
Gambar: bmbcaz.com
Apabila sesat satu inci pada langkah pertama maka semakin jauh melangkah semakin menjauhi tujuan. Itu sebabnya bila tidak memahami sejarah penciptaan sorga dunia dengan benar maka semakin banyak belajar Alkitab semakin sesat pengetahuannya. Apakah sejarah penciptaan sorga dunia sudah dipahami dengan benar? Belum! Itu sebabnya semakin hari ajaran Kristen semakin menjauhi ajaran Alkitab.
Menciptakan artinya menjadikan sesuatu yang baru tanpa bahan baku (Creatio ex nihilo) atau menjadikan sesuatu dengan kekuatan batin. Para sarjana teologi Kristen mengajarkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu alias menjadikan segala sesuatu tanpa bahan baku alias menjadikan segala ada dengan kekuatan batin alias mengucapkan keinginan-Nya dan keinginan-Nya pun ujug-ujug ada. Tentu saja ajaran demikian salah.
WR Supratman menciptakan lagu Indonesia Raya. Dia menjadikan lagu Indonesia Raya tanpa bahan baku. Dia menjadikan lagu Indonesia Raya dengan kekuatan batin alias daya ciptanya.
James Watt bukan pencipta (creator) karena dia tidak menciptakan mesin uap. James Watt adalah perancang (designer) karena dia merancang (to design) mesin uap lalu membangun mesin uap berdasarkan rancangannya (design). Setelah James Watt selesai merancang mesin uap maka hasilnya adalah rancangan mesin uap. Setelah James Watt selesai membangun mesin uap berdasarkan rancangannya barulah mesin uap ada. Apakah Jemes Watt adalah pencipta? Benar! James Watt adalah pencipta design mesin uap. Kenapa demikian? Karena dia menjadikan design mesin uap dengan daya ciptanya tanpa bahan baku seperti WR Supratman menjadikan lagu Indonesia Raya.
Kata Ibrani “bara” artinya merancang (to design) bukan menciptakan (created), itu sebabnya setelah Allah merancang (bara) sorga dunia dan binatang dan manusia hasilnya adalah rancangan sorga dunia dan binatang dan manusia. Setelah TUHAN Allah menghasilkan (asah) sorga dunia dan membentuk (yatsar) binatang dan manusia dari debu tanah berdasarkan rancangan Allah, barulah sorga dunia dan binatang dan manusia ada.
Kata Ibrani “asah” artinya menghasilkan. Menghasilkan dari sesuatu artinya menjadikan. Misal: Menjadikan pakaian dari kulit, menjadikan bahtera dari kayu Gofir. Menghasilkan sesuatu suasana namanya mengadakan. Misal: mengadakan pesta. Menghasilkan sesuatu perasaaan namanya membuat. Misal: Membuat marah, membuat sedih, membuat birahi. Menghasilkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat namanya mengeluarkan. Misal: Mengeluarkan uang dari kantong. Mengeluarkan anjing dari kandang. Menghasilkan sesuatu dari diri sendiri dimana yang dihasilkan itu kemudian bertumbuh kembang menjadi sesuatu yang serupa dan segambar dengan diri sendiri namanya berbuah (pohon) dan memperanakkan (manusia, binatang).
Hal pertama yang kita lakukan dalam mempelajari sejarah penciptaan sorga dunia adalah mengoreksi terjemahan Alkitab LAI. Dengan terjemahan yang lebih baik maka ayat-ayat Alkitab pun menjadi lebih mudah untuk dipahami. Semua kata yang ditulis dengan huruf besar adalah koreksi yang dilakukan.
Pada mulanya Allah MERANCANG (bara) SORGA DUNIA (shamayim erets). Kejadian 1:1
DUNIA (erets) TIDAK berbentuk (tohuw) dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” MENJADI (hayah) terang. Kejadian 1:3
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu ALLAH (elohim) MEMISAHKAN (badal) terang itu dari gelap. Kejadian 1:4
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala (raqiya) di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Kejadian 1:6
Maka Allah MEMPERANAKAN (asah) cakrawala (raqiya) dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atasnya. MENJADI (hayah) CAKRAWALA (raqiya) demikian. Kejadian 1:7
Lalu Allah menamai cakrawala itu SORGA (shamayim). Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:8
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah SORGA (shamayim) berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” MENJADI (hayah) demikian. Kejadian 1:9
Lalu Allah menamai yang kering itu DUNIA (erets), dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut (yam). Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10
Kerabatku sekalian, setelah terjemahan LAI dikoreksi, sulitkah untuk memahami kisah penciptaan sorga dan dunia? Tidak! Tidak sulit sama sekali. Kambing memperanakkan kambing. Domba memperanakkan domba. Manusia memperanakkan manusia dan Allah memperanakkan Allah. Allah lalu menyuruh Anak yang diperanakkan-Nya untuk menjadi Terang. Anak Allah menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi Terang. Sama seperti TUHAN Allah memisahkan Adam menjadi Adam dan Hawa, demikianlah Allah memisahkan Terang menjadi Terang dan Gelap. Si Terang lalu dionamaai Siang sedangkan si Gelap dinamai Malam. Sekarang Allah Bapa punya dua anak yaitu Siang (Terang) dan Malam (Gelap).
Pada hari kedua Allah Bapa menyuruh Anak-Anak-Nya menjadi cakrawala. Yang satu menanggapi firman Bapa-Nya dengan menjadi cakrawala sedangkan yang lain menanggapi dengan memperanakkan (asah) cakrawala. Ada dua cakrawala. Yang manakah yang lalu dinamakan sorga (shamayim) oleh Allah Bapa? Tentu saja yang sesuai dengan firman-Nya yaitu yang adalah Anak-Nya menjadi cakrawala, bukan cakrawala yang diperanakkan oleh Anak-Nya yang lain. Apa itu cakrawala? Cakrawala adalah langit yang kita lihat ketika mendongak ke atas dan Sorga adalah Cakrawala yang tidak kelihatan mata kita.
Pada hari ketiga Allah Bapa sama sekali tidak menyuruh air yang ada di bawah cakrawala untuk berkumpul menjadi satu namun menyuruh air yang ada di bawah sorga untuk berkumpul menjadi satu. Air di bawah sorga menaatinya sehingga kelihatanlah yang kering. Allah Bapa lalu menamakan yang kering dan kelihatan itu Dunia (erets). Sedangkan kumpulan air itu dinamakan-Nya Laut. Dunia diperanakkan oleh air di bawah sorga. Dunia bukan hanya bumi namun segala yang kelihatan alias terdeteksi manusia. Pada saat semua air berkumpul menjadi satu, saat itulah dunia dilahirkan. Sorga dunia tidak diciptakan dari nihil namun dilahirkan atau diperanakkan oleh TUHAN Allah.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita MEMPERANAKAN (asah) manusia menurut gambar (tselem) dan rupa (damuwth) Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan (dagah) di laut (yam) dan burung-burung (oph) di SORGA (shamayim) dan atas semua MAMALIA (bohemah) di dunia dan atas segala REPTIL (remes) dan yang BERGERAK (ramas) di DUNIA (erets).” Kejadian 1:26
Allah MERANCANG (bara) manusia menurut gambar-Nya (tselem), GAMBAR (tselem) Allah MERANCANG (bara) laki-laki dan perempuan. MERANCANG (bara). Kejadian 1:27
Allah memberkati, Allah berfirman: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan (dagah) di laut dan burung-burung di SORGA (shamayyim) dan atas segala MAKLUK BERGERAK (chay ramas) di DUNIA (erets).” Kejadian 1:28
Maka Allah melihat segala yang DIPERANAKAN-Nya (asah) itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31
ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup (nephes chay). Kejadian 2:7
Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu DIRANCANG (bara) oleh Allah, DIPERANAKANNYA (asah) dia menurut rupa (damuwth) Allah; Kejadian 5:1
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, Kolose 1:15
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 1 Korintus 15:45
TUHAN (YHWH) yang kelihatan oleh bangsa Israel adalah gambar Allah (Elohim) yang tidak kelihatan. Yesus yang kelihatan oleh bangsa Yahudi adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Yang dikehendaki oleh Allah Bapa adalah diri-Nya dan kedua Anak-Nya memperanakkan manusia. Alih-alih melakukan kehendak Bapa-Nya, kedua Anak Allah justru merancang manusia. Allah merancang manusia menurut Gambar-Nya (TUHAN). Pada saat yang sama, TUHAN (Gambar Allah) merancang manusia lelaki dan perempuan.
Kejadian 1:26 mencatat tentang Allah Bapa mengajak kedua Anak-Nya untuk memperanakan (asah) manusia. Kejadian 1:27 mencatat bahwa kedua Anak Allah alih-alih memperanakkan justru merancang manusia. Kejadian 1:31 mencatat bahwa Allah melihat yang peranakan-Nya sungguh amat baik. Siapa yang diperanakan oleh Allah Bapa pada hari keenam? Manusia. Kejadian 5:1 mencatat bawha sementara kedua Anak-Nya merancang manusia, Allah Bapa memperanakkannya sesuai kehendak-Nya. Itu sebabnya ketika membaca Kejadian 2:7 kita pun langsung memahami bahwa manusia yang diperanakkan oleh Allah Bapa di Kejadian 1:27 adalah Nashamah Chay (nafas hidup). Nafas hiduplah yang dihembuskan ke dalam debu tanah sehingga menjadi makluk hidup (nephes chay). Debu tanah adalah tubuh sedangkan nafas hidup adalah roh manusia.
Demikianlah diselesaikan SORGA (Shamayim) dan DUNIA (erets) dan segala isinya. Kejadian 2:1
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan MEMPERANAKKAN (asah), berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan MEMPERANAKKAN (asah). Kejadian 2:2
Lalu Allah (Elohim) memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan MERANCANG (bara) yang telah DIPERANAKKAN (asah) ALLAH (Elohim). Kejadian 2:3
Demikianlah riwayat SORGA DUNIA (shamayim erets) waktu diciptakan (bara). Ketika TUHAN Allah MEMPERANAKKAN (asah) DUNIA SORGA (erets shamayim). Kejadian 2:4
Apakah Allah Bapa berhenti bekerja pada hari ketujuh? Tidak! Dia hanya berhenti memperanakan. Apakah TUHAN Allah berhenti bekerja pada hari ketujuh? Mustahil! Keduanya hanya berhenti merancang yang telah diperanakkan Bapa-Nya. Manusia Perjanjian Lama adalah dikotomi yang terdiri dari tubuh dan jiwa. Ketika tubuhnya mati, jiwa manusia disebut arwah.
Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yohanes 3:3
Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yohanes 3:5
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Yohanes 3:6
Kehendak Allah Bapa adalah diri-Nya dan kedua Anak-Nya memperanakkan manusia. Allah Bapa sudah menggenapi kehendak-Nya saat memperanakkan Nafas Hidup (nashamah chay) namun kedua anak-Nya belum. Semua roh manusia adalah keturunan Nafas Hidup itu sebabnya seluruh manusia sejak Adam hingga zaman Yesus, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, harus dilahirkan kembali oleh Roh dan Air untuk menggenapi kehendak Allah Bapa. Siapakah Roh? Roh adalah yang tidak kelihatan manusia. Yang tidak kelihatan adalah Allah (Terang). Siapakah Air? Air adalah Tuhan (Gelap). Kapan umat manusia dilahirkan kembali oleh Air dan Roh? Pada hari Pentakosta.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang berkumpul di satu tempat. Kisah Para Rasul 2:1
Tiba-tiba TERDENGARLAH (ginomai) dari SORGA (ouranos) SUARA (echos) seperti HEMBUSAN (phero) angin keras MELIPUTI (pleroo) SEGENAP (holos) TEMPAT (Oikos) di mana mereka BERADA (kathemai); Kisah Para Rasul 2:2
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada SETIAP ORANG DARI (heis hekastos) mereka. Kisah Para Rasul 2:3
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mulai MENGUCAPKAN (laleo) BERBAGAI (heteros) bahasa, seperti yang diberikan oleh Roh kepada SETIAP ORANG (autos) untuk mengatakannya. Kisah Para Rasul 2:4
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi, ORANG SALEH (eulabes) dari segala bangsa di kolong langit. Kisah Para Rasul 2:5
Ketika TERDENGAR (ginomai) SUARA GEMURUH itu, KERUMUNAN (sunerchomai) orang banyak pun bingung karena masing-masing ORANG (heis hekastos) mendengar PERKATAAN (laleo) bahasanya sendiri. Kisah Para Rasul 2:6
Tercengang-cengang dan KEHERANAN (thaumazo), MEREKA berkata (kai lego): “SESUNGGUHNYA (idou), bukankah semua MENGUCAPKAN bahasa Galilea? Kisah Para Rasul 2:7
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: Kisah Para Rasul 2:8
orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Kisah Para Rasul 2:9
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, Kisah Para Rasul 2:10
Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar KATA-KATA (laleo) bahasa kita sendiri tentang KEAGUNGAN (megaleios) Allah.” Kisah Para Rasul 2:11
TERCENGANG (existemi). Semuanya tercengang dan BINGUNG (diaporeo). Berkatalah seorang kepada yang lainnya: “Apakah artinya ini?” Kisah Para Rasul 2:12
Tetapi orang lainnya menyindir: “KAMU (eimi) sedang mabuk anggur manis.” Kisah Para Rasul 2:13
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Kisah Para Rasul 2:14
Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, Kisah Para Rasul 2:15
tetapi itulah yang DIKATAKAN (ereo) OLEH (dia) nabi Yoel: Kisah Para Rasul 2:15
Akan terjadi pada ZAMAN (hemera) AKHIR (eschatos) –demikianlah firman Allah– bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Kisah Para Rasul 2:17
Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Kisah Para Rasul 2:18
Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan KABUT (atmis) asap. Kisah Para Rasul 2:19
Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Kisah Para Rasul 2:20
Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Kisah Para Rasul 2:21
Pada hari Pentakosta, ketika kesebelas rasul berkumpul di sebuah rumah, tiba-tiba turunlah lidah-lidah seperti nyala api dengan suara gemuruh seperti angin kencang lalu hinggap pada setiap rasul. Sebelas rasul pun dipenuhi Roh Kudus lalu mengucapkan kata-kata asing. Ketika mendengar suara gemuruh dari rumah tersebut, orang banyak pun mengerumuninya dan mendengar ucapan para rasul. Orang banyak terheran-heran mendengar rasul-rasul mengucapkan bahasa mereka. Sebagian orang menuduh mereka sedang mabuk anggur. Petrus lalu bangkit dan berkotbah akhirnya tiga ribu orang memutuskan untuk menjadi Kristen. Mulanya Roh Kudus hanya merasuki rasul-rasul kemudian merasuki tiga ribu orang lainnya setelah mereka menjadi Kristen dan Roh Kudus akan merasuki setiap orang yang memutuskan untuk menjadi Kristen dari generasi ke generasi. Itulah yang diajarkan oleh guru-guru sekolah minggu saya, yang saya dengar dari mimbar-mimbar gereja, baca di buku-buku teologi dan Alkitab bahasa Indonesia dan Inggris. Tiga puluh tahun lebih saya meyakininya sebagai ajaran Alkitab.
Ketika mendengar seorang Jawa fasih sekali mengucapkan bahasa Hokkien, mustahil saya menuduhnya mabuk. Saya akan memujinya. Saya pasti menuduhnya mabuk bila dia kekeh jumekeh menyatakan saya bicara bahasa Jawa padahal saya ngomong Indonesia. Dan dia kekeh jumekeh ngaku berbahasa Indonesia padahal saya mendengarnya berbahasa Hokkien. Itulah yang terjadi pada hari pentakosta. Itulah yang tercatat dalam Alkitab bahasa aslinya.
Apabila Roh Kudus hanya merasuki rasul-rasul kemudian merasuki tiga ribu orang lainnya setelah mereka menjadi Kristen, itu berarti nubuatan nabi Yoel tentang Allah mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, tidak digenapi dan belum digenapi sampai hari ini sebab dari generasi ke generasi selalu ada orang non Kristen di dunia ini. Namun Kisah Para Rasul mencatatnya dengan gamblang bahwa yang terjadi pada hari itu adalah kegenapan nubuatan nabi Yoel, pada hari itu Roh Kudus dicurahkan kepada segenap manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
Allah Bapa hanya satu kali memperanakan Nafas Hidup dan hanya satu kali TUHAN Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam manusia. Selanjutnya Nafas hidup alias Adam pun beranak cucu untuk menggenapi kehendak Allah Bapa. Alkitab mencatat hanya satu kali Roh Kudus dicurahkan, hanya satu kali Roh Kudus dalam wujud lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada setiap orang. Hal demikian terjadi pada hari Pentakosta. Selain pada hari itu, tidak ada Roh Kudus yang dicurahkan lagi juga tidak ada manusia yang dihinggapi Roh Kudus lagi. Sejak hari itu umat manusia menjadi trikotomi yang terdiri dari tubuh dan jiwa serta Roh Kudus. Manusia-manusia yang dilahirkan kembali menjadi trikotomi pada hari Pentakosta lalu beranak cucu. Anak-anak yang mereka lahirkan sesuai dengan gambar dan rupa mereka yaitu trikotomi yang terdiri dari tubuh, jiwa dan Roh Kudus
NB.
Blog ini saya unggah sebagai hadiah Natal dan Tahun Baru bagi Para pencari Kebenaran yang mampir di Bengcumenggugat.Wordpress.com. Selamat Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
G, he.he..he… Sorry baru baca.
Saya gak pernah muak baca comment beliau yg begitu, anda tahu kenapa..? Karena saya menganggap Yesus ngaku anak manusia biar disayang sama manusia. Kalau mr.hai-hai bilang Yesus adalah anak nya, berarti dia sayang sama Yesus. He.he..he…
@BeZero4Truth, BARA artinya MERANCANG. Anda harus mulai dari KEJADIAN 1:1 baru ke Kejadian 1:2. ayat satu menyatakan Allah MERANCANG ayat dua menunjukkan yang DIRANCANG. apa yang dirancang Allah? ha ha ha …
@G, awas lu kalu nggak BELI nanti. Bisa penasaran sampai tUA lu klo gak kebagian nantinya. Bumi BELUM berbentuk dan KOSONG. Itulah terjemahan LAI. Anda PERCAYA LAI menerjemahkannya dngan BENAR? UJILAH. TOHUW wa BOHUW. Itulah kata ASLINYA. Ada satu kata yang TIDAK diterjemahkan yaitu HAYATAH dari kata HAYAH. HAYARH = JADI. HAyATAH menjadi. Kenapa tidak diterjemahkan? Karena bila diterjemahkan maka jadilah BUMI MENJADI belum berhentuk dan KOSONG. Telitilah ARTI kata TOHUW dan BOHUW. Kita bukan AHLI bahasa Ibrani jadi gunakan SAJA cara BodoH yang CERDik. pelajari PENGGUNAAN kedua KATA tersebut di ayat-ayat LAINNYA. Jangan lupa, perhatikan KATA benda? Kata SIFAT? Kata KETERANGAN? KATA kerja? Nah, kalau nggak mau REPOT mencari, beli saja buku saya nantinya. ha ha ha ha …..
Mr. Hai-hai, pusing sayah… Rencananya mau bikin roti dari adonan. Yg melayang yg mau bikin roti yg dibawahnya adonannya. Terus kenapa musti nyetok, segala adonannya dibagi dua.. Itu pembagian adonannya berdasarkan alasan kwalitas nya atau asal bagi sama rata ya.. Thanks.
1 : 1 pada mulanya Allah merancang sorga dunia
1:2. dunia menjadi tidak berbentuk dan kosong…(masa kosong..?) gelap gulita melingkupi samudera raya,
dan Roh Allah melayang layang diatas permukaan air.
hai hai ; ayat 1 menyatakan Allah merancang, ayat 2 menunjukkan apa yang dirancang.
dea ; om hai…,rancangan di ayat 1 itu’kan baru terwujud di kitab wahyu…,
rasanya kalimat om itu juga masih sedikit rancu, apa gak sebaiknya begini…;
ayat 1 menunjukkan aapa yang dirancang, ayat 2 menunjukkan alasan mengapa Allah merancang ?
@brader hai hai..
Mengenai “manusia diberi kulit” oleh Tuhan Allah, apakah secara literal memang menunjuk kpd kondisi fisik manusia awal ya..?
Menurut data dibawah ini:
– Arti kata Adam = merah
– Saat adam melihat hawa, adam berkata : inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku
Saat berkata spt itu tentunya Adam tidak sedang “berpuisi” namun melihat dg mata fisiknya dia melihat daging + tulang tanpa balutan kulit. Jika ditinjau dari ilmu medis, pengetahuan ttg anatomi manusia belumlah diketahui adam, jadi mana mungkin pandangan mata adam berlaku spt sinar x menembus kulit dan mampu melihat tulang + daging.
Secara lingkungan hidup awal manusia sih logis juga karena bakteri2 juga belum tercipta selengkap skg, jadi tdk ada kuman berbahaya yg menyerang fisik daging tak berkulit
Setelah adam hawa dewasa dan mengerti etika pasca menyantap buah, maka terbukalah mata (etika) mereka dan menjadi ketakutan melihat ketelanjangan dlm arti bener2 telanjang tanpa kulit membalut tubuh.
Jika menganalisa fisik janin manusia di kandungan zaman ini, janin baru berkulit setela usia 6 bulan, bahkan kulit bayi yg baru lahir sangat tipis+rentan
Manusia zaman ini menilai unsur estetika manusia melalui wajahnya. Jika wajah terawat dan kelihatan ganteng + cantik maka nilai estetika manusia juga terangkat.
Perjanjian Sunat Elohim utk Abraham scr fisik adlh memotong kulit yang menyelubungi daging , dari fakta itu kt dpt sedikit usil menyimpulkan bahwa daging tanpa kulit adalah “tanda lahir” manusia.
Mohon pendapat suhu haihai…
Jika hal ini bisa dibuktikan maka runtuhlah doktrin yg mengatakan bahwa Tuhan Allah membunuh binatang utk bikin pakaian kulit. Ha ha ha..
Kopimokaasik, tonneth ya tonneth, di banyak ayat lain pemakaian kata itu, tetap merujuk pada pakaian yg dikenakan pada tubuh.
Saya juga masih linglung, Kita anak adam atau anak ular.?
Elohym melahirkan adam, kemudian YHWH meniupkan wes..ewes..ewes…fuih.. adam kedalam debu tanah.. Maka Jadilah makhluk jenis baru (manusia…?), lalu lalu dari tulang makhluk jenis baru itu dibangun lah oleh YHWH penolong yg sepadan/wanita/istrinya, lalu makluk baru itu memanggil istrinya dg nama HAWA dan HAWA memanggil suaminya dg nama ULAR..’?’ Setelah di deportase ke bumi, hawa dan ular ehm..ehm.. Maka lahirlah kain dan habel.. Dst.. Begini atau begitu??
@BeZero4Truth
bro, kalau mengamati kisah kemunculan si Nachas pas banget pada saat hawa DILEMA ya. Dia memandang sebuah Pohon dan menganggap SEDAP (Desire) pohon itu. Logisnya kan saat memandang “sedap” sebuah makanan, tentunya saat kita lapar kan? hahaha …
Jadi “urusan perut” bagi sebuah mahkluk hidup memang fundamental banget, mampu mengalahkan moral manusia yang berisi “perintah Allah”. Disinilah sang Penelaah itu memunculkan dirinya, yaitu saat manusia dihadapkan urusan perut vs moral/etika, maka saat itulah PENELAAH muncul. Bukankah ini berarti ada 2 unsur dlm manusia yang bekerja, yaitu:
– daging : pure urusan perutnya/kebutuhannya
– moral : pure urusan sifat/karakter/etika/kecerdasan/psikis/kedewasaan
maka anak siapakah kita? enaknya gimana bro? anak siapakah kita ini? yang jelas jika melihat kronologis kisah penciptaan, kita adalah keturnan adam yang mempunyai sifat Nachas. Mohon sharing nya sambil nunggu suhu haihai,,,
Kopimokaasik, si nachas itu bertambah pinter seiring waktu, karena seiring waktu dia terus belajar/menelaah. Sampai suatu saat dia mengutarakan hasil telaahannya ttg buah itu pada isterinya. Suatu saat isterinya melihat buah itu dan menganalisa pendapat suaminya, akhirnya dia lebih percaya pendapat suaminya ketimbang larangan Tuhan Allah. Terus dia makan dan suaminya juga makan. Cerita selanjutnya tentang telanjang dll sedikit aneh, mungkin kalau waktu itu mereka pilih bohong dan menyangkal telah memakan buah itu, ceritanya jadi lain.
@BeZero4Truth
iya bro, setelah menyantap buah larangan, maka MATA mereka terbuka dan TAHU ketelanjangannya. Sebenarnya hal itu tidak terlalu aneh kok bro karena kita harus terlebih dulu menyederhanakan persepsi ttg kisah manusia awal ini. Jangan membebani ttg doktrin dosa dan tentang maut maupun kekekalan dalam kisah ini. Setelah kita terlepas dari doktrin dosa, maka kita akan melihat permasalahan diatas dg lebih sederhana, yaitu Seorang manusia prototype awal, yang hanya berjumlah dua orang yang HARUS BERANJAK DEWASA, secara fisik dan psikis dalam menggenapi mandat Elohim dalam kejadian 1:26.
Perkembangan fisik manusia prototype (adam dan Hawa) sudah dijamin Tuhan Allah dengan menyediakan Buah Pohon yang menjadi asupan Gizi bagi pertumbuhan mereka. Setelah secara gizi terpenuhi dan fisik mulai bertumbuh, maka pertumbuhan secara MORAL juga harus dilakukan. Beranjak dewasa secara fisik dan moral akan menjadikan manusia mampu mengemban mandat Allah.
Moral/Etika diperlukan manusia saat TERDAPAT manusia lain bukan? Moral dan Hukum (Kedewasaan psikis) inilah yang dikatakan “Sang Penelaah” tersebut. Adam dan Hawa hanya 2 orang manusia di taman eden alias masih sepi tidak ada manusia lain, maka WAJAR jika manusia protoype itu BELAJAR etika dan moral kepada sebuah Pohon.
Alkitab menyembunyikan fakta ini, yaitu tercatat terdapat 3 unsur yang berperan dalam kisah pohon etika, yaitu Penelaah, Hawa dan Adam. Artinya adalah: Saat adam “berpikir” maka dia jadi Sang Penelaah, namun saat “urusan perut” maka Adam darah daging yang berperan. Bro, yang harus kita CARI adalah:
– Apakah Sang Penelaah (bibit kedewasaan moral) itu ada dalam diri Adam ataukan Hawa? hahahaha ….