Doktrin Yesus mati menggantikan manusia menerima hukuman Allah adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Namun, doktrin Yesus HAUS menggantikan manusia menerima hukuman Allah ciptaan Pdt. Budi Asali Mdiv benar-benar dasyat. Nampaknya tidak lama lagi Budi Asali akan mengajarkan doktrin Yesus SEGERA datang kembali untuk menggantikan manusia MENANGIS dan MENGGERTAK gigi sebab Dia belum sempat menggantikan manusia menerima hukuman demikian 2000 tahun yang lalu. Bila Yesus datang lagi, Budi Asali pasti akan bilang, “Jangan lupa DISATE dan DIASAP dalam api, bos!” Ha ha ha ha ha ….. Setelah itu Budi Asali pun mengajarkan doktrin Yesus mati di-STEAK menggantikan manusia.
Di dalam blognya yang berjudul: Kristus adalah pengganti kita, Budi Asali Menulis:
Catatan: Semua tulisan berwarna PURPLE adalah tulisan dari Budi Asali. Warna BIRU kutipan Alkitab. Warna HITAM tanggapan hai hai.
Budi Asali : II KORINTUS 5:15 YESAYA 53:4-6
I) Keselamatan karena perbuatan baik.
Sebagian besar manusia di muka bumi ini, dan juga semua agama-agama lain di luar kristen, percaya/mengajarkan bahwa orang bisa selamat/masuk surga karena perbuatan baik.
Tetapi sebetulnya ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena:
1) Manusia tidak bisa berbuat baik.
Ini dinyatakan secara jelas oleh Kitab Suci.
- Kej 6:5 – “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, …”.
- Kej 8:21b – “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”.
- Maz 58:4 – “Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat”.
- Titus 1:15 – “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis”.
Apakah benar bahwa manusia tidak bisa berbuat baik? Tidak bisakah seseorang, pada waktu melihat orang miskin/menderita, lalu menolongnya tanpa pamrih? Tentu bisa! Lalu apakah itu bisa disebut sebagai perbuatan baik? Dalam pandangan manusia, ya! Tetapi dalam pandangan Tuhan, tidak! Mengapa? Karena dalam pandangan Tuhan, supaya suatu perbuatan bisa disebut baik, maka harus dipenuhi syarat-syarat ini:
Ketika TUHAN (YHWH) mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Kejadian 8:21-22
Bengcu Menggugat: Walaupun segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan namun YHWH (TUHAN) BERFIRMAN dalam hati-Nya bahwa Dia tidak akan MEMBINASAKAN manusia lagi. Apakah YHWH mengingkari JANJI-Nya itu sebabnya Yesus HARUS menggantikan MANUSIA menerima HUKUMAN dari YHWH? Mustahil!
Budi Asali: a) Perbuatan baik itu harus dilakukan untuk kemuliaan Allah.
1Kor 10:31 – Aku menjawab: ika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Bengcu Menggugat: Bagi orang Yahudi, makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah makanan NAJIZ yang tidak boleh dimakan. Setelah menjadi Kristen, umumnya orang-orang Yahudi tetap yakin bahwa makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah makanan najis. Apa yang harus dilakukan bila seorang Kristen disuguhi makanan lalu seorang Kristen Yahudi memberitahu dia bahwa makanan itu NAJIS karena sudah dipersembahkan kepada berhala sehingga nggak boleh dimakan? 1 Korintus 10:13 adalah jawaban Paulus ketika ditanya, apa yang harus dilakukan bila menghadapi situasi demikian? Bagi orang Batak dan Menado, daging anjing adalah makanan yang nikmat. Bagi istri saya yang penyayang anjing, daging anjing haram untuk dimakan. Apa yang harus saya lakukan bila seorang teman Batak menyuguhkan saksang B1 sementara Istri saya memberitahu bahwa itu adalah daging anjing yang haram untuk dimakan? Apa gunanya saya kekeh jumekeh makan sedangkan perilaku demikian akan bikin Iis (ini istri saya) kesal setengah mati? Itulah yang dimaksudkan oleh Paulus ketika menjawab seperti yang tercatat di dalam 1 korintus 10:13. Budi Asali benar-benar ngaco-belo karena MENAFSIRKAN ayat itu mengajarkan: Perbuatan baik harus dilakukan untuk kemuliaan Allah, bila tidak bukan perbuatan baik namanya.
Budi Asali: b) Perbuatan baik itu harus dilakukan karena cinta kepada Allah.
Yoh 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu”.
Ingat bahwa 2 hal di atas ini tak mungkin bisa dilakukan oleh orang yang ada di luar Kristus! Bdk. Ro 3:10,11,18 yang mengatakan bahwa tidak ada manusia (ini jelas menunjuk kepada manusia di luar Kristus, tanpa pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya) yang benar, yang berakal budi, yang mencari Allah, atau yang takut kepada Allah.
Manusia bisa saja berusaha berbuat baik, berjuang bagi agamanya, ingin masuk surga, dsb. Tetapi ‘mengasihi Allah’ dan ‘hidup untuk kemuliaan Allah’ adalah 2 hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia di luar Kristus. Kalau 2 hal di atas ini tidak dipenuhi, maka bisalah dikatakan bahwa perbuatan baik itu dilakukan tanpa mempedulikan Allah! Bisakah itu disebut baik?
Bengcu Menggugat: Ayub sama sekali tidak kenal Yesus Kristus namun TUHAN memujinya sebagai orang baik yang saleh. Hanya orang-orang Kristen yang hatinya DENGKI dan jiwanya PICIK serta pikirannya DEGIL seperti nabi Yunus yang mengajarkan bahwa perbuatan baik hanya bisa dilakukan oleh orang Kristen.
Budi Asali: 2) Andaikatapun manusia bisa berbuat baik, bagaimana dengan dosa-dosa yang telah ia lakukan maupun yang akan ia lakukan? Ingat bahwa perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa!
Kitab Suci dengan jelas menyatakan hal itu.
- Gal 2:16a – “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus”.
- Gal 2:21b – “… sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus”.
Illustrasi: Misalnya suatu hari saudara naik kendaraan bermotor dan melanggar rambu lalu lintas, dan lalu seorang polisi menilang saudara. Saudara akan disidang 1 minggu yang akan datang. Sementara menung-gu saat persidangan, saudara lalu mau ‘menebus dosa’ saudara dengan berbuat baik. Saudara menghibur tetangga yang kesusahan, membelikan obat untuk tetangga yang sakit, dsb. Pada saat persidangan, hakim bertanya: Apakah saudara, pada tanggal ini, di jalan ini, melanggar rambu lalu lintas ini? Saudara lalu menjawab: Benar Pak Hakim, tetapi, saya sudah menebus dosa dengan berbuat baik. Ini ada 3 saksi yang menerima kebaikan saya. Sekarang pertanyaannya: kalau hakim itu waras, apakah orang itu akan dibebaskan dari hukuman? Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum dunia/negarapun, tidak mungkin perbuatan baik bisa menutup dosa!
Allah tahu akan hal ini (yaitu bahwa manusia tidak bisa selamat karena perbuatan baiknya), tetapi Ia mau menyelamatkan manusia yang berdosa itu. Lalu bagaimana caranya? Memasukkan manusia berdosa ke surga begitu saja? Memang ada agama yang percaya hal ini. Mereka percaya bahwa Allah itu maha pengasih dan pengampun, sehingga Ia akan memasukkan orang berdosa ke surga begitu saja, tanpa ada yang membayar dosa-dosanya. Tetapi ini tidak mungkin! Ia tidak bisa berbuat demikian karena Ia adalah Allah yang suci, yang tidak bisa bersatu dengan manusia berdosa, dan Ia adalah Allah yang adil, yang tidak bisa tidak menghukum manusia yang berdosa!
Jadi bagaimana? Ia sendiri yang harus menebus dosa itu/membayar hutang dosa itu! Dan karena ‘upah dosa ialah maut’ (Ro 6:23), sedangkan sebagai Allah Ia tidak bisa mati, maka Allah harus menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, supaya Ia bisa mati menebus dosa kita!
Bengcu menggugat: Misalnya suatu hari Budi Asali (bukan nama sebenarnya) mencuri ayam lalu tertangkap basah oleh hai hai (nama sebenarnya) lalu diserahkan ke polisi. Sesuai dengan hukum pidana Indonesia, dia ditahan lalu diadili dan HAKIM menjatuhkan vonis hukuman penjara 1 tahun. Demi cintanya, Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) pun mengajukan diri untuk dipenjara MENGGANTIKAN Budi Asali. Pertanyaannya adalah: Andai kata hakim itu waras, apakah Budi Asali (bukan nama sebenarnya) akan dibebaskan dari hukuman dan Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) dipenjara? Mustahil! Illustrasi ini jelas menunjukkan bahwa ditinjau dari sudut hukum negara, nggak mungkin seseorang menggantikan orang lain menerima hukuman. Karena hakim waras saja tidak memperbolehkan Esra Alfred Soru (bukan nama sebenarnya) menggantikan Budi Asali (bukan nama sebenarnya) menjalani hukuman penjara, masak Allah yang menciptakan hakim waras itu MENGIZINKAN Yesus menggantikan manusia menerima hukuman? Memangnya Allah nggak waras ya?
Kerabatku sekalian, hukuman bagi orang jahat bukan balas dendam. Apa yang terjadi ketika penjahat dipenjara? Dia tidak bisa menjahati masyarakat lagi. Apa yang terjadi ketika penjahat dihukum mati? Dia tidak bisa menjahati masyarakat lagi. Hukuman penjara dan hukuman mati dilakukan untuk menghindarkan masyarakat dari tindakan jahat seorang penjahat. Apakah penjahat disiksa di dalam penjara? TIDAK! Di dalam penjara penjahat dicukupi kebutuhan hidupnya dan dididik agar menjadi orang baik. Penjahat dihukum penjara seumur hidup karena pengadilan menilai dia terlalu jahat untuk bisa hidup di dalam masyarakat seumur hidupnya. Penjahat dihukum mati karena pengadilan menganggap dia terlalu jahat dan mustahil dibina menjadi orang baik lagi. Dia dihukum mati karena pengadilan menganggap penjara tidak akan mampu mencegahnya menjahati sesama manusia.
Handai taulanku sekalian, itulah yang dilakukan oleh orang-orang BERDOSA di dunia kepada penjahat yang tertangkap. Itulah yang dilakukan oleh orang-orang BERDOSA terhadap sesama manusia agar TIDAK dijahati oleh penjahat. Menurut ajaran Budi Asali di atas, apa yang dilakukan oleh Allah untuk MELINDUNGI manusia dari kejahatan? Allah MENYEBAR ancaman bahwa Dia akan BALAS DENDAM setelah penjahat MATI. Kenapa Allah HANYA menyebar ANCAMAN? Ha ha ha ha …. Mungkin karena Allah yang MAHASUCI tidak bisa BERSATU dengan orang BERDOSA. Ha ha ha ha …. Mungkin saja karena hukuman DOSA adalah KETERPISAHAN dari Allah.
Handai taulanku sekalian, Allah MAHASUCI sedangkan manusia BERDOSA. Itu sebabnya KEADILAN manusia BERBEDA dengan KEADILAN Allah. Itu sebabnya Allah disebut MAHAADIL. Manusia MENEGAKKAN keadilan dengan MENCEGAH penjahat menjahati masyarakat. Allah menegakkan keadilan-Nya di dunia dengan MENGANCAM akan BALAS DENDAM namun membiarkan penjahat menjahati sesamanya semena-mena. Kenapa Allah membiarkan penjahat berbuat jahat seenak jidatnya? Karena Allah itu MAHAKASIH, maka penjahat pun DIKASIH kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat jahat.
Namun jangan kuatir kisanak. Allah itu setia dan adil. Itu sebabnya setelah SETIA membiarkan para penjahat berbuat JAHAT sampai mereka MATI dan nggak BISA berbuat jahat lagi maka Allah pun unjuk KEMAHAADILANNYA. Ha ha ha ha ha ….. Setelah MATI dan nggak BISA berbuat JAHAT lagi, untuk apa para penjahat itu DIHUKUM? Tentu saja untuk menunjukkan bahwa Allah itu MAHASUCI dan MAHAADIL. Dari mana anda tahu bahwa Allah itu mahasuci? Dari melihat Allah TIDAK bisa bersatu dengan PENJAHAT yang berdosa. Dari melihat penjahat dihukum TERPISAH dari Allah. Dari mana anda tahu bahwa Allah itu mahaadil? Dari melihat penjahat-penjahat DIGAMPAR, ditendang, ditonjok, digebuk, dicambuk, diejek sampai mereka KEHAUASAN. Nah …… ketika KEHAUSAN mereka pun diberi ANGGUR ASAM. Ha ha ha ha ha ….. ya yang haus, yang haus, yang haus. Rasain lu KEHAUSAN. Gua cekokin anggur asam lu! Dari mana kita tahu para penjahat akan mengalami nasib seperti itu? Tentu saja dari Budi Asali yang mengajarkan bahwa Yesus MENGGANTIKAN manusia menerima hukuman dari Allah. Karena itulah yang dialami Yesus dulu, bukankah itu pula yang akan dialami para penjahat setelah mereka MATI? Ha ha ha ha ha …. Ho ho ho ho ho ….. Kita harus berterima kasih kepada para penjahat sebab tanpa mereka mustahil kita tahu bahwa Allah itu MAHASUCI dan MAHAADIL bukan? Coba bayangkan bila tidak ada penjahat, bagaimana kita tahu kalau Allah itu mahasuci dan mahaadil, hayo? Ha ha ha ha …
Lho bukankah Budi Asali mengajarkan bahwa Allah yang MAHASUCI tidak bisa BERSATU dengan orang BERDOSA dan hukuman DOSA adalah KETERPISAHAN dari Allah? Bila tidak bisa bersatu dan TERPISAH lalu bagaimana CARA Allah menggampar dan MENUNJANG (menendang) serta de el el para penjahat tersebut? Ha ha ha ha ha ha ….. Tenang saja, kisanak, para teolog reformed SEJATI pasti menemukan CARANYA. Setelah tahu caranya, mereka pasti memberitahu Allah.
Budi Asali: II) Kristus adalah substitute (= pengganti) kita.
Bahwa Kristus adalah substitute (= pengganti) kita terlihat dari text khotbah hari ini, yaitu Yes 53:4-6 dan 2 Kor 5:15.
Yes 53:4-6 – “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”.
2 Kor 5:15 – “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka”.
Tetapi hal itu juga bisa terlihat dari:
1) Fakta bahwa Kristus tidak berdosa (2Kor 5:21 Ibr 4:15).
Andaikata Ia berdosa, maka pada saat Ia mati, Ia mengalami hukuman untuk diriNya sendiri. Tetapi karena Ia suci, maka pada saat Ia mati, Ia mengalaminya untuk kita!
2) Jenis hukuman mati yang Ia alami adalah salib, bukan penggal, rajam dsb. Mengapa harus salib? Karena salib adalah hukuman yang terkutuk, dan dengan mengalami kematian yang terkutuk itu, Ia menanggung kutuk yang seharusnya untuk kita (Ul 21:23 Gal 3:10,13).
3) Penderitaan yang luar biasa yang Ia alami.
Kristus mengalami penderitaan yang luar biasa hebatnya, seperti:
o pencambukan.
Ingat bahwa Ia dicambuki dengan cambuk Romawi, yaitu tali-tali kulit yang diberi besi-besi tajam, tulang-tulang yang diruncingkan, sehingga pencambukan itu betul-betul menghancurkan punggungNya.
o penyaliban.
Bisakah saudara bayangkan sakitnya kalau paku-paku menebus tangan dan kaki saudara? Dan bagaimana penderitaan saudara kalau setelah itu saudara digantungkan selama berjam-jam sampai saudara mati? Itulah yang Yesus alami bagi saudara! Kristus memang harus mengalami penderitaan yang luar biasa ini, karena penderitaan di neraka juga luar biasa hebatnya!
4) Kristus menolak anggur bius (Mat 27:34).
Banyak penafsir beranggapan bahwa Ia menolak anggur itu, karena anggur itu mengandung sejenis ramuan bius, yang bisa mengurangi rasa sakit. Yesus sadar bahwa saat itu Ia sedang menggantikan kita dalam memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia tidak mau rasa sakitnya dikurangi. Ia mau memikul 100 % hukuman dosa kita!
5) Kristus mengalami kehausan (Yoh 19:28 bdk. Maz 22:16).
Ingat bahwa orang di neraka pasti mengalami kehausan yang luar biasa. Bandingkan dengan kehausan dari orang kaya di neraka dalam Luk 16:23-24. Kristus menggantikan kita memikul hukuman itu, dan karenanya Ia harus mengalami kehausan yang luar biasa. Ini menyebabkan kita tidak perlu mengalami kehausan di neraka, asal kita mau percaya kepada Yesus!
6) Kristus mengalami keterpisahan dengan Allah (Mat 27:46).
Keterpisahan dengan Allah merupakan hukuman dosa (Yes 59:1-2, 2 Tes 1:9). Kristus menggantikan kita memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia harus mengalami keterpisahan dengan Allah/BapaNya.
7) Kristus mati.
Upah dosa ialah maut (Ro 6:23), dan karena itu Kristus, yang menggantikan kita untuk memikul hukuman dosa, harus mengalami kematian.
Karena itu, orang yang percaya Yesus, sekalipun tetap mengalami kematian, tetapi tidak mengalami kematian itu sebagai hukuman dosa, tetapi sebagai pintu gerbang menuju surga!
“Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepadaKu. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup”. Yesaya 66:24
sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Matius 8:12
di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Markus 9:48
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Lukas 16:24
“Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”. Wahyu14:11
dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. Wahyu 20:10
Bengcu Menggugat: Kerabatku sekalian, ketika mengajarkan tentang neraka (untuk membacanya silahkan klik di SINI), Pdt. Budi Asali mengutip ayat-ayat tersebut di atas sebagai sumber pustakanya. Apabila doktrin Yesus menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah memang benar, bukankah itu berarti Yesus harus datang lagi karena DULU nggak sempat mengalami hal-hal berikut ini:
- Disate dalam lautan api dan belerang (Wahyu 20:10)
- Diasap (Wahyu 14:11)
- Disakitin dalam nyala api (Lukas 16:24, Yesaya 66:24)
- Diblatungin alias dikasih belatung nyang nggak mati-mati (Markus 9:48, Yesaya 66:24)
- Dicampakkan ke dalam gelap yang paling guueeelaaaap banget (Matius 8:12
- Menggertak gigi dan menangis (Matius 8:12)
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23
Bengcu Menggugat: Yesus mustahil Mati Menggantikan Manusia. Berdasarkan Roma 6:23, Budi Asali mengajarkan bahwa Yesus mati menggantikan manusia. Alkitab Penjanjian Lama mencatat, hanya ada 2 orang manusia yang tidak mati yaitu: Elia dan Henokh. Yang lainnya MATAL alias MATI TOTAL. Apabila Yesus memang mati menggantikan manusia, maka itu berarti Dia hanya mati menggantikan Elia dan Henokh saja, bukan? Karena yang lainnya SUDAH MATI jadi nggak perlu digantikan.
Sejak kematian Yesus di salib sampai saat ini, tidak ada satu manusia pun yang nggak mati-mati. Apabila Yesus memang MATI menggantikan manusia, bukankah seharusnya nggak ada lagi manusia yang mati atau minimal sebagian manusia yang digantikannya nggak mati-mati? Faktanyua manusia tetap mati?
Alkitab tidak mencatatnya namun Budi Asali mengajarkan (Entah dapat wahyu dari mana dari hongkong kali?) bahwa sejak Yesus mati menggantikan manusia maka kematian manusia BUKAN hukuman dosa LAGI namun PINTU gerbang ke sorga! KEMATIAN manusia adalah PINTU gerbang ke sorga? Bukankah itu berarti Yesus tidak perlu menggantikan manusia untuk mati karena SETELAH menjalani hukuman MATI maka manusia BOLEH ke sorga. Itu sebabnya tertulis, upah dosa adalah MAUT? Setelah membayar dengan MATI maka HUTANG dosa pun LUNAS, oleh karena itu manusia pun bebas melenggang ke sorga. Ha ha ha ha ha …
Kerabatku sekalian, apa bila Budi Asali memang mendapat wahyu baru (wahyu dari hongkong?) sehingga yang diajarkannya benar, maka inilah daftar hal-hal yang dialami Yesus ketika menggantikan manusia menerima hukuman dari Allah:
- Dibelenggu
- Digampar anak buah Hanas
- Digebukin anak buah Kayafas
- Diejek dan dihina anak buah Kayafas
- Digampar tentara
- Digebukin tentara
- Diejek dan dihina tentara
- Memikul salib sampai luar
- Diarak ke Golgota
- Disalib
- Diejek dan dihina masyarakat
- Diejek dan dihina imam-imam
- Diejek dan dihina penjahat yang sama-sama disalib
- Kehausan
- Dikasih minum anggur asam
- Ditombak ulu hatinya setelah mati
Sayang sekali, Budi Asali sama sekali tidak menjelaskan, kenapa Alkitab tidak mencatat bahwa hal-hal yang dialami Yesus tersebut di atas adalalah hal-hal yang seharusnya dialami oleh manusia ketika dihukum oleh Allah. Itu sebabnya percuma mencari sampai kuda gigit jari sebab mustahil menemukan ayat yang isinya kira-kira Allah berkata, “Gua gampar lu kalau melanggar! Gua gebuk lu kalau melanggar! Gua hina lu! Gua arak keliling kampung lu kalau melanggar! Gua salib lu kalau melanggar! Gua bunuh lu kalau melanggar! Gua bikin haus lu klo melanggar! Gua cekokin anggur asam waktu haus lu kalau melanggar! Gua suruh masyarakat ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh imam-imam ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh tanktara ngejek lu kalau melanggar! Gua suruh penjahat ngejek lu kalau melanggar! Gua tombak jantung lu setelah mati kalau melanggar! ”Ha ha ha ha ha … mungkin saja Allah sudah tua dan pikun itu sebabnya dia baru inget untuk berfirman tentang hal tersebut kepada Budi Asali yang mulia itu? Ha ha ha ha ha …
Allah MUSTAHIL Menghukum Manusia
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:17
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Kejadian 22:2
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Kejadian 22:9-10
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Kejadian 22:11-12
kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” Kejadian 22:16-18
Kerabatku sekalian, kenapa anda mencobai seseorang? Anda mencobai seseorang karena tidak tahu dan ingin tahu. Anda mencobai seseorang untuk menampi alias menyaring. Tujuan pencobaan adalah Quality Control (QC). Ada yang lolos QC ada yang tidak lolos. Pembantu rumah tangga yang tidak lolos QC pasti dipecat. Pegawai yang tidak lolos QC pasti di-PHK. Itu sebabnya baik pembantu rumah tangga maupun pegawai disebut KARYAWAN. Bila tidak mampu BERKARYA sesuai standard, mustahil dipekerjakan. Semua TUAN merasa dirinya BIJAKSANA dan PINTER ketika memecat pegawai-pegawainya yang tidak lolos QC. Semua tuan merasa dirinya adil ketika menolak calon-calon karyawan yang tidak lolos QC. Itu sebabnya mereka disebut TUAN.
Anak-anak seperti apa yang anda harapkan? Apakah anak-anak anda lahir sesuai harapan anda? Apa yang anda lakukan terhadap anak-anak yang lahir tidak sesuai harapan anda? Apa yang anda lakukan ketika anak-anak anda lahir tidak seganteng dan secantik yang anda harapkan? Apa yang anda lakukan ketika anak-anak anda lahir cacat? Ketika anak-anak lahir, apa harapan anda terhadap mereka dalam pertumbuhannya? Apakah mereka bertumbuh kembang sesuai dengan harapan anda? Anda punya harapan terhadap anak-anak anda. Itulah standardnya. Anda melakukan QC atas mereka. Ada yang lolos QC ada yang tidak. Apa yang anda lakukan terhadap anak-anak yang tidak lolos QC? Anda membunuh mereka? Anda membuang mereka? Anda menghukum mereka? Anda menyiksa mereka? Anda kecewa, sedih, kesal, marah bahkan tidak menyukai mereka namun tidak pernah membenci mereka, itu sebabnya tidak pernah mereka-reka cara untuk menyakiti apalagi membunuh mereka. Ada kalanya anda gelap mata lalu murka membabibuta namun ketika hal itu berlalu anda pun menyesalinya. Anda berusaha dengan berbagai cara agar anak-anak memenuhi KUALITAS yang anda harapkan dari mereka namun ketika mereka gagal bahkan menolak harapan anda mentah-mentah, anda sakit hati namun tidak mendendam itu sebabnya tidak mencari-cari cara untuk balas dendam.
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Yakobus 1:13
Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Kejadian 9:5
Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6
Hubungan tuan dan karyawan berbeda dengan hubungan antara orang tua dan anak. Bila karyawan tidak berkarya dengan baik maka TUAN yang pinter dan bijaksana akan menghukumnya bahkan memecatnya lalu mencari yang lainnya. Meskipun anak-anak tidak memenuhi harapan orang tuanya, walaupun merasa sakit hati namun orang tua tidak akan pernah membenci anak-anaknya apalagi membalas dendam kepada mereka. Itu sebabnya Allah tidak DICOBAI oleh manusia. Itu sebabnya Allah tidak MENCOBAI manusia. Karena manusia adalah anak-anak-Nya, BUKAN hamba-Nya. Itu sebabnya kita menyapa Allah dengan sebutan BAPA, bukan TUAN apalagi TUHAN (mahatuan).
Allah berusaha dengan berbagai cara agar anak-anak-Nya hidup saling mengasihi dan tidak saling menyakiti apalagi saling menjahati. Ketika melihat bumi penuh dengan kekerasan Allah sedih dan kesal bukan kepalang namun Dia tidak akan pernah membalas dendam kepada anak-anak-Nya setelah mereka nggak bisa berbuat jahat lagi karena MATI. Allah tidak akan menyiksa apalagi memusnahkan siapa pun walaupun dia jahat. Di dalam seluruh Alkitab, Allah hanya akan menuntut balas kepada para pembunuh manusia. JANGAN membunuh manusia sebab pada saat anda MEMBUNUH saya maka pada saat yang sama saya pun MEMBUNUH anda. Pada saat saya lenyap dari kehidupan anda maka anda pun hilang dari kehidupan saya. Kenapa demikian? Karena ketika tubuh saya mati jiwa saya tetap hidup. Ketika tubuh saya mati bagi anda maka tubuh anda pun mati bagi jiwa saya.
Kerabatku sekalian, Allah tidak MENCOBAI itu sebabnya Dia tidak MENGHAKIMI. Karena tidak MENGHAKIMI maka Allah tidak MENGHUKUM. Yesus mati menggantikan manusia menerima hukuman Allah? Itu DONGENG belaka!
NB.
Hai hai menantang Esra Alfred Soru dan siapa saja untuk BERAPOLOGETIKA menghadapi 7 blog hai hai di bawah ini di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Apabila yang diajarkan oleh hai hai benar maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukung yang diajarkannya. Atas tantangan tersebut, Esra Alfred Soru menyatakan, “Benar sekali pak Albert, saya memang tak tertarik debat dengan orang seperti si Bugil ini, tapi kadang kita perlu melempar seekor anjing walaupun kadang kita abaikan gonggongannya.” Ini adalah blog ke 6 dari 7 blog tantangan hai hai. Semoga Esra Alfred Soru bisa melempar anjing dengan tepat dan membungkam gonggongan hai hai atau dia cukup JANTAN untuk mengakui KEBENARAN? Ha ha ha ha …..
- Bengcu Menggugat karena Yesus MUSTAHIL iman, nabi dan raja Yahudi.
- Bengcu Menggugat karena “3 hari 3 malam = hari ke 3 = setelah 3 hari” adalah ajaran SESAT
- Bengcu Menggugat karena Stefanus MEMBUAL
- Bengcu Menggugat karena Doktri Allah Tritunggal adalah Ajaran SESAT
- Bengcu Menggugat karena Doktrin Yesus Satu pribadi DUA hakekat adalah ajaran sesat
- Bengcu Menggugat Karena Yesus MUSTAHIL mati MENGGANTIKAN manusia MENERIMA hukuman Allah
- Bengcu Menggugat karena Alkitab MUSTAHIL ditulis atas ILHAM Roh Kudus
Hai hai: Yehezkiel 18:20 Doktrin Yesus Mati Menggantikan manusia adalah ajaran SESAT Siapakah yang DIHUKUM? Mereka yang MELANGGAR hukum Taurat.
Siapa yang akan menghukum? YHWH (TUHAN) yang memberikan HUKUM taurat. Kepada siapakah HUKUM taurat diberikan? Kepada bangsa Israel.
Sebab Allah tidak memandang bulu. Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. Roma 2:11-12
Siapa yang akan DIHAKIMI oleh hukum TAURAT? Mereka yang hidup di bawah hukum taurat.
Apa yang terjadi dengan mereka yang TIDAK hidup di bawah hukum taurat setelah MEREKA MATI? Mereka TIDAK akan DIHAKIMI dengan hukum TAURAT. TIDAK dihakimi berarti TIDAK AKAN DIHUKUM alias TIDAK AKAN DIBINASAKAN JIWA-nya (NEPHES) oleh YHWH karena MELANGGAR hukum Taurat.
Wow ….. kok ayat yang anda KUTIP untuk MENDUKuNG ajaran anda BERBALIK MENENTANG ajaran anda ya kisanak? Ha ha ha ha … itu karena ajaran anda SESAT sebab BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab. Ha ha ha ha …
Hai hai, seblum kita lanjut ada beberapa hal kita coba samain dulu.
Alkitab adalah wahyu Allah yang tertinggi dimana Allah menyatakan diriNya dan memperkenalkan diri NYa kepada anak anak Nya.
2 Tim 3 : 16
pasa πᾶσα Every Adj-NFS
graphē γραφὴ Scripture [is] N-NFS
theopneustos θεόπνευστος God-breathed Adj-NFS
kai καὶ and Conj
ōphelimos ὠφέλιμος profitable Adj-NMS
pros πρὸς for Prep
didaskalian διδασκαλίαν teaching, N-AFS
pros πρὸς for Prep
elegmon ἐλεγμόν reproof, N-AMS
pros πρὸς for Prep
epanorthōsin ἐπανόρθωσιν correction, N-AFS
pros πρὸς for Prep
paideian παιδείαν discipline N-AFS
tēn τὴν which [is] Art-AFS
en ἐν in Prep
dikaiosynē δικαιοσύνῃ righteousness;
Juga di sebut sebagai NAFAS ALLAH.
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dan kita juga mengakui bahwa Allah Roh Kudus yang mengilhami orang orang yang menulis kitab2 yang terdiri dari 40 kitab.
Setiap penulis menulis menurut karekter, sifat dan emosi , dan latar belakang yang tidak di halangi oleh Roh Kudus, tetapi tetap tujuan penulisan di jaga oleh Roh Kudus.
Alkitab harus di baca berkesinabungan, ayat mendukung ayat, ayat menjelaskan ayat, Alkitab tidak membutuhkan bukti diri, karena dia adalah Wahyu Allah sendiri.
Inti Alkitab adalah Kristus Yesus, yang menjalankan Misi Nya, dengan datang ke dunia ciptaanNya, menyelamatkan manusia yang berdosa.
Nubuat2 di Perjanjian Lama telah lengkap menulis tentang Misi Kristus dating ke dunia menyelamatkan manusia, sejak kejatuhan Adam kedalam dosa kej 3 : 15
1 Kor 15
15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
Itulah inti INJIL , Kristus mati karena dosa dosa kita, yang seharusnya kita yang harus menanggung kematian kekal.
Yoh 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Pada saat Tuhan Yesus menyatakan SUDAH SELESAI, berarti MISI KARYA KESELAMATAN ALLAH TELAH SELESAI.
Hanya Anak Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus yang mampu memperdamaikan dan menjadi pengantara antara Allah dan manusia.
I Timotius 2
2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Roma 3
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
II Korintus 5
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Kolose 1
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
I Yohanes 4
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Itulah inti dari Alkitab, Kristus Yesus dan Misi Karya Keselamatan Allah.
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus MATI MENANGGUNG DOSA MANUSIA, MENJADI PENGANTARA DAN PENDAMAI antara Allah dan manusia.
Kalau manusia tidak PERCAYA pada BERITA INJIL DI ATAS, maka sia2lah dia mengikut Kristus.
Karena memang hanya karena Roh Kudus, orang dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan .
Roma 10
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
I Korintus 12
12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
Karena hari ini kita mengenang kematian Kristus di atas salib , menanggung dosa dosa kita, maka perlu kita belajar APA YANG DI KATAKAN ALKITAB.
RITA RATINA: Dan kita juga mengakui bahwa Allah Roh Kudus yang mengilhami orang orang yang menulis kitab2 yang terdiri dari 40 kitab. Setiap penulis menulis menurut karekter, sifat dan emosi , dan latar belakang yang tidak di halangi oleh Roh Kudus, tetapi tetap tujuan penulisan di jaga oleh Roh Kudus.
Nona, Ha ha ha ha ha ha … anda benar-benar KERAS KEPALA. bukankah sudah saya beritahu anda bahwa ROH KUDUS bukan Allah? bukankah sudah saya beritahu anda bahwa Alkitab TIDAK pernah MENGAJARKAN tentang ALLAH ROH KUDUS? Ha ha ha ha ha ha….. ALLAH ROH KUDUS mengilhami orang orang yang menulis Alkitab? Ha ha ha ha … itu ajaran SESAT karena BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab. Mau tahu apa itu Alkitab? Bacalah blog-blog berikut ini dengan TELITI dan HATI-HATI tanpa PRASANGKA. untuk membacanya, silahkan klik di SINI.
Sabar hai hai saya juga maunya demikian, karena di dunia ini kalau tidak ada iblis, amnlah kita semua, tidak ada yang mmepermainkan pikiran kita dan tidak ada orang yang di pakai ibli untuk mempengaruhi orang lain berbuat jahat, seperti teroris .
So, Alkitab mengatakan BELUM, jadi sabarlah, dan ALKITAB mengatakan EF 6, YANG KITA HADAPI ADALAH PENGUASA DI UDARA INI , YAOTI IBLIS DAN ANAK BUAHNYA, so admit it.
Ini saja ayatnya masih banyak, jadi jangan kwatir buuuuanyak ayatnya.
I Petrus 1
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
– Titus 3:5
pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh ROH KUDUS,
Oleh BAPTISAN ROH KUDUS DAN FIRMAN ALLAH YANG HIDUP DAN YANG KEKAL
Hati2 lah hai hai mengatakan yang anda tidak mengetahuinya, itu adalah dosa kekal.
Markus 3
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Ef1
1:13 Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
1 Kor 12
12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
Di Perjanjian Lama juga sudah menyebut Roh Kudus .
Yesaya 63
63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
Yesaya 63
63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
Allah Roh Kudus kadang di sebut Roh Allah, Roh Nya, Roh Kristus.dan Roh Ku.
Matius 12
12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Roma 8
8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Roma 8
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah
I Korintus 3
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
II Korintus 3
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
I Yohanes 4
4:2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
Yohanes 15
15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Kadang di sebut Roh Kebenaran dan Roh Penghibur. Juga Roh Hikmat dan Wahyu.
Ef 1
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Allah Bapa , Allah Anak , dan Allah Roh Kudus, yang merupakan satu hakekat, 3 pribadi yang berbeda.
Tuhan Yesus selalu mengatakan Aku dan Bapa adalah satu, Aku di dalam Bapa , Bapa di dalam Aku, dan Roh Kudus keluar dari Allah Bapa.
Memang pribadi2 Allah mempunyai keunikan yang membuat manusia sulit menerima.
Seringkali manusia merasa ada 3 Allah, hanya manusia yang telah di beri IMAN oleh Allah, baru mampu mengerti makna kepribadian Allah.
Kamu pasti sedang maki2 , ngaco belo, tidak hai hai, dengan tulus saya mengatakan hai hai, memang demikianlah adanya, theolog2 yang kamu tidak suka, lupakah kamu setiap orang di beri KARUNIA KARUNIA ada yang mengajar, dll
1 Kor 12
12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Setiap jaman Tuhan memberi karunia kepada orang2 yang di pakai oleh Allah, percayakah hai hai kepada PEMELIHARAAN ALLAH.
Saya percaya pada pemeliharaan Allah yang senantiasa menjaga anak anakNya dengan kuasaNya, sehingga Firman Tuhan di ajarkan pada anak anakNya, melalui Bapa2 Gereja kita.
Kita yang di pimpin oleh Allah Roh Kudus, di ajar untuk memilah yang benar, kalau kita dengan sungguh mencari kebenaran dan belajar mengenal Allah dengan sungguh, tentu kita akan terus di pimpin memilah yang benar.
Masih banyak yang harus kita belajar dari KEBENARAN ALLAH yang sangat dalam dan kaya, seumur hidup kita tidak mungkin mengetahui semuanya.
Hai hai belajar dari orang tidak ada yang salah, ajaran2 dapat kita bandingkan,. dan sesuai kan dan jadikan Alkitab menjadi hakim bagi ajaran2 itu.
kalau memang Alkitab tertulis seperti ajaran2 itu, baiklah kita dapat menerima dengan baik, karena ALKITAB mendukung dengan BANYAK AYAT AYAT NYA.
SILAKAN BELAJAR DENGAN PAK TONG, APA ITU WAKTU DAN KEKEKALAN.
WAKTU DAN KEKEKALAN
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mzm. 90:12)
Setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda ketika menyongsong tahun yang baru.
Orang tua akan memiliki perasaan yang berbeda dari anak muda.
Anak muda akan menyongsong tahun baru dengan perasaan begitu sukacita karena usianya bertambah dan ia menjadi semakin besar.
Anak-anak senang dengan tahun baru karena sering kali ada banyak hadiah dan baju baru yang akan mengiringinya.
Tetapi bagi orang tua, tahun baru sering berarti semakin tipisnya waktu, semakin menurunnya kesehatan, kesempatan semakin sempit, dan hari depan makin mendekat menuju kuburan.
Perasaan seperti ini tidak harus dimiliki atau dimonopoli oleh setiap orang tua.
Seharusnya perasaan ini juga ada pada anak muda yang menghargai waktu yang sisa dalam hidupnya. Hidup, kata Agustinus mengutip Yesaya, adalah titik awal Allah menentukan dan terus berjalan sampai pada akhir.
Sejak saat itu, konsep waktu ini mengubah seluruh sejarah dan kebudayaan manusia untuk lebih bertanggung jawab, lebih serius, dan memiliki perasaan eksistensi diri di hadapan Allah dalam menggunakan waktu.
Waktu menjadi begitu penting sebagai salah satu dari dua wadah terpenting yang Tuhan karuniakan kepada kita sebagai wadah keberadaan kita. Wadah keberadaan seluruh ciptaan adalah waktu dan ruang.
Di dalam waktu yang bersifat abstrak terdapat proses yang tidak kelihatan. Di dalam tempat, ada wilayah yang bisa diukur. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain disebut gerak.
Ketika bergerak, ada waktu gerak, ada wilayah yang tidak kelihatan yang disebut waktu.
Apa itu waktu? Sulit menjelaskan waktu karena waktu begitu abstrak, tidak kelihatan, tetapi begitu riil, faktual, dan realistis.
Kita berada di dalamnya. Lingkup waktu bisa mengisi berbagai kesempatan, bisa membuat sejarah, dan memiliki ingatan.
Bagi Agustinus, ingatan membuat kita bisa berkait dengan kekekalan.
Kekekalan bukan perpanjangan waktu, tetapi melampaui (transcend) waktu.
Ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia membubuhkan unsur kekekalan ke dalam unsur waktu yang menjadi wadah manusia sebagai ciptaan.
Dengan demikian manusia menjadi satu-satunya makhluk yang bisa meninjau waktu dengan subjektivitas yang tidak terikat oleh waktu.
Manusia adalah satu-satunya eksistensi yang melihat diri berada di dalam waktu sambil melihat Allah di luar waktu.
Allah itu kekal adanya dan Allah menciptakan manusia menurut peta dan teladan Allah.
Dengan demikian manusia juga memiliki sifat transenden yang melampaui waktu.
Ini menjadikan manusia sangat bersifat paradoks.
Manusia hidup paradoks karena kekekalannya terkurung waktu.
Ketika hidup bertubuh, manusia menjadi lebih kecil dari waktu dan waktu menggeser manusia membawanya ke ajal, akhir dari eksistensi materi di dalam waktu.
Namun kekekalan yang berada di dalam manusia lebih besar dari waktu sehingga manusia mengeluh dan memiliki rasa tidak puas.
Ini menyebabkan adanya motivasi agama yang mau melepaskan diri dari waktu dan masuk ke dalam kekekalan.
Manusia mau menerobos ikatan waktu menuju ke dunia yang lain.
Pergumulan, kemelut, dan kesulitan ini muncul di banyak syair dari kebudayaan-kebudayaan yang tinggi di mana manusia mau melepaskan diri dari keterbatasan dan melepaskan diri dari konflik hidup karena Tuhan menciptakan manusia dengan kekekalan yang berada di dalam waktu.
Perjuangan untuk keluar melepaskan diri dari belenggu waktu dan ruang merupakan tuntutan yang sangat dasar dan hakiki bagi setiap pribadi yang sadar bahwa dia adalah manusia.
Hidup bijaksana adalah hidup yang mampu menguasai waktu yang mengikat diri; dan hidup yang bodoh adalah hidup yang membiarkan kekekalan diri diikat oleh waktu dan dikuasai oleh waktu yang akan lewat.
Alkitab adalah satu-satunya yang memberikan prinsip yang mengaitkan tiga hal sebagai satu keutuhan, yaitu waktu, kebijaksanaan, dan moralitas.
Orang bijaksana adalah orang yang hidup menebus waktu dalam kesucian.
Baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru, ditekankan bahwa orang yang ingin mengerti kehendak Tuhan harus memiliki kebijaksanaan.
Dunia ini adalah dunia yang jahat karena itu menuntut kita untuk hidup bijaksana.
Orang yang bijak akan berhati-hati berkawan dengan orang lain.
Orang bijak akan takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan.
Ia akan mempergunakan waktu dengan bertanggung jawab kepada Allah yang kekal.
Waktu dan Kekekalan
Di dalam filsafat Yunani Kuno ada tiga hal yang dikaitkan, tetapi ketiga unsur ini sangat dangkal jika dibandingkan dengan Alkitab.
Bagi filsafat Yunani kuno, Plato dan Sokrates menekankan bahwa orang yang bijak adalah orang yang bermoral tinggi dan orang sedemikian akan hidup bahagia.
kebijaksanaan sejati membawa kebajikan sejati; dan kebajikan sejati menghasilkan kebahagiaan sejati.
Namun pemikiran Yunani kuno ini jika dibawa ke bawah terang Alkitab akan terlihat kehilangan dua unsur yang paling penting, yaitu waktu dan kekekalan.
Pemikiran Kitab Suci jauh lebih tinggi dari semua filsafat manusia.
Maka, Theologi Reformed mengharuskan kita untuk selalu kembali kepada Alkitab.
Terang dunia secara natural yang berasal dari filsafat, rasio, kebudayaan, dan agama tidak cukup untuk menerangi hidup manusia, tetapi sinar cahaya wahyu Tuhan Allah yang merupakan kebenaran, hikmat, dan moralitas tertinggi akan membawa manusia menemukan apa yang disebut kebahagiaan.
Kebahagiaan harus bersifat kekal karena kebahagiaan tidak terjadi hanya dalam kesementaraan, dan kesementaraan hanya dicipta sebagai wadah keberadaan manusia selama di dunia.
Maka, baik konsep agama dari Immanuel Kant maupun konsep kebahagiaan dari filsafat Yunani kuno sama-sama kehilangan unsur penting yaitu kekekalan, dan akibatnya adalah kurangnya kesadaran akan perlunya bertanggung jawab di hadapan Allah.
Di masa tuanya, Kant menulis pada temannya bahwa sebenarnya ada 4 hal yang ia ingin ketahui, yaitu:
1) siapa saya, who am i ?
2) dimana saya ? where am i ?
3) apa yang dapat saya ketahui, What is wrong ?
4) apa yang harus saya lakukan. What is remedy ?
Semua ini menelurkan buku-buku agung seperti The Critique of Pure Reason, The Critique of Practical Reason, dan The Critique of Judgement.
Tetapi sebenarnya ada unsur keempat yang paling ia ingin ketahui, yaitu tentang iman, yang terungkap dalam satu buku kecilnya, Religion within the Limits of Reason Alone.
Kant melihat pada agama ada dua unsur penting, yaitu sistem moral dan sistem ibadah.
Sistem ibadah membawa manusia lepas dari wadah terbatas untuk menjangkau objek yang lebih tinggi dan lebih besar dari manusia.
Ini membawa seluruh Jerman ke arah idealisme Jerman (Hegel).
Pemikiran ini membuat Kierkegaard memberontak.
Kierkegaard menerobos filsuf sebelumnya karena ia adalah yang pertama yang mengaitkan waktu dengan kekekalan.
Saya menambahkan pemikiran Kant menjadi: “Agama adalah sistem moral dan ibadah yang berkaitan dengan pengharapan akan kekekalan.” Ini yang hilang dari pemikiran Kant.
Empat pertanyaan Kant menjadi:
1) wadah antropologi;
2) wadah epistemologi;
3) wadah etika; dan
4) wadah agama.
Tetapi karena kurang unsur kekekalan maka agama Kant hanya berada dalam sistem moral dan ibadah. Karena itu di setiap wisuda di Königsburg, semua dosen masuk dan melakukan kebaktian namun Kant selalu beralasan ke kamar mandi dan menghilang. Ia kehilangan kekekalan dalam hidupnya.
Jika dibandingkan dengan Kant, Alkitab lebih dari 3.300 tahun sebelumnya sudah mencatat tulisan Musa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami mempunyai hati yang bijaksana” (Mzm. 90:12).
Mungkin ini salah satu kalimat yang paling jelas mengaitkan waktu dan kekekalan.
Mazmur ini ditulis di tengah padang gurun di mana umat Israel berada dalam pengembaraan.
Mazmur ini terdiri dari dua bagian, yaitu
bagian pertama berbicara tentang pengertian kesementaraan, di mana hidup penuh keluh kesah;
bagian kedua adalah doa yang keluar dari lubuk hati orang yang sadar akan kekekalan Allah.
Ayat pertama mengatakan bahwa dari zaman ke zaman, sebelum ada langit dan bumi, sebelum gunung diciptakan, Allah adalah Tuhan.
Di sini kita melihat bahwa iman menerobos batas waktu menuju ke kekekalan.
Dari pengenalan akan Allah dan kekekalan, kini mau mencoba mengerti dan menghitung apa itu waktu.
Di sini kita melihat pemikiran Musa sudah jauh menerobos seluruh pikiran filsafat Sokrates, Plato, maupun Aristoteles.
Menghitung waktu harus dilihat dari sudut pandang kekekalan.
Kekal itu tidak terbatas sementara waktu itu merupakan batasan maka kita harus meminta pertolongan Tuhan untuk mengerti waktu.
Waktu dan Kekekalan
Setiap kali kita memasuki tahun yang baru seharusnya kita menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak diperkenankan melewatinya.
Ketika Tuhan mengizinkan kita memasuki tahun ini, apa sebenarnya yang Tuhan inginkan?
Apa hubungan saya dengan tahun ini?
Dan apa yang harus saya pertanggungjawabkan di tahun yang sementara ini kepada Tuhan Allah yang kekal?
Setiap orang bijak akan mengubah kronos menjadi kairos.
Setiap orang bijak akan memperalat modal yang disebut waktu untuk mendapatkan nilai yang kekal.
Kronos adalah waktu biologis, waktu yang berjalan secara kontinu.
Kairos adalah kesempatan.
Semua kronos tidak diingat kecuali dia sudah bergabung dengan kairos.
Saat penting yang Tuhan catat, itulah kairos.
Ketika engkau pertama kali percaya kepada Tuhan dan mau taat pada panggilan Tuhan, saat itu Tuhan catat.
Tetapi saat engkau pacaran lalu patah hati, Tuhan tidak catat, tetapi engkau yang mencatat.
Apa-apa yang terkait dengan rencana Tuhan, itulah kairos.
Setiap orang sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari dan 365 hari setahun.
Ada yang dapat menggunakannya sebagai modal, tetapi ada yang tidak.
Modal bukan selalu uang. Kita memiliki modal keterampilan, modal kesehatan, modal intelektual, dan banyak lagi.
Salah satu modal penting yang Tuhan beri adalah waktu.
Setiap modal harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, berapa banyak yang sudah kita investasikan dalam kekekalan.
Orang yang pandai dan berbijaksana adalah orang yang bisa menggunakan waktu yang dapat lewat – dan memang harus lewat – dan tidak kembali lagi, untuk mencapai sesuatu yang menggugurkan sejarah dan tidak bisa dihapuskan lagi.
Banyak orang hanya sibuk dengan modal uangnya, untung berapa atau rugi berapa, namun itu tidak banyak dicatat oleh Tuhan di dalam sejarah. Tuhan melihat secara lain.
Seberapa banyak waktu yang diberikan Tuhan telah kita boroskan untuk hal yang tidak bernilai kekekalan.
Saya sering mengingat akan Yohanes Pembaptis.
Ia hidup hanya sekitar 31 tahun lebih dan menjadi martir.
Ia mempunyai waktu efektif berkarya sekitar delapan bulan saja, tetapi hampir tidak ada orang yang menginvestasikan hidup lebih indah dan lebih bijaksana dari Yohanes Pembaptis.
Dia sepertinya tahu bahwa kesempatannya sangat sedikit maka dalam waktu yang sedemikian singkat dia harus mengatakan, melakukan, menegur, menguraikan, membangun apa, dia tidak mengabaikan sedikit pun juga.
Paul Tillich di dalam bukunya The History of Christian Thought, mengatakan “Martin Luther was a great reductionist.”
Martin Luther memiliki pengetahuan dan theologi yang begitu banyak dan dalam, tetapi mampu mengungkapkannya dengan begitu sederhana.
Melihat itu, saya langsung berpikir bahwa Yohanes Pembaptis adalah reduksionis terbesar dalam sejarah.
Bukankah berjuta-juta orang mempelajari kitab Taurat, tetapi Yohanes Pembaptis mampu menyuarakan inti Kitab Suci dengan begitu sederhana, tegas, dan tepat.
Berita Kitab Suci di dalam Perjanjian Lama yang begitu limpah diambil dan direduksi oleh Yohanes Pembaptis dengan kekentalan yang paling fokus.
Banyak ahli Taurat yang merasa belajar lebih banyak, tahu lebih banyak, tetapi tidak lebih jelas mengerti ketimbang Yohanes Pembaptis.
Ia mempunyai daya analitik, kristalisasi, dan reduksi yang paling cermat dan tajam dari banyak ahli di Yerusalem.
Apa yang Yohanes Pembaptis katakan tentang Allah, tentang Kristus, tentang diri, dan tentang dunia begitu tepat.
“Lihatlah Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa umat manusia.” (Yoh. 1:29).
Belum pernah ada ahli Kitab yang mengeluarkan kalimat seperti ini.
Suatu kondensasi pengenalan theologis yang begitu dalam dan tepat.
Mengutip Paul Tillich: Kedatangan Kristus adalah suatu kesimpulan bahwa semua agama dan usaha agama mencari kebenaran harus dihentikan secara total.
Yohanes Pembaptis adalah orang yang hanya diberi waktu enam bulan untuk mempersiapkan Yesus, dan dalam waktu itu ia telah mempersiapkan ratusan ribu orang dan mengarahkan mereka untuk mempersiapkan kedatangan Kristus.
Setelah itu ia dimasukkan ke dalam penjara dan dipenggal. Waktu hidupnya selesai, tetapi semua waktu yang ada dan telah dipakai, telah dicatat oleh Tuhan menjadi kairos dalam kekekalan.
Agustinus mengatakan bahwa dengan adanya ingatan, kita harus mengakui adanya Allah dan jiwa yang bersifat kekal.
Pemikiran Agustinus ini melompat jauh melampaui pemikiran Plato atau Aristoteles dalam bidang antropologi. Yang disebut ingatan berarti jiwa kita melihat ke belakang.
Yang disebut harapan berarti jiwa kita melihat ke depan.
Ini adalah dua arah yang tidak mungkin terjadi pada binatang.
Binatang tidak pernah mencatat sejarah atau membayangkan pengharapan.
Binatang tidak mengenal apa yang disebut far future (masa depan yang jauh) karena jiwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk melihat ke belakang atau ke depan secara jauh.
Mereka hanya makhluk yang dimatikan di dalam kronos. Namun manusia tidak demikian, dengan ingatannya manusia bisa menelusur waktu.
Dengan ingatannya manusia bisa menggeser waktu, menjadikan unsur-unsur yang kita ingat tidak dapat dihapus di dalam sejarah.
Dan melalui semua itu manusia bisa membayangkan masa depan, berharap apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Inilah sifat kekekalan yang melampaui waktu.
Manusia berbeda dari semua makhluk karena engkau dan saya dicipta menurut peta dan teladan Allah. Engkau dan saya adalah satu-satunya makhluk ciptaan yang bisa mengubah kronos menjadi kairos.
Kita belajar sejarah karena kita mau menerima peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi dan menjadi inspirasi yang tidak habis-habisnya bagi setiap generasi.
Di dalam sejarah kita akan menemukan kegagalan atau kesuksesan yang memberi inspirasi agar kita mengetahui sebab-sebab kegagalan dan kesuksesan mereka dan menjadi rahasia kebijaksanaan bagi kita.
Untuk itu kita belajar sejarah, kita perlu belajar cara mengukur waktu, cara menghitung hidup agar kita menjadi bijaksana. Kita perlu belajar dan berdoa seperti Musa, bagaimana kita bisa menghitung hari-hari kita sehingga kita memiliki hati yang bijaksana.
Ada beberapa cara menghitung waktu.
Anak kecil akan selalu menghitung waktu dengan pertambahan.
Ia hanya melihat bahwa waktunya sedang bertambah satu tahun lagi.
Jika kita bisa menghitung hari-hari kita seperti orang tua yang semakin dekat dengan kuburan, kita akan memiliki kepekaan akan keterbatasan waktu kita, dan kita akan semakin belajar bertanggung jawab untuk setiap waktu yang Tuhan berikan.
Orang tua akan menghitung waktu secara pengurangan.
Seluruh tahun yang lewat sudah lewat dan tidak akan kembali lagi.
Apa yang sudah kita lewatkan, kita sesali namun tidak dapat kita raih dan bayar untuk dikembalikan.
Cara ketiga adalah menghitung waktu secara multiplikasi atau perkalian.
Cara perkalian adalah cara bagaimana waktu yang sama dipergunakan untuk menghasilkan hasil yang berkali lipat besarnya.
Kita bukan hanya memakai waktu, tetapi menjadikan waktu itu lebih efektif lagi sehingga kita bisa menghasilkan 30 kali, 60 kali, bahkan 100 kali lipat sehingga hidup kita menjadi hidup yang berkelimpahan.
Sama-sama hidup, tetapi ada yang miskin sekali dan waktunya begitu banyak dibuang, sementara ada yang limpah sekali, melakukan begitu banyak hal dan menghasilkan begitu banyak hal.
Alkitab mengajar kita untuk menebus waktu kita.
Orang menebus waktu karena sadar betapa berharganya waktu.
Sesuatu yang tidak bernilai, tidak akan ditebus.
Ini konsep Paulus. Maka, waktu itu mengandung kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita ketahui.
Keempat, kita juga harus menghitung waktu dengan membagi.
Membagi berarti hidup kita dan waktu kita dibagi (share) dengan banyak orang melalui kaderisasi.
Dengan jalan kita menjadi berkat bagi banyak orang maka waktu kita telah terbagi ke banyak orang.
Adalah bijaksana kalau kita bisa melatih dan mendidik orang lain.
Guru yang bisa berbagi dan mengader banyak murid sehingga akhirnya mereka bisa mengerjakan lebih banyak pekerjaan daripada dirinya adalah seorang guru yang bijaksana.
Betapa indahnya ketika kita melihat murid-murid kita telah melakukan pekerjaan yang jauh lebih banyak dan lebih besar dari apa yang kita telah dan dapat kerjakan.
Gerakan Reformed ingin mendidik Anda semua agar kita bisa mengejar kecepatan perkembangan penduduk. Paling sedikit gereja-gereja harus mempertahankan persentasi orang Kristen di dunia.
Jika tidak, kita akan tergeser. Mari kita menggunakan wadah Gerakan ini agar kita bisa memakai waktu kita menjadi kairos yang diingat oleh Tuhan di dalam Kerajaan-Nya. Syair tua, – yang lebih tua dari syair Homer, dari syair Lie Pai, atau dari Upanishads, ataupun syair dari Buddha, – adalah syair dari Musa:
“Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
(Maz. 90:1-2, 12)
Kiranya Tuhan memberkati kita sehingga kita bisa mengisi waktu dengan rencana kekal Allah, sehingga setiap kita boleh kembali kepada kehendak Allah dan menggenapkannya.
Hidup bukan untuk berfoya-foya atau melakukan hal-hal yang sia-sia. Semakin sadar betapa dahsyatnya waktu yang Tuhan berikan, kita bisa semakin mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan. Segala kemuliaan bagi Tuhan. Amin.
Penulis : Dr Pdt Stephen Tong
Roma 6 : , 20,
6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
Pengkh 7 : 20
7:20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!
Amsal 5:22
Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.
Yoh 8 : 44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.
Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.
Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Tit 3 : 3
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
Titus 1
1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
Maz 58:4 – “Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat”.
Yudas 1 : 10 orang yang menuju kebinasaan.
1:10 Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.
II Korintus 3
3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Mazmur 14:2,3
TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.
Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat ; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
Gal1 : 4
1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.
Ef 4 : 17 -19
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul , sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Gal 4 : 3
4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Pengkh 7 : 20
7:20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!
Pengkh 9
9:3 Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.
Ef 2 : 1, 5
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Kis 28 : 26,27
28:26 Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
28:27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Yes 65 : 12
65:12 Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku.”
I Raja-raja 8
8:46 Apabila mereka berdosa kepada-Mu karena tidak ada manusia yang tidak berdosa dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat,
Kej 6 : 5
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata
Ayub 15
15:35 Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka.”
Ayub 17
17:4 Karena hati mereka telah Kaukatupkan bagi pengertian; itulah sebabnya Engkau mencegah mereka untuk menang.
Yeremia 13:2
Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?
Roma 5 : 12
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang , dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang,karena semua orang telah berbuat dosa.
Roma 3
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Yoh 12 : 40
12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Kolose 1
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
Efesus 4
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
II Korintus 3
3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Gal 4 : 3
4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Roma 3 : 4
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
Gal 4 : 3
4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Roma 6 : , 20, 21
6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
2 Kor 4 : 4
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Ef 4 : 17 -19
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul , sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
2 Kor 3 : 14,15
3:14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Tit 3 : 3
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
Yak 3 : 15
3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan
Gal 1 : 4
1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.
Mazmur 51 : 7
51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Yes 65 : 12
65:12 Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku.”
Ayub 15
15:35 Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka.”
Ayub 17
17:4 Karena hati mereka telah Kaukatupkan bagi pengertian; itulah sebabnya Engkau mencegah mereka untuk menang.
Ibr 3 : 19 Orang berdosa mati didalam ketidak percayaan.
3:19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.
Mazmur 12
12:3 Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.
Mazmur 14
14:1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
Yeremia 5
5:23 Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang.
Amsal 6
6:18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
Mazmur 28
28:3 Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan.
Kisah Para Rasul 7
7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
Yer 17 : 9
17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
Pengkhotbah 9:3
Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.
Yeremia 13:2
Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?
Roma 1
1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap
Roma 1 : 26 – 31 Allah menyerahkan keinginan manusia.
Roma 1
1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
Roma 1
1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.
Roma 3
3:10 seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.”
Yoh 12 : 40
12:40 “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Kolose 1
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
Filipi 2
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang didunia.
Efesus 4
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
Galatia 5
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
Hai hai : Roma 3:23 Dari kata apakah TELAH KEHILANGAN dalam roma 3;23 diterjemahkan? dari kata Yunani: hustereo yang artinya KEKURANGAN.
KEHILANGAN kemuliaan Allah = MATI rohani. Kenapa demikian? Karena Roma 2:223 mengajarkan tentang KEKURANGAN kemuliaan Allah,
RITA RATINA
Apa yang kamu katakana benar, bahasa Yunani : hustereo adalah kekurangan.
Kalau anda belajar TULIP, disana kamu akan belajar bahwa, hustereo yang di pakai di TULIP.
Seperti sesuatu yang tidak sempurna dan kekurangan, dan cacat.
Karena kalau benar2 hilang kemuliaan Allah dan RUSAK TOTAL maka manusia sudah seperti Sodom dan Gimora.
Tetatpi alkitab tetap menyatakan keadaan berdosa manusia dengan sangat jelas sekali seperti ayat ayat di atas yang telah saya masukkan.
Tetatpi alkitab tetap menyatakan keadaan berdosa manusia dengan sangat jelas sekali :
ITU SEMUA TELAH DI GENAPKAN DI ATAS KAYU SALIB HAI HAI.
Yang namanya dosa warisan dari orang tua sampai keturunan ke 4, sudah di tanggung kutukannya di atas kayu salib.
Galatia 3
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Tuhan Yesus tidak berdosa
1 Yoh 3 : 5
3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
Sedangkan dosa Adam, adalah Dosa dari wakil manusia pertama yang telah menjalar ke seluruh manusia .
Bukankah kamu sendiri telah mengatakan hukum Taurat telah di genapkan oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, jadi kenapa kamu masih memakai hukum Taurat untuk dosa warisan.
Itu berbeda dengan dosa Adam yang menjadi representatif manusia , dia adalah manusia pertama, yang menjalarkan dosanya ke keturunan2nya, sama seperti dunia yang kena kutukan, kej 3 :
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu
Kel 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Semoga kamu mulai ada bayangan antara dosa Adam dan dosa warisan di hukum Taurat.