Tumimbal Lahir Memang Ngaco Belo


Gambar: chanelduniareptil.blogspot.com

EHIPASSIKO! Artinya datang dan lihat sendiri. Benar. Datang dan lihatlah sendiri bahwa meskipun kebanyakan buddhis mengagul-agulkan dirinya LOGIS dan ILMIAH namun faktanya tidak lebih dari tukang kecap belaka.

Meskipun gembar-gembor ajarannya telah TERUJI dan terbukti LOGIS dan ILMIAH namun kebanyakan justru dongeng belaka. Tanyakan kepada  sepuluh maka seratus Buddhis akan menjawab, “Tumimbal lahir mustahil reinkarnasi sebab tumimbal lahir adalah ajaran Budha yang logis dan ilmiah sedangkan reinkarnasi adalah ajaran Hindu yang tidak logis apalagi ilmiah.” Dari mana para Buddhis tahu tumimbal lahir MUSTAHIL reinkarnasi? Apakah mereka EHIPASSIKO? Apakah mereka melakukan PENGUJIAN? Mustahil! Mustahil ehipassiko bila tidak tahu bahwa tumimbal lahir (Buddha) dan reinkarnasi (Hindu) diterjemahkan dari kata Pali yang sama yaitu: Punabbhava (lafal: punabawa). Tanyakan kepada seratus maka seribu Budhis akan menjawab, “doktrin tumimbal lahir Agama Budha benar-benar LOGIS dan ILMIAH.” Kerabatku sekalian, mari ehipassiko (datang dan lihat sendiri) untuk membuktikan bahwa doktrin tumimbal lahir selain tidak logis dan ilmiah juga menyangkal ajaran Buddha lainnya.

Memberanikan diri bertanya, di dalam buku berjudul: Kajian Tematis Agama Buddha & Agama Kristen, Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman menulis:

Kehendak,  O Biku, adalah karma yang Aku katakan! Setelah memunculkan kehendak, seseorang menciptakan karma melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Nibbedhika-sutta

Sesuai dengan benih yang ditabur
Maka itulah buah yang akan dipetik
Pelaku kebajikan akan menuai kebajikan
Pelaku kejahatan akan menuai kejahatan
Taburlah benihnya dan tanamlah dengan baik
Engkau akan menikmati buahnya. Samyutta Nikaya I:227

Para makhluk adalah pemilik karmanya sendiri, pewaris karmanya sendiri, memiliki karma sebagai penyebab kelahiran kembali, sebagai sanak karma, dan terlindung oleh karmanya sendiri. Karma yang membedakan makhluk yang memiliki keadaan hina dan mulia. Majjhima Nikaya III:203

Agama Buddha percaya bahwa makhluk terlahir kembali di salah satu dari enam alam kehidupan: surga, asura, manusia, binatang, hantu, dan neraka. Kata kunci pengertian kelahiran kembali adalah “muncul kembali”, tidak serupa dengan konsep reinkarnasi Hindu yang mempercayai adanya suatu roh kekal yang bertransmigrasi (meninggalkan tubuh lama dan memasuki tubuh baru). Manusia bisa naik ke alam yang lebih tinggi seperti surga atau turun ke alam yang lebih rendah seperti menjadi binatang atau hantu. Seperti halnya listrik dapat termanifestasi dalam bentuk cahaya, panas, gerakan, demikian pula energi karma dapat termanifestasi dalam bentuk dewa, manusia, binatang, atau makhluk lainnya, di mana satu bentuk tak ada kaitan fisik dengan yang lain. Daripada mengatakan bahwa manusia menjadi binatang, lebih tepat mengatakan bahwa energi karma yang termanifestasi dalam wujud manusia dapat termanifestasi dalam bentuk binatang.

Bengcu Menggugat:

ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah (aphar admah) dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (nephes chay). Kejadian 2:7

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah (banah) seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” Kejadian 4:1

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28

Karena kami tahu, bahwa jika kemah (skenos) tempat kediaman (oikia) kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman (oikodome) di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman (oikia) yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 2 Korintus 5:1

Kerabatku sekalian, kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab sangat tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. Ada TIGA jenis manusia. Manusia jenis pertama tubuhnya DIBENTUK dari debu tanah dan jiwanya DILAHIRKAN dari TUHAN Allah. DILAHIRKAN TUHAN Allah artinya KELUAR dari TUHAN Allah. Manusia jenis kedua namanya lelaki dan perempuan. Yang disebut perempuan DIBANGUN dari tulang rusuk dan daging LELAKI. Dalam bahasa modern namanya KLONING. Yang disebut lelaki adalah manusia JENIS pertama yang diambil rusuk dan dagingnya  untuk membangun perempuan. Manusia jenis ketiga dibangun dari sperma lelaki dan telur wanita. Setelah dikandung selama sembilan bulan sepuluh hari oleh wanita lalu dilahirkan. Tubuh manusia yang dibentuk dari debu tanah adalah kemah alias cangkang yang akan aus dan mati. Namun setelah tubuhnya mati, jiwa manusia akan mengenakan cangkang baru yang kekal sifatnya.

Agama Hindu mengajarkan bahwa pada mulanya adalah ATMA atau BRAHMAN atau Shang Hyang Widhi Wisesa alias Yang Mulia Mahaesa Yang Mahamula. Atma lalu menjadikan manusia. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwatman. Jiwatman adalah Atma yang lahir dari Brahman dan tinggal di dalam CANGKANG atau tubuh. Ketika tubuhnya mati, Jiwatman pun dilahirkan kembali (Punabbhava) dalam cangkang atau tubuh baru. Dalam tubuh seperti apakah jiwatman dilahirkan kembali? Tergantung KARMA alias perilakunya alias karya baktinya ketika hidup.

Kesamaan ajaran Kristen dan Hindu tentang manusia adalah keduanya mengajarkan bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa alias jasmani dan rohani alias roh dan daging. Perbedaannya adalah Agama Kristen mengajarkan bahwa makluk hidup beranak cucu alias berkembang biak alias MENCIPTAKAN makluk sejenisnya. Itu sebabnya jumlah makluk hidup semakin banyak dari generasi ke generasi. Agama Hindu melalui doktrin reinkarnasinya mengajarkan bahwa jumlah TOTAL makluk hidup tetap namun jumlah makluk menurut wujudnya atau jenisnya berubah-ubah karena KARMA. Doktrin reinkarnasi juga menyangkal ajaran BERKEMBANG BIAK alias BERANAKCUCU alias BERTAMBAH BANYAK.

Anicca Dukha Anatta. Anicca artinya tidak kekal. Dukha artinya susah hati. Anatta artinya an atma alias an atman alias tidak ada jiwa alias tidak ada PRIBADI. Karena tidak ada JIWA yang KEKAL maka manusia itu ibarat api unggun. Ketika api unggun mati, kayunya atau tubuhnya menjadi debu tanah sedangkan apinya PADAM alias TIDAK ada lagi. Melalui doktrin Aanicca anatta Sidharta meyakini TIDAK ada kehidupan setelah MATI.

Meskipun meyakini doktrin Anicca Dukha Anatta namun umat buddhis juga meyakini tumimbal lahir (Punabbhava) alias reinkarnasi alias dilahirkan kembali (Re birth). Karena menganut doktrin Annata (tidak ada roh; tidak ada pribadi) itu berarti yang dilahirkan kembali mustahil jiwatman (jiwa).  Ketika ditanya APA yang dilahirkan kembali? Umat Buddha pun berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menceritakan PROSES kematian. Mereka bilang, ketika menghadapi kematian, seseorang akan MENGENANG (Bhavanga) perilakunya selama hidup lalu MENYADARI kematiannya sedang terjadi (cuti citta). Ketika kesadaran kematiannya (cuti citta) PADAM maka muncullah kesadaran penerusan alias kesadaran untuk melanjutkan hidup alias kesadaran untuk dilahirkan kembali (Patisandhi Vinnana – Patisandhi citta). Setelah mati maka orang itu pun dilahirkan kembali menjadi makluk sesuai dengan KARMA-nya.

Apa yang dilahirkan kembali? Yang dilahirkan kembali bukan JIWA. Lalu apa yang dilahirkan kembali? Kembali para buddhis berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menjelaskan apa ituu tumimbal lahir dengan berkata, “Tumimbal lahir itu ibarat api lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin-lilin lainnya. Api dan lilin yang digunakan untuk menyalakan tidak berpindah. Itu sebabnya tetap menyala. Lilin yang dinyalakan menyala karena kondisi memungkinkannya menyala, bukan karena mendapat warisan api dari lilin yang digunakan untuk menyalakannya.”

Kerabatku sekalian, menggunakan perumpamaan api lilin menyalakan api lilin untuk menjelaskan doktrin tumimbal lahir benar-benar dungu! Kenapa demikian? Karena lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin lain tidak mati alias PADAM dulu ketika lilin lain menyala sedangkan orang yang tumimbal lahir mati DULU baru dilahirkan kembali. Menyalakan lilin dengan lilin justru menyangkal doktrin tumimbal lahir. Menyalakan lilin dengan lilin cocok untuk menjelaskan BERANAKCUCU alias berkembang biak. Anaknya lahir namun induknya tetap hidup dan ada.

LAGU lama JUDUL baru. Itulah yang terjadi. Judul lamanya REINKARNASI. Judul barunya adalah TUMIMBAL LAHIR. Namun lagunya tetap sama yaitu setelah MATI maka BAGIAN yang TIDAK BERWUJUD dari makluk pun MENEMPATI cangkang alias tubuh baru alias WUJUD baru. Bagian tak berwujud itu KEKAL sifatnya alias berperibadi dan PENGETAHUANNYA terus berakumulasi. Itu sebabnya diajarkan bahwa Sidharta BERSAKSI bahwa dia MENGINGAT semua WUJUD atau CANGKANG yang pernah DITEMPATINYA. Itulah BUKTI bahwa BAGIAN tidak berwujud Sidharta Gautama sifatnya PRIBADI dan KEKAL alias ADA terus dan TIDAK bercampur dengan PRIBADI orang lain alias UNIK alias the one and only. Sidharta Gautama itu KEKAL dan PRIBADI. Itu sebabnya ketika dilahirkan jadi tokek dan yang lainnya, dia tetap Sidharta Gautama. Bahkan ketika mencapai Nirwana pun dia tetap Sidharta Gautama, bukan Jokowi atau Ahok apalagi Foke. Gamblang dan tegas sekali bukan? Ajaran tumimbal lahir MENYANGKAL doktrin  Anicca (tidak kekal) dan Anatta (tidak ada roh – tidak ada pribadi).

Menurut ajaran tumimbal lahir alias reinkarnasi WUJUD nanti ditentukan oleh wujud kini dan Karma (perilaku kini) serta Bhavanga (kenangan) sebelum mati.

Wujud nanti = Wujud kini + Karma + Kenangan

Suatu makluk PASTI dilahirkan kembali menjadi DINOSAURUS bila KARMA dan BHAWANGA (KB) untuk lahir sebagai dinosaurus TERPENUHI. Makluk yang menanggung Karma dan bhawanga lahir kembali sebagai DINOSAURUS mustahil lahir kembali jadi KECOA atau TOKEK apalagi burung bangkai. Namun saat ini DINOSAURUS tidak ada lagi. Dinosaurus sudah MUSNAH! Dinosaurus sudah PUNAH!

Apabila doktrin tumimbal lahir Buddha memang LOGIS dan ILMIAH maka punahnya dinosaurus diakibatkan oleh tidak ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir sebagai dinosaurus. Andaikata doktrin Tumimbal lahir agama Buddha memang LOGIS dan ILMIAH, itu berarti SUATU saat nanti bila ada MAKLUK yang MEMENUHI syarat lahir sebagai dinosaurus maka DINOSAURUS pun akan ada LAGI di bumi ini.

Dinosaurus sudah MUSNAH. Dinosaurus sudah PUNAH. Tidak ada dinosaurus lagi di bumi ini. Bila demikian, saat ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus, siapa yang akan MELAHIRKAN dia? Mungkinkah UJUG-UJUG muncul bayi dinosaurus dari ENTAH berentah karena ada MAKLUK yang MATI dan memenuhi Karma  Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus? Ha ha ha ha ha ha …….

Apabila doktrin anatta (tidak ada roh; tidak ada pribadi) dan anicca (tidak ada yang kekal) serta tumimbal lahir memang BENAR serta LOGIS dan ILMIAH maka REINKARNASI bisa dijelaskan sebagai berikut:

ES itu anicca (tidak kekal). ES itu anatta (tidak ada rohnya). Ketika DIPANASKAN (Karma) maka ES pun tumimbal lahir alias reinkarnasi menjadi AIR. Ketika AIR dipanaskan (Karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi gas. Dan Ketika AIR didinginkan (karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi ES.

Ketika ES tumimbal lahir menjadi AIR, maka ES itu pun TIDAK ada lagi alias PUNAH alias PADAM. Kenapa tidak ada LAGI? Karena SUDAH tumimbal lahir alias reinkarnasi alias MENJELMA menjadi AIR. Karena SELURUH ES tumimbal lahir menjadi AIR.

Apabila ES dikubur lalu membusuk jadi tanah atau dibakar menjadi debu kemudian ada mata AIR menyemburkan AIR mustahil dikatakan bahwa AIR dari mata AIR tersebut adalah REINKARNASI atau tumimbal lahir dari ES yang mati lalu dikubur dan membusuk jadi tanah atau dibakar jadi debu tersebut.  Kenapa demikian? Karena ES yang dikubur itu tumimbal lahir menjadi tanah dan ES yang dibakar itu tumimbal lahir menjadi debu dan baik sebagai TANAH maupun sebagai DEBU, TANAH atau DEBU ES itu masih ada.

Apa yang terjadi ketika si Buddhis MATI? Dia TUMIMBAL lahir sebagai bangkai. Bila dikubur bangkai si Buddhis pelan-pelan tumimbal lahir menjadi menjadi TANAH si Buddhis. Bila dibakar, bangkai si Buddhis tumimbal lahir menjadi DEBU. Bila dibekukan dia tetap BANGKAI. Selama tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih ada MUSTAHIL menyatakan bahwa si Buddhis SUDAH dilahirkan KEMBALI. Hanya orang-orang DUNGU yang percaya DONGENG si Buddhis sudah tumimbal lahir menjadi si UCOK dengan LOGIS dan ILMIAH padahal  tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih utuh apa adanya.

Di bawah ini adalah DONGENG yang digunakan oleh kaum Buddhis untuk membuktikan secara LOGIS dan ILMIAH bahwa ajaran REINKARNASI alias TUMIMBAL LAHIR itu memang BENAR.

KISAH GNANATILLAKA

Gnanatillaka adalah namanya, Ia (wanita) dilahirkan pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka (Ceylon). Kasus ini berawal di tahun 1960, Ketika ia berumur 4,5 tahun. Waktu itu ia berkata kepada orang tuanya, “Saya ingin bertemu dengan ayah dan ibu saya” “Kami adalah orang tuamu.” jawab ibunya. “Tidak.” Gnanatillaka bersikeras, “Saya ingin bertemu dengan ibu dan ayah saya yang sesungguhnya. Saya akan memberitahukan kamu dimana mereka tinggal. Tolong antar saya ke sana.”

Gnanatillaka menjelaskan kepada orang tuanya bagaimana menuju rumah dimana orang tuanya yang sesungguhnya tinggal. Rumah itu terletak dekat penampungan teh di Talawakele, sekitar 30 mil dari tempat tinggalnya sekarang.

Kedua orang tua itu mengabaikan cerita gadis kecilnya yang aneh. Setelah berhari-hari berlalu, Gnanatillaka tetap meminta untuk diantar menemui ibu-ayahnya yang sesungguhnya.

Segera berita itu mulai tersebar. Beberapa professor dari Universitas Ceylon dan Bhikkhu Piyadassi Maha Thera juga mengetahui cerita itu. Mereka memutuskan untuk menelitinya. Mereka mendengarkan Gnanatillaka bercerita ketika ia menjadi seorang bocah laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka (para peneliti itu) mencatat semua keterangan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Gnanatillaka, mereka bersama-sama dengan Gnanatillaka pergi menuju kerumah yang dijelaskan oleh Gnanatillaka.

Gnanatillaka belum pernah mengunjungi rumah itu di kehidupan yang sekarang, dia juga belum pernah mengunjungi daerah lokasi rumah itu. Juga kedua keluarga itu tidak saling kenal satu sama lain dan tidak saling mengetahui kehidupan masing-masing.

Ketika Gnanatillaka dan para peneliti itu memasuki rumah itu, Gnanatillaka memperkenalkan para professor kepada kedua orang tua dirumah itu. “Ini adalah ayah dan ibu saya yang sebenarnya.” Lalu ia juga mengenalkan adik laki-lakinya dan kakak-kakak perempuannya. Gnanatillaka menyebut nama-nama kecil saudara-saudarinya dengan tepat.

Lalu kedua orang tua Gnanatillaka di kehidupan sebelumnya itu diwawancarai. Mereka menjelaskan sifat dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954. Ketika Gnanatillaka melihat bekas adik laki-lakinya dalam kehidupan lampau, ia menolak bertemu atau berbicara dengannya. Kemudian orang tua Gnanatillaka di kehidupan lampau menjelaskan bahwa kedua bersaudara itu selalu berkelahi dan bertengkar. Mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupannya yang lampau ketika dia menjadi seorang anak laki-laki.

Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita tersebut, ia sendiri datang berkunjung. Ketika kepala sekolah memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya.

Gnanatillaka juga dapat mengingat pelajaran-pelajaran dan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi anak laki-laki dikehidupan sebelumnya.

Gnanatillaka juga dapat menunjukkan tempat pemakaman dimana ia dimakamkan di kehidupannya yang terdahulu sebagai seorang anak laki-laki.

Dengan cepat cerita Gnanatillaka tersebar luas. Seorang peneliti spesialis kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Ceylon untuk menyelidiki kasus itu. Setelah penyelidikannya, Dr.Ian mengatakan bahwa kasus Gnanatillaka adalah salah satu peristiwa kelahiran kembali yang terbaik, baik segi bukti maupun dari aspek psikologis.

Sebuah buku menarik tentang kasus Gnanatillaka diterbitkan dalam bahasa Sinhala di Ceylon. Buku ini menyajikan foto-foto berserta bukti-bukti dokumentasi yang berhasil dikumpulkan.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, haruskah kita berakata, “WOW …..” begitu atas dongeng reinkarnasi tersebut di atas? Ha ha ha ha …… katakan saja, “HOAX!” begitu. Ha ha ha ha ha ha ……

Anak lelaki itu meninggal 9 November 1954 sedangkan Gnanatillaka lahir 14 Februari 1956. Jumlah hari antara hari kematian anak lelaki itu dan hari kelahiran Gnanatillaka adalah 462 hari. Rata-rata manusia dikandung selama 280 hari. Itu berarti ada selisih 192 hari. Pertanyaannya adalah selama 192 hari anak lelaki itu alias Gnanatillaka luntang lantung ke mana? Jangan-jangan dia tumimbal lahir sebagai tokek dulu kayak Sidharta Gautama? Pada hari ke 192 dia dipatok burung bangkai lalu  tumimbal lahir lagi menjadi Gnanatillaka? Ha ha ha ha ha ha …… LOGIS dan ILMIAH? Ha ha ha ha ha ha … FIKSI ILMIAH lah yao!

413 thoughts on “Tumimbal Lahir Memang Ngaco Belo

  1. Cu…bengcu, lagak lho kayak sudah suci aja, pakai menggugat segala. Sok pinter tapi aslinya NGU…DUNGU, kalau emang ga cocok dengan ajaran Buddha ga usah sok keminter, jalani aja apa yg kamu yakini jangan usil sama keyakinan oeang lain

  2. “Agama masa depan adalah suatu agama semesta, yaitu agama yang melampui konsep/doktrin tentang Tuhan sebagai pribadi, serta menghindari dogma dan teologi. Agama haruslah berdasarkan pengertian keagamaan yang muncul dari pengalaman akan segala hal, baik yang bersifat alami atau batiniah, yang merupakan satu kesatuan yang sangat berarti. Buddhisme menjawab gambaran tersebut… Seandainya ada agama yang dapat memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan modern, maka hal itu adalah agama Buddha”. Kata Albert Einstein.
    Doktrin, dogma dan teologi menuntut keimanan. Iman, didefinisikan sebagai “percaya begitu saja” yang bertolak belakang dengan “Ehipassiko”. Dalam hal ini, seharusnya Pak Bengcu menggugat terlebih dahulu apa yang disebutkan dengan “iman”, sesuatu tidak jelas dan dipaksakan begitu saja untuk dipercayai. Seandainya, menurut anda terdapat kelemahan pada Ehipassiko, setidak-tidaknya masih lebih baik karena diajak untuk memahami dan mengalami terlebih dahulu atas sesuatu yang akan dipercayai. Di sini ada keanehan, yaitu seseorang yang terdokrinisasi oleh sesuatu yang tidak jelas berusaha untuk mengukur hal lain yang lebih terang benderang….. seperti si buta menjadi juri ratu kecantikan.
    Pengalaman akan segala hal, baik yang bersifat alami atau bathiniah merupakan satu kesatuan yang sangat berarti, menunjukkan Buddhisme melihat sesuatu secara holistik. Segala sesuatu saling terkait dan berubah-ubah menurut waktu dan ruang (konsep re-birth dan maaf bukan reinkarnasi). Jadi dapat dimaklumi, apabila seseorang yang berfikir statis dan linier tidak akan mampu melihat dinamika fenomena alam yang membentuk suatu sistem…….like a dumb guy looking at things from a stovepipe.
    Dalam gugatannya, Pak Bengcu, mengcampur-adukkan tumimbal lahir dengan reinkarnasi dengan menampilkan kisah Gnanatillaka. Hal ini, menunjukkan bahwa alur berpikir yang kusut, meskipun dapat dimaklumi karena pola pikirnya berasal dari “keimanan” menurut buku pra-sejarah yang dianggap sebagai buku suci. Selanjutnya, memberikan contoh tentang dinosaurus dan kecoa yang menunjukkan ke-statis-an pikiran seperti yang sudah disebutkan di atas. Cobalah berpikir, bahwa alam semesta itu begitu luas, umur yang tidak terbatas dan diyakini ada kehidupan lain selain kita. Sayangnya, hal hal yang demikian tidak mudah dicerna oleh orang-orang yang pikirannya sudah ditutupi oleh kabut tebal doktrin dan dogma sehingga pada akhirnya melarikan diri menuju “keimanan” dan menganggapnya sebagai ilusi.
    Akhir kata, sebaiknya belajar dulu agama yang dianutnya sendiri dengan sebaik-baiknya. Mungkin saja, tidak sesempit yang anda pikirkan. Pelajarilah dengan mendalam tentang “siapa yang menebar angin akan menuai badai” dan bisa saja berasal dari sumber yang sama. Tidak perlu bersikap agresif dan mencari kelemahan atau mencela agama lain…. sebagaimana halnya dengan konsep cinta kasih dalam Agama Nasrani.

  3. Faktanya, reinkarnasi alias tumimbal lahir bukan ajaran original Sidharta Gautama. itu adalah ajaran agama Hindu dengan berbagai variasi di dalamnya. Faktanya AJARAN baru dari Sidharta yang paling utama adalah, “Hidup itu SAMSARA alias sengsara. Sengsara karena KEINGINAN. Hidup yang baik itu ada 8 jalan kesunyataan alias 8 jalan utama namun jangan ekstrim alias fanatik.

    Bagaimana cara memutus Karma? Awalnya Sidharta dan umat Hindu yang lain melakukannya dengan bertapa. Apa akibatnya? Suatu hari Sidharta pingsan karena kelaparan dan kehausan. Dia lalu ditolong oleh seseorang dengan menyapinya minum lalu makan. Dari situ Sidharta pun tahu bahwa tindakan ekstrim hanya mengakibatkan kematian. Ajaran jangan ekstrim Budha itu lalu di gabungkan oleh orang-orang Tionghoa dari ajaran Dao dan Khonghucu Zhong 中artinya jangan menyebalah lahirlah doktrin JALAN TENGAH.

    Setelah Sidharta maangkat karena keracunan makanan, maka ajaran-ajarannya pun mulai menyebar dan mulai dipertanyakan oleh banyak orang. Itu sebabnya murid-murid Sidharta pun lalu membangun ajaran-ajaran lainnya untuk menyelamatkan diri. Ajaran muridnya itu termasuk ajaran Reinkarnasai dan dongeng-dongeng tentang Sidharta.

  4. kisanak, suhu hai hai memang sudah SUCI. Kalau tidak suci dia pasti mandi lagi.

    Suhu hai hai memang cerdas dan berpengetahuan.

    Menuduh suhu hai hai dungu? bolah-boleh saja namun anda tunjukan dong buktinya? Kala tidak ya dia tetap cerdas bang. ha ha ha ha …

    Anda kesal karena suhu hai hai menguliti ajaran Buddha? Ha ha ha ha … silahkan saja nak.

  5. Einstin bicara tentang agama Buddha? Ha ha ha ha …. HOAC begitu kok anda percaya? Ha ha ha ha … Kapan dan di mana Einsten bicara tentang Buddha? Ha ha ha ha … Einsten AHLI agama Buddha ya? ha ha ha

  6. Einstein memang buka ahli gama Buddha, tapi dalam pencarian tentang agama, menurut beliau yang pas menurut pemikirannya adalah Buddhisme. Oh ya, pak Bengcu yang hanya suka menggugat agama Buddha (tetapi, nggak berani terhadap agama lain karena takut), sudah belum anda menggugat apa itu “iman” pada agama you sendiri? Sudahkah anda menggugat buku pra-sejarah yang katanya di “email” dari atas sehingga menjadi buku suci yang anda pedomani sekarang? “Hoax” inilah sesungguhnya yang perlu anda gugat dulu sebelum menggugat yang lain. Jika sudah, maka you akan berpihak pada Ehipasiko………Jangan mengalihkan perhatian untuk menutupi “Hoax” yang menjadi sandaran “iman” anda sendiri. hai hai hai ho ho ho ho.

  7. Supaya Pak Bengcu menjadi lebih cerdas lagi, coba belajar dari Einstein tentang Buddhism (menurut pengakuannya sendiri, Bengcu merasa sangat cerdas?), saya sampaikan beberapa bahan bacaan tentang Einstein seperti di bawah ini:

    Einstein on Buddhism, http://www.bbncommunity.com/einstein-on-buddhism/
    Was Einstein a Buddhist?, https://responsiveuniverse.me/2014/01/18/was-einstein-a-buddhist/
    Talk:Buddhism and science. From Wikipedia, the free encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Talk%3ABuddhism_and_science

    Mudah2an setelah Pak Bengcu menggugat balik agamanya sendiri, kemudian belajar dari Einstein tentang Buddhism, saya percaya dengan karakter Pak Bengcu yang rasional dan kritis (dan juga sangat cerdas), kemudian akan berpandangan positif terhadap agama Buddha (terutama tentang Ehipasiko).

  8. Hai hai:
    Anda merasa diri cerdas …….. Dina sourus di planet lain itu beda Karma Bhavanganya oncom.
    Saya:
    31 alam kelahiran, alam binatang entah di planet bumi atau planet lain kalo ada dinosaurusnya kan masih alam binatang juga. Elu bikin istilah seenak udel, bhavanga artinya aliran kesadaran, bukan kenangan.

    Hai hai:
    Sejak Harold Urey sampai anak cucunya dan cucu muridnya hari ini udah ada blom hasilnya? Udah berapa banyak zat organik yang berubah dari zat angornik?
    Saya:
    Stanley Miller dan Harold Urey pada tahun 1953
    bikin percobaan memasukkan air,as-gas berupa CH4, NH3, H2 dan H2O dalam suatu alat dialiri listrik tegangan tinggi (meniru petir) seminggu kemudian terbentuk asam amino.
    Jadi mirip proses keadan awal bumi yg dipenuhi gas2 beracun, panas luar biasa, hujan, petir menyambar lama2 setelah mulai mendingin terbentuk senyawa organik (asam amino)
    Lebih lengkap buka link ini: http://belajarbiologiyok.blogspot.co.id/2012/02/percobaan-stanley-miller.html

    hai hai:
    Yang dilakukan oleh para ilmuwan adalah MENYUSUN TEORI evolusi namun mereka tidak menemukan BUKTI teori evolusi makluk hidup itu terjadi. Artinya mereka nggak punya bukti Kecoa berevolusi menjadi manusia atau kutu busuk yang berevolusi menjadi manusia? Mereka hanya punya BUKTI berupa aneka rupa makluk lalu melihat perbedaan dan persamaannya.
    Saya:
    Ini alur evolusi manusia:
    ZAT ANORGANIK—–ZAT ORGANIK(ASAM AMINO)—–PROTISTA(organisme sel 1)——HEWAN BERTULANG BELAKANG(IKAN PURBA)——-AMPIBI(hewan hidup di darat/diair)——REPTIL(termasuk keluarga dinosaurus)——MAMALIA(hewan menyusui)—–PRIMATA(kera besar)——MANUSIA.
    Alur evolusi kecoa:
    ZAT ANORGANIK—–ZAT ORGANIK(ASAM AMINO)—–PROTISTA(organisme sel 1)——HEWAN TAK BERTULANG BELAKANG(serangga)——–KECOA

    Bukti leluhur manusia reptil:
    http://global.liputan6.com/read/2619609/reptil-aneh-ini-ternyata-nenek-moyang-manusia
    Bukti leluhur manusia beruk:
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/10/091001_fosil.shtml
    Bukti leluhur manusia ikan purba:
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/04/060406_ikan.shtml

    menurut ilmu taksonomi, lu juga termasuk kera😆
    Kingdom: Animalia (binatang)
    Filum: Chordata (binatang yang memiliki penyokong tubuh dalam)
    Kelas: Mamalia (binatang menyusui)
    Ordo: Primata (mamalia berjari lima, arah ibu jari berlawanan, pandangan ke depan)
    Famili: Hominidae (kera besar)
    Bangsa: Hominini (meliputi manusia-kera dan manusia)
    Genus: Homo (manusia)
    Spesies: H. sapiens (manusia cerdas)

    maka dongeng yg mengatakan manusia terbentuk dari tanah liat tertiup angin kemudian bernafas hanya pepesan kosong belaka, terlebih berkembang biak dg mencuri rusuknya saat tidur sangat bertolak belakang dg sains.

    Hai hai:
    Orang Tionghoa sudah …………. Itu sebabnya kebudayaan Buddha sudah ada di timur tengah sebelum agama Islam disebarkan oleh nabi Muhamat.
    Saya:
    Sebelom Sidharta lahir faham reinkarnasi udah nyebar di eropa dan Timur tengah, lu tau Phytagoras? Lahir 570SM masehi, lebih dulu lahir dari Sidharta 563SM. Selain pakar matematika dia juga pakar Reinkarnasi pengikutnya disebut Phytagorean yg tidak makan daging (vegetarian). Santo Augustine juga menganut faham reinkarnasi juga tokoh berikut: Plato, Pythagoras, Origen, Philo Judaeus, Paracelsus, Boehme, Spinoza, Leibniz, Schopenhauer, Goethe, Leonardo da Vinci, Bruno, Kant, Blake, Schiller, Emerson, Thoreau, Whitman, Browning , Flaubert, Wagner, Tolstoy, Kipling, Sibelius, McTaggart.

    Hai hai :
    ……….Itu sebabnya apa yang ditulis oleh Jalaluddin Rumi itu maslaah kecil cep ……… Cuman kutip aja kok lagaknya kayak jagoan? ha ha ha ha …
    Saya:
    Jalaluddin Rumi itu udah setingkat Santo, Yogi, Siddha yg udah terbuka chakra mata ketiganya ajna chakra(sanskerta)/Tianmu(mandarin) sehingga bisa melihat kehidupan lampau. Buku2 Jalaluddin rumah udah sering wa baca, bertebaran tuh di Gramedia klo lu mau baca yg paling lengkap serinya diterjemahkan Anand Khrisna.

    Hai hai
    Anda mau belajar tentang Hipnotis? belajarlah kepada suhu hai hai yang dasyat itu.
    Saya:
    Emang kemampuan elu udah kayak Rommy Rafael yg bisa bikin tidur serentak 100 orang 😁😁

    Hai hai:
    Dari mana penulis kitab-kitab Buddhis menuliskan jarannya? Dari memikirkan dan merenungkan pengetahuan yang dimiliki generasi tersebut yang merupakan warisan dari generasi-generasi sebelumnya.
    Saya:
    Yg jelas tidak asal Telon, ajaran Budha beda jauh dg Hindu dlm konsep ketuhanannya, reinkarnasinya, pendeta hindu tidak selibat

    Hai hai:
    Ajaran tentang Sidarta BENGONG (meditasi) lalu ujug-ujug CERDAS dan BERPENGETAHUAN adalah pembohongan publik.
    Saya:
    Sidharta tidak ujug2 cerdas tapi dari hasil percobaan praktek spiritual beserta hasil belajar dari sekian banyak kehidupan.

    Hai hai:
    Tulisan-tulisan generasi selanjutnya mengagul-agulkan Sidharta adalah pembohongan publik alias hoax alias dongeng alias pepesan kosong.
    Saya:
    Yesus kok mau belajar agama buddha (PEPESAN KOSONG)😁😁😁
    Yesus pada usia 13-29 tahun ke Tibet belajar agama Budha termuat di Kanon Budha Tibet dan ke India belajar Mujizat. Kenapa anak sang tukang kayu dari Nazaret dinamai ISA? kemungkinan didapat sewaktu perjalanannya ke India dan pernah bergabung di komunitas pemuja Siwa(Isa).
    kata ISA(bhs.India) dilafalkan Yesus(bhs.ibrani). Kisah mujizat tidak umum di Timur tengah tapi hal biasa di Timur Jauh. Malah mujizat yesus mirip banget dg mujizat Krishna dan para Yogi di Himalaya.Bukti ISA(YESUS) nama dewa Hindu terdapat di kutipan doa mereka:
    “OM NAMASTE BHAGAWAN AGNI, NAMASTE BHAGAWAN HARI, NAMASTE BHAGAWAN ISA, SARWA BHAKSA HUTASANA” artinya: “Sembah padamu Dewa Agni, Sembah padamu Dewa Hari, sembah padamu DEWA ISA, yang menyaksikan segala jenis pengorbanan”
    Salah satu kitab Weda (Bhavisya-purana, Skanda III Bab 2 sloka 26-27) mencatat perjalanan Yesus di India:
    “ko bhavanithi tvam praha sakovaca isa putram ca mam vidhi kumari garbha sambhavam aham isa masiha nama, Sang Raja bertanya, “Bolehkah saya tahu siapa anda?” Dengan riang yang ditanya menjawab, “Ketahui lah saya adalah putra Tuhan yang lahir dari rahim wanita perawan dan saya dikenal dengan nama Isa Al Masih ”.

    Hai hai:
    Reinkarnasi adalah pembohongan publik.
    Saya:
    Mau tahu fakta reinkarnasi yg udah dibuktikan kebenarannya oleh pakar Barat, buka dan baca link ini dulu:
    Hai hai: http://www.kejadiananeh.com/2015/03/kisah-nyata-reinkarnasi-bukti-kelahiran.html

    Hai hai:
    Tulisan anda tentang lima unsur itu juga HOAX yang udah ketinggalan jaman.
    Saya :
    Tanah, air, api, udara, ether adalah 5 unsur penyusun tubuh manusia juga sama dg penyusun alam semesta, hoaxnya dimana?

    Hai hai:
    Kalau saja elu cerdas dan rajin belajar maka elu pasti tahu bahwa DULU di Cina belom ada BESI. Sebelum itu bukan hanya nggak ada besi TEMBAGA aja blom ditemukan. Gua kasih tahu dech ajaran lima unsur Tiongkok kuno paling tua yang syukur kepada Allah dipahami oleh suhu hai hai yang dasyat itu adalah:
    1. Air
    2. Tanah
    3. Tanaman
    4. Binatang
    5. ManusiaSaya:
    Saya:
    Ribuan tahun sebelom masehi besi udah dipakai di China, kompas, seismograf udah ditemukan 200SM.Lao Zi yg juga alchemist sendiri udah memakai logam cair (merkuri/raksa) sebagai ramuan panjang umur dan hidup abadi.
    Lu gagal faham, wa kan jelasin 5 elemen penyusun tubuh versi buddha dan versi china kuno yg benar2 ilmiah. Unsur kelima (ETHER) sendiri sudah ditemukan 2500 tahun lalu jaman Sakyamuni dan baru2 ini dibenarkan ilmuwan setelah diteliti Newton dan Einstein, hebat bukan hai hai? Bible sendiri masih kalah segi IPTEK dibanding Tipitaka walau lahir belakangan benar apa benar😊?

    Hai hai:
    Menurut ajaran tumimbal lahir alias reinkarnasi WUJUD nanti ditentukan oleh wujud kini dan Karma (perilaku kini) serta Bhavanga (kenangan) sebelum mati.
    Saya:
    Bhavanga=kenangan? Ngawur arti bhavanga adalah penerus kehidupan / aliran kesadaran penyambung kehidupan

    Hai hai:
    Wujud nanti = Wujud kini + Karma + Kenangan
    Saya:
    Membual, mana ada rumusan gitu di kitab suci buddha?
    TUMIMBAL LAHIR (Patisandhi/punabhava) bukan berarti pemindahan atau penjelmaan, dalam agama Buddha tidak dikenal pemindahan atau penjelmaan dari nama (bathin /jiwa) setelah seseorang meninggal dunia.tetapi dikenal dengan istilah “penerusan”(patisandhi)vinnana.ketika seseorang akan meninggal dunia,kesadaran ajal (cuti citta) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan kamma.

  9. Kisanak, kalau anda mau tahu hal sebenarnya tentang HOAX Einstein dan agama Buddhis, silahkan klik di BLOGG di di atas bank. Tindakan mengejek ajaran agama lain agar anda MERASA puas adalah perbutan yang mengasyikkan namun sama sekali tidak menambah pengetahuan agama Buddha anda. Itu sebabnya jangan buang-buang waktu melakukan hal demikian.

  10. Jangan auban alias keras kepala kisanak. Einstein tidak pernah bicara tentang agama Buddha. Karena kasihan kepada teman-teman Buddhis itu sebabnya hai hai bengcu melakukan penelitian dan membuktikan bahwa yang anda agul-agulkan itu cuman hoax. Ha ha ha ha …

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.