
Gambar: chanelduniareptil.blogspot.com
EHIPASSIKO! Artinya datang dan lihat sendiri. Benar. Datang dan lihatlah sendiri bahwa meskipun kebanyakan buddhis mengagul-agulkan dirinya LOGIS dan ILMIAH namun faktanya tidak lebih dari tukang kecap belaka.
Meskipun gembar-gembor ajarannya telah TERUJI dan terbukti LOGIS dan ILMIAH namun kebanyakan justru dongeng belaka. Tanyakan kepada sepuluh maka seratus Buddhis akan menjawab, “Tumimbal lahir mustahil reinkarnasi sebab tumimbal lahir adalah ajaran Budha yang logis dan ilmiah sedangkan reinkarnasi adalah ajaran Hindu yang tidak logis apalagi ilmiah.” Dari mana para Buddhis tahu tumimbal lahir MUSTAHIL reinkarnasi? Apakah mereka EHIPASSIKO? Apakah mereka melakukan PENGUJIAN? Mustahil! Mustahil ehipassiko bila tidak tahu bahwa tumimbal lahir (Buddha) dan reinkarnasi (Hindu) diterjemahkan dari kata Pali yang sama yaitu: Punabbhava (lafal: punabawa). Tanyakan kepada seratus maka seribu Budhis akan menjawab, “doktrin tumimbal lahir Agama Budha benar-benar LOGIS dan ILMIAH.” Kerabatku sekalian, mari ehipassiko (datang dan lihat sendiri) untuk membuktikan bahwa doktrin tumimbal lahir selain tidak logis dan ilmiah juga menyangkal ajaran Buddha lainnya.
Memberanikan diri bertanya, di dalam buku berjudul: Kajian Tematis Agama Buddha & Agama Kristen, Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman menulis:
Kehendak, O Biku, adalah karma yang Aku katakan! Setelah memunculkan kehendak, seseorang menciptakan karma melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Nibbedhika-sutta
Sesuai dengan benih yang ditabur
Maka itulah buah yang akan dipetik
Pelaku kebajikan akan menuai kebajikan
Pelaku kejahatan akan menuai kejahatan
Taburlah benihnya dan tanamlah dengan baik
Engkau akan menikmati buahnya. Samyutta Nikaya I:227
Para makhluk adalah pemilik karmanya sendiri, pewaris karmanya sendiri, memiliki karma sebagai penyebab kelahiran kembali, sebagai sanak karma, dan terlindung oleh karmanya sendiri. Karma yang membedakan makhluk yang memiliki keadaan hina dan mulia. Majjhima Nikaya III:203
Agama Buddha percaya bahwa makhluk terlahir kembali di salah satu dari enam alam kehidupan: surga, asura, manusia, binatang, hantu, dan neraka. Kata kunci pengertian kelahiran kembali adalah “muncul kembali”, tidak serupa dengan konsep reinkarnasi Hindu yang mempercayai adanya suatu roh kekal yang bertransmigrasi (meninggalkan tubuh lama dan memasuki tubuh baru). Manusia bisa naik ke alam yang lebih tinggi seperti surga atau turun ke alam yang lebih rendah seperti menjadi binatang atau hantu. Seperti halnya listrik dapat termanifestasi dalam bentuk cahaya, panas, gerakan, demikian pula energi karma dapat termanifestasi dalam bentuk dewa, manusia, binatang, atau makhluk lainnya, di mana satu bentuk tak ada kaitan fisik dengan yang lain. Daripada mengatakan bahwa manusia menjadi binatang, lebih tepat mengatakan bahwa energi karma yang termanifestasi dalam wujud manusia dapat termanifestasi dalam bentuk binatang.
Bengcu Menggugat:
ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah (aphar admah) dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (nephes chay). Kejadian 2:7
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah (banah) seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22
Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” Kejadian 4:1
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28
Karena kami tahu, bahwa jika kemah (skenos) tempat kediaman (oikia) kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman (oikodome) di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman (oikia) yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 2 Korintus 5:1
Kerabatku sekalian, kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab sangat tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. Ada TIGA jenis manusia. Manusia jenis pertama tubuhnya DIBENTUK dari debu tanah dan jiwanya DILAHIRKAN dari TUHAN Allah. DILAHIRKAN TUHAN Allah artinya KELUAR dari TUHAN Allah. Manusia jenis kedua namanya lelaki dan perempuan. Yang disebut perempuan DIBANGUN dari tulang rusuk dan daging LELAKI. Dalam bahasa modern namanya KLONING. Yang disebut lelaki adalah manusia JENIS pertama yang diambil rusuk dan dagingnya untuk membangun perempuan. Manusia jenis ketiga dibangun dari sperma lelaki dan telur wanita. Setelah dikandung selama sembilan bulan sepuluh hari oleh wanita lalu dilahirkan. Tubuh manusia yang dibentuk dari debu tanah adalah kemah alias cangkang yang akan aus dan mati. Namun setelah tubuhnya mati, jiwa manusia akan mengenakan cangkang baru yang kekal sifatnya.
Agama Hindu mengajarkan bahwa pada mulanya adalah ATMA atau BRAHMAN atau Shang Hyang Widhi Wisesa alias Yang Mulia Mahaesa Yang Mahamula. Atma lalu menjadikan manusia. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwatman. Jiwatman adalah Atma yang lahir dari Brahman dan tinggal di dalam CANGKANG atau tubuh. Ketika tubuhnya mati, Jiwatman pun dilahirkan kembali (Punabbhava) dalam cangkang atau tubuh baru. Dalam tubuh seperti apakah jiwatman dilahirkan kembali? Tergantung KARMA alias perilakunya alias karya baktinya ketika hidup.
Kesamaan ajaran Kristen dan Hindu tentang manusia adalah keduanya mengajarkan bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa alias jasmani dan rohani alias roh dan daging. Perbedaannya adalah Agama Kristen mengajarkan bahwa makluk hidup beranak cucu alias berkembang biak alias MENCIPTAKAN makluk sejenisnya. Itu sebabnya jumlah makluk hidup semakin banyak dari generasi ke generasi. Agama Hindu melalui doktrin reinkarnasinya mengajarkan bahwa jumlah TOTAL makluk hidup tetap namun jumlah makluk menurut wujudnya atau jenisnya berubah-ubah karena KARMA. Doktrin reinkarnasi juga menyangkal ajaran BERKEMBANG BIAK alias BERANAKCUCU alias BERTAMBAH BANYAK.
Anicca Dukha Anatta. Anicca artinya tidak kekal. Dukha artinya susah hati. Anatta artinya an atma alias an atman alias tidak ada jiwa alias tidak ada PRIBADI. Karena tidak ada JIWA yang KEKAL maka manusia itu ibarat api unggun. Ketika api unggun mati, kayunya atau tubuhnya menjadi debu tanah sedangkan apinya PADAM alias TIDAK ada lagi. Melalui doktrin Aanicca anatta Sidharta meyakini TIDAK ada kehidupan setelah MATI.
Meskipun meyakini doktrin Anicca Dukha Anatta namun umat buddhis juga meyakini tumimbal lahir (Punabbhava) alias reinkarnasi alias dilahirkan kembali (Re birth). Karena menganut doktrin Annata (tidak ada roh; tidak ada pribadi) itu berarti yang dilahirkan kembali mustahil jiwatman (jiwa). Ketika ditanya APA yang dilahirkan kembali? Umat Buddha pun berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menceritakan PROSES kematian. Mereka bilang, ketika menghadapi kematian, seseorang akan MENGENANG (Bhavanga) perilakunya selama hidup lalu MENYADARI kematiannya sedang terjadi (cuti citta). Ketika kesadaran kematiannya (cuti citta) PADAM maka muncullah kesadaran penerusan alias kesadaran untuk melanjutkan hidup alias kesadaran untuk dilahirkan kembali (Patisandhi Vinnana – Patisandhi citta). Setelah mati maka orang itu pun dilahirkan kembali menjadi makluk sesuai dengan KARMA-nya.
Apa yang dilahirkan kembali? Yang dilahirkan kembali bukan JIWA. Lalu apa yang dilahirkan kembali? Kembali para buddhis berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menjelaskan apa ituu tumimbal lahir dengan berkata, “Tumimbal lahir itu ibarat api lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin-lilin lainnya. Api dan lilin yang digunakan untuk menyalakan tidak berpindah. Itu sebabnya tetap menyala. Lilin yang dinyalakan menyala karena kondisi memungkinkannya menyala, bukan karena mendapat warisan api dari lilin yang digunakan untuk menyalakannya.”
Kerabatku sekalian, menggunakan perumpamaan api lilin menyalakan api lilin untuk menjelaskan doktrin tumimbal lahir benar-benar dungu! Kenapa demikian? Karena lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin lain tidak mati alias PADAM dulu ketika lilin lain menyala sedangkan orang yang tumimbal lahir mati DULU baru dilahirkan kembali. Menyalakan lilin dengan lilin justru menyangkal doktrin tumimbal lahir. Menyalakan lilin dengan lilin cocok untuk menjelaskan BERANAKCUCU alias berkembang biak. Anaknya lahir namun induknya tetap hidup dan ada.
LAGU lama JUDUL baru. Itulah yang terjadi. Judul lamanya REINKARNASI. Judul barunya adalah TUMIMBAL LAHIR. Namun lagunya tetap sama yaitu setelah MATI maka BAGIAN yang TIDAK BERWUJUD dari makluk pun MENEMPATI cangkang alias tubuh baru alias WUJUD baru. Bagian tak berwujud itu KEKAL sifatnya alias berperibadi dan PENGETAHUANNYA terus berakumulasi. Itu sebabnya diajarkan bahwa Sidharta BERSAKSI bahwa dia MENGINGAT semua WUJUD atau CANGKANG yang pernah DITEMPATINYA. Itulah BUKTI bahwa BAGIAN tidak berwujud Sidharta Gautama sifatnya PRIBADI dan KEKAL alias ADA terus dan TIDAK bercampur dengan PRIBADI orang lain alias UNIK alias the one and only. Sidharta Gautama itu KEKAL dan PRIBADI. Itu sebabnya ketika dilahirkan jadi tokek dan yang lainnya, dia tetap Sidharta Gautama. Bahkan ketika mencapai Nirwana pun dia tetap Sidharta Gautama, bukan Jokowi atau Ahok apalagi Foke. Gamblang dan tegas sekali bukan? Ajaran tumimbal lahir MENYANGKAL doktrin Anicca (tidak kekal) dan Anatta (tidak ada roh – tidak ada pribadi).
Menurut ajaran tumimbal lahir alias reinkarnasi WUJUD nanti ditentukan oleh wujud kini dan Karma (perilaku kini) serta Bhavanga (kenangan) sebelum mati.
Wujud nanti = Wujud kini + Karma + Kenangan
Suatu makluk PASTI dilahirkan kembali menjadi DINOSAURUS bila KARMA dan BHAWANGA (KB) untuk lahir sebagai dinosaurus TERPENUHI. Makluk yang menanggung Karma dan bhawanga lahir kembali sebagai DINOSAURUS mustahil lahir kembali jadi KECOA atau TOKEK apalagi burung bangkai. Namun saat ini DINOSAURUS tidak ada lagi. Dinosaurus sudah MUSNAH! Dinosaurus sudah PUNAH!
Apabila doktrin tumimbal lahir Buddha memang LOGIS dan ILMIAH maka punahnya dinosaurus diakibatkan oleh tidak ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir sebagai dinosaurus. Andaikata doktrin Tumimbal lahir agama Buddha memang LOGIS dan ILMIAH, itu berarti SUATU saat nanti bila ada MAKLUK yang MEMENUHI syarat lahir sebagai dinosaurus maka DINOSAURUS pun akan ada LAGI di bumi ini.
Dinosaurus sudah MUSNAH. Dinosaurus sudah PUNAH. Tidak ada dinosaurus lagi di bumi ini. Bila demikian, saat ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus, siapa yang akan MELAHIRKAN dia? Mungkinkah UJUG-UJUG muncul bayi dinosaurus dari ENTAH berentah karena ada MAKLUK yang MATI dan memenuhi Karma Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus? Ha ha ha ha ha ha …….
Apabila doktrin anatta (tidak ada roh; tidak ada pribadi) dan anicca (tidak ada yang kekal) serta tumimbal lahir memang BENAR serta LOGIS dan ILMIAH maka REINKARNASI bisa dijelaskan sebagai berikut:
ES itu anicca (tidak kekal). ES itu anatta (tidak ada rohnya). Ketika DIPANASKAN (Karma) maka ES pun tumimbal lahir alias reinkarnasi menjadi AIR. Ketika AIR dipanaskan (Karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi gas. Dan Ketika AIR didinginkan (karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi ES.
Ketika ES tumimbal lahir menjadi AIR, maka ES itu pun TIDAK ada lagi alias PUNAH alias PADAM. Kenapa tidak ada LAGI? Karena SUDAH tumimbal lahir alias reinkarnasi alias MENJELMA menjadi AIR. Karena SELURUH ES tumimbal lahir menjadi AIR.
Apabila ES dikubur lalu membusuk jadi tanah atau dibakar menjadi debu kemudian ada mata AIR menyemburkan AIR mustahil dikatakan bahwa AIR dari mata AIR tersebut adalah REINKARNASI atau tumimbal lahir dari ES yang mati lalu dikubur dan membusuk jadi tanah atau dibakar jadi debu tersebut. Kenapa demikian? Karena ES yang dikubur itu tumimbal lahir menjadi tanah dan ES yang dibakar itu tumimbal lahir menjadi debu dan baik sebagai TANAH maupun sebagai DEBU, TANAH atau DEBU ES itu masih ada.
Apa yang terjadi ketika si Buddhis MATI? Dia TUMIMBAL lahir sebagai bangkai. Bila dikubur bangkai si Buddhis pelan-pelan tumimbal lahir menjadi menjadi TANAH si Buddhis. Bila dibakar, bangkai si Buddhis tumimbal lahir menjadi DEBU. Bila dibekukan dia tetap BANGKAI. Selama tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih ada MUSTAHIL menyatakan bahwa si Buddhis SUDAH dilahirkan KEMBALI. Hanya orang-orang DUNGU yang percaya DONGENG si Buddhis sudah tumimbal lahir menjadi si UCOK dengan LOGIS dan ILMIAH padahal tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih utuh apa adanya.
Di bawah ini adalah DONGENG yang digunakan oleh kaum Buddhis untuk membuktikan secara LOGIS dan ILMIAH bahwa ajaran REINKARNASI alias TUMIMBAL LAHIR itu memang BENAR.
Gnanatillaka adalah namanya, Ia (wanita) dilahirkan pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka (Ceylon). Kasus ini berawal di tahun 1960, Ketika ia berumur 4,5 tahun. Waktu itu ia berkata kepada orang tuanya, “Saya ingin bertemu dengan ayah dan ibu saya” “Kami adalah orang tuamu.” jawab ibunya. “Tidak.” Gnanatillaka bersikeras, “Saya ingin bertemu dengan ibu dan ayah saya yang sesungguhnya. Saya akan memberitahukan kamu dimana mereka tinggal. Tolong antar saya ke sana.”
Gnanatillaka menjelaskan kepada orang tuanya bagaimana menuju rumah dimana orang tuanya yang sesungguhnya tinggal. Rumah itu terletak dekat penampungan teh di Talawakele, sekitar 30 mil dari tempat tinggalnya sekarang.
Kedua orang tua itu mengabaikan cerita gadis kecilnya yang aneh. Setelah berhari-hari berlalu, Gnanatillaka tetap meminta untuk diantar menemui ibu-ayahnya yang sesungguhnya.
Segera berita itu mulai tersebar. Beberapa professor dari Universitas Ceylon dan Bhikkhu Piyadassi Maha Thera juga mengetahui cerita itu. Mereka memutuskan untuk menelitinya. Mereka mendengarkan Gnanatillaka bercerita ketika ia menjadi seorang bocah laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka (para peneliti itu) mencatat semua keterangan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Gnanatillaka, mereka bersama-sama dengan Gnanatillaka pergi menuju kerumah yang dijelaskan oleh Gnanatillaka.
Gnanatillaka belum pernah mengunjungi rumah itu di kehidupan yang sekarang, dia juga belum pernah mengunjungi daerah lokasi rumah itu. Juga kedua keluarga itu tidak saling kenal satu sama lain dan tidak saling mengetahui kehidupan masing-masing.
Ketika Gnanatillaka dan para peneliti itu memasuki rumah itu, Gnanatillaka memperkenalkan para professor kepada kedua orang tua dirumah itu. “Ini adalah ayah dan ibu saya yang sebenarnya.” Lalu ia juga mengenalkan adik laki-lakinya dan kakak-kakak perempuannya. Gnanatillaka menyebut nama-nama kecil saudara-saudarinya dengan tepat.
Lalu kedua orang tua Gnanatillaka di kehidupan sebelumnya itu diwawancarai. Mereka menjelaskan sifat dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954. Ketika Gnanatillaka melihat bekas adik laki-lakinya dalam kehidupan lampau, ia menolak bertemu atau berbicara dengannya. Kemudian orang tua Gnanatillaka di kehidupan lampau menjelaskan bahwa kedua bersaudara itu selalu berkelahi dan bertengkar. Mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupannya yang lampau ketika dia menjadi seorang anak laki-laki.
Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita tersebut, ia sendiri datang berkunjung. Ketika kepala sekolah memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya.
Gnanatillaka juga dapat mengingat pelajaran-pelajaran dan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi anak laki-laki dikehidupan sebelumnya.
Gnanatillaka juga dapat menunjukkan tempat pemakaman dimana ia dimakamkan di kehidupannya yang terdahulu sebagai seorang anak laki-laki.
Dengan cepat cerita Gnanatillaka tersebar luas. Seorang peneliti spesialis kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Ceylon untuk menyelidiki kasus itu. Setelah penyelidikannya, Dr.Ian mengatakan bahwa kasus Gnanatillaka adalah salah satu peristiwa kelahiran kembali yang terbaik, baik segi bukti maupun dari aspek psikologis.
Sebuah buku menarik tentang kasus Gnanatillaka diterbitkan dalam bahasa Sinhala di Ceylon. Buku ini menyajikan foto-foto berserta bukti-bukti dokumentasi yang berhasil dikumpulkan.
Bengcu Menggugat:
Kerabatku sekalian, haruskah kita berakata, “WOW …..” begitu atas dongeng reinkarnasi tersebut di atas? Ha ha ha ha …… katakan saja, “HOAX!” begitu. Ha ha ha ha ha ha ……
Anak lelaki itu meninggal 9 November 1954 sedangkan Gnanatillaka lahir 14 Februari 1956. Jumlah hari antara hari kematian anak lelaki itu dan hari kelahiran Gnanatillaka adalah 462 hari. Rata-rata manusia dikandung selama 280 hari. Itu berarti ada selisih 192 hari. Pertanyaannya adalah selama 192 hari anak lelaki itu alias Gnanatillaka luntang lantung ke mana? Jangan-jangan dia tumimbal lahir sebagai tokek dulu kayak Sidharta Gautama? Pada hari ke 192 dia dipatok burung bangkai lalu tumimbal lahir lagi menjadi Gnanatillaka? Ha ha ha ha ha ha …… LOGIS dan ILMIAH? Ha ha ha ha ha ha … FIKSI ILMIAH lah yao!
@ handy prazt : Ada aliran buddhisme yg percaya tentang Ketuhanan tetapi bukan Tuhan, tahu bedanya? Disini saya bicara tentang Tuhan bukan arti Ketuhanan.
Salam metta;
BJ
@BJ, Membaca tulisan anda yg penuh retorika, apakah saya harus bilang WOUWW … ? Hehehe … sayang sekali bangsa Israel sangat bangga dg derajatnya yg tinggi, sehingga ajaran Taurat tidak mendunia, sehingga agama Yahudi tidak menjadi besar spt Kristen dan Islam. Kalau mereka mau berlapang dada, menyebarkan ajaran yg tadinya khusus diperuntukkan suku israel … menjadi ajaran umum untuk umat manusia seluruh dunia, maka kita akan bisa melihat 3 jenis umat Allah sama2 mengklaim ajaran paling benar membawa pentung, pedang dan taqiyah serta ayat2 kesetanan meluruskan pandangan manusia yg dianggap sesat … hahaha .. dunia akan menjadi indah karena ke 3 agama ini. Mereka bernubuat sbg kelanjutan dari yg lain … dan klaim nabi dan rasul terakhir dg ajaran paling pongah … MADE IN ALLAH.
Apakah saya harus terkagum-kagum membaca kisah PERANG SALIB, KISAH PENYEBARAN GOLD, GOSPEL AND GLORY … ? Kisah Tuhan yg berjalan-jalan di dunia mengutuk pohon ara saat bukan musim berbuah, hanya karena ingin maham buah ara .. ? Apakah hrs terkagum-kagum melihat Tuhan menjungkirbalikkan barang dagangan umat yg lagi berjualan di rumah Allah, merengek eli eli lama sabakhtani jelang kematian … ?
Sahabat … silahkan engkau bangga dg Tuhanmu, biarkan saya melangkah dlm Dharma ajaran guruku yg agung. Dlm Dharma saya memahami adanya serakah dan benci dlm diri ini. Memahami keterbatasan karena cengkeraman KETIDAKTAHUAN (AVIJJA). Memahami KEINGINAN (TANHA) akan NAFSU INDRA, NAFSU KEBERADAAN dan NAFSU UNTUK TIADA. Merasakan ketidak-baikan dlm diri, berangsur-angsur membaik dg latihan yg konsisten. Dg memiliki WAKTU TANPA BATAS … maka kami umat Buddha akan melangkah hanya menuju kepada kebajikan dan kesempurnaan, karena terawat DG SILA YG TETAP, TIDAK DIUBAH SAAT ADA MAUNYA …. DG PEMAHAMAN YG TETAP APA ADANYA …
Kami memahami diri kami dg sesama manusia yg lain adalah SAHABAT SEPENDERITAAN yg akan mengalami sakit, usia tua dan mati. Memahami bahwa level2 pemahaman ttg hidup bisa saja berbeda-beda, karena perbedaan pemaknaan ttg hidup itu sendiri.
Kami menjaga pandangan tetap benar, dg memahami apa itu BAIK DAN BURUK, dan menjaga pikiran agar selalu terbebas dari DOGMA2 yg mungkin menjeratnya. KAMI BEBAS MEMUJA dan MENGHORMAT siapapun yg patut DIPUJA berdasar kriteria baik dan benar yg sdh teruji dan valid. Umat Buddha gelisah … ? Hehehe … gelisah adalah untuk orang2 yg blm menyentuh ajaran … makanya kami kasihan umat spt itu yg ibaratnya AKAN MENJADI DOMBA YG MEMBIARKAN DIRI MEREKA TERJERAT KE JERAT YG LEBIH KASAR.
Anda dg gamblang mengatakan bahwa doktrin TUMIMBAL LAHIR adalah ilusi yg merendahkan dan meninggikan derajat manusia, MAKA SAYA DG PERCAYA DIRI MENGATAKAN INI ADALAH SESUATU YG NYATA. Ajaran yg disampaikan oleh seorang yg telah mencapai taraf LOKAVIDU (PENGENAL SEGENAP ALAM KEHIDUPAN), sdh melihatnya dg mata kepala sendiri … apa lagi yg ilusi ? INI ADALAH SEBUAH KENYATAAN. Kesadaran bisa bergerak tanpa batas … apapun yg bisa anda bayangkan anda bisa meraihnya. Dlm kehidupan nyata … kita bisa melihat dg ilmu2 yg rendahan, manusia bisa merubah dirinya jadi babi ngepet, jadi burung, jadi mahluk jadi2an …. so gak ada yg gak mungkin. Buddha sdh menunjukkan … silahkan kita memilih yg kita inginkan. Tetapi andai diperkenankan, sbg umat Buddha saya lebih suka membicarakan ttg PERASAAN DAN REAKSI PIKIRAN, yg merupakan kunci, agar manusia menjadi manusia seutuhnya, yg tercerahkan.
Terima kasih sdh menunjukkan puncak tertinggi Buddhisme adalah NIBBANA (KESUNYATAAN) …. hahaha … tetapi anda dan saya berjumpa dlm BLOG dg artikel ttg KEKOSONGAN dlm Buddhisme.
Salam metta,
HP
@ handy prazt : hahahahaha, Anda nyebut saya beretorika, ya saya terima aja apa katamu…….:)
Anda bertanya apakah saya bangga terhadap perang salib dan 3 G( Gold, Glory and Gospel)? Maka saya menjawab tidak bangga terhadap perang salib. Ketidakbangga dan ketidaksukaan saya adalah terutama bahwa perang yg dilakukan oleh penguasa Muslim dan Kristen saat itu sangat brutal dan tidak sesuai etika perang yg baik. Kedua bahwa perang itu membawa panji2 dan atas nama agama.
Mengenai slogan 3 G merupakan masalah imperialisme kerajaan2 Eropah saat itu yg pergi kesemua dunia untuk menguasai semua sumber2 alam yg ada dan dibawa ke negara2 penjajah tsb. Nah, saat itu juga muncul kerinduan banyak misionaris2 dari Eropah yg ingin mengabarkan injil keseluruh dunia. Nah utk bisa pergi mereka harus menumpang kapal2 kerajaan saat itu. jadi imperialisme itu tidak ada hubungannya dengan penginjilan saat itu( Gospel). Dan malahan kadang2 perintah kerajaan melarang para missionaris utk mengabarkan Injil pada penduduk pribumi. Jadi slogan 3 G tak ada kaitannya dengan misi penginjilan saat itu.
Tujuan pertanyaan Anda tentang kedua hal itu apa? Apakah Anda ingin menyampaikan bahwa umat Buddhis tidak pernah melakukan kekerasan Dan cinta damai? Apakah Anda tidak tahu bahwa raja Asoka yg sangat dibanggakan oleh Buddhis Therevada itu pernah melakukan pembunuhan para bikkhu yg tidak sepaham dengan ajaran Therevada?
Apakah Anda tidak tahu bahwa ada sekelompok umat Buddhis di Srilangka yg dipimpin oleh para bikkhu menyerang, membakar, mengitimidasi, dan bahkan membunuh umat minoritas Hindu Dan Kristen?. Umat Buddhis Karen meminta pemerintah Myanmar agar memaksa umat Kristen Karen agar menyembah patung Buddha, jika tidak maka akan ditembak mati atau dipenjarakan. Bagaimana kejadian di Laos, para bikkhu dan umat Buddhis membakar gereja? Apakah semua kejadian itu Anda bangga? Tentu saja tidak bukan?Hehehehehe
Hahahahahaha, Anda mana mampu kagum dengan kisah dan cerita di alkitab tentang mengapa Yesus mengutuk pohon ara yg tak berbuah dan Yesus membersihkan para pedagang yg mengotori bait suci di Yerusalem itu. Dan teriakan Yesus( bukan merengek seperti perkataan anda) Eli Eli lama sabakhthani. Soalnya Anda tak mengerti dan tidak percaya makna yg mau disampaikan oleh kitab suci itu. Jadi bagaimana anda bisa menghargai? Beda dengan saya yg belajar kitab suci Kristen dan kitab2 ajaran lainnya. Saya belajar membiarkan ajaran agama tsb bercerita apakah yg mau disampaikan oleh text2 itu tanpa prasangka dahulu. Setelah itu baru dilakukan analisa dan kesimpulan. Coba baca ulasan ini agar Anda mengerti apa yg mau disampaikan oleh kitab suci di http://www.sarapanpagi.org/57-pengutukan-pohon-ara-vt1157.html
Dan http://www.sarapanpagi.org/eli-eli-lama-sabakhthani-vt56.html
Jika cara Anda berargumentasi spt diatas maka banyak hal yg saya bisa lakukan untuk buddhisme Anda! Misalnya, bagaimana Buddha bisa dibilang bijaksana, dalam hal penerimaan murid perempuan( menjadi bikkhuni) saja harus diyakinkan oleh muridnya sampai berapa kali. Bagaimana Buddha bisa dikatakan adil dan konsisten dengan pengajarannya dimana beliau boleh menunjukan mujizat tapi saat muridnya melakukan hal yg sama, Buddha marah dan menegor muridnya? Dan banyak lagi yg bisa saya berikan contoh ketidakkaguman saya pada buddhisme bukan?. Hehehehehehe.
Akan tetapi apakah diskusi demikian mencerahkan? Hahahahaha
Anda belum memberitahukan kepada saya dari mana sumber asal penyakit dosa, lobha yg diakibatkan oleh tanha dan mengapa moha yg disebabkan oleh avijja itu ada? Jika buddhisme tidak mampu memberikan pencerahan dalam hal ini, bagaimana Buddha bisa disebut MAHA TAHU? Bagaimana ajaran tsb bisa dikatakan sebagai kebenaran absolut, jika hal2 kecil demikian saja tidak JELAS? Bagaimana bisa dibilang ehipassiko apabila asal mula penyakit tidak diketahui? Bukankah dengan memberikan analisa 4 kebenaran utama dan 8 jalan kemuliaan menjadi sia2, tidak efektif?
Bagaimana makhluk2 cahaya hanya memakan SUSU KENTAL MANIS saja bisa disebut “SERAKAH”? Apa itu definisi kata serakah itu? Dan Anda bangga dengan menyanjung Agganna Sutta lebih logis dan ilmiah daripada kisah penciptaan di Alkitab? Nyatanya saya hanya bertanya satu pertanyaan saja anda belum menjawabnya? Hahahahahaha,
Handy prazt menulis : Memahami keterbatasan karena cengkeraman KETIDAKTAHUAN (AVIJJA). Memahami KEINGINAN (TANHA) akan NAFSU INDRA, NAFSU KEBERADAAN dan NAFSU UNTUK TIADA. Merasakan ketidak-baikan dlm diri, berangsur-angsur membaik dg latihan yg konsisten. Dg memiliki WAKTU TANPA BATAS… maka kami umat Buddha akan melangkah hanya menuju kepada kebajikan dan kesempurnaan, karena terawat DG SILA YG TETAP, TIDAK DIUBAH SAAT ADA MAUNYA …. DG PEMAHAMAN YG TETAP APA ADANYA …
Jawaban BJ :
Bro, bagaimana anda dan umat buddhis bisa begitu pede mampu mengikis abis penyakit2 itu( Tanha dan avijja) sedangkan sumber asal penyakit saja tidak jelas? Boro2 bisa suci dan sempurna? Sadarlah bro, itu UTOPIA namanya! Hahahahaha
Benar – manusia itu memiliki waktu tanpa batas, cuma di buddhisme yg tanpa batas waktu itu apa namanya bro, KESADARAN, roh, atau jiwa? Hehehehehe
keinginan anda berpancasila memang tetap, namun kemampuan anda untuk melakukan yg tidak tetap alias merosot trus…..ingat ajaran tentang anatta itu…hehehehehehe
Tidak diubah saat ada maunya apa itu bro? Alkitab maksudmu? Hahahahaha
Handy prazt menuliskan : Kami menjaga pandangan tetap benar, dg memahami apa itu BAIK DAN BURUK, dan menjaga pikiran agar selalu terbebas dari DOGMA2 yg mungkin menjeratnya. KAMI BEBAS MEMUJA dan MENGHORMAT siapapun yg patut DIPUJA berdasar kriteria baik dan benar yg sdh teruji dan valid. Umat Buddha gelisah … ? Hehehe … gelisah adalah untuk orang2 yg blm menyentuh ajaran … makanya kami kasihan umat spt itu yg ibaratnya AKAN MENJADI DOMBA YG MEMBIARKAN DIRI MEREKA TERJERAT KE JERAT YG LEBIH KASAR.
Jawaban BJ : pandangan yg benar itu berdasarkan apa? Berdasarkan buddhisme khan? Dengan memahami apa itu BAIK DAN BURUK saja tak membuat Anda itu suci dan sempurna. Disaat Anda berkeinginan berbuat baik maka yg buruk/ jahat bisa Anda lakukan melalui pikiran, perkataan dan tindakan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Coba Anda amati benarkah perkataan saya itu disaat Anda berkeinginan melakukan sesuatu yg baik, sesuatu yg buruk dan jahat bisa Anda lakukan. Atau saat Anda tahu Hal itu baik tetapi tidak Anda lakukan, maka menurut moralitas Kristen hal itu disebut dosa dan bagi buddhisme hal demikian belum bisa disebut salah bukan( Vipaka kamma)? Kalo membayangkan wanita telajang dan ingin bercumbu dgnnya dalam pikiran manusia, apakah itu salah menurut buddhisme? Mimpi basah saat tidur, apakah salah menurut pandangan Buddhisme?
Dan jika Anda karena ketidakmawasan diri Anda melakukan sesuatu yg jahat, bagaimana Anda mengatasinya? Apakah bertekad utk berhenti berbuat jahat dan melakukan perbuatan yg baik dapat menghapuskan kesalahan yg telah Anda lakukan itu? Menurut Anda berkata bohong atau bersaksi palsu, hukuman spt apa yg pantas buat org tsb?
Apa itu dogma menurut Anda? Bukankah yg Anda percayai itu disebut dogma atau doktrin juga? Bagaimana Anda yakin dogma atau doktrin yg Anda pegang itu bukan sebuah jeratan yg dgn sukarela Anda memakainya? Jika berdasarkan kriteria pengujian yg valid, baik, benar dan teruji, maka Anda akan tahu mana yg layak dipuja itu, kecuali Anda tidak melakukannya, contohnya yaitu yg kita bahas tentang Tumimbal lahir yang tidak teruji itu tapi Anda khan tetap percaya. Nah itu apa namanya? Ajaranmu tidak percaya adanya Tuhan Pencipta yg berpribadi, bagaimana anda bisa membuktikan itu? Hahahahaha
Handy prazt menuliskan : Anda dg gamblang mengatakan bahwa doktrin TUMIMBAL LAHIR adalah ilusi yg merendahkan dan meninggikan derajat manusia, MAKA SAYA DG PERCAYA DIRI MENGATAKAN INI ADALAH SESUATU YG NYATA. Ajaran yg disampaikan oleh seorang yg telah mencapai taraf LOKAVIDU (PENGENAL SEGENAP ALAM KEHIDUPAN), sdh melihatnya dg mata kepala sendiri … apa lagi yg ilusi ? INI ADALAH SEBUAH KENYATAAN. Kesadaran bisa bergerak tanpa batas … apapun yg bisa anda bayangkan anda bisa meraihnya. Dlm kehidupan nyata … kita bisa melihat dg ilmu2 yg rendahan, manusia bisa merubah dirinya jadi babi ngepet, jadi burung, jadi mahluk jadi2an …. so gak ada yg gak mungkin. Buddha sdh menunjukkan … silahkan kita memilih yg kita inginkan. Tetapi andai diperkenankan, sbg umat Buddha saya lebih suka membicarakan ttg PERASAAN DAN REAKSI PIKIRAN, yg merupakan kunci, agar manusia menjadi manusia seutuhnya, yg tercerahkan.
Jawaban BJ :
Itu memang benar, bahwa ajaran reinkarnasi / tumimbal lahir terlalu merendahkan manusia dan terlalu meninggikan manusia! Apakah anda bisa membuktikan sebaliknya bahwa ajaran itu justru meletakan manusia sebagai makhluk yg berharkat martabat dan benar2 manusia? Nah, Anda sekarang bilang tumimbal lahir itu fakta karena Buddha itu memiliki lokavidu. Coba sekarang Anda berikan faktanya seperti apa? Pengharapan atas doktrin tumimbal lahir adalah agar manusia makin baik melalui berkali2 bertumimbal lahir bukan? FAKTANYA APAKAH MANUSIA itu makin BAIK? COBA Anda lihat di India dimana doktrin atau paham ajaran itu berasal, apakah rakyatnya makin baik setelah 5 ribu tahunan percaya ajaran reinkarnasi dan tumimbal lahir? Bagaimana dengan Srilangka, Myanmar, Laos, dll? Saya udah memberikan contoh tentang Jaka dan Joko, bahwa moralitas dan keadilan dalam hukum karma yg berkaitan dengan tumimbal lahir tidaklah jelas dan benar. Bagaimana sebuah ajaran yg tidak jelas dan benar itu bisa dikatakan sebagai kebenaran absolut?
Babi ngepet( tu bak kai/ siluman babi), kera sakti, siluman rubah, siluman ular, siluman kolor ijo, dll…..itu fakta? Anda terlalu mengkhayal banget! Itu hanya cerita hoax yg tidak ada buktinya dan itu memang cerita yg disukai oleh umat Buddhis yg masih terbelenggu oleh ilusi itu. Anda pasti pernah baca dongeng2 dalam Jataka bukan? Hahahahaha
Bicara tentang perasaan dan reaksi pikiran tidak menjawab realita bahwa manusia tidak mampu hidup suci dan benar. Walaupun banyak manusia yg mengklaim dirinya suci dan benar, tapi itu hanya pengakuan tunggal atau sepihak dari dirinya sendiri. Kekristenan itu beda, jika ingin memberikan bukti bahwa dia benar maka paling tidak harus ada saksi lain yg mendukung pernyataannya. Yesus berkata kalo kesaksian yg berasal dari diri sendiri, maka kesaksian itu tidak benar. Oleh sebab itu Yesus mendapat kesaksian ttg diriNya yg berasal dari Yohanes Pembaptis, Kitab Suci dan Allah Sendiri. ( Yohanes 5:31-47). Jadi Ada double kesaksian, bukan kesaksian tunggal.
Cobalah belajar kitab suci Anda dengan baik, jika Anda suka boleh beli dan coba belajar kitab suci agama lain. Jangan Anda terlalu dibuaikan oleh perkataan org yg belum benar2 mengerti apa yg dipelajarinya apalagi melalui internet.
Salam metta;
BJ
BJ: bagaimana Buddha bisa dibilang bijaksana, dalam hal penerimaan murid perempuan( menjadi bikkhuni) saja harus diyakinkan oleh muridnya sampai berapa kali.
JAWAB : Buddha sdh melihat dg jelas, dg adanya sangha bhikkhuni … maka sangha tidak akan bertahan dlm waktu yg lama. Terbukti saat ini sangha bhikkhuni sdh terputus … dan saat ini sangha bhikkhuni yg ada bukan lanjutan dari jaman Buddha. Sangha bisa dibentuk saat ada 4 orang anggota sangha membentuknya. Sangha bhikkhu dan bhikkhuni mula2 dibentuk oleh Buddha. Penolakan yg dilakukan Buddha, hanyalah untuk membuat sangha bertahan lama. Tetapi karena desakan Bhante Ananda yg memohon sampai 3 X, maka Buddha meluluskan permohona tsb.
BJ: Bagaimana Buddha bisa dikatakan adil dan konsisten dengan pengajarannya dimana beliau boleh menunjukan mujizat tapi saat muridnya melakukan hal yg sama, Buddha marah dan menegor muridnya?
JAWAB : Buddha sangat menghormati pendapat yg muncul di masyarakat kala itu. Untuk mencegah seseorang yg tertarik belajar Dharma hanya karena mukjizat2 yg berdasar pada kekaguman pada gurunya … maka vinaya melarang seorang siswa menunjukkan mukjizat pada umat awam. Buddhapun menunjukkan mukjizat hanya ketika ingin menghapus keraguan khalayak atas pencapaian yg telah beliau capai, bukan untuk pamer.
BJ: Bro, bagaimana anda dan umat buddhis bisa begitu pede mampu mengikis abis penyakit2 itu( Tanha dan avijja) sedangkan sumber asal penyakit saja tidak jelas? Boro2 bisa suci dan sempurna? Sadarlah bro, itu UTOPIA namanya! Hahahahaha
JAWAB: Koq tidak jelas. Sumber avijja dan tanha adalah pikiran yg dipenuhi ilusi. Tidak memahami sesuatu sbg apa adanya. Makanya seorang siswa, hrs melatin batinnya agar bisa mengamati segala sesuatu sbg mana adanya. Saat anda bisa mengendalikan nafsu keinginan serta menembus ilusi avijja … maka PANDANGAN TERANG (VIJJA) akan muncul sbg akhir samsara.
BJ: Benar – manusia itu memiliki waktu tanpa batas, cuma di buddhisme yg tanpa batas waktu itu apa namanya bro, KESADARAN, roh, atau jiwa? Hehehehehe
keinginan anda berpancasila memang tetap, namun kemampuan anda untuk melakukan yg tidak tetap alias merosot trus…..ingat ajaran tentang anatta itu…hehehehehehe
JAWAB : Yg tanpa batas waktu adalah PROSES KEHIDUPAN.
SILA saat sdh dilatih menjadi murni, maka tidak akan merosot kembali.
BJ: Tidak diubah saat ada maunya apa itu bro? Alkitab maksudmu? Hahahahaha
JAWAB : Organisasi keagamaan yg selalu mengeluarkan peraturan2 untuk umat. Saat dalil2 pembenaran diperlukan, maka moralitas diatur-atur agar bisa menyuruh umat berperang, berbohong dsb. Beda dg aturan moral dlm Buddhisme yg sdh baku … apapun alasan untuk pembenaran sesuatu yg salah, tidak akan mendapat respon umat.
BJ : pandangan yg benar itu berdasarkan apa? Berdasarkan buddhisme khan? Dengan memahami apa itu BAIK DAN BURUK saja tak membuat Anda itu suci dan sempurna. Disaat Anda berkeinginan berbuat baik maka yg buruk/ jahat bisa Anda lakukan melalui pikiran, perkataan dan tindakan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Coba Anda amati benarkah perkataan saya itu disaat Anda berkeinginan melakukan sesuatu yg baik, sesuatu yg buruk dan jahat bisa Anda lakukan. Atau saat Anda tahu Hal itu baik tetapi tidak Anda lakukan, maka menurut moralitas Kristen hal itu disebut dosa dan bagi buddhisme hal demikian belum bisa disebut salah bukan( Vipaka kamma)? Kalo membayangkan wanita telajang dan ingin bercumbu dgnnya dalam pikiran manusia, apakah itu salah menurut buddhisme? Mimpi basah saat tidur, apakah salah menurut pandangan Buddhisme?
JAWAB : Pandangan benar = pandangan yg didapat dg melakukan pengamatan sbg mana adanya. Pemahaman kerja karma, anicca, dukkha, anatta …. yg direalisasi langsung dan akhirnya dipahami.
Umat Buddha yg sdh berlatih mengamati kehidupan, selalu sadar dg perasaannya. Di perasaanlah rasa senang, tidak senang, netral bisa diamati dg langsung. Baik dan buruk, bisa dinilai dari niat (cetana) yg melandasinya. Membayangkan wanita telanjang dan ingin mencumbuinya atau mimpi basah … hanyalah peristiwa dan ingatan yg tidak membuat karma baru. Reaksi pikiran yg terlontar keluar barulah membuat karma.
BJ: Dan jika Anda karena ketidakmawasan diri Anda melakukan sesuatu yg jahat, bagaimana Anda mengatasinya? Apakah bertekad utk berhenti berbuat jahat dan melakukan perbuatan yg baik dapat menghapuskan kesalahan yg telah Anda lakukan itu? Menurut Anda berkata bohong atau bersaksi palsu, hukuman spt apa yg pantas buat org tsb?
JAWAB: Ngapain berbuat jahat, saat sdh mengetahui kejahatan akan berakhir dg penderitaan. Berbuat baik akan dapat menetralkan kerja karma akibat kejahatan, spt rasa garam yg bisa dinetralkan oleh rasa air. Saat berkata bohong dan bersaksi palsu, hal yg pasti akan berakibat tidak dipercaya orang di masa datang, serta apabila akibat kejahatan bekerja sinkron dg perbuatan buruk ini, akan bisa berakibat masuk penjara.
BJ: Apa itu dogma menurut Anda? Bukankah yg Anda percayai itu disebut dogma atau doktrin juga? Bagaimana Anda yakin dogma atau doktrin yg Anda pegang itu bukan sebuah jeratan yg dgn sukarela Anda memakainya? Jika berdasarkan kriteria pengujian yg valid, baik, benar dan teruji, maka Anda akan tahu mana yg layak dipuja itu, kecuali Anda tidak melakukannya, contohnya yaitu yg kita bahas tentang Tumimbal lahir yang tidak teruji itu tapi Anda khan tetap percaya. Nah itu apa namanya? Ajaranmu tidak percaya adanya Tuhan Pencipta yg berpribadi, bagaimana anda bisa membuktikan itu? Hahahahaha
JAWAB: Dogma adalah mempercayai sesuatu doktrin yg blm bisa dibuktikan. Ngapain mau memuja sesuatu percaya dg dogma, lebih baik saat kita buktikan orang/ sesuatu pantas dipuja tinggal lakukan. Memuja menandakan kerendahan hati. Banyak yg sdh membuktikan tumimbal lahir .. hahaha … anda saja yg bandel. Ngapain saya membuktikan Tuhan, anda dong yg membuktikan. Apakah nggak percaya Tuhan, bikin sesuatu jadi ribet … ? Pastinya percaya Tuhan itu, bikin sesuatu jadi ruwet …. membayangkan sesuatu yg tidak pasti dan debatable.
@BJ, Ngapain membahas tumimbal lahir, membandingkan negara terbelakang dg yg lainnya. Kita bisa tumimbal lahir di alam manapun, dan bisa di negara manapun.
Anda mengatakan tumimbal lahir blm teruji, padahal Buddha memiliki siswa yg mencapai arahat ribuan orang … apa ini blm teruji sesuai ajaran alkitab anda yg hanya perlu 2 orang saksi … ?
Saat ada orang yg telah tercerahkan di depan anda, maka ia bisa melihat pencapaian yg telah dicapai … gak perlu bingung mencari 2 orang saksi … ada ribuan yg membuktikan pada jamannya.
Tetapi apabila saat ini kita memang kekurangan manusia mencapai arahat, manusia bisa dinilai dari caranya berpikir, berbicara dan bertindak. Orang yg berbuat baik tanpa pamrih, tahu dg pasti arah hidup yg ingin ditujunya … adalah sdh berada pada jalan, daripada orang yg bingung membicarakan Maha Mahluk yg Berpribadi, Maha Pencipta dan sejenisnya .. yg blm terbukti.
Salam metta,
HP
Bengcu, you know who I am. Cuman ingin menyampaikan pertanyaan menggelitik: bukankah juga mustahil seorang dara bisa mengandung? Aku berkutat lama dengan pertanyaan ini…..tetapi……
@martha, tentu saja I Know who you are, my dear lady. Tahun lalu saya menyatakan bahwa Alkitab MENGAJARKAN tentang 4 JENIS manusia, sesungguhnya ada 5 JENIS manusia yaitu:
1. Manusia yang diciptakan dari Debu Tanah + NAfas hidup = Adam
2. Manusia yang diciptakan dari tulang rusuk dan daging Adam = Hawa
3. Manusia yang diciptakan dari sel telur wanita dan sperma lelaki = semua yang dilahirkan perempuan = anak Manusia
4. Manusia yang diciptakan dari YHWH (TUHAN) dan Elohim (Roh Kudus) = Yesus Kristus
5. Manusia Allah (Antrophos Theos) = Manusia Roh Kudus = Manusia setelah Pentakosta
Maria TIDAK mengandung JANIN Yesus namun dia mengandung RAHIM Roh Kudus yang MENGANDUNG Janin Yesus. Tentu saja AJARAN demikian membuat para PENERJEMAH Alkitab PUSING tujuh keliling. Itu sebabnya MEREKA menyembunyikan FAKTA yang tercatat dalam ke 4kitab Injil tersebut. Saya memang belum membahas masalah ini dengan TUNTAS meskipun sudah memberi ARAH kepada yang mau MENYELIDIKINYA. Ada beberapa HAL yang HARUS diajarkan DULU agar bisa memahami FAKT tersebut di atas dengan TUNTAS. Itulah Rahasia Kristus yang BELUM dipahami oleh generasi sebelumnya.
Lucu sekali membaca perseteruan Anda anda semua. Ingatkah Anda bahwa apapun kepercayaan yg Anda ikuti itu sebenarnya berujung kepada tujuan mulia? Saya sebenarnya kurang setuju atas pelecehan agama manapun. Agama manapun yg diajarkan sebenarnya sama saja untuk tujuan akhirnya, namun mengapa kalian sibuk mengomentari hal2 yg tidak penting sementara kalian sendiri menyadari bahwa yg kalian lakukan itu tidak terlepas dari karma buruk/dosa? Untuk apa kalian berseteru dan berlomba-lomba untuk menjadi yg paling memahami kebaikan agama sendiri dan keburukan agama lain, sedangkan pada prakteknya and sendiri tidak memahami apa yg anda lakukan. Coba siapa yg berani menjawab agama mana yg menganjurkan umatnya menghina org ataupun agama lain? Menurut saya lebih baik ikita melakukan saja perbuatan baik yg sesuai ajaran agama kita sendiri, toh intinya berbuat baik dan menghindari perbuatan jahat lah yg akan mencapai alam bahagia/surga
@juu_can92@yahoo.com, yang berseteru itu siapa? Jangan ASAL NUDUH. Ha ha ha ha ha ha …. di dalam blog ini saya HANYA MENGuJI ajaran TUMIMBAL lahir yang diyakini oleh kebanyakan umat BUDDHA sebagai ajaran Sidharta Gautama. Kalau yang saya AJARKAN salah, SILAHKAN tunjukkan SALAHNYA dan AJARKAN yang BENAR. bila yang diajarkan hai hai BENAR, tolong SEBARKAN ke seluruh dunia. BERLAGAK BIJAKSANA dan SOK SALEH sama sekali TIDAK menjadikan anda BIJAKSANA dan BERPENGETAHUAN kisanak. Ha ha ha ha ….. Jadi mari kita kembali ke ISI blog ini. bila yang diajarkan hai hai SALAH, tunjukkan SALAHNYA dan ajarkan yang BENAR. Ha ha ha ha ha …
iya nih bingung juga antara anatta dan tumimbal lahir….
kalau anatta seharusnya setelah mati ya sudah tidak ada lagi…maka yang dilahirkan selanjutnya adalah fisik baru dan jiwa baru lagi…kalau tumimbal lahir berarti fisik baru jiwanya lama…
@yewean, itu sbabnya dikatakan bahwa ajaran TUMIMBAL lahir memang NGACO BELO. ha ha ha ha …