Budi Asali Yesus Mustahil Mati Menggantikan Manusia


Doktrin Yesus mati menggantikan manusia menerima hukuman Allah adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Namun, doktrin Yesus HAUS menggantikan manusia menerima hukuman Allah ciptaan Pdt. Budi Asali Mdiv benar-benar dasyat. Nampaknya tidak lama lagi Budi Asali akan mengajarkan doktrin Yesus SEGERA datang kembali untuk menggantikan manusia MENANGIS dan MENGGERTAK gigi sebab Dia belum sempat menggantikan manusia menerima hukuman demikian 2000 tahun yang lalu. Bila Yesus datang lagi, Budi Asali pasti akan bilang, “Jangan lupa DISATE dan DIASAP dalam api, bos!” Ha ha ha ha ha ….. Setelah itu Budi Asali pun mengajarkan doktrin Yesus mati di-STEAK menggantikan manusia.

Di dalam blognya yang berjudul: Kristus adalah pengganti kita, Budi Asali Menulis:

Catatan: Semua tulisan berwarna PURPLE adalah tulisan dari Budi Asali. Warna BIRU kutipan Alkitab. Warna HITAM tanggapan hai hai.

Budi Asali : II KORINTUS 5:15 YESAYA 53:4-6

 I) Keselamatan karena perbuatan baik.

Sebagian besar manusia di muka bumi ini, dan juga semua agama-agama lain di luar kristen, percaya/mengajarkan bahwa orang bisa selamat/masuk surga karena perbuatan baik.

Tetapi sebetulnya ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena:

1) Manusia tidak bisa berbuat baik.

Ini dinyatakan secara jelas oleh Kitab Suci.

  • Kej 6:5 – “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, …”.
  • Kej 8:21b – “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”.
  • Maz 58:4 – “Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat”.
  • Titus 1:15 – “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis”.

Apakah benar bahwa manusia tidak bisa berbuat baik? Tidak bisakah seseorang, pada waktu melihat orang miskin/menderita, lalu menolongnya tanpa pamrih? Tentu bisa! Lalu apakah itu bisa disebut sebagai perbuatan baik? Dalam pandangan manusia, ya! Tetapi dalam pandangan Tuhan, tidak! Mengapa? Karena dalam pandangan Tuhan, supaya suatu perbuatan bisa disebut baik, maka harus dipenuhi syarat-syarat ini:

Ketika TUHAN (YHWH) mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Kejadian 8:21-22

Bengcu Menggugat: Walaupun segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan namun YHWH (TUHAN) BERFIRMAN dalam hati-Nya bahwa Dia tidak akan MEMBINASAKAN manusia lagi. Apakah YHWH mengingkari JANJI-Nya itu sebabnya Yesus HARUS menggantikan MANUSIA menerima HUKUMAN dari YHWH? Mustahil!

Budi Asali: a) Perbuatan baik itu harus dilakukan untuk kemuliaan Allah.

1Kor 10:31 – Aku menjawab: ika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Bengcu Menggugat: Bagi orang Yahudi, makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah makanan NAJIZ yang tidak boleh dimakan. Setelah menjadi Kristen, umumnya orang-orang Yahudi tetap yakin bahwa makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah makanan najis. Apa yang harus dilakukan bila seorang Kristen disuguhi makanan lalu seorang Kristen Yahudi memberitahu dia bahwa makanan itu NAJIS karena sudah dipersembahkan kepada berhala sehingga nggak boleh dimakan? 1 Korintus 10:13 adalah jawaban Paulus ketika ditanya, apa yang harus dilakukan bila menghadapi situasi demikian? Bagi orang Batak dan Menado, daging anjing adalah makanan yang nikmat. Bagi istri saya yang penyayang anjing, daging anjing haram untuk dimakan. Apa yang harus saya lakukan bila seorang teman Batak menyuguhkan saksang B1 sementara Istri saya memberitahu bahwa itu adalah daging anjing yang haram untuk dimakan? Apa gunanya saya kekeh jumekeh makan sedangkan perilaku demikian akan bikin Iis (ini istri saya) kesal setengah mati? Itulah yang dimaksudkan oleh Paulus ketika menjawab seperti yang tercatat di dalam 1 korintus 10:13.  Budi Asali benar-benar ngaco-belo karena MENAFSIRKAN ayat itu mengajarkan: Perbuatan baik harus dilakukan untuk kemuliaan Allah, bila tidak bukan perbuatan baik namanya.

Budi Asali: b) Perbuatan baik itu harus dilakukan karena cinta kepada Allah.

Yoh 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu”.

Ingat bahwa 2 hal di atas ini tak mungkin bisa dilakukan oleh orang yang ada di luar Kristus! Bdk. Ro 3:10,11,18 yang mengatakan bahwa tidak ada manusia (ini jelas menunjuk kepada manusia di luar Kristus, tanpa pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya) yang benar, yang berakal budi, yang mencari Allah, atau yang takut kepada Allah.

Manusia bisa saja berusaha berbuat baik, berjuang bagi agamanya, ingin masuk surga, dsb. Tetapi ‘mengasihi Allah’ dan ‘hidup untuk kemuliaan Allah’ adalah 2 hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia di luar Kristus. Kalau 2 hal di atas ini tidak dipenuhi, maka bisalah dikatakan bahwa perbuatan baik itu dilakukan tanpa mempedulikan Allah! Bisakah itu disebut baik?

Bengcu Menggugat: Ayub sama sekali tidak kenal Yesus Kristus namun TUHAN memujinya sebagai orang baik yang saleh. Hanya orang-orang Kristen yang hatinya DENGKI dan jiwanya PICIK serta pikirannya DEGIL seperti nabi Yunus yang mengajarkan bahwa perbuatan baik hanya bisa dilakukan oleh orang Kristen.

Budi Asali: 2) Andaikatapun manusia bisa berbuat baik, bagaimana dengan dosa-dosa yang telah ia lakukan maupun yang akan ia lakukan? Ingat bahwa perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa!

Kitab Suci dengan jelas menyatakan hal itu.

  • Gal 2:16a – “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus”.
  • Gal 2:21b – “… sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus”.

Illustrasi: Misalnya suatu hari saudara naik kendaraan bermotor dan melanggar rambu lalu lintas, dan lalu seorang polisi menilang saudara. Saudara akan disidang 1 minggu yang akan datang. Sementara menung-gu saat persidangan, saudara lalu mau ‘menebus dosa’ saudara dengan berbuat baik. Saudara menghibur tetangga yang kesusahan, membelikan obat untuk tetangga yang sakit, dsb. Pada saat persidangan, hakim bertanya: Apakah saudara, pada tanggal ini, di jalan ini, melanggar rambu lalu lintas ini? Saudara lalu menjawab: Benar Pak Hakim, tetapi, saya sudah menebus dosa dengan berbuat baik. Ini ada 3 saksi yang menerima kebaikan saya. Sekarang pertanyaannya: kalau hakim itu waras, apakah orang itu akan dibebaskan dari hukuman? Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum dunia/negarapun, tidak mungkin perbuatan baik bisa menutup dosa!

Allah tahu akan hal ini (yaitu bahwa manusia tidak bisa selamat karena perbuatan baiknya), tetapi Ia mau menyelamatkan manusia yang berdosa itu. Lalu bagaimana caranya? Memasukkan manusia berdosa ke surga begitu saja? Memang ada agama yang percaya hal ini. Mereka percaya bahwa Allah itu maha pengasih dan pengampun, sehingga Ia akan memasukkan orang berdosa ke surga begitu saja, tanpa ada yang membayar dosa-dosanya. Tetapi ini tidak mungkin! Ia tidak bisa berbuat demikian karena Ia adalah Allah yang suci, yang tidak bisa bersatu dengan manusia berdosa, dan Ia adalah Allah yang adil, yang tidak bisa tidak menghukum manusia yang berdosa!

Jadi bagaimana? Ia sendiri yang harus menebus dosa itu/membayar hutang dosa itu! Dan karena ‘upah dosa ialah maut’ (Ro 6:23), sedangkan sebagai Allah Ia tidak bisa mati, maka Allah harus menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, supaya Ia bisa mati menebus dosa kita!

Bengcu menggugat: Misalnya suatu hari Budi Asali (bukan nama sebenarnya) mencuri ayam lalu tertangkap basah oleh hai hai (nama sebenarnya) lalu diserahkan ke polisi. Sesuai dengan hukum pidana Indonesia, dia ditahan lalu diadili dan HAKIM menjatuhkan vonis hukuman penjara 1 tahun. Demi cintanya, Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) pun mengajukan diri untuk dipenjara MENGGANTIKAN Budi Asali. Pertanyaannya adalah: Andai kata hakim itu waras, apakah Budi Asali (bukan nama sebenarnya) akan dibebaskan dari hukuman dan Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) dipenjara? Mustahil! Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum negara, nggak mungkin seseorang menggantikan orang lain menerima hukuman. Karena hakim waras saja tidak memperbolehkan Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) menggantikan Budi Asali (bukan nama sebenarnya) menjalani hukuman penjara, masak Allah yang menciptakan hakim waras itu MENGIZINKAN Yesus menggantikan manusia menerima hukuman? Memangnya Allah nggak waras ya?

Kerabatku sekalian, hukuman bagi orang jahat bukan balas dendam. Apa yang terjadi ketika penjahat dipenjara? Dia tidak bisa menjahati masyarakat lagi. Apa yang terjadi ketika penjahat dihukum mati? Dia tidak bisa menjahati masyarakat lagi. Hukuman penjara dan hukuman mati dilakukan untuk menghindarkan masyarakat dari tindakan jahat seorang penjahat. Apakah penjahat disiksa di dalam penjara? TIDAK! Di dalam penjara penjahat dicukupi kebutuhan hidupnya dan dididik agar menjadi orang baik. Penjahat dihukum penjara seumur hidup karena pengadilan menilai dia terlalu jahat untuk bisa hidup di dalam masyarakat seumur hidupnya. Penjahat dihukum mati karena pengadilan menganggap dia terlalu jahat dan mustahil dibina menjadi orang baik lagi. Dia dihukum mati karena pengadilan menganggap penjara tidak akan mampu mencegahnya menjahati sesama manusia.

Handai taulanku sekalian, itulah yang dilakukan oleh orang-orang BERDOSA di dunia kepada penjahat yang tertangkap. Itulah yang dilakukan oleh orang-orang BERDOSA terhadap sesama manusia agar TIDAK dijahati oleh penjahat. Menurut ajaran Budi Asali di atas, apa yang dilakukan oleh Allah untuk MELINDUNGI manusia dari kejahatan? Allah MENYEBAR ancaman bahwa Dia akan BALAS DENDAM setelah penjahat MATI. Kenapa Allah HANYA menyebar ANCAMAN? Ha ha ha ha …. Mungkin karena Allah yang MAHASUCI tidak bisa BERSATU dengan orang BERDOSA. Ha ha ha ha  …. Mungkin saja karena hukuman DOSA adalah KETERPISAHAN dari Allah.

Handai taulanku sekalian, Allah MAHASUCI sedangkan manusia BERDOSA. Itu sebabnya KEADILAN manusia BERBEDA dengan KEADILAN Allah. Itu sebabnya Allah disebut MAHAADIL. Manusia MENEGAKKAN keadilan dengan MENCEGAH penjahat menjahati masyarakat. Allah menegakkan keadilan-Nya di dunia dengan MENGANCAM akan BALAS DENDAM namun membiarkan penjahat menjahati sesamanya semena-mena. Kenapa Allah membiarkan penjahat berbuat jahat seenak jidatnya? Karena Allah itu MAHAKASIH, maka penjahat pun DIKASIH kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat jahat.

Namun jangan kuatir kisanak. Allah itu setia dan adil. Itu sebabnya setelah SETIA membiarkan para penjahat berbuat JAHAT sampai mereka MATI dan nggak BISA berbuat jahat lagi maka Allah pun unjuk KEMAHAADILANNYA. Ha ha ha ha ha ….. Setelah MATI dan nggak BISA berbuat JAHAT lagi, untuk apa para penjahat itu DIHUKUM? Tentu saja untuk menunjukkan bahwa Allah itu MAHASUCI dan MAHAADIL. Dari mana anda tahu bahwa Allah itu mahasuci? Dari melihat Allah TIDAK bisa bersatu dengan PENJAHAT yang berdosa. Dari melihat penjahat dihukum TERPISAH dari Allah. Dari mana anda tahu bahwa Allah itu mahaadil? Dari melihat penjahat-penjahat DIGAMPAR, ditendang, ditonjok, digebuk, dicambuk, diejek  sampai mereka KEHAUASAN. Nah …… ketika KEHAUSAN mereka pun diberi ANGGUR ASAM. Ha ha ha ha ha ….. ya yang haus, yang haus, yang haus. Rasain lu KEHAUSAN. Gua cekokin anggur asam lu! Dari mana kita tahu para penjahat akan mengalami nasib seperti itu? Tentu saja dari Budi Asali yang mengajarkan bahwa Yesus MENGGANTIKAN manusia menerima hukuman dari Allah. Karena itulah yang dialami Yesus dulu, bukankah itu pula yang akan dialami para penjahat setelah mereka MATI? Ha ha ha ha ha …. Ho ho ho ho ho ….. Kita harus berterima kasih kepada para penjahat sebab tanpa mereka mustahil kita tahu bahwa Allah itu MAHASUCI dan MAHAADIL bukan? Coba bayangkan bila tidak ada penjahat, bagaimana kita tahu kalau Allah itu mahasuci dan mahaadil, hayo? Ha ha ha ha …

Lho bukankah Budi Asali mengajarkan bahwa Allah yang MAHASUCI tidak bisa BERSATU dengan orang BERDOSA dan hukuman DOSA adalah KETERPISAHAN dari Allah? Bila tidak bisa bersatu dan TERPISAH lalu bagaimana CARA Allah menggampar dan MENUNJANG (menendang) serta de el el  para penjahat tersebut? Ha ha ha ha ha ha ….. Tenang saja, kisanak, para teolog reformed SEJATI pasti menemukan CARANYA. Setelah tahu caranya, mereka pasti memberitahu Allah.

Budi Asali: II) Kristus adalah substitute (= pengganti) kita.

Bahwa Kristus adalah substitute (= pengganti) kita terlihat dari text khotbah hari ini, yaitu Yes 53:4-6 dan 2 Kor 5:15.

Yes 53:4-6 – “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”.

2 Kor 5:15 – “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka”.

Tetapi hal itu juga bisa terlihat dari:

1) Fakta bahwa Kristus tidak berdosa (2Kor  5:21 Ibr 4:15).

Andaikata Ia berdosa, maka pada saat Ia mati, Ia mengalami hukuman untuk diriNya sendiri. Tetapi karena Ia suci, maka pada saat Ia mati, Ia mengalaminya untuk kita!

2) Jenis hukuman mati yang Ia alami adalah salib, bukan penggal, rajam dsb. Mengapa harus salib? Karena salib adalah hukuman yang terkutuk, dan dengan mengalami kematian yang terkutuk itu, Ia menanggung kutuk yang seharusnya untuk kita (Ul 21:23 Gal 3:10,13).

3) Penderitaan yang luar biasa yang Ia alami.

Kristus mengalami penderitaan yang luar biasa hebatnya, seperti:

          o pencambukan.

Ingat bahwa Ia dicambuki dengan cambuk Romawi, yaitu tali-tali kulit yang diberi besi-besi tajam, tulang-tulang yang diruncingkan, sehingga pencambukan itu betul-betul menghancurkan punggungNya.

          o penyaliban.

Bisakah saudara bayangkan sakitnya kalau paku-paku menebus tangan dan kaki saudara? Dan bagaimana penderitaan saudara kalau setelah itu saudara digantungkan selama berjam-jam sampai saudara mati? Itulah yang Yesus alami bagi saudara! Kristus memang harus mengalami penderitaan yang luar biasa ini, karena penderitaan di neraka juga luar biasa hebatnya!

4) Kristus menolak anggur bius (Mat 27:34).

Banyak penafsir beranggapan bahwa Ia menolak anggur itu, karena anggur itu mengandung sejenis ramuan bius, yang bisa mengurangi rasa sakit. Yesus sadar bahwa saat itu Ia sedang menggantikan kita dalam memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia tidak mau rasa sakitnya dikurangi. Ia mau memikul 100 % hukuman dosa kita!

5) Kristus mengalami kehausan (Yoh 19:28 bdk. Maz 22:16).

Ingat bahwa orang di neraka pasti mengalami kehausan yang luar biasa. Bandingkan dengan kehausan dari orang kaya di neraka dalam Luk 16:23-24. Kristus menggantikan kita memikul hukuman itu, dan karenanya Ia harus mengalami kehausan yang luar biasa. Ini menyebabkan kita tidak perlu mengalami kehausan di neraka, asal kita mau percaya kepada Yesus!

6) Kristus mengalami keterpisahan dengan Allah (Mat 27:46).

Keterpisahan dengan Allah merupakan hukuman dosa (Yes 59:1-2, 2 Tes 1:9). Kristus menggantikan kita memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia harus mengalami keterpisahan dengan Allah/BapaNya.

7) Kristus mati.

Upah dosa ialah maut (Ro 6:23), dan karena itu Kristus, yang menggantikan kita untuk memikul hukuman dosa, harus mengalami kematian.

Karena itu, orang yang percaya Yesus, sekalipun tetap mengalami kematian, tetapi tidak mengalami kematian itu sebagai hukuman dosa, tetapi sebagai pintu gerbang menuju surga!

“Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepadaKu. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup”. Yesaya 66:24

sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak  gigi.” Matius 8:12

di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Markus 9:48

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Lukas 16:24

“Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”. Wahyu14:11

dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. Wahyu 20:10

Bengcu Menggugat: Kerabatku sekalian, ketika mengajarkan tentang neraka (untuk membacanya silahkan klik di SINI), Pdt. Budi Asali mengutip ayat-ayat tersebut di atas sebagai sumber pustakanya. Apabila doktrin Yesus menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah memang benar, bukankah itu berarti Yesus harus datang lagi karena DULU nggak sempat mengalami hal-hal berikut ini:

  1. Disate dalam lautan api dan belerang (Wahyu 20:10)
  2. Diasap (Wahyu 14:11)
  3. Disakitin dalam nyala api (Lukas 16:24, Yesaya 66:24)
  4. Diblatungin alias dikasih belatung nyang nggak mati-mati (Markus 9:48, Yesaya 66:24)
  5. Dicampakkan ke dalam gelap yang paling guueeelaaaap banget (Matius 8:12
  6. Menggertak gigi dan menangis (Matius 8:12)

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

Bengcu Menggugat: Yesus mustahil Mati Menggantikan Manusia. Berdasarkan Roma 6:23, Budi Asali mengajarkan bahwa Yesus mati menggantikan manusia. Alkitab Penjanjian Lama mencatat, hanya ada 2 orang manusia yang tidak mati yaitu: Elia dan Henokh. Yang lainnya MATAL alias MATI TOTAL. Apabila Yesus memang mati menggantikan manusia, maka itu berarti Dia hanya mati menggantikan Elia dan Henokh saja, bukan? Karena yang lainnya SUDAH MATI jadi nggak perlu digantikan.

Sejak kematian Yesus di salib sampai saat ini, tidak ada satu manusia pun yang nggak mati-mati. Apabila Yesus memang MATI menggantikan manusia, bukankah seharusnya nggak ada lagi manusia yang mati atau minimal sebagian manusia yang digantikannya nggak mati-mati? Faktanyua manusia tetap mati?

Alkitab tidak mencatatnya namun Budi Asali mengajarkan (Entah dapat wahyu dari mana dari hongkong kali?) bahwa sejak Yesus mati menggantikan manusia maka kematian manusia BUKAN hukuman dosa LAGI namun PINTU gerbang ke sorga! KEMATIAN manusia adalah PINTU gerbang ke sorga? Bukankah itu berarti Yesus tidak perlu menggantikan manusia untuk mati karena SETELAH menjalani hukuman MATI maka manusia BOLEH ke sorga. Itu sebabnya tertulis, upah dosa adalah MAUT? Setelah membayar dengan MATI maka HUTANG dosa pun LUNAS, oleh karena itu manusia pun bebas melenggang ke sorga. Ha ha ha ha ha …

Kerabatku sekalian, apa bila Budi Asali memang mendapat wahyu baru (wahyu dari hongkong?) sehingga yang diajarkannya benar, maka inilah daftar hal-hal yang dialami Yesus ketika menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah:

  1. Dibelenggu
  2. Digampar anak buah Hanas
  3. Digebukin anak buah Kayafas
  4. Diejek dan dihina anak buah Kayafas
  5. Digampar tentara
  6. Digebukin tentara
  7. Diejek dan dihina tentara
  8. Memikul salib sampai luar
  9. Diarak ke Golgota
  10. Disalib
  11. Diejek dan dihina masyarakat
  12. Diejek dan dihina imam-imam
  13. Diejek dan dihina penjahat yang sama-sama disalib
  14. Kehausan
  15. Dikasih minum anggur asam
  16. Ditombak ulu hatinya setelah mati

Sayang sekali, Budi Asali sama sekali tidak menjelaskan, kenapa Alkitab tidak mencatat bahwa hal-hal yang dialami Yesus tersebut di atas adalalah hal-hal yang seharusnya dialami oleh manusia ketika dihukum oleh Allah. Itu sebabnya percuma mencari sampai kuda gigit jari sebab mustahil menemukan ayat yang isinya kira-kira Allah berkata, “Gua gampar lu kalau melanggar! Gua gebuk lu kalau melanggar! Gua hina lu!  Gua arak keliling kampung lu kalau melanggar! Gua salib lu kalau melanggar! Gua bunuh lu kalau melanggar! Gua bikin haus lu klo melanggar! Gua cekokin anggur asam waktu haus lu kalau melanggar! Gua suruh masyarakat ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh imam-imam ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh tanktara ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh penjahat ngejek lu kalau melanggar! Gua tombak jantung lu setelah mati kalau melanggar! ”Ha ha ha ha ha … mungkin saja Allah sudah tua dan pikun itu sebabnya dia baru inget untuk berfirman tentang hal tersebut kepada Budi Asali yang mulia itu? Ha ha ha ha ha …

Allah MUSTAHIL Menghukum Manusia

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:17

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Kejadian 22:2

Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan  Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Kejadian 22:9-10

Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Kejadian 22:11-12

kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” Kejadian 22:16-18

Kerabatku sekalian, kenapa anda mencobai seseorang? Anda mencobai seseorang karena tidak tahu dan ingin tahu. Anda mencobai seseorang untuk menampi alias menyaring. Tujuan pencobaan adalah Quality Control (QC). Ada yang lolos QC ada yang tidak lolos. Pembantu rumah tangga yang tidak lolos QC pasti dipecat. Pegawai yang tidak lolos QC pasti di-PHK. Itu sebabnya baik pembantu rumah tangga maupun pegawai disebut KARYAWAN. Bila tidak mampu BERKARYA sesuai standard, mustahil dipekerjakan. Semua TUAN merasa dirinya BIJAKSANA dan PINTER ketika memecat pegawai-pegawainya yang tidak lolos QC. Semua tuan merasa dirinya adil ketika menolak calon-calon karyawan yang tidak lolos QC. Itu sebabnya mereka disebut TUAN.

Anak-anak seperti apa yang anda harapkan? Apakah anak-anak anda lahir sesuai harapan anda? Apa yang anda lakukan terhadap anak-anak yang lahir tidak sesuai harapan anda?  Apa yang anda lakukan ketika anak-anak anda lahir tidak  seganteng dan secantik yang anda harapkan? Apa yang anda lakukan ketika anak-anak anda lahir cacat? Ketika anak-anak lahir, apa harapan anda terhadap mereka dalam pertumbuhannya? Apakah mereka bertumbuh kembang sesuai dengan harapan anda? Anda punya harapan terhadap anak-anak anda. Itulah standardnya. Anda melakukan QC atas mereka. Ada yang lolos QC ada yang tidak. Apa yang anda lakukan terhadap anak-anak yang tidak lolos QC? Anda membunuh mereka? Anda membuang mereka? Anda menghukum mereka? Anda menyiksa mereka? Anda kecewa, sedih, kesal, marah bahkan tidak menyukai mereka namun tidak pernah membenci mereka, itu sebabnya tidak pernah mereka-reka cara untuk menyakiti apalagi membunuh mereka. Ada kalanya anda gelap mata lalu murka membabibuta namun ketika hal itu berlalu anda pun menyesalinya. Anda berusaha dengan berbagai cara agar anak-anak memenuhi KUALITAS yang anda harapkan dari mereka namun ketika mereka gagal bahkan menolak harapan anda mentah-mentah, anda sakit hati namun tidak mendendam itu sebabnya tidak mencari-cari cara untuk balas dendam.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Yakobus 1:13

Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Kejadian 9:5

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6

Hubungan tuan dan karyawan berbeda dengan hubungan antara orang tua dan anak. Bila karyawan tidak berkarya dengan baik maka TUAN yang pinter dan bijaksana akan menghukumnya bahkan memecatnya lalu mencari yang lainnya. Meskipun anak-anak tidak memenuhi harapan orang tuanya, walaupun merasa sakit hati namun orang tua tidak akan pernah membenci anak-anaknya apalagi membalas dendam kepada mereka. Itu sebabnya Allah tidak DICOBAI oleh manusia. Itu sebabnya Allah tidak MENCOBAI manusia. Karena manusia adalah anak-anak-Nya, BUKAN hamba-Nya. Itu sebabnya kita menyapa Allah dengan sebutan BAPA, bukan TUAN apalagi TUHAN (mahatuan).

Allah berusaha dengan berbagai cara agar anak-anak-Nya hidup saling mengasihi dan tidak saling menyakiti apalagi saling menjahati. Ketika melihat bumi penuh dengan kekerasan Allah sedih dan kesal bukan kepalang namun Dia tidak akan pernah membalas dendam kepada anak-anak-Nya setelah mereka nggak bisa berbuat jahat lagi karena MATI.  Allah tidak akan menyiksa apalagi memusnahkan siapa pun walaupun dia jahat. Di dalam seluruh Alkitab, Allah hanya akan menuntut balas kepada para pembunuh manusia. JANGAN membunuh manusia sebab pada saat anda MEMBUNUH saya maka pada saat yang sama saya pun MEMBUNUH anda. Pada saat saya lenyap dari kehidupan anda maka anda pun hilang dari kehidupan saya. Kenapa demikian? Karena ketika tubuh saya mati jiwa saya tetap hidup.  Ketika tubuh saya mati bagi anda maka tubuh anda pun mati bagi jiwa saya.

Kerabatku sekalian, Allah tidak MENCOBAI itu sebabnya Dia tidak MENGHAKIMI. Karena tidak MENGHAKIMI maka Allah tidak MENGHUKUM. Yesus mati menggantikan manusia menerima hukuman Allah? Itu DONGENG belaka!

NB.
Hai hai menantang Esra Alfred Soru dan siapa saja untuk BERAPOLOGETIKA menghadapi 7 blog hai hai di bawah ini di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Apabila yang diajarkan oleh hai hai benar maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukung yang diajarkannya. Atas tantangan tersebut, Esra Alfred Soru menyatakan,Benar sekali pak Albert, saya memang tak tertarik debat dengan orang seperti si Bugil ini, tapi kadang kita perlu melempar seekor anjing walaupun kadang kita abaikan gonggongannya.” Ini adalah blog ke 6 dari 7 blog tantangan hai hai. Semoga Esra Alfred Soru bisa melempar anjing dengan tepat dan membungkam gonggongan hai hai atau dia cukup JANTAN untuk mengakui KEBENARAN? Ha ha ha ha …..

  1. Bengcu Menggugat karena Yesus MUSTAHIL iman, nabi dan raja Yahudi.
  2. Bengcu Menggugat karena “3 hari 3 malam = hari ke 3 = setelah 3 hari” adalah ajaran SESAT
  3. Bengcu Menggugat karena Stefanus MEMBUAL
  4. Bengcu Menggugat karena Doktri Allah Tritunggal adalah Ajaran SESAT
  5. Bengcu Menggugat karena Doktrin Yesus Satu pribadi DUA hakekat adalah ajaran sesat
  6. Bengcu Menggugat Karena Yesus MUSTAHIL mati MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman Allah
  7. Bengcu Menggugat karena Alkitab MUSTAHIL ditulis atas ILHAM Roh Kudus

493 thoughts on “Budi Asali Yesus Mustahil Mati Menggantikan Manusia

  1. RITA RATINA: Dasar katak dalam tempurung, sangat menyedihkan, tetapi membual terus memperlihatkan kebodohan sendiri. APAKAH ROH DAPAT MATI, BAIK HAKEKATNYA SEBAGAI ALLAH, TIDAK AKAN MATI, MAUPUN PRIBADINYA SEBAGAI ANAK ALLAH TIDAK MUNGKIN MATI, KARENA ALLAH ADALAH ROH.

    Ketika Yesus mati, apanya yang mati? PRIBADINYA yang mati atau HAKEKATNYA yang mati? Bukankah Yesus itu SATU PRIBADI DUA HAKEKAT? Ha ha ha ha ha … Jadi yang mati yang mananya kisanak? Jawab saja yang ditanyakan kisanak. Kalau nggak bisa JAWAB ya sudah NGAKU saja, jangan PLINTAT PLINTUT. ha ha ha ha …

  2. RITA RATINA: Ahli agli di seluruh dunia mengakui bahwa dunia ada yang mengontrol, tetapi hai hai seperti anak kecil yang mengatakan Allah seperti kakek2 yang setelah penciptaan , lalu berhenti bekerja, anak 3 thn mungkin dapat kamu TIPU. Itu cerita bohong anak kecil yang dari dahulu, bukan hal baru lagi haihai.

    Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2

    Dunia memang penuh dengan orang-orang Kristen TOLOL yang mengagulkan diri sebagai AHLI. Gereja memang dipenuhi dengan orang KRISTEN GOBLOK yang mengagul-agulkan Alkitab sebagai SUMBER pustaka dan STANDARD kebenaran namun mengajarkan ajaran SESAT yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Salah satu orang demikian namanya RITA RATINA. Anda ngak percaya? Bandingkan saja AJARANNYA dengan Kejadian 2:2 tersebut di atas. Bila diberi kesempatan untuk menjelaskan lagi maka orang-orang TOLOL itu pasti mengajarkan bahwa pada hari ke 7 Allah berhenti MENCIPTA lalu MEMELIHARA segala CIPTAAN-Nya. Mereka pasti akan mengutip ayat yang mengajarkan bahwa Allah TURUT bekerja dalam SEGALA HAL …… Perempuan dan orang-orang TOLOL itu sama sekali nggak mau TAHU bahwa Kejadian 2:2 mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa Allah BERHENTI BEKERJA. Allah BERHENTI BEKERJA artinya Allah WU WEI alias DO NOTHING alias NGANGGUR alias NGGAK KERJA. Jadi, PEDULI SETAN seluruh dunia Kristen MENGAKUI apa pun yang JELAS Kejadian 2:2 mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa Allah BERHENTI BEKERJA pada hari ke 7. Semoga PEREMPUAN TOLOL itu nggak cukup TOLOL untuk mengajarkan bahwa Allah BERHENTI BEKERJA pada hari ke TUJUH namun MULAI BEKERJA lagi pada hari ke 8. Ha ha ha ha ha ha ha ….

  3. RITA RATINA: INI ADALAH NUBUAT TENTANG MESIAS YANG ADALAH TUHAN YESUS, ANAK ALLAH YANG RELA DATANG MENANGGUNG DOSA BAGI ANAK ANAKNYA YANG MERUPAKAN UMAT PILIHANNYA.

    Nona, JANGAN SOK JAGOAN mengutip ayat dech. Percuma anda MENGUTIP ayat padahal nggak NGARTRI yang anda kutip. Pertanyaannya adalah: MANA ayat-ayat yang MENGAJARKAN bahwa Yesus MATI MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman dari Allah? 1 Petrus 1:18-20 yang anda kutip sama sekali tidak mengajarkan tentang Yesus MATI MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman dari Allah. Ayat-ayat itu MENYATAKAN dengan tegas dan gamblang yang dilakukaan oleh Yesus adalah:

    kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu.

    Nah, kisanak, ayat-ayat tersebut sama sekali nggak mengajarkan: Yesus MATI MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman dari Allah.

    RITA RATINA: MENANGGUNG DOSA BANYAK ORANG , BACA BAIK2 DAN JANGAN MENGERASKAN HATI , TERUS MENERUS MENGHUJAT ALLAH.

    Yesaya 3:1-12 yang anda kutip mengajarkan bahwa Yesus MATI MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman dari Allah? TIDAK! BACANYA pake KACA PEMBESAR nona, jangan membacanya pakai BH, nggak keliatan. Ha ha ha ha ha ha … TIDAK ada kata maupun FRASA apalagi KALIMAT yang mengajarkan: Yesus MATI MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman dari Allah. Kecuali anda memabcanya pakai ILMU TAFSIR alias ILMU KIRA-KIRA. Ha ha ha ha …

  4. Allah ada anda katakan tidak ada , padahal anda membaca Alkitab, itu namanya MENGHUJAT ALLAH.
    anda sedang berbuat dosa yang merupakan dosa kekal.
    Sudah di jelaskan berkali2, Allah Roh Kudus sudah bersama Allah Bapa dan Anak Allah, bersama2 di Perjanjian Lama, MEMANG ALKITAB BERBEDA, JADI ANDA TERUS MENGATAKAN TIDAK ADA ROH KUDUS.
    Pakailah ALKITAB YANG BENAR, saya tidak akan mengulang lagi, apa yang sudah saya jelaskan tentang Allah Roh Kudus di PL.
    Kalau anda masih tidak dapat menangkap apa yang saya tulis , ya memang mata dan pikiran anda masih terselubung, sehingga membaca tidak dapat mengerti.

  5. Memang anda itu SAMA SEKALI TIDAK MENGENAL ALLAH, pengetahuan begini, mau diskusi dengan pak Tong dan Budi Asali, tidak setingkat, saya yang ibu rumah tangga biasa2 saja pengetahuannya, dapat menilai bahwa anda tidak ada pengetahuan sama sekali tentang Allah.
    Kamu membicarakan Allah seperti orang kafir, malah Islam lebih mengerti tentang Allah dari pada kamu.
    Mereka mengerti tentang Allah masih bekerja sampai sekarang.
    Mereka mengerti bahwa Allah maha ada, ada dimana mana.

    Semua yang tulis, hanya dapat di mengerti dengan IMAN, nyata sekali anda tidak mempunyai IMAN PEMBERIAN ALLAH, makanya melihat tapi tidak melihat, mendengar tidak dapat menanggap.

    PENGETAHUAN ANDA HANYA JAGO MAKI DAN SUMPAH SERAPAH, ITU SAYA AKUI HAI HAI RAJA NYA MAKI DAN SUMPAH SERAPAH, dalam hal ini saya akui hai hai GURUNYA.

  6. RITA RATINA: Didunia ini tidak ada orang kesaktian, YANG ORANG ITU DI RASUKI SSETAN SETAN, DI PAKAI MENCARI MANGSA SEPERTI HAI HAI YANG GAMPANG DI BODOHI, TIDAK ADA SETAN DAN IBLIS, KATA HAI HAI, KARENA SETAN BAPAKU. memang kamu benar2 harus belajar banyak, jangan mencampur aduk kan ajaran dunia dengan ajaran Alkitab, menyesatkan orang2 yang tidak tahu apa2.

    Anda benar-benar BEBAL nona! Alkitab mengajarkan dengna TEGAS dan GAMBLANG: DEWA-DEWI yang disembah bangsa-bangsa adalah BERHALA yagn TIDAK ADA ROH-nya (RuWACH) itu sebabnya nggak bisa BERBUAT baik apalagi MENJAHATI manusia. Namun anda kekeh jumekeh MEYAKiNI bahwa para PENIPU yang pura-pura kerasukan DEWA-DEWI itu memang kerasukan SETAN-SETAN? Ha ha ha ha ha …

    Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14

    Anda BEBAL sekali nona! Alkitab mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa oleh kematian Yesus iblis DIMUSNAHKAN, anda malah mengajari bahwa Iblis masih GENTAYANGAN di dunia ini dan MERASUKI orang-orang? ha ha ha ha ha ….. Nona, nona, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, MEMBEDAKAN IBLIS (diabolos; SATANAS; SATAN) dan SETAN (daimonion) anda ngak BECUS udah sok jagoan mengajarkan Iblis dan SETAN serta menuduh hai hai BODOH? Ha ha ha ha ha …..

    Anda benar-benar BEBAL nona! Alkitab mengajarkan dengan GAMBLANG dan TEGAS bahwa semua orang yagn DIRASUKI setan-setan menjadi GILA, lupa diri, menjauhi diri dari masyarakat; tidak bisa bermasyarakat, ha ha ha ha ha … Anda JUSTRU mengajarkan ajaran TOLOL tentang orang-orang menjadi SAKTI MANDRAGUNA karena kerasukan SETAN-SETAN? Jangan KERAS KEPALA, jangan BEBAL nona. BELAJARLAH. Bukankah hai hai SUDAH bersusah paya MENULIS banyak blog untuk MENGAJARI anda tentang PENIPUAN yang dilakukan oleh para PENGKOTBAH alam Roh, pengkotbah mantan dukun, dukun untuk anda pelajari? silahkan klik di SINI untuk mempelajari blog-blog tersebut nona.

    Jadi orang JANGAN TOLOL, nona. BELAJAR dulu baik-baik baru MENGAJAR. Satu-satunya cara untuk BERPENGETAHUAN adalah BELAJAR, bukannya BERLAGAK PINTER. Hanya orang-orang BEBAL dan GOBLOK yang menyangka dirinya berpengetahuan karena BELAGAK pinter. BACA dulu blog-blog hai hai tentang DUKUNISME, nona. BACA dengan teliti dan hati-hati lalu UJILAH dengan AKAL BUDIMU dan ujilah dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran.

    JANGAN GObLOK nona! anda pikir dengan menuduh hai hai BODOH dan SESAT maka anda menjadi BENAR? Ha ha ha ha ha … anda pikir karena hai hai ANAK IBLIS maka tulisannya pun menjadi SAMPAH? Ha ha ha ha ha ha ….. Memang BANYAK pendeta-pendeta GRII GOBLOK yang mengajarkan bahwa tulisan-tulisan hai hai adalah SAMPAH dan menghimbau JEMAAT agar tidak MEMBACANYA. HA ha ha ha ha ha … Pendeta-pendeta GRII demikian memang benar-benar GOBLOK. Kenapa demikian? Karena mereka menyebut diri HAMBA ALLAH dan MENGAKU diutus untuk MENCARI domba yang SESAT. BILA TIDAK mau MEMBACA tulisan-tulisan SAMPAH, gimana mereka MAU MELURUSKAN ajaran SESAT? dasar pendeta GOBLOK. Nggak punya PENGETAHUAN untuk BERAPOLOGETIKA saja SOK JAGOAN menuduh tulisan orang lain SAMPAH? Ha ha ha ha ha ha …

  7. Tuhan Yesus di katakan oleh hai hai 2 hakekat???????????????????????????????????????????????
    Sedang mimpi celoteh apa kamu, ya ngakulah hai hai TIDAK MENGENAL ALLAH DALAM ALKITAB.
    Makanya TUHAN YESUS MATI MENANGGUNG DOSA ORANG PERCAYA , KELIHATANNYA TIDAK MENANGGUNG DOSA KAMU, JADI MARAH2 YA HAI HAI.

    Berubahlah dulu, jangan terus menerus menghujat Allah dan Roh Kudus, nanti tidak ada lagi PENGAMPUNAN BAGI HAI HAI.

    BACA ALKITAB DAN BELAJAR LAGI, DIMANA MANA, MENULIS TUHAN YESUS , ANAK ALLAH MENEBUS DOSA MANUSIA, ORANG PILIHANNYA.

    Kamu sekarang menyebar KEBOHONGAN dengan memberitakan INJIL YANG LAIN.

    Galatia 1
    1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

  8. RITA RATINA: Tuhan Yesus di katakan oleh hai hai 2 hakekat??????????????????????????????????????????????? Sedang mimpi celoteh apa kamu, ya ngakulah hai hai TIDAK MENGENAL ALLAH DALAM ALKITAB. Makanya TUHAN YESUS MATI MENANGGUNG DOSA ORANG PERCAYA , KELIHATANNYA TIDAK MENANGGUNG DOSA KAMU, JADI MARAH2 YA HAI HAI.

    Kisanak jangan BEBAL! Belajar dulu baik-baik BARU mengajar.

    Yesus = SATU PRIBADI DUA hakekat = Doktrin Diofisitisme.

    DIOFISITISME dalam bahasa AWAM = 100% manusia dan 100% Allah.

    Itu adalah ajaran Teologi Reformed. Nona, Anda TOLOL sekali karena SEMBARANGAN menuduh hai hai pdahal ISI KEPALA sendiri yang KOSONG. bila mau TAHU ajaran DIOFISITISME silahkan klik di SINI. di blog-blog tersebut hai hai MENGAJARKAN ajaran Teologi REFORMED kemudian MENGUJINYA dengan Alkitab dan MENUNJUKKAN SALAHNYA serta mengajarkan ajaran yang BENARNYA.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.