Tumimbal Lahir Memang Ngaco Belo


Gambar: chanelduniareptil.blogspot.com

EHIPASSIKO! Artinya datang dan lihat sendiri. Benar. Datang dan lihatlah sendiri bahwa meskipun kebanyakan buddhis mengagul-agulkan dirinya LOGIS dan ILMIAH namun faktanya tidak lebih dari tukang kecap belaka.

Meskipun gembar-gembor ajarannya telah TERUJI dan terbukti LOGIS dan ILMIAH namun kebanyakan justru dongeng belaka. Tanyakan kepada  sepuluh maka seratus Buddhis akan menjawab, “Tumimbal lahir mustahil reinkarnasi sebab tumimbal lahir adalah ajaran Budha yang logis dan ilmiah sedangkan reinkarnasi adalah ajaran Hindu yang tidak logis apalagi ilmiah.” Dari mana para Buddhis tahu tumimbal lahir MUSTAHIL reinkarnasi? Apakah mereka EHIPASSIKO? Apakah mereka melakukan PENGUJIAN? Mustahil! Mustahil ehipassiko bila tidak tahu bahwa tumimbal lahir (Buddha) dan reinkarnasi (Hindu) diterjemahkan dari kata Pali yang sama yaitu: Punabbhava (lafal: punabawa). Tanyakan kepada seratus maka seribu Budhis akan menjawab, “doktrin tumimbal lahir Agama Budha benar-benar LOGIS dan ILMIAH.” Kerabatku sekalian, mari ehipassiko (datang dan lihat sendiri) untuk membuktikan bahwa doktrin tumimbal lahir selain tidak logis dan ilmiah juga menyangkal ajaran Buddha lainnya.

Memberanikan diri bertanya, di dalam buku berjudul: Kajian Tematis Agama Buddha & Agama Kristen, Djoko Mulyono, Petrus Santoso dan Kristiyanto Liman menulis:

Kehendak,  O Biku, adalah karma yang Aku katakan! Setelah memunculkan kehendak, seseorang menciptakan karma melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Nibbedhika-sutta

Sesuai dengan benih yang ditabur
Maka itulah buah yang akan dipetik
Pelaku kebajikan akan menuai kebajikan
Pelaku kejahatan akan menuai kejahatan
Taburlah benihnya dan tanamlah dengan baik
Engkau akan menikmati buahnya. Samyutta Nikaya I:227

Para makhluk adalah pemilik karmanya sendiri, pewaris karmanya sendiri, memiliki karma sebagai penyebab kelahiran kembali, sebagai sanak karma, dan terlindung oleh karmanya sendiri. Karma yang membedakan makhluk yang memiliki keadaan hina dan mulia. Majjhima Nikaya III:203

Agama Buddha percaya bahwa makhluk terlahir kembali di salah satu dari enam alam kehidupan: surga, asura, manusia, binatang, hantu, dan neraka. Kata kunci pengertian kelahiran kembali adalah “muncul kembali”, tidak serupa dengan konsep reinkarnasi Hindu yang mempercayai adanya suatu roh kekal yang bertransmigrasi (meninggalkan tubuh lama dan memasuki tubuh baru). Manusia bisa naik ke alam yang lebih tinggi seperti surga atau turun ke alam yang lebih rendah seperti menjadi binatang atau hantu. Seperti halnya listrik dapat termanifestasi dalam bentuk cahaya, panas, gerakan, demikian pula energi karma dapat termanifestasi dalam bentuk dewa, manusia, binatang, atau makhluk lainnya, di mana satu bentuk tak ada kaitan fisik dengan yang lain. Daripada mengatakan bahwa manusia menjadi binatang, lebih tepat mengatakan bahwa energi karma yang termanifestasi dalam wujud manusia dapat termanifestasi dalam bentuk binatang.

Bengcu Menggugat:

ketika itulah TUHAN Allah membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah (aphar admah) dan menghembuskan nafas hidup (nashamah chay) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (nephes chay). Kejadian 2:7

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah (banah) seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” Kejadian 4:1

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28

Karena kami tahu, bahwa jika kemah (skenos) tempat kediaman (oikia) kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman (oikodome) di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman (oikia) yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 2 Korintus 5:1

Kerabatku sekalian, kisah penciptaan yang tercatat di dalam Alkitab sangat tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. Ada TIGA jenis manusia. Manusia jenis pertama tubuhnya DIBENTUK dari debu tanah dan jiwanya DILAHIRKAN dari TUHAN Allah. DILAHIRKAN TUHAN Allah artinya KELUAR dari TUHAN Allah. Manusia jenis kedua namanya lelaki dan perempuan. Yang disebut perempuan DIBANGUN dari tulang rusuk dan daging LELAKI. Dalam bahasa modern namanya KLONING. Yang disebut lelaki adalah manusia JENIS pertama yang diambil rusuk dan dagingnya  untuk membangun perempuan. Manusia jenis ketiga dibangun dari sperma lelaki dan telur wanita. Setelah dikandung selama sembilan bulan sepuluh hari oleh wanita lalu dilahirkan. Tubuh manusia yang dibentuk dari debu tanah adalah kemah alias cangkang yang akan aus dan mati. Namun setelah tubuhnya mati, jiwa manusia akan mengenakan cangkang baru yang kekal sifatnya.

Agama Hindu mengajarkan bahwa pada mulanya adalah ATMA atau BRAHMAN atau Shang Hyang Widhi Wisesa alias Yang Mulia Mahaesa Yang Mahamula. Atma lalu menjadikan manusia. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwatman. Jiwatman adalah Atma yang lahir dari Brahman dan tinggal di dalam CANGKANG atau tubuh. Ketika tubuhnya mati, Jiwatman pun dilahirkan kembali (Punabbhava) dalam cangkang atau tubuh baru. Dalam tubuh seperti apakah jiwatman dilahirkan kembali? Tergantung KARMA alias perilakunya alias karya baktinya ketika hidup.

Kesamaan ajaran Kristen dan Hindu tentang manusia adalah keduanya mengajarkan bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa alias jasmani dan rohani alias roh dan daging. Perbedaannya adalah Agama Kristen mengajarkan bahwa makluk hidup beranak cucu alias berkembang biak alias MENCIPTAKAN makluk sejenisnya. Itu sebabnya jumlah makluk hidup semakin banyak dari generasi ke generasi. Agama Hindu melalui doktrin reinkarnasinya mengajarkan bahwa jumlah TOTAL makluk hidup tetap namun jumlah makluk menurut wujudnya atau jenisnya berubah-ubah karena KARMA. Doktrin reinkarnasi juga menyangkal ajaran BERKEMBANG BIAK alias BERANAKCUCU alias BERTAMBAH BANYAK.

Anicca Dukha Anatta. Anicca artinya tidak kekal. Dukha artinya susah hati. Anatta artinya an atma alias an atman alias tidak ada jiwa alias tidak ada PRIBADI. Karena tidak ada JIWA yang KEKAL maka manusia itu ibarat api unggun. Ketika api unggun mati, kayunya atau tubuhnya menjadi debu tanah sedangkan apinya PADAM alias TIDAK ada lagi. Melalui doktrin Aanicca anatta Sidharta meyakini TIDAK ada kehidupan setelah MATI.

Meskipun meyakini doktrin Anicca Dukha Anatta namun umat buddhis juga meyakini tumimbal lahir (Punabbhava) alias reinkarnasi alias dilahirkan kembali (Re birth). Karena menganut doktrin Annata (tidak ada roh; tidak ada pribadi) itu berarti yang dilahirkan kembali mustahil jiwatman (jiwa).  Ketika ditanya APA yang dilahirkan kembali? Umat Buddha pun berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menceritakan PROSES kematian. Mereka bilang, ketika menghadapi kematian, seseorang akan MENGENANG (Bhavanga) perilakunya selama hidup lalu MENYADARI kematiannya sedang terjadi (cuti citta). Ketika kesadaran kematiannya (cuti citta) PADAM maka muncullah kesadaran penerusan alias kesadaran untuk melanjutkan hidup alias kesadaran untuk dilahirkan kembali (Patisandhi Vinnana – Patisandhi citta). Setelah mati maka orang itu pun dilahirkan kembali menjadi makluk sesuai dengan KARMA-nya.

Apa yang dilahirkan kembali? Yang dilahirkan kembali bukan JIWA. Lalu apa yang dilahirkan kembali? Kembali para buddhis berlagak pilon. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka justru menjelaskan apa ituu tumimbal lahir dengan berkata, “Tumimbal lahir itu ibarat api lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin-lilin lainnya. Api dan lilin yang digunakan untuk menyalakan tidak berpindah. Itu sebabnya tetap menyala. Lilin yang dinyalakan menyala karena kondisi memungkinkannya menyala, bukan karena mendapat warisan api dari lilin yang digunakan untuk menyalakannya.”

Kerabatku sekalian, menggunakan perumpamaan api lilin menyalakan api lilin untuk menjelaskan doktrin tumimbal lahir benar-benar dungu! Kenapa demikian? Karena lilin yang digunakan untuk menyalakan lilin lain tidak mati alias PADAM dulu ketika lilin lain menyala sedangkan orang yang tumimbal lahir mati DULU baru dilahirkan kembali. Menyalakan lilin dengan lilin justru menyangkal doktrin tumimbal lahir. Menyalakan lilin dengan lilin cocok untuk menjelaskan BERANAKCUCU alias berkembang biak. Anaknya lahir namun induknya tetap hidup dan ada.

LAGU lama JUDUL baru. Itulah yang terjadi. Judul lamanya REINKARNASI. Judul barunya adalah TUMIMBAL LAHIR. Namun lagunya tetap sama yaitu setelah MATI maka BAGIAN yang TIDAK BERWUJUD dari makluk pun MENEMPATI cangkang alias tubuh baru alias WUJUD baru. Bagian tak berwujud itu KEKAL sifatnya alias berperibadi dan PENGETAHUANNYA terus berakumulasi. Itu sebabnya diajarkan bahwa Sidharta BERSAKSI bahwa dia MENGINGAT semua WUJUD atau CANGKANG yang pernah DITEMPATINYA. Itulah BUKTI bahwa BAGIAN tidak berwujud Sidharta Gautama sifatnya PRIBADI dan KEKAL alias ADA terus dan TIDAK bercampur dengan PRIBADI orang lain alias UNIK alias the one and only. Sidharta Gautama itu KEKAL dan PRIBADI. Itu sebabnya ketika dilahirkan jadi tokek dan yang lainnya, dia tetap Sidharta Gautama. Bahkan ketika mencapai Nirwana pun dia tetap Sidharta Gautama, bukan Jokowi atau Ahok apalagi Foke. Gamblang dan tegas sekali bukan? Ajaran tumimbal lahir MENYANGKAL doktrin  Anicca (tidak kekal) dan Anatta (tidak ada roh – tidak ada pribadi).

Menurut ajaran tumimbal lahir alias reinkarnasi WUJUD nanti ditentukan oleh wujud kini dan Karma (perilaku kini) serta Bhavanga (kenangan) sebelum mati.

Wujud nanti = Wujud kini + Karma + Kenangan

Suatu makluk PASTI dilahirkan kembali menjadi DINOSAURUS bila KARMA dan BHAWANGA (KB) untuk lahir sebagai dinosaurus TERPENUHI. Makluk yang menanggung Karma dan bhawanga lahir kembali sebagai DINOSAURUS mustahil lahir kembali jadi KECOA atau TOKEK apalagi burung bangkai. Namun saat ini DINOSAURUS tidak ada lagi. Dinosaurus sudah MUSNAH! Dinosaurus sudah PUNAH!

Apabila doktrin tumimbal lahir Buddha memang LOGIS dan ILMIAH maka punahnya dinosaurus diakibatkan oleh tidak ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir sebagai dinosaurus. Andaikata doktrin Tumimbal lahir agama Buddha memang LOGIS dan ILMIAH, itu berarti SUATU saat nanti bila ada MAKLUK yang MEMENUHI syarat lahir sebagai dinosaurus maka DINOSAURUS pun akan ada LAGI di bumi ini.

Dinosaurus sudah MUSNAH. Dinosaurus sudah PUNAH. Tidak ada dinosaurus lagi di bumi ini. Bila demikian, saat ada MAKLUK yang memenuhi Karma Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus, siapa yang akan MELAHIRKAN dia? Mungkinkah UJUG-UJUG muncul bayi dinosaurus dari ENTAH berentah karena ada MAKLUK yang MATI dan memenuhi Karma  Bhavanga lahir kembali sebagai dinosaurus? Ha ha ha ha ha ha …….

Apabila doktrin anatta (tidak ada roh; tidak ada pribadi) dan anicca (tidak ada yang kekal) serta tumimbal lahir memang BENAR serta LOGIS dan ILMIAH maka REINKARNASI bisa dijelaskan sebagai berikut:

ES itu anicca (tidak kekal). ES itu anatta (tidak ada rohnya). Ketika DIPANASKAN (Karma) maka ES pun tumimbal lahir alias reinkarnasi menjadi AIR. Ketika AIR dipanaskan (Karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi gas. Dan Ketika AIR didinginkan (karma) maka tumimbal lahirlah dia menjadi ES.

Ketika ES tumimbal lahir menjadi AIR, maka ES itu pun TIDAK ada lagi alias PUNAH alias PADAM. Kenapa tidak ada LAGI? Karena SUDAH tumimbal lahir alias reinkarnasi alias MENJELMA menjadi AIR. Karena SELURUH ES tumimbal lahir menjadi AIR.

Apabila ES dikubur lalu membusuk jadi tanah atau dibakar menjadi debu kemudian ada mata AIR menyemburkan AIR mustahil dikatakan bahwa AIR dari mata AIR tersebut adalah REINKARNASI atau tumimbal lahir dari ES yang mati lalu dikubur dan membusuk jadi tanah atau dibakar jadi debu tersebut.  Kenapa demikian? Karena ES yang dikubur itu tumimbal lahir menjadi tanah dan ES yang dibakar itu tumimbal lahir menjadi debu dan baik sebagai TANAH maupun sebagai DEBU, TANAH atau DEBU ES itu masih ada.

Apa yang terjadi ketika si Buddhis MATI? Dia TUMIMBAL lahir sebagai bangkai. Bila dikubur bangkai si Buddhis pelan-pelan tumimbal lahir menjadi menjadi TANAH si Buddhis. Bila dibakar, bangkai si Buddhis tumimbal lahir menjadi DEBU. Bila dibekukan dia tetap BANGKAI. Selama tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih ada MUSTAHIL menyatakan bahwa si Buddhis SUDAH dilahirkan KEMBALI. Hanya orang-orang DUNGU yang percaya DONGENG si Buddhis sudah tumimbal lahir menjadi si UCOK dengan LOGIS dan ILMIAH padahal  tanah atau debu atau bangkai si Buddhis masih utuh apa adanya.

Di bawah ini adalah DONGENG yang digunakan oleh kaum Buddhis untuk membuktikan secara LOGIS dan ILMIAH bahwa ajaran REINKARNASI alias TUMIMBAL LAHIR itu memang BENAR.

KISAH GNANATILLAKA

Gnanatillaka adalah namanya, Ia (wanita) dilahirkan pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka (Ceylon). Kasus ini berawal di tahun 1960, Ketika ia berumur 4,5 tahun. Waktu itu ia berkata kepada orang tuanya, “Saya ingin bertemu dengan ayah dan ibu saya” “Kami adalah orang tuamu.” jawab ibunya. “Tidak.” Gnanatillaka bersikeras, “Saya ingin bertemu dengan ibu dan ayah saya yang sesungguhnya. Saya akan memberitahukan kamu dimana mereka tinggal. Tolong antar saya ke sana.”

Gnanatillaka menjelaskan kepada orang tuanya bagaimana menuju rumah dimana orang tuanya yang sesungguhnya tinggal. Rumah itu terletak dekat penampungan teh di Talawakele, sekitar 30 mil dari tempat tinggalnya sekarang.

Kedua orang tua itu mengabaikan cerita gadis kecilnya yang aneh. Setelah berhari-hari berlalu, Gnanatillaka tetap meminta untuk diantar menemui ibu-ayahnya yang sesungguhnya.

Segera berita itu mulai tersebar. Beberapa professor dari Universitas Ceylon dan Bhikkhu Piyadassi Maha Thera juga mengetahui cerita itu. Mereka memutuskan untuk menelitinya. Mereka mendengarkan Gnanatillaka bercerita ketika ia menjadi seorang bocah laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka (para peneliti itu) mencatat semua keterangan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Gnanatillaka, mereka bersama-sama dengan Gnanatillaka pergi menuju kerumah yang dijelaskan oleh Gnanatillaka.

Gnanatillaka belum pernah mengunjungi rumah itu di kehidupan yang sekarang, dia juga belum pernah mengunjungi daerah lokasi rumah itu. Juga kedua keluarga itu tidak saling kenal satu sama lain dan tidak saling mengetahui kehidupan masing-masing.

Ketika Gnanatillaka dan para peneliti itu memasuki rumah itu, Gnanatillaka memperkenalkan para professor kepada kedua orang tua dirumah itu. “Ini adalah ayah dan ibu saya yang sebenarnya.” Lalu ia juga mengenalkan adik laki-lakinya dan kakak-kakak perempuannya. Gnanatillaka menyebut nama-nama kecil saudara-saudarinya dengan tepat.

Lalu kedua orang tua Gnanatillaka di kehidupan sebelumnya itu diwawancarai. Mereka menjelaskan sifat dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954. Ketika Gnanatillaka melihat bekas adik laki-lakinya dalam kehidupan lampau, ia menolak bertemu atau berbicara dengannya. Kemudian orang tua Gnanatillaka di kehidupan lampau menjelaskan bahwa kedua bersaudara itu selalu berkelahi dan bertengkar. Mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupannya yang lampau ketika dia menjadi seorang anak laki-laki.

Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita tersebut, ia sendiri datang berkunjung. Ketika kepala sekolah memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya.

Gnanatillaka juga dapat mengingat pelajaran-pelajaran dan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi anak laki-laki dikehidupan sebelumnya.

Gnanatillaka juga dapat menunjukkan tempat pemakaman dimana ia dimakamkan di kehidupannya yang terdahulu sebagai seorang anak laki-laki.

Dengan cepat cerita Gnanatillaka tersebar luas. Seorang peneliti spesialis kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Ceylon untuk menyelidiki kasus itu. Setelah penyelidikannya, Dr.Ian mengatakan bahwa kasus Gnanatillaka adalah salah satu peristiwa kelahiran kembali yang terbaik, baik segi bukti maupun dari aspek psikologis.

Sebuah buku menarik tentang kasus Gnanatillaka diterbitkan dalam bahasa Sinhala di Ceylon. Buku ini menyajikan foto-foto berserta bukti-bukti dokumentasi yang berhasil dikumpulkan.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, haruskah kita berakata, “WOW …..” begitu atas dongeng reinkarnasi tersebut di atas? Ha ha ha ha …… katakan saja, “HOAX!” begitu. Ha ha ha ha ha ha ……

Anak lelaki itu meninggal 9 November 1954 sedangkan Gnanatillaka lahir 14 Februari 1956. Jumlah hari antara hari kematian anak lelaki itu dan hari kelahiran Gnanatillaka adalah 462 hari. Rata-rata manusia dikandung selama 280 hari. Itu berarti ada selisih 192 hari. Pertanyaannya adalah selama 192 hari anak lelaki itu alias Gnanatillaka luntang lantung ke mana? Jangan-jangan dia tumimbal lahir sebagai tokek dulu kayak Sidharta Gautama? Pada hari ke 192 dia dipatok burung bangkai lalu  tumimbal lahir lagi menjadi Gnanatillaka? Ha ha ha ha ha ha …… LOGIS dan ILMIAH? Ha ha ha ha ha ha … FIKSI ILMIAH lah yao!

413 thoughts on “Tumimbal Lahir Memang Ngaco Belo

  1. @ handy prazt : niat baik saja tidaklah cukup, sebab dalam diri manusia memiliki pertentangan antara yg baik dan jahat. Ibarat sebuah tong berisi air kotor, bagaimana ia mampu membersihkan dirinya sendiri? Makanya saya bertanya pada anda, apabila seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, apakah ia berdosa menurut anda? Tapi anda tak menjawabnya.
    Malahan yg anda jawab adalah beyond religion dan itulah apa yg disebut sbg new age religion. Manusia menciptakan keyakinan beragamanya sendiri dgn seenak perutnya dan itulah yg disebut kebebasan berkarakter. Dan mengagungkan pikirannya sebagai Tuhan bagi dirinya. Hahahahaha. Oklah sahabatku, jika itu kehendakmu ingin merasakan kebebasan, walaupun tidak ada yg namanya kebebasan dan tidak ada yg namanya netral dalam dunia ini. Semoga anda menemukan kebenaran yg sejati.

  2. BJ: mengenai dosa, menurut anda apabila seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, apakah ia berdosa menurut anda?

    JAWAB : Dosa/kejahatan adalah perbuatan yg dilakukan karena dilandasi serakah/ benci / pandangan keliru. Berbuat baik adalah sebuah perbuatan yg dilakukan berlandaskan KASIH. Seberapa besar kadar KASIH yg melatari kebajikan tsb, bisa
    dilihat dari pengharapan atas kasih tsb …apakah mengharapkan PUJIAN … ? PAHALA
    SUPREME BEING ? BERLATIH MELEPAS AGAR TIDAK MELEKAT ? MMG SENANG
    BERBUAT BAIK KARENA KASIH YG SEMPURNA ? Dg melihat uraian ini … apakah seorang yg mampu berbuat baik tetapi tidak melakukannya menjadi berdosa … ? Lihatlah dlm diri anda sendiri perasaan yg muncul …. saat muncul keinginan melakukan kebajikan, tetapi anda tidak melakukannya … akan timbul perasaan yg tidak nyaman. Apakah ini Dosa .. ? IMHO … nggak. Kalau saya yg percaya dg Hukum Karma … apabila ingin/mampu berbuat baik better lakukan, maka akan timbul perasaan bahagia dan pahala akan mengikuti. Tetapi apabila tujuan pertanyaan ini adalah mengarahkan orang menjadi kristen dg jalan MENUNJUKKAN JURU SELAMAT … hehehe … saya hanya bisa nyengir saja … karena saya percaya kebajikan-lah yg membuat kita bahagia …. TANPA AKU adalah KEBEBASAN.

    Anattakara: niat baik saja tidaklah cukup, sebab dalam diri manusia memiliki pertentangan antara yg baik dan jahat. Ibarat sebuah tong berisi air kotor, bagaimana ia
    mampu membersihkan dirinya sendiri?

    Jawab: Jangan mengibaratkan diri anda sebuah tong yg berisi air kotor sahabatku ! Manusia adalah perpaduan JASMANI dan ROH. ROH merupakan perpaduan antara KESADARAN, PENGALAMAN/INGATAN, PERASAAN DAN REAKSI PIKIRAN. Apa yg harus dilatih agar bisa membersihkan diri ? RAWATLAH DIRI dg SILA (Latihan Moral). Saya banyak debat dg sahabat Kristen di BLOSAS, dan tahu sila yg merupakan tekad untuk berlatih tidak membunuh, mencuri, sex yg salah, dusta dan kata kasar, serta alkohol yg memperlemah kesadaran …. juga merupakan latihan yg sama/mirip di iman kristen. Langkah berikutnya PAHAMI ROH ANDA. Apa yg membentuk diri kita saat ini ..? PENGALAMAN DAN PELAJARAN yg masuk ke batin kita sejak kecil, nasihat2 orang tua, nilai2 kebajikan, pantangan2/larangan2 … itu semua tersimpan dlm INGATAN (sadar & bawah sadar). Kalau doktrin buddhis … ingatan itu juga hal2 yg berkesan dari hidup lampau. Dari mana manusia mendapatkan sifat serakahnya … ? Dari PANCA INDRA-nya. Mata ingin objek yg indah, yg menyenangkan. Hidung ingin mencium yg wangi dan harum. Telinga ingin mendengarkan pujian dan suara merdu/indah, Lidah ingin mengecap rasa yg lezat dan enak, Kulit/permukaan tubuh … menginginkan sentuhan dan pijatan lembut, sensasi sex. Berlawanan dg keinginan yg menyenangkan yg memacu keserakahan … adalah KEBENCIAN karena tidak mendapatkan hal yg disenangi. DIMANA KITA BISA MEMPERTAJAM KESADARAN AGAR BISA SELALU BAIK .. ? DI PERASAAN. Sadari ketika perasaan senang muncul, sadari ketika perasaan tidak senang muncul. sadari ketika perasaan netral muncul … INI SEMUA MSH DLM INTERNAL DIRI KITA. Ketika perasaan sdh peka, menyadari senang, tidak senang dan netral … maka pelatihan terakhir adalah di REAKSI PIKIRAN (Ini phase interaksi dg sesama). SADARI KETIKA PERASAAN TIDAK SENANG MUNCUL … AGAR TIDAK MUNCUL REAKSI LANGSUNG MENCACI MAKI ORANG/SESUATU YG MEMBUAT KITA TIDAK SENANG. Ketika bau busuk muncul, sadari perasaan yg muncul …. kendalikan reaksi pikiran agar tidak marah2. Hanya dg berlatih spt ini … rawatlah selalu sila, agar latihan maju dg pesat … maka manusia akan memperoleh kemajuan dlm kebajikan dan pembebasan. TIDAK PERLU KUASA BAPA DAN JURU SELAMAT UNTUK MELAKUKAN INI.

    Maaf kalau ada kesan menggurui … saya ingin hanya berbagi kebaikan agar makin banyak yg memahami esensi diri, agar kebajikan tanpa pamrih makin bergema. Kebajikan adalah kebajikan yg berpahala surga dan atau KEKEKALAN ABADI… tidak perlu embel2 trademark tertentu lagi.

    Salam metta,
    HP

  3. @ handy prazt menuliskan : @Yosaphat, Anda begitu berbahagia mengoceh di blog umum, mengatakan Theravada tidak bertuhan, lalu akan mengarahkan orang2 sam kauw jadi domba … hehehe … baca artikel ini ya … muslim saja bisa katakan theravada punya Tuhan ….. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=335052223257589&set=at.330781003684711.72763.100002584428484.1030248420&type=1&theater

    Jawaban BJ : Anda boleh menunjukan para ahli Buddhisme maupun bikkhu aliran Therevada yang mana yg mengakui bahwa ajaran Buddhisme Therevada mempercayai adanya “Tuhan Pencipta yg berpribadi”. Coba Anda telusuri web dhammarcitta.org yg para pendirinya lebih pro Therevada. Coba Anda pelajari berlahan2, apakah saya yg salah ngoceh spt kesimpulan Anda atau Anda yg merasakan kegelisahan karena banyak umat Sam Kau yg murtad? Hahahahahaha

    Kalo org Muslim yg ngaku buddhisme aliran Therevada percaya adanya Tuhan, apakah Anda merasa tidak aneh? Hahahahaha

    Apakah karena ada sutta yg menyatakan spt ini Anda merasakan buddhisme Therevada mempercayai adanya Tuhan Pencipta Berpribadi?

    “Ketahuilah para bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. ”
    Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya “Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”. Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi.

    Inikah yg Anda maksudkan? Hahahahahaha

  4. Konsep Tuhan yg ada di Buddhisme dan agama lain mmg beda … ya diterima saja, apa yg aneh ?. Kami mmg tidak mengakui maha mahluk yg ngerecoki masalah manusia dg beban dan masalah yg aneh2. Problem kehidupan yg dilakoni dg benar saja sdh demikian amburadul … mau ditambahi permasalahan MAHA PENCIPTA .. ? Saling klaim antara yahudi, kristen dan islam … sdh membuka mata kami ALLAH ADALAH BIANG MASALAH. Mau dibantah … ? Semua pandangan salah ttg MAHA PENCIPTA membuat dunia tidak pernah damai. Manusia dg pengetahuan terbatas, berkoar-koar bikin dunia menjadi bising, dan mempengaruhi orang2 yg tadinya damai, agar berpandangan sama dg diri mereka …. hehehe ….

    Saya gelisah umat sam kau murtad … ? Kayaknya nggak deh. Hanya kasihan saja, sdh punya agama yg TERBEBAS DARI PANDANGAN SALAH malah mencari JERAT BARU. Pandangan ttd dewa2 orang tionghoa bisa ditelusuri dg doktrin Buddhis koq. Saat mereka tidak paham Dharma … barulah sesuatu yg perlu dikasihani, karena sangat mudah ditipu dan diprovokasi oleh orang2 spt anda. Ingin kenikmatan surga dg tubuh bercahaya didampingin pasangan dg cahaya berkilauan .. ? Ingin menjadi dewa2 spt KWAN KONG, RAJA LANGIT DLL… ? Sesuatu yg sangat mudah dicapai dg AJARAN BUDDHA. 6 ALAM SURGA dg kenikmatan indera, sangat gampang diraih dg SILA DAN KEDERMAWANAN YG HEROIK …adalah CATUMAHARAJIKA (500 TAHUN SURGAWI), TAVATIMSA (1000 TS), YAMA (2000 TS), TUSITA (4000 TS), NIMMANARATI (8000 TS) serta PARANIMMITAVASAVATTI (16.000 TS). Ketika mereka tanpa ajaran … lalu anda bilang puncak Buddhisme adalah KEKOSONGAN .. padahal level umat tionghoa adalah mesih mengharapkan alam surga … ya artinya anda membodohi umat sam kau tsb, agar akhirnya sama dg anda merasa menjadi savior dg tameng KASIH …. padahal memiliki banyak PANDANGAN SALAH. SAYA TANTANG UNTUK BERBUAT JAHAT SAJA TIDAK BERANI … HEHEHE .. PADALAH PUNYA IMAN ADA JURU SELAMAT YG MENEBUS SEGALA DOSA ANDA ….

  5. @Handy Prazt : komentar Anda yg terakhir ini kelihatan benar2 kurang cerdas dan penuh moha dan dosa.  Hehehehehe 

    Anda mengakuinya bahwa problem kehidupan sekarang ini sudah amburadul. Pertanyaan saya kenapa bisa amburadul? Apabila jawaban Anda adalah karena dosa, lobha disebabkan oleh tanha( keinginan) dan moha karena avijja. Maka pertanyaan saya, mengapa bisa demikian? Darimana asal atau sumber kelemahan atau penyakit dari tanha dan avijja itu? 
    Terus terang buddhisme tidak memiliki jawaban atas problem kemanusiaan yg demikian, yg bersifat komprehensif, sedangkan kekristenan memiliki jawaban logis mengapa manusia demikian! 

    Saya ingin bertanya lagi buat Anda, apakah tanpa Tuhan Pencipta yg personal, kekrisuhan dan problem manusia selesai? Apakah tanpa Tuhan – manusia akan hidup makin baik? Ayolah bangunlah dan sadarlah jangan tertidur dalam ilusimu, pandanglah realita yg ada, coba lihat di India dimana sumber ajaran itu berasal. jangan berpikir pandangan org lain pasti salah, sdgkan Anda sendiri yg terjebak pada konsep yg salah seperti itu! Anda terlalu meremehkan saya jika tidak mampu menjawab pertanyaan anda. Hehehehehe 

    Buddhisme tidak memiliki jawaban atas masalah manusia dengan baik dibandingkan dengan pandangan teisme yg percaya adanya Tuhan Pencipta itu. 

    Anda sendiri bingungkan mengapa banyak Allah, Tuhan atau dewa2 diduniakan? Apakah yg disembah satu org dengan yg lain sama? Jawaban adalah tidak sama!
    Dan Anda boleh mencari tahu mengapa BJ bilang tidak sama? Hahahahaha

    Pertanyaan lainnya, mengapa kalo ada Tuhan Pencipta Yg MAHA Kuasa membuat manusia tidak merasa nyaman atau damai? Mengapa hati manusia gelisah? Bukankah saat  ini saya belum menjawab Anda tentang arti Hati, Kesadaran,  Pikiran dll  dan jawaban tentang apakah seorg  yg tahu untuk berbuat baik tapi dia tdk melakukannya, apakah ia berdosa? Sebab Anda belum waktunya mengerti akan hal2 itu. Saya masih perlu menggali pertanyaan2 dan jawaban2mu yg lain agar kelihatan Anda itu berpandangan seperti apa dan berani mengoceh tentang pandangan teisme khususnya kekristenan.

    Hahahahaha, manusia bisa menjadi dewa, malaikat, atau Buddha? Itulah pahammu dan paham umat Buddhis yg penuh ilusi itu! Itulah yg sering saya katakan pada org2 yg berdebat dengan saya, bahwa itulah UTOPIA yg dinginkan oleh manusia yg tersesat dlm alam ilusi itu! Bro, manusia itu KALO BISA atau MAMPU menjadi manusia yg utuh aja udah HEBAT!!!! Manusia kalo bisa benar2 menjadi manusia yg berharkat martabat yg utuh sebagai manusia itu udah benar! Selebihnya dari itu maka manusia bukanlah lagi manusia yg utuh, tetapi bisa menjadi BUKAN LAGI manusia! Contohnya manusia dlm reinkarnasi atau tumimbal lahir. Manusia bisa direndahkan menjadi hewan, menjadi setan, menjadi Mara, menjadi serangga dll. Contoh lain manusia bisa ditinggikan menjadi dewa-dewi, malaikat, Tuhan dan menjadi Buddha. Hahahaha, janganlah terlalu bermimpi bro dialam UTOPIA itu, itu namanya memiliki pandangan moha dalam fatamorgana. Jadi dimana saya memiliki pandangan yg salah, bukankah saya telah membuka tamengmu yg masih penuh moha itu? Jadi beruntung sekali kalo umat Sam Kau itu bertobat dan kembali ke jalan yg benar sesuai fitrahnya menjadi manusia yg berharkat martabat itu. Selebih itu dia bukan lagi manusia. Hehehehehe

    Dimana saya bilang puncak  buddhisme itu KEKOSONGAN? Yg benar puncak tertinggi dalam buddhisme itu adalah  NIBBANA atau KESUNYATAAN! Koq mesti saya yg harus mengajari kamu ya? Hahahahaha. 

    Apa itu sorga Kristen menurut Anda? Hehehehehe apakah itu menceritakan suatu tempat atau bukan? Menurut kamu apa itu nibbana dan kesunyataan, apakah itu tempat atau bukan?

    Dan apakah itu iman, apakah umat Buddhis memiliki IMAN? Ada atau tidak umat Buddhis memiliki IMAN? 

    Apakah Anda berani berbuat dosa? Hahahahaha. Anda tantang saya untuk berbuat dosa agar kelihatan saya beriman? Mengapa bukan sebaliknya saya tidak beriman jika saya berdosa lagi dengan sengaja dan sadar? 
    Bro, Anda tantang saya sebab Anda itu tidak mengerti apa yg saya dan umat Kristen pahami dan Imani. Makanya saya berani bilang Anda itu masih terikat dalam dosa, moha. Hahahahaha

    Belajar lagi ya saudaraku yg terkasih agar Anda semakin dicerahkan. 
    Kalo ada tulisanku krg berkenan dipikiranmu, janganlah disimpan tapi coba jadikan renungan dlm meditasimu, apakah yg saya sampaikan itu logis dan berehipassiko atau tidak.

    Salam metta;

    BJ

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.