Apabila doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran alkitab maka semua ayat yang digunakan untuk menentangnya pasti berbalik mendukungnya. Karena ajaran SESAT maka semua ayat yang dipakai untuk mendukungnya pun berbalik menyangkalnya.
Memberanikan diri bertanya, di dalam komentarnya terhadap blog: Bengcu Menggugat karena Allah Mustahil Kembar Siam, Esra Alfred Soru Menulis:
Inti tulisan Hai2 di atas adalah ia menolak konsep Allah Tritunggal yang mengatakan bahwa Allah itu esa di dalam hakikatNya dan 3 di dalam pribadinya. Bagi Hai2, Alkitab sama sekali tidak mengajarkan konsep hakikat dan pribadi ini. Benarkah demikian?
Memang istilah hakikat dan pribadi yang dipakai untuk menjelaskan keberadaan Allah tidak ada di dalam Alkitab. Tetapi istilah ini dipakai tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan penjelasan logis terhadap konsep2 Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab sendiri. Calvin berkata :
“And yet the ancient writers of the Church were excusable, when, finding that they could not in any other way maintain sound and pure doctrine in opposition to the perplexed and ambiguous phraseology of the heretics, they were compelled to invent some words, which after all had no other meaning than what is taught in the Scriptures. They said that there are three Hypostases, or Subsistences, or Persons, in the one and simple essence of God”
Dan penulis-penulis kuno dari gereja bisa dimaafkan/dibenarkan, karena pada waktu mereka melihat bahwa tidak ada jalan lain untuk mempertahankan doktrin yang sehat dan murni untuk menentang penyusunan kata yang membingungkan dan berarti dua dari orang-orang sesat, maka mereka terpaksa menciptakan beberapa kata-kata, yang sebetulnya tidak mempunyai arti lain dari pada apa yang diajarkan dalam Kitab Suci. Mereka berkata bahwa ada tiga pribadi dalam hakekat Allah yang satu dan sederhana.
Jika Alkitab dibaca secara keseluruhan, maka akan nampak adanya 2 kelompok ayat:
1. Adanya ayat2 yang menyatakan bahwa Allah itu esa. Misalnya:
Ul 6:4: Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
1 Kor 8:4: Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”
1 Tim 2:5: Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Yak 2:19: Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
2. Adanya ayat2 yang menyatakan adanya semacam kejamakan tertentu di dalam diri Allah. Misalnya:
Kej 1:26: Berfirmanlah Allah: “Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, …”
Kej 11:7 – Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Bahkan ada juga ayat dalam Kitab Suci membedakan Allah yang satu dengan Allah yang lain (seakan-akan ada lebih dari satu Allah) seperti:
Hos 1:7 (NASB): “But I will have compassion on the house of Judah and deliver them by the LORD their God, and will not deliver them by bow, sword, battle, horses, or horseman” (= Tetapi Aku akan berbelaskasihan kepada kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka dengan/oleh TUHAN Allah mereka, dan tidak akan menyelamatkan mereka oleh/dengan busur, pedang, pertempuran, kuda-kuda, atau penunggang-penunggang kuda).
Kej 19:24 – “Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit”.
Nah, jika kita harus menafsirkan semua ayat ini secara bersama2, lalu bagaimana kita membahasakan keesaan-Nya, dan bagaimana membahasakan “kejamakanNya”? Tentu Allah tidak mungkin esa sekaligus jamak dalam 1 aspek bukan? Itu kontradiksi namanya. Makanya lalu digunakan istilah “hakikat” untuk menunjuk pada keesaan-Nya dan “pribadi” untuk menunjuk pada kejamakanNya sehingga lalu disimpulkan bahwa Allah itu esa di dalam hakikat-Nya tapi jamak (3) di dalam pribadi-Nya. Itulah doktrin Tritunggal.
Jadi terlihat bahwa sekalipun istilah itu tidak ada di dalam Alkitab, tetapi konsep yang dibangun jelas bersumber dari Alkitab. Sekarang jika anda menolak konsep ini, lalu anda mau sebut apa untuk keesaanNya dan mau sebut apa untuk kejamakanNya itu?
Saya berikan contoh di mana Yesus sendiri berkata dalam Yoh 10:30: “Aku dan Bapa adalah satu.” Terjemahan literal dari ayat ini adalah “I and the Father, We are one”.
Kata2 “We are” jelas adalah jamak. Coba anda jawab, jamak dalam hal apa? Lalu “One” nya dalam hal apa?
Contoh lainnya adalah Yes 6:8 dalam versi NASB berbnyi: “Whom shall I send and who will go for Us?” (Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?). Di sini nampak bahwa kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus. Coba anda jawab, apanya yang tunggal dan apanya yang jamak?
Bengcu Menggugat hai hai Mengungkap:
Esra Alfred soru boleh saja menyatakan, “Doktrin Allah Tritunggal adalah penjelasan logis terhadap konsep-konsep Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab”. Sementara itu, almarhum John Calvin pun bebas bilang, “doktrin Allah Tritunggal tidak mempunyai arti lain dari pada apa yang diajarkan dalam Kitab Suci”. Namun, FAKTANYA doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Di samping itu, walaupun diagul-agulkan masuk AKAL (RASIONAL) namun kenyataannya, dDoktrin Allah Tritunggal benar-benar bertentangan dengan akal sehat (IRASIONAL).
Esra Alred Soru benar-benar RASIONAL ketika menyatakan: “Allah tidak mungkin esa sekaligus jamak dalam 1 aspek”
Apa yang terjadi ketika para teolog Kristen membagi Allah menjadi DUA aspek yaitu: HEKEKAT dan PRIBADI? Tetap saja Allah tidak mungkin ESA sekaligus JAMAK dalam 1 aspek. Dalam ASPEK HAKEKAT, Allah mustahil SATU dan JAMAK. Dalam ASPEK PRIBADI Allah juga mustahil SATU dan JAMAK. Itu sebabnya doktrin Allah Tritunggal yang mengajarkan Allah Tiga pribadi satu hakekat benar-benar IRASIONAL.
Allah BISA saja punya HAKEKAT yang MIRIP dengan yang lainnya, namun MUSTAHIL satu hakekat dengan yang lainnya. Anda berkata, “Semua MANUSIA memiliki HAKEKAT yang SAMA.” Yang anda maksudkan adalah semua manusia memiliki hakekat yang MIRIP. Mustahil semua manusia SATU hakekat.
HAKEKAT hai hai sama dengan HAKEKAT Esra Alfred Soru. Yang dimaksudkan adalah: Hakekat hai hai MIRIP dengan hakekat Esra.
Mustahil hai hai SATU hekakat dengan Esra. Kenapa demikian? Karena walaupun hakekatnya MIRIP namun HAKEKAT hai hai MUSTAHIL hakekat Esra Alfred Soru. Hakekat hai hai dan hakekat Esra alfred Soru BERBEDA. Apabila nggak MAMPU membedakannya berdasarkan UNSURNYA, maka anda masih bisa membedakannya berdasarkan TEMPAT-nya. Apabila tidak bisa membedakannya berdasarkan tempat-Nya dan yang lainnya, MINIMAL anda masih bisa membedakan berdasarkan NAMA-Nya.
Anda BISA membagi Allah menjadi dua ASPEK yaitu: HAKEKAT dan PRIBADI bahkan anda bisa membagi-Nya menjadi sepuluh, seratus, seribu, sejuta bahkan TAK TERHINGGA aspek namun KEBENARANNYA tetap sama yaitu:
Allah tidak mungkin ESA sekaligus JAMAK dalam 1 aspek.
Apabila Bapa dan Yesus serta Roh Kudus memiliki SATU hakekat TIGA pribadi, maka:
Yesus = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Bapa = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Roh Kudus = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Yesus = Bapa = Roh kudus = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Anda mustahil mengatakan:
Bapa bukan Yesus
Bapa bukan Roh Kudus
Yesus bukan Roh Kudus
Kenapa demikian? Karena A mustahil Non A – pada waktu yang sama.
Hanya Ada Satu Allah
Kerabatku sekalian, Alkitab mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa:
Allah = Theos = Allah di sorga = Bapa = Bapa di Sorga = Elohim = El elyown = Yang Mahatinggi
Yesus = Kurios (Adonai =Tuhan) = YHWH = El Shadday = Yang Mahakuasa = Anak Anak Allah
Roh Kudus = Parakletos = Roh Penolong = Roh Kebenaran = Penghibur
Apa yang dapat kita SIMPULKAN dari ajaran Alkitab tersebut di atas? Ada TIGA MAKLUK yaitu:
1. Allah
2. Yesus
3. Roh Kudus
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 1 Timotius 2:5
Allah = Esa = HANYA ada SATU Allah
Yesus = Esa = HANYA ada SATU Yesus
Allah MUSTAHIL Yesus
Allah BUKAN Yesus
Allah BUKAN Roh Kudus
Yesus BUKAN Roh Kudus
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa Roh Kudus itu Esa. Namun banyak ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Roh Kudus BUKAN Yesus juga bukan Allah.
Alkitab mencatat tentang 1 Roh Kudus yang rupanya seperti burung Merpati turun ke atas Yesus dan 7 Roh Kudus yang rupanya seperti nyala obor nampak oleh Yohanes di sorga serta minimal 3000 Roh Kudus yang rupanya seperti LIDAH nyala Api menghinggapi orang-orang pada hari Pentakosta.
Dengan menambahkan jumlah-jumlah di atas maka kita bisa menyimpulkan bahwa Roh Kudus JUMLAHNYA minimal ada 3008. Di samping itu, Alkitab juga mencatat bahwa Roh Kudus adalah ANUGERAH bagi manusia, itu berarti SETIAP manusia memiliki SATU Roh Kudus. Itu berarti jumlah Roh Kudus SAMA banyaknya dengan jumlah Manusia.
Tiga Elohim Pencipta Sorga Dunia
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan (ASAH) manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan (BARA) manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Kejadian 1:26-29
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah (shabbath) Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:1-2
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7
Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” Kejadian 3:22
Allah Yang Berfirman mengajak MENJADIKAN (asah) manusia menurut GAMBAR dan RUPA KITA. Allah Yang Menanggapi Firman MENANGGAPI ajakan tersebut dengan MENCIPTAKAN (BARA) manusia menurut GAMBAR-Nya (TIDAK menurut RUPA-Nya). Kata Ibrani BARA artinya MEMBUAT Blue print (peta). Itu sebabnya manusia yang di-BARA (blue print) di Kejadian 1:26-29 baru DIBENTUK (yatsar) di Kejadian 2:7 oleh TUHAN Allah, setelah Allah Yang Berfirman SHABBATH (berhenti mencipta).
Kejadian 3:22 menjelaskan kepada kita bahwa TUHAN Allah terdiri dari: TUHAN (YHWH) dan Allah (Elohim).
Kepada Musa TUHAN bilang, “Kepada Abraham, Ishak dan Yakub Aku menyatakan diri dengan nama El Shadday (Yang Mahakuasa).” Makanya, kita tahu bahwa YHWH adalah El Shadday.
El Shadday menetapkan hukum Taurat namun El Elyown menggunakan hukum Melkisedek. Artinya El shadday bukan El Elyown. El shadday adalah TUHAN sedangkan El Elyown adalah Allah.
TUHAN (YHWH) adalah Yang Mahakuasa sedangkan Allah (Elohim) adalah Yang Mahatinggi.
Mungkinkah El Shadday atau El Elyown adalah Allah Yang Berfirman? Tidak Mungkin! Kenapa begitu? Karena Allah Yang Berfirman SUDAH Shabbath (berhenti mencipta) pada hari ke 7 dan tidak terlibat lagi dalam urusan DUNIA dan SORGA. Itu sebabnya saya memberi Dia nama El Shabbath.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Kejadian 1:6-7
Kisanak, siapakah KITA dalam Kejadian 1:26-29? Berdasarkan Kejadian 1:6-7 dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Kitab Kejadian mengajarkan bahwa KITA dalam Kejadian 1:26-29 adalah:
- Allah Yang Berfirman – Jadilah Cakrawala ….
- Allah Yang Menanggapi firman – Maka Allah menjadikan … – TUHAN
- Allah Yang Menggenapi firman dari Allah Yang Berfirman dan Allah Yang Menanggapi firman – Dan jadilah demikian – Elohim
Rahasia Roh Kudus Yang Tidak Dipahami Generasi Sebelumnya
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan (Asah) penolong (ezer) baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18
Lalu TUHAN Allah membentuk (yatsar) dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Kejadian 2:20
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Kejadian 2:21
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah (Banah) seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Kejadian 2:23
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:24
Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Kejadian 2:25
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Yohanes 15:26
Siapakah PENOLONG di dalam Kejadian 2:18? Siapakah MANUSIA di dalam Kejadian 2:18? Sebagian teolog mengajarkan: MANUSIA itu adalah Adam dan penolongnya adalah Hawa. Yang lainnya mengajarkan: Manusia itu adalah LELAKI sedangkan penolongnya adalah PEREMPUAN.
Apabila MANUSIA itu adalah Adam maka dia mustahil semua lelaki di dunia karena Adam bukan semua lelaki di dunia. Apabila penolong itu adalah Hawa maka dia mustahil seluruh wanita di dunia ini karena Hawa hanya SATU mustahil semua perempuan..
Namun, bila MANUSIA itu adalah seluruh lelaki di dunia, maka semua PEREMPUAN adalah PENOLONG. Jika penolong itu adalah semua perempuan di dunia, itu berarti perempuan bukan MANUSIA sebab mereka tidak perlu PENOLONG.
Kerabatku sekalian, MANUSIA di dalam Kejadian 2:18 bukan hanya Adam, juga bukan hanya seluruh lelaki namun SELURUH umat manusia mulai dari Adam bahkan termasuk di dalamnya Yesus. PENOLONG di Kejadian 2:18 bukan hanya penolong Adam juga mustahil hanya penolong seluruh lelaki namun PENOLONG setiap MANUSIA. Itu sebabnya dikatakan, “Tidak baik manusia itu seorang diri.
PENOLONG dalam Kejadian 2:18 mustahil binatang-binatang yang dibentuk di Kejadian 2:19 sebab di antara mereka manusia tidak menemukan PENOLONG yang sepadan. Penolong itu juga mustahil PEREMPUAN yang dibangun di Kejadian 2:20 karena perempuan juga manusia. Bila demikian, siapakah penolong yang sepadan bagi manusia itu?
Siapakah lelaki yang akan meninggalkan ayah ibunya dan menjadi SATU DAGING dengan istrinya dalam Kejadian 2:24? Sebagian teolog mengajarkan bahwa dia adalah Adam. Yang lainnya mengajarkan bahwa dia adalah setiap suami di dunia. Adam tidak punya ayah ibu itu sebabnya dia mustahil lelaki itu. Ketika menikah tidak semua lelaki meninggalkan ayah ibunya. Yang meninggalkan ayah ibunya juga tidak benar-benar meninggalkan ayah ibunya. Lelaki itu mustahil seluruh suami di dunia.
Apa maksud menjadi SATU DAGING? Para teolog Kristen mengajarkan bahwa menjadi satu daging artinya BERSETUBUH alias BERHUBUNGAN sex. Bahkan orang yang belum pernah bersetubuh pun tahu bahwa ketika bersetubuh, suami istri sama sekali tidak menjadi satu daging.
Siapakah manusia dalam Kejadian 2:18? Seluruh umat manusia mulai dari Adam bahkan termasuk di dalamnya Yesus. Siapakah PENOLONG di Kejadian 2:18 yang akan menolong setiap manusia? Siapakah lelaki yang akan meninggalkan ayah ibunya dan menjadi SATU DAGING dengan istrinya? PENOLONG (Parakletos) juga disebut Roh Penghibur bahkan dinamakan roh kebenaran. Dia adalah MEMPELAI yang meninggalkan ayah (Allah) dan Ibunya (Yesus) di SORGA untuk menikah dan menjadi SATU DAGING dengan manusia di DUNIA.
Satu LELAKI satu Istri. Satu PENOLONG satu MANUSIA. Itu sebabnya Anak Domba harus MENIKAH lalu melahirkan Roh Kudus SATU demi satu lalu mengutusnya ke DUNIA untuk menikahi manusia dan menjadi SATU daging dengan istrinya. Anak manusia menikah dan menjadi SATU DAGING dengan Anak Allah. Itu sebabnya orang-orang demikian disebut MANUSIA ALLAH alias Antrophos Theos.
Kisanak, jangan memvonis SESAT hanya karena KEBENARAN tentang Roh Kudus yang diajarkan di atas belum pernah diajarkan karena tidak dipahami oleh generasi-generasi sebelumnya. Hanya mereka yang berjiwa PICIK yang melakukan hal demikian. Jangan memvonis hai hai mustahil memahami kebenaran demikian hanya karena para teolog GENIUS dari generasi ke generasi yang gelarnya lebih panjang dari namanya tidak memahami ajaran tersebut. Itu namanya DENGKI.
Nubuatan tentang Roh Kudus alias Penolong tercatat dengan tegas dan gamblang di dalam Kejadian 2:18 dan Kejadian 2:24. Yesus memberi konfirmasi atas nubuatan tersebut dan apa yang terjadi pada hari Pentakosta adalah penggenapannya. Anda bisa mempelajari ayat-ayat Alkitab sendiri dan menarik kesimpulan sendiri.
Anda bertanya, kenapa kebenaran tersebut tidak dipahami selama 2000 tahun ini? Mungkin hal itu terjadi karena sistem pendidikan Kristen yang dipraktekkan oleh gereja dari generasi ke generasi. Mahasiswa teologi umumnya percaya bahwa yang diajarkan oleh generasi sebelumnya adalah KEBENARAN yang tidak perlu diuji lagi.
Ketika ajaran gereja dipertanyakan, para teolog alih-alih menggali Alkitab ustru mencari dan menghalalkan segala cara untuk membela doktrin yang diserang dan mengutuk lawannya SESAT. Apa yang terjadi bila hai hai hidup 500 tahun yang lalu, pada zaman John Calvin? Mungkin, selain dibakar abunya pun diblender lalu diuleg kemudian di injek-injek dan dipites pake jempol untuk melampiaskan kemarahan. Apa yang terjadi bila hai hai bukan jemaat GKI (Gereja Kristen Indonesia) namun jemaat gereja lainnya? Mungkin hai hai sudah duusir dari gereja dengan tuduhan SESAT dan dikutuk agar masuk neraka.
Ketika orang pinter membaca Alkitab dan tidak memahaminya, dia langsung menyimpulkan bahwa masalahnya bukan pada akal budinya namun pada penulis Alkitab. Itu sebabnya mereka langsung mengerahkan kepinterannya untuk membantu penulis Alkitab menulis dengan benar. Tindakan demikian dinamakan MENAFSIRKAN.
Hai hai bukan orang pinter itu sebabnya ketika membaca Alkitab dan tidak memahaminya, dia langsung menyimpulkan bahwa masalahnya bukan pada Alkitab namun pada akal budinya. Itu sebabnya dalam usaha untuk mengerti, dia pun membaca lagi dengan teliti dan hati-hati. Bila belum mengerti juga dia akan terus membacanya lagi dan lagi dan lagi dan lagi dengan harapan suatu saat dia akan mengerti.
Orang pinter cepat sekali menarik kesimpulan dan yakin sekali bahwa kesimpulannya pasti benar. Itu sebabnya sekali kesimpulan ditarik mereka tidak mengujinya lagi.
Hai hai bukan orang pinter itu sebabnya dia lambat sekali menarik kesimpulan. Karena takut salah makah dia pun menguji lagi dan lagi dan lagi dan lagi sebelum menarik kesimpulan. Karena bukan orang pinter maka ketika kesimpulan ditarik, hai hai ragu akan kebenaran kesimpulannya. Itu sebabnya dia kembali menguji lagi dan lagi dan lagi dan lagi untuk memastikan bahwa kesimpulannya memang benar. Apa yang dilakukan oleh hai hai tersebut saya namakan jurus: Orang bodoh bertindak pinter. Mungkin karena kebodohannya itulah maka hai hai banyak MELIHAT apa yang tidak dilihat oleh para teolog dari generasi ke generasi.
Menara Babel
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Kejadian 11:5-8
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Ayub 1:6-7
Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa? Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian! Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.” 1 Raja-raja 22:20-23
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Yakobus 1:13
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Matius 4:17
Apa yang dapat disimpulkan dari Kejadian 11:5-8? Sampai saat ini, teolog Kristen mengajarkannya sebagai kisah Allah Tritunggal musyawarah lalu MUFAKAT untuk mengacaukan DUNIA. Meskipun nampak LOGIS namun ajaran demikian sama sekali nggak benar. Setelah membaca ayat-ayat lain yang saya kutip di atas maka anda pun TAHU bahwa pada zaman menara Babel, Kerajaan Allah belum DEKAT apalagi DATANG. Di samping itu, Yang Mahatinggi sama sekali tidak TURUN ke dunia. Itu sebabnya mustahil TUHAN mengajak Allah untuk turun ke dunia guna mengacaukan bahasa manusia. Siapakah yang diajak turun untuk MENGACAUKAN dunia?
Berbeda dengan yang selama ini diajarkan oleh para teolog dan diyakini oleh umat Kristen dari generasi ke generasi, Alkitab mengajarkan bahwa Iblis bukan MUSUH namun LAWAN alias SATAN dari TUHAN. Di dalam kisah Ayub dan raja Ahab bahkan di dalam kisah-kisah lainnya, nampak tegas dan gamblang sekali bahwa YHWH dan SATAN meskipun tidak sepaham namun tidak saling MEMBENCI. Keduanya bekerja sama, bahu membahu mengelola dunia. Siapakah yang diajak turun oleh TUHAN untuk MENGACAUKAN dunia? Benar! IBLIS alias SATAN.
Karena para teolog menjadikan kisah TUHAN mengacaukan bahasa di Babel sebagai dasar doktrin Allah Tritunggal, bukankah seharusnya Iblis alias SATAN menjadi salah satu anggotanya? Ha ha ha ha ha ….. Dengan apa anda menyebutnya? Doktrin Iblis Tritunggal? Ha ha ha ha ha ….. Namun anggaplah para teolog Kristen itu BENAR. Kejadian 11:5-8 mencatat kisah TUHAN mengajak Allah turun untuk mengacaukan bahasa dunia. Lalu, atas dasar apa mereka mengharuskan Allah dan TUHAN satu hakekat? Saya tidak perlu satu hakekat dengan istri saya untuk mengajaknya ke mall Babel.
Satu Kepemilikan
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” Yohanes 10:27-30
Apakah Yohanes 10:27-30 mengajarkan bahwa Allah dan Yesus adalah SATU? Benar! Apakah ayat-ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah dan Yesus adalah SATU HAKEKAT? Tidak! Bila demikian, dari mana para teolog Kristen tahu bahwa Allah dan Yesus satu hakekat? Dari hongkong kali, yao …? Bila SATU dalam Yohanes 10:27-30 bukan satu hakekat, lalu SATU apa? Apa yang dimaksudkan dengan SATU dalam ayat-ayat tersebut? SATU KEPEMILIKAN. SATU KEPEMILIKAN atas domba-domba. Perhatikan frasa-frasa di bawah ini.
Domba-domba-Ku
Seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku
Bapa-Ku memberikan mereka kepada-Ku
Seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa-Ku
Milik-Ku adalah Milik Bapa-Ku
Milik Bapa-Ku adalah Milik-Ku
Aku dan Bapa adalah satu
Yesus dan Bapa SATU kepemilikan
Allah Banyak Serafim Satu Hakekat
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Yesaya 6:1-9
Yesaya diundang ke tempat Tinggal TUHAN (YHWH). Di sana dia melihat YHWH bersama dengan para SERAFIM. TUHAN berkata:
“Siapa yang akan Kuutus? Siapa yang mau pergi untuk KAMI?”
Siapa sajakah yang dimaksudkan dengan KAMI oleh TUHAN? Karena Tuhan berkata kepada Yesaya, itu berarti Yesaya adalah KAMU dan KAMI adalah TUHAN dan para SERAFIM. Karena Esra Alfred Soru mengajarakan kata KAMI artinya SATU HAKEKAT, bukankah itu berarti TUHAN satu hekekat dengan para Serafim? Kita tidak tahu berapa JUMLAH para serafim dalam kisah tersebut namun kita tahu jumlahnya banyak sekali. Karena Esra Alfred Soru mendirikan doktrin di atas kisah tersebut, bukankah seharusnya doktrin itu berbunyi:
TUHAN Banyak Serafim Tunggal? Bukan Allah Tritunggal? Ha ha ha ha ha …
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, beberapa ayat Alkitab yang dikutip oleh Esra Alfred Soru tidak dikuliti bukan karena tidak mampu namun karena tanpa mengulitinya pun sudah nampak gamblang dukungannya dalam menyangkal doktrin Allah Tritunggal.
Apabila doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran Alkitab kenapa ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk mendukungnya justru menyangkalnya? Apa bila yang diajarkan oleh hai hai SESAT kenapa ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk menyangkalnya justru mendukungnya? Karena ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk mendukungnya justru menyangkalnya, maka itulah BUKTI bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.
NB.
Hai hai menantang Esra Alfred Soru dan siapa saja untuk BERAPOLOGETIKA menghadapi blog-blog Allah Tritunggal hai hai di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Apabila yang diajarkan oleh hai hai benar maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukung yang diajarkannya.
Atas tantangan hai hai, Esra Alfred Soru menyatakan, “Benar sekali pak Albert, saya memang tak tertarik debat dengan orang seperti si Bugil ini, tapi kadang kita perlu melempar seekor anjing walaupun kadang kita abaikan gonggongannya.”
ha ha ha … Semoga Esra Alfred Soru bisa melempar anjing hai hai dengan tepat dan membungkam gonggongannya atau dia cukup JANTAN untuk mengakui KEBENARAN? Ha ha ha ha ….
Untuk membaca blog-blog tentang Allah Tritunggal yang lain, silahkan klik di SINI.
Ini sangat menarik, sejak dulu saya juga mempertanyakan doktrin tritungal ini.
Karena banyak kejanggalan-kejanggalan yang pada akhirnya membuat kita malah kebingungan sendiri, konsep tritunggal ini benar2 menjadi sasaran empuk untuk di hajar karena memang sangat tidak RASIONAL yang membuat orang Kristen ketar-ketir begitu hal ini diperdebatkan.
Tritunggal : Satu tapi memiliki Tiga pribadi yang berbeda, rasanya sangat mustahil untuk dicerna dengan akal..
Sedangkan hal ini terbantahkan pada saat Yesus dibaptis oleh Yohanes, dimana Allah berkata kepada Yesus dan Roh Kudus dalam wujud burung merpati turun hinggap di kepala Yesus. JELAS sekali Alkitab menunjukkan bahwa ke TIGAnya adalah pribadi yang berbeda.
Bapak saya sampai berkata, “waktu Yesus dibaptis sapa tuh yang ngomong di atas ? Kan bukannya Yesus itu juga Tuhan, terus ada roh kudus turun, bikin saya bingung aja Tritunggal ini”. Saya tak bisa berkata apa-apa karena sampai hari ini doktrin ini begitu kuat tertancap di setiap kepala umat Kristen. Tak heran jika akhirnya dipertanyakan “mengapa Tuhan lu ada tiga ya ?”
Tapi saya bingung.. Mengenai “KITA” ini dalam perjanjian lama, siapa berbicara kepada siapa ?
Dan mengenai keilahian Yesus Kristus, siapakah Dia ?
Thanks om Hai Hai, sudah bikin saya pusing.. He he he..
@Ali Suwanda, MAKLUK apakah Yesus? Apakah dia MANUSIA atau Allah? Ketika PERTANYAAN demikian muncul maka GNOSISISME mendirikan ajaran: Yesus adalah Allah yang MENEMPATI CANGKANG manusia. Ketika disalib, CANGKANG (tubuhnya) namun JIWA-NYA tidak. Ajaran Gnosis itu lalu dibndah oleh Arius yang mengajarkan: Bila Yesus BUKAN manusia maka dia NGGAK BISA MATI menggantikan manusia menerima hukuman Allah.Aple harus DIGANTI dengan Aple. Arius lalu menemukan ayat yang mengajarkan bahwa Yesus BUKAN Allah yang Mahatinggi. Dari ajaran Arius ini lahirlah SAKSI-SAKSI Yehova.
Bagaimana dengan Roh Kudus? Arius mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah KEKUATAN alias KUASA alias OBAT KUAT, bukan PRIBADI.
Athanasius lalu mendirikan DOKTRIN Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah. Yesus adalah SATu PRiBADI yang memiliki DUA hakekat yaitu hakekat manusia dna hakekat Allah. Dia juga menyatakan bahwa Roh Kudus BUKAN hanya KUASA namun PRIBADI. Roh Kudus adalah Allah.
Bila Yesus adalah Allah, Roh Kudus juga Allah dan Bapa-Nya Yesus juga Allah. Itu berarti Orang Kristen menyembah 3 Allah yaitu: Allah Bapa dan Yesus dan Roh Kudus. Pada zaman itu AGAMA POLITEIS dianggap MENYEMBAH BERHALA. Agama Politeis sangat DIHINA oleh bangsa Yahudi yang menyembah SATU Allah.
Pada saat itu muncullah ajaran SATU Pribadi TIGA JABATAN. Allah Bapa dan Yesus serta Roh Kudus adalah SATU Pribadi dalam TIGA JABATAN. Kemudian muncul pertanyaan, “Waktu di atas salib Yesus GILA ya? Itu sebabnya dia bERTERIAK bertanya, kenapa Bapaknya meninggalkannya?” Kalau SATU kenapa Yesus memanggilnya BAPAK dan mengaku melakukan KEHENDAKNYA?
Athanasius lalu mendirikan DOKTRIN Allah TRITUNGGAL. TIGA PRIBADI SATU HAKEKAT alias Allah KEMBAR SIAM!
Kemudian Gereja pun MAIN PAKSA! Yang tidak menerima DOKTRIN Allah Tritunggal sebagai kebenaran adalah orang SESAT. Orang SESAT harus dibunuh. Sejak itulah TIDAK ada yng BERANI menentang DOKTRIN Allah Tritunggal. Yang MENENTANG dibunuh atau DISIKSA agar mau mengakui doktrin Allah Tritunggal. Ketik generasi berlalu, TIDAK ada lagi sARJANA Teologi yang MEMPERTANYAKAN Allah Tritunggal. MEREKA hanya MEWARISI ajaran dari LELUHURNYA lalu MENCARI CARA untuk MENGAJARKANNYA dan MEMBELA ketika diserang.
DOKTRIN Allah Tritunggal MUSTAHIL dipahami oleh AKAL MANUSIA yang TERBATAS!
Itulah SUARA Teologi Reformed alias Calvinis. Ajaran Allah Tritunggal adalah BEGINI! Kalau engkau MENEMUKAN ajaran BEGINI SALAH maka ketahuilah bahwa DOKTRIN Allah Tritunggal MUSTAHIL dipahami AKAL BUDI. MANUSIA yang TERBATAS mustahil memahami Allah yang TIDAK terbatas.
Dalam generasi inilah MuNCUL orang-orang Kristen seperti KITA yang BERANI menguji ajaran-ajaran Kristen termasuk di dalamnya DOKTRIN yang paling KERAMAT yaitu doktrin Allah Tritunggal. Mari kita bahu membahu menggali Alkitab dengan cara yang benar agar memahaminya dengan benar. Mulailah dengan membaca blog-blog saya tentang Allah Tritunggal. Dan sekali KEMBALILAH ke kisah PENCIPTAAN di Kejadian 1 & 2.
@bengcu:
Allah yg berfirman mengajak menjadikan,,,
-Allah yg menanggapi firman menanggapi ajakan tsb.
Kej 3:22menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan Allah tdd:Tuhan(YHWH) dan Allah(Elohim)
wah…wah…
Gw kira om hai hai mau menggugat tritunggal malah koq nambahin allah lain????
Wkk..wkkk
gimana nih??
Ibarat mendirikan rumah di atas pasir! Tak berfondasi.
“baiklah kita menjadikan manusia”
klw menurut gw nih ya….
Kata”kita” dlm ayat ini penuh dengan makna kiasan.
Ada baik nya kita merujuk dlm amsal 8:22.
(Aku berjalan pada jalan kebenaran,ditengah tengah jalan keadilan.)
disini hikmat digambarkan secara metaforis sebagai satu pribadi,yg bekerjasama dengan Allah dlm penciptaan.
Jadi cara paling tepat untuk memahami kata”kita”dlm kitab kejadian adalah bahwa kata”kita”merujuk kepada Allah dan Hikmat-Nya
-asah:menjadikan/membuat.
-cipta:bara
akar kata bara mempunyai makna dasar”menciptakan”
kata ini berbeda dari asah”menjadikan/membuat” dimana kata yang terakhir terutamanya menekankan pembentukan sebuah objek,sedangkan ‘bara’ menekankan awal mula eksistensi objek itu.
Jadi ini menunjukkan bahwa peranan Hikmat adalah dalam pembuatan dari apa yang telah di ciptakan,yang ditegaskan dalam penggambaran hikmat sebagai seorang kepala kerja.(ams 8:30)”Aku berada disamping-Nya”
jadi sesuai bukan dengan Yohannes 5:44″bagaimanakah kamu dapat percayakamu yang menerima hormat seorang dari dan yang lain dan tidak mencari hormat yang datang dari ALLAH YANG ESA?(monos,,satu satunya ALLAH)
gimana om???
Yang ini lebih berfondasi kan???
Lagi pula masa sehhh.. Allah yang berfirman itu merayakan sabbath terus sejak zaman kejadian hingga akhir zaman??
Wkk…wk…wk…
@Deadermine, BARA. para teolog bilang itu artinya CREATIO ex nihilo. Omong kosong. BARA artinya BLUE PRINT. coba anda baca ayat-ayat yang menggunakan kata BARA. SAAT dibara, yang di-BARA belum ada. MANUSIA di-BARA di Kejadian 1, dan manusia baru DIBENTUK pada Kejadian 2. coba anda perhatikan yang lainnya. Sorga dan dunia di-BARA di Kejadian 1:1 namun dia BARU dijadikan pada hari pertama. coba perhatikan yang lainnya.
@bengcu
om…
Yang gw mau sorot disini bukan masalah penciptaan manusia..
Tapi gw pengen kejelasan penggunaan kata’kita”
om hai hai bilang kejadian 3:22 menjelaskan bahwa Tuhan ada 2
Tuhan(YHWH)
dan ALLAH(Elohim)
bukannya Allah YHWH itu Elohim sendiri?
Gimana nih penjelasan nya kok jadi kacau balau?
Penolong yang diberikan oleh YHWH Elohym kepada adam adalah hawa, diambil dari rusuk adam (penolong yg sepadan..!!), penolong yang di berikan Bapa oleh Yesus Kristus kepada murid2Nya dan (kita..?) adalah Roh Kudus (sepadan or lebih tinggi..?) kenapa..? Siapa..? Apa..?
@Deadermine, bagaimana anda mau PAHAM tentang TIGA Allah yang diajarkan oleh Alkitab bila TIDAK memahami kisah PENCIPTAAN?
Pada mulanya ada SATU Allah. Dialah Allah yang BERFIRMAN.
JADILAH terang = Jadilah Allah = Allah itu TERANG.
Allah lalu memisahkan TERANG itu menjadi dua yaitu:
1. Terang = Siang = Elohim – Allah
2. Gelap = Malam = YHWH – TUHAN – MAHATUAN
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya (ASAH) itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya (ASAH) itu. Kejadian 2:2
Itulah Kisah penciptaan Allah oleh Allah yang berfirman. KEDUA Allah itu DILAHIRKAN lalu DIBERI KUASA untuk menjadi TERANG alias PENERANG bagi umat manusia.Pada hari ketujuh, Allah yang BERFIRMAN berhenti dari segala pekerjaan ASAH (melahirkan – mengeluarkan)
@BeZero4Truth, PENCURAHAN Roh Kudus adalah KELANJUTAN dari PENCIPTAAN dunia. Manusia belum diciptakan dengan SEMPURNA dan penyempurnaan itu adalah Roh Kudus. Manusia lengkap adalha manusia TRIKOTOMI: tubuh, Jiwa (psuche) dan Roh kudus (pneuma). Sebelum itu manusia adalah DIKOTOMI yaitu: Tubuh (soma) dan Jiwa (Psuche).
@Bezero4Truth.
Penolong yang diberikan kepada adam adalah Hawa(penolong yang sepadan)diambil dari tulang rusuk adam.
Kej 2:22″ dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu,dibangun Nya lah seorang perempuan lalu di bawa Nya kepada manusia itu.”
Allah mencipta Hawa dari tulang rusuk adam hingga menjadi manusia seutuh nya.manusia seutuh nya arti nya menjadi satu pribadi. Dimana jika adam+hawa=adam dan hawa(2 pribadi)
Yohanes 14:26″tetapi Penghibur,yaitu Rohkudus yang akan diutus oleh Bapa(YHWH) dlm namaKu dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu….
Kisah 1:4″pada suatu hari ketika Ia makan bersama2 dengan mereka Ia melarang mereka meninggalkan yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa”
Roh kudus adalah Allah sendiri,,
kenapa dikatakan Roh Kudus??
Karena Ia berasal dari Yang Kudus.
Allah adalah Kudus. Jadi Roh Kudus itu adalah Roh Allah.Roh kudus itu bukan suatu pribadi.Ia tidak terpisah dari Allah,sama seperti anda mempunyai roh,,,apakah roh anda terpisah dari anda?
Namun adakalanya Roh kudus itu di simbolkan seolah olah dia suatu pribadi,itu karena penulis kitab suci memakai majas(gaya bahasa)
maz 33:6″ole firman TUHAN langit telah dijadikan,oleh Nafas dari mulutNya segala tentra nya”
“napas=ruach(ibrani)
=pneuma(yunani)dimana keduanya mempunyai arti yang sama yaitu roh.
Ayub 33:4″Roh Allah telah membuat aku,dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup”
ini menendakan Roh Allah terlibat dalam penciptaan.
“baiklah kita”
jadi dalam kitab kejadian Roh Allah=ROH kudus dimetaforiskankan se olah olah Roh kudus adalah suatu pribadi yang berbeda dari Allah.
Roh kudus itu adalah Roh yang sama dalam kitab kejadian ,Roh yang sama yang turun ke atas Yesu seperti burung merpati ketika Yesus dibaptis,Roh yang sama yang turun ke atas murid murid yesus pada hari Pentakosta.
So that….
Masih mengatakan bahwa Roh kudus itu adalah pribadi yang berbeda dari Allah????
@hai hai
Well!
Jika dalam kisah penciptaan ada tiga Allah,,
lalu Allah yang mana yang dimaksudkan dalam yoh 17’inilah hidup yang kekal,yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,satu satu nya Allah yang benar…..”