
Gambar: bmbcaz.com
Apabila sesat satu inci pada langkah pertama maka semakin jauh melangkah semakin menjauhi tujuan. Itu sebabnya bila tidak memahami sejarah penciptaan sorga dunia dengan benar maka semakin banyak belajar Alkitab semakin sesat pengetahuannya. Apakah sejarah penciptaan sorga dunia sudah dipahami dengan benar? Belum! Itu sebabnya semakin hari ajaran Kristen semakin menjauhi ajaran Alkitab.
Menciptakan artinya menjadikan sesuatu yang baru tanpa bahan baku (Creatio ex nihilo) atau menjadikan sesuatu dengan kekuatan batin. Para sarjana teologi Kristen mengajarkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu alias menjadikan segala sesuatu tanpa bahan baku alias menjadikan segala ada dengan kekuatan batin alias mengucapkan keinginan-Nya dan keinginan-Nya pun ujug-ujug ada. Tentu saja ajaran demikian salah.
WR Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya. Dia menjadikan lagu Indonesia Raya tanpa bahan baku. Dia menjadikan lagu Indonesia Raya dengan kekuatan batin alias daya ciptanya.
James Watt bukan pencipta (creator) karena dia tidak menciptakan mesin uap. James Watt adalah perancang (designer) karena dia merancang (to design) mesin uap lalu membangun mesin uap berdasarkan rancangannya (design). Setelah James Watt selesai merancang mesin uap maka hasilnya adalah rancangan mesin uap. Setelah James Watt selesai membangun mesin uap berdasarkan rancangannya barulah mesin uap ada. Apakah Jemes Watt adalah pencipta? Benar! James Watt adalah pencipta design mesin uap. Kenapa demikian? Karena dia menjadikan design mesin uap dengan daya ciptanya tanpa bahan baku seperti WR Supratman menjadikan lagu Indonesia Raya.
Kata Ibrani “bara” artinya merancang (to design) bukan menciptakan (created), itu sebabnya setelah Allah merancang (bara) sorga dunia dan binatang dan manusia hasilnya adalah rancangan sorga dunia dan binatang dan manusia. Setelah TUHAN Allah menghasilkan (asah) sorga dunia dan membentuk (yatsar) binatang dan manusia dari debu tanah berdasarkan rancangan Allah, barulah sorga dunia dan binatang dan manusia ada.
Kata Ibrani “asah” artinya menghasilkan. Menghasilkan dari sesuatu artinya menjadikan. Misal: Menjadikan pakaian dari kulit, menjadikan bahtera dari kayu Gofir. Menghasilkan sesuatu suasana namanya mengadakan. Misal: mengadakan pesta. Menghasilkan sesuatu perasaaan namanya membuat. Misal: Membuat marah, membuat sedih, membuat birahi. Menghasilkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat namanya mengeluarkan. Misal: Mengeluarkan uang dari kantong. Mengeluarkan anjing dari kandang. Menghasilkan sesuatu dari diri sendiri dimana yang dihasilkan itu kemudian bertumbuh kembang menjadi sesuatu yang serupa dan segambar dengan diri sendiri namanya berbuah (pohon) dan memperanakkan (manusia, binatang).
Hal pertama yang kita lakukan dalam mempelajari sejarah penciptaan sorga dunia adalah mengoreksi terjemahan Alkitab LAI. Dengan terjemahan yang lebih baik maka ayat-ayat Alkitab pun menjadi lebih mudah untuk dipahami. Semua kata yang ditulis dengan huruf besar adalah koreksi yang dilakukan.
Pada mulanya Allah MERANCANG (bara) SORGA DUNIA (shamayim erets). Kejadian 1:1
DUNIA (erets) TIDAK berbentuk (tohuw) dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” MENJADI (hayah) terang. Kejadian 1:3
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu ALLAH (elohim) MEMISAHKAN (badal) terang itu dari gelap. Kejadian 1:4
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala (raqiya) di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Kejadian 1:6
Maka Allah MEMPERANAKAN (asah) cakrawala (raqiya) dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atasnya. MENJADI (hayah) CAKRAWALA (raqiya) demikian. Kejadian 1:7
Lalu Allah menamai cakrawala itu SORGA (shamayim). Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:8
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah SORGA (shamayim) berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” MENJADI (hayah) demikian. Kejadian 1:9
Lalu Allah menamai yang kering itu DUNIA (erets), dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut (yam). Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10
Kerabatku sekalian, setelah terjemahan LAI dikoreksi, sulitkah untuk memahami kisah penciptaan sorga dan dunia? Tidak! Tidak sulit sama sekali. Kambing memperanakkan kambing. Domba memperanakkan domba. Manusia memperanakkan manusia dan Allah memperanakkan Allah. Allah lalu menyuruh Anak yang diperanakkan-Nya untuk menjadi Terang. Anak Allah menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi Terang. Sama seperti TUHAN Allah memisahkan Adam menjadi Adam dan Hawa, demikianlah Allah memisahkan Terang menjadi Terang dan Gelap. Si Terang lalu dionamaai Siang sedangkan si Gelap dinamai Malam. Sekarang Allah Bapa punya dua anak yaitu Siang (Terang) dan Malam (Gelap).
Pada hari kedua Allah Bapa menyuruh Anak-Anak-Nya menjadi cakrawala. Yang satu menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi cakrawala sedangkan yang lain menanggapi dengan memperanakkan (asah) cakrawala. Ada dua cakrawala. Yang manakah yang lalu dinamakan sorga (shamayim) oleh Allah Bapa? Tentu saja yang sesuai dengan firman-Nya yaitu yang adalah Anak-Nya menjadi cakrawala, bukan cakrawala yang diperanakkan oleh Anak-Nya yang lain. Apa itu cakrawala? Cakrawala adalah langit yang kita lihat ketika mendongak ke atas dan Sorga adalah Cakrawala yang tidak kelihatan mata kita.
Pada hari ketiga Allah Bapa sama sekali tidak menyuruh air yang ada di bawah cakrawala untuk berkumpul menjadi satu namun menyuruh air yang ada di bawah sorga untuk berkumpul menjadi satu. Air di bawah sorga menaatinya sehingga kelihatanlah yang kering. Allah Bapa lalu menamakan yang kering dan kelihatan itu Dunia (erets). Sedangkan kumpulan air itu dinamakan-Nya Laut. Dunia diperanakkan oleh air di bawah sorga. Dunia bukan hanya bumi namun segala yang kelihatan alias terdeteksi manusia. Pada saat semua air berkumpul menjadi satu, saat itulah dunia dilahirkan. Sorga dunia tidak diciptakan dari nihil namun dilahirkan atau diperanakkan oleh TUHAN Allah.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita MEMPERANAKAN (asah) manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (damuwth) Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan (dagah) di laut (yam) dan burung-burung (oph) di SORGA (shamayim) dan atas semua MAMALIA (bohemah) di dunia dan atas segala REPTIL (remes) dan yang BERGERAK (ramas) di DUNIA (erets).” Kejadian 1:26
Allah MERANCANG (bara) manusia menurut gambar-Nya (tselem), GAMBAR (tselem) Allah MERANCANG (bara) laki-laki dan perempuan. MERANCANG (bara). Kejadian 1:27
Allah memberkati, Allah berfirman: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan (dagah) di laut dan burung-burung di SORGA (shamayyim) dan atas segala MAKLUK BERGERAK (chay ramas) di DUNIA (erets).” Kejadian 1:28
Maka Allah melihat segala yang DIPERANAKAN-Nya (asah) itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31
ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup (nephes chay). Kejadian 2:7
Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu DIRANCANG (bara) oleh Allah, DIPERANAKANNYA (asah) dia menurut rupa (damuwth) Allah; Kejadian 5:1
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, Kolose 1:15
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 1 Korintus 15:45
TUHAN (YHWH) yang kelihatan oleh bangsa Israel adalah gambar Allah (Elohim) yang tidak kelihatan. Yesus yang kelihatan oleh bangsa Yahudi adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Yang dikehendaki oleh Allah Bapa adalah diri-Nya dan kedua Anak-Nya memperanakkan manusia. Alih-alih melakukan kehendak Bapa-Nya, kedua Anak Allah justru merancang manusia. Allah merancang manusia menurut Gambar-Nya (TUHAN). Pada saat yang sama, TUHAN (Gambar Allah) merancang manusia lelaki dan perempuan.
Kejadian 1:26 mencatat tentang Allah Bapa mengajak kedua Anak-Nya untuk memperanakan (asah) manusia. Kejadian 1:27 mencatat bahwa kedua Anak Allah alih-alih memperanakkan justru merancang manusia. Kejadian 1:31 mencatat bahwa Allah melihat yang peranakan-Nya sungguh amat baik. Siapa yang diperanakan oleh Allah Bapa pada hari keenam? Manusia. Kejadian 5:1 mencatat bawha sementara kedua Anak-Nya merancang manusia, Allah Bapa memperanakkannya sesuai kehendak-Nya. Itu sebabnya ketika membaca Kejadian 2:7 kita pun langsung memahami bahwa manusia yang diperanakkan oleh Allah Bapa di Kejadian 1:27 adalah Nashamah Chay (nafas hidup). Nafas hiduplah yang dihembuskan ke dalam debu tanah sehingga menjadi makluk hidup (nephes chay). Debu tanah adalah tubuh sedangkan nafas hidup adalah roh manusia.
Demikianlah diselesaikan SORGA (Shamayim) dan DUNIA (erets) dan segala isinya. Kejadian 2:1
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan MEMPERANAKKAN (asah), berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan MEMPERANAKKAN (asah). Kejadian 2:2
Lalu Allah (Elohim) memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan MERANCANG (bara) yang telah DIPERANAKKAN (asah) ALLAH (Elohim). Kejadian 2:3
Demikianlah riwayat SORGA DUNIA (shamayim erets) waktu diciptakan (bara). Ketika TUHAN Allah MEMPERANAKKAN (asah) DUNIA SORGA (erets shamayim). Kejadian 2:4
Apakah Allah Bapa berhenti bekerja pada hari ketujuh? Tidak! Dia hanya berhenti memperanakan. Apakah TUHAN Allah berhenti bekerja pada hari ketujuh? Mustahil! Keduanya hanya berhenti merancang yang telah diperanakkan Bapa-Nya. Manusia Perjanjian Lama adalah dikotomi yang terdiri dari tubuh dan jiwa. Ketika tubuhnya mati, jiwa manusia disebut arwah.
Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yohanes 3:3
Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yohanes 3:5
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Yohanes 3:6
Kehendak Allah Bapa adalah diri-Nya dan kedua Anak-Nya memperanakkan manusia. Allah Bapa sudah menggenapi kehendak-Nya saat memperanakkan Nafas Hidup (nashamah chay) namun kedua anak-Nya belum. Semua roh manusia adalah keturunan Nafas Hidup itu sebabnya seluruh manusia sejak Adam hingga zaman Yesus, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, harus dilahirkan kembali oleh Roh dan Air untuk menggenapi kehendak Allah Bapa. Siapakah Roh? Roh adalah yang tidak kelihatan manusia. Yang tidak kelihatan adalah Allah (Terang). Siapakah Air? Air adalah Tuhan (Gelap). Kapan umat manusia dilahirkan kembali oleh Air dan Roh? Pada hari Pentakosta.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang berkumpul di satu tempat. Kisah Para Rasul 2:1
Tiba-tiba TERDENGARLAH (ginomai) dari SORGA (ouranos) SUARA (echos) seperti HEMBUSAN (phero) angin keras MELIPUTI (pleroo) SEGENAP (holos) TEMPAT (Oikos) di mana mereka BERADA (kathemai); Kisah Para Rasul 2:2
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada SETIAP ORANG DARI (heis hekastos) mereka. Kisah Para Rasul 2:3
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mulai MENGUCAPKAN (laleo) BERBAGAI (heteros) bahasa, seperti yang diberikan oleh Roh kepada SETIAP ORANG (autos) untuk mengatakannya. Kisah Para Rasul 2:4
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi, ORANG SALEH (eulabes) dari segala bangsa di kolong langit. Kisah Para Rasul 2:5
Ketika TERDENGAR (ginomai) SUARA GEMURUH itu, KERUMUNAN (sunerchomai) orang banyak pun bingung karena masing-masing ORANG (heis hekastos) mendengar PERKATAAN (laleo) bahasanya sendiri. Kisah Para Rasul 2:6
Tercengang-cengang dan KEHERANAN (thaumazo), MEREKA berkata (kai lego): “SESUNGGUHNYA (idou), bukankah semua MENGUCAPKAN bahasa Galilea? Kisah Para Rasul 2:7
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: Kisah Para Rasul 2:8
orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Kisah Para Rasul 2:9
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, Kisah Para Rasul 2:10
Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar KATA-KATA (laleo) bahasa kita sendiri tentang KEAGUNGAN (megaleios) Allah.” Kisah Para Rasul 2:11
TERCENGANG (existemi). Semuanya tercengang dan BINGUNG (diaporeo). Berkatalah seorang kepada yang lainnya: “Apakah artinya ini?” Kisah Para Rasul 2:12
Tetapi orang lainnya menyindir: “KAMU (eimi) sedang mabuk anggur manis.” Kisah Para Rasul 2:13
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Kisah Para Rasul 2:14
Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, Kisah Para Rasul 2:15
tetapi itulah yang DIKATAKAN (ereo) OLEH (dia) nabi Yoel: Kisah Para Rasul 2:15
Akan terjadi pada ZAMAN (hemera) AKHIR (eschatos) –demikianlah firman Allah– bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Kisah Para Rasul 2:17
Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Kisah Para Rasul 2:18
Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan KABUT (atmis) asap. Kisah Para Rasul 2:19
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Kisah Para Rasul 2:20
Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Kisah Para Rasul 2:21
Pada hari Pentakosta, ketika kesebelas rasul berkumpul di sebuah rumah, tiba-tiba turunlah lidah-lidah seperti nyala api dengan suara gemuruh seperti angin kencang lalu hinggap pada setiap rasul. Sebelas rasul pun dipenuhi Roh Kudus lalu mengucapkan kata-kata asing. Ketika mendengar suara gemuruh dari rumah tersebut, orang banyak pun mengerumuninya dan mendengar ucapan para rasul. Orang banyak terheran-heran mendengar rasul-rasul mengucapkan bahasa mereka. Sebagian orang menuduh mereka sedang mabuk anggur. Petrus lalu bangkit dan berkotbah akhirnya tiga ribu orang memutuskan untuk menjadi Kristen. Mulanya Roh Kudus hanya merasuki rasul-rasul kemudian merasuki tiga ribu orang lainnya setelah mereka menjadi Kristen dan Roh Kudus akan merasuki setiap orang yang memutuskan untuk menjadi Kristen dari generasi ke generasi. Itulah yang diajarkan oleh guru-guru sekolah minggu saya, yang saya dengar dari mimbar-mimbar gereja, baca di buku-buku teologi dan Alkitab bahasa Indonesia dan Inggris. Tiga puluh tahun lebih saya meyakininya sebagai ajaran Alkitab.
Ketika mendengar seorang Jawa fasih sekali mengucapkan bahasa Hokkien, mustahil saya menuduhnya mabuk. Saya akan memujinya. Saya pasti menuduhnya mabuk bila dia kekeh jumekeh menyatakan saya bicara bahasa Jawa padahal saya ngomong Indonesia. Dan dia kekeh jumekeh ngaku berbahasa Indonesia padahal saya mendengarnya berbahasa Hokkien. Itulah yang terjadi pada hari pentakosta. Itulah yang tercatat dalam Alkitab bahasa aslinya.
Apabila Roh Kudus hanya merasuki rasul-rasul kemudian merasuki tiga ribu orang lainnya setelah mereka menjadi Kristen, itu berarti nubuatan nabi Yoel tentang Allah mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, tidak digenapi dan belum digenapi sampai hari ini sebab dari generasi ke generasi selalu ada orang non Kristen di dunia ini. Namun Kisah Para Rasul mencatatnya dengan gamblang bahwa yang terjadi pada hari itu adalah kegenapan nubuatan nabi Yoel, pada hari itu Roh Kudus dicurahkan kepada segenap manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
Allah Bapa hanya satu kali memperanakan Nafas Hidup dan hanya satu kali TUHAN Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam manusia. Selanjutnya Nafas hidup alias Adam pun beranak cucu untuk menggenapi kehendak Allah Bapa. Alkitab mencatat hanya satu kali Roh Kudus dicurahkan, hanya satu kali Roh Kudus dalam wujud lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada setiap orang. Hal demikian terjadi pada hari Pentakosta. Selain pada hari itu, tidak ada Roh Kudus yang dicurahkan lagi juga tidak ada manusia yang dihinggapi Roh Kudus lagi. Sejak hari itu umat manusia menjadi trikotomi yang terdiri dari tubuh dan jiwa serta Roh Kudus. Manusia-manusia yang dilahirkan kembali menjadi trikotomi pada hari Pentakosta lalu beranak cucu. Anak-anak yang mereka lahirkan sesuai dengan gambar dan rupa mereka yaitu trikotomi yang terdiri dari tubuh, jiwa dan Roh Kudus
NB.
Blog ini saya unggah sebagai hadiah Natal dan Tahun Baru bagi Para pencari Kebenaran yang mampir di Bengcumenggugat.Wordpress.com. Selamat Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
@ G, wah, saya nggak kenal tuh perempuan ini. memangnya siapa dia yang ujug ujug muncul di taman eden?
Mr. Hai-hai, saya biasanya baca pakai blueletterbibble.org.
Menyambung comment saya diatas, Pada kisah penciptaan TERANG dan CAKRAWALA, terdapat perbedaan, yaitu pada penciptaan terang di firmankan “hayah TERANG” lalu jadilah TERANG… Dan itu di puji baik.
Pada kisah penciptaan cakrawala, firman tidak diawali dg kata “hayah”, lalu Allah meng ASAH cakrawala, dan tidak dipuji baik.
Dari situ, saya kesulitan memahaminya; raqiya di asah, tapi lalu tidak dikatakan baik, artinya:
apakah memang seharusnya raqiya tidak di asah..?
atau
Allah telah meng asah raqiya dari bahan baku yg salah sehingga tidak dikatakan baik..?
Atau
raqiya seharusnya memang adalah “tempat kosong” diantara air yg tercipta dg sendirinya hanya dg cara memisahkan air dari air, tidak di asah dari bahan baku, dan karena tidak ada kata HAYAH, maka berarti tidak ada oknum/bahan baku yg diberi kuasa untuk menjadi raqiya..?
Mohon petunjuk mr. Hai-hai. Thanks
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Kejadian 1:6
Coba anda klik di SINI untuk membaca ayat tersebut dengan baik.
Mr. Hai-hai, terimakasih. Saya sudah coba bandingkan beberapa online interlinear yg lain, memang ada kata HAYAH. thanks
Allah lalu menyuruh Anak yang diperanakkan-Nya untuk menjadi Terang. Anak Allah menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi Terang.
Ko, berdasarkan pernyataan di atas, apakah berarti Anak Allah diperanakkan terlebih dahulu oleh Allah, dan setelah Anak Allah ada, baru kemudian Anak Allah menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi Terang?
Jika Anak Allah diperanakkan terlebih dahulu oleh Allah, bukankah berarti Terang bukanlah ciptaan yg pertama/pada hari pertama?
Jika Terang adalah ciptaan yg pertama, lalu siapa yg menanggapi firman Allah (Allah yg berfirman) dengan menjadi Terang?
@mama nia, Alkitab hanya MENCATAT pada hari pertama Allah berfirman, “Jadilah Terang” Alkitab sama sekali tidak mencatat KAPAN yang kepadanya Allah berfirman JADILAH TERANG DILAHIRKAN. Kita hanya tahu TERANG itu dilahirkan karena Perjanjian Baru mengajarkan hal demikian. Namun kita TAHU bahwa ketika Allah berfirman JADILAH TERANG yang menanggapi firman dengan menjadi TERANG itu sudah ADA.
Mas Bengcu, apakah yang melahirkan TERANG itu adalah GELAP?.Karena di Alkitab dikatakan kalau TERANG dan GELAP dipisahkan.
@haibengcu
Anda menulis ,Sekarang Allah Bapa punya dua anak yaitu Siang (Terang) dan Malam (Gelap),sekarang saya jadi paham……KEHEKEKEKEKKKKK
Anak-anak Allah buuuanyaaak sekali……Brooo
Ulangan 14:1 KAMULAH ANAK-ANAK TUHAN, ALLAHMU; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang;
Lukas 20:36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat DAN MEREKA ADALAH ANAK-ANAK ALLAH, karena mereka telah dibangkitkan.
Kejadian 6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, KETIKA ANAK-ANAK ALLAH MENGHAMPIRI ANAK-ANAK PEREMPUAN MANUSIA, DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN ITU MELAHIRKAN ANAK BAGI MEREKA; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Di ayat ini mengatakan Allah punya anak banyak , berarti Allah punya istri banyak : ADA ISTRI PERTAMA/ PERMAISURI ,ADA BANYAK SELIRNYA DAN BANYAK GUNDIKNYA.
Dan anak-anak Allah sesat semua kebanyakan PEMERKOSA DAN DOYAN PEREMPUAN (kejadian 6:4 ) , terbukti nabi maupun raja2 yang nb, anak Allah istrinya pada banyak /lebih dari satu nuruni PANTAS BapakNya (tercatat dalam Alkitab).
Makanya Allah menyesal kejadian 6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.Un tung Allah PUNYA SATU ANAK yang baik yaitu YESUS.
Hanya Yesuslah anak yang diKasihi Allah (terbukti setelah Yesus dibaptis Matius 3:17
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”) Kenapa Yesus dikasihi Allah :
1.Karena Yesus anak paling bungsu dari ISTRI YANG PERTAMA/PERMAISURI ALLAH.
2.Yesus orangnya baik, selalu menurut PERINTAH ALLAH/ BapaNya dan Yesus tidak PERNAH MEMPERKOSA PEREMPUAN dan TIDAK DOYAN PEREMPUAN jadi Allah salut sama Yesus sehingga Yesus lah anak yang paling dikasihi Allah. Kehekeekekekekkkkkk.
Kenapa Allah mengasihi Yesus dan kenapa tidak Haibengcu ( yang NB.juga anak Allah ), karena Haibengcu adalah ANAK ALLAH dari GUNDIKNYA ALLAH YANG KE- 10000000000…….KACI’HAN DEH lluuuu…
GITU AJA KOK REPOT………KEHEKEKEKEKEKEKKKKK (tks haibengcu sekarang saya paham ,,,,KEHEKEKEKEKEKKKKKKKKK)…….
@Roy Aslan Ginting (@RoyAslan_G), TUHAN Allah menciptakan ADAM. Adam lalu dipisahkan menjadi ADAM dan HAWA. Tuhan Allah menamai Adam LELAKI dan menamai hawa PEREMPUAN.
Allah Bapa memperanakkan TERANG lalu TERANG itu dipisahkan menjadi TERANG dan GELAP. Allah menamai TERANG itu SIANG dan gelap itu MALAM. Kemudian Allah berfirman JADILAH PETANG dan jadilah PAGI. Petang = interaksi SIANG dan MALAM. PAGI juga adalah INTERAKSI SIANG dan MALAM.
Ketika memisahkan SIANG dan MALAM, Allah TIDAK menggunakan RUANG namun MEMBEDAKANNYA saja. Itu sebabnya SIANG dan MALAM tidak PERNAH terpisahkan SECARA RUANG. hanya TERPISAHKAN secara BEDA atau DOMINASI. PETANG adalah siang dan malam SAMA-SAMA dominan namun bergerak MALAM semakin MENDOMINASI. Pagi adalah Siang dan malam sama-sama DOMiNAN namun bergerak SIANG makin dominan.
@Arif Sebastian, saat ini lagi SENANG sebab tadi bertemu dengan para pejuang HAM dan HUKUM serta TOLERANSI beragama LINTAS iman yang DATANG ke depan Istana untuk mendukung kebaktian bagimu negeri GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Makanya SOSIAL dikitlah. Ha ha ha ha …. Orang-orang DUNGU sering berkata, untuk PUNYA anak HARUS punya ISTRI padahal orang orang yang PUNYA istri SAMA Sekali TIDAK BERANAK sebab Yang BERANAK justru orang-orang yang TIDAK punya ISTRI, TOLOL. Mama saya tidak punya ISTRI namun dia BERANAK tujuh orang tuh. 3 perempuan dan 4 lelaki. Saya istri namun nggak BERANAK tuh. Istri say tidak punya ISTRI namun BERANAK tuh. Ha ha ha ha ha …..
Batang ubi kayu alias SINGKONG, bila dipatahkan lau DITANCAP ke tanah akan tumbuh menjadi SINGKONG. kentang dan UBI jalar bila DIKUBUR akan TUMBUH menjadi pohon kentang dan ubi jalar. Baik singkong maupun ubi jalar maupun kentang nggak PERLU punya ISTRI untuk BERKEMBANG biak tuh. Adam tidak BERANAK HAwa meskipun dia MEMPERANAKKAN Hawa. Hawa dibangun dari Tulang dan daging Adam. Pohon MANGGA di rumah mama saya NGGAK punya istri tapi berbuah dan buahnya dah tumbuh jadi mangga lagi dan berbuah tuh. Disamping itu juga banyak BATANG-BAANGNya yang dicangkok lalu tumbuh jadi pohon mangga tuh.
Kenapa anda TETAP DUNGU dan mengajarkan DOKTRIN DUNGU SIALAN harus puny ISTRI baru bisa BERANAK? Karena alih-alih BELAJAR anda JUSTRU berlagak.