paus dalam interview oleh koran Italia La Republica seperti yang dikutip The Inquisitr. “Yesus adalah guru dan gembala saya namun Allah, Sang Bapa, Abba, adalah Terang dan Pencipta. Itulah “Being” saya. Anda pikir kita berbeda jauh sekali? Terjemahan hai hai

Di sini, Paus Fransiskus mengajukan pertanyaan kepada Scalfari, “sebagai seorang yang tidak percaya kepada Allah, apa yang engkau percayai?”. Scalfari menjawab bahwa dia percaya pada Being yang dipahami sebagai esensi dunia, sesuatu yang membentuk. Dan barulah setelah itu Paus Fransiskus merespon “Saya percaya kepada Allah, tidak kepada seorang Allah Katolik, tidak ada Allah Katolik, yang ada adalah Allah dan saya percaya kepada Yesus Kristus, inkarnasi-Nya. Yesus adalah guru dan gembala saya, tetapi Allah Bapa, Abba adalah terang dan Pencipta. Ini adalah Being saya. Apakah kamu berpikir kita sungguh terpisah jauh?”

Sebenarnya dengan melihat konteks wawancara tersebut, kita menemukan sesuatu yang cukup jelas dan tidak bertentangan dengan iman Gereja Katolik. Di sini, Paus Fransiskus sedang mengajak Si Ateis Scalfari untuk mencari dan mengenal Allah lebih dalam, sembari Paus Fransiskus menegaskan bahwa Allah itu bukan hanya Allah bagi orang Katolik tapi bagi semua manusia termasuk bagi para ateis. Sayangnya pemahaman yang berbeda disampaikan media-media Indonesia sehingga apa yang disampaikan oleh Paus Fransiskus menjadi kabur atau dikaburkan.

Dalam konteks pemberitaan yang kabur oleh media-media ini yang mengira Paus sedang menyangkal iman Katoliknya, seharusnya kita bertanya-tanya juga mengapa Paus dan kita masih menjadi seorang Katolik? Mengapa Paus dan kita tidak menjadi universalis atau spiritualis tanpa agama?

Homili Paus Fransiskus dalam Pesta St. Georgius memberikan kejelasan atas pertanyaan-pertanyaan ini.

And so the Church was a Mother, the Mother of more children, of many children. It became more and more of a Mother. A Mother who gives us the faith, a Mother who gives us an identity. But the Christian identity is not an identity card: Christian identity is belonging to the Church, because all of these belonged to the Church, the Mother Church. Because it is not possible to find Jesus outside the Church. The great Paul VI said: “Wanting to live with Jesus without the Church, following Jesus outside of the Church, loving Jesus without the Church is an absurd dichotomy.” And the Mother Church that gives us Jesus gives us our identity that is not only a seal, it is a belonging. Identity means belonging. This belonging to the Church is beautiful.

Demikianlah Gereja adalah seorang Bunda, Bunda dari lebih banyak anak, banyak anak. Gereja semakin dan semakin menjadi seorang Bunda. Seorang Bunda yang memberikan kita iman, seorang Bunda yang memberikan kita sebuah identitas. Tetapi identitas Kristiani bukanlah sebuah kartu identitas (KTP):  Identitas Kristiani adalah menjadi milik Gereja, karena semua ini merupakan milik Gereja, [milik] Bunda Gereja. Karena tidaklah mungkin menemukan Yesus di luar Gereja. Sang Agung Paus Paulus VI berkata: “Ingin hidup bersama Yesus tanpa bersama Gereja, mengikuti Yesus di luar Gereja, mencintai Yesus tanpa Gereja adalah sebuah dikotomi yang absurd.” Dan Bunda Gereja yang memberikan kita Yesus, memberi kita identitas yang bukan sekedar sebuah materai, [tapi] suatu kepemilikan. Identitas berarti kepemilikan. Menjadi milik Gereja ini adalah [hal] yang indah.

Dan di bagian dari paragraf terakhir dari homili tersebut, Paus Fransiskus menegaskan kembali:

 “Think of this Mother Church that grows, grows with new children to whom She gives the identity of the faith, because you cannot believe in Jesus without the Church.”

“Pikirkanlah mengenai Bunda Gereja ini yang tumbuh dan tumbuh dengan anak-anak baru yang kepada mereka dia (Bunda Gereja) memberikan identitas iman, karena engkau tidak dapat percaya kepada Yesus tanpa Gereja.”

Bagi yang familiar dengan pengajaran Bapa Gereja St. Siprianus dari Kartago, kita bisa melihat bahwa Paus Fransiskus dalam homilinya ini menegaskan kembali apa yang disampaikan St. Siprianus dari Kartago mengenai Gereja sebagai Bunda dan dalam relasinya dengan Allah sebagai Bapa.

Thus too the Church bathed in the light of the Lord projects its rays over the whole world, yet there is one light which is diffused everywhere, and the unity of the body is not separated. She extends her branches over the whole earth in fruitful abundance; she extends her richly flowing streams far and wide; yet her head is one, and her source is one, and she is the one mother copious in the results of her fruitfulness. By her womb we are born; by her milk we are nourished; by her spirit we are animated. (St. Cyprian of Carthage, On The Unity of the Catholic Church chapter 5)

Demikian juga gereja bermandikan cahaya kehendak Tuhan yang menerangi seluruh dunia, namun hanya ada satu cahaya yang menyebar ke mana-mana yang kesatuan tubuhnya tidak dipisahkan. Dia menambahkan cabang-cabangnya di seluruh bumi dan berbuah berlimpah-limpah; Dia menambah aliran kekayaannya  jauh dan luas. Namun kepalanya satu dan sumbernya adalah satu dan dia adalah seorang ibu yang kesuburannya berlimpah-limpah. Dengan rahimnya kita dilahirkan, oleh susunya dia menghidupi kita, dengan jiwanya kita dihidupkan (St. Cyprian of Carthage, On The Unity of the Catholic Church chapter 5) Terjemahan hai hai

The spouse of Christ cannot be defiled; she is uncorrupted and chaste. She knows one home, with chaste modesty she guards the sanctity of one couch. She keeps us for God; she assigns the children whom she has created to the kingdom. Whoever is separated from the Church and is joined with an adulteress is separated from the promises of the Church, nor will he who has abandoned the Church arrive at the rewards of Christ. He is a stranger; he is profane; he is an enemy. He cannot have God as a father who does not have the Church as a mother. (St. Cyprian of Carthage, On The Unity of the Catholic Church chapter 6)

Istri Kristus tidak bisa najis; dia tidak cemar dan suci. Dia tahu satu rumah, dengan kerendahan hati sucinya dia menjaga kesucian satu  dipan. Dia menjaga kita untuk Allah;  dia mengutus anak-anak yang diciptaannya untuk kerajaan. Siapa pun yang terpisah dari gereja dan bergabung dengan penzinah terpisah dari perjanjian gereja, mereka yang telah meninggalkan gereja mustahil mendapat anugerah Kristus. Dia adalah orang asing, ia adalah orang cemar, dia adalah musuh. Dia tidak dapat memiliki Allah sebagai Bapaknya tanpa gereja sebagai ibunya. (St. Cyprian of Carthage, On The Unity of the Catholic Church chapter 6) Terjemahan hai hai

Sangat jelas diajarkan oleh St. Siprianus, dan digemakan lagi oleh Paus Fransiskus, bahwa mereka yang tidak memiliki Gereja sebagai Bunda tidak dapat memiliki Allah sebagai Bapa. Kebundaan Gereja sendiri secara konsisten sudah diajarkan sejak era Para Bapa Gereja Awal.

Kita bisa mendapatkan sebuah kejelasan di sini dari memahami pernyataan Paus Fransiskus dalam wawancara tersebut dalam kesatuan dengan homili Paus Fransiskus pada Pesta St. Georgius.

Paus Fransiskus menjelaskan tidak pernah Gereja mengajarkan bahwa ada yang namanya Allah Katolik. Allah adalah Allah. Dia adalah Allah bagi seluruh manusia tak peduli agamanya atau keyakinannya apa termasuk bagi Si Ateis Eugenio Scalfari, terlepas dari mereka percaya atau tidak. Allah memang mendirikan GerejaNya, yaitu Gereja Katolik. Tapi hal ini bukan berarti bahwa Dia secara eksklusif hanya menjadi Allah bagi orang Katolik saja atau menjadi salah satu dari banyak ilah-ilah atau sesembahan yang ada di dunia. Demikian juga Allah yang berinkarnasi, Tuhan Yesus Kristus, yang diimani oleh Paus Fransiskus; Yesus bukan hanya Tuhan bagi umat Katolik tapi juga bagi semua orang, dan Tuhan Yesus Kristus tidaklah mungkin ditemukan di luar Gereja. Kita tidak dapat percaya kepada Yesus Kristus Sang Allah tanpa Gereja.

pax et bonum

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, Kompas.com mengunggah artikel berjudul: Paus Fransiskus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik. Beberapa media online dan blogsite lalu mengutipnya. Kompas.com hanya memuat sebagian kecil dari wawancara Paus, sama sekali memotong-motong. Kompas.com hanya menerjemahkan wawancara yang bersangkutan, meskipun terjemahannya tidak lengkap 100% namun sama sekali tidak mengaburkannya. Tidak ada perubahan isi sama sekali antara terjemahan Kompas.com dan kalimat-kalimat aslinya. Kompas.com menuduh Paus Fransiskus seorang liberal? Tidak! Kompas.com hanya memberitakan fakta bahwa Paus Fransiskus memang disebut liberal oleh orang-orangKatolik Fundamentalis. Setiap orang yang membaca tanpa prasangka pasti menemukan fakta bahwa penulis berita tersebut sama sekali tidak mengemukakan opininya atas berita yang ditulisnya.

Saya sudah mencari-cari di internet dengan mesin pencari google, dan tidak menemukan satu tulisan berbahasa Indonesia pun yang menuduh Paus Fransikus menyangkal iman Katoliknya. Itu berarti tuduhan “Media-media mengira Paus Fransiskus menyangkal imat katoliknya” tidak lebih dari pepesan kosong belaka.

Selain tulisan di atas, saya juga menemukan dua blog lainnya yang berapologetika menghadapi berita Kompas.com tersebut. Pertama, di grup FB Katolik Menjawab. Kedua, di blog Katolisitas. Untuk membaca tulisan bengcu menggugat tulisan di FB Katolik Menjawab, silahkan klik di Sini.

Allah Katolik

Kerabatku sekalian, apakah Allah yang disembah oleh umat Yudaisme, Islam dan khonghucu adalah Allah yang disembah oleh umat Katolik? Bukan! Apakah Allah yang disembah oleh umat Kristen, Saksi Yehova, Mormon, bahkan Allah yang disembah oleh pastor Greg Reynold dari Gereja Katolik Australia yang baru diekskomunikasi oleh Vatikan adalah Allah yang disembah oleh umat Katolik? Mustahil. Kenapa demikian? Karena mereka tidak menyembah Allah Katolik.

Allah Katolik bukan Allah universal. Allah Katolik hanya disembah oleh umat Katolik alias anak-anak gereja Katolik. Itu sebabnya dikatakan, seseorang mustahil memiliki Allah (Katolik) sebagai Bapanya tanpa gereja Katolik sebagai ibunya.

Bila demikian, kenapa Robby Kristian Sitohang menyatakan, “Di sini, Paus Fransiskus sedang mengajak Si Ateis Scalfari untuk mencari dan mengenal Allah lebih dalam, sembari Paus Fransiskus menegaskan bahwa Allah itu bukan hanya Allah bagi orang Katolik tapi bagi semua manusia termasuk bagi para ateis.”? Karena dia tidak mengerti ajaran Gereja Katolik sama sekali bahkan dia tidak paham paragraf-paragraf yang dikutipnya untuk berapologetika. Mengenaskan.

Apakah Allah Katolik alias Allah yang disembah oleh umat Katolik adalah Allah umat Yudaisme, Islam, khonghucu, Kristen, Saksi Yehova, Mormon, pastor Greg Reynold dari Gereja Katolik Australia yang baru diekskomunikasi oleh Vatikan? Mustahil! Kenapa demikian? Karena anda mustahil memiliki Allah (Katolik) sebagai Bapamu tanpa gereja Katolik sebagai ibumu.

Saya percaya kepada Allah, bukan kepada Allah Katolik. Allah Katolik itu tidak ada. Allah itu ada dan saya percaya kepada Kristus inkarnasinya,” Kata Paus dalam interview oleh koran Italia La Republica seperti yang dikutip The Inquisitr. “Yesus adalah guru dan gembala saya namun Allah, Sang Bapa, Abba, adalah Terang dan Pencipta. Itulah “Being” saya. Anda pikir kita berbeda jauh sekali? Allah tidak Katolik. Allah itu universal dan kami disebut Katolik karena cara kami menyembah-Nya.

Kerabatku sekalian, apa yang dapat kita simpulkan dari pernyataan paus Fransiskus tersebut di atas?

1.    Paus Fransiskus tidak paham ajaran: Anda mustahil memiliki Allah (Katolik) sebagai Bapamu tanpa gereja Katolik sebagai ibumu.
2.    Paus Fransiskus khilaf sehingga menyangkal ajaran: Anda mustahil memiliki Allah (Katolik) sebagai Bapamu tanpa gereja Katolik sebagai ibumu.
3.    Paus Fransiskus menyangkal ajaran: Anda mustahil memiliki Allah (Katolik) sebagai Bapamu tanpa gereja Katolik sebagai ibumu.
4.    Paus Fransiskus menganggap ajaran: Anda mustahil memiliki Allah (Katolik) sebagai Bapamu tanpa gereja Katolik sebagai ibumu, makanya menyangkalnya alias membenahinya dengan pernyataannya di atas.

Allah Mendirikan Gereja Di atas Petra Bukan Petros

Robby Kristian Sitohang: Allah memang mendirikan GerejaNya, yaitu Gereja Katolik.

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (Petros) dan di atas batu karang (Petra) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (ekklesia) dan alam maut tidak akan menguasainya. Matius 16:18

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Matius 16:19

dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang (petra) rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang (petra) itu ialah Kristus. 1 Korintus 10:4

Orang-orang Katolik memang lucu. Mereka mengaku gereja Katolik didirikan oleh Allah di atas Petrus (petros) berdasarkan Matius 16:18, padahal ayat tersebut mencatat dengan tegas dan gamblang bahwa jemaat alias gereja alias Ekklesia di dirikan di atas PETRA (batu karang) bukan di atas PETROS (petrus). Siapakah PETRA yang dimaksudkan oleh Matius 16:18? 1 Korintus 10:4 mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Kristus adalah PETRA.

Siapakah NYA yang dimaksudkan di dalam Matius 16:18? Siapakah yang tidak akan dikuasai oleh alam maut? Jemaat alias gereja alias Ekklesia atau NYA yang di atasnya jemaat didirikan? Tentu saja NYA dalam ayat tersebut bukan Petros alias Petrus karena Petrus sudah MATI dan tubunya pun sudah membusuk jadi tanah. NYA di dalam ayat tersebut juga mustahil gereja alias jemaat alias kumpulan orang-orang Kristen (pengikut Kristus) karena semua manusia pasti MATI dan tubuhnya membusuk jadi tanah. Dengan demikian maka NYA dalam ayat tersebut adalah PETRA alias Kristus. Maut tidak menguasai Kristus.

Kepala Gereja Allah Adalah Kristus, Bukan Petrus Apalagi Paus

karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat (ekklesia). Dialah yang menyelamatkan tubuh. Efesus 5:23

Orang-orang Katolik percaya rasul Petrus adalah KEPALA gereja Katolik. Gelar untuk kepala gereja Katolik adalah Paus. Ketika Petrus meninggal maka jabatan kepala diwariskan kepada Paus penggantinya.

Berdasarkan fakta demikian maka nampak gamblang sekali bahwa gereja Katolik mustahil gereja Allah yang didirikan di atas PETRA alias KRISTUS sebab KEPALA gereja Allah adalah KRISTUS, bukan Petrus atau PAUS.

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. 2 Korintus 11:2

Berdasarkan Efesus 5:23 dan 2 Korintus 11:2, umat Katolik percaya bahwa gereja Katolik adalah ISTRI dari Kristus dan orang-orang Katolik adalah anak-anak gereja Katolik. Lebih lanjut diajarkan bahwa orang-orang Katolik DILAHIRKAN oleh gereja Katolik.

Kisanak, siapakah KAMU dalam 2 Korintus 11:2 yang dipertunangkan oleh Paulus sebagai perawan suci kepada Kristus? Gereja Katolikkah? Mustahil! Kenapa demikian? Karena KAMU dalam ayat tersebut adalah SETIAP orang Kristen di Korintus. Ditambah dengan Efesus 5:23 maka nampak gamblang sekali bahwa mempelai perempuan Kristus bukan GEREJA alias JEMAAT namun SETIAP orang Kristen (pengikut Kristus).

Umat Katolik percaya Gereja Katolik adalah BUNDA umat Katolik. Dengan rahimnya kita dilahirkan gereja Katolik, oleh susunya gereja Katolik menghidupi kita, dengan jiwanya kita dihidupkan oleh gereja Katolik. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, hai hai mustahil hidup dengan TAHYUL demikian.

26 thoughts on “Bengcu Menggugat Respon Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik

  1. ALLH ( Alef Lem Lem He = Alif Lam Lam Ha ) dalam letter arab / ibrani (dengan dua L) dibaca ALLOH atau ELLOH ( bukan ALLAH seperti yang diucapkan kristen)

  2. trus apa hubungannya dengan prasasti Moab ??? apakah anda tak melihat bahwa tak ada huruf empat huruf ALLH pada prasasti tsb ???

    yang ada adalah empat huruf YHWH = nama Tuhan yang digambarkan sebagai berhala patung sapi yang disembah oleh orang Samaria ( berdasar inskripsi Kuntilet Ajrud … silakan googling !!! ) yang pernah dihancurkan Musa … so itulah sebabnya Yesus melarang semua murid muridnya pergi ke jalan orang orang Samaria yang menyembah YHWH …. yang justru orang kristen cenderung menggunakan nama Tuhan YHWH daripada ALLH … ELLOWH (IM) ….

    tak mengherankam jika Nama Tuhan YHWH terdapat pada prasasti Moab bersesuaian dengan Raja Raja 2:3 …. yang menceritakan tentang Raja Samaria …

    2 Raja Raja 3: 1 Yoram, anak Ahab, menjadi raja di SAMARIA atas Israel dalam tahun kedelapan belas zaman Yosafat, raja Yehuda, dan ia memerintah dua belas tahun lamanya…. dst

  3. Makanya saya sempat tanya anda belajar tatabahasa darimana?

    Ketelitian anda juga perlu dipertanyakan. Saya bagi ilmu sedikit biar anda ga o’on. Elah (אלה) atau variasinya ‘allah (אלּה) yang artinya pohon oak itu adalah kata dari bahasa ibrani kangmas, bukan bahasa aram. Bahasa aram untuk pohon oak itu ‘baluta’. Dalam bahasa aram, elah artinya bukan pohon oak seperti bahasa ibrani, tetapi “God, Deity”. Anda juga salah kalau mengatakan Elah atau variasinya Alaha dalam bahasa aram ditulis dengan empat huruf ‘A L L H’ (catatan, ‘A’ di sini sebenarnya bukan huruf vokal melainkan sebuah konsonan penanda glottal stop). Elah ditulis dengan tiga (3) huruf ‘A (alaf) L (lamad) H (heh)’, L-nya hanya satu, tidak dua.

    Hubungannya dengan prasasti moab adalah tidak pernah ada sejarahnya kata (saya eja biar jelas) ‘A L L A H’ untuk menyebut God atau deity. Allah hanya ada di bahasa arab dan bahasa arab adalah turunan dari bahasa nabataean bin bahasa aram. Prasasti moab dijadikan peringatan akan mesha, orang moab. Orang moab menggunakan bahasa nabataean yang merupakan leluhur dari bahasa arab dan prasasti moab menggunakan bahasa nabataean. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Tuhannya orang ibrani adalah YHWH, bukan Alloh. Bahasa arab klasik saja baru muncul sekitar tahun 400 M, jadi bagaimana mungkin pengucapan untuk menyebut Tuhan yang benar sejak dulu adalah ALLH (Alloh) kalau sebutan itu sendiri baru muncul pada tahun 400 M setelah munculnya bahasa arab dari evolusi bahasa nabataean? Catatan dari prasasti moab menyebut bahwa Tuhan itu sejak dahulu adalah YHWH bukan ALLH, sebabnya pada jaman ditulisnya prasasti itu, kata Alloh masih belum ada.

    Wah, anda main menyebut kuntilet ajrud? Hebat. Tapi sayangnya lagi-lagi anda salah dan masih harus belajar lebih banyak lagi. Dalam situs kuntilet ajrud mengandung inskripsi begini:

    BRKTh. ‘TKM. LYHWH. ShMRN. WL’ShrTh (aku memberkatimu demi Yahweh dari Samaria dan Astarte). Anda harus memperhatikan bahwa di situ disebutkan ‘Yahweh dari samaria’, bukan ‘Yahweh’ saja, itu kuncinya.

    Samaria adalah ibukota kerajaan Israel kuno (Israel adalah bagian utara, Yehuda adalah bagian selatan) adalah kota yang penduduknya merupakan ras campuran antara Yahudi dan non-yahudi sebagai akibat peristiwa pembuangan ke Babel, di mana terjadi “pertukaran” atau lebih tepatnya pembuangan sebagian besar Yahudi Israel (utara) ke wilayah Babel, dan sebaliknya pembuangan sebagian buangan Babel ke wilayah Israel (II Raja-raja 17:24) dengan basis utama ke Samaria. Bangsa buangan dari Babel ini melakukan perkawinan dengan masyarakat Yahudi Israel saat itu. Perkawinan campur bukan hanya campur rasnya, tapi juga campur kepercayaannya. Terjadilah sinkretisme antara kepercayaan pagan Babel dengan kepercayaan terhadap Tuhan dari segelintir sisa Yahudi di wilayah Samaria tesebut. Mulai muncul penyelewangan terhadap YHWH yang nama-Nya digunakan untuk menamai dewa di antara dewa-dewi bangsa Babel. Inilah mengapa masyarakat Yahudi tulen (sebagian besar berada di wilayah Yehuda) memandang hina bangsa Samaria sebagai peranakan campuran yang telah berkhianat terhadap Tuhan dan nabi-nabi-Nya dengan mencampuradukkan ajaran Tuhan dengan ajaran pagan sebagai efek dari perkawinan campur dengan bangsa kafir yang amat terlarang tersebut.

    Jadi ini bukan alasan untuk menganggap YHWH adalah sosok dewa pagan hanya gara-gara efek kepercayaan sinkretis orang Samaria yang kebetulan sisa-sisanya tertuang di dalam situs Ajrud itu. Kitab Hakim-hakim 3:7 dengan jelas menyebutkan pembedaan antara Tuhan YHWH (TUHAN di ayat itu adalah terjemahan dari YHWH), dengan dewa Baal dan Ashera/Astarte (contoh-contoh dewa pagan).

    Jadi anda dapat bahan darimana kok bisa menulis YHWH adalah nama berhala patung yang dihancurkan musa? Apa gara-gara kuntilet ajrud tadi? Ingat kuntilet ajrud itu adalah situs kuno orang samaria, dan orang samaria masih belum ada pada zaman nabi musa !!! Orang samaria baru ada sekitar 870 S.M pada masa Omri (1 Raja-raja 16:24) yang berasal dari seseorang bernama Shemer/Semer.

    Justru benar kalau orang Kristen menyebut nama Tuhan sebagai YHWH, kangmas. Yang salah itu ini :

    QS. 20(thaahaa):14
    [Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.]

    dan ini :

    QS. 20(thaahaa):88
    [kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa.]

    Samiri adalah lafalisasi Arab untuk kata “Samaria”. Adalah kesalahan untuk memasukkan Samiri dalam setting penyembahan lembu emas umat Israel kuno pada zaman nabi Musa. Ini sekali lagi karena Samiri/Samaria (yang adalah sebuah golongan, bukan perseorangan) BELUM ADA pada zaman nabi Musa. Setting Samiri dalam sebuah kitab dari arab di atas adalah sebuah anakronisme (kesalahan pewaktuan dalam penuturan sejarah) yang tampaknya terinspirasi oleh kisah lembu versi Yerobeam (1 raja-raja 12:26-33) yang bertubrukan dengan kisah lembu emas pada masa nabi Musa.

    Berhala lembu Samaria yang terkenal itu salah penempatan setting dengan lembu emas yang terkenal juga pada zaman nabi Musa. Baca juga ayat Hosea 8:5-6 yang terkenal ini:

    “Aku menolak anak lembumu, hai Samaria; murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan,
    orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan menjadi serpih anak lembu Samaria itu!”

    Ternyata anda yang sejak awal sudah sangat salah kaprah. Tidak malu anda tulis komentar beberapa kali sok meyakinkan tapi ternyata cuma hoax saja ??? Jangan kotori blog orang dengan komentar sampah. Keep Smile 🙂

    Case closed.

  4. @
    Ketelitian anda juga perlu dipertanyakan. Saya bagi ilmu sedikit biar anda ga o’on. Elah (אלה) atau variasinya ‘allah (אלּה) yang artinya pohon oak itu adalah kata dari bahasa ibrani kangmas

    >>>>>>>>
    dua buah link Referensi yahg saya tunjukkan jelas ada tertulis dari bahasa ARAMAIC …. sekarang silakan tunjukkan link referensi anda bahwa sumbernya adalah bahasa ibrani ….

    ===========
    @
    Anda juga salah kalau mengatakan Elah atau variasinya Alaha dalam bahasa aram ditulis dengan empat huruf ‘A L L H’ (catatan, ‘A’ di sini sebenarnya bukan huruf vokal melainkan sebuah konsonan penanda glottal stop). Elah ditulis dengan tiga (3) huruf ‘A (alaf) L (lamad) H (heh)’, L-nya hanya satu, tidak dua.

    >>>>>>>
    silakan lihat kembali Link pernyataan yahudi yang saya tunjukkan pada
    XucinXgaronX on October 26, 2013 at 8:15 am said:
    otrang Yahudi menulis dengan Alef Lem Lem He ( dengan 2 LEM dibaca ELLOH) sedanglan bila ditulis Alef Lem He ( dengan satu Lem dibaca Elah
    dan sebaliknya siulakan tunjukkan link referensi yang mendukung pernyataan anda kalau ada

    =========
    @
    Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Tuhannya orang ibrani adalah YHWH, bukan Alloh. Bahasa arab klasik saja baru muncul sekitar tahun 400 M, jadi bagaimana mungkin pengucapan untuk menyebut Tuhan yang benar sejak dulu adalah ALLH (Alloh) kalau sebutan itu sendiri baru muncul pada tahun 400 M setelah munculnya bahasa arab

    >>>>>>>>
    Sudah saya sebutkan bahwa nama Tuhan di Samaria adalah YHWH, berbeda dengan nama Tiuhan di Yudea tempatnya Yesus yang disebut dengan nama Elloh(im)…. para sarjana yang meneliti pada penulisan Naskah Perjanjian Lama telah mengetahui sebagai sumber Y atau Yahwis ( Allah yang disebut Yahwh ) yang berasal dari Samaria dan Sumber E atau Elohis dimana Tuhan disebu tsebagai Ellohim yang berasal dari Yudea temp[at Yesus berada so … sangat dimengerti bahwa Yesus menyebut Tuhannya dengan sebutan Eloi…. tak pernah ada orang Israel di Yudea menyebut Tuhan dengan panggilan Yahweh

    Yang benar … Bahasa Arab muncul terlebih dahuku daripada bahasa Ibrani …. dari fakta bahwa Ismael lahir 16 tahun lebih dulu dari Ishak …. dan fakta bAHWA anak keturunan Ismael dari dulu sampai sekarang mendiami wilayah lebih luas dari Israel sesuai dengan janji Tuhan yaitu dari Mesir hingga sungai Eufrat

    Kejadian 15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

    ===========
    @
    BRKTh. ‘TKM. LYHWH. ShMRN. WL’ShrTh (aku memberkatimu demi Yahweh dari Samaria dan Astarte). Anda harus memperhatikan bahwa di situ disebutkan ‘Yahweh dari samaria’, bukan ‘Yahweh’ saja, itu kuncinya

    >>>>>>>>>>> Bukankah pernyataan anda menguatkan pernyataan bahwa di Samaria Tuhan disebut dengan yahweh ….. sama dengan yang disebut di Prasasti Moab …. sumbeb Alkitrab Samaria memang menyebut Tuhan dengan nama Yahweh… bukan Elloah

    http://artikel.sabda.org/book/export/html/443

    ==========

  5. dan ini link yang dibuat oleh pastor Eckart tentang Yahweh adalah berhala sapi yang disembah SAMIRI ketika keluar dari Mesir yang kemudian diusir Musa dan mendiami Israel Utara yang kemudian terkenal dengan nama SAMARIA …. tempat dimana Yesus melarang muridnya untuk menuju ke tempat PENYEMBAH yAHWEH itu ….

    Mat 10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang SAMARIA

    http://www.yahwehism.com/html/yahweh-samaria.html

  6. Lihat pesan2 terakhir, kesimpulannya kasihan sekali muslim. Demi menjatuhkan iman kristen hanya mengandalkan referensi googling tp mrk sendiri tdk akrab dan tdk ada background pendidikan bahasa-bahasa semitik yg digunakan di dalam Al Kitab. Makanya mereka hanya berpegang pada referensi yg menurut mereka benar dan sesuai selera, langsung tembak dech. Tdk disaring lg yg mana benar yg mana salah. Ada yg memberitahu kok malah ngeyel. Maklum yang dikaji sampai mati ya melulu soal nahwu, balaghoh bhs arab, jadi memang buta soal yg lain sih…

    @XucinXgaronX kalau memang betul-betul googling anda akan menemukan ibrani oak punya kata tdk cman satu. Saya yg googling saja bisa mudah menemukan kalau bhs ibrni oak selain elah/allah/aila/eilah ada alona(feminin)/alon. Wakil muslim yang satu ini malah menjelekkan citra muslim dan menunjukkan muslim itu sebenarnya bagaimana: pandai bersiasat licik, sok tahu n tdk becus urusan googling. Mudah2an hanya anda, bukan trmasuk tmn2 muslim yg lain jg.

    Hanya gr2 allah kok urusannya jadi panjang gini to yo ckckck. Emang nggak guna ini orang.
    Saran sy dengarkan audionya, beda YHVH dengan Allah :

    http://www.desiringgod.org/resource-library/ask-pastor-john/how-are-yahweh-and-allah-different

    Jesus Bless U

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.