Sejarah Penciptaan Sorga Dunia Dan Manusia


Gambar: bmbcaz.com

Apabila sesat satu inci pada langkah pertama maka semakin jauh melangkah semakin menjauhi tujuan. Itu sebabnya bila tidak memahami sejarah penciptaan sorga dunia dengan benar maka semakin banyak  belajar Alkitab semakin sesat pengetahuannya. Apakah sejarah penciptaan sorga dunia sudah dipahami dengan benar? Belum! Itu sebabnya semakin hari ajaran Kristen semakin menjauhi ajaran Alkitab.

Menciptakan artinya menjadikan sesuatu yang baru tanpa bahan baku (Creatio ex nihilo) atau menjadikan sesuatu dengan kekuatan batin. Para sarjana teologi Kristen mengajarkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu alias menjadikan segala sesuatu tanpa bahan baku alias menjadikan segala ada dengan kekuatan batin alias mengucapkan keinginan-Nya dan keinginan-Nya pun ujug-ujug ada. Tentu saja ajaran demikian salah.

WR Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya. Dia menjadikan lagu Indonesia Raya tanpa bahan baku. Dia menjadikan lagu Indonesia Raya dengan kekuatan batin alias daya ciptanya.

James Watt bukan pencipta (creator) karena dia tidak menciptakan mesin uap. James Watt adalah perancang (designer) karena dia merancang (to design) mesin uap lalu membangun mesin uap berdasarkan rancangannya (design). Setelah James Watt selesai merancang mesin uap maka hasilnya adalah rancangan mesin uap. Setelah James Watt selesai membangun mesin uap berdasarkan rancangannya barulah mesin uap ada. Apakah Jemes Watt adalah pencipta? Benar! James  Watt adalah pencipta design mesin uap. Kenapa demikian? Karena dia menjadikan design mesin uap dengan daya ciptanya tanpa bahan baku seperti WR Supratman menjadikan lagu Indonesia Raya.

Kata Ibrani “bara” artinya merancang (to design) bukan menciptakan (created), itu sebabnya setelah Allah merancang (bara) sorga dunia dan binatang dan manusia hasilnya adalah rancangan sorga dunia dan binatang dan manusia. Setelah TUHAN Allah menghasilkan (asah) sorga dunia dan membentuk (yatsar) binatang dan manusia dari debu tanah berdasarkan rancangan Allah, barulah sorga dunia dan binatang dan manusia ada.

Kata Ibrani “asah” artinya menghasilkan. Menghasilkan dari sesuatu artinya menjadikan. Misal: Menjadikan pakaian dari kulit, menjadikan bahtera dari kayu Gofir. Menghasilkan sesuatu suasana namanya mengadakan.  Misal: mengadakan pesta. Menghasilkan sesuatu perasaaan namanya membuat. Misal: Membuat marah, membuat sedih, membuat birahi. Menghasilkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat namanya mengeluarkan. Misal: Mengeluarkan uang dari kantong. Mengeluarkan anjing dari kandang. Menghasilkan sesuatu dari diri sendiri dimana yang dihasilkan itu kemudian bertumbuh kembang menjadi sesuatu yang serupa dan segambar dengan diri sendiri namanya berbuah (pohon) dan memperanakkan (manusia, binatang).

Hal pertama yang kita lakukan dalam mempelajari sejarah penciptaan sorga dunia adalah mengoreksi terjemahan Alkitab LAI. Dengan terjemahan yang lebih baik maka ayat-ayat Alkitab pun menjadi lebih mudah untuk dipahami. Semua kata yang  ditulis dengan huruf besar adalah koreksi yang dilakukan.

Pada mulanya Allah MERANCANG (bara) SORGA DUNIA (shamayim erets). Kejadian 1:1

DUNIA (erets) TIDAK berbentuk (tohuw) dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2

Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” MENJADI (hayah) terang. Kejadian 1:3

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu ALLAH (elohim) MEMISAHKAN (badal) terang itu dari gelap. Kejadian 1:4

Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5

Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala (raqiya) di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Kejadian 1:6

Maka Allah MEMPERANAKAN (asah) cakrawala (raqiya) dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atasnya. MENJADI (hayah) CAKRAWALA (raqiya) demikian. Kejadian 1:7
 
Lalu Allah menamai cakrawala itu SORGA (shamayim). Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:8

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah SORGA (shamayim) berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” MENJADI (hayah) demikian. Kejadian 1:9

Lalu Allah menamai yang kering itu DUNIA (erets), dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut (yam). Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10

Kerabatku sekalian, setelah terjemahan LAI dikoreksi, sulitkah untuk memahami kisah penciptaan sorga dan dunia? Tidak! Tidak sulit sama sekali. Kambing memperanakkan kambing. Domba memperanakkan domba. Manusia memperanakkan manusia dan Allah memperanakkan Allah. Allah lalu menyuruh Anak yang diperanakkan-Nya untuk menjadi Terang. Anak Allah menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi Terang. Sama seperti TUHAN Allah memisahkan Adam menjadi Adam dan Hawa, demikianlah Allah memisahkan Terang menjadi Terang dan Gelap. Si Terang lalu dionamaai Siang sedangkan si Gelap dinamai Malam. Sekarang Allah Bapa punya dua anak yaitu Siang (Terang) dan Malam (Gelap).

Pada hari kedua Allah Bapa menyuruh Anak-Anak-Nya menjadi cakrawala. Yang satu menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi cakrawala sedangkan yang lain menanggapi dengan memperanakkan (asah) cakrawala. Ada dua cakrawala. Yang manakah yang lalu dinamakan sorga (shamayim) oleh Allah Bapa? Tentu saja yang sesuai dengan firman-Nya yaitu yang adalah Anak-Nya menjadi cakrawala, bukan cakrawala yang diperanakkan oleh Anak-Nya yang lain. Apa itu cakrawala? Cakrawala adalah langit yang kita lihat ketika mendongak ke atas dan Sorga adalah Cakrawala yang tidak kelihatan mata kita.

Pada hari ketiga Allah Bapa sama sekali tidak menyuruh air yang ada di bawah cakrawala untuk berkumpul menjadi satu namun menyuruh air yang ada di bawah sorga untuk berkumpul menjadi satu. Air di bawah sorga menaatinya sehingga kelihatanlah yang kering. Allah Bapa lalu menamakan yang kering dan kelihatan itu Dunia (erets). Sedangkan kumpulan air itu dinamakan-Nya Laut. Dunia diperanakkan oleh air di bawah sorga. Dunia bukan hanya bumi namun segala yang kelihatan alias terdeteksi manusia. Pada saat semua air berkumpul menjadi satu, saat itulah dunia dilahirkan. Sorga dunia tidak diciptakan dari nihil namun dilahirkan atau diperanakkan oleh TUHAN Allah.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita MEMPERANAKAN (asah) manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (damuwth) Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan (dagah) di laut (yam) dan burung-burung (oph) di SORGA (shamayim) dan atas semua MAMALIA (bohemah) di dunia dan atas segala REPTIL (remes) dan yang BERGERAK (ramas) di DUNIA (erets).” Kejadian 1:26

Allah MERANCANG (bara) manusia menurut gambar-Nya (tselem), GAMBAR (tselem) Allah MERANCANG (bara) laki-laki dan perempuan. MERANCANG (bara). Kejadian 1:27

Allah memberkati, Allah berfirman: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan (dagah) di laut dan burung-burung di SORGA (shamayyim) dan atas segala MAKLUK BERGERAK (chay ramas) di DUNIA (erets).” Kejadian 1:28

Maka Allah melihat segala yang DIPERANAKAN-Nya (asah) itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31

ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup (nephes chay).  Kejadian 2:7

Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu DIRANCANG (bara) oleh Allah, DIPERANAKANNYA (asah) dia menurut rupa (damuwth) Allah; Kejadian 5:1

Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,  Kolose 1:15

Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 1 Korintus 15:45

TUHAN (YHWH) yang kelihatan oleh bangsa Israel adalah gambar Allah (Elohim) yang tidak kelihatan. Yesus yang kelihatan oleh bangsa Yahudi adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Yang dikehendaki oleh Allah Bapa adalah diri-Nya dan kedua Anak-Nya memperanakkan manusia. Alih-alih melakukan kehendak Bapa-Nya, kedua Anak Allah justru merancang manusia. Allah merancang manusia menurut Gambar-Nya (TUHAN). Pada saat yang sama, TUHAN (Gambar Allah) merancang manusia lelaki dan perempuan.

Kejadian 1:26 mencatat tentang Allah Bapa mengajak kedua Anak-Nya untuk memperanakan (asah) manusia. Kejadian 1:27 mencatat bahwa kedua Anak Allah alih-alih memperanakkan justru merancang manusia. Kejadian 1:31 mencatat bahwa Allah melihat yang peranakan-Nya sungguh amat baik. Siapa yang diperanakan oleh Allah Bapa pada hari keenam? Manusia. Kejadian 5:1 mencatat bawha sementara kedua Anak-Nya merancang manusia, Allah Bapa memperanakkannya sesuai kehendak-Nya. Itu sebabnya ketika membaca Kejadian 2:7 kita pun langsung memahami bahwa manusia yang diperanakkan oleh Allah Bapa di Kejadian 1:27 adalah Nashamah Chay (nafas hidup). Nafas hiduplah yang dihembuskan ke dalam debu tanah sehingga menjadi makluk hidup (nephes chay). Debu tanah adalah tubuh sedangkan nafas hidup adalah roh manusia.

Demikianlah diselesaikan SORGA (Shamayim) dan DUNIA (erets) dan segala isinya. Kejadian 2:1

Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan MEMPERANAKKAN (asah), berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan MEMPERANAKKAN (asah). Kejadian 2:2

Lalu Allah (Elohim) memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan MERANCANG (bara) yang telah DIPERANAKKAN (asah) ALLAH (Elohim). Kejadian 2:3

Demikianlah riwayat SORGA DUNIA (shamayim erets) waktu diciptakan (bara). Ketika TUHAN Allah MEMPERANAKKAN (asah) DUNIA SORGA (erets shamayim). Kejadian 2:4

Apakah Allah Bapa berhenti bekerja pada hari ketujuh? Tidak! Dia hanya berhenti memperanakan. Apakah TUHAN Allah berhenti bekerja pada hari ketujuh? Mustahil! Keduanya hanya berhenti merancang yang telah diperanakkan Bapa-Nya. Manusia Perjanjian Lama adalah dikotomi yang terdiri dari tubuh dan jiwa. Ketika tubuhnya mati, jiwa manusia disebut arwah.

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yohanes 3:3

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yohanes 3:5

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.  Yohanes 3:6

Kehendak Allah Bapa adalah diri-Nya dan kedua Anak-Nya memperanakkan manusia. Allah Bapa sudah menggenapi kehendak-Nya saat memperanakkan Nafas Hidup (nashamah chay) namun kedua anak-Nya belum. Semua roh manusia adalah keturunan Nafas Hidup itu sebabnya seluruh manusia sejak Adam hingga zaman Yesus, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, harus dilahirkan kembali oleh Roh dan Air untuk menggenapi kehendak Allah Bapa. Siapakah Roh? Roh adalah yang tidak kelihatan manusia. Yang tidak kelihatan adalah Allah (Terang). Siapakah Air? Air adalah Tuhan (Gelap). Kapan umat manusia dilahirkan kembali oleh Air dan Roh? Pada hari Pentakosta.

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang berkumpul di satu tempat. Kisah Para Rasul 2:1

Tiba-tiba TERDENGARLAH (ginomai) dari SORGA (ouranos) SUARA (echos) seperti HEMBUSAN (phero) angin keras MELIPUTI (pleroo) SEGENAP (holos) TEMPAT (Oikos) di mana mereka BERADA  (kathemai); Kisah Para Rasul 2:2

dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada SETIAP ORANG DARI (heis hekastos) mereka. Kisah Para Rasul 2:3

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mulai MENGUCAPKAN (laleo) BERBAGAI (heteros) bahasa, seperti yang diberikan oleh Roh kepada SETIAP ORANG (autos) untuk mengatakannya. Kisah Para Rasul 2:4

Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi, ORANG SALEH (eulabes) dari segala bangsa di kolong langit. Kisah Para Rasul 2:5

Ketika TERDENGAR (ginomai) SUARA GEMURUH itu, KERUMUNAN (sunerchomai) orang banyak pun bingung karena masing-masing ORANG (heis hekastos) mendengar PERKATAAN (laleo) bahasanya sendiri. Kisah Para Rasul 2:6

Tercengang-cengang dan KEHERANAN (thaumazo), MEREKA berkata (kai lego): “SESUNGGUHNYA (idou), bukankah semua MENGUCAPKAN bahasa Galilea? Kisah Para Rasul 2:7

Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:  Kisah Para Rasul 2:8

orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Kisah Para Rasul 2:9

Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, Kisah Para Rasul 2:10

Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar KATA-KATA (laleo) bahasa kita sendiri tentang KEAGUNGAN (megaleios) Allah.” Kisah Para Rasul 2:11

TERCENGANG (existemi). Semuanya tercengang dan BINGUNG (diaporeo). Berkatalah seorang kepada yang lainnya: “Apakah artinya ini?”  Kisah Para Rasul 2:12

Tetapi orang lainnya menyindir: “KAMU (eimi) sedang mabuk anggur manis.” Kisah Para Rasul 2:13

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Kisah Para Rasul 2:14

Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, Kisah Para Rasul 2:15

tetapi itulah yang DIKATAKAN (ereo) OLEH (dia) nabi Yoel:  Kisah Para Rasul 2:15

Akan terjadi pada ZAMAN (hemera) AKHIR (eschatos) –demikianlah firman Allah– bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan  bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Kisah Para Rasul 2:17

Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.   Kisah Para Rasul 2:18

Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan KABUT (atmis) asap.  Kisah Para Rasul 2:19

Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.  Kisah Para Rasul 2:20

Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Kisah Para Rasul 2:21

Pada hari Pentakosta, ketika kesebelas rasul berkumpul di sebuah rumah, tiba-tiba turunlah lidah-lidah seperti nyala api dengan suara gemuruh seperti angin kencang lalu hinggap pada setiap rasul. Sebelas rasul  pun dipenuhi Roh Kudus lalu mengucapkan kata-kata asing. Ketika mendengar suara gemuruh dari rumah tersebut, orang banyak pun mengerumuninya dan mendengar ucapan para rasul. Orang banyak terheran-heran mendengar rasul-rasul mengucapkan bahasa mereka. Sebagian orang menuduh mereka sedang mabuk anggur. Petrus lalu bangkit dan berkotbah akhirnya tiga ribu orang memutuskan untuk menjadi Kristen. Mulanya Roh Kudus hanya merasuki rasul-rasul kemudian merasuki tiga ribu orang lainnya setelah mereka menjadi Kristen dan Roh Kudus akan merasuki setiap orang yang memutuskan untuk menjadi Kristen dari generasi ke generasi. Itulah yang diajarkan oleh guru-guru sekolah minggu saya, yang saya dengar dari mimbar-mimbar gereja, baca di buku-buku teologi dan Alkitab bahasa Indonesia dan Inggris. Tiga puluh tahun lebih saya meyakininya sebagai ajaran Alkitab.

Ketika mendengar seorang Jawa fasih sekali mengucapkan bahasa Hokkien, mustahil saya menuduhnya mabuk. Saya akan memujinya. Saya pasti menuduhnya mabuk bila dia kekeh jumekeh menyatakan saya bicara bahasa Jawa padahal saya ngomong Indonesia. Dan dia kekeh jumekeh ngaku berbahasa Indonesia padahal saya mendengarnya berbahasa Hokkien. Itulah yang terjadi pada hari pentakosta. Itulah yang tercatat dalam Alkitab bahasa aslinya.

Apabila Roh Kudus hanya merasuki rasul-rasul kemudian merasuki tiga ribu orang lainnya setelah mereka menjadi Kristen, itu berarti nubuatan nabi Yoel tentang Allah mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, tidak digenapi dan belum digenapi sampai hari ini sebab dari generasi ke generasi selalu ada orang non Kristen di dunia ini. Namun Kisah Para Rasul mencatatnya dengan gamblang bahwa yang terjadi pada hari itu adalah kegenapan nubuatan nabi Yoel, pada hari itu Roh Kudus dicurahkan kepada segenap  manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.

Allah Bapa hanya satu kali memperanakan Nafas Hidup dan hanya satu kali TUHAN Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam manusia. Selanjutnya Nafas hidup alias Adam pun beranak cucu untuk menggenapi kehendak Allah Bapa. Alkitab mencatat hanya satu kali Roh Kudus dicurahkan, hanya satu kali Roh Kudus dalam wujud lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada setiap orang. Hal demikian terjadi pada hari Pentakosta. Selain pada hari itu, tidak ada Roh Kudus yang dicurahkan lagi juga tidak ada manusia yang dihinggapi Roh Kudus lagi. Sejak hari itu umat manusia menjadi trikotomi yang terdiri dari tubuh dan jiwa serta Roh Kudus. Manusia-manusia yang dilahirkan kembali menjadi trikotomi pada hari Pentakosta lalu beranak cucu. Anak-anak yang mereka lahirkan sesuai dengan gambar dan rupa mereka yaitu trikotomi yang terdiri dari tubuh, jiwa dan Roh Kudus

NB.
Blog ini saya unggah sebagai hadiah Natal dan Tahun Baru bagi Para pencari Kebenaran yang mampir di Bengcumenggugat.Wordpress.com. Selamat Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.

299 thoughts on “Sejarah Penciptaan Sorga Dunia Dan Manusia

  1. @Vincent, di blog ini hai hai MEMBAHAS kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab. kalau elu mau menciptakan BERHALA Allah Tritunggal dan dongeng penciptaannya itu hak anda dech. ha ha ha ha ha …

  2. Apa itu evolusi teistik?

    Pertanyaan: Apa itu evolusi teistik?

    Jawaban: Evolusi teistik adalah salah satu dari tiga pandangan dunia yang utama mengenai asal usul kehidupan, yang dua lainnya adalah evolusi ateistik (juga sering disebut evolusi Darwin dan evolusi alamiah) dan penciptaan khusus.

    Evolusi ateistik mengatakan bahwa tidak ada Allah dan bahwa hidup dapat terjadi sendiri secara alamiah dari bahan-bahan pembangun yang tidak hidup yang sudah ada dan dipengaruhi oleh hukum-hukum alam (seperti gravitasi, dll), meskipun asal usul hukum-hukum alam itu tidak dijelaskan. Penciptaan khusus mengatakan bahwa Allah menciptakan hidup secara langsung, baik dari yang tidak ada, maupun dari materi-materi yang sudah ada.

    Evolusi teistik mengatakan salah satu dari dua hal. Pilihan pertama adalah Allah itu ada, namun Dia tidak terlibat secara langsung dalam asal mula kehidupan. Dia mungkin menciptakan bahan-bahan bangunan yang mendasari, Dia mungkin menciptakan hukum alam, bahkan Dia mungkin menciptakan semua ini untuk pada akhirnya menghasilkan kehidupan, namun pada suatu ketika Dia berhenti dan membiarkan ciptaan-Nya mengambil alih. Dia membiarkan hukum alam berjalan sendiri, apapun yang terjadi, dan pada akhirnya kehidupan muncul dari materi yang tidak hidup. Pandangan ini serupa dengan evolusi ateistik dalam anggapan mengenai asal mula kehidupan secara alamiah.

    Alternatif kedua dari evolusi teistik adalah bahwa Allah tidak sekedar melakukan satu atau dua mujizat untuk menghasilkan kehidupan yang ada sekarang. Mujizat-Nya berlangsung terus. Dia menuntun kehidupan langkah demi langkah dari zaman purba yang sederhana ke zaman sekarang yang rumit, serupa dengan pohon kehidupan evolusi Darwin (ikan menurunkan makhluk amfibi yang menurunkan burung dan binatang menyusui, dll). Ketika hidup tidak dapat berkembang secara alamiah (bagaimana anggota gerak reptil dapat berkembang menjadi sayap burung secara alamiah?), Allah campur tangan. Pandangan ini serupa dengan penciptaan khusus dalam anggapan bahwa Allah bertindak secara supranatural sedemikian rupa untuk menghasilkan kehidupan yang kita ketahui sekarang.

    Ada berbagai perbedaan antara pandangan penciptaan khusus Alkitabiah dan pandangan evolusi teistik. Perbedaan utama adalah dalam pandangan masing-masing mengenai kematian. Para penganut evolusi teistik cenderung percaya bahwa bumi berumur milyaran tahun dan kolom-kolom geologis yang mengandung catatan-catatan fosil mewakili waktu amat panjang. Karena manusia tidak muncul sampai belakangan sekali dalam catatan fosil, para penganut evolusi teistik percaya bahwa ada banyak makhluk hidup yang hidup dan mati serta punah jauh sebelum hadirnya manusia. Ini berarti kematian sudah ada sebelum adanya Adam dan dosanya.

    Penganut penciptaan Alkitabiah percaya bahwa bumi cukup muda dan catatan fosil terjadi pada masa dan sesudah air bah Nuh. Stratifikasi lapisan-lapisan diperkirakan terjadi karena penyusunan hidrologis dan pencairan, keduanya adalah fenomena-fenomena yang diketahui. Hal ini menempatkan catatan fosil dan kematian dan kehancuran besar yang digambarkan itu terjadi ratusan tahun setelah dosa Adam.

    Perbedaan penting lainnya antara kedua pendirian itu adalah bagaimana mereka melihat Kejadian. Para penganut evolusi teistik cenderung menerima teori hari-zaman atau teori kerangka kerja, keduanya adalah penafsiran alegoris terhadap minggu penciptaan dalam Kejadian 1. Penganut penciptaan bumi usia muda berpegang pada 24 jam yang harafiah untuk hari dalam Kejadian 1. Dalam pandangan keKristenan kedua pandangan evolusi teistik mengandung kelemahan di mana keduanya tidak sejalan dengan kisah penciptaan dalam Kejadian.

    Penganut evolusi teistik membayangkan scenario di mana bintang-bintang berevolusi, kemudian tata surya kita, kemudian bumi, kemudian tumbuhan dan binatang dan pada akhirnya manusia. Kedua pandangan evolusi teistik berbeda pendapat mengenai peranan Allah dalam apa yang terjadi, namun secara umum keduanya sepaham dalam garis waktu Darwinian. Garis waktu ini bertentangan dengan kisah penciptaan Kejadian. Misalnya, Kejadian 1 mengatakan bahwa bumi diciptakan pada hari pertama dan matahari, bulan dan bintang baru diciptakan pada hari keempat. Ada yang berdalih bahwa kata-kata dalam Kejadian menyatakan bahwa matahari, bulan dan bintang-bintang sebenarnya diciptakan pada hari pertama namun tidak dapat terlihat melalui atmosfir bumi sampai pada hari keempat, sehingga mereka baru disebutkan pada hari keempat. Ini terlalu dibuat-buat karena kisah Kejadian cukup jelas bahwa bumi tidak memiliki atmosfir sampai pada hari kedua. Kalau matahari, bulan dan bintang-bintang diciptakan pada hari pertama, mereka akan kelihatan pada hari pertama.

    Lagipula, kisah Kejadian dengan jelas menyatakan bahwa burung-burung diciptakan bersama dengan binatang-binatang laut pada hari kelima sementara binatang-binatang di darat baru diciptakan pada hari keenam. Ini bertentangan langsung dengan pandangan Darwinian bahwa burung-burung berevolusi dari binatang-binatang darat. Kisah Alkitabiah mengatakan bahwa burung-burung mendahului binatang-binatang darat. Pandangan evolusi teistik menyatakan sesuatu yang amat bertolak belakang.

    Salah satu tren yang paling disayangkan dalam keKristenan ortodoks adalah penafsiran kembali Kejadian untuk mengakomodasi teori-teori evolusioner. Banyak pengajar Alkitab yang terkenal dan para ahli apologetik yang tunduk pada para penganut evolusi dan percaya bahwa menerima penafsiran harafiah Kejadian adalah merugikan kredibilitas orang-orang Kristen. Akibatnya, para penganut evolusi kehilangan rasa hormat terhadap mereka-mereka yang keyakinannya terhadap Alkitab begitu lemah sehingga dengan cepat mereka berkompromi. Meskipun jumlah mereka yang betul-betul berpegang pada penciptaan makin menurun di kalangan akademisi, beberapa organisasi yang setia, seperti Answers in Genesis, Creation Research Society dan Institute for Creation Research telah mengokohkan bahwa Alkitab bukan saja sejalan dengan sains sejati, namun juga meneguhkan bahwa tidak ada satu katapun dalam Alkitab yang dibuktikan salah oleh ilmu pengetahuan sejati. Alkitab adalah Firman Allah yang hidup, diberikan kepada kita oleh sang Pencipta alam semesta, dan gambaran-Nya mengenai alam semesta tidak sesuai dengan teori evolusi, bahkan dengan pemahaman “teistik” mengenai evolusi.

  3. @henny ong, Alkitab harus dipahami, tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami, bukan ditafsirkan. Memahami artinya mengerti benar. Manafsirkan artinya menangkap maksud perkataan tidak apa adanya saja namun mengutarakan pikiran sendiri atas suatu perkataan. Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL. Mengajarkan yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya menyesatkan. Itulah kebenarannya! Sayang sekali kebanyakan pengkotbah Kristen sudah melupakan kebenaran demikian. Itu sebabnya mereka menceritakan dongeng sebagai ajaran Alkitab. Itu sebabnya kebanyakan anggota jemaat menolak kebenaran karena kecanduan dongeng.

    Adalah FAKTA bahwa sampai saat ini belum ada sarjana teologi Kristen yang MEMAHAMI kisah penciptaan dalam Kejadin 1 & 2 dengan benar. Saya dan teman-teman yang menyebut diri para pendekar pedang samber geledeklah yang mulai mempelajarinya dengan SERIUS untuk memahaminya. Saat ini kmi belum memahami dengan TUNTAS namun sudah jauh lebih baik dari pada sarjana teologi.

    Perdebatan tentang Kisah pnciptaan antara kaum beragama dan kaum evolusionis adalah OMONG kosong. kenapa demikian? Karena keduanya sama-sama OMONG kosong.

  4. Tulisan om hai hai membuat kontroversi hati nih ….. Saya harus bolak-balik Alkitab untuk bisa mengikuti alur tulisan om.
    Terus berkarya om.

  5. Kisanak, pengetahuan tentang INDONESIA tidak menjadi SYARAT untuk MENJADI warga negara Indonesia. Demikian juga pengetahuan tentang ajaran Alkitab tidak menjadi SYARAT masuk sorga apalagi neraka. Itu sebabnya, JANGAN ragu-ragu untuk MEMPELAJARINYA dan MENERIMANYA apa adanya saja. Sebab AJARAN Alkitab hanya BERGUNA agar yang memahaminya bisa MENJALANI hidup lebih MUDAH dan BAHAGIA.

    Terimakasih dukungannya.

  6. Kisanak, hai hai adalah anggota jemaat GKI (Gereja Kristen Indonesia) Siliwangi. Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan-tulisan hai hai tentang YHWH.

  7. Rusak…rusak ….semua pemahaman gue yang ada pada Alkitab, ada yang bilang begini ada yang bilang begitu, maksudnya adalah ini atau maksudnya adalah itu …. semua yang kalian tulis menjadikan KONTROVERSI HATI pada gue. Kalau saja saat ini gue bisa nanya langsung sama TUHAN bagaimana kronologi dia menciptakan dan melakukan segala sesuatu dari mulai kitab Kejadian sampai Wahyu hahahahaha

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.