Tumimbal Lahir Memang Ngaco Belo


Gambar: chanelduniareptil.blogspot.com

EHIPASSIKO! Artinya datang dan lihat sendiri. Benar. Datang dan lihatlah sendiri bahwa meskipun kebanyakan buddhis mengagul-agulkan dirinya LOGIS dan ILMIAH namun faktanya tidak lebih dari tukang kecap belaka.

Meskipun gembar-gembor ajarannya telah TERUJI dan terbukti LOGIS dan ILMIAH namun kebanyakan justru dongeng belaka. Tanyakan kepada  sepuluh maka seratus Buddhis akan menjawab, “Tumimbal lahir mustahil reinkarnasi sebab tumimbal lahir adalah ajaran Budha yang logis dan ilmiah sedangkan reinkarnasi adalah ajaran Hindu yang tidak logis apalagi ilmiah.” Dari mana para Buddhis tahu tumimbal lahir MUSTAHIL reinkarnasi? Apakah mereka EHIPASSIKO? Apakah mereka melakukan PENGUJIAN? Mustahil! Mustahil ehipassiko bila tidak tahu bahwa tumimbal lahir (Buddha) dan reinkarnasi (Hindu) diterjemahkan dari kata Pali yang sama yaitu: Punabbhava (lafal: punabawa). Tanyakan kepada seratus maka seribu Budhis akan menjawab, “doktrin tumimbal lahir Agama Budha benar-benar LOGIS dan ILMIAH.” Kerabatku sekalian, mari ehipassiko (datang dan lihat sendiri) untuk membuktikan bahwa doktrin tumimbal lahir selain tidak logis dan ilmiah juga menyangkal ajaran Buddha lainnya.

Memberanikan diri bertanya, di dalam buku berjudul: Kajian Tematis Agama Buddha & Agama Kristen, Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman menulis:

Kehendak,  O Biku, adalah karma yang Aku katakan! Setelah memunculkan kehendak, seseorang menciptakan karma melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Nibbedhika-sutta

Sesuai dengan benih yang ditabur
Maka itulah buah yang akan dipetik
Pelaku kebajikan akan menuai kebajikan
Pelaku kejahatan akan menuai kejahatan
Taburlah benihnya dan tanamlah dengan baik
Engkau akan menikmati buahnya. Samyutta Nikaya I:227

Para makhluk adalah pemilik karmanya sendiri, pewaris karmanya sendiri, memiliki karma sebagai penyebab kelahiran kembali, sebagai sanak karma, dan terlindung oleh karmanya sendiri. Karma yang membedakan makhluk yang memiliki keadaan hina dan mulia. Majjhima Nikaya III:203

Agama Buddha percaya bahwa makhluk terlahir kembali di salah satu dari enam alam kehidupan: surga, asura, manusia, binatang, hantu, dan neraka. Kata kunci pengertian kelahiran kembali adalah “muncul kembali”, tidak serupa dengan konsep reinkarnasi Hindu yang mempercayai adanya suatu roh kekal yang bertransmigrasi (meninggalkan tubuh lama dan memasuki tubuh baru). Manusia bisa naik ke alam yang lebih tinggi seperti surga atau turun ke alam yang lebih rendah seperti menjadi binatang atau hantu. Seperti halnya listrik dapat termanifestasi dalam bentuk cahaya, panas, gerakan, demikian pula energi karma dapat termanifestasi dalam bentuk dewa, manusia, binatang, atau makhluk lainnya, di mana satu bentuk tak ada kaitan fisik dengan yang lain. Daripada mengatakan bahwa manusia menjadi binatang, lebih tepat mengatakan bahwa energi karma yang termanifestasi dalam wujud manusia dapat termanifestasi dalam bentuk binatang.

Bengcu Menggugat:

ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah (aphar admah) dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (nephes chay). Kejadian 2:7

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah (banah) seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” Kejadian 4:1

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28

Karena kami tahu, bahwa jika kemah (skenos) tempat kediaman (oikia) kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman (oikodome) di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman (oikia) yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 2 Korintus 5:1

Kerabatku sekalian, kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab sangat tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. Ada TIGA jenis manusia. Manusia jenis pertama tubuhnya DIBENTUK dari debu tanah dan jiwanya DILAHIRKAN dari TUHAN Allah. DILAHIRKAN TUHAN Allah artinya KELUAR dari TUHAN Allah. Manusia jenis kedua namanya lelaki dan perempuan. Yang disebut perempuan DIBANGUN dari tulang rusuk dan daging LELAKI. Dalam bahasa modern namanya KLONING. Yang disebut lelaki adalah manusia JENIS pertama yang diambil rusuk dan dagingnya  untuk membangun perempuan. Manusia jenis ketiga dibangun dari sperma lelaki dan telur wanita. Setelah dikandung selama sembilan bulan sepuluh hari oleh wanita lalu dilahirkan. Tubuh manusia yang dibentuk dari debu tanah adalah kemah alias cangkang yang akan aus dan mati. Namun setelah tubuhnya mati, jiwa manusia akan mengenakan cangkang baru yang kekal sifatnya.

Agama Hindu mengajarkan bahwa pada mulanya adalah ATMA atau BRAHMAN atau Shang Hyang Widhi Wisesa alias Yang Mulia Mahaesa Yang Mahamula. Atma lalu menjadikan manusia. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwatman. Jiwatman adalah Atma yang lahir dari Brahman dan tinggal di dalam CANGKANG atau tubuh. Ketika tubuhnya mati, Jiwatman pun dilahirkan kembali (Punabbhava) dalam cangkang atau tubuh baru. Dalam tubuh seperti apakah jiwatman dilahirkan kembali? Tergantung KARMA alias perilakunya alias karya baktinya ketika hidup.

Kesamaan ajaran Kristen dan Hindu tentang manusia adalah keduanya mengajarkan bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa alias jasmani dan rohani alias roh dan daging. Perbedaannya adalah Agama Kristen mengajarkan bahwa makluk hidup beranak cucu alias berkembang biak alias MENCIPTAKAN makluk sejenisnya. Itu sebabnya jumlah makluk hidup semakin banyak dari generasi ke generasi. Agama Hindu melalui doktrin reinkarnasinya mengajarkan bahwa jumlah TOTAL makluk hidup tetap namun jumlah makluk menurut wujudnya atau jenisnya berubah-ubah karena KARMA. Doktrin reinkarnasi juga menyangkal ajaran BERKEMBANG BIAK alias BERANAKCUCU alias BERTAMBAH BANYAK.

Anicca Dukha Anatta. Anicca artinya tidak kekal. Dukha artinya susah hati. Anatta artinya an atma alias an atman alias tidak ada jiwa alias tidak ada PRIBADI. Karena tidak ada JIWA yang KEKAL maka manusia itu ibarat api unggun. Ketika api unggun mati, kayunya atau tubuhnya menjadi debu tanah sedangkan apinya PADAM alias TIDAK ada lagi. Melalui doktrin Aanicca anatta Sidharta meyakini TIDAK ada kehidupan setelah MATI.

Meskipun meyakini doktrin Anicca Dukha Anatta namun umat buddhis juga meyakini tumimbal lahir (Punabbhava) alias reinkarnasi alias dilahirkan kembali (Re birth). Karena menganut doktrin Annata (tidak ada roh; tidak ada pribadi) itu berarti yang dilahirkan kembali mustahil jiwatman (jiwa).  Ketika ditanya APA yang dilahirkan kembali? Umat Buddha pun berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menceritakan PROSES kematian. Mereka bilang, ketika menghadapi kematian, seseorang akan MENGENANG (Bhavanga) perilakunya selama hidup lalu MENYADARI kematiannya sedang terjadi (cuti citta). Ketika kesadaran kematiannya (cuti citta) PADAM maka muncullah kesadaran penerusan alias kesadaran untuk melanjutkan hidup alias kesadaran untuk dilahirkan kembali (Patisandhi Vinnana – Patisandhi citta). Setelah mati maka orang itu pun dilahirkan kembali menjadi makluk sesuai dengan KARMA-nya.

Apa yang dilahirkan kembali? Yang dilahirkan kembali bukan JIWA. Lalu apa yang dilahirkan kembali? Kembali para buddhis berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menjelaskan apa ituu tumimbal lahir dengan berkata, “Tumimbal lahir itu ibarat api lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin-lilin lainnya. Api dan lilin yang digunakan untuk menyalakan tidak berpindah. Itu sebabnya tetap menyala. Lilin yang dinyalakan menyala karena kondisi memungkinkannya menyala, bukan karena mendapat warisan api dari lilin yang digunakan untuk menyalakannya.”

Kerabatku sekalian, menggunakan perumpamaan api lilin menyalakan api lilin untuk menjelaskan doktrin tumimbal lahir benar-benar dungu! Kenapa demikian? Karena lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin lain tidak mati alias PADAM dulu ketika lilin lain menyala sedangkan orang yang tumimbal lahir mati DULU baru dilahirkan kembali. Menyalakan lilin dengan lilin justru menyangkal doktrin tumimbal lahir. Menyalakan lilin dengan lilin cocok untuk menjelaskan BERANAKCUCU alias berkembang biak. Anaknya lahir namun induknya tetap hidup dan ada.

LAGU lama JUDUL baru. Itulah yang terjadi. Judul lamanya REINKARNASI. Judul barunya adalah TUMIMBAL LAHIR. Namun lagunya tetap sama yaitu setelah MATI maka BAGIAN yang TIDAK BERWUJUD dari makluk pun MENEMPATI cangkang alias tubuh baru alias WUJUD baru. Bagian tak berwujud itu KEKAL sifatnya alias berperibadi dan PENGETAHUANNYA terus berakumulasi. Itu sebabnya diajarkan bahwa Sidharta BERSAKSI bahwa dia MENGINGAT semua WUJUD atau CANGKANG yang pernah DITEMPATINYA. Itulah BUKTI bahwa BAGIAN tidak berwujud Sidharta Gautama sifatnya PRIBADI dan KEKAL alias ADA terus dan TIDAK bercampur dengan PRIBADI orang lain alias UNIK alias the one and only. Sidharta Gautama itu KEKAL dan PRIBADI. Itu sebabnya ketika dilahirkan jadi tokek dan yang lainnya, dia tetap Sidharta Gautama. Bahkan ketika mencapai Nirwana pun dia tetap Sidharta Gautama, bukan Jokowi atau Ahok apalagi Foke. Gamblang dan tegas sekali bukan? Ajaran tumimbal lahir MENYANGKAL doktrin  Anicca (tidak kekal) dan Anatta (tidak ada roh – tidak ada pribadi).

Menurut ajaran tumimbal lahir alias reinkarnasi WUJUD nanti ditentukan oleh wujud kini dan Karma (perilaku kini) serta Bhavanga (kenangan) sebelum mati.

Wujud nanti = Wujud kini + Karma + Kenangan

Suatu makluk PASTI dilahirkan kembali menjadi DINOSAURUS bila KARMA dan BHAWANGA (KB) untuk lahir sebagai dinosaurus TERPENUHI. Makluk yang menanggung Karma dan bhawanga lahir kembali sebagai DINOSAURUS mustahil lahir kembali jadi KECOA atau TOKEK apalagi burung bangkai. Namun saat ini DINOSAURUS tidak ada lagi. Dinosaurus sudah MUSNAH! Dinosaurus sudah PUNAH!

Apabila doktrin tumimbal lahir Buddha memang LOGIS dan ILMIAH maka punahnya dinosaurus diakibatkan oleh tidak ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir sebagai dinosaurus. Andaikata doktrin Tumimbal lahir agama Buddha memang LOGIS dan ILMIAH, itu berarti SUATU saat nanti bila ada MAKLUK yang MEMENUHI syarat lahir sebagai dinosaurus maka DINOSAURUS pun akan ada LAGI di bumi ini.

Dinosaurus sudah MUSNAH. Dinosaurus sudah PUNAH. Tidak ada dinosaurus lagi di bumi ini. Bila demikian, saat ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus, siapa yang akan MELAHIRKAN dia? Mungkinkah UJUG-UJUG muncul bayi dinosaurus dari ENTAH berentah karena ada MAKLUK yang MATI dan memenuhi Karma  Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus? Ha ha ha ha ha ha …….

Apabila doktrin anatta (tidak ada roh; tidak ada pribadi) dan anicca (tidak ada yang kekal) serta tumimbal lahir memang BENAR serta LOGIS dan ILMIAH maka REINKARNASI bisa dijelaskan sebagai berikut:

ES itu anicca (tidak kekal). ES itu anatta (tidak ada rohnya). Ketika DIPANASKAN (Karma) maka ES pun tumimbal lahir alias reinkarnasi menjadi AIR. Ketika AIR dipanaskan (Karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi gas. Dan Ketika AIR didinginkan (karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi ES.

Ketika ES tumimbal lahir menjadi AIR, maka ES itu pun TIDAK ada lagi alias PUNAH alias PADAM. Kenapa tidak ada LAGI? Karena SUDAH tumimbal lahir alias reinkarnasi alias MENJELMA menjadi AIR. Karena SELURUH ES tumimbal lahir menjadi AIR.

Apabila ES dikubur lalu membusuk jadi tanah atau dibakar menjadi debu kemudian ada mata AIR menyemburkan AIR mustahil dikatakan bahwa AIR dari mata AIR tersebut adalah REINKARNASI atau tumimbal lahir dari ES yang mati lalu dikubur dan membusuk jadi tanah atau dibakar jadi debu tersebut.  Kenapa demikian? Karena ES yang dikubur itu tumimbal lahir menjadi tanah dan ES yang dibakar itu tumimbal lahir menjadi debu dan baik sebagai TANAH maupun sebagai DEBU, TANAH atau DEBU ES itu masih ada.

Apa yang terjadi ketika si Buddhis MATI? Dia TUMIMBAL lahir sebagai bangkai. Bila dikubur bangkai si Buddhis pelan-pelan tumimbal lahir menjadi menjadi TANAH si Buddhis. Bila dibakar, bangkai si Buddhis tumimbal lahir menjadi DEBU. Bila dibekukan dia tetap BANGKAI. Selama tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih ada MUSTAHIL menyatakan bahwa si Buddhis SUDAH dilahirkan KEMBALI. Hanya orang-orang DUNGU yang percaya DONGENG si Buddhis sudah tumimbal lahir menjadi si UCOK dengan LOGIS dan ILMIAH padahal  tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih utuh apa adanya.

Di bawah ini adalah DONGENG yang digunakan oleh kaum Buddhis untuk membuktikan secara LOGIS dan ILMIAH bahwa ajaran REINKARNASI alias TUMIMBAL LAHIR itu memang BENAR.

KISAH GNANATILLAKA

Gnanatillaka adalah namanya, Ia (wanita) dilahirkan pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka (Ceylon). Kasus ini berawal di tahun 1960, Ketika ia berumur 4,5 tahun. Waktu itu ia berkata kepada orang tuanya, “Saya ingin bertemu dengan ayah dan ibu saya” “Kami adalah orang tuamu.” jawab ibunya. “Tidak.” Gnanatillaka bersikeras, “Saya ingin bertemu dengan ibu dan ayah saya yang sesungguhnya. Saya akan memberitahukan kamu dimana mereka tinggal. Tolong antar saya ke sana.”

Gnanatillaka menjelaskan kepada orang tuanya bagaimana menuju rumah dimana orang tuanya yang sesungguhnya tinggal. Rumah itu terletak dekat penampungan teh di Talawakele, sekitar 30 mil dari tempat tinggalnya sekarang.

Kedua orang tua itu mengabaikan cerita gadis kecilnya yang aneh. Setelah berhari-hari berlalu, Gnanatillaka tetap meminta untuk diantar menemui ibu-ayahnya yang sesungguhnya.

Segera berita itu mulai tersebar. Beberapa professor dari Universitas Ceylon dan Bhikkhu Piyadassi Maha Thera juga mengetahui cerita itu. Mereka memutuskan untuk menelitinya. Mereka mendengarkan Gnanatillaka bercerita ketika ia menjadi seorang bocah laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka (para peneliti itu) mencatat semua keterangan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Gnanatillaka, mereka bersama-sama dengan Gnanatillaka pergi menuju kerumah yang dijelaskan oleh Gnanatillaka.

Gnanatillaka belum pernah mengunjungi rumah itu di kehidupan yang sekarang, dia juga belum pernah mengunjungi daerah lokasi rumah itu. Juga kedua keluarga itu tidak saling kenal satu sama lain dan tidak saling mengetahui kehidupan masing-masing.

Ketika Gnanatillaka dan para peneliti itu memasuki rumah itu, Gnanatillaka memperkenalkan para professor kepada kedua orang tua dirumah itu. “Ini adalah ayah dan ibu saya yang sebenarnya.” Lalu ia juga mengenalkan adik laki-lakinya dan kakak-kakak perempuannya. Gnanatillaka menyebut nama-nama kecil saudara-saudarinya dengan tepat.

Lalu kedua orang tua Gnanatillaka di kehidupan sebelumnya itu diwawancarai. Mereka menjelaskan sifat dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954. Ketika Gnanatillaka melihat bekas adik laki-lakinya dalam kehidupan lampau, ia menolak bertemu atau berbicara dengannya. Kemudian orang tua Gnanatillaka di kehidupan lampau menjelaskan bahwa kedua bersaudara itu selalu berkelahi dan bertengkar. Mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupannya yang lampau ketika dia menjadi seorang anak laki-laki.

Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita tersebut, ia sendiri datang berkunjung. Ketika kepala sekolah memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya.

Gnanatillaka juga dapat mengingat pelajaran-pelajaran dan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi anak laki-laki dikehidupan sebelumnya.

Gnanatillaka juga dapat menunjukkan tempat pemakaman dimana ia dimakamkan di kehidupannya yang terdahulu sebagai seorang anak laki-laki.

Dengan cepat cerita Gnanatillaka tersebar luas. Seorang peneliti spesialis kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Ceylon untuk menyelidiki kasus itu. Setelah penyelidikannya, Dr.Ian mengatakan bahwa kasus Gnanatillaka adalah salah satu peristiwa kelahiran kembali yang terbaik, baik segi bukti maupun dari aspek psikologis.

Sebuah buku menarik tentang kasus Gnanatillaka diterbitkan dalam bahasa Sinhala di Ceylon. Buku ini menyajikan foto-foto berserta bukti-bukti dokumentasi yang berhasil dikumpulkan.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, haruskah kita berakata, “WOW …..” begitu atas dongeng reinkarnasi tersebut di atas? Ha ha ha ha …… katakan saja, “HOAX!” begitu. Ha ha ha ha ha ha ……

Anak lelaki itu meninggal 9 November 1954 sedangkan Gnanatillaka lahir 14 Februari 1956. Jumlah hari antara hari kematian anak lelaki itu dan hari kelahiran Gnanatillaka adalah 462 hari. Rata-rata manusia dikandung selama 280 hari. Itu berarti ada selisih 192 hari. Pertanyaannya adalah selama 192 hari anak lelaki itu alias Gnanatillaka luntang lantung ke mana? Jangan-jangan dia tumimbal lahir sebagai tokek dulu kayak Sidharta Gautama? Pada hari ke 192 dia dipatok burung bangkai lalu  tumimbal lahir lagi menjadi Gnanatillaka? Ha ha ha ha ha ha …… LOGIS dan ILMIAH? Ha ha ha ha ha ha … FIKSI ILMIAH lah yao!

413 thoughts on “Tumimbal Lahir Memang Ngaco Belo

  1. Kisanak, dengan pengetahuan yang saya miliki, memang boleh ANGKUH. Dengan pengetahuan yang anda miliki, kalaupun BLAGU seperti yang anda lakukan ya hanya menuai EJEKAN dan OLOL-oLOK. ha ha ha ah … Karena nggak punya PENGETAHUAN untuk diagulkan anda mengagulkan OTAK dan MORAL anda? ha ha ha ha …. K’cian dech lu! Kalau KARMA saya PAS untuk jadi DINoSARUS maka saya akan minta tologn MARMUT untuk melahirkannya. ha ha ha ha …

  2. ga sanggup jawab?

    Pernah kah Tuhan mu mengajarkan menghina agama lain ? Kalau ada di bagian mana ?

    kalau tidak bisa jawab, bilang saja, tidak bisa…

    kalau jawabannya IYA …tolong kasih ayat nya

    kalau jawabannya TIDAK .. kenapa ANDA menghina agama lain ?? JELASKAN!

    KALAU MASIH OOT… saya anggap ANDA TOLOL! boleh angkuh? CIH … TUHAN AJA GA PERNAH AJARIN! SOK AMAT NEH ORANG! WKWKWKWKWKW ….
    mang tukang debat , tua ga ada kerjaan… asli bego…

    JAWAB PERTANYAAN… JGN COMMENT SAMPAH AJA U JING.. G TANTANG U BUAT JWAB!
    COMMENT SLANJUT NA GA JWB… uda lah …uda jelas… ini…

    blog buat ngumbar ketololan lo! wakkakak…

  3. Kisanak, hai hai tidak menghina agama lain. dalam blog ini hai hai sedang menguji ajaran Tumimbal Lahir. Andabenar-benar mengenaskan. Nggak becus ngertiin tulisan hai hai kok hai hai yang disalahkan? ha ha ha ha …

  4. Jangan-jangan dia tumimbal lahir sebagai tokek dulu kayak Sidharta Gautama? –> Ngapain bawa2 ini

    Agama Hindu mengajarkan bahwa pada mulanya adalah ATMA atau BRAHMAN atau Shang Hyang Widhi Wisesa alias Yang Mulia Mahaesa Yang Mahamula. Atma lalu menjadikan manusia. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwatman. Jiwatman adalah Atma yang lahir dari Brahman dan tinggal di dalam CANGKANG atau tubuh. Ketika tubuhnya mati, Jiwatman pun dilahirkan kembali (Punabbhava) dalam cangkang atau tubuh baru. Dalam tubuh seperti apakah jiwatman dilahirkan kembali? Tergantung KARMA alias perilakunya alias karya baktinya ketika hidup.
    —>
    secara terang2an u menghina agama lain

    g emang berlagak tolol, kalo u TOLOL BENERAN!

    udah gitu GA MAMPU MENJAWAB PERTANYAAN G …

    BUAT KE 3x , g tanya , dan g yakin kalo u GA MAMPU menjawab…
    ##############################
    Pernah kah Tuhan mu mengajarkan menghina agama lain ? Kalau ada di bagian mana ?

    kalau tidak bisa jawab, bilang saja, tidak bisa…

    kalau jawabannya IYA …tolong kasih ayat nya

    kalau jawabannya TIDAK .. kenapa ANDA menghina agama lain ?? JELASKAN!
    #########################################

    KALO U GA NGERTI …
    g jelasin … kenapa g lempar pertanyaan ini
    begini kronologi nya bos, biar otak u masuk …

    1. u buat blog…
    2. g baca itu blog dan merasa ga bener karna penuh hinaan dan mencela tanpa dasar
    (kalo u merasa ada dasar, kasih g link referensi, dari website lain, yang bisa di percaya… ambil dari link web Buddha atau Hindhu)
    3. G tanya pertanyaan g , yg notabene , untuk menjawab alasan u jadi manusia yg buat blog hina2 agama lain

    konklusi :
    u ga MAMPU menjawab , karna udah 2x , kerjaan u cuma NGELES

    cuap2 KOPONG otak u ..
    mempermalukan agama kristen
    mempermalukan diri sebagi tionghoa
    dan mempermalukan diri sebagai MEDAN

  5. Kisanak, jangan cuman asal nuduh dong. Lu tunjukin SALAHNYA. Lu ajarkan yang benar. Dengan cara demikian maka yang baca dan hai hai pasti TAHU salahnya dan yang benarnya. Itu baru namanya BENAR. Elu datang-datang nuduh hai hai MENGHINA agama. MENGHINA yang mana, kisanak? Gua bilang Sidharta dilahirkan sebagai TOKEK elu MERASA dihina? Itu namanya GOBLOK! Kenapa demikian? Karena kitab Buddha memang MENCATAT kisah Sidharta Gautama dilahirkan sebagai TOKEK. Nah, ngapain elu memeluk agama Buddha kalau nggak mau TERIMA FAKTA bahwa kitab Buddah mencatat kisah Sidharta dilahirkan sebagai TOKEK? Kalau elu memang merasa TERHINA, suruh dong Sidharta jangan mau lahir sebagai TOKEK.

  6. mau jadi tokek jg .. g rasa , ga segoblok u.. bego… kong tai aja bisa nya .. jawab pertanyaan aja ngalur ngidul
    tukang debat anjing emang u

    siap2 masuk neraka tuh mulut … MAMPUS

  7. Lho? JAdi Sidharta jadi TOKEK atas kemauannya sendiri ya? Pake apa lu ngerasain TOKEK nggak segoblok u? Lain kali coba yang ngak segoblok A dong.

  8. Bila bung HH ingin menjelaskan kebenaran, gunakanlah referensi yg bisa dipercaya , dan gunakanlah kata2 yang memang bisa diterima dan tidak bersifat menjelek2an .. Seyogyanya saya sedang mencari referensi tentang tumimbal lahir, dan mendapati blog bung HH yang terkesan menjelek2an .. (secara subjektif saya tafsirkan dari penggunaan kata2 yang di gunakan, baik dari judul maupun isi) yang pada akhirnya membangkitkan emosi negatif dalam diri saya..

    Beberapa hari terakhir, saya membalas dengan cara Bung HH yang penuh caps lock dan hinaan, terbukti tidak membuat saya lebih baik . Dan saya sadari, suatu kesalahan bagi saya menghina Bung HH . Oleh karena itu saya minta maaf.

    Saran bagi saya umat awam yang membaca.. Apabila tujuan dari blog Bung HH ini untuk mencerahkan orang , dan membuktikan kebenaran, cobalah telaah lagi penggunaan kata2. Tidak enak bukan, kalau kita ataupun komunitas/agama/keluarga kita, apapun itu di hina2 ?? Dan ada baiknya tidak menjelek2an sebuah komunitas/agama… karena pada dasarnya hidup ini pasti ada perbedaan..

    Tolong hargai umat lain, sebagaimana yg seharusnya di lakukan untuk menciptakan kerukunan..

    Perdebatan toh tak akan merubah pandangan masing2 pihak..

    Dan tolong , mengurangi bersikap fanatis berlebihan, menurut Anda kue coklat enak, belum tentu saya merasa seperti itu… sama juga dengan agama.. Anda merasa kristen baik, belum tentu orang lain merasa baik .. Tapi tujuan dari makan kue, biar menghilangkan lapar, begitu juga agama, bertujuan agar umatnya menjadi baik.

    Agama hanya bungkusan luar..Terlepas dari agama apapun, Manusia lebih suka terhadap orang tak beragama, tapi bermoral dan berucap baik,daripada sebaliknya..

    Pola pandang Anda hanya dari satu sisi (Kristen)… selalu ada banyak cara pandang kalau anda mau berpikiran terbuka .. dan ga semua yang anda pikir “buruk” …itu buruk bagi yang lain .. belajar menerima itu …

    Beranikah Anda mengakui kesalahan? Saya rasa Blog anda bisa bermanfaat , bila Anda bisa berdiskusi dengan teman2 yang membaca, daripada berdebat dan saling hina.. bila disini kita bertukar pikiran … bukan memaksakan pikiran .. saya rasa baik Anda dan pembaca pasti berkembang secara batin dan pandangan…Meningkatkan toleransi beragama

    Semua yang saya lakukan kemarin, menanggapi dengan cara yg ga baik seperti yang anda lakukan terhadap komentar2 yang “bersebrangan” dengan pandangan Anda … Terbukti , anda pribadi pun belum menerima itu dengan baik ..Dan saya rasa, tidak ada yang suka di hina, di salah2kan, walaupun memang terbukti salah.. Gunakanlah kata2 yang bisa di terima dan membuat pembacanya tenang ..Blog Anda sudah puluhan, saya rasa, Anda sudah tau , pemilihan kata ..tinggal apakah Anda mau menyesuaikan, memperbaiki atau tidak…

    Seharusnya Anda pun bersyukur masih ada yg membaca blog Anda, tapi Anda malah “mengusir” dengan kata2 Anda yang kurang baik itu .. Banyak sekali orang yang tidak ada pembaca di blog nya .. dan banyak juga orang yang tidak ada kesempatan membuat blog seperti Anda .. Gunakanlah dengan baik.. Kita tidak tau sampai kapan anda bisa membuat blog bukan ?

    Tidak ada maksud menggurui, hanya memberi saran …toh bila anda menerima atau tidak, tak ada untung rugi apa pun bagi saya ..

    Semoga hidup Anda bisa lebih bermakna
    Semoga blog Anda juga bisa menjadi berarti bagi pembacanya , tidak hanya sekedar pelampiasan hal yang menurut anda tidak benar atau kurang baik…
    Semoga semua di berikan kedamaian dan kesabaran dalam hidup..

    Anonim,
    Manusia yang masih belajar..

  9. Kisanak, I love my self, go to hell every body! itulah prinsip hidup hai hai. Ketika menulis blog, saya tidak sedang melayani siapa pun. Saya juga tidak peduli bila tidak ada yang membacanya sebab, saya sudah merasa ASYIK ketika menulisnya dan TIDAK merasa ASYIK sama sekali ketika orang-orang membacanya. Itu sebabnya saya tidak peduli anda MEMUJI atau MEMAKI setelah membacanya.

    Anda membaca blog saya? AMBIL yang anda MAU dann lupakan yang anda BENCI. Jangan suruh hai hai MENULIS untuk MEMUASKAN hati anda. Anda sudah merasakannya ketika MEMAKSA hai hai melakukannya bukan? Ha ha ha ha ha ha .. sakit ya? ha ha ha ha … Renungkanlah ucapan Kongzi di bawah ini dan silahkan pilih, anda mau menjadi Junzi (susilawan) atau xiaoren (tuna susilawan)?

    Kongzi berkata, “Junzi menyuruh diri sendiri, xiaoren menyuruh semua orang” Lunyu XV: 21 – Wei ling gong

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.